cover
Contact Name
Iskandar Arfan
Contact Email
jumantik@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6285245100200
Journal Mail Official
jumantik@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
ISSN : 24072559     EISSN : 25034731     DOI : 10.29406/jjum
Core Subject :
JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan bergerak dari hasil penelitian preventif, promotof, kuratif dan rehabilitas atau bergerak dari hulu ke hilir. Sedangkan ruang lingkupnya antara lain; Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Pendidikan Kesehatan dan Perilaku, Administrasi Kesehatan Masyarakat, Gizi Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi masyarakat dan Sistem Informasi Kesehatan. Jurnal Jumantik diharapkan menjadi sebuah kawah candra dimuka, solusi efektif dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakt. Selain itu untuk membantu pemerintah, swasta dan masyarakat. Bukan tanpa perjuangan yang panjang, kontribusi yang bersifat sukarela para peneliti baik senior maupun yunior. Jurnal Jumantik juga mengemban tanggung jawab berfungsi untuk mendorong mahasiswa, dosen dan peneliti agar dapat mengembangkan keilmuan secara mandiri dan berdaya guna dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 180 Documents
Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat Puskesmas di Kota Pontianak Wulandari, Tri; Rochmawati, Rochmawati; Marlenywati, Marlenywati
Jumantik Vol 6, No 2 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v6i2.2025

Abstract

Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis padat maupun cair. Hasil survey awal pengelolaan limbah medis padat tahun 2019, diketahui sekitar 20% puskesmas belum melakukan pengelolaan limbah medis padat dengan baik dan 96% puskesmas di Kota Pontianak belum mempunyai incinerator. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Kota Pontianak. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional. Dengan sampel berdasarkan total sampling 23 responden. Objek penelitian adalah petugas pengelolaan limbah medis padat.  Instrument penelitian ini menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Hasil menunjukkan bahwa 83% puskesmas sudah memenuhi persyaratan dalam tahapan pemilahan, 65% puskesmas sudah memenuhi persyaratan dalam tahapan pewadahan, 96% puskesmas tidak memenuhi persyaratan dalam tahapan penyimpanan, 52% puskesmas sudah memenuhi persyaratan dalam tahapan pengangkutan, 61% puskesmas tidak memenuhi persyaratan dalam tahapan pemusnahan akhir, dan 60% petugas tidak lengkap menggunakan APD pada saat melakukan pengolahan limbah medis padat. Saran kepada pihak Puskesmas Kota Pontianak untuk memperbaiki proses pengelolaan limbah, khususnya limbah medis padat sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan baik itu di lingkungan puskesmas maupun masyarakat sekitar.
Hubungan Pelatihan, Imbalan, Supervisi, dan Motivasi dengan Kinerja Kader Jumantik di Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Jannah, Ismul; Ridha, Abduh; Rochmawati, Rochmawati
Jumantik Vol 6, No 2 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v6i2.2021

Abstract

Jumlah kasus DBD di Kota Pontianak pada tahun 2013 tertinggi adalah Pontianak Utara berjumlah 24 kasus,  Pontianak Timur 20 Kasus, Pontianak Selatan berjumlah 14 kasus, Pontianak Kota berjumlah 14 kasus, Pontianak Barat berjumlah 22 kasus dan Pontianak Tenggara berjumlah 5 kasus (Dinkes Kota Pontianak, 2013). Berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Kota Pontianak jumlah kader jumatik di Kota Pontianak pada tahun 2014 berjumlah 215 orang. Kecamatan Pontianak Timur berjumlah 47 orang, Kecamatan Pontianak Utara berjumlah 47 orang, Kecamatan Pontianak Barat Berjumlah 36 orang, Kecamatan Pontianak Selatan berjumlah 20 orang, Kecamatan Pontianak Kota berjumlah 45 orang dan Kecamatan Pontianak tenggara berjumlah 20 orang.  Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelatihan, imbalan, supervisi dan motivasi dengan kinerja kader jumantik  di Kecamatan Pontianak Timur  Kota Pontianak. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini   berjumlah 47 orang yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukan bahwat tidak ada hubungan antara  pelatihan  imbalan, supervisi dan motivasi  dengan kinerja kader Jumantik  di Kecamatan Pontianak Timur  Kota Pontianak, serta ada hubungan antara  dengan kinerja kader Jumantik  di Kecamatan Pontianak Timur  Kota Pontianak Saran dalam penelitian ini dapat menjadi masukan dan bahan referensi dalam meningkatkan kinerja kader jumantik dan diharapkan pihak Dinas Kesehatan untuk selalu memberikan  supervisi dan motivasi kepada kader, agar kinerja kader dapat lebih ditingkatkan.
Hubungan Antara Konsumsi Kafein, Screen Time, Lama Tidur, Kebiasaan Olahraga dengan Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak Putri Manja; Marlenywati Marlenywati; Mardjan Mardjan
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2149

