cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Pemanfaatan Pelayanan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sidotopo Ariska, Rinda Minanti; Dhamanti, Inge
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.654

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) diupayakan dengan menjamin setiap ibu mampu mengakses pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan. Akses tersebut nyatanya belum tercapai dengan sempurna. Salah satunya di Puskesmas Sidotopo dengan persentase cakupan terendah di Kota Surabaya sebesar 80,34%, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya Tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan persalinan di wilayah kerja Puskesmas SidotopoMetode: Jenis penelitian ini ialah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan instrumen penelitian berskala nominal dan ordinal.Teknik systematic random sampling digunakan untuk pemilihan sampel sehingga menghasilkan 99 responden, yaitu ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo. Data dianalisis menggunakan uji korelasi chi-square dan fisher untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan persalinan.Hasil: Uji statistik menunjukkan ada hubungan antara pendidikan (p=0,005), pendekatan (p=0,000), penerimaan (p=0,000), kemampuan untuk memahami (p=0,000), kemampuan untuk mencari (p=0,004), dan kemampuan untuk menjangkau (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan persalinan.Kesimpulan: Variabel yang menunjukkan hubungan dengan pemanfaatan pelayanan persalinan adalah usia, pendidikan, pendekatan, penerimaan, kemampuan untuk memahami, kemampuan untuk mencari, dan kemampuan untuk menjangkau. Variabel yang tidak berhubungan adalah variabel umur, pekerjaan, dan kemampuan untuk terlibat. Puskesmas disarankan dapat meningkatkan pengetahuan terkait pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dengan melakukan kerjasama dengan masyarakat di sekitar ibu.Kata kunci: Angka Kematian Ibu, Persalinan, Puskesmas AbstractBackground: Reducing the maternal mortality rate (MMR) is pursued by ensuring that every mother is able to access childbirth services by trained health personnel in health care facilities. In fact, this access has not been achieved perfectly. One of them is Sidotopo Health Center with the lowest coverage percentage in Surabaya City at 80.34%, based on data from the Surabaya City Health Office in 2021. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the utilization of childbirth services in the Sidotopo Health Center working area.Methods: This type of research is analytic observational with a cross sectional approach. Data were collected through questionnaires with nominal and ordinal scale research instruments. Systematic random sampling technique was used for sample selection resulting in 99 respondents, which are mothers giving birth in the working area of Sidotopo Health Center. Data were analyzed using chi-square and fisher correlation tests to determine factors associated with utilization of childbirth services.Results: Statistical tests showed a relationship between education (p=0.005), approachability (p=0.000), acceptability (p=0.000), ability to perceive (p=0.000), ability to seek (p=0.004), and ability to reach (p=0.000) with utilization of childbirth services.Conclusion: The variables that showed a relationship with delivery service utilization were age, education, approachability, acceptability, ability to perceive, ability to seek, and ability to reach. Unrelated variables were age, occupation, and ability to engage. Health center is recommended to increase knowledge related to the importance of childbirth assisted by health personnel in health facilities by collaborating with the community around the mother.Keywords: Childbirth, Health Center, Maternal Mortality Rate
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan Nugraheni, Reny; Lurinsa, Putri; Landau, Dahlia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.447

