cover
Contact Name
Erwin Padli
Contact Email
erwinpadli@uinmataram.ac.id
Phone
+6281997667000
Journal Mail Official
jurnal.keislaman@uinmataram.ac.id
Editorial Address
https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/jpk/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keislaman
ISSN : 18296491     EISSN : 25809652     DOI : https://doi.org/10.20414/jpk.v15i2.1623
JPK: Jurnal Penelitian Keislaman (p-ISSN 2580-9652, e-ISSN 1829-6491) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang dikelola dan diterbitkan Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmuah Universitas Islam Negeri (UIN ) Mataram. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform jurnal akses terbuka yang menerbitkan dan menyebarkan gagasan kajian dan penelitian Islam. Fokusnya adalah mempublikasikan kajian dan penelitian asli (penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas, penelitian pengembangan/desain), analisis perpustakaan, dan book review tentang kajian Islam. Ruang lingkup (scope) kajian JPK meliputi: Studi Doktrin Islam Pemikiran Islam Hukum Islam Pendidikan Islam Sosial Keislaman
Articles 115 Documents
Analisis Pendidikan Islam: Antara Pengembangan Kreativitas dan Doktrinasi Ideologi Keagamaan Sepma Pulthinka Nur Hanip
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 17 No. 1 (2021): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v17i1.3485

Abstract

In recent decades, Islamic educational institutions have been widely established in Indonesia. More importantly, these Islamic educational institutions have affiliations with Islamic organizations such as Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan in Lombok and even transnational Islamic organizations such as salafis. This study is focused on searching and analyzing to find a balance between the development of creativity and the ideological doctrine that exists in the body of Islamic education affiliated with Islamic organizations. The research method used is library research or literature study with a philosophical approach. This research proves that: (1) creativity finds its form in the ijtihad space as an effort to produce new perspectives; (2) embedded religious ideology contained in the curriculum taught in Aswaja and NU's Education, Al-Islam and Kemuhammadiyahan, NW's, and salafi management; (3) Islamic education is not only limited to the doctrination of religious idoelogi alone.
Penggunaan Media Pembelajaran Learning Management System (LMS) di Masa Pandemi Covid-19 Pada Mata Pelajaran SKI Kelas XI MAN Se-Kabupaten Bantul Muhammad Masruri; Sukiman Sukiman
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 17 No. 2 (2021): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v17i2.3675

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 memunculkan cara dan inovasi baru dalam prosesnya, sehingga menjadi pemikiran tersendiri bagi para pendidik dengan adanya keterbatasan ruang dan gerak. Hal ini yang melandasi peneliti untuk melakukan penelitian terhadap proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penggunaan metode dan problematika pembelajaran di MAN Kabupaten Bantul selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan pada pemanfaatan data lapangan (sesuai kenyataan). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasif, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian di dapat 1) Pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan peserta didik, aplikasi WhatsApp, aplikasi E-Smart (Moodle) dan aplikasi GeSchool. 2). Kendala yang dialami selama pembelajaran dengan penggunaan media LMS di MAN se-Kabupaten Bantul diantaranya kendala jaringan, kendala kuota (paket data) dan kendala lingkungan.
Potret Gerakan Ahmadiyah di Indonesia dalam Buku Prof. Iskandar Zulkarnain Titian Ayu Nawtika; Muhammad Yuslih
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 17 No. 2 (2021): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v17i2.4246

Abstract

Ahmmadiyah is a religious organization founded by a reformer named Mirza Ghulam Ahmad from India. This paper aims to portray the doctrine and movement of Ahmadiyah in Indonesia in Prof.'s book. Iskandar Zulkarnain. As for the research by Prof. Iskandar Zulkarnain uses a historical approach. From the research results, there are several teachings of Muhammadiyah which include: (1) al-Mahdi and al-Masih; (2) (mujaddid); (3) The death of Prophet Isa as; (4) revelation; (5) prophetic; (6) caliphate; (7) jihad. The entry of Ahmadiyah started with the Ahmadiyya Movement in Indonesia at the beginning of the studies in 1920 by Maulana Kwadja Kamluddin, a prominent Lahore Ahmadiyya in India and then landed in Surabaya. In its journey, Ahmadiyah's position among Indonesian people is difficult because of three factors, namely: (1) controversy in the theological field; (2) internal organizational chaos; (3) one of the Ahmadiyah figures named Muhammad Sabitun entered the PKI carriage.
Implementasi Pembelajaran Tematik pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelas II MI As-Salam O’o Dompu Akhmad Asyari; diah cahyani
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 17 No. 2 (2021): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v17i2.4293

