cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Phone
+6281339859730
Journal Mail Official
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Editorial Address
Jendral Sudirman No.17 Enrekang Sulawesi Selatan
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL EDUKASI NONFORMAL
ISSN : -     EISSN : 27152634     DOI : 10.33487
Core Subject : Social,
Jurnal Edukasi Pendidikan Non Formal mempublikasikan hasil penelitian dan artikel dalam kajian pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan dalam setting pendidikan nonformal dan informal di Indonesia.
Articles 331 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku terhadap Anak Penderita Stunting di Kelurahan Kuta Gambir Riska Septiani Sagala; Susilawati Susilawati
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan keadaan dimana anak mengalami kegagalam pertumbuhan yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku ibu terhadap anak penderita stunting di Kelurahan Kuta Gambir, Kab.Dairi, Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif melalui pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan analisis univarat secara manual dengan pengelompokan pengetahuan dan perilaku ibu tentang stunting yang baik dan buruk. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak penderita stunting di Kelurahan Kuta Gambir pada tahun 2022 yang berjumlah 15 ibu. Berdasarkan analisa data didapat hasil bahwa ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 13 orang (86,7 %) sedangkan ibu yang memiliki perilaku buruk sebanyak 6 orang (40%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting dengan pengetahuan dan perilaku memiliki hubungan yang signifikan.
Kemampuan Menentukan Unsur Instrinsik Cerpen Filosofi Kopi Karya Dee Lestari Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa Herawati Arief
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukkan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa mengidentifikasi unsur tema dalam cerpen Filosofi kopi karya Dee Lestari. Menetukan kemampuan siswa SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa Mengidentifikasi unsur amanat dalam cerpen Filosofi kopi karya Dee Lestari. Menentukkan kemampuan siswa SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa mengidentifikasi unsur alur dalam cerpen Filosofi kopi karya Dee Lestari. Menentukan kemampuan siswa kelas SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa. Contoh yang ditetapkan yaitu 30 siswa. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif kuantitatif Hasil penelitian menunjukan bahwa Kemampuan Menentukan Unsur Intrinsik Cerpen Filosofi Kopi Karya Dewi Lestari Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa”, maka ditarik kesimpulan, bahwa siswa kelas X SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa mampu dalam menentukan Unsur Intrinsik Cerpen Filosofi Kopi Karya Dewi Lestari. Hasil pekerjaan siswa telah mencapai pada tolok ukur yang ditentukan yaitu 97%. Teknik pengumpulan data ialah cara yang dilakukan dalam mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian ini. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan membagikan sebuah cerpen yang kemudian siswa akan menentukan tujuh unsur intrinsik cerpen. Tiap unsur intrinsik akan memiliki masing-masing skor.Adapun langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1. Peneliti melakukan observasi lapangan untuk mengetahui jumlah dan keadaan siswa. 2. Peneliti mengadakan diskusi dengan guru-guru Bahasa Indonesia Kelas X SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa. Untuk mengetahui penguasaan kemampuan menetukan unsur intristik cerpen siswa tersebut. 3. Data yang telah terkumpul melalui tes akan dianalisis dengan teknik presentase, melalui langkah-langkah sebagai berikut. (1) Mengurutkan lembar kerja siswa; (2) Memeriksa setiap lembar jawaban siswa untuk mengetahui kelengkapan data; (3) Memberi skor pada jawaban siswa dan mengelompokkan hasil tes tersebut berdasarkan aspek yang diteliti dan menyusunnya ke dalam sebuah tabel untuk mempermudah menganalisis data; (4) Mengolah skor yang diperoleh siswa tersebut menjadi nilai; (5) Menghitung kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa. mengidentifikasi unsur instrinsik cerpen per aspek dan seluruh aspek; (6) Menginterpretasikan presentase tingkat kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa. mengidentifikasi kemampuan Mengapresiasi cerpen; (7) Menyimpulkan hasil analisis data sesuai masalah penelitian; (8) Peneliti melaporkan hasil penelitian. Hasil analisis data ini diperoleh dari hasil pekerjaan siswa yang telah dianalisis datanya dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang hasil akhirnya dalam bentuk angka.
Strategi Lobi dan Negosiasi Dalam Proses Komunikasi Politik Suci Ramadhani; Jihan Hana Nasution; Mhd Irsyad Azhari; Winda Kustiawan
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The practice of lobbying and negotiation is often seen as the involvement of conflict in politics. A number of negotiation activities, for example, in the process of merging political interests ranging from policy making, coalitions, fusions, alliances to confederations, require negotiation. Likewise, during a conflict, for example, during a border conflict between a country, one of the solutions to cases like this is through negotiation. Ordinary people in general will perceive the practice of lobbying and negotiation as something negative. But actually negotiation can be interpreted as talking with other people with the intention of reaching an agreement and the goals of both parties. The practice of lobbying and negotiation is usually used by legislators as a form of political communication. For that we need the right strategy in lobbying and negotiating. By using descriptive qualitative research, the authors access the data by describing or describing the collected data related to lobbying and negotiation strategies in the political communication process. So that the author can draw the conclusion that the practice of lobbying and negotiation can be carried out by means of a distributive approach (win-lose approach), a lose-lose approach, a compromise approach, and an integrative approach (win-win approach).