Abstract

Obesitas merupakan penyakit serius yang dapat mengakibatkan masalah emosional dan sosialyang dihubungkan dengan peningkatan berbagai risiko penyakit seperti sleep apnes, diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker. Hasil dari survei pendahuluan yang dilakukan kepada 150 mahasiswa diketahui 50 orang (33%) dengan status obesitas (gizi lebih) tidak aktif dalam kebiasaan olahraga 68,2% dengan screen time 50% dengan konsumsi kafein 52,3% dan lama tidur 50%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kafein, screen-time, lama tidur, kebiasaan olahraga dengan obesitas pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Metode penelitian yang digunakan penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 mahasiswa aktif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 44 responden yang terdiri dari 22 kasus dan 22 kontrol. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara konsumsi kafein (p value = 0,000, OR = 10,000), Screen time (p value = 0,000, OR = 14,538), Lama Tidur (p value = 0,003, OR = 3,104), Kebiasaan Olahraga (p value = 0,000, OR = 10,000) dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak, disaran kepada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak untuk sering melakukan kebiasaan olahraga setiap 1 minggu 3 kali selama 15-20 menit saja, screen time seharusnya mahasiswa membatasi penggunaan screen time, lama tidur yang baik ≥ 6 jam/hari dan mengkonsumsi kafein yang baik itu < 3 kali/minggu.
Determinan Insomnia pada Anggota POLRI Direktorat Sabhara POLDA KALBAR Oda Susanto; Elly Trisnawati; Ottik Widyastutik
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2150

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang seringkali ditemukan pada masyarakat baik remaja, dewasa, maupun usia lanjut. Anggota Polri merupakan bagian dari masyarakat juga memiliki risiko mengalami kejadian insomnia dikarenakan beban kerja, gaya hidup, dan shift kerja. Berdasarkan survey pendahuluan pada 11 anggota Polri dan 3 perawat Rumkit Bhayangkara. Direktorat Sabhara memiliki nilai hasil survey tertinggi pada kejadian insomnia, stress kerja, merokok, serta konsumsi kafein. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan kejadian insomnia pada anggota Polri Direktorat Sabhara Polda Kalbar. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitic dengan desain cross sectional. Besar sampel sebanyak 74 orang yang diambil melalui tekhnik propotional sampling. Uji statistik yang digunakan Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan insomnia pada anggota Polri Direktorat Polda Kalbar. adalah kebiasaan merokok (p value = 0,002 : PR = 3,109), dan tingkat konsumsi kafein (p value = 0,000 : PR = 7,948). Disimpulkan bahwa determinan insomnia pada anggota Polri Dit. Sabhara Polda Kalbar adalah kebiasaan merokok dan mengkonsumsi kafein
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja SMP di Kota Pontianak (Studi Kasus pada SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Kota Pontianak) Iskandar Arfan; Putri Mauludina; Abduh Ridha
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2151

