cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2025)" : 21 Documents clear
Strategi Komunikasi Polres Salatiga Untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat Sanusi, Marchelino; Vanel, Zon
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2331

Abstract

The police play an important role in maintaining security and order and are required to provide professional services. However, public trust in the institution has declined due to various scandals that have tarnished the institution's image. Therefore, an effective communication strategy is needed to rebuild public trust. This study aims to analyze the external communication strategy implemented by Salatiga Police in building a positive image and increasing public trust. The research gap lies in the lack of empirical studies on police communication strategies at the regional level, especially in a small city like Salatiga which has different social characteristics from big cities. This study used a qualitative method with a social phenomenon approach through interview, observation, documentation, and questionnaire techniques. The research subjects included internal elements of Polres Salatiga and the local community, as well as Instagram social media documentation as secondary data. The results show that the external communication strategies include anti-bullying counseling, Operation Zebra Candi, non-standard exhaust raids, morning traffic arrangements, and publication of legal cases through social media and press conferences. These strategies are considered quite effective in increasing public understanding and shaping the professional and transparent image of the Polri institution. Abstrak Polri berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta dituntut memberikan pelayanan profesional. Namun, kepercayaan publik terhadap institusi ini menurun akibat berbagai skandal yang mencoreng citra institusi. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang efektif diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi eksternal yang diterapkan oleh Polres Salatiga dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik. Research gap terletak pada minimnya kajian empiris mengenai strategi komunikasi Polri di tingkat kewilayahan, khususnya di kota kecil seperti Salatiga yang memiliki karakteristik sosial yang berbeda dengan kota besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomena sosial melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Subjek penelitian mencakup unsur internal Polres Salatiga dan masyarakat setempat, serta dokumentasi media sosial Instagram sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi eksternal yang dilakukan meliputi penyuluhan anti-perundungan, Operasi Zebra Candi, razia knalpot tidak standar, pengaturan lalu lintas pagi hari, serta publikasi kasus hukum melalui media sosial dan konferensi pers. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta membentuk citra profesional dan transparan institusi Polri.
Analisis Fenomenologi Komunitas Marah-Marah Sebagai Media Emotional Expression di Media Sosial X Sari, Syifa Naurah; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2333

Abstract

This study aims to understand how the Komunitas Marah-Marah on the social media platform X functions as a space for emotional expression and shapes social dynamics. The central problem addressed is how community members express their anger and how this affects social relationships and the construction of shared meaning. The research employs Alfred Schutz’s phenomenological approach, using in-depth interviews with ten informants who actively participate in the community. The findings show that while the community offers a space for members to release their anger, participation does not always involve direct interaction—some individuals take part solely as observers. Furthermore, although there is an expectation of emotional support, responses within the community are sometimes negative or even escalate tensions. This study concludes that the Komunitas Marah-Marah acts as a semi-protected space, allowing individuals to express anger and feel connected with others who share similar emotions. Future research should focus more closely on the psychological effects of active involvement in such communities and how social media platforms can develop more adaptive and emotionally supportive spaces for expression. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Komunitas Marah-Marah di media sosial X berfungsi sebagai ruang ekspresi emosi dan membentuk dinamika sosial. Masalah yang diangkat adalah bagaimana anggota komunitas mengekspresikan kemarahan mereka dan pengaruhnya terhadap hubungan sosial serta pembentukan makna bersama. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang terlibat aktif dalam komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun komunitas ini memberikan ruang bagi anggota untuk melepaskan perasaan marah mereka, partisipasi tidak selalu melibatkan interaksi langsung, dengan beberapa individu hanya berperan sebagai pengamat. Lebih lanjut, meskipun terdapat ekspektasi dukungan emosional, respons dalam komunitas ini terkadang bersifat negatif atau bahkan memperburuk ketegangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Komunitas Marah-Marah berfungsi sebagai ruang semi-terlindungi yang memungkinkan individu mengekspresikan perasaan marah dan merasa terhubung dengan orang lain yang serupa. Penelitian kedepannya sebaiknya lebih menyoroti pengaruh psikologis dari keterlibatan dalam komunitas ini, serta bagaimana media sosial dapat mengembangkan ruang ekspresi yang lebih adaptif dan mendukung kesehatan emosional penggunanya.
Manajemen Komunikasi Digital Pasraman di Media Sosial: Antara Laporan dan Kreativitas Konten Suardana, I Ketut Putu; Dasih, I Gusti Ayu Ratna Pramesti
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2385

