cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 680 Documents
Membangkitkan Ekonomi Rakyat Secara Berjamaah Melalui Koperasi Ulfa Fitriati; Aulia Isramaulana; Lailan Ni’mah; Elma Sofia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2159

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kewirausahaan berupa sosialisasi koperasi syariah 212 di Kota Banjarbaru.  212 Mart adalah merek minimarket Koperasi Syariah 212. Tujuan dari sosialisasi ini ialah untuk menambah anggota koperasi Syariah 212. Berdasarkan hasil sosialisasi, diperoleh bahwa anggota Koperasi Syariah 212  Amanah Idaman Banjarbaru bertambah 90 orang, semula anggotanya hanya 44 orang pada bulan Februari 2019 hingga 7 Juli 2020 sudah mencapai 134 orang. Dengan total simpanan mencapai 300 juta lebih.  Hal ini menunjukkan hanya sebagian masyarakat yang tahu bahwa koperasi adalah usaha berjamaah dengan modal kecil untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.  Entrepreneurship Community Partnership Program in the form of socialization of 212 sharia cooperatives in Banjarbaru City. 212 Mart is a brand of Koperasi Syariah 212 minimarket. The purpose of this outreach is to increase members of the Koperasi Syariah 212. Based on the socialisation results, it was found that the members of the Koperasi Syariah 212 Amanah Idaman Banjarbaru increased by 90, initially 44 members in February 2019 to 7 July 2020 reached 134 people. With a total savings of more than 300 million. This shows that only a part of the community knows that a cooperative is a joint venture with small capital to improve its economy.
Bimbingan Teknis Penulisan Bahan Ajar Biologi Berbasis Potensi Lokal Pada MGMP IPA-Biologi SMP di Hulu Sungai Selatan Hardiansyah Hardiansyah; Noorhidayati Noorhidayati; Mahrudin Mahrudin; Riya Irianti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i2.2741

Abstract

Potensi lokal Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dijadikan  sumber belajar, dan sebagai bahan ajar Biologi sehingga pembelajaran kontekstual menjadi lebih bermakna. Keterbatasan bahan ajar berbasis potensi lokal dan pengetahuan guru yang tergabung dalam MGMP IPA-Biologi se Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam membuatan bahan ajar perlu mendapatkan bimbingan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi bekal dan bimbingan kepada guru-guru IPA-Biologi dalam mengembangkan bahan ajar berbasis potensi lokal. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini  menggunakan metode ceramah, diskusi, workshop dan konsultasi secara daring, yang diikuti oleh sebanyak 38 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari diskusi dan tanya jawab yang berlangsung sangat dinamis. Banyak peserta yang mengemukakan potensi lokal daerah mereka, dan meminta saran tentang bahan ajar apa yang harus dan baik mereka kembangkan. Berdasarkan data akhir terdapat lebih dari setengah total peserta yaitu 22 orang guru dari 38 orang (58%) yang format pengembangan bahan ajar Biologi, dan masih terus bertambah. Hal ini menunjukkan guru IPA-Biologi mempunyai motivasi yang cukup tinggi untuk membuat bahan ajar Biologi berbasis potensi lokal. The local potential of Hulu Sungai Selatan Regency can be used as a learning resource and as biology teaching material so that contextual learning becomes more meaningful. The limitations of teaching materials based on local potential and the knowledge of teachers who are members of the IPA-Biology MGMP in Hulu Sungai Selatan District in making teaching materials need guidance. This community service activity aims to provide provisions and guidance to Science-Biology teachers in developing teaching materials based on local potential. The implementation of this Community Service activity used lectures, discussions, workshops and online consultations, which 38 people attended. The activity results showed that the teachers were very enthusiastic about participating in this activity; it was seen from the dynamic discussion and question and answer process. Many participants raised the local potential of their area and asked for suggestions on what teaching materials they should and should develop well. Based on the final data, more than half of the total participants, namely 22 teachers out of 38 people (58%), have the format for developing Biology teaching materials, and it is still growing. This shows that Science-Biology teachers have high enough motivation to make Biology teaching materials based on local potential. 
Bimbingan Pembuatan Proposal PTK Bagi Guru Peserta MGMP Matematika Kota Banjarmasin Hidayah Ansori; Sutarto Hadi; Rizki Amalia; Maulida Fitri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v2i2.1791

