cover
Contact Name
pemta
Contact Email
tia.deka12@gmail.com
Phone
+6285646751771
Journal Mail Official
tia.deka12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS)
ISSN : -     EISSN : 27150518     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/herclips.v1i02
The purpose of this journal is to facilitate Pharmacist, Scientist, and Researcher to publish research articles or articles reviews. This journal basically contains of topics on Herbal, Pharmaceutical, Clinical, and Sciences. This journal is managing by health faculty Pharmaceutical diploma study program University of Muhammadiyah Gresik
Articles 88 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri Deodorant Spray Tea Tree Oil (Melaleuca alternifolia) Terhadap Staphylococcus aureus Hidayati, Nurul; Budiman, Hendra; Sarmini, Sarmini
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8244

Abstract

Deodorant spray adalah produk kosmetik yang digunakan untuk menyerap keringat, manutup bau badan, dan mengurangi bau badan. Deodorant yang beredar dan digunakan masyarakat sebagian besar berbahan dasar sintesis. Penggunaan deodorant berbahan sintesis secara terus-menerus berdampak buruk bagi tubuh. Solusinya adalah dengan mengembangkan formulasi deodorant spray dengan zat aktif alami. Tea tree oil efektif sebagai antibakteri, yang dapat mengendalikan bau ketiak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri deodorant spray terhadap Staphylococcus aureus dan formula dengan konsentrasi tea tree oil yang dapat menghambat paling kuat. Metode penelitian ini eksperimental laboratorium. Formula deodorant menggunakan variasi konsentrasi tea tree oil yaitu 2% (F1), 3% (FII), dan 5% (FIII). Sediaan kemudian dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, kejernihan, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formula dapat menghambat Staphylococcus aureus, dibuktikan dengan adanya zona hambat. Formula terbaik deodorant spray yaitu F3 dengan konsentrasi tea tree oil 5% dengan zona hambat paling kuat yaitu 24, 6 mm.
Uji Perbandingan Pelarut Metanol dan Etanol 96% Terhadap Hasil Kromatografi Lapis Tipis Flavonoid pada Tanaman Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) Hari Purwani, Asih Imulda Asih; Sari, Fita; Kharisma, Krisna; Nurhayati, Rachma; Kurniawati, Evi
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8226

Abstract

Daun patikan kebo merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, terpenoid, tanin dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji perbandingan pelarut metanol dan etanol 96% terhadap hasil kromatografi lapis tipis flavonoid pada tanaman daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.). Metode daun patikan kebo diekstraksi dengan maserasi dengan pelarut yang digunakan yaitu metanol dan etanol 96%. Skrining dilakukan menggunakan reagen Pb Asetat 10% dan NaOH 20%. Kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase gerak n-butanol : asam asetat glasial : air (4:1:5) dan fase diam plat silika gel G60 F254. Hasil skrining fitokimia yaitu negatif pada penambahan reagen Pb Asetat 10% dan hasil positif pada penambahan reagen NaOH 20%. Pada hasil penelitian dianalisis terjadi perubahan warna pada plat KLT dari biru menjadi fluoresensi nyala biru muda. Kesimpulan didapatkan nilai Rf ekstrak metanol empat bercak flavonoid dengan nilai Rf 033, 0,47, 0,61 dan 0,88, sedangkan ekstrak etanol 96% terdapat tiga bercak flavonoid dengan nilai Rf 0,29, 0,46 dan 0,59. Kata kunci : Daun Patikan Kebo, Skrining Fitokimia, KLT
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FLAVONOID INFUSA SERBUK SIMPLISIA BIJI KURMA (Phoenix Dactyliferae Semen) Syarifah, Anisa Lailatusy; Anggraini, Farinda Ayu
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8417

