cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
PELATIHAN MEDIA SOSIAL UNTUK BRANDING MANAJEMEN PEMASARAN PADA ANGGOTA HIMPUNAN PAGUYUBAN PELAKU USAHA BANYUMAS (PPUB) Setyawati, Endang; Racma, Dhany Faizal; P, Putu Samuel
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35187

Abstract

Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas merupakan Paguyuban yang mewadahi para pelaku usaha mikro kecil menengah ke bawah diwilayah Banyumas. Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas (PPUB) yang beralamat di Jalan Kamandaka No 423 1/2 Bobosan Purwokerto, didirikan pada tanggal 28 September 2020, dengan beranggotakan 389 terdiri dari 23 kecamatan di Banyumas. Dengan dikoordinasi oleh ibu Suciatin sebagai ketua, menyatakan ingin mewujudkan Visi Misinya selama ini yang menjadi harapan seluruh anggota PPUB segera tercapai. Visi dari Himpunan Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas yaitu maju bersama dan misinya adalah dapat menjadi mitra pemerintah Banyumas, sehingga dapat membangun growth awareness bagi pelaku usaha, yang bersinergi dengan program pemerintah, Capturing Dunia usaha, dan dapat membangun market virtual dengan pemanfaatan teknologi sehingga menciptakan ekosistem ekonomi kreatif. PPUB saat ini masih mengalami kendala dalam hal pemasaran, karena mereka masih mengandalkan pemasaran konvensional dan belum memanfaatkan digitalisasi media sosial secara maksimal sebagai sarana pemasaran produknya. Selain itu masih rendahnya pengetahuan dimenejemen administrasi. Manajemen Administrasi di PPUB belum berjalan dengan baik karena belum banyak pelaku usaha yang mengetahui akan manfaat penggunaan mikrosoft Excel untuk menejemen administrasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan digitalisasi dengan menggunakan sarana media sosial sebagai media pemasaran dan memberikan ketrampilan kepada para pelaku PPUB dalam meningkatkan penjualan produknya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan. Pentingnya hasil dari kegiatan pelatihan digitalisasi, disamping meningkatkan pengetahuan, diharapkan pelaku usaha juga mampu memanfaatkan sosial media sebagai sarana promosi dan pemasaran produk sehingga penjualan dapat meningkat serta memberikan motivasi kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi khususnya bidang digital marketing. Untuk itu pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Yos Purwokerto.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PRODUKSI KERAJINAN BATIK ECOPRINT DI DESA KLAHANG KEC. SOKARAJA KAB. BANYUMAS Racma, Dhany Faizal; Setyawati, Endang; Candrasari, Diwahana Mutiara
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35190

Abstract

Dampak dari pasca pandemi menyebabkan krisis ekonomi, hal ini dirasakan oleh para ibu rumah tangga terkait kebutuhan pokok yang terus melambung tinggi. Dengan melalui Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK),  di desa klahang Kec. Sokaraja Kabupaten  Banyumas selama ini  sangat membantu dalam mendukung program kerja pemerintah daerah. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga adalah merupakan organisasi kemasyarakatan yang memperdayakan wanita untuk ikut serta dalam gerakan pembangunan bangsa, dan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan, peran agar dapat melaksanakan fungsi dan peran sebagai wanita yang mandiri. PKK menjadi gerakan untuk membantu dan mendukung programprogram pemerintah dengan mendata beberapa aspek yang diperlukan seperti data warga, ibu hamil, bayi, dan balita, kelahiran, kematian, sampai kegiatan masyarakat, (1).Kegiatan PKK di Desa Klahang Sokaraja selama ini, hanya melaksanakan kegiatan posandu, penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan kegiatan PSN. Melalui pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga yang ada di desa klahang Sokaraja terdiri dari dua katagori yaitu kelompok penggiat PKK muda dan kelompok  PKK lansia, sebagian besar  hanya sebagai ibu rumah tangga saja, sehingga banyak waktu senggang dan terbuang percuma, untuk itu kelompok PKK di desa klahang Sokaraja sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat (PkM) menginginkan diberikan pelatihan ketrampilan,  agar sumber daya manusia lebih maju. Mengingat Sokaraja terkenal dengan produksi batik yang turun temurun dan banyak home industri, maka ketua penggerak PKK sebagai mitra, mengusulkan untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan membuat batik ecoprint. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah  dengan pendampingan dan  pelatihan secara langsung sehingga dapat menghasilkan kerajinan berupa batik ecoprint yang memiliki ciri khas khusus . Dengan kerjasama antara STIKOM dalam bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui judul “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Produksi Kerajinan Batik Ecoprint di desa Klahang Kec. Sokaraja Kab. Banyumas” menjadi salah satu solusi. Tujuan pengabdian ini adalah membantu menyelesaikan permasalahan yang ada pada mitra, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan ecoprint nantinya dapat dikembangkan oleh penggiat PKK muda di desa Klahang Sokaraja sebagai salah satu usaha, yang menghasilkan. Sehingga ada peningkatan ketrampilan, pengetahuan, oleh peserta PKK.     
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KEMITRAAN BERBASIS CLOUD UNTUK MENINGKATKAN KETERJANGKAUAN DAN AKSESBILITAS BAGI UMKM AISYIYAH JAWA TENGAH Arum, Prizka Rismawati; Amri, Saeful; Ridwan, Mohammad; Puspitasari, Listi; Supriyadin, Supriyadin; Putro, Dwi Purnomo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35200

