cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
endang@ft.unrika.ac.id
Editorial Address
Jl. Batu Aji Baru No.99 Batu Aji Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan Batam 0778 392752
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIGMA TEKNIKA
ISSN : 26145979     EISSN : 25990616     DOI : 10.33373
Core Subject : Engineering,
SigmaTeknika adalah jurnal Fakultas Teknik yang merupakan media publikasi ilmiah internal di lingkungan Fakultas Teknik Unrika dengan fokus pada karya ilmiah berupa tulisan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa yang meliputi disiplin ilmu teknik mesin, teknik industri, teknik elektro, teknik sipil dan teknik arsitektur atau ilmu yang relevan
Articles 333 Documents
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB CONTRACT CHANGE ORDER MENGGUNAKAN EXPLORATORY FACTOR ANALYSIS PADA PROYEK JALAN Andika Aristya; Eva Rita; Zulherman Zulherman
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8754

Abstract

Changes in construction projects in the form of Contract Change Orders (CCOs) are unavoidable phenomena that often lead to cost overruns and project schedule delays. This study aims to identify the factors causing CCOs, determine the dominant factors contributing to CCO occurrences, and provide insights into CCO control implications in the Sultan Thaha Road improvement project in Sungai Penuh City. A quantitative research approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to 35 respondents directly involved in the project implementation. Data analysis was conducted using descriptive analysis and exploratory factor analysis with the assistance of SPSS software. The results indicate that all research instruments are valid and reliable, and the data meet the requirements for factor analysis, as evidenced by KMO values greater than 0.5 and Bartlett’s Test significance values below 0.05. The factor analysis results reveal three main factors influencing CCOs: planning and site condition factors, execution and technical factors, and supervision and resource factors. Among these, the planning and site condition factor is identified as the dominant factor, contributing 66.312% to the occurrence of CCOs. These findings suggest that inadequate initial planning and discrepancies between actual site conditions and contract documents are the primary causes of work changes. This study is expected to serve as a reference for project owners, consultants, and contractors in improving project planning and control practices to minimize the occurrence of CCOs in road construction projects.
ETIKA DALAM OTOMASI INDUSTRI Arif Rahman Hakim; Fardin Hasibuan
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8973

Abstract

Artikel ini membahas tentang perkembangan otomasi industri yang berkembang saat ini. Salah satu aspek kajian adalah keterkaitan penerapan otomasi dengan etika. Hal ini penting mengingat bahwa penerapan otomasi dalam industri memiliki dampak terdahap sosial dan lingkungan. Dengan demikian, terdapat keterkaitan aspek etika dalam penerapan otomasi industri. Penrapan otomasi yang tidak mempertimbangan aspek sosial dapat menimbulkan masalah seperti meningkatnya pengangguran yang dapat menimbulkan masalah di masyarakat. Masalah tersebut antara lain meingkatnya kemiskinan dan mungkin juga mendorong meningkatnya kasus kriminal. Di lain sisi, penerapan otomasi dalam industri memberi dampak positif dalam meningkatkan kualitas produksi dan peningkatan performance industri. Pembuat kebijakan di industri diharapkan menerapkan pertimbangan etika sebelum memutuskan untuk melakukan otomasi industri. Pertimbangan tersebut meliputi etika sosial dan keberlanjutnan lingkungan. Dengan demikian dampak negatif dari penerapan otomasi di industri dapat diminimalisir
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS WELDER MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS DI PT XYZ BATAM Widi Nugraha; Zulkarnain Zulkarnain; A Dillah Tri Hasanah
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.9035

