cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 158 Documents
Intervensi Kelompok dalam Membuat Kreativitas Buket Snack di Kota Binjai Azizi Maulida; Bengkel Bengkel
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 2: Mei (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i2.333

Abstract

Abstrak: Saat pandemi COVID-19 semua masyarakat di Indonesia mengalami guncangan ekonomi, tentunya hal ini sangat berdampak buruk bagi masyarakat terutama masyarakat kalangan bawah yang sangat merasakan imbasnya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan serta keterampilan pada kelompok kecil di Jl. K.H.A. Karim gg. Dipo Lk.V Kota Binjai. Tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi kelomok kecil yang terdiri dari mahasiswa dalam membuat kreativitas buket snack karenanya dapat menambah penghasilan. Anggota kelompok kecil ini terdiri dari tiga mahasiswa yang berasal dari Universitas yang berbeda, tetapi mereka memiliki tujuan yang sama yaitu menambah pemasukan untuk membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan lainnya. Pengabdian ini menggunakan metode praktik pekerja sosial menurut Zastrow yaitu, dengan level intervensi mezzo, serta menggunakan unit intervensi kelompok dan metode intervensi groupwork  secara umum dan group therapy. Hasil pelaksanaan pengabdian ini akan digunakan untuk tambahan membayar uang kuliah bagi anggota kelompok kecil yang terdiri dari tiga mahasiswa tersebut, dan bukan hanya keuntungan uang saja kelompok kecil yang terdiri dari mahasiswa ini dapat diketahui bahwa anggota kelompok kecil ini mendapatkan untung seperti keterampilan mereka yang semakin handal dalam membuat buket snack dan semakin kereatif dalam membuat buket snack.Abstract: During the COVID-19 pandemic, all people in Indonesia experienced economic shocks, of course this had a very bad impact on the community, especially the lower class people who really felt the impact. This service aims to provide training and skills to small groups on Jl. K.H.A. Karim gg. Dipo Lk.V Binjai City. Surely this is very beneficial for a small group consisting of students in the creativity of making snacks because it can increase their income. The members of this small group consist of three students who come from different universities, but they have the same goal of increasing income to pay tuition fees and meet other needs. This service uses the practice method of social workers according to Zastrow, namely, with a mezzo level of intervention, and uses group intervention units and general groupwork intervention methods and group therapy. The results of this service will be used to pay additional tuition fees for members of the small group consisting of three students, and it is not only financial gain. This small group consisting of students can be seen that members of this small group get benefits such as their increasingly reliable skills in making a snack bouquet and creative improvement in making a snack bouquet
Penerapan Alat Cuci Tangan Portable Otomatis Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 Sopian Alviana; Bobi Kurniawan
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 2: Mei (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i2.352

Abstract

Abstrak: Griya Pataruman Asri 3 adalah salah satu perumahan yang terletak di kawasan Pataruman, Bandung Barat. Tujuan dari kegiatan bakti ini adalah untuk membantu warga mencegah penyebaran COVID-19. Virus corona yang saat ini terus ada bersama kita, mengharuskan setiap masyarakat untuk dapat menjaga dan berusaha mencegah penularan COVID-19. Penyebarannya bisa melalui sentuhan media yang sama. Universitas Komputer Indonesia melalui kegiatan pengabdian masyarakat ingin memberikan bantuan berupa alat cuci tangan portable otomatis yang dapat digunakan warga sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. Sebelumnya pihak Universitas Komputer Indonesia dalam hal ini pelaksana pengabdian telah melakukan survei dan observasi terkait dengan kondisi di Griya Pataruman Asri. Selain dengan memberikan bantuan berupa alat cuci tangan portable otomatis yang diberikan, warga juga akan diberikan pelatihan dan pemahaman terkait dengan penggunaan alat tersebut. Dengan dibuatnya alat cuci tangan otomatis, menjadi salah satu upaya dalam mencegah penularan virus corona yang disebabkan oleh sentuhan yang sama pada media tertentu.Abstract: Griya Pataruman Asri 3 is one of the housing located in pataruman area, West Bandung. The purpose of this devotional activity is to help citizens prevent the spread of COVID-19. The coronavirus that currently continues to exist with us, requires every community to be able to maintain and try to prevent the transmission of COVID-19. The spread can be through the same media touch. Universitas Komputer Indonesia through community service activities wants to provide assistance in the form of automatic portable hand washing tools that can be used by citizens as an effort to prevent the transmission of COVID-19. Previously, the Indonesian Computer University in this case the implementation of the service has conducted surveys and observations related to the conditions in Griya Pataruman Asri. In addition to providing assistance in the form of automatic portable hand washing equipment provided, residents will also be given training and understanding related to the use of such tools. With the creation of automatic hand washing equipment is expected to be one of the efforts in preventing the transmission of the corona virus caused by the same touch on certain media.
Edukasi Kanker Payudara Pada Wanita di Desa Singkil Wetan, Kecamatan Ngombol, Purworejo Dwi Kartika Rukmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 2: Mei (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i2.361