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan kualitas pelayanan yang harus diberikan kepada pihak lain/masyarakat dengan paling minimal, tetapi tidak menutup kemungkinan pegawai melakukan pelayanan yang lebih baik sepanjang tidak melewati batas-batas legalitas. Studi ini ditujukan agar dapat menjawab pertanyaan yang selama ini berkembang pada sebagian masyarakat tentang apakah SPM bidang pelayanan kesehatan di Puskesmas kota wilayah selatan dapat tercapai dan seberapa jauh penerapan kebijakan SPM bidang kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.Metode: Studi kualitatif ini dengan pendekatan case study. Penelitian mengukur seberapa tercapainya kinerja Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan Kota Kediri dalam melayani masyarakatnya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2021 di Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan. Informan penelitian adalah tenaga kesehatan dan pengelola di Puskesmas. Studi ini menggunakan metode bimbingan, diskusi dan observasi partisipatif. Pedoman wawancara disusun peneliti kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas oleh pakar. Data penelitian diambil dari data primer yaitu data hasil wawancara, dan data sekunder yaitu data program pelayanan yang dikerjakan, data pencapaian pelayanan dan data indicator pelayanan kesehatan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Puskesmas Kota Kediri Wilayah Selatan dalam menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat cukup baik dikarenakan capaian indikator peningkatan kinerjanya sudah mencapai target sebesar 40% dari 12 indikator yang mengalami peningkatan hanya 4 indikator saja.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini di dapatkan bahwa permasalahan terdapat pada proses yaitu mengenai pelaksanaan kegiatan karena terdampak adanya COVID-19 sehingga presentase capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat dari tahun 2019 ke tahun 2020 menjadi menurun.Kata Kunci: Evaluasi, Ketercapaian program, Standar pelayanan minimal AbstractBackground: Minimum Service Standards (MSS) are the quality of service that must be provided to other parties/the community at the very least. However, it does not rule out the possibility of employees providing better service as long as it does not exceed the limits of legality. This study aims to answer questions that have been developing in some communities about whether MSS in the health service sector in the southern city health center can be achieved and how far the implementation of MSS policies in the health sector can improve the quality of health services.Method: This qualitative study uses a case study approach. The study measures how well the performance of the Kediri City Health Center, South Region, Kediri City, has been achieved in serving its community. The study was conducted on 11 January 2021 at the Kediri City Health Center, South Region. The research informants were health workers and managers at the Health Center. This study uses guidance, discussion and participatory observation methods. Researchers prepared interview guidelines and then tested them for validity and reliability by experts. The research data was taken from primary data, namely interview data, and secondary data, namely data on service programs carried out, service achievements, and health service indicators.Results: The study results show that the Kediri City Health Center in the South Region implementing MSS to the community is quite good because the achievement of performance improvement indicators has reached the target of 40% of the 12 indicators that have increased only 4 indicators. Conclusion: Based on the results of this study, it was found that the problem was in the process, namely regarding the implementation of activities because it was affected by COVID-19, so the percentage of achievement of MSS to the community from 2019 to 2020 decreased.Keywords: Evaluation, Minimum Service Standards, Program achievement
Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Proyek Pengendalian Banjir Sunga Bekasi dan Faktor yang Mempengaruhinya Septiyani, Dian; Sangadji, Namira Wadjir; Handayani, Putri; Muda, Cut Alia Keumala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.468

Abstract

Abstract Background: Based on preliminary observations made by researchers to 10 workers of the Bekasi River flood control project package 1, 8 workers did not comply with ppe in accordance with company standards. The purpose of this study was to determine the factors related to compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE). Method: This study had a sample of 88 people with total sampling technique, using quantitative method with cross sectional design. This study used the primary data collection method obtained through interviews and observations using checklist sheets and secondary data obtained from company documents in the form of company descriptions, company procedures and labor lists. Results: There is a relationship between knowledge and compliance of PPE use (P Value 0.013 and PR = 2.461), there is a relationship between ppe use attitudes and compliance (P Value 0.000 and PR = 0.419) and there is a relationship between supervision and compliance of PPE use (P Value 0.000 and PR = 0.432). Conclusion: Knowledge, attitude and supervision are factors related to the compliance of the use of PPE in workers of the Bekasi River Flood Control Project Package 1. It is recommended to ensure that educational programs run, evaluate employment contracts with foremen and subcontractors and provide strict sanctions to workers who do not comply with the use of PPE. Keywords: construction, compliance, PPE, knowledge, attitude, supervision
Kejadian Anemia pada Santriwati Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Depok dan Faktor yang Mempengaruhinya Zahra, Nur Azimah; Fatmawati, Iin; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.581

