cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Pelatihan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting pada Anak Irfana Tri Wijayanti; Desi Sariani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.92

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan yaitu pada masa 1000 hari pertama kehidupan akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Berdasarkan Data stunting di Kabupaten Kudus sampai dengan bulan September 2019 berada pada 21,21%, dilihat dari data stunting pada tahun sebelumnya, angka kejadian stunting di Kabupaten pada tahun 2019 mengalami peningkatan yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesadaran pada masyarakat Puskesmas Dawe Kudus dan kader kesehatan posyandu khususnya, bahwa stunting merupakan masalah penting yang harus ditangani bersama dengan bantuan berbagai pihak yang terkait. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode dan tahapan berupa: 1) tahap survey dan persiapan, 2) Tahap Pelaksanaan, 3) Tahap Monitoring dan Evaluasi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan. Hasil evaluasi pada kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa pada saat dilakukan pelatihan terkait konsep stunting pada anak, deteksi dini stunting pada anak, pencegahan stunting pada anak, dan penatalaksanaan stunting pada anak, semua kader sangat aktif dan antusias. Selain hal tersebut menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang konsep stunting pada anak, deteksi dini stunting pada anak, pencegahan stunting pada anak, dan penatalaksanaan stunting pada anak. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan kader kesehatan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah dilakukan kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa kader kesehatan mampu melakukan pencegahan dan penatalaksanaan stunting pada anak. Kata kunci: pelatihan kader kesehatan, stunting HEALTH CARE TRAINING AND EMPOWERMENT IN STUNTING PREVENTION AND MANAGEMENT OF CHILDREN ABSTRACT Stunting illustrates the chronic malnutrition status in the period of growth and development since the beginning of life, namely in the first 1000 days of life due to feeding that is not in accordance with nutritional needs. Based on stunting data in Kudus Regency up to September 2019 it was at 21.21%, seen from the stunting data in the previous year, the number of stunting events in the Regency in 2019 experienced a high increase. This activity is expected to be able to provide awareness to the community of Dawe Kudus Health Center and posyandu health cadres in particular, that stunting is an important issue that must be addressed together with the assistance of various parties concerned. The implementation of this service is carried out using methods and stages in the form of: 1) the survey and preparation phase, 2) the Implementation Stage, 3) the Monitoring and Evaluation Stage. The target in this activity is health cadres. The results of the evaluation on the PKM activities showed that when training was conducted regarding the concept of stunting to children, early detection of stunting in children, prevention of stunting in children, and management of stunting in children, all cadres were very active and enthusiastic. Besides that, there is an increase in knowledge about the concept of stunting in children, early detection of stunting in children, prevention of stunting in children, and management of stunting in children. The results of the activities showed that the knowledge of health cadres before and after the activities were conducted training showed a significant increase after the activities were carried out. This shows that health cadres are able to prevent and manage stunting in children. Keywords: health care training, stunting
Upaya Penguatan Mental Remaja Menghadapi Tantangan Zaman Livana PH; Triana Arisdiani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.95

Abstract

Remaja merupakan individu berusia diatas 12 hingga 18 tahun. Masa remaja merupakan keadaan dimana konsep diri mulai terbentuk. Saat remaja mendapatkan pola asuh yang baik, lingkungan juga memberikan dukungan yang baik, maka remaja akan mempunyai konsep diri yang baik dan sesuai tahap perkembangannya, sebaliknya jika remaja mendapat pola asuh yang baik tapi lingkungan tidak memberikan dukungan yang baik maka remaja akan terbentuk konsep diri yang maladaptif, sehingga perlu dilakukan kegiatan berupa pendidikan kesehatan sebagai upaya menguatkan mental remaja dalam menghadapi tantangan zaman. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP 2 Kendal Provinsi Jawa Tengah. Peserta dalam kegiatan ini adalah remaja di SMP 2 Kendal Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 48 remaja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang perkembangan psikososial remaja dan bahaya narkoba sebagai penguatan mental remaja dalam menghadapi tantangan zaman. Kata kunci: penguatan mental; remaja; tantangan zaman AN EFFORT TO STRENGTHEN THE MENTALITY OF ADOLESCENTS IN FACING THE CHALLENGES OF THE TIMES ABSTRACT Teenagers are individuals aged over 12 to 18 years. Adolescence is a condition where self-concept begins to form. When adolescents get good parenting, the environment also provides good support, so adolescents will have a good self-concept and appropriate stages of development, conversely if teenagers get good parenting but the environment does not provide good support, adolescents will form self-concept maladaptive, so it needs to be done in the form of health education as an effort to strengthen the mentality of adolescents in facing the challenges of the times. This activity was carried out in SMP 2 Kendal, Central Java Province. Participants in this activity were teenagers in SMP 2 Kendal, Central Java Province, amounting to 48 teenagers. The results of the activity showed an increase in adolescent knowledge in achieving adolescent psychosocial development as a mental strengthening of adolescents in facing the challenges of the times. Keywords: challenges of the times; mental reinforcement; teenager
Upaya Cara Mengatasi Disminore pada Remaja Putri Priharyanti Wulandari; Menik Kustriyani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.99

