cover
Contact Name
Anitawati
Contact Email
jurnal.bebasan@gmail.com
Phone
+6287771921908
Journal Mail Official
jurnal.bebasan@gmail.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Banten, Kompleks Perkantoran BPCB, Jalan Letnan Djidun Blok J Nomor 2, Lontar Baru Kepandean, Serang, Banten 42115
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Bébasan
Published by Kantor Bahasa Banten
ISSN : 24067466     EISSN : 27214362     DOI : https://doi.org/10.26499/bebasan
Core Subject : Education,
BÉBASAN is a journal aiming to publish literary studies (either Indonesian, local, or foreign literature) and linguistic studies (either applied linguistic and/or linguistic in pedagogy). All articles in BÉBASAN have already passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. BÉBASAN is published by Kantor Bahasa Banten twice a year, in June and December.
Articles 119 Documents
DISCOVERY LEARNING SEBAGAI SEBUAH ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN PADA MATERI MENGIDENTIFIKASI DAN MENYIMPULKAN ISI TEKS PROSEDUR sakila, sakila
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 2 (2020): BÉBASAN EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v7i2.132

Abstract

Abstrak: Penulisan ini dilatarbelakangi adanya permasalahan dalam pembelajaran mengidentifikasikan dan menyimpulkan isi teks prosedur di kelas VII. Permasalahan itu adalah kesulitan siswa dalam mengidentifikasikan dan menyimpulkan isi teks prosedur. Salah satu penyebabnya adalah guru belum menggunakan model yang tepat dalam pembelajaran. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran mengidentifikasikan dan menyimpulkan isi teks prosedur pada siswa kelas VII pada semester ganjil jenjang SMP. Masalah penulisan adalah bagaimana langkah-langkah penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran mengidentifikasikan dan menyimpulkan isi teks prosedur. Untuk memecahkan masalah dan tujuan penulisan digunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil penulisan memberikan gambaran tentang langkah-langkah penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran mengidentifikasikan dan menyimpulkan isi teks prosedur. Dari hasil penulisan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model discovery learning melalui langkah-langkah yang tepat dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengidentifikasikan dan menyimpulkan isi teks prosedur di kelas VII. Kata-Kata kunci: mengidentifikasi, teks prosedur, model pembelajaran, discovery learning
POTRET WABAH PADA NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE DAN LAYAR TERKEMBANG KARYA SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA Kadafi, Tito Tri
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 8, No 2 (2021): BÉBASAN EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v8i2.240

Abstract

ABSTRAKNovel adalah salah satu jenis karya sastra, yang penulisannya tak jarang dipengaruhi oleh keadaan atau masa saat pengarang menulis karyanya. Faktor demikian yang menyebabkan munculnya kesamaan tertentu antara dunia realitas dan dunia fiksi di dalam novel, termasuk pada novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana dan Belenggu karya Armijn Pane. Hasil pembahasan menemukan bahwa adanya potret wabah yang mendokumentasikan kegelisahan pada zaman saat/sebelum ditulisnya novel ini, yaitu terkait wabah penyakit tuberculosis (TBC). Hasil ini menerangkan bahwa adanya upaya pengarang untuk mendokumentasikan sejarah dan pengaruh masa terhadap penulisan karya, yang kemudian menghasilkan cerita berupa tiruan, atau disebut juga sebagai bagian mimesis. Kata kunci: Mimesis, Layar Terkembang, Belenggu, Tuberkulosis, WabahABSTRACTNovel is one type of literary, the writing of which is often influenced by the circumstances or times when the author writes that. Such factors cause certain similarities between the world of reality and the world of fiction in novels, including the novel Layar Terkembang by Sutan Takdir Alisjahbana and Belenggu by Armijn Pane. The results of the discussion found that there was a portrait of the plague that documented the problem in that era when / before the writing of this novel, namely related to the outbreak of tuberculosis (TBC). This result explains that the author's efforts to document the history and influence of the times on the writing of the work, which then results in a story in the form of a clone, also known as part of the mimesis.Keywords: Mimesis, Layar Terkembang, Belenggu, Tuberculosis, Plague
INTERKULTURALISASI TOKOH KIAI AHMAD DAHLAN DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL Nilofar, Naila
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 2, No 1 (2015): BÉBASAN EDISI JUNI 2015
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v2i1.230