Abstract

Upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses belajar mengajar di kelas harus selalu dilakukan. Salah satu upaya tersebut ialah dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan untuk membimbing guru khususnya peserta MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika SMA Kota Banjarmasin dalam pembuatan proposal PTK. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan mengingat kembali tentang PTK. Subjek dalam pengabdian ini adalah Guru Matematika MGMP Matematika SMA Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan yaitu menjelaskan kepada peserta pelatihan mengenai konsep dasar PTK, membimbing peserta membuat draf proposal PTK, mendiskusikan kesulitan dalam pembuatan proposal PTK, membimbing peserta memperbaiki proposal PTK dan menghasilkan proposal PTK yang dapat digunakan untuk penelitian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa bimbingan pembuatan proposal PTK untuk guru peserta MGMP Matematika SMA Kotamadya Banjarmasin sudah dilaksanakan dengan lancer. Kegiatan ini sangat mendukung peningkatan kemampuan guru dalam rangka meningkatkan produktivitas pendidikan dengan pembuatan proposal PTK. Guru-guru mulai mengingat dan memahami kembali materi PTK dan menghasilkan proposal PTK.Efforts to improve and improve the quality of teaching and to learn in class must always be made. One such effort is to carry out Classroom Action Research (CAR). Therefore, training needs to be held to guide teachers, especially Mathematics MGMP (Subject Teachers' Meeting) participants in Banjarmasin City High School, in making PTK proposals. The purpose of this service is to provide understanding and recall about CAR. The subject of this service is the Mathematics Teacher of Mathematics MGMP in Banjarmasin City High School. The method used is to explain to the trainees about the basic concepts of CAR, guide participants to draft a CAR proposal, discuss the difficulties in making a CAR proposal, guide participants to improve the CAR proposal and produce a CAR action proposal that can be used for research. Community Service Activities in the form of guidance on PTK proposals for teachers participating in the MGMP Mathematics in Banjarmasin Municipality in Banjarmasin have been carried out smoothly. This activity is very supportive of improving the ability of teachers in order to increase educational productivity by making CAR proposals. The teachers begin to remember and re-understand the CAR material and produce a CAR proposal.
Penguatan Kompetensi Profesional Guru MGMP Kimia: Pengembangan Instrumen Evaluasi Diagnostik Multi–tier Arif Sholahuddin; Rizki Nur Analita; Syahmani Syahmani; Atiek Winarti; Abdul Hamid; Bambang Suharto; Iriani Bakti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i2.2809