Abstract

Dismenore muncul dengan berbagai jenis rasa nyeri,sepeti sakit yang teramat sangat, berdenyut, mual, nyeri seperti terbakar, atau sakit yang sangat menusuk.Dismenore bisa mendahului menstruasi dengan beberapa hari atau mungkin menyertainya, dan biasanya berkurang hingga akhir menstruasi. Dismenore bisa hidup berdampingan dengan kehilangan darah berlebihan berat, yang dikenal sebagai menorrhagia. Dalam keadaan yang normal, nyeri haid hanya membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Tetapi dalam keadaan yang parah, nyeri haid ini bisa membuat wanita tidak dapat bekerja dan harus beristirahat, nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan dan lekas marah..Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mengetahui dan memahami tentang nyeri haid/disminore serta mengetahui dan memahami cara penanganan nyeri haid/disminore sehingga tidak mengganggu aktivitas selama pembelajaran di sekolah. Kegiatan dilaksanakan dua kali yaitu pertemuan pertama dengan memberikan penyuluhan tentang upaya cara mengatasi nyeri haid/disminore pada remaja putri. pertemuan kedua dengan demonstrasi cara mengatasi nyeri haid/disminore pada remaja putri. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang nyeri haid/disminore serta mengetahui dan memahami cara penanganan nyeri haid/disminore. Kata kunci: disminore; menstruasi; remaja putri EFFORTS HOW TO OVERCOME DISMINORE IN PRINCESS ADOLESCENTS ABSTRACT Dysmenorrhea presents with various types of pain, such as extreme pain, throbbing, nausea, burning pain, or very sharp pain. Dysmenorrhea can precede menstruation by several days or may accompany it, and usually decreases until the end of menstruation. Dysmenorrhea can coexist with heavy excessive blood loss, known as menorrhagia. Under normal circumstances, menstrual pain only makes women feel sick and uncomfortable. But in severe conditions, menstrual pain can make a woman unable to work and must rest, pain often coincides with nausea, headaches, feelings of fainting and irritability. The purpose of community service activities is to know and understand menstrual pain/ disminore as well as knowing and understanding how to manage menstrual pain / disminore so that it does not interfere with activities during learning at school. Activities carried out twice, namely the first meeting by providing counseling about efforts to overcome menstrual pain/ disminore in princess adolescents. The second meeting with a demonstration of how to overcome menstrual pain/ disminore in princess adolescents. The results of devotion show that there is an increase in knowledge about menstrual pain/ disminore and knowing and understanding how to manage menstrual pain / disminore. Keywords: disminore, menstruation, princess adolescents
Edukasi Pencegahan Penularan Covid 19 serta Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Pengemudi Ojek Online Rizka Ausrianti; Rifka Putri Andayani; Defrima Oka Surya; Ulfa Suryani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.101

