cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 158 Documents
Pemanfaatan Record Macro dalam Pembuatan Formulir Entri Data sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Siswa/I SMK Andri Widianto; Dewi Kartika; Yeni Priatna Sari; Elang Bimantoro
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.465

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan ini adalah memberikan tambahan keterampilan lulusan khususnya dalam membuat formulir entri data menggunakan record macro sehingga proses penginputan serta perhitungan data yang biasa dilakukan secara berulang sudah terotomatisasi dan berdampak pada kemudahan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan keterampilan komputer dengan praktik langsung di laboraturium komputer SMK Islam Nusantara Comal. Keterampilan dalam menggunakan Microsoft office (word, excell, ppt, dsb)  merupakan suatu keharusan dalam menunjang kemampuan di lingkungan kerja. Siswa perlu dikenalkan dan dilakukan pendampingan intens khususnya dalam pemanfaatan fitur dalam microsoft excel baik macro vba ataupun record macro sehingga siswa/I tersebut dikemudian hari merasakan kemudahan dalam menjalankan pekerjaannya. Berdasarkan hasil penilaian atas kasus yang diberikan menunjukan bahwa dari 25 siswa yang mengikuti kegiatan mendapatkan nilai 80-100 sekitar 19 siswa kemudian untuk nilai 70-80 sekitar  4 siswa dan 60-70 hanya 2 siswa sedangkan yang mendapatkan nilai kurang dari 60 tidak ada. Hal ini menandakan bahwa pemaparan materi dan pelatihan yang disampaikan oleh kedua pemateri dikatakan sukses.Abstract: The purpose of this activity is to provide additional graduate skills, especially in creating data entry forms using record macros, so that the process of inputting and calculating data that is usually done repeatedly has been automated and has an impact on the ease of completing a job. The form of this community service activity is computer skills training with direct practice in the computer laboratory of SMK Islam Nusantara Comal. Skills in using Microsoft office (word, excel, ppt, etc.) are a must in supporting abilities in the work environment. Students need to be introduced and provide intense assistance, especially in the use of features in Microsoft Excel, both macro vba or record macros so that the student will feel easy in carrying out his work in the future. Based on the results of the assessment of the cases given, it shows that of the 25 students who took part in the activity, 19 students got a score of 80-100, then for a score of 70-80 around 4 students and 60-70 only 2 students while those who got a score of less than 60 did not exist. This indicates that the presentation of the material and training delivered by the two presenters is said to be a success.
Psikoedukasi Antisipasi Stres Akademik di Masa Pandemi COVID-19 melalui Seminar Daring Martaria Rizky Rinaldi; Jelang Hardika
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.434

Abstract

Abstrak: Perubahan metode pembelajaran yang awalnya dengan tatap muka di kampus menjadi diberlakukan pembelajaran jarak jauh karena terjadinya pandemi COVID-19 membuat mahasiswa menghadapi beragam tantangan baru. Stres akademik merupakan salah satu kondisi yang dapat dialami mahasiswa di masa pandemi COVID-19 dampak dari perubahan yang terjadi. Stres akademik adalah kombinasi dari tuntutan terkait akademik yang melebihi sumber daya yang tersedia pada individu. Jika stres akademik terjadi pada mahasiswa maka terdapat beragam dampak negatif seperti rendahnya kualitas tidur, kesulitan konsentrasi, dan cemas. Tujuan pengabdian yang dilakukan yaitu melakukan psikoedukasi antisipasi stres akademik melalui seminar daring untuk meningkatkan pengetahuan mengenai stres akademik, penyebab, dampak, cara pengelolaan dan pencegahannya. Seminar daring dilaksanakan dengan media Zoom meeting. Peserta dari psikoedukasi yaitu mahasiswa aktif yang menjalani perkuliahan jarak jauh. Hasil dari proses pelaksanaan kegiatan pengabdian berdampak pada meningkatnya pengetahuan peserta tentang stres akademik dan cara pencegahan dan pengelolaannya yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor pret-test dan Post-test yaitu dari 7,3 menjadi 9,5. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi penting untuk dilakukan kepada mahasiswa.Abstract: The change in learning methods from face-to-face on campus to distance learning due to the COVID-19 pandemic has forced students to face new challenges. Academic stress is one of the conditions that students can experience during the COVID-19 pandemic due to the changes that occur. Academic stress is a combination of academic related demands that exceed the resources available to the individual. If academic stress occurs in students, there are various negative impacts such as poor sleep quality, difficulty concentrating, and anxiety. The purpose of this service is to provide psychoeducation to anticipate academic stress through online seminars to increase knowledge about academic stress, its causes, impacts, how to manage and prevent it. The online seminar is held with the Zoom meeting media. Participants from psychoeducation are active students who undergo distance learning. The results of the process of implementing community service activities have an impact on increasing participants' knowledge about academic stress and how to prevent and manage it. This shows that it is important to provide education to students.
