cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Analisis Spasial Pemberian TTD pada Ibu Hamil dan Rematri Serta Stunting pada Balita: Studi Perbandingan Dua Daerah di Sumatera Selatan Julianti, Mita; Najmah, Najmah; Fahrizal, Fery; Trisnawarman, Trisnawarman; Marniayati, Lisa; Oktarina, Rini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.573

Abstract

Latar Belakang: Salah satu langkah pencegahan untuk mengatasi masalah gizi berupa stunting adalah dengan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) yang harus dikonsumsi secara rutin baik oleh ibu hamil maupun remaja putri. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan sekaligus membandingkan distribusi pemberian TTD ibu hamil dan remaja putri serta kejadian stunting di Kota Palembang dan Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dengan bantuan QGIS yang dapat memberikan kemudahan dalam visualisasi data mendalam. Metode: Analisis deskriptif menggunakan metode spasial dengan jenis data sekunder dan dianalisis pada bulan Agustus-September 2023. Sampling dilakukan dengan teknik total sampling dimana sebanyak 2.511 ibu hamil, 66.631 rematri, dan 623 balita stunting di Kota Palembang. Serta 6.270 ibu hamil, 21.046 rematri, dan 1.189 balita stunting di Kabupaten Musi Rawas menjadi sampel penelitian. Data yang digunakan bersumber dari E-PPGBM Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022 berbentuk dokumen soft file.Hasil: Prevalensi stunting pada Kabupaten Musi Rawas lebih tinggi (4,2%) dibandingkan dengan prevalensi stunting di Kota Palembang (0,5%). Distribusi TTD pada ibu hamil di Kota Palembang (99,29%) lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Musi Rawas (94,44%), sedangkan untuk distribusi TTD pada remaja putri di Kota Palembang lebih rendah (70,46%) dibandingkan di Kabupaten Musi Rawas (83,93%). Kesimpulan: Persebaran TTD pada ibu hamil dan remaja putri di kedua daerah tersebut sudah baik, meskipun capaian TTD pada ibu hamil di Kabupaten Musi Rawas masih belum memenuhi target pemerintah. Serta menunjukkan kasus stunting di Kabupaten Musi Rawas termasuk ke dalam kategori rendah dan kasus stunting di Kota Palembang termasuk ke dalam kategori sangat rendah menurut WHO. Kata Kunci: Ibu hamil, Pemetaan, Remaja putri, Stunting, Tablet tambah darah Background: One of the preventive measures to overcome the nutritional problem of stunting is by providing iron supplement tablets (TTD) which must be consumed by pregnant women and teenage girls. The aim of this research is to describe and compare the distribution of TTD among pregnant women and teenage girls as well as the incidence of stunting in Palembang City and Musi Rawas Regency, South Sumatera, using the QGIS which can provide in-depth data visualization.Methods: Descriptive analysis using spatial methods with the type of secondary data. The samples used total sampling technique were 2,511 pregnant women, 66,631 teenage girls, and 623 stunting toddlers in Palembang City and 6,270 pregnant women, 21,046 teenage girls, and 1,189 stunting toddlers in Musi Rawas Regency. The data used in this research is a soft file document took from E-PPGBM South Sumatera Health Service in 2022.Results: The prevalence of stunting in Musi Rawas (4.2%) was higher than the prevalence of stunting in Palembang (0.5%). The distribution of TTD among pregnant women in Palembang (99.29%) was higher than in Musi Rawas (94.44%). While the distribution of TTD among teenage girls in Palembang (70.46%) was lower than Musi Rawas (83.93%). Conclusion: The distribution of iron supplement tablets among pregnant women and teenage girls in these two areas was good although achieving TTD for pregnant women in Musi Rawas Regency still hadn’t met the government’s target. It also showed that stunting cases in Musi Rawas are categorized as low and stunting cases in Palembang were categorized as very low according to WHO.Keywords: Iron supplement tablets, Mapping, Pregnant women, Stunting, Teenage girls
Hubungan Kepuasan Kerja dengan Loyalitas Perawat di Ruang IGD RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan Maulidiyah, Vivin Nur; Sari, Ika Puspita; Yusmanisari, Eka
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.580