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi Indonesia, dengan mayoritas pelakunya adalah perempuan. Di Indonesia, 64,5% pelaku UMKM adalah perempuan, yang berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB nasional. Namun, perempuan pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya dukungan keluarga, akses perizinan yang sulit, manajemen bisnis yang belum optimal, dan minimnya akses ke pasar. Organisasi Aisyiyah, melalui program Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA), berupaya mengatasi masalah ini dengan mengembangkan UMKM perempuan melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, dan digitalisasi. Pengabdian masyarakat ini mengusulkan solusi berupa Sistem Informasi Kemitraan Berbasis Cloud untuk meningkatkan keterjangkauan dan aksesibilitas bagi UMKM Aisyiyah di Jawa Tengah. Metode yang digunakan mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan dengan pendekatan partisipatif. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan pengelolaan kemitraan UMKM, manajemen kasir, dan integrasi layanan digital berbasis cloud yang dapat memudahkan proses jual beli dan meningkatkan kinerja UMKM perempuan di bawah Aisyiyah.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KAWASAN RAWA MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN Widaningsih, Neni; Zuraida, Ana; Erlina, Siti; Abdurrahim, Abdurrahim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35207

Abstract

Desa Sapala terletak di kawasan rawa yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah terutama ikan haruan dan ikan sepat. Salah satu pola kehidupan masyarakatnya adalah “meiwak” (sebutan bagi nelayan yang mencari ikan). Pada musim kemarau produktivitas ikan melimpah, sehingga pendapatan masyarakatnya meningkat, namun ketika musim hujan, produktivitasnya menurun yang berdampak pada menurunnya pendapatan sehingga biasanya “Paiwakan “(sebutan untuk para nelayan) mencari pekerjaan serabutan yang tidak menentu. Peranan para perempuan rawa (isteri Paiwakan) menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup rumah tangganya. Kedudukan sosial perempuan rawa bukan karena kesetaraan gender, namun lebih pada tuntutan alamiah dalam menjaga kelangsungan hidup mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan perempuan rawa dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial melalui implementasi teknologi pengolahan ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan, pelatihan dan praktik pengolahan ikan, bimbingan teknis dan pendampingan usaha serta evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa semua tahapan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang belum pernah ada sebelumnya. Peserta ikut terlibat aktif dalam pelatihan dan praktik pengolahan ikan dan diantara peserta ada yang menindaklanjuti usaha pengolahan ikan dalam bentuk abon ikan haruan dan ikan sepat kering.
ADVOKASI KEBIJAKANWAHANALINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (WALHI) SUMSELDALAM PENCEGAHAN KARHUTLA DI KABUPATEN OGAN ILIR 2023 Putri, Sahvina Tesya; Febriyanti, Doris; Nofrima, Sanny
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35369