Abstract

Abstrak: Kanker payudara (KP) merupakan kanker dengan insiden tertinggi untuk semua jenis kanker di Indonesia. KP di Indonesia seringkali ditemukan sudah dalam stadium lanjut dan sudah sulit untuk dilakukan pengobatan. Tindakan skrining dini perlu dilakukan untuk mendeteksi sel-sel abnormal sebelum berkembang menjadi kanker yang mematikan. Sebelum menuju kearah skrining kanker payudara, masyarakat perlu untuk diberikan pemahaman terkait dengan KP, hal ini dikarenakan pemahaman yang rendah dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap peningkatkan kejadian KP. Edukasi KP dilakukan pada wanita di Desa Singkil Wetan untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil kegiatan edukasi mendapatkan bahwa nilai pretest sebelum edukasi rata rata 51,5± 4,95 dengan nilai minimal-maksimal adalah 43-61.  Setelah diberikan edukasi didapatkan ada perbedaan signifikan (pv:0,000) untuk tingkat pengetahuan KP dibandingkan dengan tingkat pengetahuan sebelum mendapatkan edukasi. Dimana nilai posttest didapatkan rata rata 58,7 ±3,78 dengan nilai minimal-maksimal adalah 46-62. Kategorisasi tingkat pengetahuan sebelum edukasi didapatkan sebanyak 53,8% peserta berada pada kategori sedang. Setelah edukasi, sebesar 96,2% peserta berada dalam kategori tinggi untuk tingkat pengetahuan terkait kanker payudara.Abstract: Breast cancer (BC) is cancer with the highest incidence in Indonesia. BC is often found in an advanced stage and is already in a problematic condition for treatment. Early detections need to detect abnormal cells earlier before they develop into deadly cancer. Before heading towards BC screening, someone needs to understand BC itself; because low understanding can contribute to the increasing of BC incidence. BC education was carried out on women in Singkil Wetan Village to determine the level of knowledge before and after being given education. The educational activity found that the average pretest score before education was 51.5 ± 4.95 with a minimum-maximum score of 43-61. After being given education, it was found that there was a significant difference (PV: 0.000) for the level of KP knowledge compared to the level of knowledge before receiving education. The post-test score obtained an average of 58.7± 3.78 with a minimum-maximum score of 46-62. The categorization of the level of knowledge before education was found that 53.8% of participants were in the medium category. After education, 96.2% of participants were in the high category for knowledge related to breast cancer.
Peningkatan Literasi Pasar Modal pada Mahasiswa (1st Step to Entry Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia) Rachma Agustina
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 2: Mei (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i2.358