Implementasi Pelayanan Medis dan Bantuan Obat kepada Warga Terdampak Banjir di Desa Labansari Nisa Nurhidayanti; Arum Tarina; Emmelia Tan; Dadang Heri Kusumah; Tri Ngudi Wiyatno; Edi Widodo
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.528

Abstract

Abstrak: Kabupaten Bekasi merupakan kabupaten yang mengalami musibah banjir pada Sabtu, 20 Februari 2021, musibah ini telah melanda 17 kecamatan dan 40 desa dengan ketinggian air antara 40 – 150 sentimeter. Hal ini disebabkan karena intensitas curah hujan yang tinggi, meluapnya beberapa aliran sungai sebagai akibat dari berkurangnya lahan hijau dan meningkatnya pembangunan. Dampak negatif pasca banjir adalah kotornya rumah warga akibat lumpur yang harus segera dibersihkan, beberapa kerugian material dan munculnya beberapa penyakit akibat banjir yaitu penyakit kulit dan diare. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ( PkM) ini bertujuan untuk memberikan bantuan pelayanan medis dan obat-obatan kepada warga yang terdampak banjir. Kegiatan PkM ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil PkM menunjukkan sebanyak 12,18% warga yang berobat dengan keluhan penyakit kulit dan diare; batuk flu sebanyak 35,90%; darah tinggi sebanyak 11,54% ; diabetes, asam urat dan kolesterol sebanyak 27,56% dan lain-lain sebanyak 12,82%. Dampak positif dari PkM ini yaitu terlaksananya program pelayanan medis dan bantuan obat-obatan yang dapat membantu meringankan beban ekonomi warga dalam melakukan pengobatan gratis, kemudahan akses dan pelayanan yang baik dari petugas yang ramah.Abstract: Bekasi Regency is a district that experienced floods on Saturday, February 20, 2021, this disaster hit 17 sub-districts and 40 villages with air altitudes between 40-150 centimeters. This is due to high rainfall, excessive rainfall, multiple river flows as a result of reduced green land and development. negative post-flood are residents' houses due to mud that must be cleaned immediately, some material losses and the emergence of several diseases due to flooding, namely skin diseases and diarrhea. This community service activity (PKM) aims to provide medical services and medicines to residents in the form of floods. This PkM activity is divided into 3 stages, namely the planning stage, the implementation stage and the evaluation stage. The results of the PkM show that as many as 12.18% of residents who seek treatment with complaints of skin diseases and diarrhea; cough flu as much as 35.90%; high blood pressure as much as 11.54%; diabetes, uric acid and cholesterol as much as 27.56% and others as much as 12.82%. The positive impact of this PkM is the implementation of a medical service program and medical assistance that can help ease the economic burden of residents in providing free treatment, easy access and good service from friendly officers.
