JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
Jurnal ilmiah ber-ISSN yang difokuskan pada keilmuan pendidikan secara umum antara lain: Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Teknologi Informasi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Geografi, Pendidikan Fisika, dan beberapa pendidikan lainnya
Articles
2,350 Documents
Dampak Learning Loss: Kemampuan Number Sense pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Kusnadi, Dedi;
Sari, Rahma
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.658 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1787
Pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan adalah bentuk pembelajaran secara online melalui dunia maya yang diakses dengan jaringan internet. Kesulitan yang terjadi selama daring yaitu suasana belajar kurang kondusif, terbatasnya ruang untuk dikontrol, tidak ada kesadaran mahasiswa untuk belajar mandiri. Sehingga terjadi penurunan kemampuan belajar mahasiswa yang disebut dengan learning loss. Salah satu dampak dari Learning loss pada mahasiswa di Jurusan PGSD FKIP, dimana kemampuan berhitung cepat mahasiswa sudah berkurang, mahasiswa kesulitan dalam melakukan operasi pembagian pecahan. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Dampak learning loss yaitu kemampuan number sense pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A hanya memenuhi empat indikator number sense dengan baik, subjek B hanya mampu memenuhi tiga indikator, dan subjek C hanya memenuhi 2 indikator. Kemampuan number sense mahasiswa ini dikarenakan tidak dapat memahami konsep dari bilangan, mahasiswa hanya menyelesaikan secara prosedural dan membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyelesaiannya. Selama masa pandemic covid 19, mahasiswa mengalami learning loss, terlihat dari kepekaan mahasiswa pada bilangan masih kurang seperti memahami bentuk bilangan, merepresantasikan urutan suatu bilangan, memahami keterkaitan antar bilangan pada operasi hitung bilangan. Mahasiswa juga sangat susah memahami materi yang diajarkan dan mahasiswa juga tidak bebas bertanya walaupun perkuliahan dilakukan secara daring.
Analysis of Student Perceptions of Teacher Quality and Learning Environment as Predictors of Learning Motivation in High Schools
Simbolon, Bintang R.;
Jihan, Jihan;
Susanti, Pipit Aprilia;
Sukomardojo, Tekat;
Rizqi, Vini
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.858 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1794
Learning is an activity that is very important to carry out, especially for high school students. In practice, the student’s motivation often determines success in learning. Therefore, high school students’ motivation needs to be increased to study well. The researcher was then interested in seeing how high school students’ perceptions of teacher quality and learning environment affect their motivation to learn. This research will be carried out using a descriptive qualitative approach. The data to be used in this study comes from various research results and previous studies, which still have relevance to the discussion in this study. The results of this study then found that teacher quality can increase learning motivation for high school students. This is because a good teacher will make it easier for high school students to understand what they are learning, so learning motivation will increase even higher. Then a good learning environment can also increase high school students learning motivation. This is because, with a few distractions, students can focus on learning well. The learning process at home through e-learning often causes a learning environment full of distractions, so high school students learning motivation decreases extensively.
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Moderat Siswa di Sekolah: Sebuah Analisis Pedagogi Sosial
Mudrik, Mudrik
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.9 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1795
Islam adalah agama yang semboyannya adalah "Pembawa rahmat bagi dunia", tetapi secara historis, tidak semua ekspresi keagamaan itu benar. Salah satu contohnya adalah ketika orang terlalu fanatik dan tidak menyukai orang lain. Maka, masyarakat perlu bekerja untuk menghentikan penyebaran pandangan ekstrim dan intoleran, terutama di kalangan milenial. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan hal terpenting yang dapat dilakukan sekolah untuk mencapai misi perdamaian (PAI). Dari segi pedagogi sosial, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pembelajaran tentang Islam mempengaruhi bagaimana siswa mengembangkan kepribadian moderat di sekolah. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama islam dapat digunakan untuk membantu siswa belajar bersikap moderat dalam keyakinan agamanya. Pendidikan agama Islam dimaksudkan untuk membantu orang hidup damai dengan orang-orang dari agama lain, ideologi, etnis, dan budaya. Maka, mempelajari pendidikan agama Islam akan membantu membentuk sifat moderat kehidupan beragama. Hal ini akan menimbulkan sikap yang lebih moderat di kalangan siswa, lebih saling menghargai, dan mampu menolak ajakan terkait radikalisme.
