cover
Contact Name
Prima Ratna Sari
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6281323179779
Journal Mail Official
abdimasgaluh@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274 Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27160211     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/ag.v7i1.18089
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang memuat artikel pengabdian kepada masyarakat dari seluruh bidang ilmu. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat memuat artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen maupun pengabdi lainnya dari berbagai institusi yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Pentingnya Pemahaman Nomor Induk Berusaha (NIB) Bagi Masyarakat alam Rangka Pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK) di Desa Kurungdahu Rizky, Muhamad; Sya'diah, Jamilatus; Azizah, Azmy Nur; Amalia, Stefani; Ihsanudin, Ahmad
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16046

Abstract

Pada kegiatan pengabdian ini membahas pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk Usaha Mikro Kecil (UMK) di Desa Kurungdahu, Provinsi Banten, dan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang legalitas usaha melalui program pendampingan dan sosialisasi. Dalam kegiatan pengabdian ini berfokus pada permasalahan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai NIB, serta pentingnya legalitas usaha dalam mendukung pengembangan UMK. Program sosialisasi dan pendampingan dilakukan oleh tim KKN Kelompok 9 UIN SMH Banten yang melibatkan kunjungan ke UMK, pelatihan tentang cara pendaftaran NIB melalui sistem OSS (Online Single Submission), dan pendampingan dalam proses pembuatan NIB. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya legalitas usaha, dengan banyak pelaku UMK yang akhirnya memiliki NIB. Penulis menyimpulkan bahwa dengan adanya NIB, pelaku UMK dapat lebih mudah mengakses berbagai program pemerintah, bantuan keuangan, serta meningkatkan daya saing dan kredibilitas usaha mereka. Sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha sangat penting karena untuk meningkatkan pemahaman dan kepemilikan NIB di kalangan pelaku UMK di Desa Kurungdahu.
Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kuala Kabupaten Nagan Raya Muliza, Muliza; Zahra, Indah; Selviani, Rika Dara
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15889

Abstract

Literasi keuangan syariah merupakan keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama di Provinsi Aceh yang menerapkan syariat Islam secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah pada siswa SMA Negeri 2 Kuala melalui program pengabdian masyarakat yang melibatkan seminar, workshop, simulasi, dan diskusi kelompok. Sebanyak 50 siswa berpartisipasi dalam program ini, yang berlangsung selama 2 Hari. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip dasar keuangan syariah, pengetahuan tentang produk keuangan syariah, serta sikap dan perilaku siswa dalam mengelola keuangan pribadi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Sebelum program, hanya 30% siswa yang memahami dasar-dasar keuangan syariah, sementara setelah program, angka ini meningkat menjadi 85%. Selain itu, penerapan prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari juga meningkat, dengan 60% siswa mulai menggunakan produk keuangan syariah. Hasil ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan literasi keuangan syariah dan memiliki dampak positif jangka panjang yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di Aceh dan Indonesia dalam rangka meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda.
Pelatihan Pemberdayaan Sampah Plastik Menjadi Mainan Edukatif di Kelurahan Cawang Faradiba, Faradiba; Guswantoro, Taat; Azzahra, St Fatimah; Lase, Fan Damai Sejahtera; Laia, Setiana; Manullang, Nathasya Grisella; Kase, Alfa Graciani; Zebua, Tesalonika Febriani; Zealfiana, Gracia
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15634

Abstract

Pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi mainan edukatif diadakan untuk ibu-ibu PKK di Kelurahan Cawang sebagai inisiatif untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran lingkungan. Program ini bertujuan untuk mengajarkan para ibu cara mendaur ulang sampah plastik rumah tangga menjadi mainan edukatif yang bermanfaat bagi perkembangan anak-anak. Pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang dampak sampah plastik terhadap lingkungan dan pentingnya daur ulang. Para peserta kemudian dilatih untuk membuat berbagai jenis mainan, seperti mobil magnetik dan scribble bots/drawing robots, dari bahan plastik bekas. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para ibu berhasil menciptakan mainan yang tidak hanya menarik dan edukatif, tetapi juga aman dan ramah lingkungan. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan kreativitas dalam mengelola limbah. Respon dari peserta sangat positif, dengan mayoritas merasa puas dan termotivasi untuk menerapkan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para ibu melalui produksi dan penjualan mainan edukatif berbasis daur ulang. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program serupa di komunitas lain, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat dan menjaga lingkungan.
Edukasi Keamanan Pangan dan Gizi Bagi Warga RPTRA Amanah Bunda Tanjung Duren Jakarta Lestari, Diana; Waturangi, Diana Elizabeth; Yulandi, Adi; Wijaya, Laura; Sabrina, Feliciana; Vanessa, Valencia
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14218