Pembangunan Lantai Jemur Pupuk Kompos bagi Kelompok Tani Songgo Mulyo pada Kabupaten Langkat Guna Meningkatkan Produktivitas Nofriadi Nofriadi; Dina Tri Septiningtiyas; Mizanuddin Sitompul; Samiran Samiran
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.350

Abstract

Abstrak: Pupuk sangat diperlukan tanaman agar bisa tumbuh subur. Dibanding pupuk kimiawi, petani di Kelompok Tani Songgo Mulyo Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat lebih memilih pupuk kompos karena banyak keunggulan. Pupuk kompos karena berasal dari limbah organik sehingga aman untuk tanaman. Pupuk kompos juga relatif mudah pembuatannya. Kelompok Tani Songgo Mulyo mulai memproduksi pupuk kompos sejak tahun 2017. Karena memang fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas sehingga mengurangi produktifitas pupuk kompos yang seharusnya bisa ditingkatkan. Dalam pengolahan sehari-hari, kelompok tani menggunakan bangunan sederhana dan untuk penjemuran menggunakan lantai tanah. Penjemuran bahan pupuk kompos pada lantai tanah tentu tidak efektif dalam mengurangi kadar air, terutama saat musim hujan. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini berupa pembangunan lantai jemur sebagai tempat penjemuran bahan pupuk kompos di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar airnya. Pelaksanaan dimulai dengan pengukuran dan pemasangan bowplank, kemudian pembersihan dan perataan tanah/lahan, pemasangan pondasi batu kali keliling, pengurugan dan pemadatan tanah/lahan, pengurugan dengan pasir urug di atas lapisan tanah urug setebal 5 cm, pengecoran beton rabat 1pc : 3ps : 5kr, tebal 10 cm, dan finishing lantai dengan acian pc. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah lantai jemur ukuran 5 x 10 m. Setelah kegiatan pengabdian, penjemuran limbah organik dilakukan pada lantai jemur yang telah dibangun dan hanya membutuhkan 1 hari saja untuk mendapatkan kekeringan yang diinginkan, dimana sebelum kegiatan, pengeringan membutuhkan waktu ± 2 hari.Abstract: Fertilizer is necessary for plants to thrive. Compared to chemical fertilizers, farmers in the Songgo Mulyo Farmer Group, Sidomulyo Village, Stabat District, Langkat Regency prefer compost because of its many advantages. Compost because it comes from organic waste so it is safe for plants. Compost is also relatively easy to make. The Songgo Mulyo Farmer's Group started producing compost since 2017. Because the available facilities are still very limited, thus reducing the productivity of compost which should be increased. In daily processing, farmer groups use simple buildings and for drying use earthen floors. Drying compost material on the ground floor is certainly not effective in reducing water content, especially during the rainy season. The solution offered in this activity is the construction of a drying floor as a place for drying compost material under the sun to reduce its water content. The implementation begins with measuring and installing the bow plank, then cleaning and leveling the soil/land, installing a stone foundation around the river, backfilling and compacting the soil/land, backfilling with backfill sand on top of a 5 cm thick layer of backfill, casting concrete rebates 1pc : 3ps : 5kr , 10 cm thick, and floor finishing with PC repair. The result of this activity is a drying floor measuring 5 x 10 m. After the devotion, drying of organic waste is carried out on the drying floor that has been built and only takes 1 day to get the desired dryness, where before the devotion, drying takes ± 2 days.
Diseminasi Teknologi Pengolahan Pakan Fermentasi Guna Meningkatkan Kemandirian Pakan di Kelompok Tani Ternak Subur Berkah Nur Widodo; Roni Yulianto; Himmatul Khasanah
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.484

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian Kemitraan ini bermitra dengan Kelompok Tani Ternak Subur Berkah yang berada di Desa Sulek, Kecamatan Telogosari, Kabupaten Bondowoso. Beberapa permasalahan mitra yang dirumuskan berdasarkan hasil forum group discusion (FGD) yang dilakukan pada tanggal 1 Maret 2021 adalah: ketersediaan hijauan pakan ternak (rumput unggul dan leguminosa) masih sangat sedikit, kelangkaan pakan di musim kemarau mengakibatkan produktivitas ternak menurun, pemeliharaan ternak masih dilakukan secara tradisional dan belum memenuhi standar oprasional pemeliharaan ternak yang baik, kontruksi dan letak kandang belum mendukung produktivitas dan kesehatan ternak, limbah ternak belum dimanfaatkan dan mempunyai potensi mencemari lingkungan air, tanah, dan udara serta rendahnya pengetahuan peternak tentang panen dan pasca panen hasil ternak. Solusi dan pemecahan masalah yang akan dilakukan mulai dari: Menyelenggarakan sosialisai program, pelatihan dan praktek penanaman hijauan pakan ternak unggul, pelatihandan praktek teknologi pengolahan pakan fermentasi,pelatihan dan praktek manajeman budidaya ternak, pelatiahan manajeman pengolahan limbah, pembuatan kandang kelompok, dan pelatihan penguatan kelembagaan dan akses pasar. Target dari kegiatan ini yaitu pemberdayaan petani peternak untuk mampu mengidentifikasi bahan pakan lokal, menanam hijauan pakan ternak unggul, menerapkan teknologi pengolahan pakan fermentasi, manajemen budidaya yang tepat, dan pengelolaan ternak dilakukan dikandang kelompok. Luaran dari program ini yaitu dapat