Penerapan Model Student Team Achievement Division (STAD) dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Kelas VIII SMP Negeri 25 Makassar Abu Bakar Tumpu
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi dengan penerapan model Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Makassar. Metode Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Makassar yang berjumlah 35 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 15 laki-laki. Sedangkan objek penelitian ini adalah penerapan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan siklus. Setiap siklus terdiri atas empat kegiatan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan instrument berupa teks. Alat pengumpulan adalah dengan menggunakan instrument berupa teks. Data dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif.Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) terbukti dapat meningkat. Skor rata-rata siswa prantindakan adalah 66,37. pada siklus I, skor meningkat menjadi 72,4, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 81,14. Oleh karena itu, penelitian menyarankan agar model pembelajaran ini dapat diterapkan oleh guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa.
Teori Kajian dalam Upaya Pendekatan Peningkatan Kualitas Belajar Alam dalam Pembelajaran Biologi Anti Veronika; Lissa Herayanti; Nur Afifah Suranda; Nurhassanah Marbun; Suci Ramadhani Rangkuti; Syahro Raihan Tika Nst; Rohani Rohani; Rabiah Afifah Daulay
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kecenderungan penelitian yang digunakan dalam pendekatan kualitas belajar alam pada pembelajaran biologi. Jenis penelitian ini adalah Systematic Literature Review. Penelitian ini berlangsung di platform digital dengan menggunakan search engine Google di dua situs yaitu Directory of Open Access Journal/DOAJ (https://doaj.org/) dan Garba Rujukan Digital/Garuda (http://garuda.ristekbrin.go.id/). Data dianalisis secara sequential explanatory dengan cara menganalisis data secara kuantitatif diikuti dengan analisis kualitatif, dengan cara menarasikan kecenderungan tujuan, metode (desain, teknik sampling, instrumen, analisis data) dan hasil penelitian. Hasil pencarian dan seleksi artikel pustaka menemukan bahwa hanya tujuh artikel yang dapat melewati tahapan penilaian kualitas. Dari ketujuh artikel pustaka tersebut, kecenderungan penelitian yang dapat ditemukan yaitu pada tujuan penelitian, artikel pustaka cenderung mengukur hasil belajar siswa (44%) sebagai tujuan yang akan diteliti. Desain penelitian yang cenderung digunakan pada artikel pustaka yaitu quasi-experimental (50%) dengan bentuk pretest-posttest design. Teknik sampling yang cenderung digunakan pada artikel pustaka yaitu purposive sampling sebanyak empat artikel pustaka. Untuk mengukur hasil belajar siswa, instrumen yang digunakan yaitu tes dalam bentuk objektif ataupun uraian sebanyak 5 artikel pustaka (42%). Analisis data yang cenderung digunakan yaitu Uji N gain sebanyak dua artikel pustaka. Serta seluruh artikel pustaka menyatakan bahwa hasil penelitian berpengaruh signifikan terhadap tujuan dari penelitian tersebut.
Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Selama Pandemi di SMPN 6 Percut Sei Tuan Amanda Putri Ramadhani T; Nurul Atika Roismaini Harahap; Abdurrahman Abdurrahman
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation and implementation of Guidance and Counseling during a pandemic. The approach used is an approach with a descriptive method. The research subjects were Guidance and Counseling Teachers and Students of Class X and XI SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan. Data collection techniques used are observation, interviews and documents. The results of the study explain that the implementation and services of BK are not effective. This ineffectiveness is caused by several obstacles and several factors. The main obstacle is the difficulty of communication between the counseling teacher and students because the counseling teacher and students cannot talk face to face or directly. This becomes an obstacle because BK teachers are very difficult to recognize and understand students only from social media. Of course, direct communication and on social media are very different. Other things that become obstacles include: decreased student enthusiasm, lack of student care for BK subjects, decreased immunity, ineffective time, BK teachers who have difficulty recognizing the character of their students, technology and media that are used incorrectly. and economic factors. The factors above have caused the implementation and implementation of Guidance and Counseling to not run effectively at SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan.
The Influence of Knowledge and Information Acceptance towards Environment Awareness Attitude of Junior High School Students in Suppa Subdistrict Firman Firman
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is ex post facto in the form of multiple regressions. The population of this research is all grade VIII State Junior High School students in Suppa sub-district, Pinrang district, academic year 2015/2016 which consists of four schools with the total of 422 students. Sampel are taken by employing random sampling technique and obtained 117 students. Data is collected using multiple choise test, information acceptance questionnaire, attitude questionnaire environmental awareness and free interview guidance. The data analysis technique used is multiple regression technique with the assistance of SPSS program 18 version for computer; however, before hypothesis test is conducted, the analysis prerequisite test is conducted beforehand in forms of normality test, linearity and homogeneity.The results of the research reveal that: (i) most of the students environmental knowledge can be categorized as high; most of the students’ information acceptance can be categorized as fair; whereas, most of the students’ attitude of environmental awareness can be categorized as very high; (ii) there is positive and significant influence between environmental knowledge and the attitude of environmental awareness. The influence of environmental knowledge and the attitude of environmental awareness is categorized as fairly strong; (iii) there is positive and significant influence between information acceptance through mass media and the attitude of environmental awareness. The influence of information acceptance on the attitude of environmental awareness is categorized as low; (iv) there is positive and significant influence between environmental knowledge and information acceptance through mass media on the attitude of environmental awareness. The influence of the environmental knowledge and information acceptance on the attitude of environmental awareness is categorized as fairly strong.
