cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Implementasi Gerakan Remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini Penyebab Stunting Ariyanti, Ida; Ngadiyono, Ngadiyono; Prastika, Dewi Andang; Setiasih, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4277

Abstract

Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi juga masih rendah dan kejadian kehamilan pada usia remaja masih tinggi yakni 16,7%. Padahal pelaksanaan kursus calon pengantin sudah dilaksanakan oleh Kementrian Agama bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Kehamilan yang terjadi pada perempuan dengan usia kurang dari 20 tahun akan menimbulkan banyak permasalahan, terutama kehamilan resiko tinggi yang akan berakibat pada kematian Ibu dan Bayi yang semakin meningkat. Untuk itu pencegahan terjadinya kehamilan di usia dini (kurang dari 20 tahun) perlu dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan kelompok remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini. Remaja dianggap kelompok social yang memungkinkan untuk mengajak sesama remaja untuk mencegah pernikahan dini yang akan berdampak pada kehamilan resiko tinggi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah menurunkan Angka Stunting melalui Gerakan remaja Siaga mencegah pernikahan dini penyebab stunting dan meningkatkan pengetahuan remaja untuk mampu mengajak sesama remaja mencegah pernikahan dini. Sasaran Pengabdian ini adalah remaja yang berusia kurang dari 20 tahun yang dipilih oleh Kader per RW di Kelurahan Bandarhajo yang berjumlah 40 remaja dari 12 RW. 40 remaja ini nantinya diberi pelatihan secara teori, praktik dan praktik lapangan yang dibagi menjadi 3 (tiga) kali pertemuan. Pada saat praktik lapangan, masing – masing remaja perwakilan RW membawa 4 teman sebaya untuk diberi sosialisasi mencegah pernikahan dini. Dari hasil diskusi, remaja di Kelurahan Bandarharjo dapat mengadakan edukasi, motivasi atau refleksi pada saat pertemuan remaja atau Posyandu Remaja tentang stunting hubungannya dengan pernikahan dini dan bagaimana agar remaja memfokuskan pada perbaikan kualitas diri untuk meraih cita – cita. Diharapkan hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi wadah bagi remaja untuk pruduktif, aktif dan kreatif dalam menikmati masa remaja dan meraih cita – cita tanpa memikirkan pernikahan dini agar bisa berkontribusi mengurangi dan mencegah stunting di Kelurahan Bandarharjo.
Implementasi Relaksasi Benson dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Futuh, Muhammad Fathul; Handayani, Rahmaya Nova; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4289

Abstract

Di Indonesia tercatat lebih dari 1,2 juta pasien menjalani operasi setiap tahunnya. Pasien yang telah menjalani operasi sering kali mengalami masalah umum ketika mereka di rawat di rumah sakit setelah operasi. Salah satu masalah yang sering muncul pada post operasi adalah nyeri post operasi. Teknik relaksasi Benson bisa menjadi salah satu cara non-farmakologis untuk menangani nyeri. Di RSUD Nyi Ageng Serang menunjukkan bahwa dari 59 partisipan dengan nyeri sedang yang telah diberikan relaksasi Benson, 32 partisipan mengalami penurunan skala nyeri menjadi nyeri ringan. Berdasarkan uraian tersebut telah terbukti bahwa tekhnik relaksasi Benson berpengaruh dalam menurunkan nyeri pada pasien yang mengalami luka post operasi. Khalayak sasaran PKM ini adalah pasien post operasi Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara yang mengalami nyeri. kegiatan PkM menunjukkan sebelum intervensi, tingkat nyeri berada dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 5,36 dan setelah intervensi skala nyeri berada dalam kategori ringan dengan nilai rata-rata 2,4. Rata-rata tingkat penurunan nyeri sebesar 2,96. Kesimpulan dari kegiatan PkM ini adalah relaksasi Benson dapat di aplikasikan untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi. Kegiatan ini diharapkan mampu menurunkan nyeri pada pasien post operasi serta nantinya bisa dijadikan media pembelajaran Di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto.
PKM Penguatan Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru Bahasa Inggris SMP di Kabupaten Demak Wahyuni, Sri; Hapsari, Christianti Tri; Rozi, Fahrur; Kurniadi, Didit; Aryani, Oktianti Dwi; Saqifanty, Awanda Bramantika; Mahanani, Dwi Herwindha; Alfiqri, Fahmi; Kholid, Kholid
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4296

