Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Articles
5,523 Documents
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI GOOGLE FORM DI SEKOLAH DASAR
Susilo Tri Widodo;
Isa Ansori;
Ha. Zaenal Abidin;
Sigit Yulianto;
Suhardi Suhardi;
Noto Suharto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1098
Kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan untuk meningkatkan soft skill guru dalam mengembangakan kompetensi memanfaatkan google form untuk media pembelajaran. Guru diberikan keahlian secara terbimbing dalam merancang media google form. Lokasi kegiatan pengabdian ini yaitu di SD Negeri Bringin 01, lama kegiatan ini direncanakan selama enam bulan. Hasil dari kegiatan pengabdian antara lain : penyampaian materi dari tim pengabdi terkait penggunaan aplikasi google form sebagai salah satu media pembelajaran. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Luaran dari kegiatan pengabdian ini berupa produk google form yang dihasilkan oleh peserta (guru SD). Luaran dari pengabdian ini berupa sampel desain porduk google form yang dikembangkan dan dihasilkan oleh peserta (guru SD), dan laporan pengabdian yang tidak dipublikasikan. Ada beberapa kendala yang dihadapi tim pengabdi yaitu penguasaan kemampuan komputer para guru yang belum merata sehingga hanya beberapa peserta tertentu yang mampu menyelesaikan produk media. Pengabdian ini mendapat respon yang positif dari para guru dan mereka sangat senang mendapatkan tambahan ilmu dalam mengembangkan media dan peningkatan kompetensi yang dimiliki.
LATTUPA: ALAT BANTU KUPAS KELAPA UNTUK MEMPERMUDAH PETANI DAN PEDAGANG KELAPA DALAM MENGUPAS BUAH KELAPA DI KECAMATAN CIKEDUNG KABUPATEN INDRAMAYU
Rahmat Hidayat;
Rizki Achmad Darajatun;
Supri Handoko
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i3.1074
Permasalahan umum yang sering terjadi pada petani kelapa dan buruh pengupas kelapa yaitu minimnya alat kupas yang membantu pekerjaan mereka dalam mengupas buah kelapa dengan mudah, cepat, aman, efektif dan efisien. Selain itu, permasalahan khusus yang dialami kelompok mitra adalah (1) Minimnya produk teknologi yang di manfaatkan petani Kelapa dan buruh Kupas (2) rendahnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Petani dan Buruh Kupas terkait dengan bidang teknologi dan manajemen (3) rendahnya kemampuan kelompok sasaran dalam pemanfaatan teknologi pertanian alat kupas buah Kelapa sebagai sarana meningkatkan hasil pertanian buah Kelapa. Solusi dalam program ini adalah (1) pemanfaatan produk teknologi untuk masyarakat Petani Kelapa dan Buruh Kupas di Kecamatan Cikedung Indramayu, (2) Pelatihan penggunaan teknologi, perawatan dan pembuatan melaui program produk teknologi yang di desiminasikan ke masyarakat (3) peningkatan kemampuan SDM Petani dan Buruh dalam bidang teknologi. Produk teknologi yang di desiminasikan ke masyarakat yang telah dilakukan adalah memproduksi alat bantu kupas kelapa (LATTUPA), diklat penggunaan LATTUPA, penerapan teknologi LATTUPA dan serah terima LATTUPA kepada mitra kegiatan. Hasil yang didapat kelompok sasaran atau mitra dari program ini dapat disimpulkan bahwa warga khususnya petani atau buruh pengupas kelapa dapat mengetahui pemanfaatan alat bantu kupas kelapa (LATTUPA) dengan baik, juga warga khususnya buruh pengupas kelapa dapat mengetahui berbagai macam bagian dan manfaatnya. Alat kupas ini menurut warga berdampak pada peningkatan kesejahteraan serta ekonomi.
DIAGNOSA BUTA WARNA DENGAN METODE ISHIHARA TERHADAP SISWA SMPN 1 BUNGORO KABUPATEN PANGKEP
Ryan Humardani Syam Pratomo;
Sri Mukminati Nur;
Erni Rismawanti;
Nina Wahyuni Amaliah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i1.1404
Pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 1 Bungoro yang terletak di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Permasalahan mitra yaitu siswa SMPN 1 Bungoro Kabupaten Pangkep belum mengetahui dan memahami tentang kelainan buta warna dan siswa juga tidak mengetahui apakah penglihatan mereka normal ataukah mereka mengalami kelainan buta warna. Alternatif solusi masalah yaitu memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kelainana buta warna dan melakukan tes buta warna dengan metode Ishihara kepada siswa SMPN 1 Bungoro Kabupaten Pangkep. Adapun target luaran yang ingin dicapai yaitu meningkatnya pengetahuan siswa SMPN 1 Bungoro Kabupaten Pangkep tentang kelainan buta warna dan siswa-siswi SMPN 1 Bungoro Kabupaten Pangkep sudah mengetahui diri mereka apakah menderita kelainan buta warna atau tidak. Metode yang akan dilakukan yaitu presentasi tentang kelainan buta warna dan melakukan tes buta warna kepada siswa SMPN 1 Bungoro Kabupaten Pangkep dengan menggunakan buku Ishihara yang berisi 24 plate. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil semua siswa SMPN 1 Bungoro Kabupaten Pangkep yang telah melakukan tes buta warna sudah memahami tentang kelainan buta warna dan 100% siswa tidak mengalami buta warna (mata normal).
ETIKA BERMEDIA SOSIAL BAGI GENERASI MUDA GEREJA
Yonna Beatrix Salamor;
Anna Maria Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1681
Perkembangan teknologi informasi terus mengalami perkembangan yang luar biasa khususnya teknologi telekomunikasi, media dan informasi. Salah satu bentuk kongkrit dari Teknologi tersebut adalah komputer dan internet yang telah menjadi bagian aktifitas manusia modern. Kehadiran informasi dan teknologi (IT) tanpa disadari telah membentuk masyarakat baru. Melalui pengembangan jaringan/jejaring (network) dengan sistem sarang laba-laba. Adanya asumsi bahwa Internet saat ini dapat dengan mudah diakses melalui ponsel pintar atau smartphone pada dasarnya adalah media yang netral, maka manusia sebagai pengguna yang dapat menentukan tujuan media tersebut digunakan dan manfaat yang dapat diambil. Berdasarkan asumsi tersebut, maka pendidikan media dan pemahaman akan penggunaannya menjadi suatu hal yang penting bagi semua orang. Terutama bagi para generasi muda yang kerap menggunakan Internet untuk mencari beragam informasi untuk menunjang pendidikannya. Pemahaman dan penggunaan media ini disebut literasi media Internet. Metode yang digunakan dalam penyuluhan hukum bagi AM GPM Ranting Militia Christy kami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda gereja dalam peningkatan kesadaran dan etika memakai media sosial dengan bijak.
PELATIHAN TATA KELOLA KOPERASI BAGI SISWA DI SMAN 12 GARUDA SAKTI PEKANBARU
Wiwik Suryandartiwi;
Devi Purnamasari;
Abdul Zaky;
Ade Novita;
Hanna Zarah;
Hilda Oktavianis
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.896
STIKes Awal Bros Pekanbaru melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi menyelenggarakan kegiatan pengabdian di SMA N 12 Garuda Sakti Pekanbaru. Dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat STIKes Awal Bros Pekanbaru melaksanakan kegiatan yaitu pelatihan tata kelola koperasi bagi siswa di SMAN 12 Garuda Sakti Pekanbaru. Kebijakan pengelolaan tata koperasi bagi siswa saat ini sangat baik di terapkan guna untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan. Koperasi merupakan suatu badan usaha yang dibangun dengan tujuan untuk kesejahteraan anggota terkhusus dan masyarakat pada umumnya. SMA N 12 Garuda Sakti telah memiliki badan koperasi sekolah yang anggotanya terdiri dari guru serta siswa sekolah itu sendiri. Guna meningkatkan mutu manajemen koperasi SMA N 12 Garuda Sakti, Program Studi Adminitrasi Rumah Sakit STIKes Awal Bros Pekanbaru melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul "Pelatihan Tata Kelola Koperasi Bagi Siswa di SMAN 12 Garuda Sakti Pekanbaruâ€. Dengan dilaksanakan pengabmas ini diharapkan manajemen koperasi SMA N 12 Garuda Sakti bisa menjadi percontohan koperasi sekolah yang baik.