Abstract

Abstrak: Novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral menceritakan tentang kehidupan tokoh pendiri organisasi Agama di Indonesia. Tokoh tersebut diasumsikan mengalami interkulturalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap interkulturalisasi tokoh tersebut dan faktor-faktor penyebabnya dengan menggunakan pendekatan interkulturalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah metode pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interkulturalisasi tokoh tersebut ditunjukkan melalui metode mengajar dan caranya berpakaian. Adapun faktor-faktor penyebab interkulturalisasi tokoh tersebut adalah tradisi, penjajahan, dan pendidikan.Abstract: Novel Sang Pencerah by Akmal Nasery Basral tells us about the life of religion organization founder in Indonesia. He is assumed in getting interculturalization. This research is aimed to reveal the interculturalization and many factors that motivate it. The research uses interculturalism approach. It uses library research. The result shows the interculturalization of him is shown through his teaching method and the way he wears clothes. Many factors of his interculturalization are tradition, colonialism, and education.
PEMBELAJARAN APRESIASI KARYA SASTRA: ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER TOKOH UTAMA NOVEL KARTINI KARYA ABIDAH EL KHALIEQY Achsani, Ferdian; inderasari, elen
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 8, No 1 (2021): BÉBASAN EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v8i1.155

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter tokoh Kartini dalam novel Kartini dan relevansinya dengan belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik perpustakaan, yang dilakukan dengan membaca dan menandai kutipan dalam novel yang merupakan temuan data. Teknik analisis data menggunakan teknik interaktif yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, dan tampilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 karakter yang ditampilkan oleh Kartini memiliki relevansi dengan 18 pilar pendidikan karakter yang disampaikan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Nilai pendidikan karakter tersebut dapat digunakan sebagai integrasi pendidikan karakter pada  pembelajaran, yang terlihat melalui KI-KD mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah.Kata kunci: 
KONSEP PENAMAAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM LEKSIKON RITUAL ARUH BAHARIN SUKU DAYAK HALONG Concept of Naming Traditional Foods in Aruh Baharin Ritual Lexicon Dayak Halong Hestiyana, Hestiyana
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 2 (2020): BÉBASAN EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v7i2.123

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep penamaan makanan tradisional dalam leksikon ritual aruh baharin suku Dayak Halong dan makna semiotisnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa leksikon nama-nama makanan tradisional dalam ritual aruh baharin suku Dayak Halong dan makna semiotis makanan tradisional tersebut yang diperoleh dari tatuha adat suku Dayak Halong di Kabupaten Balangan. Penyediaan data diperoleh melalui metode simak, metode catat, studi dokumen, dan pustaka. Analisis data mencakup pendeskripsian konsep penamaan makanan tradisional dalam leksikon ritual aruh baharin dan makna semiotisnya serta membuat simpulan. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 27 leksikon nama makanan tradisional. Pemberian konsep penamaan makanan tradisional berdasarkan pada bahan-bahan utama yang digunakan, yakni gula merah, santan kelapa, beras ketan, dan telur sekaligus menjadi cerminan kultural suku Dayak Halong. Makna semiotis makanan tradisional dalam ritual aruh baharin mengacu kepada bahan-bahan dasar yang digunakan dan diperoleh dari hasil alam. Gula merah dimaknai sebagai makanan untuk darah manusia atau dianggap sebagai pengganti darah manusia. Air santan dipercayai sebagai lambang kesucian yang mengalir dalam darah manusia. Beras ketan merupakan simbol kedekatan hubungan sesama manusia. Kemudian, daun pisang dan daun kelapa muda dimaknai sebagai lambang kehidupan suku Dayak Halong yang akan menuntun kehidupan manusia sebelum menuju kematian atau menghadap Sang Bahatara. Abstract: This study aims to describe the concept of naming traditional foods in the ritual lexicon of aruh baharin Dayak Halong tribe and its semiotic meaning. The method used is a descriptive qualitative method with ethnolinguistic approach. The data in this study are a lexicon of  traditional food names in the aruh baharin ritual of the Dayak Halong tribe and the semiotic meaning of the traditional food obtained from the custom of the Dayak Halong tribe in Balangan Regency. Provision of data is obtained through listening, note taking, document study and literature. Data analysis includes describing the concept of naming traditional food in the aruh baharin ritual lexicon and its semiotic meaning and making conclusions. Presentation of the results of data analysis using informal methods. Based on the results of data analysis found 27 lexicon names of traditional foods. The concept of naming traditional food is based on the main ingredients used, namely brown sugar, coconut milk, glutinous rice, and eggs as well as a reflection of the Dayak Halong culture. The meaning of semiotic traditional food in the aruh baharin ritual refers to the basic ingredients used and obtained from natural products. Brown sugar is interpreted as food for human blood or considered as a substitute for human blood. Coconut water is believed to be a symbol of purity that flows in human blood. Sticky rice is a symbol of the closeness of human relations. Then, banana leaves and young coconut leaves are interpreted as a symbol of the life of the Dayak Halong tribe that will guide human life before dying or facing the Bahatara. 
THE ANALYSIS OF PRONUNCIATION ERROR IN PRODUCING VOICED AND VOICELESS CONSONANTS (DESCRIPTIVE STUDY OF TENTH GRADE STUDENTTS AT SMAN 1 CILEGON) ANALISIS EROR DALAM PENGUCAPAN KONSONAN GETAR DAN KONSONAN TIDAK GETAR (STUDI DESKRIPSI TERHADAP SISWA KELAS SEPULUH DI SMAN 1 CILEGON) Salam, Najwan Abdus
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 8, No 2 (2021): BÉBASAN EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v8i2.157

