cover
Contact Name
pemta
Contact Email
tia.deka12@gmail.com
Phone
+6285646751771
Journal Mail Official
tia.deka12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS)
ISSN : -     EISSN : 27150518     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/herclips.v1i02
The purpose of this journal is to facilitate Pharmacist, Scientist, and Researcher to publish research articles or articles reviews. This journal basically contains of topics on Herbal, Pharmaceutical, Clinical, and Sciences. This journal is managing by health faculty Pharmaceutical diploma study program University of Muhammadiyah Gresik
Articles 88 Documents
ANALISIS PENGELOLAAN OBAT TAHAP PENGGUNAAN PADA PASIEN BPJS RAWAT INAP DI INSTALASI FARMASI RSUD Dr. J. P. WANANE KABUPATEN SORONG ulandari, clarista windi; Budiyanto, Angga Bayu; Hardia, Lukman
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.6936

Abstract

Tahap penggunaan memiliki peran penting dengan tujuan agar memberikan obat yang tepat, rasional, efektif, aman dan ekonomis. Penggunaan obat jika dilakukan secara efisien tentu akan memberikan manfaat yang optimal bagi rumah sakit selaku penyelenggara pengobatan ataupun pasien yang merasakannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui capaian standar tahap penggunaan pada pasien BPJS rawat inap di instalasi farmasi menurut WHO 1993 di RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong yang mencakup beberapa parameter yaitu, rata-rata jumlah item obat perlembar resep, obat yang diresepkan sesuai dengan formularium rumah sakit, obat dengan nama generik, obat antibiotik, dan sediaan injeksi bulan januari-juni 2022 di Instalasi Farmasi RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan cara pengambilan data secara retrospektif pada bulan Januari-Juni 2022 berupa resep pasien bpjs rawat inap di Instalasi Farmasi RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong. Hasil penelitian menunjukan Tahap Penggunaan obat yang sudah sesuai standar adalah obat dengan nama generik (84,26%) dan Tahap Penggunaan obat yang belum sesuai standar adalah item obat perlembar resep (3,5%), obat yang diresepkan sesuai formularium rumah sakit (98,71%), obat dengan antibiotik (23,27%), obat dengan injeksi (18,45%)
Evaluation of the Quality of Pharmaceutical Services Based on Minimum Service Standards at Pandanarang Boyolali Regional General Hospital in 2023 Titianingtyas, Regita Auroraria; Nugraheni, Ambar Yunita
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.7351

Abstract

Minimum Pharmaceutical Service Standards are very important because they are performance benchmarks that are used as guidelines for pharmaceutical personnel in providing pharmaceutical services. This research aims to determine the suitability of SPM for hospitals in the pharmaceutical sector on the indicators of length of time for prescription service, customer satisfaction, and suitability of prescriptions with the formulary as well as influencing factors at the Pandanarang Boyolali Regional General Hospital in order to help the hospital in improving the quality of better pharmaceutical services. This research uses descriptive analytical research conducted using quantitative research methods. The sample for this research was 300 outpatient patients/prescriptions for indicators of prescription suitability and waiting time, 150 respondents for indicators of customer satisfaction at Pandanarang Boyolali Regional Hospital. The results of the study showed that in the indicator of the length of time for prescription service, the average time for non-concocted prescriptions was 16.33 ± 15,114 minutes and for concocted prescriptions it was 29.85 ± 27,958 minutes, for the patient satisfaction indicator the results were 94.03%, as well as for the indicator The conformity of the prescription with the formulary was 94.72%. Based on the research results obtained, it can be concluded that according to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 129/MENKES/SK/II/2008 concerning Minimum Service Standards for Hospitals in the Pharmaceutical Sector which has been determined by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia that the Pandanarang Boyolali Regional General Hospital is in the indicator The conformity of prescriptions with the formulary does not meet standards, the average waiting time for prescription services meets standards, and the level of customer satisfaction with pharmacy services in pharmaceutical installations meets standards
STANDARDISASI EKSTRAK ETANOL 70% Gelidium zollingeri WATU ULO JEMBER izazi, Farizah; Krisnamurti, Angelica; Wardhana, Affan Sukma
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.7413