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan paling kritis di dunia. Menurut WHO prevalensi anemia secara global mencapai 40-88% wanita muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Desember – Juni 2023. Instrumen yang digunakan adalah pemeriksaan kadar hemoglobin, form pengisian berat dan tinggi badan, formulir SQ-FFQ, dan kuesioner siklus menstruasi. Desain studi penelitian ini adalah Cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini merupakan santriwati Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kota Depok dari kelas VII – XII dan diambil menggunakan stratified random sampling sebanyak 102 santri. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 27 santri (26,5%) mengalami anemia, kemudian dari hasil uji statistik didapatkan kejadian anemia tidak berhubungan dengan status gizi (p = 0,181) dan siklus menstruasi (p = 0,140). Sedangkan kejadian anemia memiliki hubungan yang signifikan dengan asupan zat besi (p = 0,000), vitamin C (p = 0,000), body image (p = 0,022), dan pengetahuan gizi (p = 0,037). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan zat besi, asupan vitamin C, body image dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja. Bagi santriwati Al-Hidayah Kota Depok diharapkan untuk meningkatkan konsumsi pangan sumber zat besi dan vitamin c untuk mencegah kejadian anemia.Kata Kunci: Anemia, Asupan gizi, Body image, Pengetahuan, Remaja AbstractBackground: Anemia is one of the most critical health problems in the world. According to WHO, the prevalence of anemia globally reaches 40-88% of young women. This study aimed to find out what factors are associated with the incidence of anemia in adolescent girls.Methods: The study was conducted in December – June 2023. The instruments used are hemoglobin level examination, weight and height filling the form, SQ-FFQ form, and menstrual cycle questionnaire. The design of this study was a cross-sectional study. The samples in this study were Al-Hidayah Islamic Boarding School, Depok City students from classes VII-XII and were taken using stratified random sampling of 102 students. Results of bivariate analysis using Chi-square.Result: The results showed that 27 students (26.5%) experienced anemia. Results of bivariate analysis using Chi-square show that anemia incidence was not related to nutritional status (p = 0.181) and the menstrual cycle (p = 0.450). In contrast, the incidence of anemia has a significant relationship with the intake of iron (p = 0.000), vitamin C (p = 0.000), body image (p = 0.022), and knowledge of nutrition (p = 0.037).Conclusion: There was a relationship between iron intake, vitamin C intake, body image, knowledge and the incidence of anemia in adolescents. To prevent anemia in Al-Hidayah students, Depok City is expected to increase food consumption of iron and vitamin C sources.Keywords: Adolescent, Anemia, Body image, Knowledge, Nutrition intake
Local Wisdom Education for Better Toddler Nutrition: Preventing Stunting in Tulungagung Astuti, Dita Apriana Dwi; Winarti, Eko; Haryuni, Sri; Sunardi, Sunardi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.615

Abstract

AbstractIntroduction: The prevalence of stunting in Indonesia is still high. Stunting research is important because stunting is a serious public health problem. Healthy feeding is expected to prevent stunting, obesity, and malnutrition. This study aims to examine the level of influence of local wisdom-based health education with booklet media effective in improving toddler nutrition parenting. Methods: The study uses a quasi-experimental design to see if local wisdom-based health education can improve toddler nutrition parenting practices. Mothers in the intervention group will receive health education and booklets, while mothers in the control group will not. The researchers will then compare the two groups to see if there is a difference in their toddler nutrition parenting practices. Results: Wilcoxon test shows health education improved toddler nutrition parenting practices (p-value=0.00). The paired t-test result with a p-value of 0.047 further confirms the findings of the Wilcoxon test. Research shows that health education based on local wisdom with booklet media is effective in improving the nutritional parenting style of toddlers. This health education can help prevent stunting in toddlers. Conclusion: The use of local wisdom-based health education books can be considered as a medium to improve toddler nutritional practices and prevent stunting.Keywords: Booklet, Local wisdom, Parenting, Prevalence of stunting, Toddler nutrition AbstrakLatar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi. Penelitian stunting penting karena stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pemberian makanan sehat diharapkan dapat mencegah stunting, obesitas, dan gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat pengaruh pendidikan kesehatan berbasis kearifan lokal dengan media booklet yang efektif dalam meningkatkan pola asuh gizi balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental untuk melihat apakah pendidikan kesehatan berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan praktik pengasuhan gizi balita. Ibu pada kelompok intervensi akan mendapatkan pendidikan kesehatan dan booklet, sedangkan ibu pada kelompok kontrol tidak. Peneliti membandingkan kedua kelompok untuk melihat apakah ada perbedaan dalam praktik pengasuhan gizi balita.Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan pendidikan kesehatan meningkatkan praktik pengasuhan gizi balita (p-value=0,00). Hal ini menunjukkan bahwa kelompok intervensi yang mendapat pendidikan kesehatan mengalami peningkatan pola asuh gizi balita dibandingkan kelompok kontrol yang tidak mendapat intervensi. Hasil uji t berpasangan dengan nilai p 0,047 memperkuat temuan uji Wilcoxon. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis kearifan lokal dengan media booklet efektif dalam meningkatkan pola asuh gizi balita. Pendidikan kesehatan ini dapat membantu mencegah stunting pada balita. Kesimpulan: Penggunaan buku edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal dapat dipertimbangkan sebagai media untuk meningkatkan praktik gizi balita dan mencegah stunting.Kata kunci: Booklet, Gaya pengasuhan, Kearifan lokal, Nutrisi balita, Prevalensi stunting
Masa Kerja dan Lama Kerja Berhubungan dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengemudi Ojek Online Sunarya, Putri Amelia; Chairani, Aulia; Hardini, Niniek; Bustaman, Nurfitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.642