Abstract

Pelaksanaan evaluasi pembelajaran merupakan salah satu kompetensi profesional guru yang penting untuk mengukur kualitas hasil belajar siswa. Pada mata pelajaran kimia, evaluasi pembelajaran tersebut perlu dilakukan secara detil hingga diketahui sejauh mana pemahaman konsep yang dimiliki siswa. Salah satu instrumen evaluasi pembelajaran yang dapat digunakan adalah tes diagnostik bentuk bertingkat atau multi–tier. Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa guru cenderung mengalami kesulitan dalam mengembangkan instrumen evaluasi yang berbasis diagnostic multi–tier. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berikut bertujuan untuk membantu guru menjadi terampil dalam mengembangkan instrumen evaluasi diagnostik multi–tier. Peserta kegiatan adalah seluruh guru kimia dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kimia Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kegiatan PkM dilaksanakan sebanyak dua kali secara daring. Metode kegiatan meliputi: (1) Penyampaian materi oleh narasumber; (2) Diskusi dan tanya–jawab antara narasumber dengan peserta; (3) Penugasan kepada peserta; dan (4) Evaluasi hasil penugasan. Instrumen evaluasi diagnostik multi–tier yang telah dikembangkan oleh peserta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat diharapkan dapat menguatkan kompetensi profesional guru Kimia Implementation of learning evaluation is one of the teacher's professional competence that is important to survey students' quality of learning outcomes. The evaluation in chemistry subject needs to be done detailly in determining how students understand the concepts. One of the learning evaluation instruments that can be used is multi-tier diagnostic. Several studies in Indonesia reported that teachers experience difficulties developing evaluation instruments based on multi-tier diagnostic. The following community service activities aimed to help teachers become skilled in developing multi-tier diagnostic evaluation instruments. Participants in the activity were all chemistry teachers from the MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) of Barito Kuala Regency, South Kalimantan. The activity was carried out twice online. Methods of activity included: (1) Delivering material by the speakers; (2) Discussions between speakers and participants; (3) Assigning participants; and (4) Evaluating the assignment's result. There was expected that the multi-tier diagnostic evaluation instruments developed by participants of community service could strengthen their professional competence.
Sosialisasi Dasar Pembelajaran Permainan Bola Besar Berbasis Record untuk Guru PJOK di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Norma Anggara; Perdinanto Perdinanto; Mita Erliana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i3.2491

Abstract

Pembuatan video pembelajaran PJOK diperlukan dalam membantu guru dalam  pembelajaran daring. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu guru PJOK membuat video pembelajaran dasar permainan bola besar dengan menggunakan aplikasi editing video. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi serta bimbingan terstruktur pada tanggal 15 September 2020 di Kecamatan Kusan Ilir Kabupaten Tanah Bumbu. Peserta dalam kegiatan ini adalah guru PJOK yang terdata bertugas di wilayah 3T sebanyak 8 orang. Guru yang belum pernah membuat video pembelajaran sederhana dan singkat dengan menggunakan aplikasi editing video sangat bersemangat karena video yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi tersebut dapat secara langsung dibagikan kepada peserta didik. Kegiatan ini mendapat respon di kriteria sangat baik untuk keempat aspek yang dinilai yaitu materi, narasumber, durasi dan media penyampaian serta guru dapat membuat video pembelajaran PJOK. Peserta disarankan agar saat pembuatan video rekaman pembelajaran bola besar agar dapat menggunakan bola yang berdiameter 50-60 cm. Tujuannya agar menyatakan kebermaknaan bermain yang sesungguhnya, walaupun peserta didik hanya mengikuti gerakan melalui virtual video saja. Making PJOK learning videos is needed in helping teachers with online learning. This activity aims to help PJOK teachers make basic learning videos for big ball games using video editing applications. This activity was conducted directly using lectures, demonstrations, discussions and structured guidance on September 15, 2020, in Kusan Ilir District, Tanah Bumbu Regency. Participants in this activity were 8 PJOK teachers who were registered to work in the 3T area. Teachers who have never made a short and straightforward learning video using a video editing application are very excited because the videos produced using this application can be directly shared with students. This activity received a very good response in the criteria for the four aspects assessed: the material, resource persons, duration and media of delivery, and the teacher could make instructional training videos. Participants are advised that when making a large ball learning video recording, they can use a ball diameter of 50-60 cm. The goal is to convey the real meaning of playing, even though students only follow the movements through virtual videos.  
Sosialisasi Manfaat Kebugaran Jasmani Pada Masa Pandemi Covid 19 Pada Masyarakat Pesisir Desa Tanete Kabupaten Tanah Bumbu Edwin Wahyu Dirgantoro; Lazuardy Akbar Fauzan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i3.2478

