cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 55 Documents clear
Edukasi Pernikahan Dini Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Jam’iyah Muslimat Al-Barokah Nur Khosiah; Aries Dirgayunita; Imro Atus Soliha; Robiatul Adawiyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4784

Abstract

Zaman telah mengalami kemajuan sangat pesat di segala bidang akan tetapi masih banyak masyarakat yang menikahkan anaknya di usia dini atau kita menyebutnya saat in dengan pernikahan di bawa umur. Pernikahan dini memiliki dampak negatif terutama pada kesehatan ibu dan anak salah satunya adalah stunting.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi pernikahan dini dalam upaya pencegahan stunting pada jam’iyah muslimat al-barokah Desa Tunggak Crème Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo agar dapat menyalurkan informasi dampak dan problematikanya pernikahan dini dan informasi tentang stunting ke masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini antara lain survey, pretest, penyuluhan dengan memberikan wacana dan ulasan serta diskusi, dampak dan problematika pernikahan dini dan stunting. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Kegiatan ini diikuti oleh jam’iyah muslimat al-barokah sebanyak 30 orang di Desa Tunggak Crème Kecamatan Wonomerto Kabupaten probolinggo. Melalui kegiatan pengabdian ini diperoleh bahwa jam’iyah muslimat Al-barokah sangat antusias dengan diadakannya pengabdian masyarakat dan mereka juga sebagian sudah mengetahui tentang dampak dan problematika pernikahan dini dan stunting. Time has progressed rapidly in all fields, but many people still marry off their children at an early age or underage marriage. Early marriage has a negative impact, especially on the health of mothers and children, one of which is stunting. This community service aims to provide early marriage education to prevent stunting in Jam'iyah Muslimat al-barokah, Tunggak Crème Village, Wonomerto District, Probolinggo Regency so that they can distribute information on the impact and problems of early marriage and information about stunting to the wider community. The methods used in the implementation of this community service include surveys, pretests, and counselling by providing discourse and reviews, discussions, impacts and problems of early marriage and stunting. The activity was carried out in December 2021. This activity was attended by 30 people from Jam'iyah Muslimat Al-Barokah in Tunggak Crème Village, Wonomerto District, Probolinggo Regency. This service activity found that Jam'iyah Muslimat Al-Barokah was very enthusiastic about holding community service, and some of them already knew about the impacts and problems of early marriage and stunting.
Bimbingan Teknik Preparasi Jaringan Epidermis Tumbuhan untuk Pengamatan Stomata kepada Guru Biologi Sri Amintarti; Muhammad Zaini; Aulia Ajizah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4795