Abstract

Background: Low back pain in Indonesia is the second highest illness after influenza. About 63 million (37%) Indonesians experience complaints of low back pain (LBP). NBP is a common problem in workers, including online motorcycle taxi drivers. Working positions that require online motorcycle taxi drivers to sit and support their body weight with vertebrae muscles and bones can cause muscle stiffness and spasm of vertebrae muscles, especially the lumbar part. Methods: Analytical quantitative research design using a cross-sectional approach. The sample of this study is an online motorcycle taxi driver with male gender, age 20-35 years and working > 3 months as an online motorcycle taxi driver, collected by consecutive sampling method. Result: Univariate results were obtained as much as NPB (60.2%), working >8 hours (61.3%) and working >1 year (64.5%). Bivariate results obtained a relationship between length of work (p value = 0.000) and tenure (p value = 0.000). Multivariate results show that the variable that most influences back pain complaints is the length of work (OR = 14.10). Conclusion: It is suggested that puskesmas frequently monitor and give counseling related to TB and the society clean their houses regularly and keep the house clean Keywords: low back pain, online motorcycle drivers, length of work, length of service
Perbandingan Tekanan Darah pada Masyarakat Dataran Tinggi dan Dataran Rendah serta Korelasinya dengan Indeks Massa Tubuh dan Konsumsi Makanan Asin Nexiary, Azzahra Banafsaj Altima; Dagradi, Eric Mayo; hisnindarsyah, Hisnindarsyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.649

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena prevalensinya yang tinggi di seluruh dunia. Beberapa faktor telah ditemukan terkait dengan hipertensi, termasuk demografi sosial ekonomi (usia lanjut, wanita, jenjang pendidikan yang lebih rendah, rumah tangga yang memiliki pendapatan rendah), lokasi geografis, dan faktor risiko lainnya, termasuk stroke, diabetes, indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi, konsumsi sodium berlebih, jarang melakukan aktivitas fisik, merokok, minum alkohol, jarang mengontrol kesehatan di puskesmas/posbindu serta kurangnya konsumsi buah dan sayur. Indonesia adalah negara kepualauan dengan kondisi geografis yang sangat beragam. Adanya dataran rendah dan dataran tinggi menyebabkan perbedaan cuaca, iklim, suhu, dan konsentrasi O2 di setiap wilayah yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan tekanan darah dan insiden hipertensi pada masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional yang menggunakan studi cross sectional dengan consecutive sampling sebagai teknik pengambilan sampel agar dapat melihat perbandingan tekanan darah dan insiden hipertensi pada masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngadisari sebagai kelompok dataran tinggi dan Desa Ketapang sebagai kelompok dataran rendah pada tanggal 26 Agustus 2023. Hasil uji Mann Whitney U dari uji komparasi tekanan darah masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah adalah p = 0,00. Uji korelasi spearman antara IMT dengan tekanan darah pada masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah adalah p = 0,000 dan r = 0,597. Uji Kendall Tau b dari uji korelasi antara kebiasaan konsumsi makanan asin dengan tekanan darah pada masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah adalah p < 0,001 dan r = 0,646. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah
Analysis of Risk Factors Affecting Survival in Tuberculosis Patients: Systematic Review Aufa, Salma Winda; Eka Putri, Ade Suzana; Kasra, Kamal
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.678

