cover
Contact Name
MAHIMMA ROMADHONA
Contact Email
jurnalgestalt@upnjatim.ac.id
Phone
+6281280468005
Journal Mail Official
jurnalgestalt@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Pusat Publikasi Gedung Giri Yasa Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
ISSN : 26571641     EISSN : 26850311     DOI : 10.33005/gestalt
Core Subject : Education,
Jurnal GESTALT merupakan terbitan berkala ilmiah Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur. Jurnal Gestalt Terbit dua kali setahun pada bulan juni dan nopember.
Articles 108 Documents
Antara Seni dan Aktifitas Bisnis Mr.Kumkum Sebagai Art Toy Designer Zakaria, Muchamad Rizky
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.445

Abstract

Fenomena Art Toy di Indonesia terus berkembang dengan ditandai mulai banyaknya kreator, munculnya berbagai event tahunan yang mendukung, dan berbagai tempat dan media yang menjual karya ini. Untuk kreator yang ingin masuk dalam skena ini mesti membangun identitas visual serta personal branding yang baik. Studi ini meneliti aktifitas branding Mr. Kumkum, seorang Art Toy Designer asal Bandung, melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan analisis dokumen. Penelitian berfokus pada empat aktivitas brand utama: advertising, marketing, selling, dan branding. Hasil menunjukkan bahwa Mr. Kumkum memanfaatkan media sosial dan event internasional untuk meningkatkan kesadaran audiens (advertising), menjalin hubungan dengan komunitas melalui event offline (marketing), serta menerapkan strategi full commission dan limited edition dalam penjualan (selling). Identitas branding-nya dikembangkan melalui eksplorasi visual yang berangkat dari pengaruh gaya grafiti dan custom toy. Studi ini menegaskan bahwa personal branding dalam Art Toy tidak hanya bergantung pada konsistensi visual, tetapi juga adaptasi terhadap pasar.
Representasi Ironi terhadap Stabilitas Kekuasaan Politik dalam Unggahan Instagram @comikamedia bersama @pandji.pragiwaksono Fikry Zahria Emeraldien; Rahmadani, Cindy; Sholichah, Hanifah Dhenarisma
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.454

Abstract

Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi ruang bagi publik figur untuk membangun citra dan menyampaikan berbagai isu sosial, termasuk kritik politik. Penelitian ini menganalisis representasi ironi terhadap stabilitas kekuasaan politik dalam unggahan kolaborasi @comikamedia dan @pandji.pragiwaksono pada 25 Oktober 2024 menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam elemen visual dan teks unggahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gestur tubuh, ekspresi wajah, dan teks dalam unggahan menciptakan ironi terhadap keberlanjutan figur politik tertentu dalam pemerintahan, meskipun terjadi pergantian presiden. Dengan memanfaatkan humor dan ironi, unggahan ini merepresentasikan skeptisisme terhadap perubahan politik dan memperlihatkan bagaimana komunikasi visual dapat menjadi alat kritik yang efektif dalam wacana publik. Kata Kunci: Representasi Ironi, Instagram, Kritik Sosial, Semiotika Roland Barthes
Membaca Kelahiran Simbol Publik: Refleksi Semiotika dan Kekuasaan Makna Pada Maskot Pemilihan Kepala Daerah Alhaq, Muh. Nato; Sunubi, Wahyuddin; Lalangi, Wa Ode Amatyi Rachyima
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.459

Abstract

This qualitative research examines the dynamics of the birth of public symbols of the Regional Elections through semiotic (Peirce) and social (Bourdieu) studies. The goal is to understand the birth process, meaning, and legitimacy of visual signs, as well as how symbolic power shapes legitimate meaning. Interview data was collected from designers, KPU, judges, and regional figures, focusing on institutional mechanisms and cultural interventions. The results show that the birth of mascots is dominated by administrative and aesthetic factors, ignoring the epistemic dimension (cultural/historical research). This inequality creates a dislocation of meaning, reducing the symbol of unity to a single ethnic representation. The intervention of cultural judges saves meaning by returning the mark to its local roots. Theoretically, symbols are born from the negotiation of artistic, institutional, and cultural capital, legitimized by symbolic power (Bourdieu). The research recommends the ethics of the birth of public symbols: integration of cultural research, epistemic validation, and cross-disciplinary collaboration so that symbols become moral actions and valid social representations. 
Perancangan Identitas Visual Zecasatudio Sebagai Creativepreneur di Pulau Belitung Alla, Gabriel Yisreel Sampe; Pujiyanto; Pahlevi, Andreas Syah; Sutrisno, Andika Agung
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.462

Abstract

Pulau Belitung memiliki potensi besar dalam industri event, namun belum terdapat studio branding lokal yang fokus pada identitas visual acara. Zecastudio didirikan untuk menjawab kebutuhan tersebut, tetapi menghadapi tantangan karena belum memiliki identitas visual yang kuat. Penelitian ini bertujuan merancang identitas visual Zecastudio yang profesional dan representatif untuk meningkatkan brand awareness. Metode perancangan menggunakan model Alina Wheeler yang mencakup lima tahapan: conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints, dan managing assets. Hasil penelitian berupa identitas visual lengkap meliputi logo, tipografi, warna, dan sistem grafis yang diimplementasikan ke berbagai media komunikasi. Identitas ini memperkuat citra Zecastudio sebagai studio branding event lokal yang modern dan berdaya saing. Kesimpulannya, identitas visual yang dirancang mampu membentuk persepsi positif, meningkatkan daya saing, serta menjadi solusi strategis dalam mendukung eksistensi Zecastudio di industri kreatif Pulau Belitung.
Interpretasi Makna Desain Ilustrasi Cerita Semut dan Belalang Menggunakan Semiotika Barthes Fahminnansih, Fenty; Martono, Siswo; Utami, Evi Farsiah
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan daya tarik buku ilustrasi Semut dan Belalang karya Karima Kurnia Sasi, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan fokus pada makna denotatif, konotatif, dan mitos dari elemen visual seperti ilustrasi, tipografi, dan palet warna. Dalam konteks pendidikan karakter anak usia 7–9 tahun, buku ini berperan sebagai media pembelajaran yang menyampaikan nilai moral seperti kerja keras, tanggung jawab, dan perencanaan masa depan. Melalui analisis semiotika, ditemukan bahwa ilustrasi tokoh tidak hanya menggambarkan karakter secara literal, tetapi juga membentuk makna simbolik dan ideologis yang mempengaruhi persepsi pembaca. Semut ditampilkan sebagai simbol etos kerja dan ketekunan, sedangkan belalang direpresentasikan ulang sebagai lambang kebebasan dan ekspresi diri, yang memperkaya sudut pandang anak maupun orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode semiotika Barthes. Data primer diambil dari buku ilustrasi Semut dan Belalang, sementara data sekunder diperoleh dari literatur tentang teori semiotika, pendidikan karakter anak, dan desain komunikasi visual. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: identifikasi makna denotatif, penafsiran konotatif berdasarkan asosiasi budaya dan emosional, serta pengkajian mitos sebagai konstruksi ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain buku yang komunikatif secara visual dan emosional mampu memperkuat peran orang tua sebagai pendidik, meningkatkan minat baca anak, serta merespons kebutuhan pasar literasi anak secara strategis.
Perancangan Sign System Untuk Mendukung Pembelajaran Kontekstual di Kawasan Hutan Wakaf II Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif Wardhana, Yusuf; Kholili, Mohammad As'ad
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.507

Abstract

Hutan Wakaf II YPM atau Saujana Hijau, sebuah kawasan konservasi dan edukasi lingkungan yang terletak di Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kabupaten Mojokerto, dikelola oleh Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM). Sebagai area yang masih dalam tahap pengembangan, lokasi ini belum memiliki sistem penunjuk arah (sign system) yang memadai. Kondisi tersebut dapat menghambat proses pembelajaran kontekstual serta menurunkan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan merancang sistem penanda yang informatif, ramah lingkungan, dan mendukung fungsi edukatif di kawasan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teori Gestalt, rancangan meliputi empat jenis tanda utama: peraturan dan larangan (regulatory & prohibitory signs), penunjuk arah (directional signs), identifikasi (identification signs), serta interpretatif (interpretive signs). Hasil perancangan ini diharapkan mampu memperkuat fungsi edukasi dan meningkatkan pengalaman belajar serta interaksi pengunjung dengan lingkungan. Kata Kunci: Hutan Wakaf, Sign system, Pembelajaran Kontekstual
Eksplorasi Pembuatan Seragam Batik sebagai Identitas Sekolah di MTS Negeri 2 Sidoarjo Isti Fahmi, Amelia; Husna, Ainal
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.510

Abstract

Perancangan ini mengembangkan desain motif batik sebagai seragam sekolah di MTS Negeri 2 Sidoarjo yang mengintegrasikan identitas lokal dengan kebutuhan pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, perancangan dilakukan melalui tiga tahap: riset lapangan dengan wawancara dan analisis motif eksisting, penentuan parameter desain, dan eksplorasi motif. Motif yang dikembangkan menggabungkan ikon khas Sidoarjo (udang dan bandeng) dengan logo sekolah untuk menciptakan identitas visual yang kuat. Hasil perancangan menghasilkan desain motif batik dengan nilai simbolik dan estetika tinggi yang mendukung kesejahteraan emosional siswa. Implementasi teknologi printing memungkinkan produksi massal yang efisien, sementara diferensiasi motif per angkatan memfasilitasi identifikasi kelas dan pengelolaan pembelajaran. Perancangan ini berkontribusi pada pengembangan desain batik kontemporer dalam konteks pendidikan, memberikan referensi bagi desainer dan pengrajin batik, serta mendorong pelestarian dan inovasi seni batik Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa seragam batik berpotensi menjadi media ekspresi budaya yang memperkuat kebersamaan dan kebanggaan siswa terhadap identitas lokal dan sekolah.
Pemanfaatan Split-Screen dan Motion Graphic Dalam Penyampaian Pesan Pada Video Musik “Drunk Text” Sanjaya, William
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Gestalt : Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v7i2.511

Abstract

Split-screen merupakan salah satu teknik editing yang digunakan untuk menunjukkan perspektif lain dalam sebuah adegan, sedangkan motion graphic digunakan untuk menyampaikan informasi dengan kombinasi grafis dan pergerakkan. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan split-screen dan motion graphic dalam mendukung penyampaian pesan pada video musik "Drunk Text". Metode yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan pendekatannya menggunakan pusposive sampling. Teori yang digunakan merupakan teori split-screen yang dikemukakan oleh Gael Chandler dan motion graphic yang dikemukakan oleh Austin Shaw. Penelitian dilakukan dengan melakukan penjabaran jenis dan fungsi penerapan split-screen dan motion graphic di video musik "Drunk Text". Dari penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat dominasi penerapan split-screen yang digunakan untuk menunjukkan cerita tentang kedekatan dan perpisahan karakter. Motion graphic digunakan untuk menonjolkan perasaan yang dialami oleh karakter. Dengan demikian, split-screen dan motion graphic mampu membantu penyampaian pesan tentang perasaan seseorang terhadap orang yang disukai dalam video musik "Drunk Text".

Page 11 of 11 | Total Record : 108