Abstract

Penyakit bawaan pangan masih merupakan masalah penting di negara berkembang termasuk Indonesia.  Penyakit ini berdampak terhadap keamanan pangan serta kesehatan masyarakat. Diare masih merupakan penyebab mortalitas tertinggi diantara berbagai penyakit lain untuk anak-anak di bawah usia lima tahun. Kontrol terhadap penyakit bawaan pangan dapat dilakukan melalui peningkatan sanitasi serta gizi dalam kehidupan anak-anak sehari-hari. Namun sayangnya, pengetahuan yang terbatas dari para ibu rumah tangga tentang bagaimana menyiapkan pangan yang aman dan bergizi berkontribusi besar terhadap permasalahan ini.  Karena itu, sangat diperlukan untuk melakukan edukasi publik terkait keamanan pangan dan gizi. Dalam kegiatan ini, kami membagikan pengetahuan kepada warga di RPTRA Amanah Bunda Tanjung Duren Jakarta, sebagai salah satu pencegahan dan strategi untuk mengurangi permasalahan penyakit bawaan pangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman IRT di lingkungan RPTRA Amanah Bunda tentang pangan aman dan bergizi. Dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah pemaparan materi mengenai pangan dan gizi.
Strategi Produk UMKM di Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Suminartika, Eti; Kusumo, Rani Andriani Budi; Utami, Hesti Nurul
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16015

Abstract

Usaha kecil merupakan sumber lapangan kerja dan pendapatan bagi banyak penduduk di kita, salah satu kelemahan usaha kecil adalah  kurang mampu membuat produk yang kompetitif di pasar.  Tujuan kegiatan PKM  ini:. (1) Bagaiamana meningkatkan pengetahuan peserta akan pengembangan produk dan (2) Bagaimana meningkatkan keterampilan peserta dalam memvariasikan produk dan meningkatkan kualitas produk.  Kegiatan PKM dilaksanakan  dari 22 April sampai 22 Mei 2024 di bale Desa Mandalamekar kecamatan Cimenyan kabupaten Bandung.  Metoda yang digunakan adalah penyuluhan berupa ceramah, diskusi dan praktek pengolahan makanan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta di analisis melalui tes awal dan tes akhir, peningkatan pengetahuan peserta di analisis  secara statistik dengan menggunakan uji t berpasangan pada tarap nyata 5 persen. Peningkatan keterampilan diukur dengan menggunakan analisis statistik deskriptif.  Hasil kegiatan menunjukkan: Pengetahuan peserta tentang strategi produk yang meliputi peningkatan variasi produk, peningkatan kualitas dan ukuran produk meningkat dari yang nilainya 60% menjadi 95%, hasil uji statistik terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan.  Keterampilan peserta akan memvariasikan dan meningkatkan kualitas produk meningkat dari kurang trampil menjadi trampil.
Perempuan dan Kebersihan Lingkungan: Upaya Membangun Kesadaran dalam Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos dengan Metode Takakura di Desa Cukurgondang Arida, Vera; F, Elvira Nurul; Ilmida, Laila; Sa’adah, Nafilatus; M, Raisa Nabilatl; Oktafianti, Reza Dwi; Baswara, Yoga
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15813