Abstract

This research used qualitative with descriptive design. The objectives of this research were to know the kinds and patterns of error made by the tenth grade students at SMAN 1 Cilegon. The data was collected using word list, recorder, spectrogram, and scripts. Finally, based on the result of the analysis, it shown that there are three kinds of error which occurred in producing consonants (/ ʤ / and / ʧ /). The first one is misformation with 67%, the second one is blends with 24% and last is omission with 9%. For the patterns of error shown that coda is the most pattern of error which occurred in producing consonants (/ ʤ / and / ʧ /) with score 56%, next is onset with score 23% and last is medial with score 21%.
KRITIK SOSIAL DALAM PUISI JOKO PINURBO “BAYI DI DALAM KULKAS” Kristianto, Dody
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 2, No 1 (2015): BÉBASAN EDISI JUNI 2015
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v2i1.234

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendefinisikan kritik sosial yang terkandung di dalam puisi Joko Pinurbo “Bayi di Dalam Kulkas”. Joko Pinurbo adalah salah satu penyair Indonesia yang juga berproses pada periode 1980 hingga sekarang. Masa itu juga menjadi masa menjelang berakhirnya kekuasaan Rezim Orde Baru di Indonesia. Telaah ini menggunakan teori semiotik Peirce karena puisi JP yang bersifat humoris ternyata menunjukkan tanda-tanda yang merepresentasikan kehidupan rakyat Indonesia pada masa Orde Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui simbol, JP menggambarkan berbagai bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh rezim Orde Baru terhadap rakyat Indonesia. Akan tetapi, berbagai bentuk represif tersebut direaksi rakya dengan tindakan pasif. Hal itu terjadi karena tekanan yang dilakukan oleh rezim Orde Baru bersifat menyeluruh. Abstract: This paper aims to define social criticism contained in the poem Joko Pinurbo "Bayi di Dalam Kulkas". Joko Pinurbo Indonesia is one poet who is also acting on the period from 1980 to now. The period was also a period before the end of the rule of the $ew Order regime in Indonesia. This study uses a semiotic theory of Peirce as JP poetry that is humorous turns showing signs that represent the life of the people of Indonesia in the $ew Order. The results showed that through symbols, JP describe various forms of violations committed by the regime against the people of Indonesia. However, various forms of repressive Folk reacted with passive measures. It happened because of pressure exerted by the $ew Order regime was comprehensive.
ANALYZING THE POSITIVE VERBAL REINFORCEMENT OF STUDENT TEACHER IN EFL CLASSROOM Kamlasi, Imanuel
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 7, No 2 (2020): BÉBASAN EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v7i2.134