Abstract

Latar Belakang: Loyalitas karyawan terhadap pekerjaan mereka dipengaruhi oleh tingkat kepuasan mereka terhadap pekerjaannya. Loyalitas karyawan dapat dilihat dengan pekerjaan yang lebih produktif, kinerja lebih baik, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi atau membantu perusahaan maju dan berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan kerja dan loyalitas perawat di ruang IGD RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga keperawatan di ruang IGD RSUD Bangil yang berjumlah 42 Perawat, sedangkan sampel penelitian yang digunakan adalah 38 Perawat. Purposive sampling adalah teknik yang digunakan dengan kriteria inklusi dan kriteria eklusi, dengan menggunakan instrumen lembar kuesioner dan adalah uji chi-square digunakan untuk analisis data.Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square, diperoleh nilai p-value 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepuasan kerja dengan loyalitas Perawat di ruang IGD RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.Kesimpulan: Ada hubungan yang positif antara kepuasan kerja dengan loyalitas Perawat di ruang IGD RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.Kata Kunci: Kepuasan kerja, Loyalitas Kerja, Perawat Background: Employee loyalty to their work is influenced by their level of satisfaction with their work. Employee loyalty can be seen in more productive work, better performance, and having the ability to contribute or help the company progress and develop. The purpose of this research is to identify the relationship between job satisfaction and nurse loyalty in the emergency room at Bangil Hospital, Pasuruan Regency.Methods: This type of research is quantitative analytical with a cross-sectional approached. The population of this study was all nurse staff in the emergency room at Bangil Hospital, which amounted to 42 nurses, while the research sample used was 38 nurses. Purposive sampling is a technique used with inclusion criteria and exclusion criteria, used a questionnaire instrument, and the chi-square test is used for data analysis.Result: The results of the chi-square test obtained a p-value 0,000 (p < 0,05) which indicates that there is a relationship between job satisfaction and nurse loyalty in the emergency room at Bangil Hospital, Pasuruan Regency.Conclusion: The conclusion of this study is that there is a positive relationship between job satisfaction and nurse loyalty in the emergency room at Bangil Hospital, Pasuruan Regency.Keywords: Job loyalty, Job satisfaction, Nurses
Systematic Review Inovasi Program Pencegahan Stunting Utami, Adinda Satriavi; Ainy, Asmaripa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.584

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan stunting masih menjadi masalah kesehatan gizi yang cukup serius, terutama pada negara-negara berkembang yang berpenghasilan rendah. Berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, sekitar 149,2 juta anak dibawah usia lima tahun mengalami stunting. Sebagai upaya pencegahan stunting, diperlukan berbagai inovasi kebijakan maupun program/intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi program pencegahan stunting di negara-negara berkembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel menggunakan empat database, yaitu PubMed, Science Direct, Google Scholar, dan DOAJ. Kriteria inklusi ialah artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2013-2023 dan berfokus pada populasi wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, pengasuh ataupun keluarga terdekat balita, bayi dan balita, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait di wilayah negara berkembang. Terdapat 16 artikel yang direview dengan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal dan ditemukan satu artikel dengan nilai kualitas studi dibawah 50%. Hasil: Inovasi program stunting yang efektif dapat dilakukan dengan edukasi gizi yang diselingi kegiatan menarik, edukasi gizi yang memanfaatkan aplikasi di smartphone, edukasi gizi yang menyertakan pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dalam pemberian makanan tambahan (PMT) yang dapat melibatkan tradisi lokal. Kesimpulan: Inovasi dalam program pencegahan stunting dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui edukasi gizi maupun PMT.
Analisis Determinan Penyebab Kejadian Penyakit Kulit Dermatitis Kontak pada Pekerja: Systematic Review Nabila, Sri Aisyah; Hasyim, Hamzah; Windusari, Yuanita; Novrikasari, Novrikasari; Fajar, Nur Alam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.594