Abstract

Pembuatan preparat segar suatu tumbuhan atau hewan merupakan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru biologi karena praktikum merupakan kegiatan pembelajaran yang tidak bisa dipisahkan dengan teori / konsep-konsep biologi. Bagus atau tidaknya tampilan suatu preparat tergantung pada  ketrampilan saat preparasi. Untuk membangun ketrampilan preparasi pengamatan stomata kepada para guru biologi  maka solusinya dengan memberikan bimbingan teknis preparasi jaringan epidermis tumbuhan untuk pengamatan stomata daun. Teknik preparasi mengacu pada Budi & Dhea (2018), Amintarti (2020) dan Nugraha (2020)  Metode bimbingan teknis dengan cara: 1) Menyampaikan materi tentang jaringan epidermis pada tumbuhan; 2) Menayangkan video preparasi jaringan epidermis untuk mengamati stomata; dan 3) Praktek pembuatan preparat jaringan epidermis untuk pengamatan stomata. Kegiatan diikuti oleh 35 orang guru biologi SMA/sederajat di Kabupaten Tanah Laut yang dilaksanakan secara luring bertempat di SMAN 1 Pelaihari. Hasil kegiatan menunjukkan   77,8% peserta menyatakan sangat setuju bahwa cara yang diberikan oleh Tim sangat praktis untuk membuat preparat pengamatan stomata. Sebanyak 33,3% peserta bimbingan telah berhasil membuat preparat dengan tampilan gambar stomata di bawah mikroskop yang sangat bagus, dan sebanyak 66,7% juga telah berhasil membuat preparat dengan tampilan gambar stomata yang belum sempurna. Keberhasilan ini membuat 100% peserta menyatakan mempraktekkannya pada pembelajaran di kelas. Dan 88,9% dari peserta bersedia untuk menginformasikannya kepada guru-guru biologi lain yang tidak mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini. Making fresh preparations of a plant or animal is a skill that a biology teacher must possess because practicum is a learning activity that cannot be separated from biological theories/concepts. The appearance of preparation depends on the skill during preparation. To build preparation skills for observation stomata for biology teachers, the solution is to provide technical guidance for preparing plant epidermal tissue for leaf stomata observation. The preparation technique refers to Budi & Dhea (2018), Amintarti (2020) and Nugraha (2020). The technical guidance method is by 1) Delivering material about epidermal tissue in plants, 2) Showing a video of epidermal tissue preparation to observe stomata, and 3) The practice of making epidermal tissue preparations for stomata observation. The activity was attended by 35 high school biology teachers/equivalents in Tanah Laut Regency, which was carried out offline at SMAN 1 Pelaihari. The activity results showed that 77.8% of participants strongly agreed that the method provided by the team was very practical for making stomatal observation preparations. As many as 33.3% of the guidance participants have successfully prepared a very good appearance of stomata images under a microscope. As many as 66.6% have also succeeded in making preparations with rudimentary stomatal images. This success made 100% of the participants state that they would practice it in classroom learning. Moreover, 88.9% of the participants were willing to inform other biology teachers who did not participate in this technical guidance activity.
Pemanfaatan Aplikasi Game Edukasi Untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Anak di Desa Kadipaten Ponorogo Nafidatul Vindi Riswanto; Siti Zazak Soraya
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4887

Abstract

Penggunaan gawai yang marak dilakukan saat ini oleh generasi milenial dapat berdampak positif maupun negatif jika disalahgunakan. Adapun salah satu pengaruh positif gawai adalah banyaknya aplikasi game edukatif yang bisa digunakan oleh anak-anak untuk tumbuh kembangnya, seperti penguasaan bahasa asing. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan aplikasi game edukasi berbasis android yang menarik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan asset-based community development (ABCD) dengan melibatkan 12 anak usia 7-12 tahun di Desa Kadipaten, Babadan, Ponorogo pada bulan Juli 2021. Adapun jenis game edukasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah aplikasi kahoot. Anak-anak sangat antusias dalam belajar bahasa Inggris dengan menggunakan aplikasi tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman anak-anak terkait aplikasi game edukasi serta kosakata bahasa Inggris meningkat. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa memanfaatkan secara optimal penggunaan gawai dalam konteks positif.  The current use of gadgets by the millennial generation can have positive and negative impacts if it is misused. One of the positive effects of gadgets is the number of educational game applications children can use for their growth and development, such as mastering foreign languages. This community service aimed to increase English vocabulary by using an interesting Android-based educational game application. The method used in this service is an asset-based community development (ABCD) approach that involves 12 children aged 7-12 years old in the Kadipaten Village, Babadan, Ponorogo, in July 2021. The type of educational game used in this service is the Kahoot application. Children are very enthusiastic about learning English by using the application. The results of community service activities showed that children's understanding of educational game applications and English vocabulary had increased significantly. Through this activity, children can make optimal use of gadgets in a positive context. 
Pelatihan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal untuk Menumbuhkan dan Mengembangkan Jiwa Enterpreneurship Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Geterudis Kerans; Khristoforus Palli Ngongo
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5123