Abstract

AbstractThe objective of the study was to find out the types of positive verbal reinforcement that used by English student teacher in EFL classroom. The study used a qualitative method. This study involved an English teacher and students as the participants. The researcher used Tape Video recording to get the data. She used transcription and codifying techniques to analyze the data. The result showed that the teacher used three types of verbal reinforcement namely words, phrases, and sentences. The researcher found out 27 words, 22 phrases, and 10 sentences of verbal reinforcement that used by teacher in EFL classroom.Keywords: positive, verbal, reinforcementAbstrakTujuan penelitian adalah untuk menemukan jenis-jenis kata penguatan yang digunakan oleh guru PPL dalam kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif. Penelitian ini melibatkan seoarang guru PPL Bahasa Inggris dan siswa sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan teknik rekaman vidio untuk mengumpulkan data. Peneliti menggunakan teknik transkripsi dan pengkodean untuk menganalisa data. Hasil penelitian menujunkan bahwa guru PPL Bahasa Inggris menggunakan tiga jenis penguatan yaitu kata, frase dan kalimat. Data menunujkan bahwa terdapat 27 kata, 22 frase dan 10 kalimat penguatan yang digunakan oleg guru PPL Bahasa Inggris di dalam kelas.Kata kunci: positif, kata, penguatan
Dominasi Tanah Kelahiran Hamka dalam Karya-Karyanya Ramadhan, Kurnia Dhafandy
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 8, No 2 (2021): BÉBASAN EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v8i2.242

Abstract

Banyak penggiat sastra yang berasal dari kepingan latar belakang yang berbeda-beda. Bahkan pembeda itu ketika ditarik antara garis berlawanan akan bertemu pada satu titik temu kesamaannya. Begitu pula eksistensi seorang Buya Hamka pada mimbar sastra Indonesia yang sering kali mengangkat usul tanah kelahiran maupun adat istiadat Minang pada setiap terbitan karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar stigma kaum awam terhadap seorang Buya Hamka yang diakui dominasinya sebagai sastrawan sekaligus ulama dalam memanggul garis keturunan pada adat tanah kelahiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang memprioritaskan kualitas data dengan pendekatan kajian pustaka. Penelitian ini menghasilkan perspektif baru yang disajikan kepada penikmat sastra, bahwa Buya Hamka memang dijuluki sebagai sastrawan sekaligus dihormati sebagai ulama. Selain itu penelitian ini, membuktikan bahwa seorang Hamka terindikasi memiliki sifat etnosentrisme dibuktikan dengan kearifan lokal yang disajikan dalam ketiga karyanya, yaitu novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, Terusir, dan Di Bawah Lindungan Ka’bah.
TINGKATAN KOGNITIF PADA SOAL UJIAN AKHIR NASIONAL 2012 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Vidiyanti, M. Oktavia
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 2, No 1 (2015): BÉBASAN EDISI JUNI 2015
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v2i1.231

Abstract

Abstrak: Data menunjukkan menurunnya nilai UAN mata pelajaran Bahasa Indonesia belum dikaji secara mendalam, namun perlu disikapi yaitu mencari akar masalah dan solusi pemecahannya. Menurunnya nilai UAN mata pelajaran Bahasa Indonesia pada tahun 2010, diduga banyak faktor yang terkait. Salah satunya adalah ketidakterbacaan soal-soal UAN mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini untuk mencari salah satu alternatif penyelesaian yang terkait dengan menganalisis butirbutir soal UAN Bahasa Indonesia dengan tingkatan kognitif. Sampel adalah siswa tingkat SLTP di Surabaya berjumlah 100 siswa yang dibagi dua sekolah yaitu SMPN 13 (50 siswa) dan SMP Dharma Wanita (50 siswa). Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis soal-soal yang sukar maupun yang tidak. Dengan begitu, guru dapat mengetahui secara jelas kriteria-kriteria soal yang sulit dan mudah bagi siswa dalam mempersiapkan UN khususnya mata belajaran Bahasa Indonesia. Abstract: Data showed that the decrease of National Final Examination (UAN) scores on Indonesian subjects had not been investigating in-depth, but it must be responded by finding out the main problem and the solution. It was expected that there were many factors involved in the decrease of (UAN) scores on Indonesian subjects in 2010. One of them is the unreadable questions of UAN especially on Indonesian subjects. This research was done to find out one of alternative solution which is related with analyzing the cognitive level in every item of the Indonesian subjects questions of UAN. The samples of this research are 100 junior high school students in Surabaya, which are divided in to two school that are SMPN 13 (50 students) and SMP Dharma Wanita (50 students). The result that was achieved in this research was to know the type of both, the easy questions and the difficult one. By doing that, teacher know the question criteria which are easy or difficult for their students in preparing the Un especially Indonesian subjects.

Page 11 of 12 | Total Record : 119