Abstract

Abstrak: Kondisi yang terjadi pada pasar modal Indonesia saat berhadapan dengan masa krisis karena pandemi dari permulaan 2020 hingga 2021 akhir telah menunjukkan kecenderungan meningkatnya investor dengan signifikan. Penyebab utama dari terjadinya hal tersebut adalah banyaknya kebijakan yang telah dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan guna mendorong peningkatan dan bertahannya emiten di Bursa Efek Indonesia. Dukungan dari pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional juga tidak tanggung-tanggung dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang sejalan dengan kebijakan OJK. Peningkatan jumlah investasi pada pertengahan sampai akhir 2021 menunjukkan bahwa pasar modal menjadi alternatif untuk memperoleh pendapatan selain juga untuk berinvestasi jangka panjang. Sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia melaksanakan acara-acara guna memberikan pengenalan dan peningkatan literasi mahasiswa pada pasar modal. Acara dilaksanakan dengan peserta dari kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa pada semester awal di Fakultas Ekonomi, bertujuan untuk membangun kelompok yang berfocus pada pasar modal, sekaligus sebagai wahana pembelajaran di bidang investasi. Setelah dilaksanakan kegiatan, antusiasme mahasiswa terhadap keberadaan Galeri Investasi meningkat, tampak dari penambahan keikutsertaan mahasiswa dalam Kelompok Studi Pasar Modal, juga pergerakan positif pembukaan akun RDN baru di GI BEI.Abstract: The conditions in Indonesian capital market when dealing with a crisis period due to the pandemic from the beginning of 2020 to the end of 2021 have shown a significant trend of increasing investors. The main cause of this happening is the many policies that have been made by the Financial Services Authority to encourage the increase and persistence of issuers on the Indonesia Stock Exchange. Support from the government for the recovery of the national economy is also not half-hearted by issuing economic policies that are in line with OJK policies. The increase in the number of investments in mid to late 2021 shows that the capital market is an alternative for earning income as well as for long-term investment. In line with the government's program to encourage the recovery of the national economy, the Indonesia Stock Exchange Investment Gallery holds events to introduce and increase student literacy in the capital market. The event was held with participants from among students, especially students in the first semester at the Faculty of Economics, aiming to build a group that focuses on the capital market, as well as a vehicle for learning in the investment sector. After the activity was carried out, students' enthusiasm for the existence of the Investment Gallery increased, as seen from the participation of students in the Capital Market Study Group, as well as the positive movement of opening a stock account at the IDX GI.
Edukasi Kesehatan dan Bakti Sosial di masa pandemi COVID-19 dan Pasca Badai Seroja di Desa Lelogama-Amfoang Selatan Kabupaten Kupang Arman Rifat Lette; James Adam Seo; Vinsensius Belawa Lemaking; Rosina Kardina Kidi Hurek; Mili Arthanedi Jumetan; Maryati Agustina Barimbing
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 2: Mei (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i2.296

Abstract

Abstrak: Infeksi Coronavirus (SARS-CoV-2) atau COVID-19 masih terus terjadi hingga saat ini. Coronavirus menyebabkan angka kematian/ mortalitas yang tinggi. Disaat badai pandemi belum berlalu masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditimpa bencana badai siklon tropis Seroja yang terjadi pada awal April 2021. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang Kesehatan khususnya COVID-19 serta membantu meringankan penderitaan masyarakat akibat pandemi COVID-19 dan badai seroja yang terjadi di NTT. Metode pengabdian yang dilakukan adalah bakti sosial dengan kegiatannya berupa penyuluhan Kesehatan tentang Kesehatan reproduksi dan vaksinasi COVID-19, pembagian bahan makanan, pembagian bahan bangunan bagi keluarga yang terdampak badai seroja, pembagian pakaian layak pakai serta pemeriksaan dan pengobatan gratis.  Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan  selama 3 hari, pada hari Jumat-Minggu, 23-25 April 2021 yang berpusat di gedung Gereja Pniel Lelogama-Amfoang Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan sebanyak 35 mahasiswa Universitas Citra Bangsa (UCB). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan banyak pihak yang mendukung, baik itu dari pihak kampus maupun pihak ketiga. Ketua Majelis dan Masyarakat menerima dengan senang hati, antusias mengikuti kegiatan dan berterima kasih atas rangkaian kegiatan yang telah dilakukan.Abstract: Coronavirus infection (SARS-CoV-2) or COVID-19 is still happening today. Coronavirus causes a high mortality/mortality rate. When the pandemic storm has not passed, the community in NTT Province must experience the tropical cyclone Seroja which occurred in early April 2021. The purpose of community service is to educate the public about Health, especially COVID-19 and help ease the suffering on the community due to the COVID-19 pandemic and the Seroja storm that occurred in NTT. The method of service carried out is social service with activities in the form of health counseling on reproductive health and COVID-19 vaccination, distribution of food ingredients, distribution of building materials for families affected by the seroja storm, distribution of suitable clothing and free examination and treatment. This service activity is carried out on Friday-Sunday, 23-25 April 2021 and is centered in the Peniel Lelogama-Amfoang Selatan Church building. This community service activity also involved 35 UCB students. This community service activity can run well. Many parties support this service activity, both from the campus and third parties. The Chairperson of the Assembly and the Community welcomes, enthusiastic in activities, and is grateful for the series of activities that have been carried out.
Evaluation of the Effectiveness of Technology Transfer in the Process of Wood Crafts for Workers with Disabilities Sugiono Sugiono; Bayu Rahayudi; Rudianto Raharjo; Dwi H Sulistyarini; Slamet Thohari; Nur M. F. Dinia; Qoid A Fadhlurrahman; Safa S Istafada
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 2: Mei (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i2.347