Abstract

Kebugaran jasmani menjadi salah satu hal penting dalam upaya menjaga status kesehatan tubuh seseorang. Seseorang dikatakan memiliki tubuh yang bugar apabila tubuh sanggup dan dapat melaksanakan penyesuaian aktivitas fisik yang dilakukan oleh tubuh tanpa berakibat kelelahan berlebihan. Semakin tinggi derajat kebugaran jasmani yang dimiliki seseorang maka semakin tinggi pula kemampuan kerja fisiknya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah (1) memberikan pemahaman terhadap masyarakat pesisir Desa Tanete tentang manfaat kebugaranan jasmani terutama pada masa Covid 19, (2)  meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir Desa Tanete tentang cara meningkatkan kebugaran jasmani, dan (3) memotivasi masyarakat mitra agar menerapkan latihan kebugaran jasmani. Metode yang digunakan yaitu (1) Observasi dan survey lapangan, (2) Tes awal terhadap mitra, (3) Pelaksanaan pengabdian yang berupa penyuluhan tentang kebugaran jasmani, (4) Tes akhir terhadap mitra, dan (5) Analisis data dan penarikan hasil evaluasi.  Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat pesisir pantai Desa Tanete Kabupaten Tanah Bumbu. Data yang dianalisis berasal dari hasil tes awal dan tes akhir  dengan menggunakan lembar kuesioner berisi daftar pertanyaan seputar kebugaran jasmani. Respon masyarakat sangat baik pada kegiatan ini. Berdasarkan 35 peserta kegiatan, sebanyak 94% menyatakan sangat antusias terhadap terlaksananya kegiatan ini, 83% memahami dengan baik materi kebugaran jasmani, 80% masyarakat mitra memahami dengan baik jenis latihan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, dan 91% menyatakan termotivasi untuk meningkatkan kebugaran jasmani melalui aktivitas olahraga setelah mengikuti kegiatan ini. Physical fitness is one of the important things to maintain the health status of a person's body. A person is said to have a fit body if the body can adjust to the physical activities carried out without causing excessive fatigue. The higher the degree of physical fitness a person has, the higher his physical workability. The purpose of this community service is (1) to provide understanding to the coastal community of Tanete Village about the benefits of physical fitness, especially during the Covid 19 period, (2) to increase awareness of the coastal community of Tanete Village on how to improve physical fitness, and (3) to motivate partner communities to implement physical fitness training. The methods used are (1) Observation and field survey, (2) Initial test of partners, (3) Implementation of service in the form of counselling on physical fitness, (4) Final test of partners, and (5) Data analysis and withdrawal of evaluation results. . The target in this community service is the coastal community of Tanete Village, Tanah Bumbu Regency. The data analyzed came from the results of the initial and final tests using a questionnaire sheet containing a list of questions about physical fitness. The community response was very good for this activity. Based on 35 activity participants, 94% stated that they were very enthusiastic about the implementation of this activity, 83% understood well the physical fitness material, 80% of the partner communities understood well the types of exercise to improve physical fitness, and 91% stated that they were motivated to improve physical fitness through activities—exercise after participating in this activity.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Literasi Digital untuk Guru-Guru Bahasa Inggris Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kotabaru Nasrullah Nasrullah; Fatchul Mu’in; Nanik Mariani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i3.2579

