cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 158 Documents
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK dalam Pemanfaatan Imperfect Produce Menjadi OSENG (Olahan Serba Pisang) upaya Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Desa Wisata Rengganis Arika Indah Kristiana; Niswatul Imsiyah; Ridho Alfarisi; Titin Kartini
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 2: Mei (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v4i2.572

Abstract

Abstrak: Pisang salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh masyarakat desa Pakis. Alasan masyarakat menanam pisang karena tidak membutuhkan tempat yang luas dan tidak membutuhkan perawatan khusus misalnya disiram atau diberi pupuk. Hasil panen pisang yang berlebihan menyebabkan melimpahnya buah pisang. Tidak semua hasil panen pohon pisang adalah sempurna, selalu terdapat beberapa pohon yang menghasilkan buah pisang tidak sempurna atau tidak layak untuk dipasarkan. Hasil panen yang tidak sempurna biasa disebut sebagai Imperfect Produce. Permasalahan mitra dapat diselesaikan melalui tahapan pengabdian yaitu pelatihan, pendampingan, dan pembimbingan. Melalui ketiga tahap tersebut, ibu-ibu PKK dapat mengembangkan OSENG dan melakukan pemasaran secara mandiri. Ibu PKK dapat membuat berbagai produk olahan pisang meliputi nugget pisang, bolu pisang, dan pisang coklat. Serta, Ibu PKK dapat mempromosikan dan memasarkan produk olahan pisan melalui Instagram. Abstract: Bananas are one of the plants that are widely planted by the people of Pakis village. The reason people plant bananas is because it does not require a large area and does not require special care, such as watering or fertilizing. Excessive banana yields cause an abundance of bananas. Not all banana tree yields are perfect, there are always some trees that produce imperfect or unfit for marketable bananas. Imperfect yields are commonly referred to as Imperfect Produce. Partner problems can be solved through the stages of service, namely training, mentoring, and mentoring. Through these three stages, PKK women can develop OSENG and do marketing independently. Mrs. PKK can develop various processed banana products, including banana nuggets, banana cake, and chocolate bananas. Also, Mrs. PKK can promote and market processed banana products through Instagram.
Penyuluhan Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Daun Binahong Sebagai Anti-Bakteri Arifiyana, Djamilah; Fandinata, Selly Septi; Aristyawan, Andhika Dwi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gaya hidup back to nature, atau kembali ke alam saat ini semakin banyak diminati seiring dengan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan bahan kimia. Hal ini membuat penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kembali populer dikalangan masyarakat di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan TOGA daun Binahong sebagai bahan alami untuk membuat sediaan yang bermanfaat bagi tubuh sebagai upaya preventif dan promotif pada musim pancaroba. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melalui penyuluhan yang meliputi metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Masyarakat sasaran kegiatan ini adalah warga RT 13 RW 01 Kelurahan Jagir Surabaya. Kegiatan terdiri dari beberapa tahapan, yakni Pra survey dan perizinan lokasi kegiatan, Penyuluhan tentang penyakit yang muncul saat pancaroba sekaligus penyerahan TOGA, Pemantauan pertumbuhan TOGA, Penyuluhan budidaya sederhana TOGA dan pembuatan sediaan dauh binahong, serta Evaluasi kebermanfaatan pelaksanaan kegiatan pemanfaatan daun binahong sebagai anti-bakteri. Setelah serangkaian kegiatan terlaksana, diperoleh hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% dari warga RT 13 RW 01 Kelurahan Jagir Surabaya setuju bahwa kegiatan ini bermanfaat dan dapat diikuti dengan jelas dan baik, 97,06% setuju bahwa kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta 100% warga setuju untuk mengaplikasikan pembuatan pestisida alami di rumah dan menyatakan bahwa bahan yang dibutuhkan dalam pembuatannya mudah didapatkan.Abstract: ‘Back to nature’ lifestyle is currently increasing in demand along with public awareness of the dangers posed by the use of chemicals. This has made the use of Tanaman Obat Keluarga (TOGA) popular again among people in Indonesia. This community service activity aims to increase knowledge about the use and processing of TOGA Binahong leaves as a natural ingredient for making preparations that are beneficial for the body as a preventive and promotive effort during the transition season, as well as providing education about TOGA cultivation in a simple way. The method for implementing this activity is through counseling which includes lecture, discussion and direct practice methods. The target community for this activity are residents of RT 13 RW 01, Jagir, Surabaya. The activity consists of several stages, namely Pre-survey and licensing of activity locations, Counseling about diseases that appear during the transition as well as handing over TOGA, Monitoring the growth of TOGA, Counseling on simple cultivation of TOGA and making binahong leaf preparations, as well as Evaluation of the usefulness of implementing activities to use binahong leaves as an anti-bacteria. After a series of activities were carried out, the results of the questionnaire showed that 100% of the residents of RT 13 RW 01, Jagir Subdistrict, Surabaya agreed that this activity was useful and could be followed clearly and well, 97.06% agreed that this activity could be applied in their daily life, and 100% of residents agreed to apply natural pesticide production at home and stated that the materials needed to make it were easy to obtain.