Abstract

Social media has now become an integral part of the communication strategy of religious educational institutions, including Hindu pasraman in Lombok. However, its utilization has not been optimal as a means of education and dissemination of dharma values ​​digitally. Many pasraman still face limitations in managing interesting and relevant content for the younger generation. This study aims to analyze the communication management of pasraman on social media, especially Facebook, by highlighting content patterns, upload intensity, and challenges and opportunities in developing creative communication based on Hindu religion. This study uses a qualitative method through observation of five Facebook accounts of pasraman in Lombok during the period from January to April. Data were analyzed based on content categories and information presentation patterns. The results of the study show that the majority of pasraman still use social media as a space for documenting activities, dominated by uploading photos and reports. Meanwhile, the use of interactive visual formats such as videos, reels, and creative narratives is still very limited. The main challenges include limited human resources, minimal training in digital content management, and cultural resistance to digital transformation. Nevertheless, social media has great potential as an educational and spiritual medium that can strengthen the religious identity of the younger generation of Hindus. Therefore, it is recommended that each pasraman form a social media management team and strengthen community-based digital collaboration to optimize religious communication in the digital era. Abstrak Media sosial kini menjadi bagian integral dari strategi komunikasi lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pasraman Hindu di Lombok. Namun, pemanfaatannya belum optimal sebagai sarana edukasi dan diseminasi nilai-nilai dharma secara digital. Banyak pasraman masih menghadapi keterbatasan dalam mengelola konten yang menarik dan relevan bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi pasraman di media sosial, khususnya Facebook, dengan menyoroti pola konten, intensitas unggahan, serta tantangan dan peluang dalam pengembangan komunikasi kreatif berbasis keagamaan Hindu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi terhadap lima akun Facebook pasraman di Lombok selama periode Januari hingga April. Data dianalisis berdasarkan kategori konten dan pola penyajian informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasraman masih menggunakan media sosial sebagai ruang dokumentasi kegiatan, didominasi oleh unggahan foto dan laporan. Sementara itu, pemanfaatan format visual interaktif seperti video, reels, dan narasi kreatif masih sangat terbatas. Tantangan utama mencakup keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan pengelolaan konten digital, dan resistensi kultural terhadap transformasi digital. Meskipun demikian, media sosial memiliki potensi besar sebagai wahana edukatif dan spiritual yang dapat memperkuat identitas keagamaan generasi muda Hindu. Oleh karena itu, disarankan agar setiap pasraman membentuk tim pengelola media sosial dan memperkuat kolaborasi digital berbasis komunitas untuk mengoptimalkan komunikasi keagamaan di era digital.
Strategi Humas PT Railink dalam Meningkatkan Citra Perusahaan Melalui Media Jurnalistik Sabila, Umaira; Saragih, M. Yoserizal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2400

Abstract

Corporate image is an important asset that influences public trust and loyalty. However, in practice, PT Railink still faces challenges in building and maintaining a positive image amidst the competition in the transportation industry and high public expectations of public services. One of the problems that arises is the low level of public recognition of PT Railink as an airport train operator that is different from PT KAI's regular services. This study aims to determine PT Railink's public relations strategy in building a corporate image through journalistic media. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that PT Railink implements a media relations strategy, creating press releases, managing social media, and establishing professional relationships with journalists to obtain news that aims to improve the company's image. This strategy refers to the Agenda Setting theory and mutualistic symbiosis between public relations and the media. However, limited resources and internal coordination constraints are obstacles in its implementation. This study concludes that the public relations strategy implemented is quite effective, but needs evaluation and strengthening in the implementation aspect. Abstrak Citra perusahaan merupakan aset penting yang memengaruhi kepercayaan dan loyalitas publik. Namun, dalam praktiknya, PT Railink masih menghadapi tantangan dalam membangun dan mempertahankan citra positif di tengah persaingan industri transportasi dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik. Salah satu permasalahan yang muncul adalah rendahnya tingkat pengenalan masyarakat terhadap PT Railink sebagai operator kereta bandara yang berbeda dari layanan reguler PT KAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi humas PT Railink dalam membangun citra perusahaan melalui media jurnalistik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Railink menerapkan strategi media relations, pembuatan press release, pengelolaan media sosial, serta menjalin hubungan profesional dengan wartawan untuk memperoleh pemberitaan yang bertujuan menaikkan citra perusahaan. Strategi ini mengacu pada teori Agenda Setting dan simbiosis mutualistik antara humas dan media. Meskipun demikian, keterbatasan sumber daya dan kendala koordinasi internal menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi humas yang dijalankan cukup efektif, namun perlu evaluasi dan penguatan pada aspek implementasi.
Peran Media Sosial sebagai Medium untuk Memaksimalkan Keterbukaan Informasi Publik di KPU Kabupaten Jombang Umma, Wafa Patria; Ahmad, Nyarwi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2403