Abstract

Memberikan pelatihan untuk mengenalkan literasi digital kepada guru mata pelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP dan memberikan peningkatan strategi dalam penerapan literasi digital ke guru mata pelajaran bahasa Inggris Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kotabaru merupakan tujuan dari kegiatan ini. Kegiatan ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan pengenalan dan pelatihan. Pendekatan pengenalan ceramah dan diskusi tentang konsep literasi digital pada guru-guru mata pelajaran bahasa Inggris dan mengenalkan berbagai Sarana Digital untuk membantu para guru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Sedangkan pendekatan pelatihan meliputi praktik dalam menerapkan literasi digital untuk pembelajaran bahasa Inggris dan pelatihan menggunakan berbagai sarana digital secara efektif dalam pembelajaran. Hasil dari kegiatan yang melibatkan 30 orang guru di kabupaten Kotabaru ini berupa: 1) meningkatnya keterampilan dalam mengajar karena bertambahnya wawasan tentang literasi digital, 2) bertambahnya strategi guru dalam mengajarkan bahasa Inggris secara online, dan 3) meningkatnya minat dan kemampuan siswa SMP pada mata pelajaran bahasa Inggris sehingga suasana belajar melalui online class lebih bervariasi dan menyenangkan. Providing training to introduce digital literacy to English subject teachers at the junior high school level and provide improved strategies in the application of digital literacy to English teachers at the junior high school level in Kotabaru Regency is the purpose of this activity. This activity used two approaches, namely the introduction and training approach. The introductory approach used lectures and discussions on the concept of digital literacy in English subject teachers and introduced various digital tools to help teachers in learning English. Meanwhile, the training approach includes practice in applying digital literacy for learning English and training using various digital tools effectively in learning. The results of this activity that involved 30 teachers in Kotabaru district were: 1) the increasing of the skills in teaching due to increased insight into digital literacy, 2) the increasing of teacher strategies in teaching English online, and 3) the increasing of interest and ability of junior high school students in following the English subjects so that the atmosphere of learning through online classes is more varied and fun.  
Bimbingan Teknis Representasi Visual Pada pembelajaran Biologi SMA secara Kolaboratif Nurul Hidayati Utami; Kaspul Kaspul; Raudatul Mispa; Ina Aprilliana; Nurhidayatul Jannah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i3.2513

Abstract

Representasi visual dalam pembelajaran Biologi terkait dengan aspek interpretatif yang mewakili entitas/elemen yang disajikan dalam bentuk foto, tabel, bagan maupun diagram. Melalui kegiatan representasi visual dapat mencegah terjadinya misskonsepsi. Pengembangan representasi visual secara kolaboratif melibatkan siswa, guru dan kolaborator. Kegiatan dilaksanakan di kelas dengan berpusat pada siswa dengan cara membentuk kelompok kecil. Program kemitraan ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang melibatkan representasi visual bagi siswa dalam belajar Biologi secara kolaboratif. Adapun kegiatan dilakukan di SMA Negeri 1 Jorong yang melibatkan siswa yang berjumlah 50 orang, guru Biologi serta kolaborator yang terdiri atas dosen dan mahasiswa pendidikan Biologi. Kegiatan PKM dilakukan dengan tatap muka dengan metode brainstorming dan diskusi. Berdasarkan hasil kemitraan diketahui bahwa pembelajaran kolaboratif dapat dilakukan dengan menerapkan proses sainstifik. Adapun langkah yang dilakukan antara lain. (1) proses persiapan seperti brainstorming antara guru dan tim kolaborator, dan membentuk kelompok kolaboratif; (2) proses pelaksaan yakni dengan  menyampaian materi serta memberikan LKPD penunjang, menganalisa data secara kolaboratif, menyusun hasil representasi visual secara berkelompok dan hasil representasi visual disampaikan di kelas; dan (3) refklesi dari kegiatan yang dilakukan seperti memperbaikan hasil representasi visual. Visual representation in Biology learning is related to interpretive aspects that represent entities/elements presented in photos, tables, charts and diagrams. Through visual representation, activities can prevent misconceptions. Collaborative development of visual representations involves students, teachers and collaborators. Activities carried out in the classroom are student-centred by forming small groups. This partnership program aims to implement the learning that involves visual representation for students in collaborative learning of Biology. The activities were carried out at SMA Negeri 1 Jorong, which involved 50 students, Biology teachers, and collaborators of Biology education lecturers and students. The community service activities are carried out face-to-face with brainstorming and discussion methods. Based on the partnership results, it is known that collaborative learning can be done by applying a scientific process. The steps taken include: (1) preparatory processes such as brainstorming between teachers and collaborating teams and forming collaborative groups; (2) the implementation process, namely by delivering material and providing supporting the student worksheet, analyzing data collaboratively, compiling visual representation results in groups and presenting visual representation results in class; and (3) reflection of the activities carried out such as improving the results of visual representations.
Pelatihan Implementasi Blended Learning di Taman Kanak-kanak pada Guru TK Negeri Pembina Banjarmasin Timur Maimunah Maimunah; Celia Cinantya
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i3.2722