mengaplikasikan beberapa aspek dibidang pengabdian masyarakat khususnya terkait peternakan, antara lain sebagai berikut: (a) adopsi teknologi pakan fermentasi, (b) kemandirian pakan, (c) pemeliharaan ternak di kandang kelompok.Abstract: The Partnership Service Program partners with the Berkah Subur Livestock Farmer Group located in Sulek Village, Telogosari District, Bondowoso Regency. Several partner problems were formulated based on the results of the forum group discussion (FGD) conducted on March 1, 2021, namely: the availability of forage fodder (high-yielding grass and legumes) is still very small, feed scarcity in the dry season results in decreased livestock productivity, livestock rearing is still carried out traditionally and have not met the operational standards of good livestock maintenance, construction and location of the cages have not supported the productivity and health of livestock, livestock waste has not been utilized and has the potential to pollute the water, soil and air environment as well as the low knowledge of farmers about harvesting and post-harvesting livestock products. Solutions and problem solving that will be carried out starting from: Organizing program socialization, training and practice of planting superior forage forage, training and practice of fermented feed processing technology, training and practice of livestock cultivation management, training on waste management management, making group cages, and strengthening training institutions and market access. The target of this activity is to empower farmers to be able to identify local feed ingredients, plant superior forage forage, apply fermented feed processing technology, proper cultivation management, and livestock management is carried out in group cages. The output of this program is that it can apply several aspects in the field of community service, especially related to animal husbandry, including the following: (a) adoption of fermented feed technology, (b) feed independence, (c) livestock rearing in group cages.
Program Donasi Hand Sanitizer untuk Masyarakat di Desa Jatireja Kabupaten Bekasi Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Nisa Nurhidayanti; Miftakul Huda; Erina Rulianti; Nani Hartati
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.437

Abstract

Abstrak: Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah penyebaran virus COVID-19 adalah dengan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menyebabkan kebutuhan hand sanitizer yang mengalami peningkatan. Ketersediaan hand sanitizer yang terbatas dan tingginya permintaan masyarakat menyebabkan peningkatan harga jual hand sanitizer. Oleh karena itu perlu inisiatif akademisi bekerjasama dengan masyarakat dalam memproduksi hand sanitizer dengan formula yang tepat untuk mendapatkan produk hand sanitizer yang efektif dalam mengurangi penyebaran virus COVID-19. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan kontribusi pemanfaatan produk hasil penelitian dosen yang dimanfaatkan oleh masyarakat di desa jatireja dalam mencegah penyebaran jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 serta untuk mensosialisasikan bagaimana proses pembuatan hand sanitizer yang sesuai standar WHO. Metode pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi tiga tahap kegiatan yaitu persiapan bahan dan alat untuk membuat hand sanitizer, proses pembuatan hand sanitizer dan proses distribusi produk hand sanitizer yang dihasilkan kepada warga masyarakat di desa Jatireja. Kegiatan PkM dosen dan mahasiswa dalam pembagian hand sanitizer kepada masyarakat di desa Jatireja berjalan dengan lancar dan tertib serta mendapatkan dukungan penuh dari perangkat desa, lembaga pemberdayaan masyarakat, masyarakat desa Jatireja, civitas akademika dan Yayasan Pelita Bangsa. Abstract: One of the efforts that can be made to prevent the spread of the COVID-19 virus is to use hand sanitizers before and after carrying out activities. The increase in the number of confirmed cases of COVID-19 has led to an increase in the need for hand sanitizers. The limited availability of hand sanitizers and high public demand have led to an increase in the selling price of hand sanitizers. Therefore, it is necessary to take the initiative of academics in collaboration with the community in producing hand sanitizers with the right formula to get hand sanitizer products that are effective in reducing the spread of the COVID-19 virus. The purpose of this community service is to contribute to the use of lecturer research products that are utilized by the community in Jatireja village in preventing the spread of the number of confirmed cases of COVID-19 and to socialize how the process of making hand sanitizers is according to WHO standards. This community service method is divided into three stages of activity, namely the preparation of materials and tools to make hand sanitizers, the process of making hand sanitizers and the process of distributing hand sanitizer products produced to residents in Jatireja village. The PkM activities of lecturers and students in distributing hand sanitizers to the community in Jatireja village went smoothly and orderly and received full support from village officials, community empowerment institutions, Jatireja village communities, the academic community and the Pelita Bangsa Foundation.