Abstract

AbstrakLatar belakang: Dermatitis kontak mencakup 90% dari seluruh penyakit kulit akibat kerja, yang mana umumnya terjadi dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyakit kulit dermatitis kontak pada pekerja.Metode: Adapun sumber-sumber referensi telaah jurnal dikumpulkan dari Google Scholar, ScienceDirect, dan Pubmed dengan bantuan Sci-hub. Jurnal yang dipilih berasal dari studi yang dilakukan selama 5 tahun terakhir dengan skala internasional. Keywords yang digunakan dalam proses pengumpulan data ialah “Occupational” dan “Dermatitis” dan “Contact” dan “On Workers”. Hasil: Hasil pencarian dari database PubMed, Google Cendekia, dan ScienceDirect didapatkan 9 artikel yang dipilih untuk ditelaah diterbitkan antara 2018 sampai 2023. Penelitian pada artikel-artikel tersebut dilakukan di berbagai negara, antara lain Turki, Arab, Ethiopia, Costarica dan negara-negara lainnya. Faktor pekerjaan yang berkenaan dengan kejadian dermatitis kontak ialah faktor biologis berupa gender dan usia, faktor pekerjaan (lama kontak, frekuensi, masa kerja) adanya paparan bahan logam dan kimia, serta penggunaan APD sebagai faktor risiko penyebab terjadinya dermatitis kontak pada pekerja. Kesimpulan: Dermatitis kontak adalah salah satu penyakit akibat kerja yang umumnya banyak ditemukan di negara-negara berkembang dengan bentuk inflamasi atau peradangan pada kulit sebagai respon dari kontak terhadap zat-zat eksogen. Penyakit ini memiliki efek negatif pada kualitas hidup para pekerja dan kemampuan mereka dalam melakukan pekerjaan.Kata Kunci: Dermatitis Kontak, Penyakit Kulit, Penyakit Akibat Kerja AbstractBackground: Contact dermatitis covers 90% of all occupational skin diseases, which generally include allergic contact dermatitis and irritant contact dermatitis. This study aims to determine the risk factors for contact dermatitis skin disease in workersMethod: As a reference source, we reviewed journals collected from Google Scholar, ScienceDirect, and Pubmed with the help of Sci-hub. The selected journals come from research conducted over the last 5 years on an international scale. The keywords used in the data collection process are "Occupational" and "Dermatitis" and "Contact" and "On Workers".Results: Search results from the PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect databases obtained 9 articles selected for review published between 2018 and 2023. Research on these articles was conducted in various countries, including Turkey, Arabia, Ethiopia, Costa Rica, and other countries. other countries. Occupational factors related to the incidence of contact dermatitis are biological factors in the form of gender and age, occupational factors (length of contact, frequency, length of work), exposure to metals and chemicals, and use of PPE as a risk factor causing contact dermatitis in workers.Conclusion: Contact dermatitis is an occupational disease that is generally found in developing countries with a form of inflammation or inflammation of the skin as a response to contact with exogenous substances. This disease has a negative effect on workers' quality of life and their ability to do their jobs.Keywords: Contact Dermatitis, Skin Diseases, Occupational Diseases
Systematic Review: Pengaruh Jumlah Langkah per Hari terhadap Sindrom Metabolik pada Orang Dewasa dengan Kelebihan Berat Badan Afliansa, Fathimah Zahro Aidina; Febriana, Iviola
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.599