Abstract

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 menjelaskan bahwa pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman. Dalam upaya peningkatan perekonomian, sejak dini para penerus bangsa sudah harus diperkenalkan akan kekayaan bahan pangan lokal dan bagaimana pengolahannya agar menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan jiwa entrepreneurship Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA melalui pelatihan pemanfaatan bahan pangan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2020 dan dilaksanakan dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pendampingan dan tahap pelatihan. Tahap persiapan dilaksanakan dengan tim kegiatan melakukan persiapan baik persiapan materi untuk pendampingan pemberian pemahaman serta persiapan semua alat dan bahan yang akan dibutuhkan untuk berlangsungnya kegiatan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal. Tahap pendampingan tim akan mengadakan sosialisasi awal tentang bahan pangan lokal di sekitar kita, manfaat pangan lokal dan kreativitas pengolahan pangan lokal. Tahap pelatihan akan diisi dengan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal. Kegiatan pengolahan bahan pangan lokal ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa IPA karena dapat menumbuh kembangkan jiwa entrepreneurship Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA. Hasil olahan ini juga dapat menjadi referensi mereka untuk dapat berwirausaha karena bahan yang dibutuhkan tersedia dilingkungan sekitar dan mudah didapatkan dengan harga yang relative murah. Saran agar kegiatan seperti ini sering dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.  Law of The Republic Indonesia Number 2008 the Year 2012 explains that food is everything that comes from biological sources of the agricultural, plantation, forestry, fishery, livestock, aquatic and water products, both processed and unprocessed, which are intended as food or drinks for consumption. Humans, including food additives, food raw materials, and other materials used in preparing, processing, and/or making food or drinks. To improve the economy, from an early age, the successors of the nation must be introduced to the wealth of local food ingredients and how to process them to foster their entrepreneurial spirit. This Community Service Program aims to foster the entrepreneurial spirit of the Science Education Study Program Student Association through training on the use of local food ingredients. This activity was carried out in November 2020 and was carried out in 3 stages, namely the preparation stage, the mentoring stage and the training stage. The preparation stage is carried out with the activity team making preparations for both material preparation for assistance in providing understanding and preparation of all tools and materials that will be needed for the ongoing training of local food processing activities. In the mentoring stage, the team will conduct initial socialization about local food ingredients around us, the benefits of local food and the creativity of local food processing. The training phase will be filled with local food processing training. This local food processing activity is very beneficial for science students because it can improve their skills in managing materials around them. These processed products can also be used as a reference for them to become entrepreneurs because the materials needed are available in the surrounding environment and are easily obtained at relatively low prices. Suggestions that activities like this are often carried out to improve student skills and foster student entrepreneurial spirit.
Pelatihan Surat Menyurat Digital Bagi Perangkat Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi untuk Mengurangi Penggunaan Kertas Wiji Safitri; Novi Fitria Hermiati; Miftakul Huda; Arief Teguh Nugraha
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5178

Abstract

Surat menyurat adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan oleh Perangkat Desa. Penggunaan surat digital sebaiknya sudah dilakukan untuk mengurangi penggunaan kertas dan mempercepat proses surat sampai kepada penerima. Pelatihan ini bertujuan untuk membuat surat digital, mengarsip surat, dan mengirim surat dalam bentuk digital. Pelatihan diikuti oleh 17 perangkat Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Metode yang dipergunakan adalah perencanaan, pelaksanan, dan observasi. Waktu pelaksanaan pelatihan ini selama satu hari pada tanggal 28 Januari 2022.  Selain itu, dipergunakan metode cooperative learning yang bertujuan agar peserta aktif. Evaluasi pelatihan adalah pelatihan sangat baik, dari sisi materi dan pembicara. Untuk program selanjutnya, dibuat tim untuk menularkan kepada perangkat desa setempat mengenai pembuatan surat digital. Correspondence is an inseparable part of the Village Apparatus. The use of digital mail should have been done to reduce paper use and speed up the process of letters reaching the recipient. This training aims to create digital letters, archive letters, and send letters in digital form. The training was attended by 17 officials from Mekarmukti Village, North Cikarang, Bekasi Regency. The method used is planning, implementation, and observation. Training implemented on one day, 28th January 2022. In addition, cooperative learning methods aim to make participants active. The training evaluation is a very good training, in terms of material and speakers. For the next program, a team was created to transmit to local village officials about making digital letters.
Workshop Penyusunan Bahan Ajar Elektronik Topik Dinamika Partikel Bermuatan Ayat-Ayat Al-Quran Dewi Dewantara; Abdul Salam M; Sarah Miriam; Misbah Misbah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5002