Penerapan Pemeriksaan Psikologis pada Anak Berkebutuhan Khusus untuk Memaksimalkan Potensi Vrisaba, Nanda Audia; Anggara, Onny Fransinata; Satiningsih, Satiningsih
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fenomena yang masih sering dijumpai di sebagian besar sekolah adalah adanya siswa yang tertinggal. Guru dan orang tua tidak mengetahu secara pasti hambatan yang dihadapi anak, sehingga mereka juga tidak mengetahui pengasuhan dan pembelajaran yang tepat untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki anak berkebutuhan khsuus. Oleh karena itu, pemeriksaan psikologi yang diberikan bertujuan untuk mengetahui hambatan perkembangan yang dihadapi oleh siswa. Metode yang dilakukan melakukan pemeriksaan psikologis menggunakan wawancara pada siswa, guru, dan beberapa orang tua, observasi pada siswa, dan juga beberapa alat tes psikologi. Hasil dari pemeriksaan psikologis akan memberikan saran dan rekomendasi untuk mengembangkan siswa sesuai dengan kebutuhannya. Pemeriksaan psikologis diberikan kepada 17 siswa yang telah melalui proses skrining dari masing-masing guru kelasnya. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar, yaitu 59% siswa mengalami hambatan dalam intelektual, 52% hambatan dalam sosial, serta 41% hambatan dalam aspek membaca dan menulis, dan 47%  hambatan dalam motorik halus. Beberapa saran dan rekomendasi yang diberikan, salah satunya adalah pembuatan Program Pembelajaran Individual (PPI) yang disusun berbeda dengan siswa lainnya untuk menyasar aspek perkembangan yang ingin dicapai oleh masing-masing anak. Hasil juga menunjukkan bahwa guru sekolah dan orang tua mulai memahami bagaimana pola pengasuhan dan juga pembelajaran yang disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan siswa.Abstract: A phenomenon that is often found in most schools is the presence of students who are left behind. Teachers and parents do not know exactly the obstacles faced by children, so they also do not know the right parenting and learning to maximize the potential of children with special needs. Therefore, the psychological examination provided aims to determine the developmental barriers faced by students. The method used is to carry out psychological examinations using interviews with students, teachers, and several parents, observation of students, and also several psychological test tools. The results of the psychological examination will provide suggestions and recommendations for developing students according to their needs. Psychological examinations were given to 17 students who had gone through the screening process from their respective class teachers. The results showed that the majority, namely 59% of students experienced intellectual barriers, 52% social barriers, and 41% had difficulties in aspects of reading and writing, and 47% had fine motor skills. Several suggestions and recommendations were given, one of which was the creation of an Individual Learning Program (PPI) which was structured differently from other students to target the developmental aspects that each child wanted to achieve. The results also show that school teachers and parents are beginning to understand how parenting and learning patterns are adapted to each student's needs.
Peningkatan Pengetahuan Pembuatan Pakan Sapi dari Hasil Fermentasi Jerami Padi sebagai Pakan Alternatif menggunakan Metode Ground truth Juniah, Restu; Pebrianto, Rosihan; Asyik, Makmur; Amin, Muhammad
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jerami padi biasanya tidak dimanfaatkan oleh penduduk. Sebagian besar hanya dibuang begitu saja dan hanya sebagian kecil digunakan sebagai pupuk organik. Desa Mangsang merupakan desa yang memiliki sawah dan penduduknya banyak yang memiliki ternak sapi. Ketika musim kemarau, penduduk umumnya mengalami kesulitan dalam menyediakan pakan untuk ternak sapi mereka. Kurangnya pengetahuan dan minimnya akses informasi membuat penduduk setempat tidak begitu mengetahui jika fermentasi jerami padi dapat digunakan sebagai pakan alternatif dan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Tujuan dari pengabdian ini untuk membantu penduduk dalam mempersiapkan pakan alternatif bagi sapi terutama dimusim kemarau. Metode kegiatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan teori dan praktek. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dilakukan dengan cara penyampaian materi kemudian praktek pembuatan. Ground truth merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimana pengetahuan dihasilkan pengalaman bukan dari teori. Hasilnya pemahaman materi yang awalnya hanya 40% menjadi 90% dan praktek yang awal hanya 49% menjadi 100%. Peningkatan yang sangat signifikan ini akibat dari adanya pola pemberian materi yang diikuti langsung dengan praktek sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat lebih mudah dicapai. Memang benar kegiatan seperti ini akan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas penduduk.Abstract: Rice straw is usually not utilized by the population. Most of it is just thrown away and only a small portion is used as organic fertilizer. Mangsang Village has rice fields and many residents own cattle. During the dry season, residents generally experience difficulties in providing feed for their cattle. Lack of knowledge and lack of access to information makes