Abstract

Menurut WHO lebih dari 65 negara terinfeksi virus Corona. Data tangal 2 Maret 2020 tercatat 90.308 orang terkena COVID-19 dengan angka kematian 3.087 orang atau 2,3%. Menurut CNN (2020) kasus orang dengan terinfeksi COVID-19 di Indonesia pada tanggal 13 April 2020 sebanyak 4557 kasus dengan angka kematian 399 orang. Meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia berdampak terhadap semua bidang terutama sekali bidang usaha yang menawarkan jasa atau bekerja di lapangan yang tidak mungkin menerapkan kerja dari rumah seperti pengemudi ojek online. Tujuan dari kegiatan ini adalah resolusi (perubahan) permasalahan dengan segera, meningkatkan pengetahuan driver ojek online terhadap covid 19 , meningkatkan kemampuan untuk pencegahan terjangkitnya covid 19, meningkatkan kemampuan agar tidak menularkan kepada keluarga atau konsumen atau pengguna dari ojek online, dan dengan kondisi pandemi ini driver ojek online dapat mengatasi masalah psikososial yang dialami karena covid 19 karena dengan terjadinya masalah pada kondisi psikologis dapat menimbulkan keluhan fisik dan dapat menurunkan imunitas sehingga akan mudah terserang covid 19. Kata kunci: covid 19; pengemudi ojek online; penyuluhan kesehatan EDUCATION OF COVID 19 PREVENTION PREVENTION AND SOUL AND PSYCHOSOCIAL HEALTH SUPPORT ON ONLINE OJEK DRIVER ABSTRACT According to WHO more than 65 countries are infected with the Corona virus. Data dated March 2, 2020 recorded 90,308 people affected by COVID-19 with a death rate of 3,087 people or 2.3%. According to CNN (2020) cases of people infected with COVID-19 in Indonesia on April 13, 2020 were 4557 cases with a death rate of 399 people. The widespread spread of COVID-19 in Indonesia has an impact on all fields, especially businesses that offer services or work in the field that is not possible to implement work from home such as online motorcycle taxi drivers. The purpose of this activity is the resolution (change) of the problem immediately, increase the knowledge of online motorcycle taxi drivers for covid 19, increase the ability to prevent the outbreak of covid 19, increase the ability to not transmit to families or consumers or users of online motorcycle taxis, and with the conditions of this pandemic online motorcycle taxi drivers can overcome psychosocial problems experienced by covid 19 because with the occurrence of problems in psychological conditions can cause physical complaints and can reduce immunity so that it will be easily attacked by covid 19. Keywords: covid 19; health counseling; online motorcycle drivers
Terapi Bermain bagi Tuna Grahita di SLB Negeri 2 Singaraja Bali Ketut Eka Larasati Wardana; Kadek Ayu Suarmini; Desak Ketut Sugiartini; Ni Komang Emi Wahyuni
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.112

Abstract

Anak dengan retardasi mental perlu peningkatan diri dalam kemampuan perawatan sehari-hari atau daily living activity. Pelaksanaan perawatan sehari-hari perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan perlu dukungan dari berbagai pihak untuk peningkatan kemampuan motoric kasar dan halus. Salah satunya dengan teknik permainan untuk membantu peningkatan kemampuan dirinya. Metode dari pelaksanaan ini adalah menggunakan dua tahap. Tahap pertama dengan penilaian kemampuan kemudian tahap kedua dengan perkembangan perilaku adaptif. Sasaran dari pelaksanaan pengabdian ini adalah seluruh anak dengan retardasi mental di SLB Negeri 2 Singaraja. Pelaksanaan ini dibantu oleh berbagai pihak meliputi Kepala Sekolah, Guru dan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat. Mengukur kegiatan anak dengan penilaian kuesioner vineland social maturity scale (VSMS). Hasil dari pengabdian dimulai ditemukan bahwa anak dengan retardasi mental sedang ringan bisa melakukan aktifitasnya perawatan sehari-hari semakin meningkat. Sedangkan anak dengan retardasi mental berat masih belum mengalami perubahan dalam perawatan diri sehari-hari melalui teknik bermain. Kata kunci: motorik kasar dan halus; retardasi mental; teknik bermain PLAYING THERAPY FOR CHILDREN MENTAL RETARDATION IN SLB NEGERI 2 SINGARAJA BALI ABSTRACT Children with mental retardation need to improve themselves in their daily care activities. The implementation of daily maintenance needs to be carried out continuously and needs support from various parties to improve gross and fine motor skills. One of them with game techniques to help improve his abilities. The method of this implementation is to use two stages. The first stage is the ability assessment, then the second stage is the development of adaptive behavior. The target of the implementation of this service is all children with mental retardation in SLB Negeri 2 Singaraja. This implementation was assisted by various parties including the Principal, Teachers and students to carry out community service. Measuring children's activities with the Vineland Social Maturity Scale (VSMS) questionnaire. The results of the dedication started to be found that children with mild mental retardation can carry out their activities daily care is increasing. While children with severe mental retardation still have not experienced changes in daily self-care through play techniques. Keywords: gross and fine motor skill; mental retardation; play technicues
Terapi Bermain bagi Tuna Grahita di SLB Negeri 2 Singaraja Bali Wardana, Ketut Eka Larasati; Suarmini, Kadek Ayu; Sugiartini, Desak Ketut; Wahyuni, Ni Komang Emi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.112