Pelatihan Pengukuran Menggunakan Alat Ukur Listrik bagi Siswa SMK Walisongo Semarang Erlinasari, Erlinasari; Jayati, Ari Endang; Derman, Derman
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 2: Agustus (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kemampuan mengoperasikan alat ukur listrik menjadi esensial bagi siswa SMK jurusan Teknik Listrik untuk menunjang praktik di lapangan. Namun, keterbatasan pengetahuan dan pengalaman praktik di sekolah seringkali menjadi kendala. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa SMK Walisongo Semarang dalam mengoperasikan alat ukur listrik, khususnya multimeter, untuk mengukur besaran tegangan dan arus. Pelatihan dilaksanakan pada 7 Mei 2024 dengan 44 peserta dari kelas X. Kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi, praktik pengukuran, dan evaluasi. Pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan penggunaan alat ukur listrik peserta sebesar 88%. Peserta mampu mengoperasikan multimeter dengan baik dan memahami cara mengukur tegangan dan arus. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi praktik di lapangan dan menunjang pembelajaran di sekolah.Abstract: Operating electrical measuring instruments is essential for vocational school students majoring in electrical engineering to support their field practices. However, limited knowledge and practical experience at school often become an obstacle. This training aims to improve the skills and knowledge of SMK Walisongo Semarang students in operating electrical measuring instruments, especially multimeters, to measure voltage and current quantities. The training was conducted on May 7, 2024, with 44 participants from class X. The activities included preparation, material delivery, measurement practice, and evaluation. The training showed an 88% increase in participants' skills in using electrical measuring instruments. Participants were able to operate the multimeter properly and understand how to measure voltage and current. It is hoped that this training can improve students' readiness to face field practices and support learning at school.
Pemberian Pakan Kombinasi Olahan Guna Meningkatkan Kualitas Peternakan Sapi di Desa Blang Keutumba, Bireuen-ACEH Zakaria, Muhammad; Sofyan, Diana khairani; Maryana, Maryana; Meriatna, Meriatna; Trisna, Trisna; Zuraida, Zuraida
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sapi lokal Aceh adalah salah satu jenis sapi terbaik di Indonesia, dengan daging gurih, manis, dan lezat. Sapi diketahui tahan terhadap penyakit. Kondisi peternakan sapi Aceh saat ini belum tertata rapi, masih bersifat tradisional dan belum menerapkan teknologi yang modern. Sapi di Aceh sering berkeliaran di jalan raya, kampus, dan pemukiman penduduk, karena peternak sapi biasanya merawat sapinya dengan cara melepaskannya dan juga dengan cara menggembala di padang rumput. Hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kekacauan beradanya sapi di jalanan tetapi juga meresahkan peternak sapi, tidak hanya itu ternak juga menjadi kekurangan pasokan pakan sehat sehingga produktivitas menjadi rendah. Kondisi sapi di Desa Blang keutumba sudah dikandangkan, terlihat bahwa sapi tidak diberi pakan sehat dan juga tidak digembala di padang rumput. Untuk mengatasinya diperlukan dana yang cukup tinggi untuk memenuhi pemberian pakan, kondisi peternak sapi semakin sulit dan sapi-sapi tampak kurus, karena kekurangan makanan. Jumlah lahan yang tersedia semakin berkurang. Pada pengabdian ini dilakukan perkenalan teknologi untuk memberi pakan sapi olahan dan kombinasi rumput gajah dan limbah pertanian, yang dapat menghasilkan ternak yang sehat dan gemuk, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak, diharapkan akan dipenuhi oleh kegiatan pengabdian masyarakat ini.Abstract: Local Aceh cattle are one of the best types of cattle in Indonesia, with savory, sweet and delicious meat. Cows are known to be resistant to disease. The current condition of Aceh's cattle farms is not yet neatly organized, is still traditional and does not apply modern technology. Cows in Aceh often wander on highways, campuses and residential