Abstract

Technological changes are important to increase productivity, quality of products produced, and provide safety and health for workers. The purpose of this paper is to evaluate the application of wood craft machinery technology by persons with disabilities. The first step is an initial survey of the existing wood craft production process, which related to the equipment used, work methods, and work results (productivity and quality) as well as the level of accidents or health problems at work. Small enterprises for disabled workers were used as research objects to check the impact of technological changes on the production process. Changes in technology used in the form of cutting machine, carving chisel, small CNC machine, smoothing machine, and paint machine (finishing process). The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) was adopted to approach the assessment of the impact of the technology implementation of the wood carving process. Data was collected through several activities such as interviews and direct observation. The success measurement parameters were divided into several main points, including performance, effort, user behavior, experience, facility design, environmental impact, and the level of worker safety or health. In short, it can be said that technology can improve the quality and productivity of work for disabled workers while still paying attention to the ergonomic value of the human-machine relationship at the right workstation.
Sosialisasi Program Cerdik Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Udin Rosidin; Witdiawati Witdiawati; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.545

Abstract

Abstrak: Saat ini penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar dari seluruh kasus kematian yang terjadi di seluruh dunia. Peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular di masa mendatang diproyeksikan akan terus terjadi akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan media promosi kesehatan tentang pencegahan penyakit tidak menular dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tidak menular melalui program cerdik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pemasangan media promosi berupa spanduk program cerdik dan komunikasi kelompok untuk membahas pesan pesan dalam spanduk.  Hasil kegiatan menunjukkan terpasangnya media promosi program cerdik di 3 (tiga) titik strategis dan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 23 point. Dengan terpasangnya spanduk program cerdik di 3 titik yang mudah untuk dibaca akan berdampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat. Rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan kegiatan sosialisasi adalah sebesar 67 dan setelah dilakukan sosialisasi meningkat menjadi 90 point. Peningkatan 23 point pengetahuan masyarakat tentang cara melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular akan berdampak pada pemahaman masyarakat dalam melaksanakan perilaku pencegahan penyakit tidak menular.Abstract: Currently, non-communicable diseases are the biggest cause of death from all deaths that occur worldwide. The increase in deaths from non-communicable diseases in the future is projected to continue to occur due to changes in human behavior and the environment that tend to be unhealthy. The purpose of this activity is expected to increase health promotion media about prevention of non-communicable diseases and increase public knowledge about prevention of non-communicable diseases through smart programs. The method used to achieve this goal is to carry out promotional media installation activities in the form of clever program banners and group communication to discuss the messages in the banners. The results of the activity showed that clever program promotion media were installed at 3 (three) strategic points and an increase in the average value of public knowledge before and after health education was carried out by 23 points. By installing clever program spanduks at 3 points that are easy to read, it will have an impact on increasing public knowledge. The average value of community knowledge before the socialization activity was carried out was 67 and after the socialization was carried out it increased to 90 points. An increase in 23 points of public knowledge on how to prevent non-communicable diseases will have an impact on public understanding in implementing non-communicable disease prevention behaviors. 
Edukasi Menjaga Kesehatan Fisik Dan Mental Saat Siswa Menjalani Study From Home Udin Rosidin; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Furkon Nurhakim; Kosim Kosim
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.456