Abstract

Peningkatan kompetensi pedagogik menjadi penting bagi pendidik untuk menanggapi perubahan dunia pendidikan. Hal tersebut dapat direalisasikan melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan salah satu wujud nyata aplikasi kurikulum Merdeka. Pendekatan ini akrab bagi sebagian besar guru bahasa Inggris di Kabupaten Demak, namun mereka masih menghadapi banyak tantangan dalam proses pelaksanaannya. Merespon dan menindaklanjuti permasalahan yang ada, tim pengabdian masyarakat UNNES menawarkan sebuah solusi yaitu penerapan pendekatan pembelajaran inovatif dalam rangka penguatan kompetensi guru dengan berbasis pada permasalahan pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak. Pengabdian dengan judul "Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak" tidak hanya mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga berkontribusi positif terhadap implementasi model pembelajaran yang lebih adaptif dan inklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama adalah kegiatan penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi terkait teori, prinsip, elemen, manfaat dan tantangan pembelajaran berdiferensiasi. Tahap kedua adalah praktik penerapan materi dan pengetahuan yang telah diberikan pada sesi pertama. Survei kebermanfaatan pada mitra dilakukan dengan hasil positif di atas 90%. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan umpan balik dari peserta menunjukkan respons positif dari mitra. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh peserta dalam pembelajaran di sekolah mereka masing-masing sehingga prestasi bahasa Inggris SMP Kabupaten Demak akan meningkat sesuai dengan standar, memenuhi berbagai kebutuhan belajar siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis. Kegiatan lanjutan dari program pengabdian ini akan terus berlangsung dan diawasi oleh tim serta mitra.
Edukasi dan Implementasi Terapi Kompres Dingin untuk Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Appendiktomi dengan Anestesi Spinal Nurhadi, Muhammad Zidan Putra; Novitasari, Dwi; Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4305

Abstract

Peradangan pada usus buntu, sebuah organ kecil yang terletak di bagian kanan bawah perut, dikenal sebagai apendisitis. Apendisitis dibedakan menjadi akut dan kronik, tergantung pada durasi nyeri. Nyeri adalah pengalaman yang tidak menyenangkan secara sensorik dan emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan yang sebenarnya atau kemungkinan kerusakan. Kompres dingin memiliki manfaat yang signifikan dalam mengurangi kekakuan otot serta rasa nyeri dengan menghambat spasme otot dan memperlambat transmisi sensasi nyeri dari saraf ke organ. Kegiatan PkM ini melibatkan 30 pasien dari RSUD Cilacap sebagai peserta. PkM ini memiliki tujuan untuk memperdalam pengetahuan peserta mengenai penerapan kompres dingin serta menurunkan intensitas nyeri yang muncul setelah prosedur apendiktomi. Metode yang diterapkan melibatkan ceramah dan diskusi dengan bantuan media video, serta pengukuran perubahan pengetahuan melalui pretest dan posttest, dan evaluasi nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pre dan post intervensi. Hasil PkM menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 23 peserta (77%) memiliki pengetahuan rendah. Setelah edukasi, 19 peserta (63%) menunjukkan pengetahuan baik, dengan rata-rata peningkatan sebesar 37,4%. Sebelum intervensi, 18 peserta (60%) mengalami nyeri berat, sedangkan 25 peserta (83%) mengalami nyeri sedang setelah intervensi, dengan rata-rata penurunan nyeri 1,9. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa menggunakan kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri pasien pasca apendiktomi.
Remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini Penyebab Stunting Widiastuti, Yuni Puji; Ariyanti, Ida; Prastika, Dewi Andang; Ngadiyono, Ngadiyono; Setiasih, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4312

Abstract

Dewasa ini, masalah kesehatan reproduksi pada remaja belum tertangani sepenuhnya. Hal ini terlihat dengan masih tingginya perkawinan usia dini, yaitu sebesar 46,7% (Riskesdas, 2010) dan masih tingginya kelahiran pada usia remaja (ASFR), yaitu sebesar 48 per 1000 wanita (SDKI, 2012). Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi juga masih rendah dan kejadian kehamilan pada usia remaja masih tinggi yakni 16,7%. Metode pengabdian dengan penyuluhan, kepada para remaja dan kader serta membentuk Remaja Siaga. Sasaran pengabdian adalah kader kesehatan dan remaja. Wilayah yang digunakan untuk pengabdian adalah kelurahan Bandarharjo Kota Semarang yang berjarak kira-kira 15 KM dari Poltekkes Kemenkes Semarang. Pengabdian Masyarakat ini diikuti oleh 40 remaja yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas / Kejuruan dengan proporsi 20 remaja perempuan dan 20 remaja laki – laki. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya remaja siaga cegah pernikahan dini. Remaja ini nantinya akan menjadi kader bagi teman sebaya di lingkungan Kelurahan Bandarharjo untuk terus memberikan kaderisasi tentang bahaya pernikahan dini dalam rangka mencegah stunting. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah leaflet dan booklet yang digunakan untuk memberikan informasi seputar pernikahan dini dan kaitannya dengan stunting.
Implementasi Terapi Hipnosis 5 Jari untuk Penurunan Stres dan Kestabilan Tekanan Darah pada Pasien Pre Operasi dengan General Anestesi Dewi, Hefty Kusuma; Suandika, Made; Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4320