Abstract

Latar Belakang: Kelebihan berat badan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar dialami orang dewasa dan kerap dihubungkan dengan sindrom metabolik karena keduanya disebabkan oleh gaya hidup yang buruk, seperti kurangnya aktivitas fisik. Literatur menyatakan bahwa salah satu cara mengatasi kelebihan berat badan ialah dengan melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki. Walaupun demikian, belum terdapat systematic review mengenai pengaruh berjalan kaki sebagai usaha mengatasi kelebihan berat badan pada orang dewasa, terutama dalam menurunkan risiko sindrom metabolik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh capaian langkah kaki harian terhadap penurunan faktor risiko penyebab sindrom metabolik pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan.Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah systematic literature review dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) dan terdapat 43.915 jurnal. Setelah dilakukan eksklusi, ditemukan artikel yang sesuai tujuan penelitian kami sebanyak 6 jurnal artikel. Hasil: Berdasarkan hasil telaah artikel, ditemukan adanya pengaruh jumlah langkah kaki terhadap perubahan indeks massa tubuh, lingkar pinggang, lingkar panggul, Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul (RLPP), lemak tubuh, dan komponen biokimia, seperti trigliserida, HDL-C, dan gula darah sebagai indikator risiko sindrom metabolik. Meskipun begitu, terdapat penelitian lain yang inkonsisten terhadap dampak jalan kaki dengan penurunan IMT dan RLPP. Kesimpulan: Berjalan kaki sebanyak lebih dari 5.000 langkah per hari memiliki efek menguntungkan dalam penurunan faktor risiko sindrom metabolik. Namun, untuk meningkatkan manfaat kesehatan yang lebih signifikan, perlu mempertimbangkan adanya variabel intensitas latihan, laju langkah, serta perbaikan gaya hidup seperti asupan makanan.Kata Kunci: Jalan kaki, Kelebihan berat badan, Obesitas, Sindrom metabolik Background: Being overweight is a major public health problem experienced by adults. It is often associated with metabolic syndrome. Both are caused by poor lifestyles, such as lack of physical activity. Some research stated that one way to overcome excess weight is to do physical activity such as walking. However, there has been no systematic review regarding the effect of walking as a solution to overcome excess weight in adults, especially in reducing the risk of metabolic syndrome. This study aims to see how daily walking steps influence in reducing risk factors that cause metabolic syndrome in overweight adults.Methods: The method used in this research was a systematic literature review with the PRISMA method. It is found 43,915 journals. After the exclusion, 6 journal articles were found matched with our research objectives.Result: Based on the results of the article review, it was found that there was an influence of the number of steps taken on changes in body mass index, waist circumference, hip circumference, Waist and Hip Ratio (WHR), body fat, and biochemical components, such as triglycerides, HDL-C, and blood sugar as metabolic syndrome risk indicator. However, there are other studies that are inconsistent regarding the impact of walking on reducing BMI and WHR. Conclusion: Walking more than 5,000 steps per day has a beneficial effect in reducing metabolic syndrome. However, to increase more significant health benefits, it is necessary to consider the variables of exercise intensity, step rate, and lifestyle improvements such as food intake. Keywords: Metabolic syndrome, Obesity, Overweight, Walking
Evaluasi Program Inovasi “Ngasi Kuy” dalam Upaya Peningkatan Capaian Pemberian ASI Eksklusif Pradini, Mutiara Rizka; Maritasari, Dwi Yulia; Nurdiansyah, Tubagus Erwin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.601