Abstract

Latar Belakang : Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010-2013 menunjukan prevalensi tidak mengkonsumsi buah dan sayur penduduk >5 tahun ke atas menurut Kota Pontianak sebesar 8,99% sedangkan menurut umur di Provinsi Kalimantan Barat prevalensi yang tidak mengkonsumsi buah dan sayur pada umur 10-14 tahun sebsesar 14,49% dan umur 15-19 sebesar 11,42%. Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan pengetahuan, teman sebaya, lingkungan rumah, lingkungan sekolah, uang saku, dukungan tenaga kesehatan dan paparan media.Metode Penelitian : Penelitian ini sebanyak 282 populasi dan 112 sampel, menggunkan desain cross sectional dengan teknik penararikan sampel secara Accidental Sampling. Melalui wawancara dan pengisisan kuesioner dan pengukuran konsumsi menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire (FFQ).Hasil Penelitian : Adanya hubungan bermakna antara pengetahuan remaja dengan p-value 0,021 PR = 2,657, lingkungan rumah p-value 0,000 PR= 6,922, penghasilan orang tua p-value 0,012 PR = 0,321 dengan konsumsi buah dan sayur.Saran : Diharapkan kepada sekolah menjalin kerjasama antar pihak sekolah dengan orangtua murid untuk penyedian buah dan sayur disekolah dan dirumah untuk dikosumsi oleh murid setiap hari.
Hubungan antara Asupan Gula, Lemak, Garam, dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Usia 20 – 44 Tahun Studi Kasus Posbindu PTM di Desa Secapah Sengkubang Wilayah Kerja Puskesmas Mempawah Hilir Novia Tri Herawati; Dedi Alamsyah; Andri Dwi Hernawan
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2152

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kabupaten Mempawah jumlah kasus hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Mempawah Hilir. Hasil observasi 7 orang (70%) mempunyai lemak tinggi, gula tinggi dan asupan garam berlebih, 2 orang (20%) kurang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan sebanyak 1 orang (10%) mengkonsumsi lemak, gula dan garam sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dan terdapat 7 orang (70%) mengalami hipertensi. Jenis makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak tinggi seperti pengkang, Patlau, Pacri Nanas, Lemang, Bontong dan Botok. Desain penelitian secara observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usia produktif 20-44 Tahun, sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 orang. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Dari keempat variabel yang diteliti yaitu asupan gula (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 1,930 (1,278-2,915), lemak (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 9,375 (2,501-35,143), garam (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 2,911 (1,545-5,486) dan aktifitas fisik (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 9,333 (3,204-27,190) berhubungan dengan kejadian hipertensi. Diharapkan mengurangi konsumsi gula, lemak dan garam serta melakukan aktivitas fisik yang benar dan teratur.
Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Susu Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Karya Mulia Kota Pontianak Rahmah Rahmah; Indah Budiastutik; Ottik Widyastutik
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2158

Abstract

Pembangunan sumber daya manusia tidak terlepas dari upaya kesehatan khususnya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi  Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah Air Susu Ibu (ASI) yang diperoleh. Secara global, lebih dari 10 juta anak dengan usia dibawah 5 tahun meninggal setiap tahunnya. Secara Nasional data pemberian ASI Ekslusif di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 55,7% dan 44,3% tidak memberikan ASI secara Ekslusif. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui Faktor apa saja yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan di Puskesmas Karya Mulia Kota Pontianak tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional sampel dalam penelitian ini sebesar 37. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Total Sampling, dan analisis uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil Dari 37 sampel yang diambil didapatkan bahwa ada hubungan antara Dukungan suami (p value =0,000 PR: 5,806), Promosi Susu Formula (p value =0,000 PR: 3,383), akses informasi (p value =0,000 ), dukungan petugas kesehatan (p value =0,002 PR:2,170 ), dan Tidak Ada hubungan antara Inisiasi menyusu Dini (IMD) dengan pengunaan susu formula pada bayi 0 – 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karya Mulia tahun 2017 (p value =0,06  PR:1,385). Saran  Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan sosialisasi mengenai Asi Ekslusif baik  melalui media sosial dan intenet. Kerja sama lintas sektor untuk lebih dikuatkan guna meningkatkan peran lintas sektor dalam mempromosikan asi Ekslusif.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Buruk dan Gizi Kurang pada Balita (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Sintang) Ibnu Idris; Agus Samsudrajat; Dian Indahwati Hapsari
Jumantik Vol 7, No 2 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i2.3053