areas, because cattle breeders usually care for their cattle by releasing them and also by grazing them in pastures. This can not only cause chaos with cows on the streets but also disturb the local community. Not only that, livestock also suffers from a shortage of healthy feed, resulting in low productivity. The condition of the cows in Blang Keutumba Village is that they are in a pen. It can be seen that the cows are not given healthy food and are also not grazed on pasture. To overcome this, quite a lot of funds are needed to meet the provision of feed, the conditions for cattle breeders are increasingly difficult and the cows appear thin, due to lack of food. The amount of land available is decreasing. In this community service, technology is introduced to provide processed cattle feed and a combination of elephant grass and agricultural waste, which can produce healthy and fat livestock, thereby increasing the productivity and income of breeders. It is hoped that this community service activity will be fulfilled
Strategi Pemasaran BUMDES Wisata Edukasi Gumuk Watu Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Wiana, Fariska Mirnawati; Astutik, Rini Puji; Sa’diah, Afni Nur; Zukhal, Ahmad
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 1: February (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia yang dikenal sebagai negeri yang kaya akan keelokan alam, kekayaan warisan budaya, dan keanekaragaman tradisi, memiliki peluang besar dalam mengembangkan industri pariwisata, tentunya pada daerah provinsi Jawa Timur yang memiliki banyak objek wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran yang dijalankan oleh wisata edukasi Gumuk Watu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kulitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek wisata Edukasi Gumuk Watu terletak di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, merupakan salah satu destinasi unggulan di wilayah tersebut. Dimulai dari tahun 2017, pengelolaan wisata ini ditangani oleh BUMDES Digdaya Dukuhdempok yang dipercayakan oleh pemerintah desa. Melalui optimalisasi lahan dan alokasi dana dari BUMDES, perkembangan objek wisata ini sangat positif. Dalam upaya menarik pengunjung ke destinasi wisata di suatu daerah, diperlukan strategi pemasaran yang efektif. Oleh krena itu, dukungan dari berbagai pihak terkait sangat penting untuk memastikan perkembangan positif objek wisata tersebut. Penelitian ini menghasilkan bahwa peran BUMDES Digdaya Dukuhdempok sangat signifikan dalam pengembangan wisata edukasi Gumuk Watu. Strategi pemasaran Promotion Mix dan Analisis Swot yang diterapkan oleh BUMDES Digdaya Dukuhdempok untuk mengembangkan wisata edukasi Gumuk Watu agar diminati wisatawan.Abstract: Indonesia, which is known as a country rich in natural beauty, rich cultural heritage, and diversity of traditions, has great opportunities to develop the tourism industry, of course in the East Java province which has tourist attractions. This research aims to find out the marketing strategy implemented by Gumuk Watu educational tourism. This research uses a case study approach with qualitative methods. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The Gumuk Watu educational tourist attraction is located in Dukuhdempok Village, Wuluhan District, Jember Regency, and is one of the leading destinations in the area. Starting from 2017, the management of this tourism is handled by BUMDES Digdaya Dukuhdempok which is entrusted by the village government. Through land optimization and fund allocation from BUMDES, the development of this tourist attraction is very positive. To attract visitors to tourist destinations in an area, an effective marketing strategy is needed. Therefore, support from various related parties is very important to ensure the positive development of the tourist attraction. This research shows that the role of BUMDES Digdaya Dukuhdempok is very significant in the development of Gumuk Watu educational tourism. Promotion Mix and SWOT Analysis marketing strategies implemented by BUMDES Digdaya Dukuhdempok to develop Gumuk Watu educational tourism to attract tourists.