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Salah satu program peningkatan capaian ASI Eksklusif adalah program inovasi “Ngasi Kuy” yang sudah berjalan sejak 2018 sampai dengan sekarang. Berdasarkan data Puskesmas Kota Karang, capaian ASI eksklusif masih rendah yaitu 67% dari target 100% pada tahun 2022. Penelitian ini memiliki tujuan guna mencari tahu secara mendalam evaluasi program inovasi “Ngasi Kuy” dalam upaya peningkatan capaian pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kota Karang.Metode: Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Informan pada penelitian ini sejumlah 12 orang yang terdiri dari kepala Puskesmas, pemegang program ASI Eksklusif, petugas KIA, petugas promkes, 3 kader pendamping ASI, dan 5 ibu menyusui. Instrumen penelitian ini ialah pedoman wawancara, lembar checklist, perekam suara, dan kamera. Pengumpulan data mempergunakan teknik wawancara mendalam, FGD, serta observasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data, metode, dan waktu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum tercapainya angka capaian pemberian ASI eksklusif dikarenakan kurangnya tenaga konselor ASI, sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar, kurangnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya partisipasi ibu untuk mengikuti penyuluhan.Kesimpulan: Tujuan program “Ngasi Kuy” adalah untuk meningkatkan capaian pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kota Karang. Program ini sudah berjalan sesuai SOP, monitoring program sudah berjalan dengan baik. Masih kurangnya tenaga konselor ASI, sarana dan prasarana yang belum sesuai standar serta belum adanya kegiatan khusus penyuluhan ASI eksklusif menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Hambatan dalam kegiatan program adalah kurangnya kesadaran masyarakat, kurangnya dukungan keluarga, pekerjaan ibu, dan kurangnya partisipasi ibu untuk mengikuti penyuluhan menjadi penyebab capaian pemberian ASI eksklusif masih belum mencapai target.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Evaluasi Program, Inovasi AbstractBackground: One of the programs to increase the achievement of exclusive breastfeeding is the "Ngasi Kuy" innovation program which has been running since 2018 until now. Based on data from Kota Karang Health Center, the achievement of exclusive breastfeeding is still low, with 67% of the target 100% in 2022. This study aimed to investigate the "Ngasi Kuy" innovation program's evaluation in-depth in an attempt to raise Kota Karang Health Center's exclusive breastfeeding achievement rate.Methods: This study was a case study approach combined with a qualitative method. There were 12 informants in this study. The instruments in this research were an interview guide, checklist sheet, voice recorder, and camera. Data was obtained by using in-depth interviews, FGD, and observation techniques. This research used data source, method, and time triangulation.Result: The results of the research showed that the achievement rate for exclusive breastfeeding had not been achieved due to a lack of breastfeeding counselors, facilities, and infrastructure that were not fulfilled, a lack of public awareness, and a lack of maternal participation in taking part in counseling.Conclusion: The "Ngasi Kuy" program aimed to increase exclusive breastfeeding outcomes in Kota Karang Health Center. There was still a lack of ASI counselors, facilities, and infrastructure that were not up to standard and there were no special exclusive breastfeeding counseling activities so that became an obstacle in this program implementation. The obstacles that occur in this program activities were lack of public awareness, lack of family support, mother's job, and lack of mother's participation in attending counseling so that exclusive breastfeeding achievements had not reached the target yet.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Innovation, Program Evaluation
Hubungan Antara Brand Equity Dengan Tingkat Kepuasan Pasien RSWS Surabaya Viena, Windi Clara; Wartiningsih, Minarni; Ritunga, Imelda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.604

