Jurnal Penelitian Keislaman
JPK: Jurnal Penelitian Keislaman (p-ISSN 2580-9652, e-ISSN 1829-6491) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang dikelola dan diterbitkan Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmuah Universitas Islam Negeri (UIN ) Mataram. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform jurnal akses terbuka yang menerbitkan dan menyebarkan gagasan kajian dan penelitian Islam. Fokusnya adalah mempublikasikan kajian dan penelitian asli (penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas, penelitian pengembangan/desain), analisis perpustakaan, dan book review tentang kajian Islam. Ruang lingkup (scope) kajian JPK meliputi: Studi Doktrin Islam Pemikiran Islam Hukum Islam Pendidikan Islam Sosial Keislaman
Articles
115 Documents
The Qur’an Literacy of Islamic Education Students at Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Mataram
Nurul islam;
erwin padli
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 1 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i1.6292
penelitian ini mengkaji konsep literasi Al-Qur’an melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Mataram. Pentingnya kedudukan Al-qur’an dalam setiap sisi kehidupan manusia, menjadikan mempelajari, memahami dan mengkajinya sebagai suatu keharusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui field research, yaitu metode pengumpulan data melalui teknik-teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi serta penelusuran referensi. Data yang sudah dikumpulkan kemudian diolah melalui tiga tahap yaitu, data reduction, data display, dan data verification.. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa literasi Al-Qur’an melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Mataram sangat baik, hal ini terlihat dari rangkaian program pembinaan yang dilaksanakan secara intensif dan diawasi langsung oleh pihak program studi.
The Relation Between Religion and Culture Within The 7th Shawwal Celebration in Morella, Central Molucca : A Living Hadith Study
Sanusi Ulath;
Muh Fathoni Hasyim
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 1 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i1.6634
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui nilai-nilai yang melatarbelakangi sosio-kultural masyarakat di negeri Morella, Kabupaten Maluku Tengah dalam merayakan lebaran 7 syawal beserta tradisi pukul sapu lidi di baliknya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mode kajian living hadis yang dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan antropologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perayaan lebaran 7 syawal di Negeri Morella Kabupaten Maluku Tengah merupakan hasil interpretasi ulama terdahulu secara kontekstual dari hadis tentang keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal. Dalam perayaan lebaran 7 syawal terdapat tradisi pukul sapu lidi yang murni sebagai warisan budaya untuk mengenang perjuangan mujahid di Benteng Kapahaha melawan VOC Belanda. Nilai yang melatarbelakangi perayaan lebaran 7 syawal dengan tradisi pukul sapu lidi adalah nilai religius sebagai ekspresi rasa syukur atas selesainya rangkaian ibadah puasa, nilai sosial dengan menjaga hubungan silaturahmi dan memuliakan tamu, serta nilai Pendidikan dengan melestarikan sejarah agar tetap dikenal dan tidak hilang.
Philosophical Values of The Bhumi Sakti Serving Ritual in Legoksari Temanggung Village
Hilal Mulki Putra Putra;
Idammatusilmi Idam
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 1 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i1.6832
Ritual Kirab Sesaji Bhumi Sakti merupakan kearifan lokal sebagai bentuk persiapan memasuki musim kemarau yaitu dengan selametan sumber mata air dan mengawali musim tanam tembakau. Ritual ini masih terus dilaksanakan setiap tahunnya namun makna filosofis dari pelaksanaannya belum banyak orang mengetahui. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai-nilai filosofis dari pelaksanaan ritual Kirab Sesaji Bhumi Sakti di Desa Legoksari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu observasi pengamatan fisik dan observasi pengamatan sosial. Dalam proses pengambilan data dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai participan observation untuk mendapatkan data dan pengambilan informasi sedalam-dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kearifan lokal ritual Kirab Sesaji Bhumi Sakti memiliki nilai-nilai filosofis diantaranya; nilai spiritual, nilai spiritual, nilai moral, nilai material, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai hiburan, dan nilai estetika.
Googlism: A Study on Ibn Rushd’s Integration Thought Concerning Contemporary New Religion
Arum Setyowati
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 1 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i1.7082
Googlisme merupakan satu dari contoh agama baru kontemporer. Kelahiran Revolusi Industri 4.0 memberikan pengaruh mendalam terhadap keseimbangan disiplin ilmu. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi agama, filsafat dan sains sebagai tanggapan atas fenomena yang hadir dimasa ini yang akan dibantu dengan pemikiran integrasi Ibnu Rusyd. Penelusuran pustaka merupakan metode yang digunakan oleh penulis dalam penelusuran data dan dilengkapi dengan pendekatan. Selain itu penelitian ini menggunakan metode analisis-deskriptif dalam mencapai hasil pembahasan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, bahwa keringnya spiritualitas dimasa kontemporer menyadarkan individu untuk kembali beragama hingga terlahir agama baru kontemporer. Kedua, dalam teori integrasinya, Rusyd menyebutkan adanya potensi manusia dalam berfilsafat, dimana teori Ibn Rusyd ialah mengintegrasikan dua sumber ilmu pengetahuan yakni, akal dan wahyu. Ketiga, berdasarkan teorinya, mencoba memberikan proporsi yang tepat antara pengetahuan Tuhan dan pengetahuan manusia melalui sains.