Teori Kinerja Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Arfah Dina; Dendi Yohanda; Julia Fitri; Masrifatul umnia Hakiki; Sukatin Sukatin
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjabarkan bentuk kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan (2) mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dan (3) mengidentifikasi kendala guru dalam meningkatkan muitu pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari transkrip dari wawancara yang dilakukan kepada Guru dan Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen.Teknik analisis data yang digunakan adalah tahapan analisis data menurut Mc Millan dan Sally Schumacher.Hasil dari penelitian ini adalah (1) kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah sebagai berikut: (a) menyiapkan buku guru dan buku siswa sebelum proses pembelajaran, (b) memahami buku siswa dan buku guru, (c) membuat RPP sesuai kebutuhan dengan beberapa penyesuaian, (d) guru selalu menyisipkan pesan moral ketika proses pembelajaran, (e) untuk meningkatkan minat belajar siswa, guru menerapkan sistem reward dan punishment, (f) guru mengembangkan potensi kognitif siswa dalam pembelajaran, (g) menyediakan alat dan media pembelajaran baik media nyata maupun dengan menggunakan LCD, dan (h) menyiapkan instrumen penilaian. (2) upaya guru dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagi berikut: (a) mengadakan pelatihan berupa diklat kurikulum 2013 dan (b) progam sertifikasi guru.(3) Kendala guru dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu: (a) pembelajarannya sulit diterima peserta didik terutama kelas bawah, (b) penilaian di kurikulum 2013menyita banyak waktu bagi guru, (c) materi yang tidak sesuai dengan usia dan tingkatannya dalam penggunaan buku guru dan siswa, (d) kesiapan guru dalam mengajar yang kurang, (e) guru merasa terbebani dengan penilaian autentik.
Penguatan Karakter Toleransi Sosial pada Siswa SMP Negeri 2 Sukodono melalui Pembelajaran PPKn Berbasis Video Atik Wulidatus Silsi; Akhmad Qomaru Zaman; Bernadetta Budi Lestari
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui penguatan toleransi sosial yang dibentuk sekolah melalui pembelajaran PKn berbasis video. 2) Untuk mengetahui strategi pelaksanaan pembelajaran PKn berbasis video di SMP Negeri 2 Sukodono. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat menyatakan bahwa siswa di SMP Sukodono masih perlu penguatan karakter toleransi sosial. Penguatan karakter toleransi sosial yang dilakukan sekolah adalah dengan membuat buku referensi siswa, jurnal siswa dengan tujuan untuk membangun sikap toleran terutama dalam menanamkan nilai-nilai seperti demokrasi, toleransi dan menghargai perbedaan. Peran guru dalam hal ini adalah memberikan penguatan karakter toleransi melalui pembelajaran PKn. Pembelajaran PKn dapat dilakukan melalui kegiatan pembiasaan yang dibimbing dengan menggunakan media berbasis video.
ACHIEVE CLASSROOM INTERACTION IN ENGLISH LEARNING Kurnia Kurnia; Junaeda Junaeda; Kaharuddin Kaharuddin; Jamaluddin Kamaruddin; Rusli Rusli
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Edukasi NonFormal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaction is becoming more and more important in English learning. It is in relation with the need of the ability of the students to communicate in English. Success or failure in classroom language learning typically has something, if not absolutely everything, to do with the nature of interaction that takes place during lessons. The teacher interacted with the whole class by accepting feeling, praising or encouraging, accepting or using ideas of students, asking questions, lecturing, and giving directions. The teacher interacted with individual students by accepting feeling, praising or encouraging, accepting or using ideas of the student, asking questions, lecturing, giving directions, reminding noisy students, and helping the student’s work. The student interacted with the teacher by giving response to the teacher’s questions, and giving initiation. The students’ silence often happened when they were asked by the teacher. The student did not directly answer or respond to the teacher’s questions. The interaction among the students happened most of the time. In relation to the English lesson, the students interacted with their friends by talking about the activity asked by the teacher, discussing the teacher’s questions, and asking about difficult words or expressions. The results of this research were in the form of description and interpretation of the meaning of interaction. It enriched the knowledge in English Education Studies. It also gave better understanding for the students, teacher, other language learners and the researcher herself. For teachers, it would be useful as one of the references in applying the teaching method in class to get maximum result in English interaction in classroom. For students, it would be used as a reflection to make a better improvement in their participation in class and to interact more meaningfully. Interaction was not just the action of the language learners. It was an active process. There were willingness, awareness, intention, emotion, creativity, and feeling of relax in it. In the classroom, both the teacher and the students should have the willingness to participate in the interaction.