cover
Contact Name
Yusuf Adam Hilman
Contact Email
journal.mayadani@gmail.com
Phone
+62 81296125801
Journal Mail Official
545471adamongis@gmail.com
Editorial Address
Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Masyarakat Berdaya dan Inovasi
ISSN : -     EISSN : 27218228     DOI : 10.33292
Masyarakat Berdaya dan Inovasi embodies multy discipline research articles including: 1. Education 2. Economy 3. Social and Politic 4. Public Healthy 5. Agriculture 6. Law
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024)" : 27 Documents clear
Pelatihan dan Pendampingan Desain Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi untuk Guru Madrasah Tsanawiyah Ranti,S.Si, M.Pd, Mayang
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.168

Abstract

Abstrak   Tantangan guru saat ini adalah dapat memfasilitasi berkembangnya kemampuan literasi numerasi siswa. Tuntutan ini belum diiringi dengan cukupnya pengetahuan atau wawasan serta keterampilan yang dimiliki oleh guru dalam mendesain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini adalah membekali para guru matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs Kabupaten Banjar dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan atau workshop yang diikuti dengan pendampingan yang dilakukan melalui komunikasi secara online. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2023 di Aula MTs Muhammadiyah Martapura. Hasil dari kegiatan ini adalah ada peningkatan pemahaman guru terhadap desain pembelajaran berbasis literasi numerasi sebesar 17,89 %, dan dapat dihasilkan sebuah desain pembelajaran literasi numerasi, serta soal Penilaian Akhir Semester (PAS) yang berbasis literasi numerasi.
Pendekatan Sosial untuk Mengendalikan Kenakalan Anak di TK Rinaldi, Kasmanto; Wahyudi, Muhammad; Indriani, Nazhara; Bar'i, Ragil Naufal Amjad; Madani, Raudho; Shabila, Rezi Aznan; Arrahman, Sandi Noval; Amaya, Sari Nabita; Rohimah, Siti Rodiyatul; Putri, Syahrani Rahma; Tasya, Syifa; Putri, Widya Eka
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.169

Abstract

Sampah merupakan sumber dari permasalahan yang tidak terpisahkan dari kondisi alam yang semakin menurun. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya organik, seperti sisa makanan atau sampah yang bersifat basah, kering, abu plastik. Sampah dari tempat umum yang dimungkinkan banyaknya orang berkumpul dan melakukan kegiatan serta mempunyai potensi yang cukup besar dalam memproduksi sampah termasuk tempat perdagangan seperti pertokoan dan pasar. Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari limbah padat, seperti daun kering, daun hijau, sisa sayuran, limbah rumah tangga dan kotoran hewan yang telah melalui proses pengomposan dengan cara penguraian atau pembusukan dengan memanfaatkan mikroorganisme hidup seperti bakteri, fungi, dan sejenisnya. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan mengompos, diantaranya mengurangi jejak karbon dari kendaraan pengangkut sampah, menutrisi tanah dan makhluk didalamnya, mengurangi resiko bencana alam, menjaga kualitas air dan tanah, hingga menghasilkan tanaman yang lebih subur. Terdapat berbagai jenis komposter, tumpuk, drum, gerabah, worm bin, biopori. Jenis-jenis komposter dibedakan dari tempat pembuatannya, jenis pengurainya, dan jenis sampah organik yang akan diuraikan. Dalam pemanfaatan sampah organik, pelatihan komposter telah berjalan sesuai rencana dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Sehingga, masyarakat mau mencoba untuk melakukan di setiap rumah masing-masing untuk mengurangi sampah rumah tangga dan juga dapat menjaga lingkungan sekitar.
Penyuluhan Hukum Tentang Merek Dagang di Gereja Kristen Jawa Kabupaten Sukoharjo Saputra, Rian; Setiojati, Josef Purwadi
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.170