Abstract

Latar belakang: Tingkat kepuasan pasien berkaitan secara linier dengan tingkat kualitas pelayanan sebuah rumah sakit sehingga dalam menentukan pemanfaatan pelayanan kesehatan, konsumen akan cenderung untuk melakukan berbagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk memilih pelayanan tersebut. Salah satu indikator yang dapat menjadi pertimbangan adalah merek yang merupakan identitas dari produk tersebut. Untuk mengetahui kuat tidaknya suatu merek dapat diketahui dengan mengukur brand equity rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara brand equity dengan kepuasan pasien Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Surabaya. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan penelitian Cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2023 di poli rawat jalan Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya. Variabel dependen adalah kepuasan pasien dan variabel independen adalah brand equity. Data yang digunakan merupakan data primer melalui pembagian kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara systematic random sampling, kemudian dilakukan uji Spearman.Hasil: Didapatkan hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel loyalitas merek diperoleh nilai p=0,000 dan nilai r=0,613. Hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel kesadaran merek diperoleh nilai p=0,002 dan nilai r=0,308. Hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel persepsi kualitas diperoleh nilai p=0,000 dan r=0,509. Hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel asosiasi merek diperoleh nilai p=0,000 dan r=0,439. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keempat variabel brand equity dengan kepuasan pasien Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya Kata Kunci: Brand equity, Kepuasan pasien, Rumah sakit Background: The patient satisfaction level has a linear relationship with the quality of service. Therefore, in determining the utilization of healthcare services, consumers are likely to consider various factors before deciding on choosing a particular service. One indicator that can be taken into consideration is the brand, which serves as the identity of the product. The strength of the brand of a hospital can be determined by measuring its brand equity. The objective of this research was to examine the relationship between brand equity and patient satisfaction at Wiyung Sejahtera Hospital in Surabaya.Methods: The researchers use quantitative study methods alongside observational analytics and Cross-sectional design. The research was conducted from August to October 2023 at the outpatient clinic of Wiyung Sejahtera Hospital, Surabaya. The dependent variable was patient satisfaction, while the independent variable was brand equity. Data used were considered primary data, collected using a questionnaire and was answered by 100 respondents that were chosen with systematic random sampling. The collected data were analyzed statistically using Spearman test.Results: The Spearman Rank Test results for the variable of brand loyalty yielded a p-value of 0.000 and an R-value of 0.613. For the variable of brand awareness, the Spearman Rank Test resulted in a p-value of 0.002 and an R-value of 0.308. The variable of perceived quality obtained a p-value of 0.000 and an R-value of 0.509. Finally, the Spearman Rank Test for the variable of brand association produced a p-value of 0.000 and r value of 0.439.Conclusions: There was a significant correlation between the four brand equity variables and patient satisfaction at Wiyung Sejahtera Hospital, Surabaya.Keywords: Brand equity, Hospital, Patient satisfaction
Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Skala Nyeri Luka pada Ibu dengan Persalinan Cesarean Section di RSUD Alimuddin Umar Liwa Titin, Titin; Meilina, Beti; Yuliani, Yuliani; Setiawati, Titik; Sari, Elva; Putri, Nopi Anggista
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.632