Abstract

Pengolahan limbah biji kurma sangat penting untuk menciptakan nilai biji kurma sebelum dibuang sebagai limbah. Biji kurma mempunyai aktivitas antioksidan dan salah satu senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan adalah flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan infusa serbuk simplisia biji kurma dengan metode DPPH dan menentukkan kadar flavonoid infusa biji kurma. Metode penelitian ini meliputi pembuatan serbuk simplisia biji kurma, infundasi serbuk simplisia biji kurma, uji senyawa flavonoid, penentuan aktivitas antioksidan infusa serbuk simplisia biji kurma, dan penentuan kadar flavonoid infusa biji kurma menggunakan standar senyawa rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk simplisia biji kurma berwarna coklat, infusa serbuk simplisia biji kurma berwarna coklat jernih, dan infusa serbuk simplisia biji kurma mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 872,74 ± 18,77 ppm, dan memiliki kandungan senyawa flavonoid. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu infusa serbuk simplisia biji kurma termasuk kategori antioksidan lemah dengan kadar flavonoid 4,92 x 10-4 mgRE/g serbuk.
Validasi Simplisia dan Ekstrak Kulit Batang Wilalondahi (Archidendron lucyi) sebagai Bahan Aktif Obat Tradisional Devin, Devin; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Tanjung, Asbar; Ramadan, Leski; Kurniawan, Yedith; Haris, Restu Nur Hasanah; Irwan, Irwan
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi penggunaan empiris kulit batang Wilalondahi (Archidendron lucyi) yang telah lama dimanfaatkan sebagai agen hemostatik dan penyembuh luka oleh masyarakat Sulawesi Tenggara. Mengingat hingga saat ini belum terdapat informasi terkait komposisi dan karakteristik kulit batang tumbuhan Wilalondahi dalam Monograf Farmakope Herbal Indonesia, maka penelitian dapat menambahkan data baru mengenai aspek fisik, kimia, dan fitokimia dari simplisia kulit batang tersebut sebagai kontribusi terhadap pengembangan informasi tanaman herbal di Indonesia. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia kulit batang Wilalondahi memiliki karakteristik berdasarkan parameter spesifik dan non-spesifik. Parameter spesifik meliputi analisis makroskopik, yang menunjukkan warna putih kecoklatan, bau khas, rasa hambar, dan tekstur serbuk kasar; analisis mikroskopik, yang mengidentifikasi butir amilum, rambut penutup, dan berkas pembuluh sebagai fragmen pengenal; serta kadar sari larut etanol dengan nilai rata-rata 7%, yang memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (≥6,7%). Parameter non-spesifik mencakup kadar air sebesar 7,3%, kadar abu total 8,4%, dan kadar abu tidak larut asam 1,1%, yang keseluruhannya sesuai dengan batas standar (≤10% untuk kadar air, ≤10,2% untuk kadar abu total, dan ≤2% untuk kadar abu tidak larut asam). Skrining fitokimia mengungkap keberadaan flavonoid dan tanin sebagai senyawa bioaktif utama, yang berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi dan hemostatik, mendukung potensi kulit batang Wilalondahi sebagai bahan baku obat herbal.
Identifikasi Senyawa Fitokimia Secara Kualitatif dari Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Prayitno, Sutrisno Adi; Utami, Dwi Retnaningtyas
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8213

Abstract

Daun sirih merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai tanaman herbal karena banyak mengandung senyawa fitokimia. Senyawa fitokimia dalam tanaman memiliki peran dalam obat dan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeidentifikasi senyawa fitokimia yang ada pada ekstrak daun sirih merah. Bahan utama yang digunakan adalah daun sirih merah kering yang sudah dihaluskan menjadi serbuk (simplisia). Daun sirih merah dikeringkan dengan menggunakan oven selama 12 jam dengan suhu 65 oC. Metode yang digunakan dalam penelitian analisis kualitatif untuk mendeteksi keberadaan senyawa fitokimia dalam daun sirih merah. Teknik ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol yang memiliki konsentrasi 50%, 70% dan 90%. Hasil penelitian menunjukkan adanya senyawa fitokimia pada ekstrak daun sirih merah setelah dianalisis menggunakan teknik kualitatif. Senyawa fitokimia yang terdapat pada ekstrak daun sirih merah meliputi tanin, flavonoid, polifenol, saponin, alkoloid dan metabolit sekunder terpenoid (triterpenoid). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa fitokimia dapat diketahui dengan melakukan screening awal menggunakan reagen tertentu sesuai dengan jenis senyawa yang diidentifikasi. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut tentang analisis kuantitatif pada senyawa tersebut.
BIOAKTIVITAS KROKOT (Portulaca grandiflora Hook) SECARA IN VITRO Rahmawati, Fri; Bintang, Maria; Yang, Albert Jackson; Ule Lagno, Selviana Santisima
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.7977

Abstract

Krokot (Portulaca grandiflora Hook) adalah gulma yang berkhasiat obat dan secara empiris digunakan masyarakat untuk berbagai pengobatan seperti mengatasi diare dan penyembuhan luka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri, antioksidan dan toksisitas ekstrak krokot. Jenis penelitian berupa eksperimental laboratorium menggunakan sampel campuran batang dan daun krokot. Ekstrak krokot diperoleh dari hasil maserasi dengan etanol 96 % pro analisis (p.a). Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi, antioksidan memakai metode 1,1-difenil-2-pikril-hidrazi (DPPH) serta toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus (S. aureus) digunakan sebagai bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak krokot dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 40% pada E. coli dan 60% terhadap S. aureus dengan menghasilkan zona hambat masing- masing sebesar 6,34 mm dan 6,40 mm. Ekstrak krokot berpotensi sebagai antioksidan kuat dengan nilai Inhibition Concentration 50 % (IC50) sebesar 11,890 ppm, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif sebesar 2,658 ppm. Ekstrak krokot bersifat toksik pada larva udang dengan nilai Lethal Concentration 50% (LC50) sebesar 168,904 ppm. Sehingga disimpulkan krokot mempunyai bioaktivitas antioksidan, antibakteri dan toksisitas.
Analisis Biaya dan Terapi Antibiotik Ceftriaxone dan Cefotaxime Pada Pasien Pneumonia di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Kediri Admaja, Wika; Amelia, Faresa; Prasetyo, Eko Yudha; Restyana, Anggi
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol. 6 No. 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.7662