Abstract

Previous studies have largely focused on the normative implementation of the Public Information Disclosure Act (UU KIP) or the role of the Information and Documentation Management Officer (PPID), without thoroughly examining public communication strategies through social media. The STOC culture-based approach (Sharing, Transparency, Openness, Collaboration) by Khan (2017) has rarely been applied in the analysis of information disclosure practices. This research addresses that gap by evaluating the communication strategy of the General Elections Commission (KPU) of Jombang Regency in utilizing social media as a means of ensuring public information transparency in a more interactive and participatory manner. This study adopts a qualitative approach with descriptive analysis and a case study design. The findings indicate that the elements of Sharing, Transparency, and Openness have been well implemented, whereas Collaboration remains underutilized. Regarding the phases of public information disclosure through social media use by KPU Jombang: in the information dissemination phase, KPU actively shares content; in the mass collaboration phase, public participation is still limited to responses and comments on KPU’s social media, not yet at the core of public services; and in the social transaction phase, implementation remains minimal. This limitation is attributed to KPU's hierarchical structure, which adheres to centralized regulations. Nevertheless, KPU Jombang successfully received recognition as an Informative Public Agency in 2024. This study recommends strengthening the legal framework, increasing the digitalization budget, and encouraging further research on similar practices in other public institutions. Abstrak Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada implementasi normatif UU KIP atau peran PPID, belum mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik melalui media sosial. Pendekatan berbasis budaya STOC (Sharing, Transparency, Openness, Collaboration) oleh Khan (2017) belum banyak digunakan dalam analisis keterbukaan informasi. Penelitian ini mengisi kekosongan dengan mengevaluasi strategi komunikasi KPU Kabupaten Jombang dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana transparansi informasi publik secara lebih interaktif dan partisipatif. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif, dan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Sharing, Transparency, dan Openness telah diterapkan secara baik, namun budaya Collaboration masih belum maksimal. Terkait fase (tingkat) keterbukaan informasi publik melalui penggunaan media sosial oleh KPU Kabupaten Jombang dihasilkan bahwa; Pada fase sosialisasi informasi, KPU aktif membagikan konten. Pada fase kolaborasi massal, partisipasi publik masih sebatas melalui respons dan komentar di media sosial KPU, belum inti pelayanan. Dan pada fase transaksi sosial, penerapannya masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh struktur hierarkis KPU yang mengikuti regulasi dari tingkat pusat. Kendati demikian, KPU Kabupaten Jombang berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Informatif pada tahun 2024. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan dasar hukum, peningkatan anggaran digitalisasi, serta pengembangan riset serupa pada lembaga publik.
Strategi Populisme Ganjar Pranowo di Instagram Melalui Slogan "Tuanku Rakyat Jabatan Cuma Mandat" Ardana, Novia; Matondang, Muhammad Alfikri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2441

Abstract

This study aims to analyse Ganjar Pranowo's populist strategy on Instagram through the use of the slogan “Tuanku rakyat, jabatan cuma mandat” (“The people are my master, office is merely a mandate”) as a form of symbolic and strategic political visual communication. In the digital era, social media has become a strategic space for politicians to construct public image, disseminate narratives, and build emotional closeness with the public. This study employs a descriptive qualitative approach with a non-participant digital observation method on the Instagram account @ganjar_pranowo from November 2023 to April 2024. Data were collected from visual posts, digital interactions, and relevant literature. The data analysis follows the model of Miles, Huberman, and Saldana, involving data condensation, display, and conclusion drawing. The findings reveal that Ganjar consistently constructs a populist image by emphasising simplicity, closeness to the people, and the use of local symbols and language. The slogan is not only textual but also embodied through grounded lifestyle and political performance. Drawing on Berger and Luckmann’s theory of social construction, the study concludes that digital populism can be effectively materialised through simple yet meaningful visual symbols that shape political reality and strengthen the bond between leader and people. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi populisme Ganjar Pranowo di Instagram melalui slogan “Tuanku rakyat, jabatan cuma mandat” sebagai bentuk komunikasi politik visual yang simbolik dan terencana. Media sosial di era digital menjadi ruang strategis bagi politisi untuk membentuk citra, menyebarkan narasi, dan membangun kedekatan emosional dengan publik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi digital non-partisipatif terhadap akun Instagram @ganjar_pranowo pada periode November 2023 hingga April 2024. Data dikumpulkan dari dokumentasi unggahan visual, interaksi digital, dan studi pustaka. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Ganjar secara konsisten membangun citra populis dengan menekankan kesederhanaan, kedekatan dengan rakyat, serta penggunaan simbol dan bahasa lokal. Slogan tersebut bukan hanya teks, melainkan direpresentasikan lewat gaya hidup dan performa politik yang membumi. Dengan mengacu pada teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann, penelitian ini menyimpulkan bahwa populisme digital dimaterialisasi secara efektif melalui simbol visual sederhana yang mampu membentuk realitas politik dan memperkuat kedekatan antara pemimpin dan rakyat.
Membentuk Citra Diri Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Melalui Media Sosial Instagram Ari, Muhammad; Sekarningrum, Anggun Anindya
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2446