Abstract

Permasalah yang ditemukan di Sekolah mitra adalah motivasi belajar siswa yang menurun akibat terlalu lama belajar dari rumah di tengah kondisi pandemi Covid-19.  Selain itu pembelajaran daring yang diberikan juga kurang bervariasi. Untuk itu, Pengabdian Kepada Masyarakat ini betujuan untuk memberikan informasi kepada Guru-Guru TK tentang metode pembelajaran Blended Learning dan pelatihan menggunakan aplikasi educandy sebagai alternatif media membuat pembelajaran berbasis permainan yang menarik bagi peserta didik dalam pembelajaran daring. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Pembina Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin pada tanggal 18 November 2020, dan diikuiti oleh 16 peserta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan praktek langsung oleh peserta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peserta memahami konsep dasar Blended Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang bisa digunakan saat Pandemi Covid-19, juga Guru-Guru memiliki ketrampilan dalam menggunakan aplikasi educandy sebagai media membuat materi pembelajaran berbasis permainan.  The problem found in partner schools is that students' learning motivation has decreased due to taking too long to study from home during the Covid-19 pandemic. In addition, the online learning provided is also less varied. For this reason, this Community Service aims to provide kindergarten teachers with information about the Blended Learning learning method and training using the Educandy application as an alternative media to create interesting game-based learning for students in online learning. This training was held at the Pembina Kindergarten in East Banjarmasin District, Banjarmasin, on November 18, 2020, and was attended by 16 participants. The methods used in this activity are lectures, questions and answers and demonstrations. They were then continued with training, and hands-on practise by the participants. The result of this community service activity is that participants understand the basic concepts of Blended Learning as a learning approach that can be used during the Covid-19 pandemic, and teachers have skills in using Educandy applications as a medium for making game-based learning materials. 
Bimbingan Teknis Pembelajaran dalam Jaringan (Daring) Bagi Guru di Sekolah Dasar Celia Cinantya; Maimunah Maimunah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i3.2489

Abstract

Sebagai salah satu metode yang digunakan dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh, pembelajaran online memberikan keuntungan kepada peserta didik untuk belajar di mana saja dan kapan saja. Namun, kendala terjadi dalam proses pembelajaran, seperti motivasi dan semangat belajar peserta didik menurun selama belajar dari rumah. Hal ini karena peserta didik rindu bertemu teman, dan kurangnya variasi tugas dan materi pembelajaran membuat peserta didik bosan. Untuk itu Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bimbingan teknis bagi guru SD Pengambangan 5 Banjarmasin dengan menggunakan metode Game-Based Learning sebagai salah satu metode alternatif yang digunakan selama Learning from Home untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan materi kuliah, tanya jawab kemudian berkembang dan praktek menggunakan aplikasi Kahoot. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memahami konsep dasar Game Based Learning sebagai alternatif pembelajaran, dan peserta dapat membuat materi pembelajaran berbasis game menggunakan Kahoot. Metode ini merupakan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar anak. As one of the methods used in the distance learning process, online learning gives students the advantage to study anywhere and anytime. However, obstacles occur in the learning process, such as the students' motivation and enthusiasm for learning decreases during learning from home. Students miss meeting friends and the lack of variety of assignments and learning materials makes students bored. For this reason, Community Service aims to provide information and technical guidance for Pengambangan 5 Elementary School Banjarmasin teachers by using the Game Base Learning method as one of the alternative methods used during Learning from Home to increase students' learning motivation. Community service activities begin with lecture material, question and answer then develop and practice using the Kahoot application. The result of this community service activity is to understand the basic concepts of Game-Based Learning as an alternative to learning, and participants can create game-based learning materials using Kahoot. This method is a learning innovation to increase children's learning motivation. 

Page 6 of 68 | Total Record : 680