Abstract

Anak dengan retardasi mental perlu peningkatan diri dalam kemampuan perawatan sehari-hari atau daily living activity. Pelaksanaan perawatan sehari-hari perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan perlu dukungan dari berbagai pihak untuk peningkatan kemampuan motoric kasar dan halus. Salah satunya dengan teknik permainan untuk membantu peningkatan kemampuan dirinya. Metode dari pelaksanaan ini adalah menggunakan dua tahap. Tahap pertama dengan penilaian kemampuan kemudian tahap kedua dengan perkembangan perilaku adaptif. Sasaran dari pelaksanaan pengabdian ini adalah seluruh anak dengan retardasi mental di SLB Negeri 2 Singaraja. Pelaksanaan ini dibantu oleh berbagai pihak meliputi Kepala Sekolah, Guru dan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat. Mengukur kegiatan anak dengan penilaian kuesioner vineland social maturity scale (VSMS). Hasil dari pengabdian dimulai ditemukan bahwa anak dengan retardasi mental sedang ringan bisa melakukan aktifitasnya perawatan sehari-hari semakin meningkat. Sedangkan anak dengan retardasi mental berat masih belum mengalami perubahan dalam perawatan diri sehari-hari melalui teknik bermain. Kata kunci: motorik kasar dan halus; retardasi mental; teknik bermain PLAYING THERAPY FOR CHILDREN MENTAL RETARDATION IN SLB NEGERI 2 SINGARAJA BALI ABSTRACT Children with mental retardation need to improve themselves in their daily care activities. The implementation of daily maintenance needs to be carried out continuously and needs support from various parties to improve gross and fine motor skills. One of them with game techniques to help improve his abilities. The method of this implementation is to use two stages. The first stage is the ability assessment, then the second stage is the development of adaptive behavior. The target of the implementation of this service is all children with mental retardation in SLB Negeri 2 Singaraja. This implementation was assisted by various parties including the Principal, Teachers and students to carry out community service. Measuring children's activities with the Vineland Social Maturity Scale (VSMS) questionnaire. The results of the dedication started to be found that children with mild mental retardation can carry out their activities daily care is increasing. While children with severe mental retardation still have not experienced changes in daily self-care through play techniques. Keywords: gross and fine motor skill; mental retardation; play technicues
Cuci Tangan Enam Langkah untuk Siswa Inklusi di SD Negeri 2 Bengkala Bali Yopita Triguno; Luh Ayu Purnami; Ketut Eka Larasati Wardana; Ni Made Raningsih; Kadek Dwi Arlinayanti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.114