Abstract

Secara khusus, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak hukum eksklusif yang dimiliki oleh para pencipta dan penemu sebagai hasil dari upaya kreatif dan intelektual yang unik. HKI terbagi menjadi Hak Kekayaan Industri, yang mencakup hak atas paten, merek dan merek dagang, desain industri, DTLST, rahasia dagang, dan perlindungan varietas tanaman. Aktivitas intelektual dan kreatif manusia tersebut dapat berupa karya seni, sastra, atau ilmu pengetahuan, dengan masing-masing karakteristiknya. Pada era modern ini, semakin banyak inovasi baru dan canggih yang muncul untuk mempertahankan persaingan bisnis di Indonesia. Ini termasuk produk makanan seperti sosis dengan berbagai rasa dan bentuk, kripik dengan berbagai bentuk, dan biskuit dengan berbagai rasa. Ini juga mencakup produk teknologi seperti ponsel, tab, dan jam tangan. Dalam persaingan, tuntutan untuk memperbarui inovasi di segala bidang bisnis dapat memiliki efek positif dan negatif. Efek positifnya akan meningkatkan kreativitas para pelaku usaha dan memberikan banyak pilihan produk bagi konsumen sehingga mereka tidak bosan. Efek negatifnya adalah munculnya kecurangan dalam pembuatan dan perbaruan produk, salah satunya meniru dari pengusaha lain. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Akhir-akhir ini, lebih banyak UMKM yang ada. Jika pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) tidak sadar akan perlindungan hukum terhadap produk dagangannya, persaingan usaha tidak sehat juga bisa menyentuh mereka. Perlindungan Hak Merek produk dagangannya adalah salah satunya. Salah satu masalah yang dihadapi warga jemaat kelompok V GKJ Sukoharjo adalah bagaimana mereka dapat mengkemas hasil produksi makanan mereka dengan kreatifitas. Hal ini diperlukan karena banyak produk UMKM yang tidak memiliki merek. Hak merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk menggunakan merek tersebut sendiri atau memberikan ijin kepada seseorang atau badan hukum untuk menggunakannya secara bersamaan atau kolektif. Salah satu bentuk, nama, huruf, angka, atau kombinasi semuanya dapat digunakan sebagai tanda atau simbol perusahaan yang disebut merek. Penulis ingin melakukan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan hukum karena kesadaran warga jemaat kelompok V di GKJ Sukoharjo terhadap pentingnya perlindungan HKI terhadap produk dagangannya. Karena pentingnya pendaftaran hak merek dagang, anggota kelompok V GKJ Sukoharjo membutuhkan pelatihan merek.
Sosialisasi Penanaman Bibit Pohon Sebagai Pelindung Mata Air Azillia Prameswara, Kirana Noor; Ananda, Dilla Sekar; Permata Putri, Bunga Arya; Mareta, Melinda Ayu; Rois, Ibnu
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.171

Abstract

Aren (Arenga Saccharifera Labiil) merupakan komoditas perkebunan dengan jenis arenga pinnata Merr dengan marga Arenga. Pohon beringin (Ficus benjamina L.), berasal dari famili Moraceae yang mudah tumbuh di berbagai kondisi lahan termasuk lahan kering. Perakaran pohon memberi keuntungan dalam sistem agroforestri karena perakarannya mampu menahan air dan erosi permukaan, mampu memompa unsur-unsur hara dari lapisan tanah yang dalam dan diangkut ke permukaan tanah dalam bentuk dedaunan yang gugur, memperbaiki permeabilitas tanah, dan mampu melakukan fiksasi nitrogen dari udara sehingga tanah menjadi subur.Hasil dari observasi di wilayah Dusun Belang, Soronalan, Sawangan, Magelang perlu ditanami bibit pohon pelindung mata air untuk melestarikan dan melindungi alam khususnya pada pengelolaan sumber mata air agar saat terjadi musim kemarau berkepanjangan masyarakat khususnya Dusun Belang tidak mengalami kekurangan air.
Inovasi Pembuatan Kompos Berbahan Dasar Sampah Organik Dengan Metode Komposter Jugangan Istighfaroh, Annisa Setyaji; Syarifah, Rahma Nur; Rahmanto, Arif; Windarso, Sarjito Eko
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.172

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dlam rngkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilakukan untuk mengenalkan kepada masyarakat teknologi pemanfaatan sampah organik (dedaunan) untuk dijadikan pupuk kompos. Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode praktik bersama kelompok tani “Amrih Makmur” di Dusun Clebung Gunung, Soronalan. Pengalaman menerapkan teknologi pengolahan sampah ini diharapakan dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani sebagai salah satu upaya menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani diantaranya mengurangi penggunaan pupuk kimia menggantinya dengan pupuk organik kompos. Hal ini sesuai dengan hasil diskusi bersama kelompok tani yang adadan diperoleh hasil bahwa masalah yang dihadapi petani di dusun ini adalah banyaknya sampah organik baik berupa daun daunan maupun kotoran ternak dan dan keinginan mengurangi penggunaan pupuk kimia di lahan pertanian milik kelompok tani. Tim KKN melakukan sosialisasi dan aksi untuk mengatasi masalah tersebut untuk pengurangan pupuk kimia dengan memanfaatkan sampah organik yang dijadikan sebagai pupuk kompos. Teknologi yang dikenalkan adalah pengolahan sampah menjadi kompos menggunakan metode komposter jugangan. Selama pelaksanaan kegiatan prmbuatan kompos ini tim KKN melakukannya bersama sama Kelompok Tani “Amrih Makmur”, sehingga kelompok tani dapat betul betu melaksanakan teknologi yang dikanalkan mulai dari tahap awal hingga selesainya proses pengolahan.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Bahan Organik Haliza, Annisa Krisnur; Cahyani, Latifa Dian; Qosamah, Khalda; Narto, Narto
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.173

Abstract

Pengomposan ialah salah satu dari berbagai metode pengolahan sampah organik dimana bertujuan untuk mengurangi dan juga mengubah komposisi sampah menjadi produk yang bermanfaat. Artikel ini berupaya memberikan gambaran dan penjelasan terkait program kerja pembuatan pupuk kompos, meliputi proses, tahapan hasil, dan manfaatnya. Proses pengomposan dilakukan secara alami yaitu mendaur ulang bahan organik, seperti daun dan sisa makanan, menjadi pupuk berharga yang dapat menyuburkan tanah dan tanaman. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan model deskriptif eksplanatif. Hasilnya, masyarakat menerima pemahaman dan wawasan baru dalam hal pemanfaatan limbah rumah tangga yang bisa dilakukan dengan sederhana dan terjangkau. Selain itu, masyarakat dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pupuk buatan pabrik yang umumnya sudah digunakan oleh masyarakat desa, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran masyarakat petani desa dalam proses bercocok tanam. Artikel ini diperoleh pada saat pelaksanaan KKN Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Tahun 2024.
Membuat Sabun Minyak Jelantah bagi Ibu Rumah Tangga Novita, Shella; Indryastuti, Harini Nova; Robby, Ahmad Arsyadany; Haryono, Haryono
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.174

Abstract

Minyak goreng bekas merupakan minyak yang digunakan berulang-ulang atau yang biasanya disebut dengan minyak jelantah. Penggunaan minyak jelantah secara berkelanjutan akan membahayakan kesehatan manusia karena didalam minyak jelantah mengandung senyawa karsinogenik. Salah satu pemanfaatan minyak jelantah yang mudah dilakukan adalah dengan diolah menjadi sabun. Tujuan diadakannya kegiatan penelitian ini adalah untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada masyarakat, terutama ibu-ibu yang berinteraksi langsung dengan penggunaan minyak jelantah tentang bahaya dan bagaimana pengelolaan limbah minyak jelantah. Peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu di Dusun Malang, Kelurahan Soronalan, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini terdiri dari penyampaian materi, diskusi dan praktik langsung. Hasil kegiatan pelatihan ini menunjukan bahwa para peserta sangat antusias dan menyimak selama proses berlangsung serta aktif dalam berdiskusi. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam menentukan formula yang tepat dalam pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kegiatan ini berlangsung diharapkan ibu-ibu akan semakin paham terkait pemanfaatan limbah minyak jelantah dan dapat mempraktikkan dirumah secara mandiri.
Sumur Resapan Urine Sapi untuk digunakan sebagai Pupuk Cair dan Mencegah Pencemaran Lingkungan Nugraheni, Ratih Mutiara; Nugraha, Cahyani Puspita; Dimasadra, Waldana; Rois, Ibnu
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.175

Abstract

Mereka yang tinggal di pedesaan dan memiliki peternakan hewan pribadi sering menghadapi masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh urin sapi yang dibuang tidak pada tempatnya. Kondisi ini terjadi di salah satu area di Kecamatan Sawangan Dusun Ngaglik di Kota Magelang. Pembuatan sumur resapan adalah alternatif yang dapat dijangkau untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan urin hewan peternakan. Studi ini melihat sumur resapan urin sapi sebagai cara kreatif untuk memanfaatkan limbah organik sebagai sumber pupuk cair dan mencegah pencemaran lingkungan. Kami melakukan penelitian lapangan dan ilmiah untuk mengetahui seberapa efektif sumur resapan untuk menghasilkan pupuk cair yang bermanfaat bagi pertanian dan mengurangi efek buruk urin sapi terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumur resapan urin sapi dapat menyerap dan mengolah urin sapi secara efisien, mengurangi risiko pencemaran tanah dan air. Selain itu, pupuk cair yang dihasilkan dari proses sumur resapan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan sumur resapan urin sapi dapat menjadi cara yang berkelanjutan untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan dan mendukung pertanian organik. Pengembangan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan upaya pelestarian lingkungan sangat dibantu oleh penelitian ini.
Transformasi Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos dengan Bioaktivator Tetes Tebu Muslimah, Maestyca Tresna Pangastuti; Nur Astuti, Sisilia Eko; Fitra, Syaffira Inayah; Amri, Choirul
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.176

Abstract

Sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak terpakai. Salah satu cara pemanfaatan sampah dengan cara pembuatan pupuk kompos dari bahan organik. Kompos adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan dan sisa tanaman yang telah mengalami proses pelapukan. Tujuan pembuatan pupuk kompos ini adalah memanfaatkan sampah sisa sayuran yang berada di wilayah dusun pending untuk dijadikan sesuatu yang lebih berguna. Tetes tebu merupakan kultur campuran dari berbagai mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Proses pembuatan pupuk kompos dilakukan dengan mencampurkan sampah organik (sayuran) dengan penambahan tetes tebu. Proses fermentasi dilakukan selama kurang lebih 1 hingga 2 bulan dan setiap 1 minggu sekali diaduk dan dilakukan pengecekan. Hasil akhir fermentasi selama sekitar satu bulan menghasilkan kompos yang berkualitas tinggi.
Pemanfaatan Ecobrick untuk Pengelolaan Sampah Anorganik Rahmawati, Siska; Rahmadhiani, Wening; Nur Rohman, Amirul; Prasetyawati, Naris Dyah
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.177

Abstract

Kegiatan KKN ini berlokasi di Dusun Santren, Desa Soronalan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Dusun Santren merupakan sebuah dusun yang terletak di lereng Gunung Merbabu. Dusun ini masih asri dan alamnya masih terjaga. Namun masih banyak masyarakat yang mengabaikan lingkungan dan kesehatannya. Terbukti sampah anorganik tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja ke lereng gunung. Oleh karena itu, Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta memilih lokasi di Dusun Santren dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam perkuliahan untuk ditularkan ke Dusun Santren. Program kerja yang dilaksanakan juga sesuai dengan jurusan yang diambil yaitu ecobrick sebagai pengolahan sampah anorganik. Ecobrick merupakan salah satu upaya kreatif penanganan sampah plastik. Ecobrick berfungsi bukan untuk menghancurkan sampah plastik, melainkan untuk memperpanjang umurnya dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ecobrick dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau kerajinan tangan yang mempunyai nilai jual.

Page 2 of 3 | Total Record : 27