Abstract

Latar belakang: Sebagian besar ibu memilih persalinan sesar karena merasa lebih cepat tanpa menunggu nyeri persalinan yang cukup lama. Tindakan untuk meredakan nyeri pada ibu nifas antara lain dengan melakukan mobilisasi dini karena jika tidak dilakukan akan menyebabkan kenaikan suhu, perdarahan abnormal, trombosis, involusi lemah, aliran darah tersumbat, nyeri bertambah. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh mobilisasi dini terhadap skala nyeri luka pada ibu dengan persalinan Cesarean section (C-section) di RSUD Alimuddin Umar Liwa Lampung Barat Tahun 2023.Metode: Penelitian ini merupakan quasi experiment with control group design pada 91 ibu post C-section di RSUD Alimuddin Umar Liwa dipilih secara purposive sampling. Kelompok intervensi terdiri dari 40 orang dan kontrol 51 orang. Pada kelompok intervensi, pergerakan dilakukan oleh responden setelah sadar dari pembiusan. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi pada variabel mobilisasi dini dan lembar observasi Numeric Rate Scale (NRS) pada variabel skala nyeri dan analisis data secara univariat dan bivariat (Mann Whitney). Hasil: Sebanyak 40 responden pada kelompok kontrol memiliki rata-rata skala nyeri sebesar 5 (nyeri sedang) dan sebanyak 51 responden (intervensi) memiliki rata-rata skala nyeri sebesar 3,31 (nyeri ringan). Ditemukan signifikansi mobilisasi dengan skala nyeri luka pada ibu dengan persalinan C-section (p = 0,040).Kesimpulan: Ada pengaruh mobilisasi dini terhadap skala nyeri luka pada ibu dengan persalinan C-section di RSUD Alimuddin Umar Liwa.Kata kunci: Caesarean section, Mobilisasi dini, Nyeri, Persalinan Background: Most expecting mothers choose cesarean delivery because they feel that it is a quicker process without the long wait of labor pains. Actions to relieve pain in postpartum women include early mobilization. If this is not practiced, it will cause a rise in temperature, abnormal bleeding, thrombosis, weak involution, blocked blood flow, and increased pain. The research aimed to analyze the effect of early mobilization on the scale of wound pain in mothers with post-cesarean section deliveries at the Alimuddin Umar Liwa Hospital, West Lampung in 2023.Method: This research was a quasi-experiment with a control group design on 91 mothers with a post-cesarean section at Alimuddin Umar Liwa Regional Hospital, selected using purposive sampling. The intervention group consisted of 40 people and the control group consisted of 51 people. In the intervention group, the movements were carried out by the respondents after regaining consciousness from anesthesia. Data were collected using observation sheets on the early mobilization variable and Numeric Rate Scale (NRS) observation sheets on the pain scale variable. The collected data were analyzed by univariate and bivariate (Mann Whitney).Results: A total of 40 respondents in the control group had an average pain scale of 5 (moderate pain) and 51 respondents in the intervention group had an average pain scale of 3.31 (mild pain). It was found that mobilization was significant with the wound pain scale in mothers with post-cesarean section deliveries (p = 0.040).Conclusion: There was an effect of early mobilization on the scale of wound pain in mothers with post-cesarean section deliveries at Alimuddin Umar Liwa Regional Hospital.Keywords: Caesarean section, Childbirth, Early mobilization, Pain
Model Spasial Faktor Risiko Tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021: Pemanfaatan Data Rutin untuk Pengambilan Keputusan Riznawati, Aldila; Eryando, Tris; Prabawa, Artha
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.640

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan data rutin di bidang kesehatan salah satunya untuk mengestimasi beban suatu penyakit termasuk determinannya. Tuberculosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang menginfeksi 10,6 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2021, dimana Indonesia menjadi penyumbang beban kasus tertinggi kedua. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah temuan kasus TB terbanyak di Indonesia dalam 5 tahun terakhir Metode: Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat tahun 2022 dan Statistik Perumahan Provinsi Jawa Barat 2021. Analisis deskriptif, autokorelasi spasial, dan analisis Geographically Weighted Regression (GWR) dilakukan menggunakan perangkat lunak pengolahan data, GeoDa dan GWR4. Hasil disajikan dalam bentuk peta menggunakan aplikasi QGIS. Analisis spasial dilakukan untuk melihat persentase kasus TB dengan faktor-faktor risiko TB.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus TB di Provinsi Jawa Barat yang artinya sebaran kasus membentuk pola mengelompok. Adapun kabupaten/kota yang menjadi hotspot dan merupakan wilayah prioritas intervensi penanganan kasus TB di Provinsi Jawa Barat adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sukabumi, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Depok. Model GWR menemukan faktor risiko yang memiliki pengaruh berbeda di tiap wilayah kabupaten/kota yaitu penduduk miskin, suhu dan ketinggian wilayah, sehingga bentuk intervensi kesehatan yang dilakukan juga berbeda. Kesimpulan: Pemanfaatan data rutin dengan pendekatan spasial ini diharapkan dapat menjadi pendukung pengambilan keputusan (decision making support) terkait program dan kebijakan intervensi kesehatan yang spesifik wilayah sehingga tepat sasaran dan mampu menurunkan jumlah kasus TB.Kata kunci: Analisis spasial, Faktor risiko, GWR, Pemanfaatan data rutin, Tuberkulosis Background: One of the uses of routine data in the health sector is to estimate the burden of a disease including its determinants. TB remains a global health problem that infected 10.6 million people worldwide in 2021, and Indonesia has the second highest TB caseload globally. West Java is the province with the highest number of TB case findings in Indonesia in the last five years. Method: Data sourced from 2022 West Java Province Central Statistics Agency and 2021 West Java Province Housing Statistics. Descriptive analysis, spatial autocorrelation, and GWR analysis were carried out using SPSS, GeoDa, and GWR4. Results were presented in map form using QGIS application. Spatial analysis was carried out to know the percentage of TB cases with TB risk factors.Result: The results of this study indicate a positive spatial autocorrelation that has a significant effect on the number of TB cases in West Java, which means that the distribution of cases forms a clustered pattern. The regencies/cities that have become hotspots and priority areas for intervention in handling TB cases in West Java were Bekasi Regency, Bogor Regency, Karawang Regency, Purwakarta Regency, Sukabumi Regency, Bekasi City, Bogor City and Depok City. The GWR model found risk factors that have different effects in each regency/city area, specifically the poor population, temperature, and altitude so the forms of health interventions carried out were also different.Conclusion: The utilization of routine data with a spatial approach is expected to be decision-making support related to region-specific health intervention programs and policies so that they are targeted and able to reduce the number of TB cases. Keywords: GWR, Risk factor, Routine data utilization, Spatial analysis, Tuberculosis
Hubungan Usia dan Masa Kerja terhadap Low Back Pain pada Nelayan Kampung Tengah Desa Banyusangka, Kabupaten Bangkalan Nadifatuzzahroh, Nur; Mutiadesi, Wahyu Prasasti; Nandaka, I Ketut Tirka; hisnindarsyah, Hisnindarsyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.650