Abstract

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan No. 3 Tahun 2017 pasal 4 tentang penyelenggaraan pendidikan menyatakan bahwa maksud penyelenggaran pendidikan yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berilmu, cerdas, cakap, kreatif, mandiri dan unggul. Untuk menyelaraskan dengan hal tersebut, maka tim mengadakan “Workshop Penyusunan Bahan Ajar Elektronik Topik Dinamika Partikel Bermuatan Ayat-Ayat Al-Quran”. Hal ini agar guru terlatih dalam menyusun bahan ajar elektronik yang bermuatan ayat-ayat Al-Qur’an. Mitra adalah Guru MGMP Fisika Kabupaten Tanah Bumbu. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Maret- Juni 2021. Metode kegiatan dibagi menjadi tiga tahap yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengabdian ini  berjalan dengan lancar. Guru pada akhirnya mampu menyusun bahan ajar elektronik dinamika partikel bermuatan ayat-ayat Al-Quran secara mandiri. Guru akan mengimplementasikan bahan ajar yang telah disusun sehingga permasalahan pada mitra dapat diminimalisir.  South Kalimantan Provincial Regulation No. 3 of 2017 Article 4 concerning the implementation of education states that providing education prepares human resources who are faithful and devoted to God Almighty, healthy, knowledgeable, intelligent, capable, creative, independent and superior. The team held a "Workshop on the Preparation of Electronic Teaching Materials on the Topic of Particle Dynamics Containing Al-Quran Verses" to harmonize with this. This is so that teachers are trained in compiling electronic teaching materials containing verses of the Qur'an. Partners are MGMP Physics Teachers in Tanah Bumbu Regency. The training will be held from March-June 2021. The activity method is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. This service is running smoothly. The teacher can finally independently compose electronic teaching materials for particle dynamics charged with Al-Quran verses. The teacher will implement the teaching materials prepared so that problems with partners can be minimized.  
Edukasi Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di Desa Rejasa Tabanan Ketut Sherly Nindya Ovitasari; Dea cantrika; Yolandari Ayu Murti; Erwin Satria Widana; I Gede Agus Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4986