Abstract

This study aims to explore in depth about the implementation, challenges and efforts of teachers to overcome various problems in thematic learning in Islamic primary school. This research uses descriptive research where sampling is done by purposive and snowball. The data collection techniques using interviews, observation and documentation. The results of the study describe that the implementation of thematic learning is guided by the lesson plans and refers to the theme as normal conditions. The problems faced in the application of thematic learning are factored in by factors of readiness and teacher understanding of planning, implementation, and evaluation. The teacher's efforts to overcome the various problems above are through regular discussions about thematic learning of the 2013 curriculum as well as exploring and understanding in detail about the important components in planning, implementing and evaluating as well as effectively utilizing the surrounding environment as a learning resource.
Islam dan Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia: Dari Masjid Hingga Fenomena Sosial Keagamaan Zaenudin Amrulloh
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 17 No. 2 (2021): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v17i2.4562

Abstract

Peristiwa-peristiwa kekerasan yang melibatkan masjid bukanlah hal baru di Indonesia. Terdapat sejumlah peristiwa yang menggambarkan bagaiamana masjid yang seharusnya sebagai tempat yang aman dan nyaman justru secara tidak kasat mata dapat melahirkan kekerasan. Pada tanggal 3 Maret 2011, Gubernur Jawa Barat mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2011 tentang pelarangan Kegiatan jamaah Ahmadiyah di Jawa Barat. Dalam pers gunernur menyatakan dengan mengeluarkan beberapa pernyataan terkait Ahmadiyah yang mengacu pada Perbug tersebut: (1) seluruh atribut Ahmadiyah yang terpasang di masjid harus segera dicopot dan masjid yang dulunya disebut Masjid Ahmadiyah akan dinyatakan sebagai masjid bersama yang boleh digunakan oleh kaum muslimin; (2) jemaat Ahmadiyah harus mau menerima pembinaan untuk menghentikan penyimpangan penafsiran aktivitas Jemaat Ahmadiyah berupa kegiatan penyebaran penafsiran dan aktivitas yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam maka wajib melaporkan kepada aparat kepolisian
Konseling Lintas Budaya dan Agama dalam Penanggulangan Radikalisme di Lingkungan Sekolah Rena Rostini; Siti Sri Afira Ruhyadi; Muh Miftahurrazikin; Wildan Nuril Ahmad Fauzi
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 17 No. 2 (2021): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v17i2.4577

Abstract

Indonesia ialah negara multikultural yang memiliki budaya, agama, dan suku beragam. Hal tersebut menjadikan peluang yang besar terjadinya radikalisme di Indonesia. Paham radikalisme agama cenderung mengabaikan aspek perdamaian yang diajarkan oleh agama dan mengabaikan Bhineka Tunggal Ika. Psikologis saat remaja ialah usia yang sangat rentan juga sensitif mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Pada usia ini, remaja sedang memantapkan diri untuk mencari jati dirinya. Ada beberapa layanan yang strategis untuk menanggulangi penyebaran radikalisme di ranah Pendidikan untuk usia anak-anak dan remaja, misalnya layanan bimbingan konseling Lintas Agama dan Budaya. Layanan konseling ini dilakukan melalui konsep multibudaya yang dibutuhkan agar dapat membentuk pribadi seseorang agar dapat menghormati dalam bermacam keberagaman. Untuk itu penelitian yang dilakukan bermaksud agar dapat memperlihatkan bahwa bimbingan konseling lintas budaya dan agama yaitu bagian dari cara untuk menanamkan sikap toleransi yang tinggi sehingga tidak terjerumus dalam pemahaman yang kurang tepat terhadap keberagaman yang ada disekitarnya.
Strategi dan Metode Menghafal Al-Qur'an di Pondok Tahfidz Darul Itqon Lombok Timur Junita Arini; Winda Wahyu Widawarsih
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 17 No. 2 (2021): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v17i2.4578