Kovid Gara (Comic Video Ragam Nusantara) as a Digital Learning Innovation Based on Local Culture to Increase Cultural Love and Character in Golden Age Children Purmayanti, Ni Putu
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 2: Agustus (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the pandemic, the use of gadgets for early childhood has become more prevalent and can have both good and bad effects. One of the dangerous things for children is the number of features or applications that are not suitable for children's age, poor norms, and not educational. Therefore, KOVID GARA (Komik Video Ragam Nusantara) is here to help parents and teachers of golden age children in providing the right content for children. The purpose of KOVID GARA is to provide linguistic and cultural education presented in the form of cartoon shows that can attract children's interest. KOVID GARA is expected to be able to entertain, educate, shape children's character, KOVID GARA features are also designed to shape interests and talents in children so that in the future a generation with character and culture will be created. The culture in question is a culture of manners, the use of good and correct Indonesian language, to cultures such as arts and customs that will be included in KOVID GARA.  The method of service carried out is product development and conducting socialization experiments regarding this video comic. The output of this community service social project is a product that will be published on YouTube and given soft copies to teachers so that it can be used in learning. KOVID GARA's success target is seen from the number of initial episodes worked on, the number of impressions and the number of audience satisfaction, all of which meet the KPIs that have been set at the beginning.  So it can be concluded that KOVID GARA is feasible to be continued and developed as a form of community service social project.
Pendampingan Calistung Pada Anak Kelas Rendah Di SD 02 Pariangan Kabupaten Pariangan Sapitri, Herlinda; Husni, Lathifah; Zahara, Khairani; Sunarti, Sunarti
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan pendampingan dilakukan adalah untuk membantu anak di SDN 02 Pariangan dalam mengejar ketertinggalan pelajaran, membantu melancarkan pelajarannya di sekolah, meningkatkan pemahaman dan prestasi anak dalam belajar, melancarkan anak dalam menulis, membaca dan menghitung. Penulisan artikel ini menggunakan jenis metode participatory action research. Hal tersebut karena metode PAR ini merupakan tindakan dianggap sebagai "sistematis dan berorientasi pada analisis data yang jawabannya membutuhkan pengumpulan dan analisis data dan generasi interpretasi langsung diuji di bidang aksi yang melibatkan peneliti tindakan dan anggota masyarakat atau organisasi yang berusaha untuk memperbaiki situasi mereka. Pengabdian ini dilatar belakangi oleh penemuan dan analisis awal sebagaimana di lapangan ditemukan adanya beberapa anak yang masih belum bisa membaca, menulis dan menghitung. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar yang ada di SDN 02 Pariangan dengan khusus anak kelas rendah. Tujuanya dengan adanya pendampingan untuk mengatasi kesulitan dan permasalahan yang dialami oleh siswa. Bentuk kegiatannya adalah belajar membaca, menulis dan menghitung (matematika). Jumlah Peserta yang mengikuti kegiatan pendampingan baca tulis menghitung yakni kelas I yang jumlah anak yang mengikuti sekitar 11 anak dan kelas II ada 7 anak. Jadi jumlah peserta secara keseluruhan adalah 18 orang anak.Abstract: The purpose of the assistance is to help children at SDN 02 Pariangan catch up with lessons, help launch their lessons at school, increase children's understanding and achievement in learning, familiarize children in writing, reading and counting. The writing of this article uses the type of participatory action research method. This is because the PAR method is considered an action as "systematic and data-oriented analysis whose answers require the collection and analysis of data and the generation of direct interpretations tested in the field of action involving action researchers and members of the community or organization seeking to improve their situation. This devotion is motivated by