Abstract

Permasalahan terkait dengan penumpukan sampah masih terjadi di berbagai daerah dan salah satunya di Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan. Penumpukan sampah ini terjadi karena tidak adanya pengolahan dan pemilahan sampah yang benar. Maka dari itu, tim pengabdian masyarakat UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan kegiatan edukasi secara berkala terkait dengan pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode takakura. Tujuan dari kegiatan ini yaitu, untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau menumpuk sampah didepan rumah akan tetapi mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, salah satunya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos dengan metode takakura. Adapun metode yang digunakan dalam program ini yaitu dengan memberikan edukasi yang sasarannya adalah para ibu-ibu paguyuban di setiap dusun. Dari hasil kegiatan yang dilakukan didapatkan 5 dari 20 responden merespon positif kegiatan ini yang dapat dilihat dari wawancara yang dilakukan setelah kegiatan tersebut, selain itu monitoring dengan cara presentasi setiap kompos yang dibawa setelah satu minggu di paguyuban berikutnya, diperoleh hasil bahwa 4 dari 7 kompos yang dibuat berhasil menjadi pupuk dan sisanya tidak berhasil karena perawatan yang kurang maksimal. Akan tetapi, hal tersebut masih dapat diatasi dengan perawatan yang rutin, baik, dan benar. Adapun untuk selanjutnya, diharapkan  para ibu-ibu dapat melanjutkan pengolahan sampah organik menggunakan metode takakura ini, serta dapat menjadi pelopor bagi ibu-ibu yang lainnya.Kata kunci: Pengolahan Sampah, Takakura, Sampah Organik
Bimtek Peningkatan Kualitas Produk Olahan Ikan Pindang Sa`at Pangandaran dengan Frozen Food Komaludin, Ade; Tirtana, Dodi; Hamzah, Risna Amalia; Wahid, Nisa Noor; Pradani, Tiara
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15529

Abstract

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk olahan ikan pindang Sa`at Pangandaran dengan penerapan teknologi makanan beku (frozen food). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai tambah produk ikan pindang, yang merupakan salah satu produk unggulan daerah Pangandaran. Melalui penerapan metode pembekuan, produk olahan ikan pindang diharapkan dapat lebih tahan lama, menjaga kualitas gizi, serta memenuhi standar keamanan pangan. Bimtek ini melibatkan pelatihan dan pendampingan langsung kepada para pelaku usaha ikan pindang di Pangandaran. Materi yang disampaikan meliputi teknik pembekuan yang tepat, penggunaan peralatan modern vasum sealer, serta pengemasan yang sesuai standar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas produk, baik dari segi rasa, tekstur, maupun daya tahan simpan. Selain itu, produk olahan ikan pindang yang telah dibekukan juga lebih diterima di pasar modern, membuka peluang ekspansi ke pasar yang lebih luas. Bimtek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan bagi daerah lain dengan potensi serupa. This technical guidance aims to improve the quality of Sa`at Pangandaran pindang fish products by applying frozen food technology. This activity is motivated by the need to extend the shelf life and increase the added value of pindang fish products, which are one of the superior products of the Pangandaran area. Through the application of freezing methods, pindang fish products are expected to last longer, maintain nutritional quality, and meet food safety standards. This technical guidance involves direct training and mentoring to pindang fish business actors in Pangandaran. The materials presented included proper freezing techniques, modern vacuum sealer equipment, and standardized packaging. This activity showed a significant improvement in product quality, taste, texture, and shelf life. In addition, processed pindang fish products that have been frozen are also more accepted in modern markets, opening opportunities for expansion to a wider market. This guidance is expected to serve as a development model for other regions with similar potential. Translated with www.DeepL.com/Translator (free version
Strategi Penanggulangan Stunting Melalui Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Bahaya Stunting di Desa Oringbele Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur Dai, Maria Yoana Ina; Boro, Veronika I.A.
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15052