Abstract

Hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini yaitu: (1) Strategi menghafal Alquran di Pondok Tahfizh Darul Itqon Bilasundung adalah dengan strategi pengulanagan per 1 juz, 3 juz, dan muraja’ah kelompok, pembiasaan menggunakan satu jenis mushaf, selalu memperhatikan ayat yang serupa, tidak berpindah ayat sebelum ayat yang dihafalkan benar-benar hafal. (2) Metode menghafal adalah metode wahdah, metode sima’i, menggabung hafalan baru dengan yang lama, membuat target hafalan, semaan dengan sesama teman hafizh, dan memperbanyak membaca Alquran. (3) Faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam menghafal Alquran: (a)Faktor Penghambat tidak menguasai makhraj dan tajwid, jarang muraja’ah, tidak bisa membagi waktu antara sekolah dengan menghafal, rasa malas, dan kurang konsentrasi. (b) Faktor pendukung menghafal Alquran di Pondok Tahfizh Darul Itqon adalah kesadaran diri sendiri yang meliputi cita-cita menjadi hafizh Alquran dan keinginan membalas jasa orang tua serta motivasi yang meliputi dorongan orang tua dan nasihat berharga dari pimpinan pondok Tahfizh Darul Itqon.
Dampak Psikologis Perkawinan Anak Usia Dini: Studi Kasus di Keluarga Desa Mulyo Baru Surabaya Achmad Nasrulloh Nasrul
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 18 No. 1 (2022): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are many incidents when a child who is still very excited at a young age is forced to carry out a marriage due to various existing factors. For example, minimal knowledge, low economy, accidents (pregnant out of wedlock), to customs that have become family guidelines that must be applied to family members. his type of research is descriptive qualitative with data collection methods including observation, interviews, and documentation. In the findings of researchers in Simo Mulyo Baru village, Surabaya, there were 3 children who experienced this with various different factors. The results show that the psychological impact that appears on the marriage of a child varies, such as uncontrollable emotions, lack of understanding and understanding as a wife, lack of knowledge about household knowledge.
Agama dan Tradisi: Pergumulan Bissu’ Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan Nurul Azizah
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 18 No. 1 (2022): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-Islamic South Sulawesi society recognizes five categorizations based on gender, namely burane (male), makkunrai (female), calabai (men who dress like women), calalai (women who dress like men) and bissu' (women who dress like men). neither male nor female). Bissu' categorizes theirself as a human being who is neither male nor female. In pre-Islamic belief, they occupied an important position as a liaison between the king and God. They lead various rituals and also have supernatural powers. This article shows the shift in bissu' position after the entry of Islam in South Sulawesi in the 16th century. The dominance of Islam then led to the assimilation process, bissu' changed its position no longer as part of belief but into culture. Furthermore, to maintain their existence, the bissu' wear Islamic symbols and make calabai categories to distinguish themselves from those who are considered incompatible with Islamic values.
Kontribusi Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Nurul Islam Nurul Yaqin; M. Fahrurrozi
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 18 No. 1 (2022): Kajian Keislaman Kontemporer
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v18i1.5111

Abstract

Hings that should not be eroded by the times are the cultivation of good character in educating students. One of the methods applied in recent years is the development of character education. The purpose of this study was to determine the impact of character education in Pondok Pesantren Nurul Islam using a qualitative approach with the type of case study. The subjects in this study were the parties involved in the management of the Nurul Islam Islamic Boarding School (boarding leaders, managers, foundations, teachers, students, alumni, and so on as data sources), Collecting data in the field using participatory observations (observations), interviews depth and documentation. Data analysis techniques with flow models and interactive models proposed by Miles and Huberman are data collection, data reduction, data presentation and conclusions or verification

Page 7 of 12 | Total Record : 115