Abstract

Industri manufaktur dan fabrikasi logam di Indonesia, khususnya di kota Batam, merupakan sektor strategis yang menopang rantai pasokan industri perkapalan, minyak dan gas, serta konstruksi baja. Dalam proses produksi berbasis pengelasan, kualitas hasil las menjadi indikator utama keberhasilan operasional suatu perusahaan (Saragih, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tingginya tingkat welding repair di PT. XYZ Batam dan dampaknya terhadap produktivitas welder. Metode yang digunakan adalah metode Root Cause Analysis(RCA) dengan pendekatan Fishbone Diagram dan 5 Whys analysis. Pengumpulan data didukung oleh kuesioner berbasis skala Likert yang diberikan kepada 34 responden. Validitas instrumen dikonfirmasi dengan nilai r hitung > r tabel (0,339) untuk seluruh 14 item pernyataan, dan reliabilitas dikonfirmasi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,844. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Man (Manusia) merupakan penyebab dominan (41,2% responden), diikuti oleh Method (26,5%), serta faktor Material, Machine, Measurement, Environment dan Management. Analisis 5 Whys mengungkapkan bahwa akar masalah utama adalah human error akibat persepsi dan kebiasaan kerja welder yang tidak sesuai prosedur, khususnya penggunaan arus tinggi untuk menghilangkan slag tanpa penggerindaan. Dampak dari tingginya perbaikan lasan terhadap produktivitas meliputi pemborosan material (35,3%), kelelahan (23,5%), keterlambatan jadwal (20,6%) dan peningkatan jam lembur (235 menit). Rekomendasi untuk memperbaiki produktivitas mencakup pelatihan teknis berkala, penguatan pengawasan SOP, kalibrasi peralatan rutin, dan penerapan budaya RCA.
ANALISIS PENYEBAB REJECT PADA PRODUK HOUSING TOP BOTTOM MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Den Ayu Setiawati; Abdullah Merjani; Vera Methalina Afma
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.9043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kegagalan yang menyebabkan produk reject pada komponen Housing Top Bottom di proses injection molding dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingkat reject yang melebihi standar perusahaan sebesar 5%, sehingga diperlukan identifikasi penyebab serta penentuan prioritas perbaikan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, studi literatur, serta data simulasi yang disusun berdasarkan pengalaman magang di PT. GPI. Jenis cacat yang dianalisis meliputi short mold, sink mark, burn mark, crack, dan flash. Metode FMEA digunakan untuk menilai tingkat risiko berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection, yang kemudian dihitung nilai Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas penanganan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis cacat memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan lainnya sehingga memerlukan tindakan perbaikan yang lebih terfokus. Rekomendasi yang diusulkan meliputi peningkatan pengawasan parameter mesin, perawatan mold secara berkala, serta peningkatan kontrol kualitas selama proses produksi. Penerapan metode FMEA terbukti mampu membantu perusahaan dalam mengidentifikasi potensi kegagalan secara sistematis serta memberikan dasar pengambilan keputusan dalam upaya menurunkan tingkat produk reject dan meningkatkan kualitas produksi.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DAN BETON DENGAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PASIR LAUT PADA MUTU BETON F’C 30 Kamarul Syawal; Dian Hastari Agustina; Nadia Khaira Ardi
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.9044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pasir laut sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton mutu rencana f'c 30 MPa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan variasi campuran beton meliputi beton normal dengan pasir sungai 100%, beton substitusi pasir sungai 50% + pasir laut 50%, dan beton substitusi pasir laut 100%. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm sebanyak 27 sampel diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton normal menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 31,18 MPa pada umur 28 hari. Beton dengan substitusi pasir sungai 50% + pasir laut 50% menghasilkan kuat tekan 25,25 MPa, sedangkan beton dengan substitusi pasir laut 100% menghasilkan kuat tekan terendah sebesar 22,72 MPa. Peningkatan persentase pasir laut dalam campuran beton terbukti menurunkan kuat tekan beton akibat kandungan klorida dan karakteristik butiran pasir laut. Disimpulkan bahwa pasir laut masih dapat digunakan sebagai substitusi sebagian agregat halus dengan batasan tertentu.
DETERMINANT FACTORS INFLUENCING THE QUALITY OF RIGID PAVEMENT PROJECT EXECUTION IN SUNGAI PENUH CITY Deri Zalmi; Eva Rita; Rini Mulyani
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8421

Abstract

The quality of road construction projects is a critical determinant of infrastructure performance and sustainability. However, in Sungai Penuh City, several rigid pavement projects have faced issues of poor execution quality, leading to reduced durability and increased maintenance costs. This study was conducted with three main objectives: (1) to identify the factors contributing to low construction quality, (2) to determine the dominant factors influencing project outcomes, and (3) to propose practical solutions for improvement. A mixed-methods approach was adopted, combining quantitative analysis through surveys with qualitative insights from literature reviews and expert interviews. A total of 64 questionnaires were distributed, allowing comprehensive statistical analysis. The results revealed nine major factors influencing construction quality: design, work methods, materials, equipment, workforce, managerial aspects, supervision, financial resources, and environmental conditions. Factor analysis highlighted that material-related issues were the most dominant, accounting for 33.907% of the variance. Key problems included non-compliance of materials with technical specifications, inadequate material testing, procurement delays, and logistical inefficiencies. To address these challenges, a PDCA (Plan–Do–Check–Action) framework was applied as a structured solution, emphasizing systematic planning, effective implementation, quality inspection, and corrective measures. The findings demonstrate that improving material management through PDCA not only enhances compliance with technical standards but also establishes a framework for continuous quality improvement in road construction projects. This study contributes both theoretically by validating critical factors in construction quality and practically by offering actionable strategies for stakeholders to ensure sustainable infrastructure development in Sungai Penuh City.
MONITORING LANSIA PENGIDAP DEMENSIA MENGGUNAKAN INDOOR POSITIONING SYSTEM (IPS) BERBASIS BLUETOOTH LOW ENERGY (BLE) Reza Nandika; Anton Hidayat; Budhi Bakhtiar; Muhammad Zaidan Addyp
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8513