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting. Hal ini terutama terlihat pada pasangan usia subur, yang merupakan kelompok kunci dalam pencegahan stunting. Pengetahuan tentang pola makan sehat, pemberian ASI eksklusif, dan pentingnya kontrol kehamilan dan imunisasi anak juga masih rendah di kalangan pasangan usia subur. Berbekal dengan pengetahuan ini, diharapkan pasangan usia subur dapat menerapkan secara langsung pada anak yang dilahirkan dan bisa berdampak pada menurunnya kejadian stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan: 1) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasangan usia subur tentang pencegahan stunting di Desa Oringbele; 2) Mendorong pasangan usia subur untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam persiapan kehamilan, dan pengasuhan anak; 3) Mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan ceramah serta menggunakan media slide power point yang berisi penjelasan mengenai definisi stunting dan penyebabnya. Dampak negatif stunting pada kesehatan dan perkembangan anak, faktor risiko stunting, persiapan pra-kehamilan yang sehat, pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan, perilaku hidup sehat dan sanitasi yang baik, menerapkan pola hidup sehat dan gizi seimbang, dan leaflet agar peserta sasaran  lebih memahami pesan yang disampaikan dalam sosialisasi. Kegiatan penyuluhan dilakukan kepada 15 orang pasangan usia subur, yang mana program ini dilaksanakan di Desa Oringbele, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur selama dua bulan dari bulan April 2024 hingga Mei 2024. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa FISIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, pasangan usia subur (PUS), kader kesehatan desa, dan tenaga kesehatan di Desa Oringbele. Penilaian tingkat pengetahuan pencegahan stunting pada pasangan usia subur dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan Focus Discussion Group (FGD) dengan cara berdiskusi mendalam dan mengecek pemahaman PUS tentang stunting. Setelah penyuluhan dilakukan FGD kembali dan mengecek pemahaman PUS atas materi yang disampaikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan terkait materi stunting. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan bahwa masyarakat khususnya PUS terdapat peningkatan persepsi pengetahuan yang signifikan pada semua dimensi pertanyaan baik itu defenisi stunting, gejala-gejala stunting, penyebab stunting, bahaya stunting, dan upaya pencegahan stunting. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan pencegahan stunting bagi pasangan usia subur di Desa Oringbele telah terlaksana dengan baik yang tercover dari perbaikan persepsi pengetahuan tentang stunting tercapai. Dapat juga dikatakan bahwa kegiatan ini telah membuat pasangan usia subur lebih paham akan hal yang dilakukan dalam perilaku kehidupan sehari-hari dengan mengonsumsi makanan bergizi  agar kejadian stunting dapat dicegah sejak awal.
Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani dalam Diversifikasi Produk TOGA di Desa Waluran Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi Ratnasari, Jujun; Nuranti, Gina; Juhanda, Aa
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15736

Abstract

Desa Waluran memiliki potensi hutan yang dapat dimanfaatkan sebagai daerah konservasi tanaman obat. Tanaman obat dari hutan ada yang didomestikasi oleh masyarakat berdasarkan kearifan lokal. Namun, masyarakat masih perlu dibina dan didampingi dalam hal pengolahan TOGA supaya dapat menghasilkan produk-produk turunan TOGA yang bernilai ekonomi. Salah satu TOGA yang didomestikasi adalah tanaman obat lokal Karas Tulang (Chloranthus elatior). Tanaman obat tersebut dapat dikembangkan produknya menjadi beberapa olahan. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi dan memberikan pelatihan masyarakat dalam mengolah tanaman obat keluarga menjadi produk yang lebih mudah dikonsumsi atau dipakai dan memiliki nilai ekonomi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan secara langsung melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA). dan pengukuran keberhasilan pemberdayaan masyarakat dilakukan menggunakan angket skala likert. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan, dan merasa pengetahuannya meningkat dan berharap dapat diberikan lagi pelatihan-pelatihan lain yang dapat menambah keterampilan masyarakat. Disimpulkan bahwa kegiatan pemberdayaan dan pendampingan dalam bentuk pelatihan pengolahan dan edukasi TOGA yang ada disekitar masyarakat dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Desa Waluran.
Psikoedukasi Dampak Penggunaan Gadget pada Perkembangan Psikososial Loving Children Choir of Mamajang Makassar Perang, Blasius; Firmansyah, Muhammad Reza
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15448

Abstract

Gadget adalah salah satu produk aplikasi teknologi informasi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan yang paling berkembang saat ini. Pada era globalisasi saat ini, perangkat dapat dengan mudah ditemukan karena hampir semua orang di dunia memilikinya. Ini karena gadget tidak hanya populer di kalangan remaja (usia 12-21 tahun) dan dewasa atau lanjut usia (usia 60 tahun ke atas), tetapi juga di kalangan anak-anak (usia 7-11 tahun). Ironisnya, anak-anak usia 3 hingga 6 tahun tidak seharusnya menggunakannya. Alat-alat ini sekarang dianggap sebagai pengubah pola interaksi sosial, seperti yang ditunjukkan oleh perubahan sosialisasi yang terjadi pada masyarakat, terutama di kalangan remaja. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan dalam teknologi informasi mempengaruhi interaksi sosial. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi kepada ‘Loving Children Choir” yang terdiri 30 orang anak-anak usia 7-11 tahun di Gereja Katolik Mamajang-Makassar. Metode kegiatan ini adalah psikoedukasi berupa pemaparan materi/presentasi dan tanya jawab. Hasil yang didapatkan dari psikoedukasi ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang dampak negatif penggunaan gadget. Diharapkan agar kegiatan ini dapat memberikan kesadaran kepada kelompok “Loving Children Choir“ agar menggunakan gadget dengan baik dan benar.