Abstract

Rumput laut merah Gelidium zollingeri dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, karena mengandung Mycosporine-like amino acid (MAAs), protein (asam amino), pigmen (phycobiliprotein dan karotenoid), senyawa fenol dan fucoidan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan parameter standardisasi spesifik dan parameter standardisasi non spesifik dari ekstrak etanol 70% Gelidium zollingeri. Sampel Rumput laut merah didapatkan dari Watu Ulo Jember. Ekstrak Rumput laut merah diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. % rendemen 11,44%. Parameter standardisasi spesifik meliputi uji organoleptik diperoleh ekstrak kental pekat, berwarna cokelat pekat, dan berbau khas aromatik rumput laut merah; kadar sari larut air sebesar 0,07%; kadar sari larut etanol sebesar 0,09% dari hasil ini ekstrak termasuk semi polar. Uji skrinning fitokimia positif tanin,saponin,alkaloid, steroid, terpenoid dan asam amino. Parameter standardisasi non spesifik meliputi susut pengeringan sebesar 10,25%; Bobot jenis sebesar 0,8512 g/mL;kadar air sebesar 10%; kadar abu sebesar 12,48%; ; cemaran logam berat meliputi Timbal (Pb),Kadmium (Cd), Raksa (Hg), Magnesium (Mg), dan Arsen (As) serta cemaran mikroba dan cemaran kapang dan khamir tidak melebihi standart yang ditetapkan. Dari hasil parameter standardisasi diatas diharapkan dapat menjadi rujukan peneliti lainnya.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kentos Kelapa (Cocos nucifera L.) Yang Diekstraksi Dengan Metode Berbeda Kurniawati, Evi
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.7369

Abstract

Kentos kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan bagian dalam dari buah kelapa yang sudah cukup matang, kentos kelapa memiliki senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, saponin dan tanin yang dapat bermanfaat sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan suatu senyawa yang digunakan untuk menetralisir dan mencegah kerusakan yang terjadi dalam tubuh akibat dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan aktivitas antioksidan pada kentos kelapa apabila dilakukan dengan metode ekstraksi yang berbeda. Metode penarikan senyawa dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi, perkolasi dan sokletasi, kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan dengan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) yang diukur menggunakan spektrofotometer visible pada panjang gelombang 595 nm. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya senyawa bioaktif berupa alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, saponin dan tanin pada kentos kelapa. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh ekstrak etanol kentos kelapa yang diekstraksi dengan metode perkolasi. Uji Kruskal-Wallis meunjukkan Sig. 0,027<0,05 sehingga dapat disimpulkan dari ketiga metode ekstraksi terdapat perbedaan aktivitas antioksidan yang bermakna. Kata kunci :kentos kelapa, ekstraksi, antioksidan, FRAP
Efek Pemberian Ekstrak Buah (Passiflora foetida L) Pada Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Budianto, Nugroho Eko Wirawan; Furkani, Agusniar; Budiono, Nugrahadi Dwi Pasca
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.6894