local residents not really know if fermented rice straw can be used as an alternative feed and can be stored for a long time. The purpose of this service is to help residents in preparing alternative feed for cattle, especially in the dry season. The method of activity used is with a theoretical and practical approach. Activities that lasted for 3 days were carried out by delivering material and then practicing making. Ground truth is a method used in this activity where knowledge is generated by experience not from theory. As a result, the understanding of the material which was initially only 40% became 90% and the initial practice was only 49% to 100%. This very significant increase is due to the pattern of providing material followed directly by practice so that the objectives of this activity can be more easily achieved. It is true that activities like this will increase the knowledge and creativity of the population.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting Nurlaela Sari, Dewi; Zisca, Rahma; Widyawati, Widyawati; Astuti, Yuli; Melysa, Melysa
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kondisi kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dari pemberian makan yang tidak didasarkan pada kebutuhan gizi disebut dengan stunting. Kondisi tersebut dimulai sejak bayi didalam kandungan hingga anak berusia dua tahun, stunting dapat terjadi (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016). Stunting pada balita banyak terjadi di Indonesia sebesar 30,8%, menurut data riset kesehatan dasar tahun 2018. Sementara angka stunting di Jawa Barat tetap tinggi pada tahun 2019 (26,21%), terjadi penurunan sebesar 4,89% dari tahun sebelumnya (Layanan digital Jabar, 2022). Salah satu wilayah Provinsi Jawa Barat yang mendokumentasikan prevalensi stunting adalah Kabupaten Bandung. Sebanyak 62 Desa di Kabupaten Bandung menjadi lokasi fokus (lokus) Stunting, yang meliputi desa XXXX. Di komunitas XXXX, 20% anak kecil mengalami stunting. Pengetahuan masyarakat tentang pemberdayaan kesehatan adalah elemen utama yang berkontribusi terhadap masalah ini. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting melalui Pemberdayaan Masyarakat Sehat Anti Stunting. Kelompok usia dengan faktor risiko stunting menjadi fokus kegiatan ini, yaitu remaja putri, anak balita, ibu hamil, dan ibu nifas. Tujuan dari program ini adalah untuk menggali potensi desa dengan mengelola sumber daya gizi yang dibutuhkan oleh potensi alam desa dan potensi sumber daya manusianya, serta meningkatkan kesadaran dan sikap lokal terhadap inisiatif untuk menghindari stunting. Dengan bantuan penyuluhan, lomba membuat makanan sehari-hari anti stunting, dan strategi direct target approach, pelaksanaannya akan berlangsung mulai 11 Juli hingga 15 Agustus 2022 dengan cara yang menarik. Temuan menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, masyarakat dapat menciptakan menu makanan sehari-hari yang memenuhi kebutuhan gizi mereka dan beragam. Hipotesis terkait stunting sedang dipahami dengan lebih baik di masyarakat, yang merupakan hasil lain. Oleh karena itu, diharapkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam secara bijaksana kejadian stunting dapat dikurangi.Abstract: Stunting is a chronic malnutrition issue brought on by long-term insufficient nutrient intake from feeding that is not based on nutrient requirements. From the time the fetus is still in the womb until the kid is two years old, stunting can happen (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2016). Under-five stunting is prevalent in Indonesia at 30.8%, according to basic health research data from 2018. While the stunting rate in West Java remained high in 2019 (26.21%), it did so with a drop of 4.89% from the previous year (Jabar digital service, 2022). One of the regions of West Java Province to document the prevalence of stunting is Bandung Regency. A total of 62 settlements in the Bandung Regency make up the Stunting focal location (Locus), which includes the hamlet of XXXX. In the community of XXXX, 20% of young children are stunted. The public's knowledge of health empowerment is the primary contributing element to the issue. We want to raise people's awareness of stunting through the Anti-Stunting Healthy Community Empowerment. The age group with risk factors for stunting is the focus of this activity, namely teenage girls, children under the age of five, pregnant women, and postpartum. The goal of this program is to discover the village's potential by managing the nutritional resources required by the village's natural potential and the potential of its human resources, as well as by enhancing local awareness of and attitudes toward initiatives to avoid stunting. With the help of counseling, a competition to create anti-stunting daily meals, and a direct target approach strategy, the implementation will take place from July 11 through August 15, 2022, in an appealing manner. The findings demonstrate that by employing available resources, the community can create daily meal menus that both satisfy their nutritional needs and are diverse. Stunting-related hypotheses are being better understood in the community, which is another outcome. Therefore, it is thought that by using natural resource potential wisely, stunting in the hamlet may be reduced.
Pendampingan Pendidik dalam Pengembangan Meaningfull dan Joyfull Learning Berbasis Mathtrail untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Menggunakan Model ADDIE Adawiyah, Robiatul; Prihandini, Rafiantika Megahnia
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi Indonesia emas tahun 2045, maka penting bagi dunia pendidikan melakukan perubahan pola pikir. Guru memiliki peran yang sangat strategis bagi dunia pendidikan. Tantangan pendidikan berkualitas, mengharuskan guru untuk lebih kreatif, inovatif, dan inspiratif. Permasalahan yang ada pada sekolah mitra berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada kepala sekolah serta guru yang ada di KKG 01 kecamatan Panti yaitu pendidik mengeluhkan akan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa. Peran dari seorang guru sangat penting untuk menjembatani cara berfikir siswa SD khususnya untuk memahami hal yang abstrak. Berdasarkan fakta di lapangan, tuntutan tersebut tidaklah selaras dengan kuantitas pendampingan pengembangan kompetensi guru, dimana forum untuk pengembangan kompetensi pedagogic dan professional seorang guru masih sangatlah minim.  Salah satu inovasi model pembelajaran yang memotivasi siswa dan membermaknakan matematika adalah pembelajaran matematika menggunakan Mathtrail. Mathtrail merupakan aktifitas pembelajaran luar ruangan yang mengikuti sebuah rute yang telah dibuat dan siswa menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat pada titik-titik pemberhentian yang ada.Kegiatan pengabdian dengan sasaran pendidik di Kecamatan panti Kabupaten Jember, dikemas dengan menerapkan model pelatihan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation). Berdasarkan hasil pre test dan post test pembelajaran berbasis math trail, rata-rata N-Gain keseluruhan adalah 0,59. Oleh karena pembelajaran berbasis math trail dapat dinterpretasikan Cukup Efektif karena dapat meningkatkan hasil tes yang menjadi tolak ukur mengingkatnya kemampuan penalaran matematis siswa. Dampak dilakukannya pengabdian adalah siswa lebih mudah memahami konsep matematika yang abstrak dengan melakukan pengamatan secara langsung. Pembelajaran menggunakan mathtrail juga membantu meningkatkan literasi dan numerasi siswa.Abstract: In order to realize Indonesia's vision of becoming a golden Indonesia in 2045, it is important for the education to change its mindset. Teachers have a very strategic role for the development of education. The challenge of quality education requires teachers to be more creative, innovative and inspiring. Based on interviews with school principals and teachers in KKG 01 Panti sub-district, the problems that exist in partner schools are that educators complain about the low literacy and numeracy abilities of students. The role of a teacher is very important to bridge the way of thinking of elementary school students, especially to understand abstract things. Based on the facts on the ground, these demands are not in line with the quantity of teacher competency development assistance, where the forum for the development of a teacher's pedagogic and professional competencies is still very minimal. One of the innovative learning models that motivates students and gives meaning to mathematics is learning mathematics using Mathtrail. Mathtrail is an outdoor learning activity that follows a route that has been made and students solve problems found at existing stopping points. Community service activities with the aim of educators in the Panti District of Jember Regency, are packaged by applying the ADDIE (Analysis-Design) training model. -Development-Implementation-Evaluation). Based on the results of the pre test and post test based on math trail learning, the overall average N-Gain is 0.59. Because math trail-based learning can be interpreted as quite effective because it can improve test results which are a benchmark for increasing students' mathematical reasoning abilities. The impact of doing community service is that it is easier for students to understand abstract mathematical concepts by making direct observations. Learning using mathtrail also helps improve student literacy and numeracy,