Abstract

AbstractBackground: Deaths due to TB are still a public health problem today. Monitoring tuberculosis treatment outcomes and examining factors that influence these outcomes is important for evaluation and feedback on national TB control programs. So this research aims to determine the risk factors that influence the survival of TB patients. Method: This study used a Systematic review. The data sources used are Science Direct and PubMed databases published in 2019 – 2023. The research article found 1,420 articles, filtering the abstracts according to the desired research topic, and ensuring that the articles can be accessed in full-text form, resulting in 14 studies that meet the criteria. Results: The results of this study showed that the factors that had the greatest influence on TB patient survival were age and HIV status, in 7 of 14 studies. Meanwhile, a third of the studies reviewed found that TB classification, TB anatomical location, gender, race/ethnicity, and history of DM are factors associated with TB patient survival.Conclusion: The most common variables associated with the survival of TB are age and HIV status. These conditions describe the increasing age and decreased immunity that can affect the survival of TB patients.Keywords: Mortality, Risk factors, Survival, Tuberculosis AbstrakLatar belakang: Kematian akibat TB masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini. Pemantauan hasil pengobatan tuberkulosis dan pemeriksaan faktor-faktor yang mempengaruhi penting untuk dilakukan evaluasi dan umpan balik pada program pengendalian TB nasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kelangsungan hidup pasien TB. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis. Sumber data yang digunakan adalah database Science Direct dan PubMed yang diterbitkan pada tahun 2019 - 2023. Artikel penelitian ditemukan sebanyak 1.420 artikel, menyaring abstrak sesuai dengan topik penelitian yang diinginkan, dan memastikan bahwa artikel dapat diakses dalam bentuk full-text, sehingga menghasilkan 14 penelitian yang memenuhi kriteria. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan hidup pasien TB adalah usia dan status HIV, yaitu pada 7 dari 14 penelitian. Sementara itu, sepertiga dari penelitian yang direview menemukan bahwa klasifikasi TB, lokasi anatomis TB, jenis kelamin, ras/etnis, dan riwayat DM merupakan faktor yang berhubungan dengan ketahanan hidup pasien TB. Kesimpulan: Variabel yang paling umum berhubungan dengan ketahanan hidup TB adalah usia dan status HIV. Kondisi ini menggambarkan semakin bertambahnya usia dan menurunnya kekebalan tubuh dapat mempengaruhi ketahanan hidup pasien TB. Kata kunci: Faktor risiko, Ketahanan hidup, Mortalitas, Tuberkulosis
Factors Associated with Safety Riding Behavior Among Workers in Tanjung Priok District, North Jakarta City Handoko, Handoko; Buntara, Arga; Utari, Dyah; Herbawani, Chahya Kharin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i4.605