Abstract

Pneumonia is an infection caused by pathogenic microorganisms such as microbes, bacteria, fungi and viruses that cause inflammation of the lung tissue. The prevalence of pneumonia has increased every year. The first-line therapy used at the Kediri District Hospital is the use of ceftriaxone and cefotaxime antibiotics. Decision making on antibiotic use has an influence on the amount of medical costs incurred by patients. This study aims to determine which antibiotics are more cost-minimal and whether there is a significant difference between the use of ceftriaxone and cefotaxime antibiotic therapy at Kediri District Hospital. The design of this study was cross sectional, data collection was done retrospectively. The analysis method used independent t-test statistical test. The perspective in this study was seen through the provider, namely the hospital, a total of 215 pneumonia patients and the sample for this study was 63 patients. With 32 patients receiving ceftriaxone antibiotic therapy and 31 patients receiving cefotaxime antibiotic therapy. Total direct medical costs were categorized into four types of costs, namely treatment costs, antibiotic costs, other drug costs, laboratory and radiology costs. The average total direct medical costs of patients who received ceftriaxone antibiotic therapy were more cost minimal than patients who received cefotaxime antibiotics, namely Rp.2,296,449 and Rp.2,464,470. The results of the difference test using independent t-test statistics show a p-value of 0.219 so that it can be interpreted that there is no significant difference.
Analysis of Rhodamine B Content in Eyeshadow Cosmetic Preparations with UV-Vis Spectrophotometer and Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea L.) Extract Berliyanti, Adella Eka
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 6 No 01 (2024): HERCLIPS VOL 06 NO 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i01.8212

Abstract

In the modern era, maintaining a good appearance is crucial. Many people are out there vying for the most outstanding looks. Many are also eager to spend money to improve their appearance, such as by undergoing various treatments and purchasing numerous cosmetic preparations. One type of cosmetics most often used by people is eyeshadow. As a decorative cosmetic, of course, eyeshadow has colouring content. However, Rhodamine B is still misused, a dangerous dye in eye shadow preparations, because most eye shadow palettes have a red base colour. As a result, the author recognizes the importance of researching to differentiate eyeshadow cosmetics containing Rhodamine B from those that do not, using natural ingredient indicators, given Indonesia's abundance of biodiversity. Rhodamine B may be detected using anthocyanins, natural pigments in various plants; one is butterfly pea flowers. The results of visual observations of the reaction of butterfly pea flower extract and cosmetic samples will then be confirmed using a UV-Vis Spectrophotometer. The qualitative analysis revealed that all eyeshadow samples tested positive for Rhodamine B, as shown by the colour change in the butterfly pea flower extract from blue to purple to pink. The quantitative examination revealed that Rhodamine B concentrations in five samples ranged from 0.419 mg/L to 15.891 mg/L. According to BPOM, cosmetic products should not include Rhodamine B (≤ 0 mg/L).
Pengujian Kadar Formalin pada Ikan Asin di Pasar Tradisional Kota Sorong menggunakan Spektrofotometer UV-Visible Rattagi, Maria Ikawati Nantu
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol. 6 No. 02 (2025): HERCLIPS VOL 06 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i02.6937

Abstract

Most fish processing in Indonesia is still done using the old methods, including fermentation, smoking, grilling and salting. . Formaldehyde is basically a preservative that should not be used in food, this is because it will be dangerous for anyone who eats it. The aim of this research was to determine whether salted fish in the Sorong City traditional market was detected to be mixed with formalin and the levels of formalin contained in salted fish using a UV-Visible Spectrophotometer. This research is an experimental design research which includes qualitative tests and quantitative tests with salted sea bream and salted white snapper as research objects. The results of the research were that there were 2 positive samples from the 12 samples tested. Samples with code (K3) and code (K4) have a sign that the color changes to purple after adding chromatogenic acid as a reagent. The total levels contained in salted fish, namely the salted fish sample with the code (K3) has a total level of 0,1397% and for salted fish with the code (K4) it has a total level of 0,1152% with the wavelength measured, namely 582 nm.
uji efek analgesik ekstrak kulit batang kayu akway (Drymis Sp) pada Mencit (Mus Musculus) Tandililing, Frans Faisal
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol. 6 No. 02 (2025): HERCLIPS VOL 06 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i02.6949

Abstract

Analgesics or pain relievers are substances that reduce or eliminate pain without losing consciousness. One of the medicinal plants that needs to be developed is the Akway plant (Drymis Sp). Traditionally and in research, Akway bark is often used by Papuan people to cure aches and pains in joints. The research conducted tests to determine the analgesic effectiveness of akway bark (Drymis Sp) at doses of 25mg/kgBB, 50mg/kgBB, and 100mg/kgBB in mice (Mus muschulus). This research is experimental research and uses the hot-plate induction method. The results of the research that has been carried out show that at doses of 25mg/kgBB, 50mg/kgBB, and 100mg/kgBB can provide an analgesic effect. From the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the ethanol extract of Akway bark (Drymis Sp) has the highest analgesic effect at a dose of 100 mg/kgBB.