Abstract

Hipertensi sering kali menyebabkan kondisi berbahaya bagi penderitanya, dengan kemungkinan menimbulkan ketegangan atau Stres akibat penyakit tersebut yang biasanya membutuhkan pengobatan jangka panjang. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini ialah guna memahami hasil implementasi terapi hipnosis 5 jari untuk penurunan Stres dan tekanan darah pada sebelum operasi dengan anestesi umum. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara melibatkan pendekatan personal untuk memberikan implementasi terapi hipnosis 5 jari kepada masing-masing peserta. Khalayak sasaran dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pasien pre operasi dengan general anestesi di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga sebanyak 30 peserta. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan sebelum dilakukan hipnosis 5 jari yaitu Stres ringan 26 (63,3%) peserta setelah dilakukan hipnosis 5 jari tingkat Stres normal 15 (50%) peserta dan Stres ringan 15 (50%) peserta. Tingkat tekanan darah sebelum dilakukan hipnosis 5 jari hipertensi tingkat 1 30 (100%) peserta setelah dilakukan hipnosis 5 jari pra hipertensi 20 (66,7%). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terapi hipnosis 5 jari dapat menurunkan Stres dan tekanan darah pada pasien pre operasi dengan general anestesi.
Implementasi Murottal Al-Mulk untuk Mengurangi Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea Zulita, Nabila Ulfa; Novitasari, Dwi; Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4343

Abstract

Sectio caesarea adalah prosedur bedah yang melibatkan pembuatan sayatan pada dinding perut dan rahim untuk memudahkan keluarnya janin. Nyeri persalinan termasuk sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dengan melakukan terapi murottal Al-Mulk diharapkan tingkat nyeri dapat berkurang. PkM ini bertujuan untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea menggunakan terapi murottal Al-Mulk. Mitra yang dituju adalah pasien beragama islam dengan tindakan post operasi sectio caesarea berjumlah 30 peserta di RSU Muhammadiyah Siti Aminah BumiAyu. Metode PkM diselenggarakan pada 28 Mei – 5 Juli 2024, setelah itu pelaksanaan observasi pasien, dengan mengukur nyeri sebelum terapi, melakukan implementasi murottal Al-Mulk lalu mengukur skala nyeri kembali setelah 15 menit dilakukan implementasi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), hasil Program Kegiatan Masyarakat (PkM) menunjukkan penurunan skala nyeri peserta. Sebelum penerapan murottal Al-Mulk, sebagian besar peserta mengalami nyeri sedang, yaitu 21 peserta (70,0%). Setelah terapi murottal Al-Mulk, terdapat penurunan dalam skala nyeri, dengan 14 peserta (46,7%) mengalami nyeri yang berkurang menjadi kategori ringan.
Pemberian Aromaterapi Orange untuk Menurunkan Kecemasan Pre Anestesi pada Pasien dengan Anestesi Umum Putra, Muhammad Ilham Bintang; Wibowo, Tophan Heri; Suryani, Roro Lintang
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4345