early discoveries and analysis As in the field, it was found that there were some children who were still unable to read, write and count. This service is carried out by providing learning assistance to children who are in elementary school at SDN 02 Pariangan with special lace class children. The goal is with assistance to overcome difficulties and problems experienced by students. The form of activity is learning to read, write and count (mathematics). The number of participants who participated in literacy mentoring activities counted class I where the number of children who participated was around 11 children and class II there were 7 children. So the total number of participants was 18 children
Implementasi Program DASHAT dalam Penanganan Stunting di Desa Parakan Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara Hermawan, Dani; Anggraini, Diah Putri; Fitriyani, Dina Nur; Nursantoso, Aryadi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 1: February (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) adalah inisiatif yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai sarana komunikasi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penyajian makanan sehat guna mengurangi angka stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman, pelatihan, dan keterampilan dalam membuat makanan berbasis pangan lokal yang bergizi sebagai alternatif makanan tambahan bagi balita yang mengalami stunting. Salah satu pelatihan dalam kegiatan ini adalah pembuatan PMT Nugget Ikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Parakan dan diikuti oleh 34 peserta, yang sebagian besar adalah ibu-ibu kader Desa Parakan. Metode yang digunakan meliputi edukasi, simulasi, dan praktik. Evaluasi dilakukan melalui penilaian pretest dan posttest. Hasil dari program ini mencakup sosialisasi tentang gizi, pengenalan program DASHAT, dan pelatihan pembuatan menu DASHAT. Setelah mengikuti kegiatan edukasi, pengetahuan peserta tentang gizi mengalami peningkatan, dengan 85% peserta mencapai kategori pengetahuan tinggi, berbeda dengan sebelum kegiatan dimulai yang hanya memiliki 12% peserta dalam kategori yang sama. Keterampilan peserta dalam membuat menu DASHAT juga sangat baik, terbukti dari hasil uji penerimaan produk yang menunjukkan bahwa 85% peserta sangat menyukai rasa produk tersebut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu kader. Harapannya, program DASHAT dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan, sehingga kebutuhan gizi balita dapat terpenuhi dan dapat menekan angka stunting di Desa Parakan.Abstract: DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) is an initiative launched by the National Population and Family Planning Board (BKKBN) as a communication medium to increase awareness and community participation in providing healthy meals to reduce stunting rates. The aim of this community service activity is to provide understanding, training, and skills to create locally sourced nutritious foods as an alternative supplementary food for toddlers experiencing stunting. One of the training sessions in this activity is the making of PMT Fish Nugget. This activity was held at the Parakan Village Hall and attended by 34 participants, mostly mothers who are cadres from Parakan Village. The methods used include education, simulation, and practice. Evaluation of this activity used pretest and posttest assessments. The results of this program include socialization about nutrition, introduction to the DASHAT program, and training on DASHAT menu preparation. After participating in the educational activities, the participants' knowledge about nutrition increased, with 85% of participants categorized as having a high level of knowledge, compared to only 12% before the activity. The participants' skills in preparing DASHAT menus were also very good, as evidenced by the product acceptance test results showing that 85% of participants highly enjoyed the taste of the products. This activity successfully improved the understanding and skills of the mothers who are cadres. It is hoped that the DASHAT program can be implemented consistently and sustainably, so that the nutritional needs of toddlers can be met and stunting rates in Parakan Village can be reduced.