Abstract

Introduction: Safety riding behavior is an ideal behavior that any worker must apply to increase the worker’s safety and other road users. There has been an increased prevalence and mortality rate due to traffic accidents in 2022. This study analyzed factors related to driving safety behavior among workers in Tanjung Priok District in 2023.Method: A cross-sectional study was conducted in the Tanjung Priok District between March to June 2023. The questionnaires adopted two instruments from the Indonesian Traffic Police Corps instruments and two previous research instruments distributed through Google Forms. All general workers who reside and work in Tanjung Priok were selected as subjects. The inclusion criteria of this study were workers who both worked or lived in the Tanjung Priok sub-district and ride motorbikes for mobility. The exclusion criteria were individuals who do not work in the Tanjung Priok sub-district and those who only pass through the area without working or residing there. The data were then analyzed using the Chi-square test. The sampling technique applied was proportionate stratified sampling. Result: The finding showed that 97 (86.6%) workers drove safely and 15 (13.4%) workers drove unsafely. The factors associated with safety riding behavior were knowledge (p-value = 0.001), attitude (p-value = 0.007), driving PPE (p-value = 0.010), driving insurance ownership (p-value = 0.046), and family support (p-value = 0.001).Conclusion: Local government is required to cooperate with the police department to increase workers’ knowledge about equipment so safety riding behavior is formed. Latar Belakang: Perilaku keselamatan berkendara merupakan perilaku ideal yang harus dimiliki oleh pekerja untuk meningkatkan keamanan pekerja dan pengguna jalan lain serta meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terjadi peningkatan kasus kecelakaan dan kematian akibat kecelakaan pada tahun 2022 di Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pekerja di Kecamatan Tanjung Priok tahun 2023.Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Priok pada bulan Maret hingga Juni 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari instrumen Korps Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan dua penelitian terdahulu yang disebarkan melalui Google Forms. Sampel penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berdomisili dan bekerja di Tanjung Priok dengan kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja dan/atau tinggal di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, serta pekerja yang menggunakan sepeda motor untuk mobilitas. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah individu yang tidak bekerja di wilayah Kecamatan Tanjung Priok dan hanya melewati wilayah tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional stratified sampling. Hasil: Hasil analisis menunjukkan 97 (86,6%) pekerja mengemudi dengan aman dan 15 (13,4%) pekerja mengemudi dengan tidak aman. Faktor yang berhubungan dengan perilaku safety riding adalah pengetahuan (p-value = 0,001), sikap (p-value = 0,007), APD mengemudi (p-value = 0,010), kepemilikan asuransi mengemudi (p-value = 0,046), dan dukungan keluarga. (nilai p = 0,001).Kesimpulan: Kecamatan Tanjung Priok perlu adanya kerja sama dengan kepolisian setempat untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai kelengkapan agar terbentuk perilaku keselamatan berkendara. Kata Kunci: Kecelakaan lalu lintas, Keselamatan berkendara, Pekerja
Dampak Fatherless Terhadap Tingkat Harga Diri Anak Usia Sekolah di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta Qur’ani, Nada ‘Afia; Diahsari, Armenia; Kustiningsih, Kustiningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i4.659

Abstract

Latar Belakang: Harga diri merupakan komponen yang fundamental bagi anak usia sekolah. Anak usia sekolah aktif membandingkan diri dengan orang lain, sehingga perlu harga diri yang baik untuk berkembang. Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi harga diri anak, yaitu Fatherless. Ketidakhadiran ayah (Fatherless) dalam kehidupan anak dapat mempengaruhi emosi, harga diri dan kemampuan interaksi sosial anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Fatherless terhadap tingkat harga diri anak usia sekolah di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta.Metode: Rancangan penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan studi Cross-sectional dilakukan pada November 2021 hingga April 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling sejumlah 122 responden usia 10-12 tahun. Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta. Instrumen yang digunakan, yaitu Fatherhood Scales dan Rosenberg Self-Esteem Scales. Analisis data dengan uji Kendall’s Tau.Hasil: Responden dengan tingkat fathering tinggi sebesar 50,8% dan fatherless sebesar 49,2%. Tingkat harga diri tinggi responden sebesar 50,8 % dan harga diri rendah 49,2%. Analisis didapatkan terdapat hubungan fatherless terhadap harga diri anak usia sekolah dengan nilai p= 0,000. Kesimpulan: Ketidakhadiran ayah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga diri anak usia sekolah.Kata kunci: Anak usia sekolah, Fatherless, Self-esteem Background: Self-esteem is essential for school-age children. Children at this age actively compare themselves to others, so developing self-esteem is essential. Fatherlessness is one aspect that can impact a child's self-esteem. The absence of a father in a child's life can affect his or her emotions, self-esteem, and social interaction skills. This research analyzed the correlation between fatherlessness and the self-esteem level of school-age children at SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta. Method: This research employed a correlational quantitative study with cross-sectional data collection conducted from November 2021 to April 2022. The sampling technique used was the Proportional Stratified Random Sampling technique, which gained 122 children aged 10-12 years as the respondents. The instruments used were the Fatherhood Scales and the Rosenberg Self-Esteem Scales. The analysis used was Kendall's Tau test.Result: Respondents with a high level of fathering were 50.8%, and fatherless were 49.2%. The level of high self-esteem of respondents was 50.8%, and low self-esteem was 49.2%. The analysis shows a relationship between Fatherlessness and the self-esteem of school-age children with a value of p = 0.000.Conclusion: Fatherlessness is one of the aspects that can affect the self-esteem of school-aged children. Keywords: Fatherless, Self-Esteem, School Age Children

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue