cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 158 Documents
Penerapan SAK ETAP dalam Pencatatan Laporan Keuangan pada Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember Sari, Erika Novita; Putri, Nadia Azalia; R, Maharani Adie Firyal R; Nisa, Irma Rosidatun
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 2: Agustus (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Laporan keuangan berperan penting dalam mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak eksternal. Proses akuntansi menghubungkan pihak-pihak yang memerlukan informasi keuangan perusahaan. Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember sebelumnya menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Umum, yang memiliki banyak kekurangan seperti kompleksitas yang tinggi, biaya implementasi yang tinggi, dan kurangnya fleksibilitas. Oleh karena itu, perusahaan ini beralih dengan menerapkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam penyajian laporan keuangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi laporan keuangan berbasis SAK ETAP di Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam penerapan SAK ETAP ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dan informasi diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi apakah penerapan SAK ETAP di Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember sudah sesuai dengan standar penulisan SAK ETAP. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam proses pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP.Abstract: Financial statements play an important role in communicating financial information to external parties. The accounting process connects the parties who need corporate financial information. Jember has previously implemented the General Financial Accounting Standards, which have many shortcomings such as high complexity, high implementation costs, and lack of flexibility. Therefore, the company has switched by applying the Financial Accountancy Standards for Non-Public Accountability Entities (SAK ETAP) in the presentation of its financial reports. The purpose of this study is to find out the implementation of the financial report based on SAK ETAP in the Public Company of the District of Kahyangan Jember Farms as well as to identify the pros and cons in the application of this Sak ETAP. The research method used is qualitative with a case study approach. Data and information are obtained through interviews, observations, and documentation. This research is expected to identify whether the application of SAK ETAP in the Public Company of the Kahyangan Jember Agriculture Region is already in line with the standard of writing SEK ETAP. In addition, this research is also expected to address the problems encountered in the process of recording financial reports that correspond to SAK ETAP.
Pelatihan Fungsi Packaging dan Maskot dalam Membangun Image Brand untuk Bisnis F&B dengan Dekaka Shop Saputro, Erwan Adi; Putra, Andre Yusuf Trisna; Pratama, Arista; Nurmawati, Ardika
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 1: February (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dekaka Shop merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang makanan dan minuman (FB) yang beroperasi di Kabupaten Malang, didirikan pada tahun 2015 oleh Bapak Kasmadi. Produk-produk dari Dekaka Shop mencakup berbagai jenis sayur-sayuran segar, rimpang-rimpangan segar, kurma tomat (kurmat), bumbu masak siap pakai, dan sambal botolan. Namun, kendala sumber daya yang terbatas membuat bisnis ini menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemasan yang sesuai dengan kegunaan, desain menarik, bahan ramah lingkungan, dan maskot yang mudah dikenali. Tantangan ini muncul karena kemasan dan maskot yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran merek di kalangan masyarakat. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan pelatihan untuk menyoroti pentingnya kemasan dan maskot dalam membangun citra merek produk FB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kepentingan penggunaan kemasan yang ramah lingkungan, serta untuk menjadikan produk lebih menarik dengan desain kemasan yang baik. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan UKM di Kabupaten Malang. Pelatihan ini dilakukan secara hybrid, menggabungkan metode online dan offline. Pelatihan online diselenggarakan melalui platform Zoom, sementara pelatihan offline dilakukan di lokasi kegiatan. Hasil akhir dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 90% mengenai fungsi kemasan dan maskot dalam bisnis FB, sekaligus meningkatkan kualitas desain kemasan dan maskot untuk produk Dekaka Shop.Abstract: Dekaka Shop is a Small and Medium-sized Enterprise (SME) operating in the food and beverage (FB) sector in Kabupaten Malang, founded in 2015 by Mr. Kasmadi. The products offered by Dekaka Shop encompass various types of fresh vegetables, fresh spices, tomato dates (kurmat), ready-to-use cooking spices, and bottled chili sauce. However, limited resources pose challenges for the business in developing packaging that aligns with functionality, attractive design, environmentally friendly materials, and a mascot that is easily recognizable. The constraint of limited resources has led to challenges in creating packaging and a mascot that not only serves as protection for the products but also enhances brand awareness among the public. In response to these challenges, a training session was conducted to emphasize the importance of packaging and mascots in building the brand image of FB products. The objective of this initiative is to impart knowledge about the significance of using environmentally friendly packaging and to make products more appealing through well-designed packaging. This initiative is anticipated to contribute to the development of SMEs in Kabupaten Malang.The training was conducted in a hybrid manner, integrating both online and offline methods. The online training took place via the Zoom platform, while the offline training was held at the designated venue. The end result of this activity demonstrated a 90% improvement in participants' understanding of the roles of packaging and mascots in FB businesses, simultaneously enhancing the quality of packaging and mascot design for Dekaka Shop's products
Pengabungan Pemanfaatan Kelopak Bunga Rosella dan Susu Kambing dalam Pembuatan Sabun Padat di Dusun Rekesan Desa Sumberdem Solekah, Nihayatu Aslamatis; Rosidah, Ainur; Mauludin, Ahmad Hasbi; Inda, Ajeng Jelita; Afifah, Binti Salisatul; Dariri, Fardan; Faraz, Laode; Elfin, Maulidya; Hidayah, Nurul Fajriyah; Soranda, Rizky Febrian; Rohmah, Yushardani
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 2: Agustus (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sabun merupakan salah satu kebutuhan utama untuk mendapatkan standar kebersihan yang baik dalam kehidupan sehari-hari termasuk ke dalam kebutuhan pokok. Tetapi, sebenarnya sabun termasuk ke dalam kebutuhan primer. Pemenuhan akan sabun seringkali dianggap sebagai kebutuhan sekunder, karena kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) merupakan kebutuhan yang wajib untuk dipenuhi setiap hari. Sabun merupakan hasil dari proses saponifikasi. Di Desa sumberdem sendiri memiliki potensi tumbuhan rosella yang sangat tinggi. Disana tumbuhan tumbuh dengan baik dan pemanfaatan bunga rosella dengan semestinya. Bunga Rosella merupakan tanaman yang memiliki efek antioksidan karena memiliki kandungan antosianin yang termasuk golongan flavonoid. Kebanyakan masyarakat disini menjadikan bunga rosella sebagai minuman seperti the karena khasiat yang dimiliki sangat bagus. Didalam bunga rosella terdapat Antosianin yang merupakan senyawa kelompok flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Susu kambing merupakan  bahan  yang  bisa  digunakan  dalam  pembuatan  sabun karena memilikisifat  antibakteri  alami.  Sifat antibakteri alami dalam susu bersifataman apabila digunakan terus-menerus. menyatakan  bahwa  konsentrat susukambing  fermentasi  memiliki  daya  hambat  setara  60%  dari  kloramfenikol  (antibakteri kimia) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Keunikan dari penggabungan kedua bahan ini adalah bahwa kelopak bunga rosella dikenal mengandung antioksidan tinggi yang dapat membantu menjaga Kesehatan kulit dan mengurangi radikal bebas. Susu kambing kaya akan asam lemak dan nutrisi yang memiliki kemampuan melembabkan kulit secara alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berhasilnya pengabungan antara bunga rosella dengan susu kambing untuk dijadikan sabun batang atau sabun padat. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen secara langsung dengan metode cold-process dan hot-process. Metode pembuatan sabun terdiri atas metode cold process dan hot process.Abstract: Soap is one of the essential needs to maintain good hygiene standards in daily life, including being categorized as a basic necessity. However, in reality, soap falls under the category of primary needs. The fulfillment of soap is often considered a secondary need, as primary needs (clothing, food, and shelter) are the obligatory requirements to be met every day. Soap is a product of the saponification process. In Sumberdem Village itself, there is a high potential for rosella plants. There, the plants grow well, and the utilization of Rosella flowers is done properly. Rosella flowers are plants that have antioxidant effects due to their anthocyanin content, which belongs to the flavonoid group. Most people here use rosella flowers as a beverage like tea because of their excellent properties. Rosella flowers contain anthocyanin, a compound group of flavonoids that have antioxidant abilities. Goat's milk is a substance that can be used in soapmaking because it has natural antibacterial properties. The natural antibacterial properties in milk are active when used continuously. Studies state that fermented goat's milk concentrate has inhibitory power equivalent to 60% chloramphenicol (a chemical antibacterial) against Staphylococcus aureus bacteria. The uniqueness of combining these two ingredients is that rosella flower petals are known to contain high levels of antioxidants that can help maintain skin health and reduce free radicals. Goat's milk is rich in fatty acids and nutrients that can moisturize the skin naturally. The purpose of this research is to determine the success of combining Rosella flowers with goat's milk to make bar soap or solid soap. The research method uses direct experimental research with cold-process and hot-process methods. Soap-making methods consist of a cold process and a hot process
Upaya Melestarikan Budaya Lokal Tenun Ikat bagi Siswi SMKN Witihama di Desa Watoone Do, Rhea Do; Medho, Yohana Fransiska
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di era globalisasi saat ini perkembangan teknologi semakin canggih, kemudahan akses informasi ikut serta membawa perubahan terhadap kebudayaan manusia. Manusia saat ini berbondong-bondong meninggalkan gaya hidup yang kolot dan cenderung mengikuti gaya hidup modern, sehingga budaya-budaya yang menjadi warisan dari leluhur mulai terkikis oleh perkembangan jaman. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya melestarikan budaya lokal tenun ikat melalui pelatihan tenun ikat dan menganalisis dampak pelatihan tenun ikat dalam meningkatkan kesejahteraan generasi muda khususnya prempuan sehingga selain untuk menjaga kelestarian tenun ikat. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif. Tim pengabdian melakukan pendekatan dengan melihat situasi dan kondisi dalam masyarakat, mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat serta memahami permasalahan yang ada. Faktor-faktor yang menghambat antara lain Banyaknya masyarakat terutama generasi mudanya yang tidak memiliki keterampilan menenun dan kesadaran untuk melestarikan budaya lokal sangat kurang. Pelatihan tenun ikat bagi generasi muda siswi SMKN Witihama menjadi jawaban dari keraguan dalam mempertahankan budaya tenun ikat dikalangan generasi muda.Abstract: In the current era of globalization, technological developments are increasingly sophisticated, ease of access to information has also brought changes to human culture. Nowadays, people are leaving old-fashioned lifestyles in droves and tend to follow modern lifestyles, so that cultures inherited from their ancestors are starting to be eroded by developments over time. This service aims to describe efforts to preserve local ikat culture through ikat weaving training and analyzing the impact ikat weaving training in improving the welfare of the younger generation, especially women, so that apart from preserving ikat weaving, this service uses qualitative methods. The service team takes an approach by looking at the situation and conditions in the community, listening to community complaints and understanding existing problems. Factors that hinder them include 1. Many people, especially the younger generation, do not have weaving skills. 2. Awareness to preserve local culture is very lacking. Ikat weaving training for the younger generation of SMKN Witihama is the answer to doubts in maintaining the tie culture among the younger generation.
Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Edpuzzle Sebagai Media Pembelajaran SMKN 3 Komodo Asroni, Ondi; Pratama, I Wayan Pio; Sudarsana, I Putu Eka; Harjo, Kristoforus Toni; Peong, Hersanius Kurnia
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 1: February (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan metodologi pembelajaran hybrid berbasis teknologi dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa dalam proses pendidikan. Pembelajaran hybrid membutuhkan para pendidik untuk memiliki keterampilan dalam penggunaan teknologi. Inisiatif pemerintah untuk meningkatkan literasi digital siswa menekankan pentingnya pendidikan yang terintegrasi dengan teknologi. Menurut survei yang dilakukan pada tahun 2021 oleh Kominfo dan Katadata, indeks literasi digital Indonesia mencapai 3,407 dari skala 1 hingga 4, menegaskan urgensi untuk memulai program pengabdian masyarakat di sekolah-sekolah, terutama di daerah 3T. SMKN 3 Komodo, yang terletak di Manggarai Barat, NTT, adalah salah satu institusi yang relevan. Wawancara dengan kepala SMKN 3 Komodo menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar belum optimal. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan aplikasi edpuzzle. Sesi pelatihan intensif dilakukan untuk 49 guru dan 9 tenaga kependidikan, dengan fokus pada penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran. Ini termasuk pelatihan langsung dalam membuat konten pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Edpuzzle. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang teknologi pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Terdapat juga peningkatan yang signifikan dalam literasi digital siswa, mendorong partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ini menegaskan pentingnya investasi dalam pengembangan kompetensi guru dan integrasi teknologi. Meskipun demikian, tantangan tetap ada dalam memperluas penggunaan teknologi di berbagai mata pelajaran, melakukan evaluasi terhadap efektivitas teknologi, dan mempromosikan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan badan penelitian. Integrasi teknologi dalam pendidikan menghasilkan dampak positif dan membutuhkan fokus berkelanjutan pada pengembangan kompetensi guru, evaluasi teknologi, dan kerjasama antar lembaga untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan teknologi di masa depan.Abstract: Several studies have shown that the implementation of technology-based hybrid learning methodologies can significantly enhance students' understanding in the educational process. Hybrid learning requires educators to have skills in utilizing technology. Government initiatives to improve students' digital literacy emphasize the importance of education integrated with technology. According to a 2021 survey conducted by Kominfo and Katadata, Indonesia's digital literacy index reached 3.407 on a scale of 1 to 4, underscoring the urgency to initiate community service programs in schools, especially in 3T areas. SMKN 3 Komodo, located in Manggarai Barat, NTT, is one relevant institution. Interviews with the head of SMKN 3 Komodo revealed that the integration of technology into the teaching-learning process is not yet optimal. Therefore, this community service program aims to enhance the quality of education by utilizing the Edpuzzle application. Intensive training sessions were conducted for 49 teachers and 9 educational staff, focusing on the use of information technology in learning. This included direct training in creating interactive learning content using the Edpuzzle application. The results showed an improvement in teachers' understanding of educational technology, creating a more interactive and engaging learning environment for students. There was also a significant increase in students' digital literacy, encouraging active participation in the learning process. This underscores the importance of investing in teacher competence development and technology integration. However, challenges remain in expanding the use of technology in various subjects, evaluating the effectiveness of technology, and promoting collaboration between educational institutions and research bodies. Technology integration in education has yielded positive impacts and requires sustained focus on teacher competency development, technology evaluation, and inter-institutional collaboration to prepare students to face future technological challenges.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Pesisir di Kelurahan Sulamu melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Lette, Arman Rifat; Paulus, Aysanti Yuliana; Lutsina, Novi; Barimbing, Maryati Agustina; Tahu, Sebastianus Kurnia; Jumetan, Mili Arthanedi; Mue Juwa, Maria Magdalena; Naingalis, Angela Lovendra; More, Evanisia; Jamillah Ahmad, Siti Nur Asyah
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 6, No 1: Februari (2025) In Press
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah hak dasar setiap manusia. Di wilayah pesisir, terdapat banyak permasalahan, antara lain kondisi perumahan yang tidak layak huni, masalah ekonomi, sulitnya akses terhadap layanan dasar prasarana publik, serta masalah kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan. Metode pengabdian yang diterapkan mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 22 Oktober 2022, pukul 08.30-13.00 WITA, bertempat di rumah Ketua RW 02 Kelurahan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sasaran kegiatan adalah masyarakat pesisir di Kelurahan Sulamu, dengan jumlah peserta sebanyak 84 orang. Pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 35% terkait topik penyuluhan. Masyarakat sangat antusias, terutama dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Seluruh peserta dapat dilayani dengan baik, dan pada sesi penyuluhan, masyarakat juga aktif menyimak serta mengajukan pertanyaan. Sebagai saran untuk kegiatan lanjutan, diperlukan upaya untuk mengadakan kegiatan serupa di wilayah pedesaan maupun pesisir, guna meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terkait kesehatan.