Pengembangan Pola Etika dan Moralitas Pelayanan Publik: Studi Kasus di Pemerintahan Kota Pontianak
Rusdiono, Rusdiono;
Arifin, Arifin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.847 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1800
Pengembangan pola etika dan moralitas yang baik sebagai komponen penting dalam pelayanan publik. Tujuan penelitian ini untuk menyoroti pola pengembagan etika dan moralitas pelayanan publik di lingkungan Aparatus Sipil Negara (ASN) di Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil peneltian menunjukan bahwa terdapat upaya maksimal Pemerintah Kota Pontianak dalam pengembangan pola etika dan moralitas melalui program innovatioan in public service through open data. Program ini berbasis komputerisasi dengan pengembangan aplikasi yang diciptakan. Program yang dijalankan tersebut sebagai upaya dalam menciptakan suatu kultur yang mengutamakan kejujuran (culture of honesty), keterbukaan (openness), dan asistensi (assistance), yang merupakan atribut kunci dalam membangun lingkungan organissai pemerintahan yang rendah terjadinya inefisiensi maupun maladministrasi serta malpraktek dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Instrument Analysis of Library Service Components in Distance Education Conceptualized Library Accreditation at Universitas Terbuka
Ristiyono, Mohamad Pandu
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.852 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1801
Library accreditation is a form of legal recognition of a library in an institution. Open university libraries that have the concept of distance education carry out library accreditation from the directorate of standardization of the National Library of Indonesia. Where there are 6 components and 103 instruments. in this paper only discusses component 3, namely the service component, where there are 19 instruments. From the discussion of library service component instruments, there are several instruments that are not suitable for open university libraries that implement distance education, namely library visitor instruments, where those who come offline are far different from conventional universities while online open university library visitors are more than 16 million. In addition, the collection lending instrument is also different, where borrowing at open universities is done virtually. In the future, there needs to be a distinction for instruments for distance education libraries and conventional university libraries.
Analisis Faktor Pengembangan Instrumen Pengukuran Keterampilan Abad 21 Siswa Sekolah Menengah Atas
Fadloli, Fadloli;
Pamungkas, Rahmania;
Mulyono, Mulyono;
Sumarjoko, Tri;
Marlina, Reni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.1 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1802
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen ketrampilan abad ke-21 bagi siswa SMA yang selanjutnya disebut dengan High School 21st Century Skill Instrument (HS-21CSI) untuk digunakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran sains. Instrumen HS-21CSI terdiri dari enam domain yaitu: (1) Literasi Era Digital; (2) Berpikir Inventif; (3) Komunikasi yang Efektif; (4) Produktivitas Tinggi; (5) Nilai dan Norma Spiritual; dan (6) Nilai Multikultural. Empat domain pertama diadaptasi dari keterampilan enGauge abad 21 sementara dua domain terakhir diciptakan untuk memenuhi filosofi pendidikan Indonesia. Melalui tinjauan literatur dan diskusi, variabel yang mewakili Keterampilan Abad 21 SMA diidentifikasi dan disempurnakan berdasarkan analisis penilaian empat ahli. Sehingga dihasilkan satu set kuesioner yang dapat mewakili masing-masing domain keterampilan abad 21 siswa SMA. Kuesioner yang telah diuji validitasnya dengan validitas konten dan bahasa kemudian diikuti dengan analisis faktor. Sebanyak 299 siswa SMA Negeri se Kota Malang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Hasil uji reliabilitas instrumen dilihat dari nilai konsistensi internal Cronbach Alpha sebesar 08-09 yang berarti instrumen berguna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa validitas dan reliabilitas HS-21CSI baik. Dengan demikian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan mampu untuk mengevaluasi penguasaan siswa SMA terhadap keterampilan abad ke-21 dalam proses belajar sains.
Implementasi Model ATIK dalam Mengembangkan Kemampuan Menghafal Qur’an Anak Kelas 2 SDIT SUIS Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari Bogor
Uswatun, Uswatun;
Patimah, Patimah;
Syaputra, Nor Ilman;
Watini, Sri
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.987 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1828
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan kemampuan menghafal anak melalui model ATIK. hafalan Al Qur'an merupakan hal yang penting untuk dikembangkan anak. karena Al Qur'an berhubungan langsung dengan urusan akhirat yang akan menjadi tempat abadi bagi seluruh manusia. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi dalam mengembangkan kemampuan menghafal anak melalui model ATIK. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan data yang ada. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan model penelitian Miels dan Hubeman. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa: implementasi model ATIK dalam mengembangkan kemampuan anak dalam menghafal Al-Qur’an. Dalam model ATIK ini anak menggunakan empat tahapan yaitu tahap persiapan, tahap mengamati, tahap mengerjakan dan tahap menyetor. Mereka sangat antusias dan lebih bersemangat dalam menghafal. Hal ini terlihat dari anak-anak berlomba-lomba untuk maju menyetorkan hafalannya. . Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan bahwa model ATIK dapat mengembangkan kemampuan anak dalam menghafal Al Quran.
Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP Berlandaskan Kurikulum 2013 di SMAN 1 Beringin
Neliwati, Neliwati;
Azminur, Saipul;
Purba, Alfina Azisi Br;
Abdilah, Muhammad Rifki
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.853 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1829
Artikel ini ditulis dengan tujuan agar peneliti mengetahui bagaimana tingkat kemampuan seorang guru dalam menyusun RPP, dimana RPP adalah sebuah perangkat utama dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di SMAN 1 BERINGIN. Keberhasilan guru dalam menyusun RPP menjadi salah satu program yang mendorong penerapan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian adalah guru yang menerapkan kurikulum 2013 di SMAN 1 BERINGIN. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beberapa hambatan yang dialami guru saat membuat RPP adalah: (1) Tidak mendapatkan pelatihan kurikulum 2013, (2) penggunaan komputer dan internet, (3) penyusunan indikator. Berdasarkan hasil survey dapat dijelaskam bahwa RPP yang dibuat kurang sesuai dengan implementasi kurikulum 2013. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa banyak lagi guru yang kurang kompeten dalam menyusun RPP sehingga perlu digalakkan Kembali program pelatihan terhadap guru mata pelajaran agar guru mampu menyusun RPP dengan baik.
Strategi Pembelajaran Kooperatif Learning pada Pembelajaran PAI Kurikulum 2013 di SMP 35 Medan
Neliwati, Neliwati;
Lesmana, Baron;
Sari, Leni Erlina;
Azhari, Restu Audy
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.246 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1830
Penelitian ini akan membahas tentang strategi pembelajaran kooperatif learning Dalam rangka mengetahui bagaimana pembelajaran kooperatif dimasukkan ke dalam kurikulum 2013 di SMP Negri 35 Medan, penelitian ini akan menganalisis metodologi pembelajaran kooperatif dalam strategi pembelajaran PAI. Menurut metodologi penelitian kualitatif ini cenderung menggunakan analisis tetapi juga menggabungkan data yang sudah ada berdasarkan pengembangan, dapat disimpulkan bahwa siswa memerlukan pembelajaran kooperatif tidak hanya untuk melibatkan mereka dalam diskusi tentang pelajaran saat ini tetapi juga untuk memecahkan masalah belajar bersama, memungkinkan mereka untuk berpikir lebih bebas, meningkatkan motivasi mereka untuk belajar dan memberi mereka kesempatan untuk bereksperimen sehingga mereka lebih giat belajar, maka dari itu harus adanya persaingan di kelas sehingga semua anggota kelompok dapat menguasai materi uh7pelajaran dengan baik Hal ini membuktikan bahwa Dari proses kelompok dapat diketahui anggota kelompok mana yang sangat membantu dan tidak membantu, Karena dapat dilihat dari urutan dan tahapan kegiatan kelompok. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar dalam bentuk presentasi akademik, toleransi menerima keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial.
Profesioalisme Guru PAI dalam Menerapkan Kurikulum 2013 di SMPN 5 Percut Sei Tuan
Neliwati, Neliwati;
Nurmala, Pebi;
Hsb, Anisa An’nur;
Lailannaz, Suci;
Isnanta, Rizaldi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.934 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1831
Artikel ini dibuat dengan berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan guru professional dan mencari informasi tentang upaya guru Sekolah Menengah Pertama dalam mengembangkan kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian artikel ini memiliki tujuan untuk menjelaskan tentang guru yang professional serta mencari informasi mengenai upaya-upaya guru SMP dalam menerapkan kurikulum berbasis kurikulum 2013 dengan menggunakan suatu pendekatan kualitatif. Implementasi K13 menuntut kesiapan guru dalam kemampuan profesionalnya. Dari hasil analisis terhadap hasil-hasil pendidikan serta penilaian terhadap kompetensi guru (UKG) terutama kompetensi pendagogik dan kompetensi profesionalisme, terlihat bahwa guru di Indinesia belum siap menerapkan K13 secara efektif. Karena itu, program peningkatan profesionalisme guru secara berkelanjutan merupakan salah satu cara untuk membuat guru semakin siap dalam menerapkan K13 dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Artikel ini mengkaji 2 hal penting yang diantaranya yaitu: karakteristik K13 dan kesiapan guru terutama kemampuan profesionalnya dalam menerapkan K13.