cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 425 Documents
ANALISIS NILAI KEADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH OLEH KEPALA ADAT SUKU DAYAK KETUNGGAU DESA PELIMPING BARU KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG Veronika Ratna Parawita; Yuliananingsih M.; Moad
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keadilan dalam penyelesaian sengketa tanah oleh Kepala Adat Suku Dayak Ketungau Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus. Menurut adat setempat, berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat pada masyarakat Adat Dayak Ketunggau Desa Pelimping Baru beserta Lembaga Adatnya, adapun penyelesaian sengketa batas tanah melalui tiga (3) tingkatan yakni : Tingkat RT, diselesaikan oleh Dewan Adat Desa Pelimping Baru, Tingkat Dusun, diselesaikan oleh Ketua Adat Desa Pelimping Baru, Tingkat Desa, diselasaikan oleh Temenggung Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Akibat hukum yang ditimbulkan dari penyelesaian sengketa batas tanah warga masyarakat Adat Dayak Ketunggau Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang adanya sanksi bagi pihak yang bersengketa dengan membayar seluruh kerugian dalam penyeleaian sengketa batas tanah sebesar 40 Rial ( satuan uang dalam hukum adat ) dan tanah tersebut di kembalikan kepada pihak yang berhak. Upaya yang dapat dilakukan oleh Lembaga Adat untuk menyelesaikan Sengketa Batas Tanah warga masyarakat adat di Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang adalah yaitu dengan memberikan teguran dan penjelasan kepada pihak yang bersengketa agar di kemudian hari tidak terjadi kasus yang serupa.
STRATEGI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN (BULLIYING) SEBAGAI PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DI SMPN 3 SUNGAI AMBAWANG Rohani; Hemafitria
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pencegahan tindak kekerasan dalam kerangka perlindungan hak asasi manusia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, dengan ciri desain deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pendidik, dan siswa. Metodologi pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan dokumentasi. Bersamaan dengan itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, perumusan kesimpulan, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa determinan perundungan meliputi karakteristik individu, pengaruh keluarga, hubungan dengan teman sebaya, lingkungan pendidikan, dampak media, dan pengalaman masa kecil yang buruk. Strategi pencegahan perundungan, yang dianggap sebagai sarana perlindungan hak asasi manusia di SMPN 3 Sungai Ambawang, meliputi penerapan kebijakan anti perundungan di lembaga pendidikan, pembentukan program anti perundungan, penyediaan konseling perilaku, penyelenggaraan kompetisi atau kegiatan kreatif yang berpusat pada tema anti perundungan, dan pembinaan kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat luas untuk meningkatkan upaya yang bertujuan mencegah perundungan. Diharapkan bahwa penerapan berbagai strategi ini akan memudahkan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi perkembangan siswa.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X B DI SMA NEGERI 1 BEDUAI KABUPATEN SANGGAU Vita Nola, Ester; Hasanah, Sitti Uswatun; Novianty, Fety
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8379

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournamen (TGT) Dalam Meningkatkan Hasi Belajar Siswa Kelas X B di SMA Negeri 1 Beduai Kabupaten Sanggau . penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui dua siklus. Disetiap tahap pada siklusnya terbagi menjadi empat,yaitu: perencanaan , pelaksanaan, observasi, refleksi. Yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa, dimana pada siklus 1 nilai rata-rata siswa berada pada 48,48% pada siklus 2 nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan sebanyak 90,90%. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT menjadi salah satu opsi yang baik bagi keberlangsungan pembelajaran, pada saat melakukan wawancara, rata-rata siswa meberikan respon yang positif mengenai model pembelajaran ini, pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa lebih cepat memahami materi yang diajarkan. Hanya saya penggunaan model pembelajaran ini memerlukan waktu yang lebih banyak dalam proses pembelajarannya, dikarenakan terdapat permainan disetiap sesi akhir materi. Sehingga guru diharapkan dapat membagi waktu dalam penyampaian materi sesuai dengan indicator pencapaian kopetensi.
PERAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM (BAWASLU) KOTA PONTIANAK DALAM MENJALAKAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 Octavia, Erna; M. Anwar Rube’i
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8381

Abstract

Setiap negara termasuk Indonesia memiliki sistem politik yang unik dan khas. Sistem politik ini berperan sebagai pendorong utama yang memastikan kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta menciptakan kondisi yang sehat dan sejahtera. Tujuan utama dari sistem politik ini adalah untuk memastikan adanya aliran yang kuat yang mendukung perkembangan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Aspek-aspek tersebut meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, serta pertahanan dan keamanan. Perkembangan dari berbagai aspek ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap sistem politik, yang pada gilirannya berperan penting dalam membangun infrastruktur dan suprastruktur politik. Semua ini merupakan syarat yang diperlukan untuk mencapai tujuan nasional Indonesia, yang telah diuraikan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea IV.
Cover Jurnal JPKn Volume 8 Nomor 2 Desember 2024 Moad, Moad
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Effectiveness of Interactive PowerPoint Media in Civics Education for Grade XI Students of SMAN 3 Sungai Kakap Hemafitria, Hemafitria; Firmansyah, Syarif; Suci Maelliya Angraini; Dwi Handoko, Wahyuda
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9018