Abstract

The development of digital technology has changed interaction patterns, making Instagram the dominant platform for identity construction of the younger generation. For AMIKOM University Yogyakarta students who are active in digital media and in the stage of self-discovery, Instagram has become a space for self-expression and imaging. This study analyzes the process of forming these students' self-image on Instagram and identifies key influencing factors. Using a phenomenological approach, this qualitative study involved in-depth interviews, observation of account activities, and documentation on three informants selected through purposive sampling based on the intensity of Instagram usage and campus involvement. Data analysis was conducted through thematic coding techniques to formulate each informant's digital narrative. The findings reveal three orientations of self-image formation: (1) professional-academic-educative content and achievements (Putri, 9,744 followers); (2) authentic-personal-honest self-expression (Olivia, 5,140 followers); and (3) creative-artistic-innovative uploads (Candra, 2,354 followers). The three main driving factors include: the cognitive need to share academic knowledge; self-actualization through creative expression that combines technical expertise with artistic vision; and the need for social existence for digital validation through community interaction and engagement metrics. The findings confirm the relevance of Self-Image Theory (Baumeister, 1999) and Social Identity Theory (Tajfel & Turner, 1979) in the context of modern social media. The research results are expected to help the development of digital literacy and personal branding strategies in the campus environment. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi, menjadikan Instagram platform dominan konstruksi identitas generasi muda. Bagi mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta yang aktif di media digital dan dalam tahap pencarian jati diri, Instagram menjadi ruang ekspresi diri dan pencitraan. Penelitian ini menganalisis proses pembentukan citra diri mahasiswa tersebut di Instagram dan mengidentifikasi faktor kunci yang mempengaruhi. Dengan pendekatan fenomenologi, studi kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam, observasi aktivitas akun, dan dokumentasi pada tiga informan terpilih melalui purposive sampling berdasarkan intensitas penggunaan Instagram dan keterlibatan kampus. Analisis data dilakukan melalui teknik coding tematik untuk merumuskan narasi digital setiap informan. Hasil temuan mengungkap tiga orientasi pembentukan citra diri: (1) profesional-akademik—konten edukatif dan prestasi (Putri, 9.744 pengikut); (2) autentik-pribadi—ekspresi diri jujur (Olivia, 5.140 pengikut); dan (3) kreatif-artistik—unggahan inovatif (Candra, 2.354 pengikut). Tiga faktor pendorong utama meliputi: kebutuhan kognitif berbagi pengetahuan akademik; aktualisasi diri melalui ekspresi kreatif yang memadukan keahlian teknis dengan visi artistik; serta kebutuhan eksistensi sosial untuk validasi digital lewat interaksi komunitas dan metrik engagement. Temuan ini menegaskan relevansi Teori Citra Diri (Baumeister, 1999) dan Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner, 1979) dalam konteks media sosial modern. Hasil penelitian diharapkan membantu pengembangan literasi digital dan strategi personal branding di lingkungan kampus.
Strategi Pemberian Insentif dalam Meningkatkan Word-of-Mouth Digital melalui Ulasan Google Review pada Restoran Bari Ramen Putra, Aditya Eka; Anggraeni, Wini; Mogi, Amelia Haness
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2486

Abstract

This study examines the incentive strategy of offering free desserts to enhance electronic word-of-mouth (eWOM) through Google Reviews at Bari Ramen Restaurant. In the digital era, online reviews play a crucial role in shaping reputation and influencing consumer purchase decisions. Using a qualitative approach involving in-depth interviews, document analysis of reviews, and non-participant observation, the study explores consumer and management perceptions regarding the effectiveness of incentives in encouraging active eWOM participation. Findings indicate that a structured and integrated incentive strategy significantly increases the quantity and quality of positive reviews, strengthens the restaurant’s digital reputation, and boosts sales. A responsive management approach to negative reviews also contributes to maintaining customer relationships and online reputation. These results validate the relevance of the Zero Moment of Truth (ZMOT) theory and expand digital marketing literature by highlighting incentives as a key catalyst in driving eWOM. The study offers practical recommendations for the culinary industry, including developing integrated SOPs, staff training, and effective digital marketing campaigns to optimize incentive strategies and enhance online reputation. Theoretically, it fills a gap in research on the role of incentives in eWOM and validates the application of ZMOT in modern digital marketing contexts. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi pemberian insentif berupa hidangan penutup gratis untuk meningkatkan electronic word-of-mouth (eWOM) melalui ulasan Google Review pada Restoran Bari Ramen. Dalam era digital, ulasan daring menjadi faktor penting dalam membentuk reputasi dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, analisis dokumen ulasan, dan observasi non-partisipan untuk memahami persepsi konsumen dan manajemen terkait efektivitas pemberian insentif dalam mendorong partisipasi aktif konsumen dalam eWOM. Hasil menunjukkan bahwa strategi insentif yang terstruktur dan terintegrasi berhasil meningkatkan volume dan kualitas ulasan positif, memperkuat reputasi digital, serta mendorong peningkatan penjualan secara signifikan. Pendekatan manajemen responsif terhadap ulasan negatif juga berkontribusi dalam menjaga hubungan pelanggan dan reputasi online. Temuan ini mengkonfirmasi relevansi teori Zero Moment of Truth (ZMOT) dan memperluas literatur pemasaran digital dengan menyoroti peran insentif sebagai katalisator utama dalam mendorong eWOM. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku industri kuliner untuk mengembangkan SOP terintegrasi, pelatihan staf, dan kampanye pemasaran digital yang efektif guna mengoptimalkan strategi insentif dan memperkuat reputasi daring. Kontribusi teoritisnya terletak pada pengisian kesenjangan studi terkait peran insentif dalam eWOM dan validasi konsep ZMOT dalam pemasaran digital modern.
Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Café Pupuk Bawang dalam Memperkuat Positioning Merek Widodo, Herru Prasetya; Rinata, Asfira Rachmat; Fianto, Latif; Ghofur, Mochamad Abdul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2487

Abstract

Integrated Marketing Communication (IMC) is crucial in the marketing world as it helps create a consistent and unified message for the audience. With IMC, companies can communicate their messages more effectively, through various mutually supporting channels, be it advertising, sales promotions, social media, public relations, and others. This study aims to determine the application of Integrated Marketing Communication (IMC) in strengthening the positioning of Café Pupuk Bawang in Batu City. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that IMC is implemented through several aspects such as customer relations, direct promotions, social media, and strengthening brand image. Despite obstacles due to the Covid-19 pandemic, Café Pupuk Bawang was able to maintain its existence through consistent and integrated marketing communications. Pupuk Bawang Café needs to promote itself through various marketing communication activities summarized in Integrated Marketing Communication (IMC), as explained previously, namely the existence of marketing promotion activities in integrated elements, namely Relationships, Structures, Brands, Communication Tools, Messages, Employees, Technology, and Agencies in strengthening positioning. Pupuk Bawang Batu Cafe has performed its duties well, although not as well as possible due to the Covid-19 outbreak. Abstrak Integrated Marketing Communication (IMC) sangat penting dalam dunia pemasaran karena membantu menciptakan pesan yang konsisten dan terpadu untuk audiens. Dengan IMC, perusahaan dapat mengkomunikasikan pesan mereka secara lebih efektif, melalui berbagai saluran yang saling mendukung, baik itu iklan, promosi penjualan, media sosial, public relations, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) dalam memperkuat positioning Café Pupuk Bawang di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMC dijalankan melalui beberapa aspek seperti hubungan pelanggan, promosi langsung, media sosial, dan penguatan citra merek. Meski terdapat kendala akibat pandemi Covid-19, Café Pupuk Bawang mampu mempertahankan eksistensinya melalui komunikasi pemasaran yang konsisten dan terintegrasi. Pupuk Bawang Café perlu mempromosikan diri melalui berbagai kegiatan komunikasi pemasaran yang terangkum dalam Integrated Marketing Communication (IMC), seperti pada penjelasan sebelumnya yaitu adanya kegiatan promosi pemasaran pada elemen yang terintegrasi yaitu Relationships, Structures, Brands, Communication Tools, Pesan, Karyawan, Teknologi, dan Instansi dalam memperkuat positioning. Kafe Pupuk Bawang Batu telah menjalankan tugasnya dengan baik, meski tidak sebaik mungkin karena wabah Covid-19.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.

Page 2 of 3 | Total Record : 21