Abstract

Cuci tangan merupakan satu hal yang penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk tetap menjaga kebersihan. Tidak terkecuali pada siswa sekolah dasar dengan disabilitas. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada siswa disabilitas dan siswa regular yang masuk dalam sekolah inklusi dalam hal cuci tangan yang baik dan benar. Metode pelaksanaan dari pengabdian ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan dimulai dari pemilihan masalah dan sasaran yang dilakukan pengabdian adalah siswa SD N 2 Bengkala kelas 1-6 sebanyak 56 orang siswa inklusi dan reguler. Pelaksanaan dimulai dari pembuatan wastafel cuci tangan kemudian memberikan informasi teknik cuci tangan yang benar dan waktu cuci tangan yang baik. Setelah itu melakukan monitoring dan evaluasi. Ditemukan bahwa siswa mulai perlahan mengalami perubahan kebiasaan, dimana siswa selalu mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah masuk kelas dan makan sesuatu. Selain itu teknik cuci tangan yang dilakukan sudah sesuai dengan anjuran WHO. Kesimpulannya bahwa pelaksanaan pengabdian masyarakat ini efektif dilakukan untuk mengubah kebiasaan siswa dan perilaku siswa untuk melakukan cuci tangan yang baik dan benar. Kata kunci: cuci tangan; inklusi; sekolah dasar WASHING WITH SIX STEPS FOR INCLUSION STUDENTS IN SD NEGERI 2 BENGKALA BALI ABSTRACT Washing hands is an important thing to do in daily life to maintain cleanliness. No exception for elementary school students with disabilities. The purpose of this community service is to provide information to students with disabilities and regular students who enter the inclusive school in terms of good and proper hand washing. The method of implementation of this service is planning, implementation and evaluation. Planning starts from the selection of problems and the objectives of the service are 56 elementary school students in Bengkala 2 nd grade 4.5 and 6 as many as inclusive and regular students. The implementation starts from making a hand wash sink and then provides information on proper hand washing techniques and good hand washing time. After that, monitoring and evaluation. It was found that students began to slowly change habits, where students always wash their hands before and after class and eat something. In addition, hand washing techniques are carried out in accordance with WHO recommendations. The conclusion is that the implementation of community service is effectively carried out to improve students habit and behavior to do good and correct hand washing. Keywords: elementary; inclusi; washing hand
Cuci Tangan Enam Langkah untuk Siswa Inklusi di SD Negeri 2 Bengkala Bali Triguno, Yopita; Purnami, Luh Ayu; Wardana, Ketut Eka Larasati; Raningsih, Ni Made; Arlinayanti, Kadek Dwi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.114

Abstract

Cuci tangan merupakan satu hal yang penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk tetap menjaga kebersihan. Tidak terkecuali pada siswa sekolah dasar dengan disabilitas. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada siswa disabilitas dan siswa regular yang masuk dalam sekolah inklusi dalam hal cuci tangan yang baik dan benar. Metode pelaksanaan dari pengabdian ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan dimulai dari pemilihan masalah dan sasaran yang dilakukan pengabdian adalah siswa SD N 2 Bengkala kelas 1-6 sebanyak 56 orang siswa inklusi dan reguler. Pelaksanaan dimulai dari pembuatan wastafel cuci tangan kemudian memberikan informasi teknik cuci tangan yang benar dan waktu cuci tangan yang baik. Setelah itu melakukan monitoring dan evaluasi. Ditemukan bahwa siswa mulai perlahan mengalami perubahan kebiasaan, dimana siswa selalu mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah masuk kelas dan makan sesuatu. Selain itu teknik cuci tangan yang dilakukan sudah sesuai dengan anjuran WHO. Kesimpulannya bahwa pelaksanaan pengabdian masyarakat ini efektif dilakukan untuk mengubah kebiasaan siswa dan perilaku siswa untuk melakukan cuci tangan yang baik dan benar. Kata kunci: cuci tangan; inklusi; sekolah dasar WASHING WITH SIX STEPS FOR INCLUSION STUDENTS IN SD NEGERI 2 BENGKALA BALI ABSTRACT Washing hands is an important thing to do in daily life to maintain cleanliness. No exception for elementary school students with disabilities. The purpose of this community service is to provide information to students with disabilities and regular students who enter the inclusive school in terms of good and proper hand washing. The method of implementation of this service is planning, implementation and evaluation. Planning starts from the selection of problems and the objectives of the service are 56 elementary school students in Bengkala 2 nd grade 4.5 and 6 as many as inclusive and regular students. The implementation starts from making a hand wash sink and then provides information on proper hand washing techniques and good hand washing time. After that, monitoring and evaluation. It was found that students began to slowly change habits, where students always wash their hands before and after class and eat something. In addition, hand washing techniques are carried out in accordance with WHO recommendations. The conclusion is that the implementation of community service is effectively carried out to improve students habit and behavior to do good and correct hand washing. Keywords: elementary; inclusi; washing hand
Edukasi Kesehatan pada Keluarga tentang Enchepalitis Autoimun pada Anak Marthalena Simamora; Jek Amidos Pardede; Ranikawati Damanik
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.117