Abstract

Peran Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam pelestarian lingkungan di Indonesia sangatlah penting. Sebagai lembaga advokasi, WALHI secara aktif terlibat dalam advokasi kebijakan, melakukan kampanye, serta mengedukasi masyarakat tentang isu-isu lingkungan yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan hidup. Dengan visi dan misinya yang jelas, serta peran aktif dalam advokasi kebijakan, WALHI menjadi mitra yang sangat berharga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, termasuk dalam upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, strategi, faktor dan dampak yang berkaitan dengan Advokasi Kebijakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumsel dalam Pencegahan Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Objek pada penelitian ini berjumlah 6 orang narasumber yang terdiri atas Direktur WALHI Sumsel, Divisi Pengorganisasian dan Penanganan Kasus Struktural (PPKS), masyarakat setempat, dan Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah perolehan data maka akan dilakukan analisis data menggunakan teknik Miles dan Hubberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data maka ditemukan hasil bahwa pencegahan karhutla WALHI Sumsel terkait permasalahan karhutla dapat dilakukan dengan melakukan analisis spasial yaitu melakukan pemantauan dan mendeteksi titik panas (hotspot) dan juga memantau melalui aplikasi sipongi serta website KLHK. Sehingga dapat disimpulkan bahwa advokasi kebijakan yang dilakukan WALHI sumsel telah dalam pencegahan Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir 2023 sudah dilakukan dengan baik. Secara konsisten WALHI Sumsel memantau pelaksanaan kebijakan yang sudah ditetapkan
PERAN KELIAN ADAT DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA BAYAT ILIR KECAMATAN BAYUNG LENCIR KABUPATEN MUSI BANYUASIN Andriani, Seli; Nofrima, Sanny; Isabella, Isabella
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35370

Abstract

Kehidupan beragama pada masyarakat khususnya di Indonesia merupakan hal yang unik namun bisa menimbulkan perselisihan ditengah perbedaan tersebut sehingga perselisihan dapat berubah menjadi konflik bila tidak diselesaikan. Untuk mewujudkan suatu kerukunan diperlukan para pemimpin Bangsa/Negara atau pemerintah, tokoh Agama dan tokoh masyarakat sebagai panutan yang berperan penting dalam mewujudkan ataupun mempertahankan kerukunan salah satunya adalah Kelian Adat yang merupakan tokoh masyarakat pada agama hindu. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Peran Kelian Adat dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Desa Bayat Ilir Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat lapangan (field research). Objek pada penelitian ini yaitu beberapa masyarakat yang beragama Islam & Hindu dan Seorang Tokoh agama Hindu (Kelian adat) atau yang sering disebut Kelian adat yang berjumlah 10 narasumber. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah perolehan data, akan dilakukan analisis dengan model penelitian Miles dan Huberman yang terdiri dari beberapa tahap yaitu reduksi data, merangkum data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari analisis data ditemukan hasil bahwa peran yang harus dimiliki oleh seorang kelian adat untuk Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Desa Bayat Ilir dari pengelompokan masyarakat diantaranya harus bisa berperan sebagai fasilitatif, peran edukasional, peran representatif, dan peran teknik. Berdasarkan peran tersebut kelian adat memiliki tugas dan fungsi yang sealur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelian adat mampu menciptakan suasana bermasyarakat yang sesuai dengan tri kerukunan (kerukuna intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah).
PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN KOPI DALAM MENINGKATKAN JUMLAH WISATAWAN DI DESA CATUR BALI Situmorang, Jimmy Muller Hasoloan; Goeltom, Vasco Adato H.; Yulius, Kevin Gustian; Juliana, Juliana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35401

Abstract

Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, adalah salah satu pusat produksi kopi Arabika berkualitas ekspor di Bali. Desa ini, yang berada di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, terletak di ujung barat Kecamatan Kintamani yang terkenal dengan kopi Arabika dan kawasan geopark Danau Batur. Oleh karena itu, desa ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Bali karena terkenal dengan tanaman kopi dan keindahan alamnya. Untuk lebih meningkatkan popularitasnya lagi, desa ini perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman kopi serta produk yang ditawarkan kepada wisatawan dengan cara memaksimalkan pemanfaatan tanaman kopi. Agar wisatawan dapat mengingat tempat yang mereka kunjungi, salah satu caranya adalah dengan menyajikan produk lokal pada saat kunjungan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: mengembangkan keterampilan baru; memanfaatkan sumber daya lokal; dan mendorong kemandirian ekonomi. Ada 30 peserta, sebagian besar adalah petani kopi, yang mengikuti metode pelatihan dengan metode ceramah dan metode lokakarya. Proses pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan agar dapat diketahui tingkat pemahaman dan pengetahuan dari pelatihan yang dilakukan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan tentang pemanfaatan tanaman kopi dalam meningkatkan daya tarik wisata sangat signifikan, yaitu terjadi pada tingkat pengetahuan dan pemahaman dalam membuat kopi dengan teknik infus dan berbagai jenis minuman yang dapat disajikan kepada wisatawan. Simpulannya ialah penyampian materi yang diberikan dapat diserap dengan sangat baik.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDIO INTERAKTIF VISUAL DAN VIDIO PEMBELAJARAN BERBASIS FILMORA DALAM RANGKA OPTIMALISASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MENUJU KURIKULUM MERDEKA BAGI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) GUGUS 1 KRIO PANTING KECAMATAN PAYUNG Yurdayanti, Yurdayanti; Nabela, Silvio Juliana; Pratama, Yudistira Bagus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35448