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Low Back Pain (LBP) merupakan keluhan yang sering ditemukan di fasilitas kesehatan primer yang berkaitan dengan aktivitas kerja seperti mengangkat beban. Penelitian LBP masih jarang dilakukan pada nelayan di Indonesia. Kejadian LBP di Indonesia telah mempengaruhi 34,4 juta penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan masa kerja dengan LBP pada nelayan.Metode: Penelitian Cross-sectional dilakukan pada 107 nelayan di Banyusangka dengan teknik purposive sampling pada 12-13 Agustus 2023. Keluhan LBP didapatkan dari kuesioner The Pain And Distress Scale, sedangkan usia dan masa kerja didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Kontingensi Koefisien.Hasil: Didapatkan sebanyak 46 (43%) responden memiliki keluhan LBP. Juga didapatkan hubungan signifikan antara usia dengan LBP (p=0,001; r= 0,396) dan antara masa kerja dengan LBP (p=0,048; r= 0,188).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan masa kerja dengan LBP pada nelayan pesisir di Kampung Tengah Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan.Kata Kunci: LBP, Masa kerja, Nelayan, Usia AbstractBackground: Low Back Pain (LBP) is a complaint that is often found in primary health facilities related to work activities such as lifting weights. LBP research is still rarely conducted on fishermen in Indonesia. In Indonesia LBP has affected around 34.4 million people. This study aimed to determine the correlation between age and working period with LBP in fishermen.Methods: A Cross-sectional study was conducted on 107 fishermen in Banyusangka with purposive sampling technique from 12-13 August 2023. Complaints of LBP were obtained from The Pain And Distress Scale questionnaire. Age and working periode were obtained from the questionnaire. Data were analyzed using Coefficient of Contingency test.Result: This studi found 46 (43%) respondents had LBP complaints. There was also a significant correlation between age with LBP (p=0.001; r = 0.396) and there was also a significant correlation between working periode with LBP (p=0.048; r = 0.188).Conclusion: There were correlation between age and working periode with LBP in fisherman at Central Hamlet of Banyusangka Village, Tanjung Bumi Subdistrict, Bangkalan Regency.Keywords: Age, Fisherman, LBP, Working period

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue