cover
Contact Name
sarman
Contact Email
sarman.jaya@yahoo.co.id
Phone
+62401-3084783
Journal Mail Official
sarman.jaya@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Journal Idea of History
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25987828     EISSN : 26144395     DOI : -
Journal Idea of History diterbitkan untuk menghidupkan atmosfer akademik di Jurusan Ilmu Sejarah FIB UHO. Keberadaan jurnal ini bertujuan untuk mengaktualisasikan hasil penelitian dosen dan mahasiswa di bidang ilmu sejarah. Penerbitan jurnal untuk periode Agustus 2017 ini merupakan serial pertama tahun pertama penerbitan atau volume pertama nomor 01. Beberapa hasil penelitian yang diterbitkan dalam edisi perdana ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Universitas Halu Oleo.
Articles 113 Documents
JEMBATAN TELUK KENDARI DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT (2015-2023) Rahayu, Anisa; Basri, La Ode Ali; Hayari, Hayari; Suddin, Suharni
Journal Idea of History Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/tjatxq98

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk untuk menjelaskan  awal pembangunan Jembatan Teluk Kendari di Kota Lama Kendari. Serta untuk menjelaskan dampak pembangunan Jembatan Teluk Kendari terhadap penduduk Kandai dan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan kerja sebagai berikut: pertama, pemilihan topik, kedua, pengumpulan sumber, ketiga, kritik sumber, keempat, interpretasi sumber, kelima, historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembangunan Jembatan Teluk Kendari dibentuk pada tahun 2015 hingga selesai dan diresmikan pada tahun 2020, dengan tujuan utama untuk meningkatkan konektivitas antardua kecamatan dan memajukan perekonomian. Dalam pembangunan infrastruktur yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Penganggaran dalam proyek pembangunan jembatan teluk Kendari ini melibatkan dana dari APBN sebesar Rp. 800 miliyar. Untuk pemilihan lokasi merupakan langkah krusial dalam pembangunan jembatan teluk Kendari. Proses pembangunan jembatan teluk Kendari memiliki kendala yang berkaitan aspek sosial dan budaya hingga memiliki suatu permasalahan dengan masyarakat di Kelurahan Kandai, namun dengan pendekatan persuasif, negosiasi hingga akhirnya mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. (2) Jembatan teluk Kendari memiliki dampak terdapat penduduk Kota Kendari dan masyarakat sekitarnya. Dampak yang ditimbulkan kebanyakan lebih ke dampak positif. Hal tersebut mencakup dengan aspek perekonomian masyarakat, mempermudah akses trasportasi dan juga aspek sosial budaya. Dampak negatifnya jembatan teluk Kendari mengakibatkan hilangnya pemukiman etnis Tionghoa dan kerusakan pada peninggalan sejarah di kawasan kota lama Kendari. Terdampat juga dampak negatif lainnya yang timbul dari masyarakat seperti meningkatkan jumlah kendaraan, dan lain sebagainya.
IDENTITAS GEREJA KATOLIK PADA MASYARAKAT BALIDI SENDANG MULYA SARI: 1974-2023 Novianti, Andrea; Melamba, Basrin; Hasan, Hasni
Journal Idea of History Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/fxwxp964

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan proses masuk dan berkembangnya Gereja Katolik di Sendang Mulya Sari 1974-2023 dan identitas Gereja Katolik pada Masyarakat Bali di Sendang Mulya Sari. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan kerja sebagai berikut: pertama, heuristik, kedua, kritik sumber, ketiga, interpretasi sumber, keempat, historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya Gereja Katolik di Sendang Mulya Sari dipengaruhi oleh kedatangan transmigrasi Banpres Bali pada masa Pemerintahan Orde Baru. Tepatnya pada tanggal 21 Juli 1974, para perintis Gereja Katolik ini sampai di Unaaha. Perjalanan hidup para perintis Gereja Katolik ini tidak terlaksana dengan baik terlebih lagi dengan status mereka sebagai transmigran Banpres banyak kesulitan yang dihadapi salah satunya tempat beribadah yang tidak disediakan oleh pemerintah saat itu. Karena tidak disediakan rumah ibadah oleh pemerintah, maka Umat Katolik meminjam gedung Gereja jemaat Sion Unaaha untuk merayakan Ekaristi. Namun, hal itu hanya berlangsung selama tiga bulan saja karena umat mulai membuat gereja darurat dengan ukuran 6x4 meter yang digunakan selama 1 tahun. (2) Identitas Gereja yang tercermin dalam kehidupan umat dapat terlihat dari masih digunakannya budaya Bali dalam gereja ini, seperti penggunaan arsitektur Bali dalam bangunan gereja, tabernakel, altar, tatakan patung serta setengah lingkaran di atas altar, juga kegiatan ngayah yang dilakukan saat menjelang hari-hari besar gereja, penggunaan Bahasa Bali dan pakaian adat Bali dalam liturgi Gereja, terbentuknya komunitas Suko Duko, tradisi ngejot yang masih dilakukan oleh umat menjelang hari raya, kesenian-kesenian Bali yang masih dipentaskan dan pengadaan pecalang di Gereja Katolik. Selain identitas budaya terdapat pula identitas gereja seperti penggunaan nama Santo/Santa pada anak, penggunaan alat musik organis untuk mengiringi lagu dan penggunaan bahasa Latin pada lagu-lagu dalam liturgi. Identitas gereja dan budaya ini saling berpadu satu sama lain dan dikenal dengan istilah inkulturasi.
ISLAMISASI DI THAILAND: DINAMIKA SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM ABAD 13 M-21 M Irfan, Fina; Suryanti; Selvia Santi
Journal Idea of History Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/essxdd44

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perjalanan panjang islamisasi di Thailand serta perkembangan komunitas Muslim minoritas di abah ke-13 sampai abad ke-21 dalam konteks sosial, budaya, dan politik negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan pemahaman yang lebih lugas mengenai perjalanan islamisasi di Thailand serta dinamika komunitas Muslim minoritas sejak abad ke-13 hingga abad ke-21, dengan menelusuri jejak sejarah, memerhatikan perubahan sosial, dan mengamati perkembangan politik, penelitian ini juga menguraikan bagaimana Islam diperkenalkan, berkembang, dan berbaur dengan masyarakat Thailand yang didominasi pemeluk Buddha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses islamisasi berlangsung melalui berbagai jalur, seperti aktivitas perdagangan, lembaga pendidikan, dan interaksi budaya yang saling mempengaruhi. Selain itu, komunitas Muslim di Thailand mampu menjaga jati diri keagamaannya sambil menyesuaikan diri dengan dinamika sosial serta kebijakan pemerintah. Adapun perkembangan Muslim minoritas di Thailand merupakan proses yang terus bergerak, fleksibel, dan memberi warna penting dalam keberagaman nasional.

Page 12 of 12 | Total Record : 113