PENCEGAHAN PENYEBARAN TUBERKULOSIS PARU DENGAN (BEEB) BATUK EFEKTIF DAN ETIKA BATUK DI RW. VI SAMBIKEREP SURABAYA
Siti Nur Hasina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i3.1019
Kasus tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis dan menjadi permasalahan yang serius di Indonesia. Penderita tuberkulosis paru menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam. Infeksi terjadi apabila seseorang menghirup udara yang mengandung percikan dahak infeksius tersebut. RW.VI Sambikerep merupakan suatu tempat yang padat penduduk dan terdapat perumahan warga yang berdempetan dan kurangnya ventilasi sehingga resiko penyebaran bakteri tuberkulosis yang tinggi. Sehingga pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyebaran tuberkulosis paru dengan BEEB dan merubah perilaku hidup sehat dan bersih agar terhindar dari penyakit Tuberkulosis. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan dan demostrasi dengan media leaflet dan video yang disebarkan melalui media sosial warga. Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 bulan (Maret-April 2020). Kegiatan pengabdian dan masyarakat ini didapatkan peningkatan pengetahuan warga sebelum dilakukan kegiatan hasil pre test responden berpengetahuan baik sebesar 3(3,7%) dan setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi responden berpengetahuan baik menjadi 74(90,2%). Dengan adanya program pengabdian masyarakat ini, masyarakat dapat menerapkan batuk efektif dan etika batuk dalam mencegah penyebaran Tuberkulosis paru secara mandiri dan mempertahankannya untuk hidup lebih bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit menular lainnya.
Mendorong Kreativitas dan Keterampilan dalam Menemukan Peluang Usaha pada Ibu Rumah Tangga Dusun Kulubanyu, Kabupaten Mojokerto
Limpad Luhung Anggakara
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i1.1363
Kegiatan ekonomi mikro kecil dan menengah merupakan roda penggerak roda perekonomian daerah itu sendiri sehingga keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya pemerintah daerah itu sendiri. Dalam menjalankan sebuah usaha tentunya akan mengalami berbagai kendala baik dari internal maupun eksternal usaha, adapun kendala internal yang mungkin saja terjadi antarai lain : kualitas SDM yang belum mencukupi, akses dan pengembangan pangsapasar yang lemah, modal yang terbatas, penguasaan teknologi yang terbatas, dan manajemen yang buruk Selain itu terdapat ancaman dari luar usaha yang dapat mengancam keberlangsungan suatu usaha, salah satunya adalah persaingan bisnis Adanya persaingan ini juga memberi peluang bagi pemilik usaha yang responsif terhadap perubahan lingkungan. Sebagai upaya mendorong kreativitas dan keterampilan mayarakat Dusun Kulubanyu diadakan kegiatan bina desa yang yang diselenggarakan selama 6 bulan dengan sasaran dari bina desa tersebut adalah ibu-ibu Dusun Kulubanyu. Adapun metode pelaksanaan dari bina desa ini antara lain : sosialisasi tentang home industry, pelatihan pembuatan “Dangkrik (Gedhang Kripik)â€, memberikan edukasi terkait dengan pemasaran produk melalui media sosial. Hasil menunjukkan bahawa adanya peran aktif ibu-ibu masyarakat Dusun Kulubanyu dalam mengikuti rangakaian kegiatan bina desa hingga terciptanya produk unggulan hasil dari kreativitas dan inovasi masyarakat Dusun Kulubanyu.
UNIB PEDULI TENAGA MEDIS PEJUANG COVID-19
Nurmukaromatis Saleha;
Dri Asmawanti;
Rina Delfina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1374
Risiko kerja tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan telah menjadikan mereka sebagai cluster terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagai garda terdepan penanganan wabah ini maka diperlukan perhatian khusus terhadap mereka. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di RSUD dr. M.Yunus Bengkulu dengan tujuan untuk memberikan dukungan sosial kepada tenaga medis. Bentuk kegiatan berupa pemberian donasi bubuk jahe, kunyit temulawak sebagai minuman suplemen yang dapat meningkatkan imunitas. Ramuan tersebut mengandung Curcumin yang dapat mencegah terjadinya badai sitokin respon biologis terhadap virus Corona yang dapat membahayakan jiwa. Tahapan kegiatan berupa pembuatan suplemen Bersama mitra masyarakat dan tahapan distribusi suplemen ke RSUD dr. M. Yunus. Sebanyak 250 bungkus bubuk diberikan dalam dua tahap. Hasil evaluasi tenaga medis merasakan khasiat minuman tersebut dalam menjaga stamina. Simpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah dukungan sosial masyarakat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan ketahanan fisik dan mental tenaga medis. Menimbang kemungkinan serta efek pandemi yang panjang maka kegiatan-kegiatan serupa perlu dipertahankan.
PELATIHAN MANAJEMEN SDM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KARYAWAN DI UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG
Muhammad Muhammad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1769
Kualitas SDM sangatlah penting untuk sebuah perusahaan agar dapat eksis dalam iklim persaingan dan ekonomi yang sedang lesu saat ini karena SDM juga merupakan modal dasar suatu perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan sehingga untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, maka pendidikan dan pelatihan merupakan suatu hal yang penting dan untuk itu peningkatan kualitas SDM mutlak harus dilakukan, karena dengan kualitas SDM yang berkualitas dapat memberikan efek positif terhadap produktivitas kerja karyawan maupun perusahaan. Permasalahan yang ada pada karyawan adalah keterampilan yang dimiliki masih perlu ditingkatkan untuk menciptakan kesadaran mengenai pentingnya perencanaan dan manajemen sumber daya manusia. Masih rendahnya pengetahuan dan praktek tengatang MSDM dalam meningkatkan kinerja yang dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang Manajemen Sumber Daya Manusia secara sederhana kepada karyawan agar bisa menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diberikan supaya terhindar dari penyalahgunaan weenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Manfaat dari kegiatan ini bagi karyawan adalah memberikan pengetahuan tentang cara merencanakan pengendalian, pelaksanaan, manajemen SDM, fungsi MSDM, dan cara melakukan pengendalian untuk meningkatkan kinerja. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah membuat rencana kegiatan pengabdian pada masyarakat yang meliputi tahap persiapan, perencanaan dan evaluasi. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bisa membatu karyawan dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi tentang MSDM untuk membuat perencanaan agar kinerja bisa menjadi lebih baik dan optimal.
EDUKASI PENERAPAN PROGRAM “GOOD MANUFACTURING PRACTICES†(GMP) DAN KEAMANAN PANGAN UNTUK PENGEMBANGAN KAMPUNG TEMPE
Ambar Fidyasari;
Sentot Joko Raharjo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i3.972
Tempe merupakan salah satu produk pangan nabati yang memiliki nilai gizi cukup tinggi. Di desa Beji kota Batu merupakan salah satu tempat pusat pengrajin tempe. Tempe yang dihasilkan merupakan tempe yang khas daerah tersebut, namun kendala yang dihadapi pengrajin belum menerapkan pentingnya Good Manufacturing Practices (GMP) dan keamanan pangan sehingga tempe yang dihasilkan kurang konstan.Adanya potensi kampung tempe tersebut, maka dilakukan program edukasi kepada para pengrajin tempe. Tujuan utama dalam program pendampingan ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada pengrajin tempe akan pentingnya penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan keamanan pangan bagi produk agar dapat memperluas pasar usahanya. Adapun Mitra sasaran program pendampingan masyarakat ini adalah kelompok Perajin tempe di Kampung Tempe, Desa Beji Junrejo Kota Batu yang telah produktif secara ekonomi sebagai pengrajin Tempe. Adapun usaha yang akan dilakukan adalah edukasi kepada pengrajin tempe tentang kondisi sanitasi lingkungan, sarana dan prasarana produksi tempe serta hubungannya dengan proses produksi dan bahan baku yang digunakan apakah telah memenuhi syarat. Edukasi ini diharapkan adanya perubahan perilaku pengrajin dalam proses produksi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) berupa penyuluhan, demonstrasi serta pendampingan. Pendampingan dilakukan selama 3 bulan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa 95,00% responden setuju bahwa kegiatan pengabdian masyarakat bermanfaat, 89,00% responden setuju kegiatan edukasi ini sangat meningkatkan kualitas, 97.00% responden menyatakan ilmu bertambah setelah mengikuti pelatihan, dan 85.00% responden menyatakan bahwa keseluruhan kegiatan pelatihan sudah baik.