Abstract

Desa Rejasa Kabupaten Tabanan memiliki luas desa 2,44 km2. Desa Rejasa ini merupakan desa yang berkembang di bidang pertanian serta terdapat penangkaran ikan lele. Namun, ibu rumah tangga serta masyarakat Desa Rejasa belum mengetahui pemanfaatan pengolahan sampah organik dan anorganik, Oleh karena itu penting untuk menyadarkan kepedulian warga agar tidak sembarangan dalam membuang sampah serta mengedukasi terkait pengolahan sampah. Berawal dari permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan solusi melalui edukasi pentingnya menjaga kebersihan desa, memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan olahan sampah tersebut sehingga memiliki nilai tambah. Bentuk nyata kegiatan ini berupa memberi fasilitas tempat sampah yang terpilah dan memberi pupuk kompos organik. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah   mengedukasi melalui tahapan sosialisasi, perijinan, persiapan,pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PkM yang dilaksanakan tanggal 20 Januari 2022 adalah pedulinya masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pemilahan sampah serta pengetahuan untuk memanfaatkan sampah. Selain itu masyarakat Desa Rejasa dapat mengetahui manfaat sampah dengan cara 3R Reduce, Reuse, and Recyle. Kegiatan PkM ini memberikan dampak positif karena hasil monitor dan evaluasi terbukti lingkungan menjadi bersih dan masyarakat telah berhasil mengolah sampah yang ada. Rejasa Village, Tabanan Regency, has a village area of 2.44 km2. Rejasa Village is a village developing in agriculture, and there is a catfish farm. However, homemakers and the people of Rejasa Village do not know about the use of organic and inorganic waste processing. Therefore, it is important to raise residents' awareness so that they are not careless in disposing of waste and educate them about waste management. Starting from these problems, this community service activity aims to provide solutions through education on the importance of maintaining village cleanliness, sorting organic and inorganic waste and utilizing processed waste so that it has added value. The tangible form of this activity is to provide facilities for segregated trash bins and provide organic compost. The method used in this community service activity is to educate through the stages of socialization, licensing, preparation, implementation and evaluation. The results of the service activities carried out on Thursday, January 20, 2022, showed the public's concern for maintaining cleanliness, increasing public understanding of waste sorting and knowledge of utilizing waste. In addition, the people of Rejasa Village can find out the benefits of waste through 3R Reduce, Reuse, Recycle. The implication is very positive because the monitoring and evaluation results prove that the environment is clean and the community has succeeded in processing the existing waste. 
Sosialisasi Penerapan Aplikasi TikTok sebagai Inovasi dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Eka Fitri Novita Sari; Nofi Marlina Siregar; Sukiri Sukiri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan sosial media TikTok di masyarakat sebaiknya disikapi positif oleh guru di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan membangun motivasi dan kreativitas dalam mengembangkan aplikasi TikTok sebagai inovasi pembelajaran pendidikan jasmani serta memperkaya khazanah ilmu terutama pemanfaatan media pembelajaran pendidikan jasmani untuk satuan pendidikan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 23 September 2021, diikuti oleh 117 peserta guru Pendidikan jasmani dari wilayah Jakarta Bogor Tangerang melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Dengan materi (1). Pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran, (2). Inovasi pembelajaran Pendidikan jasmani yang tepat guna dengan fitur-fitur yang disiapkan media sosial TikTok. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menambah motivasi para peserta untuk dapat menghasilkan karya cipta yang kreatif dalam bentuk media pembelajaran pendidikan jasmani melalui aplikasi TikTok pada satuan pendidikan yang ditekuninya. The rapid development of TikTok social media in the community should be responded to positively by teachers at schools. Community service activities are carried out to seek to build motivation and creativity in developing the TikTok application as a physical education learning innovation and enriching the treasure of science, especially the use of physical education learning media for school education units. The activity was held on September 23, 2021, attended by 117 participants from the Jakarta Bogor Tangerang area and the activities through the Zoom Meeting platform. The materials consist of: (1). how to use social media in learning, (2). what kind of physical education learning innovation can be pursued within TikTok social media effectively and a guide to the ease of using the features prepared by TikTok. Based on this service activity, it can be concluded that this activity increases the participants' motivation to produce creative works in physical education learning media through the TikTok application in the educational unit they are engaged in. 
BUMDes Management Through Accounting Information Systems at BUMDes in Cisarua District, West Bandung District Siti Kustinah; Heni Nurani Hartikayanti; Edi Winarso
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5240

Abstract

Village-Owned Enterprises were formed to improve the financial capacity of the village government in administering government and increasing community income through various economic business activities in rural communities. However, in reality, the goal of establishing a BUMDes in the Cisarua District has not been fully achieved. The understanding of BUMDes managers on the importance of BUMDes management, especially regarding the BUMDes accounting system, has not been fully implemented optimally. Socialization about the importance of professional BUMDes management through applying the accounting system is one alternative solution to solve this problem. Through the socialization program that has been carried out, the results obtained are that there is a fairly good understanding of the BUMDes managers in several things that need to be addressed in professional BUMDes management, namely the participants' understanding of the elements of professional BUMDes management and participants' understanding of the need for information technology. In contrast, the understanding of Village Owned Enterprises managers in Cisarua District, West Bandung Regency regarding accounting information systems showed poor results, especially participants' understanding of the accounting system, financial statements, especially equity reports and cash flow statements. 
Pelatihan Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita berdasarkan Newman untuk Guru Matematika SMP/MTs Hidayah Ansori; Yuni Suryaningsih; Rizki Amalia; Juhairiah Juhairiah; Umaira Afifah; Muhammad Roid Albari; Ahmad Faisal Rahman
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4793

Abstract

Matematika masih dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan siswa dapat dilihat dari masih terdapatnya siswa yang melakukan kesalahan saat mengerjakan matematika, khususnya pada soal cerita. Soal cerita merupakan bentuk soal matematika yang dirancang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa, kemudian dicari penyelesaiannya menggunakan kalimat matematika yang bisa memuat bilangan, operasi hitung, dan relasi. Kesalahan dalam penyelesaian soal matematika tidak dapat dibiarkan karena pada dasarnya kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal sehingga perlu dianalisis lebih lanjut, yaitu menggunakan prosedur Newman. Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan kepada guru untuk melatih bagaimana menganalisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita menggunakan prosedur Newman. Tujuan akhir pelatihan ini adalah diharapkan hasil analisis kesalahan siswa dapat dijadikan dasar oleh guru untuk memberikan bantuan yang tepat kepada siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita. Pelatihan ini dilaksanakan pada 15 – 29 Juli 2021, dilakukan dengan metode sinkronus dan asinkronus. Kegiatan dilaksanakan secara sinkronus pada 15 Juli 2021 secara daring menggunakan Zoom meeting. Adapun secara asinkronus berupa bimbingan secara asinkronus melalui Whatsapp grup dari 16 – 29 Juli 2021. Sebanyak 31 orang guru anggota MGMP Matematika SMP Kabupaten Barito Kuala mengikuti kegiatan pelatihan ini. Hasil akhir pelatihan adalah guru mampu melakukan analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yang dilihat dari hasil pengumpulan tugas. Beberapa kesalahan siswa berdasarkan prosedur Newmann yang ditemukan guru berdasarkan jawaban soal cerita siswa adalah kesalahan siswa dalam memahami soal (comprehension error) dan kesalahan transformasi (proses skill error). Mathematics is still considered one of the subjects considered difficult by students. Students' difficulties can be seen in the number of students who make mistakes when doing mathematics, especially in story problems. Story questions are a form of a mathematical problem designed to relate to students' daily lives and then find solutions using mathematical sentences that can contain numbers, arithmetic operations, and relations. Errors in solving math problems cannot be ignored because errors in solving math problems indicate that the learning objectives have not been achieved optimally, so further analysis is needed, namely using the Newman procedure. Therefore, it is necessary to hold training for teachers to train how to analyze the mistakes made by students in solving story problems using the Newman procedure. The ultimate goal of this training is that it is hoped that the results of the analysis of student errors can be used as a basis by the teacher to provide appropriate assistance to students who make mistakes in solving story problems. This training will be held on 15 – 29 July 2021, using synchronous and asynchronous methods. The activity was carried out synchronously on July 15, 2021, using a Zoom meeting. Meanwhile, asynchronously in the form of asynchronous guidance via Whatsapp group from 16 – 29 July 2021. A total of 31 teachers who are members of the Mathematics MGMP of the Barito Kuala Regency Junior High School participated in this training activity. The final result of the training is that the teacher can analyze student errors in solving math story problems, which can be seen from the results of the collection of assignments. Some of the student errors based on the Newmann procedure found by the teacher based on the answers to the students' story questions were comprehension errors and process skill errors.