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan terhadap pengembangan media pembelajaran yang interaktif sehingga dapat memfasilitasi gaya belajar peserta didik pada implementasi kurikulum merdeka. Pengabdian ini penting dilakukan untuk membekali kelompok kerja guru (KKG) Gugus 1 Krio Panting Kecamatan Payung dalam mengembangkan media pembelajaran interktif sehingga dapat menunjang proses pembelajaran di kelas. Kegitan pengadian ini dissambut baik oleh para guru, peserta kegaiatan sangat antusias dalam mengikuti kegaitan yang dilaksanakan. 100% guru belum pernah menggunakan Filmora dan sejenisnya dalam pembelajaran namun setelah mendapatkan pelatihan 80% guru tertarik membuat media pembelajaran berbasis filmora dalam pembelajaran. Hal ini didukung oleh pengetahuan guru setelah mengikuti pelatihan, 99% persen peserta memahami fitur-fitur pada aplikasi Microsoft powerpoint, google slides, canva, quiziz dan filmora. 96% peserta berpendapat bahwa Microsoft powerpoint, google slides, canva, quiziz dan filmora mudah digunakan. 99% peserta tertarik menggunakan Microsoft powerpoint, google slides, canva, quiziz dan filmora dalam proses pembelajaran
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI SD INPRES NAIKOTEN 1, KOTA KUPANG Mau, Astin Elise; Seran, Wilhelmina; Pramatana, Fadlan; Pellondo’u, Mamie E.; Sinaga, Pamona S.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35455

Abstract

Produktifitas lahan berkaitan erat dengan pola pemanfaatan dan pengolahan lahan. Pola tanam yang tidak konservatif seperti pemanfaatan pupuk dan pestisida kimia memberi dampak negatif bagi produktifitas lahan dan keberlanjutan lingkungan di masa yang akan datang. Salah satu pendekatan holistik yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak dari input pupuk dan pestisida kimia adalah dengan memperkenalkan prinsip-prinsip pertanian konservasi dalam diri seseorang sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini agar anak-anak dapat mempraktekkan secara langsung cara membuat dan mengaplikasikan pupuk organik secara sederhana. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pendampingan pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Naikoten 1 Kota Kupang sekaligus menjawab kebutuhan sekolah sehubungan dengan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yaitu menanam dan mengembangkan tanaman didalam pot. Sesi penyuluhan berupa penyampaian teori tentang pengertian, manfaat dan komponen bokashi, serta aplikasi bokashi pada tanaman. Sesi praktek dilakukan secara bersama-sama oleh pelaksana kegiatan dan anak-anak sekolah dasar. Pelatihan ini direspon dengan sangat baik oleh peserta yang ditandai dengan partisipasi aktif dari anak-anak dalam diskusi maupun dalam praktek pembuatan pupuk organik. Kegiatan serupa perlu terus dilakukan sebagai upaya pemancakan kognitif bagi anak-anak agar terbiasa dengan pola tanam konservatif serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
MANAJEMEN KEUANGAN SEDERHANA BAGI SISWA SMA DALAM MENGELOLA DANA KEGIATAN SEKOLAH Asbaruna, Latifah Wulandari Binti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35469

Abstract

Pengelolaan keuangan yang efektif merupakan keterampilan penting bagi siswa SMA dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan sekolah. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan manajemen keuangan sederhana kepada siswa SMA agar mereka mampu mengelola dana kegiatan secara transparan, akuntabel, dan efisien. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penyuluhan, pelatihan praktis, dan simulasi pengelolaan dana kegiatan. Melalui program ini, siswa diharapkan memahami dasar-dasar pencatatan keuangan, pembuatan anggaran, dan pelaporan penggunaan dana. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kemampuan siswa dalam merencanakan anggaran kegiatan, memantau arus kas, serta membuat laporan keuangan sederhana. Dengan demikian, siswa dapat mengelola dana kegiatan sekolah dengan lebih baik, sehingga mendukung transparansi dan efisiensi penggunaan dana. Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian siswa dalam mengelola keuangan di lingkungan sekolah.