Analisis Kebutuhan Pelatihan Sumber Daya Manusia untuk Pengembangan Unit Usaha Pengelolaan Sampah Bumdes Sindangsuka Muizu, Wa Ode Zusnita; Ramadhani, Muhammad; Pratama, Naufal Aqiilah; Fajrin, Arini Nurul; Cahyani, Nabila Rizqi; Solikhah, Siti Mar’atus; Triski, Dara Sagita
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 6, No 1: Februari (2025) In Press
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sindangsuka di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi desa melalui berbagai unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sindangsuka. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola unit usaha, terutama unit usaha pengelolaan sampah. Fokus dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM BUMDes melalui pelatihan yang dirancang secara khusus.Tujuan dari pengabdian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, mengembangkan model pelatihan berbasis Lean Canvas dan analisis SWOT, serta meningkatkan keterampilan manajemen dan komunikasi SDM untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan mencakup analisis situasi saat ini, identifikasi kesenjangan keterampilan melalui analisis SWOT, serta penerapan prinsip pembelajaran organisasi untuk menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan.Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota BUMDes dalam merancang dan mengelola strategi bisnis yang lebih efektif. Pelatihan komunikasi interpersonal dan manajemen konflik juga berperan penting dalam memperkuat kemampuan anggota BUMDes dalam berinteraksi dan bernegosiasi dengan berbagai pihak. Partisipasi aktif dari pemerintah desa dan anggota BUMDes menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Kesimpulannya, pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM dalam mengelola unit usaha pengelolaan sampah BUMDes Sindangsuka. Melalui pendekatan pelatihan yang komprehensif dan didukung oleh partisipasi aktif pemerintah desa, BUMDes Sindangsuka diharapkan dapat berkembang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi di Desa Sudimoro melalui Terapi Senam Kaki dan Teknik Relaksasi Ananta, Dyaz Surya; Pratama, Eslyano Herdan; Carera, Rosalia Dina
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 6, No 1: Februari (2025) In Press
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyakit yang tidak menular, seperti diabetes mellitus dan hipertensi, telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan di abad ke-21. Angka kejadian diabetes mellitus terus bertambah di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia, di mana hipertensi menjadi faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2. Terapi senam kaki adalah metode efektif untuk mengatasi kedua penyakit ini dengan meningkatkan peredaran darah, menguatkan otot kaki, dan mengatasi keterbatasan gerak. Pada saat yang sama, pendekatan non-farmakologi seperti praktik pernapasan dalam digunakan untuk mengurangi tingkat stres dan rasa nyeri yang bersifat kronis, serta membantu pasien dalam mengelola reaksi tubuh terhadap tekanan dan kegelisahan. Penelitian dan pengabdian masyarakat di Desa Sudimoro, Jawa Tengah, telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan diabetes mellitus dan hipertensi. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan terapi senam kaki dan teknik relaksasi dalam kehidupan sehari-hari, merupakan langkah yang sangat signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi. Dengan upaya ini, diharapkan dapat membantu mengurangi prevalensi diabetes mellitus dan hipertensi di masyarakat.Abstract: Non-communicable diseases, such as diabetes mellitus and hypertension, have become significant public health issues in the 21st century. The incidence of diabetes mellitus continues to grow around the world, including in Indonesia, where hypertension is a major risk factor for type 2 diabetes. Foot exercise therapy is an effective method to address both of these diseases by improving blood circulation, strengthening foot muscles, and addressing movement limitations. At the same time, non-pharmacological approaches such as deep breathing practices are used to reduce stress levels and chronic pain and assist patients in managing the body's reaction to stress and anxiety. Research and community service in Sudimoro Village, Central Java, has successfully increased community knowledge on the prevention of diabetes mellitus and hypertension. It is hoped that the community will apply foot exercise therapy and relaxation techniques in their daily lives, which is a very significant step in increasing public awareness of non-communicable diseases. With this effort, it is expected to help reduce the prevalence of diabetes mellitus and hypertension in the community.