Abstract

This research focuses on evaluating the impact of interactive PowerPoint media on the learning outcomes of Grade XI A students. Utilizing the Classroom Action Research (CAR) method, the study was carried out in two cycles, each involving planning, execution, observation, and reflection. In the first cycle, PowerPoint was used in a conventional manner, which led to minimal student involvement—only 5 out of 26 students (19.23%) met the learning criteria. After evaluating the results, the second cycle introduced more interactive features, such as animations, contextual visuals, hyperlinks, and guiding questions, alongside more participatory teaching methods. This approach significantly increased engagement, with 76.92% (20 out of 26) of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM). The study concludes that interactive PowerPoint enhances student-centered learning and aligns with 21st-century educational goals. Its innovation lies in applying interactive media specifically to civic education (PPKn), traditionally taught through lectures, thus fostering greater student interaction and improved academic performance.
The Role of Teachers in Developing Student Profiles Pancasila At Mts Al Irsyad Pontianak Yuliananingsih M.; Novianty, Fety; Uswatun Hasanah, Sitti
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9022

Abstract

The purpose of this study is to find out the role of teachers in developing Pancasila Student Profiles at MTs Al Irsyad Pontianak. The methods used in this study are qualitative methods, with the form of descriptive research, and the data collection techniques are direct communication techniques and documentation techniques. Based on the results of the study, it shows that the role of teachers in the Development of Pancasila Student Profiles has been implemented. The role of teachers in developing the Pancasila Student Profile in schools is very important because teachers are direct guides and examples in shaping student character. Because the teacher plays the role of; role models, facilitators, motivators, guides, directs, and drives multicultural education and applies in learning, creating an inclusive and democratic environment, encouraging engagement in social activities, evaluation and value reinforcement.
Bridging Local Wisdom and National Identity: Effective Strategies for Character Education in West Kalimantan Rianto, Hadi; Agustina, Rini; Nurhadianto, Nurhadianto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9023

Abstract

To foster resilient and morally upright Indonesian youth, character education grounded in both national and local values is fundamental. Effectively embedding these values into school curricula, extracurricular programs, and special projects is a critical undertaking. Therefore, rigorous research into this comprehensive approach is indispensable to validate its impact. This particular study focused on developing a tailored character education model for West Kalimantan, Indonesia. Key findings indicate successful strategies for values integration, showcase various innovative teaching methodologies, and confirm the indispensable role of teachers in this process. Moreover, the study highlights the substantial positive influence of extracurricular activities in nurturing desirable character traits among students.
Moderasi Beragama Sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan Di Desa Sedahan Jaya Kabupaten Kayong Utara Supriadi; Indra Kusuma, Tengku; Maskuri, Maskuri
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi moderasi beragama yang efektif dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di Desa Sedahan Jaya Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif yang memiliki beberapa ciri-ciri yang berbeda dengan penelitian yang lain, diantaranya bersifat induktif, mengutamakan proses dan kebenaran data. Di samping itu, faktor kedalaman informasi dari subjek yang diteliti juga menjadi pertimbangan. Untuk mengumpulkan data, peneliti memadukan antara teknik observasi, studi dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat menjadi strategi yang efektif dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di Desa Sedahan Jaya, dengan meningkatkan toleransi dan pemahaman antar-agama, mengurangi konflik dan kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perspektif Baru Moderasi Beragama Dalam Dinamika Kehidupan Kota Pontianak Wahyuni, Sri; Musmulyadi; Maskuri
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9025

Abstract

Moderasi beragama merupakan pendekatan yang menekankan toleransi, saling menghormati, dan dialog antar pemeluk agama untuk menciptakan harmonis sosial. Artikel ini mengeksplorasi penerapan moderasi beragama dalam konteks sosial dan budaya Kota Pontianak, dengan fokus pada peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam memfasilitasi dialog antar agama di tengah keragaman etnis dan agama yang ada. Kajian pustaka ini menunjukkan bahwa   beragama memiliki peranesensial dalam menjaga hubungan antar komunitas, menyelesaikan konflik berbasis agama,dan membangun lingkungan damai. Melalui pendidikan berbasis nilai-nilai toleransi, dialog lintas agama, serta dukungan pemerintah dan Lembaga keagamaan, moderasi beragama terbukti menjadi strategi efektif yang difasilitasi oleh FKUB untuk mengatasi tantangan keragaman. Pendidikan dan peran serta FKUB dalam program-program dialog antar agama, seperti festival budaya yang melibatkan berbagai komunitas agama, telah Memperkuat interaksilintas agama dan meminimalisir ketegangan sosial.