Abstract

Gizi buruk dan gizi kurang merupakan keadaan kekurangan gizi pada tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, penurunan daya tahan tubuh serta bila tidak ditangani dengan baik akan beresiko menyebabkan kematian. Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada tahun 2019 secara global sebesar 13%. Kasus gizi buruk dan gizi kurang pada balita di Puskesmas Sungai Durian 3 tahun terakhir mengalami peningkatan, tahun 2017 sebesar 13,5% kasus, tahun 2018 sebesar 14,69% kasus dan tahun 2019 sebesar 17,15% kasus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk dan gizi kurang pada balita. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 90 responden yang diambil dengan teknik proportional random sampling yang diambil dari 10 Kelurahan/Desa. Analisis data yang digunakan adalah Univariat dan Bivariat. Uji statistik yang di gunakan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value=0,010) dan pola asuh (p value=0,000) dengan kejadian gizi buruk dan gizi kurang. Variabel yang tidak berhubungan yaitu pendidikan (p value=1,000), pendapatan keluarga (p value=0,371), ASI eksklusif (p value=0,755) dan riwayat penyakit infeksi (p value=0,934). Disarankan kepada orang tua balita agar lebih aktif mengikuti posyandu dan meningkatkan kualitas pengasuhan balita didukung dengan pendampingan kader posyandu dan Puskesmas
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT OLEH RUMAH TANGGA DI INDONESIA (LITERATUR REVIEW) Fransiska Meri; Ria Risti Komala Dewi
Jumantik Vol 7, No 2 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i2.2558

Abstract

Jamban sehat merupakan fasilitas sanitasi keluarga yang wajib dimiliki oleh setiap rumah tangga. Masalah penyehatan lingkungan pemukiman penduduk khususnya pada pembuangan tinja, masyarakat merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan seperti diare yang menjadi penyebab kematian kedua pada balita di dunia setelah pneumonia. Cakupan penduduk yang dapat mengakses jamban sehat hanya 67,80% masih jauh dari target PISPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang paling berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat oleh rumah tangga di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan desain Literature Review, pencarian artikel dengan rentang waktu 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukan terdapat 7 jurnal yang menunjukkan hubungan antara pendidikan dengan kepemilikan jamban sehat, terdapat 11 jurnal yang menunjukan hubungan antara pengetahuan dengan kepemilikan jamban sehat dan 9 jurnal yang menunjukkan hubungan antara sikap dengan kepemilikan jamban sehat oleh rumah tangga di Indonesia. Disarankan kepada penentu kebijakan baik tingkat nasional hingga tingkat desa, pentingnya membuat kebijakan yang mendukung masyarakat agar lebih mudah mendapatkan edukasi dan informasi tentang kepemilikan jamban sehat rumah tangga.
Gambaran Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pesantren Putri Iskandar Arfan; Dedi Alamsyah; Tri Utami
Jumantik Vol 7, No 2 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i2.2736

Abstract

Indonesia urutan 8 di Asia dalam kasus kanker yaitu sebesar 136.2/100.000 penduduk. Indonesia kasus kanker paling banyak pada wanita adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1/100.000 penduduk. Insidensi kanker payudara di Provinsi Kalimantan Barat sendiri di tahun sebanyak 215 kasus. Dampak kanker payudara dapat menyebar ke jaringan tubuh yang lain dan sulit untuk disembuhkan. Pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan SADARI. Keberhasilan SADARI dalam pencegahan terjadinya kanker payudara mencapai 85% karena kelainan pada payudara sendiri pertama kali dapat dikenali oleh penderita. Untuk mengetahui Gambaran Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pesantren Putri di Pondok Pesantren Kota Pontianak Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Sampel peneltian sebanyak 79 siswa dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Santri dengan Pengetahuan Baik tentang SADARI sebanyak 47 (59,5%), Sikap Positif tentang SADARI sebanyak 39 (49,4%), Keterpaparan Media Informasi yang tidak tepapar tentang SADARI sebanyak 66 (83,5%), Dukungan Orang Tua Kurang Baik sebanyak 51 (64,6%), dan Dukungan Teman Sebaya Kurang Baik sebanyak 55 (69,6%). Untuk pihak Pondon Pesantren sendiri dalam hal ini bisa menambahkan kurikulum pendidikan yang terkait dengan kesehatan reproduksi terumata bagi wanita

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 1, No 02 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Vol 1, No 1 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan More Issue