Abstract

Demensia menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan aktivitas harian pada lansia, sehingga diperlukan sistem pemantauan untuk meningkatkan keselamatan. Penelitian ini merancang sistem monitoring posisi dan kondisi lansia berbasis Indoor Positioning System (IPS) menggunakan Bluetooth Low Energy (BLE). Sistem terdiri dari lima ESP32, yaitu tiga titik referensi, satu perangkat bergerak dengan sensor MPU6050 untuk deteksi jatuh, dan satu server. Data RSSI dikirim melalui MQTT, difilter dengan Kalman Filter, lalu dihitung menggunakan trilaterasi untuk menentukan posisi. Hasil menunjukkan sistem mampu menampilkan posisi lansia dan mendeteksi jatuh secara real time melalui LCD I2C dan web localhost. Sistem ini efektif membantu pengawasan lansia dengan demensia di lingkungan indoor.
EVALUASI MOBILITAS LANSIA PADA TRANSPORTASI PUBLIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN MIXED METHODS DI KOTA BATAM Ery Sugito; Amelia Rachmi Nasution; Buang Syaputra
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.9025

Abstract

Transportasi publik berperan penting dalam mendukung mobilitas lansia di kawasan perkotaan, namun implementasinya belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan kelompok ini. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aksesibilitas infrastruktur dan kualitas layanan terhadap mobilitas lansia di Kota Batam menggunakan pendekatan mixed methods. Data diperoleh dari 114 responden melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda, serta dilengkapi evaluasi kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap mobilitas lansia (β = 0.321; p < 0.05), sedangkan aksesibilitas infrastruktur tidak signifikan (β = 0.193; p > 0.05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0.451 menunjukkan kemampuan model menjelaskan 45.1% variasi mobilitas lansia. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek operasional seperti ketepatan waktu, kenyamanan, dan keamanan menjadi faktor utama. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan perlu diprioritaskan, disertai pengembangan infrastruktur yang ramah lansia secara bertahap
PENGARUH KOMUNIKASI MANAJER PROYEK TERHADAP KUALITAS KONSTRUKSI PABRIK DI PT X BATAM Satria Meiyanto; Indra Farni; Khadavi Khadavi
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8823

Abstract

Komunikasi yang tidak optimal pada proyek konstruksi PT X Batam ditunjukkan oleh masih terjadinya rework yang berdampak pada keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Kondisi ini mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap efektivitas komunikasi Project Manager sebagai penggerak utama koordinasi teknis di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi Project Manager terhadap keterlibatan karyawan serta menilai implikasinya terhadap manajemen kualitas proyek. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui pengolahan data kuesioner terhadap 32 responden yang mewakili owner, konsultan supervisi, dan kontraktor dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Project Manager memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan. Selanjutnya, keterlibatan karyawan terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap manajemen kualitas proyek. Sementara itu, pengaruh komunikasi Project Manager terhadap manajemen kualitas tidak terjadi secara langsung, melainkan melalui mekanisme mediasi keterlibatan karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi yang terstruktur, jelas, dan responsif mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kesadaran kualitas di antara anggota tim, sehingga berpotensi menurunkan risiko rework serta meningkatkan konsistensi pencapaian standar kualitas konstruksi.
ANALISIS UMUR EKONOMIS KENDARAAN BERDASARKAN BIAYA TAHUNAN RATA-RATA MINIMUM PADA TRANS PADANG Hanumizikra Hanumizikra; Yossyafra Yossyafra; Bayu Martanto Adji
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis umur ekonomis kendaraan Trans Padang Koridor I, V, dan VI berdasarkan pendekatan biaya tahunan rata-rata minimum (equivalent uniform annual cost atau EUAC). Perhitungan biaya operasional kendaraan dilakukan mengacu pada pedoman Departemen Perhubungan Tahun 2002 yang meliputi komponen biaya langsung seperti bahan bakar, ban, perawatan, dan penyusutan. Hasil menunjukkan bahwa biaya operasional kendaraan rata-rata tertinggi terdapat pada Koridor VI (Rp 7.419,02/bus-km), diikuti Koridor V (Rp 6.728,86/bus-km), Koridor I-Hino (Rp 6.351,69/bus-km), dan yang terendah pada Koridor I-Mitsubishi (Rp 6.309,85/bus-km). Berdasarkan perhitungan biaya tahunan rata-rata minimum, umur ekonomis seluruh armada di ketiga koridor adalah delapan tahun. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi operator dalam menentukan waktu ideal penggantian armada agar tercapai efisiensi biaya dan kinerja layanan yang optimal.