Abstract

Abstrak: Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam proses belajar mengajar adalah ditetapkannya Study from Home. Dampak yang dirasakan oleh siswa dari kebijakan tersebut adalah dampak positif maupun dampak negatif(Fatimah and Puspaningtyas 2020). Permasalahan yang muncul sebagai dampak negatif dari sistem pembelajaran study from home diantarnya  adalah gangguan fisik maupun psikis yang kerap kali dirasakan siswa. Kesehatan fisik dan psikis adalah dua hal penting yang saling berkaitan dan harus dikelola secara seimbang. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sehingga diharapkan adanya peningkatan perilaku kesehatan baik fisik dan psikologis  selama melaksanakan Study from Home. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada siswa. di SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 29,28 point.  Rata rata nilai pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan sebesar 66,07 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 95,35. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa tentang cara mengatasi gangguan kesehatan saat menjalani study from home maka akan berdampak pada perlaku siswa untuk melakukan hidup sehat.Abstract: The Large-Scale Social Restriction Policy in the teaching and learning process is the stipulation of Study from Home. The impact felt by students from the policy is a positive impact as well as a negative impact. Problems that arise as a negative impact of the study from home learning system include physical and psychological disorders that are often felt by students. Physical and psychological health are two important things that are interrelated and must be managed in a balanced way. The purpose of this activity is to increase students' knowledge about the importance of maintaining physical and mental health so that it is hoped that there will be an increase in both physical and psychological health behavior while carrying out Study from Home. The method used to achieve this goal is to carry out health education activities for students. at SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. The results of the activity showed an increase in the average value of students' knowledge before and after health education was carried out by 29.28 points. The average value of knowledge before health education is 66.07 and the average value of knowledge after health education is 95.35. With the increasing knowledge of students about how to overcome health problems when undergoing study from home, it will have an impact on student behavior to lead a healthy life.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tenun dengan Teknik Patchwork bagi Komunitas Pengrajin Tenun Diah Mahmuda; Winda Apriani; Ee Zurmansyah; Pande Putu Agus Santoso
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.490

Abstract

Abstrak: Kerajinan tenun merupakan salah satu produk unggulan industri mikro masyarakat Desa Sumber Harapan, Kabupaten Sambas. Sudah sejak lama limbah kain tenun dibiarkan menumpuk di gudang atau dibakar sehingga menimbulkan asap dan gas yang mencemari lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan transfer ilmu dan wawasan terkait dengan pemanfaatan limbah kain tenun sambas yang dapat diolah kembali menjadi produk baru bernilai jual dengan teknik patchwork. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah komunitas pengrajin tenun dari Desa Sumber Harapan, Kabupaten Sambas. Metode pelaksanaan pengabdian berupa sosialisasi program kepada mitra, membagi mitra menjadi kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang dan membagikan alat dan bahan serta modul. Materi pelatihan berupa teknik dasar patchwork, dimulai dari pemilihan kain, penghitungan kebutuhan kain, pembuatan cetakan pola, pemindahan pola ke kain, pemotongan kain, pembuatan HST (half square triangle) dan flying geese, penjahitan potongan kain, perataan kampuh, penjahitan barisan blok, pembuatan bingkai (border) hingga pembuatan sambungan antarblok (sashing). Selanjutnya seluruh mitra dibimbing untuk praktik secara mandiri dan mengerjakan proyek kelompok. Hasilnya mitra mampu mengaplikasikan ilmu dan mengembangkan keterampilannya dalam memanfaatkan dan mengolah limbah kain tenun menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi seperti foodmat, placemat, alas kulkas, dan totebag. Aneka kreasi produk yang dihasilkan kedepannya diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para pengrajin tenun Desa Sumber Harapan.Abstract: Weaving craft was one of the superior products of the micro-industry community of Sumber Harapan Village, Sambas Regency. For a long time, woven fabric waste has been allowed to accumulate in warehouses or be burned, causing smoke and gases that pollute the environment. The purpose of this community service activity was to provide knowledge transfer and insight related to the utilization of sambas woven waste which can be reprocessed into new products using patchwork techniques. Partners in this service activity were the community of weaving craftsmen from Sumber Harapan Village, Sambas Regency. The method of community services implementation was socializing the program to partners, dividing partners into small groups consisting of 4-5 people and distributing tools, materials and modules. The training materials are in the form of basic patchwork techniques, starting from fabric selection, calculating fabric needs, making pattern prints, transferring patterns to fabric, cutting fabric, making HST (half square triangle) and flying geese, sewing pieces of fabric, smoothing seams, sewing block rows, making frames (borders) to making connections between blocks (sashing). Furthermore, all partners are guided to practice independently and work on group projects. As a result, partners can apply their knowledge and develop their skills in utilizing and processing woven waste into various products of economic value such as food mats, placemats, refrigerator mats, tote bags, and masks. The various product creations produced are expected to be a source of additional income for the weaving craftsmen of Sumber Harapan Village.
Pengenalan dan Pelatihan Augmented Reality untuk Pemberdayaan Masyarakat Digital pada Komunitas Bogor Mengabdi Hilda Rachmi; Rachmat Suryadithia; Abdul Hamid; Putie Maharani Basa
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.454

Abstract

Abstrak: Augmented Reality (AR) digunakan untuk pembelajaran maupun permainan anak-anak. Para penggunanya dapat berinteraksi real time. Augmented Reality memberikan pengalaman kepada pengguna untuk berinteraksi dengan konten virtual di dunia nyata. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai Augmented Reality, maka dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui webinar dengan tema pengenalan dan pelatihan pembuatan aplikasi Augmented Reality. Peserta pengabdian kepada masyarakat ini adalah anggota Komunitas Bogor Mengabdi dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan praktik pembuatan Augmented Reality. Pada akhir kegiatan disampaikan angket untuk mengetahui perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian masyarakat, serta menguji keberhasilan kegiatan bagi peserta dalam mendapatkan pengetahuan Augmented Reality melalui transfer pengetahuan, penguasaan materi, kejelasan penyampaian materi, dan ketepatan alokasi waktu. Dari hasil penyebaran angket didapatkan rata-rata persentase pemahaman peserta mengenai Augmented Reality sebelum kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah lebih kecil dari 10 persen dan setelah kegiatan meningkat menjadi 96,42%. Luaran kegiatan ini dapat membantu dalam membentuk masyarakat digital, khususnya anggota Komunitas Bogor Mengabdi yang memiliki pemahaman mengenai Augmented Reality dan pembuatannya.Abstract: Augmented Reality (AR) is used for learning and children's games. The users can interact in real time. Augmented Reality provides users with an experience to interact with virtual content in the real world. With the aim of increasing participants' understanding of Augmented Reality, community service is carried out through webinars with the theme of introduction and training in making Augmented Reality applications. Participants in this community service are members of the Bogor Mengabdi Community using the lecture, demonstration, and practice of making Augmented Reality. At the end of the activity, it was presented to find out the differences in the knowledge of the participants before and before community service, as well as to test the success of the participants in gaining knowledge through knowledge transfer, mastery of material, giving materials, and time allocation. From the results of the questionnaire distribution, it was found that the average percentage of participants' understanding of Augmented Reality before this community service activity was less than 10 percent and after the activity increased to 96.42%. The output of this activity can help in shaping a digital society, especially members of the Bogor Serving Community who have an understanding of Augmented Reality and its creation.

Page 10 of 16 | Total Record : 158