Abstract

Tumbuhan Rambusa (Passiflora foetida L) dapat digunakan sebagai obat. Sebagai antibiotik alami, buah Rambusa memiliki metabolit sekunder yang mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin, menurut fitokimia. Studi ini mencoba mengetahui apakah ekstrak etanol dari buah rambusa dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Setelah tes penelitian eksperimental ini, desain grup kontrol hanya digunakan. Metode disc diffusion dengan Media Agar Mueller Hinton digunakan untuk melakukan uji antimikroba. Dua puluh empat sampel diambil dan diulang empat kali, dan enam kelompok konsentrasi digunakan untuk menguji kendali positif (Ciprofloxacin), kendali negatif (Aquadest), Konsentrasi uji 20%, 40%, 80%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat sebesar 32,625 mm pada kendali positif, 0 mm untuk kendali negatif, 0 mm pada konsentrasi 20%, sedangkan pada konsentrasi 40% zona hambat sebesar 11,125 mm, namun untuk zona hambat sebesar 12,875 mm ada pada konsentrasi 100%. Kata kunci : Metabolit Sekunder, Zona Hambat, Ekstrak Buah Rambusa, dan Staphylococcus aureus.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Diare Di Desa Gondang, Kecamatan Tugu Trenggalek Marhenta, Yogi Bhakti; Seran, Krisogonus Ephrino; Farida, Umul; admaja, Wika; Walujo, Djembor Sugeng
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.6727

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya perubahan bentuk dan konsistensi tinja, lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya, bisa tiga kali atau lebih dalam sehari.Menurut data laporan yang dihasilkan dari BPS RI Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020 data pemerintah Kabupaten Trenggalek mencatat adanya kasus diare yaitu mencapai 4596 kasus dengan prevalensi 6,01%. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku swamedikasi terhadap penyakit diare pada masyarakat Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek dan Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi diare pada masyarakat Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Metode Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian berupa cross sectional. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS, data yang diambil berjumlah 152 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik dengan jumlah 134 responden dengan persentase 88,2%, memiliki tingkat pengetahuan yang cukup yaitu 13 responden dengan persentase 8,6% dan tingkat pengetahuan yang kurang/rendah dengan 5 reponden dan persentase 3,3%. Sedangkan untuk hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku swamedikasi memiliki nilai P value 0,000<0,05 dan kekuatan hubungan antara kedua variabel tersebut menunjukkan nilai 0,526 maka dinyatakan memiliki hubungan kuat.
FORMULASI DAN STABILITAS MUTU FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Lestari, Tri Puji
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.7373

Abstract

Tanaman daun binahong (Anredera corfolia (Ten.) Steenis) memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan karena mengandung berbagai macam senyawa metabolit sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan antosianin yang terbukti efektif sebagai antiinflamasi, antibakteri, dan antimikroba. Memformulasikan ekstrak daun binahong (Anredera corfolia (Ten.) Steenis) dengan menggunakan gelling agent Carbopol dan di uji kestabilan mutu fisik sediaan adalah merupakan tujuan dari penelitian ini. Uji mutu fisik yang di lakukan antaralain organoleptis, homogenitas, derajat keasaman (pH), daya sebar, daya lekat, viskositas dan stabilitas fisik dengan metode cycling test. Gel diformulasikan menjadi 3 formula dengan variasi gelling agent Carbopol 0,5%, 1,5% dan 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Carbopol sebagai gelling agent pada formula 1, 2 dan 3 memberikan hasil uji mutu fisik yang memenuhi syarat untuk parameter pH, daya sebar, daya lekat, viskositas organoleptis dan homogenitas. Pengujian kestabilan fisik sediaan gel pada ketiga formulasi menunjukkan hasil yang stabil dan tidak ada perubahan yang signifikan secara pengamatan kestabilan fisik sebelum dan sesudah perubahan temperatur yang ditunjukkan dari hasil uji statistik P>0.05, Kata kunci Mutu Fisik, Stabilitas , Ekstrak Binahong, Gel
HUBUNGAN PENGETAHUAN OBAT BAHAN ALAM DAUN KATUK (Sauropus Androgynus (L) Merr) UNTUK PENYAKIT SINDROM METABOLIK DAN KESEDIAAN MEMBAYAR DI KEC. PANYILEUKAN KOTA BANDUNG Nurfitria, Rizki Siti; Shinta, Nilo Arya; Hartini, Ni Nyoman Sri Mas
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.7145