Abstract

Enchephalitis autoimun merupakan suatu kondisi dimana kekebalan tubuh salah menyerang sel-sel otak yang sehat dan menyebabkan peradangan otak. Encephalitis autoimun dikenal dengan sebutan encephalitis anti reseptor NMDA. Gejala dari encephalitis anti reseptor antara lain halusinasi, psikosis, perubahan kepribadian, dan iritabilitas, sehingga masyarakat yang tidak mengenal penyakit ini sering menganggap penyakit ini dengan gangguan jiwa. Prognosis dari encephalitis anti reseptor NMDA bergantung pada seberapa cepat diagnosis dan terapi diberikan. Diperlukan pengetahuan yang cukup terutama pada gejala dan terapi pada encephalitis anti reseptor NMDA agar pasien bisa memperoleh penanganan yang tepat sasaran. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengedukasi keluarga di RSUP H. Adam Malik Medan tentang encephalitis Autoimun dan bagaimana perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang memahami tentang encephalitis autoimun dan bagaiman perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Kesimpulan edukasi kesehatan telah meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat anak dengan diagnosis encephalitis autoimun. Kata kunci: encephalitis autoimun; pendidikan kesehatan HEALTH EDUCATION IN THE FAMILY ABOUT AUTOIMMUNE ENCEPHALITIS IN CHILDREN ABSTRACT Autoimmune encephalitis is a condition in which the body's immune system attacks healthy brain cells and causes inflammation of the brain. Autoimmune encephalitis is known as anti-NMDA receptor encephalitis. Symptoms of anti-receptor encephalitis include hallucinations, psychosis, personality changes, and irritability, so people who are not familiar with this disease often assume this disease with mental disorders. The prognosis of NMDA anti-receptor encephalitis depends on how quickly the diagnosis and treatment is given. Sufficient knowledge is needed, especially on symptoms and therapy in NMDA anti-receptor encephalitis so patients can get the right treatment. Community Service aims to educate families at H. Adam Malik General Hospital Medan about Autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. The result of community service is an increase in the knowledge of participants who understand about autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. Conclusion Health education can increase family knowledge in caring for children with a diagnosis of autoimmune encephalitis. Keywords: autoimmune encephalitis; health education
Edukasi Kesehatan pada Keluarga tentang Enchepalitis Autoimun pada Anak Simamora, Marthalena; Pardede, Jek Amidos; Damanik, Ranikawati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.117

Abstract

Enchephalitis autoimun merupakan suatu kondisi dimana kekebalan tubuh salah menyerang sel-sel otak yang sehat dan menyebabkan peradangan otak. Encephalitis autoimun dikenal dengan sebutan encephalitis anti reseptor NMDA. Gejala dari encephalitis anti reseptor antara lain halusinasi, psikosis, perubahan kepribadian, dan iritabilitas, sehingga masyarakat yang tidak mengenal penyakit ini sering menganggap penyakit ini dengan gangguan jiwa. Prognosis dari encephalitis anti reseptor NMDA bergantung pada seberapa cepat diagnosis dan terapi diberikan. Diperlukan pengetahuan yang cukup terutama pada gejala dan terapi pada encephalitis anti reseptor NMDA agar pasien bisa memperoleh penanganan yang tepat sasaran. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengedukasi keluarga di RSUP H. Adam Malik Medan tentang encephalitis Autoimun dan bagaimana perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang memahami tentang encephalitis autoimun dan bagaiman perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Kesimpulan edukasi kesehatan telah meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat anak dengan diagnosis encephalitis autoimun. Kata kunci: encephalitis autoimun; pendidikan kesehatan HEALTH EDUCATION IN THE FAMILY ABOUT AUTOIMMUNE ENCEPHALITIS IN CHILDREN ABSTRACT Autoimmune encephalitis is a condition in which the body's immune system attacks healthy brain cells and causes inflammation of the brain. Autoimmune encephalitis is known as anti-NMDA receptor encephalitis. Symptoms of anti-receptor encephalitis include hallucinations, psychosis, personality changes, and irritability, so people who are not familiar with this disease often assume this disease with mental disorders. The prognosis of NMDA anti-receptor encephalitis depends on how quickly the diagnosis and treatment is given. Sufficient knowledge is needed, especially on symptoms and therapy in NMDA anti-receptor encephalitis so patients can get the right treatment. Community Service aims to educate families at H. Adam Malik General Hospital Medan about Autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. The result of community service is an increase in the knowledge of participants who understand about autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. Conclusion Health education can increase family knowledge in caring for children with a diagnosis of autoimmune encephalitis. Keywords: autoimmune encephalitis; health education

Page 2 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025