Pendampingan UMKM nekiyuuu dalam Pengembangan Konten Produk Pada E-commerce Shopee untuk Meningkatkan Penjualan Samudra, Nick; Rochmaniah, Ainur; Febriana, Poppy
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 2: Agustus (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang signifikan dalam pertUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang signifikan dalam pertumbuhan dan perekonomian suatu negara. Pada era digital saat ini, akses internet yang luas memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM. Kehadiran media online memungkinkan penyebaran informasi produk dan mempermudah konsumen dalam melakukan transaksi secara online. Di Desa Sugihwaras, terdapat salah satu UMKM yang dikenal sebagai Nekiyuuu. Tantangan yang dihadapi oleh UMKM ini adalah keterbatasan pengetahuan pemilik dalam penggunaan aplikasi Shopee serta tidak memiliki logo. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelatihan penggunaan dan pembuatan konten di Shopee sebagai media promosi. Program ini terdiri dari empat tahapan, yaitu Survei dan Observasi, wawancara, Pelatihan Pembuatan Konten Shopee Video dan Promosi di E-commerce Shopee, Evaluasi Kegiatan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu terdapat logo baru untuk mewakili identitas merek dengan kuat, meningkatnya pengetahuan pelaku umkm Ibu Tati dalam pengoperasian e-commerce shopee dan pembuatan konten yang menarik, serta meningkatnya pejualan setelah mengupload konten produk video yang menarik pada e-commerce shopee. Dengan adanya kegiatan pada penggunaan konten video Shopee bertujuan untuk menjangkau lebih banyak konsumen bagi UMKM. Hal ini dapat meningkatkan minat dan daya beli calon konsumen serta memberikan informasi produk yang lebih jelas.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the growth and economy of a country. In today's digital era, widespread internet access positively impacts MSME operators. Online platforms enable the dissemination of product information and facilitate consumer transactions. In Sugihwaras Village, there is an MSME called Nekiyuuu. This MSME faces challenges due to the owner's limited knowledge of the Shopee application and the absence of a logo. This community service program focuses on training for using and creating content on Shopee as a promotional tool. The program consists of four stages: Survey and Observation, Interviews, Shopee Video Content Creation Training and E-Commerce Promotion on Shopee, and Activity Evaluation. These steps aim to expand the reach of the products offered by the MSME. The outcomes of this service activity include the creation of a new logo to strengthen brand identity, improved knowledge for Mrs. Tati's MSME team in operating Shopee e-commerce and creating engaging content, and increased sales following the upload of attractive product videos on Shopee. By utilizing Shopee video content, the program aims to reach a larger consumer base, enhance interest and purchasing power, and provide clearer product information.
Pendampingan dan Pelatihan Pengelolaan Limbah Botol Plastik Melalui Tanaman Hidroponik Guna Peningkatan Ekonomi Masyarakat Bantaran Sungai Lulut Kalimantan Selatan Fitriani, Siska; Alawiyah, Tuti; Elliza, Putri; Saputra, Adi; Winata, Christian Konstantin; Naufal, Ahmad
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 1: February (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengelolaan limbah botol yang tidak menggunakan metode dan teknik yang ramah lingkungan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan pengelolaan limbah botol plastik yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini melibatkan survei lokasi, sosialisasi, pengenalan pertama tentang hidroponik, praktek pembuatan instalasi, praktek penyemaian bibit, pemindahan bibit, perawatan, sosialisasi akhir, dan evaluasi program. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program yang telah disetujui dan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Lulut, Kalimantan Selatan, dianggap berhasil karena semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan timeline yang sudah terjadwal. Kegiatan pendampingan dan pelatihan pengelolaan limbah botol plastik melalui tanaman hidroponik bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di bantaran Sungai Lulut, Kalimantan Selatan. Secara ekonomis, program ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan mitra dalam menanggulangi limbah botol plastik di Kelurahan Sungai Lulut. Peningkatan pengetahuan tersebut terlihat dari hasil pretest yang awalnya menunjukkan persentase pengetahuan berkisar antara 5-15%, menjadi mencapai 100%.Abstract: Waste bottle management that does not use environmentally friendly methods and techniques can have a negative impact on health. Therefore, it is important to implement a training and mentoring program for plastic bottle waste management that can address these issues. The method applied in this activity involves site surveys, socialization, initial introduction to hydroponics, installation practice, seedling practice, seedling transfer, maintenance, final socialization, and program evaluation. The results of this activity show that the program, which was approved and implemented in Sungai Lulut Village, South Kalimantan, was considered successful because all activities were carried out according to the scheduled timeline. The mentoring and training activities for plastic bottle waste management through hydroponic plants aim to improve the economy of the community along the banks of Sungai Lulut, South Kalimantan. Economically, this program can help improve the knowledge of partners in managing plastic bottle waste in Sungai Lulut Village. The increase in knowledge can be seen from the pretest results, which initially showed a knowledge percentage ranging from 5-15%, to reaching 100%.