Abstract

Daun katuk merupakan tanaman lokal Asia yang digunakan sebagai terapi berbagai penyakit. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat bahan alam terbukti lebih terjamin, namun yang menjadi permasalahan adalah kurangnya pengetahuan tentang daun katuk yang biasa digunakan sebagai ramuan obat-obatan bahan alam dan bagaimana pemanfaatannya sebagai antihipertensi, antidiabetes, antiinflamasi, antioksidan, dan pelancar Air Susu Ibu (ASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan kesediaan membayar masyarakat terhadap penggunaan produk obat bahan alam daun katuk sebagai pengobatan penyakit sindrom metabolik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan berupa data primer dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel pada penelitian ini yaitu pasien Puskesmas Panyileukan yang memiliki penyakit sindrom metabolik sebanyak 120 responden. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan uji Rank Spearman dengan aplikasi SPPS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang obat bahan alam daun katuk termasuk kategori baik (86,75%), rata-rata nilai Willingness to Pay (WTP) produk obat bahan alam daun katuk untuk penyakit sindrom metabolic di Puskesmas Panyileukan yaitu sebesar Rp36.175,00. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan kesediaan membayar dengan nilai signifikasi 0,688 (p > 0,05).
Formulasi Futuristik Sleeping Mask No Need to Wash Berbahan Dasar Hibiscus sabdariffae Oktavia, Anggraeni In; Aska, Rikosa; Oktavia, Putri; Saradika, Lodiana; Sylvi, Dina; Indriasari, Arvia
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.7632

Abstract

Seperti organ tubuh lainnya, kulit wajah juga mengalami penuaan dari waktu ke waktu. Penuaan kulit wajah, ditandai dengan perubahan penampilan kulit seperti kulit kering, keriput, elastisitas menurun dan munculnya bintik-bintik hitam. Salah satu cara untuk merawat kulit adalah dengan memakai produk perawatan kulit yang mengandung antosianin yang berperan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Pada penelitian ini diformulasikan sleeping mask dengan kandungan ekstrak bunga rosela yang mengandung antosianin. Tujuan penelitian ini adalah menemukan formulasi sleeping mask dari konsentrasi ekstrak bunga rosela 2,5% (F1), 5% (F2), 7,5% (F3) kemudian dilakukan uji mutu fisik sediaan dan uji kadar antioksidannya. Uji antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Hasil penelitian adalah sediaan F2 memiliki persyaratan uji mutu fisik dengan pH 4,9, daya lekat lebih dari 10 detik, daya sebar 5,3 cm, homogen dan uji Organoleptik nya baik. Namun apabila dilihat dari persen inhibisi, aktivitas antioksidan sediaan sleeping maks bunga rosela lebih rendah dibandingkan dengan ekstrak bunga rosela
Uji Aktivitas Hipnotik-Sedatif Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius R.) Terhadap Mencit Putih (Mus musculus) Rozi, Dion Fahcrul
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8252

Abstract

Depresi adalah gangguan mental yang sering ditandai dengan suasana hati yang tertekan, hilangnya minat atau kesenangan, perasaan bersalah atau rendah diri, gangguan tidur dan nafsu makan, mudah lelah, penurunan aktivitas, serta konsentrasi yang buruk. Terapi bagi penderita depresi melibatkan penggunaan obat antidepresan yang dapat meningkatkan suasana hati. Salah satu tanaman potensial dengan berbagai aktivitas antidepresan adalah pandan wangi (Pandanus amaryllifolius R). Secara empiris, pandan wangi telah digunakan sebagai tonikum, penambah selera makan, pewangi, dan penenang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi aktivitas hipnotik-sedatif dari daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius R) dengan konsentrasi dosis 5%, 10%, dan 20% pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode perputaran rotarod pada kecepatan 30 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 5%, 10%, dan 20% memiliki aktivitas yang hampir sama dengan kontrol positif. Nilai p-value antara kontrol positif dengan dosis 5%, 10%, dan 20% ekstrak daun pandan wangi tidak berbeda jauh secara signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pandan wangi berpotensi memberikan aktivitas hipnotik-sedatif.