Abstract

Operasi atau pembedahan merupakan pengalaman traumatik yang menimbulkan suatu ancaman terhadap jiwa tubuh, operasi yang direncanakan menimbulkan respon berbeda pada setiap pasien seperti kecemasan. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani kecemasan tersebut yaitu dengan pemberian aromaterapi orange yang bertujuan untuk menurunkan kecemasan pasien dengan anastesi umum. Berdasarkan survey yang telah dilakukan pada tanggal 20 November 2023 menunjukkan bahwa beberapa pasien pre anestesi umum di RSUD Dr. Soedirman Kebumen belum mendapatkan implementasi tentang penanganan kecemasan pre anestesi umum. Hal ini mengindikasikan bahwa pasien RSUD Dr. Soedirman Kebumen di bulan Juli ada 174 pasien, dari jumlah tersebut ada 30 peserta yang mengalami kecemasan saat akan menjalani anestesi umum. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan implementasi pemberian aromaterapi orange untuk menurunkan kecemasan pre anestesi pada pasien dengan anestesi umum di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode yang digunakan yaitu dengan mengimplementasikan pemberian aromaterapi orange kepada pasien yang akan menjalani anestesi umum. Instrumen penelitiannya dengan menggunakan kuesioner VAS. A menggunakan media leaflet dan video animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pretest kecemasan sebelum pemberian aromaterapi orange, mayoritas peserta mengalami kecemasan kategori sedang, yaitu sebanyak 28 dari 30 peserta (93,3%). Setelah pemberian aromaterapi orange, jumlah peserta dengan kecemasan kategori sedang menurun menjadi 19 peserta (63,3%).
Pemberdayaan Siswa Pemantau Jentik dalam Upaya Penurunan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)” Andayani, Sri Astutik; Sugianto, Emelya Yuliana; Arifah, Fitri Ani; Karimah, Inayatul; Ruqoyyah, Immatur
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4346

Abstract

Pesantren Nurul jadid dengan jumlah santri kurang lebih sepuluh ribu jiwa yang bermukim tentu memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi dan lingkungan yang rawan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dalam beberapa tahun terakhir, pesantren ini mengalami peningkatan kasus DBD di kalangan santri dan staf, yang disebabkan oleh kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, kurangnya kesadaran tentang pentingnya pencegahan DBD, dan rendahnya partisipasi dalam upaya pemantauan jentik. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengatasi masalah tersebut melalui pemberdayaan siswa sebagai pemantau jentik dalam upaya penurunan kasus DBD di pesantren. Bentuk pengabdian yang dilakukan meliputi sosialisasi dan edukasi tentang DBD dan pencegahannya, pelatihan praktis bagi siswa tentang cara mengidentifikasi dan memantau jentik nyamuk, pembentukan tim pemantau jentik dari siswa yang telah dilatih, pelaksanaan kegiatan pemantauan rutin di lingkungan pesantren, serta evaluasi dan monitoring secara berkala. Solusi yang ditawarkan melalui program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri serta staf pesantren tentang DBD dan langkah-langkah pencegahannya, membekali siswa dengan keterampilan praktis untuk melakukan pemantauan jentik, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari ancaman DBD. Kesimpulan dari program pengabdian ini adalah bahwa pemberdayaan siswa sebagai pemantau jentik dapat secara efektif mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk, meningkatkan partisipasi aktif santri dalam upaya pencegahan DBD, dan menurunkan jumlah kasus DBD di lingkungan pesantren. Program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pesantren, siswa, dan tim PKM dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh penghuni pesantren
Pendampingan bagi Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam Menangani Hambatan dan Strategi Pembelajaran Siswa Slow Learners di Sekolah Inklusi Trisnani, Rischa Pramudia; Murtafiah, Wasilatul; Anardani, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4370

Abstract

Siswa slow learners memiliki hambatan dalam pembelajaran di sekolah inklusi sehingga membutuhkan bantuan guru pendamping khusus (GPK). Guru pendamping khusus (GPK) di Kabupaten Magetan mengalami kesulitan dalam memahami hambatan, penanganan serta strategi pembelajaran bagi siswa slow learners. Tujuan tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Madiun yaitu melakukan pendampingan bagi Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam menangani hambatan dan strategi pembelajaran siswa slow learnes di sekolah inklusi. Sasaran dari PKM ini adalah 56 guru pendamping khusus. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini adalah 1) Pembukaan, 2) Sambutan kepala Dinas, 3) Doa, 4) Penyampainan materi, 5) Penutup, 6) Evaluasi tingkat pemahaman Guru Pendamping Khusus (GPK) mengenai materi. Metode evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengisi kuesioner melalui google form sejumlah 10 pertanyaan. Kegiatan ini dilakukan dengan diskusi dan tanya jawab secara interaksif. Guru pendamping khusus (GPK) antusias menceritakan kondisi siswa slow learners di sekolah masing-masing. Hasil dari PKM ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru mengenai hambatan, penanganan serta strategi pembelajaran bagi siswa slow learners dengan jumlah persentase kriteria kurang baik 13%, kriteria baik 23% dan kriteria sangat baik 64%.

Page 74 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025