H.O.S Tjokroaminoto’s Islamic Education Concept And its Relevance to Character Education
Rifqi Haryanto;
Heri Kurnia
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 1 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i1.7170
Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan serta mendalami konsep pendidikan Islam Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto dan relevansinya terhadap pendidikan karakter. Generasi muda saat ini sangat rentan terhadap perkembangan era globalisasi, olehkarenanya sangat dibutuhkan sistem dan konsep pendidikan yang tepat untuk menghadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Kualitatif Narrative Research yakni studi terhadap satu tokoh untuk mendapatkan suatu data tentang sejarah perjalanan hidupya dan kemudian disusun sebagai laporan naratif. Pendidikan Islam Tjokroaminoto merupakan pendidikan yang mengembalikan pengajaran pada ajaran Islam yang sebenar benarnya untuk membentuk manusia yang religius, berintelektual. Konsep pendidikan Islam Tjokroaminoto diantaranya Lagger Onderwijs, Middlebaar Onderwijs, Hooger Onderwijs. Pendidikan Islam Tjokroaminoto memiliki relevansi dengan pendidikan karakter, dengan kembali pada Al- Qur’an dan Hadits, Agama Islam telah memberikan gambaran memimbing dan mendidik peserta didik. Jika konsep pendidikan dikembalikan pada pendidikan Islam yang sebenarnya maka karakter bangsa akan sesuai dengan cita-cita bangsa yang terukir dalam falsafah pancasila dan pembukaan UUD 1945.
Creative Strategies of Islamic Religious Education’s Management Learning in Junior High School Post Covid
Emawati Emawati
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 1 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i1.7341
Lembaga pendidikan mengalami berbagai bentuk disrupsi dalam sistem pendidikan sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Hampir dua ratus negara menutup sekolah, Fenomena serupa terjadi juga di SMPN 2 Mataram NTB Indonesia, sebagai lokus penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rumusan strategi kreatif dalam manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah ini sebagai lesson learn dari pandemi Covid-19. Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka melalui google form untuk 45 siswa dan 2 guru PAI. Hasil jawaban kuesioner dianalisis dengan menggunakan adalah analisis SWOT. Penelitian ini menghasilkan empat strategi kreatif dalam manajemen pembelajaran PAI meliputi Strategi Strengths–Opportunities (SO), Weaknesses–Opportunities (WO), Strengths–Threats (ST), dan Weaknesses–Threats (WT). Rumusan strategi tersebut dapat dijadikan sebagai masukan dalam peningkatan manajemen pembelajaran PAI di Sekolah Menegah Pertama tidak saja di SMPN 2 Mataram, akan tetapi secara umum di Indonesia, saat mengahadapi pandemi Covid maupun post Covid.
Management of Inter-Religious Harmony through Multicultural Leadership Roles: A Case Study of Hindus’ Way of Celebrating Diversity in Takbiran Parade
Fitriani, Mohamad Iwan
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 2 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i2.8504
This research was conducted in Narmada District, West Lombok in 2019. It’s based on fact relates to the participation of Hindus in the Muslim takbiran parade called as celebrating diversity. This study uses a qualitative-phenomenological approach with mono-multi-inter-religious, inter-religious dialogue, and intercultural competence theory as analytical theories. Furthermore, this study found that: (1) when Hindus understand, live, and practice their own religious teachings well while finding a meeting point between their religion and other religions and they’re willing to take part in certain rituals (not all rituals); and (2) leaders’ roles to manage interreligious harmony are spokesman role, disturbance handler and dissemination’s role. This study concludes that celebrating diversity is one of the ideal portraits of a multi-religious society that needs to be habituated based on certain agreements in certain agreed rituals among different religions. A multicultural insight and behavior of a leader in multi-religious society is needed.
The Discourse of Pluralism in Islam And Hinduism: A Critical Examination of The Qur'an and Vedas
Lalu, Fathoni Hidayat
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 2 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i2.7256
The concept of pluralism has been present in Indonesia for a long time, but it is still rejected by many. This rejection is due to the fatwa issued by the Indonesian Ulema Council that prohibits pluralism. Well-known Da'i constantly repeat and propagate this fatwa. However, from a different perspective, diversity is a necessity and unique to Indonesia. Religious pluralism in Islamic studies is based on the commitment and loyalty of each religious believer to their respective religious teachings, without sacrificing the truth of their own religion for the sake of coexistence and tolerance. Similarly, Hinduism acknowledges that pluralism is an undeniable fact in socio-religious life, recognizing the plurality of humans and other living things. Therefore, in sociological studies, individuals are often used to refer to humans due to their unique characteristics that are not shared by others.
Quran-Based Early Childhood Education Management
Hasbullah, Hasbullah;
Sanusi, Ahmad Sanusi
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 2 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i2.7456
One of the problems that the Indonesian education is facing is the crisis of character. The lack of religious understanding is one of the factors that trigger the crisis of character. Therefore, strengthening religious education is one of the concrete steps to alleviate the crisis. PAUD Tahfidz al-Kautsar is one of the early childhood education institutions that provides education with a focus on strengthening the understanding and internalization of Islamic values and teachings for the prevention and mitigation of future character crisis. This institution implements Qur’an based learning. This research investigated how PAUD Tahfidz al-Kautsar is implementing Qur’anic based early childhood education. The research is a qualitative study in nature with the main informants being the head of the foundation, the director of the school, and the teachers of the school. Direct observation, documentation and in-depth interviews with informants were used to collect data.
The Battle Between Moderate and Fundamentalist Islamic Groups in Covid-19 Memes on Social Media
Asyari, Akhmad;
Jumarim, Jumarim;
Kadri, Kadri
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 19 No. 2 (2023): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/jpk.v19i2.7810
The COVID-19 pandemic not only leaves grief for its survivors but also triggers the netizens to create memes containing religious narratives, especially Islam. This research focuses on uncovering meme narratives about COVID-19 which contain the content of religious thought battles between moderate Islamic groups and fundamentalist Islamic groups. The results show that the COVID-19 global disaster has been used as an arena for fighting as well as promoting the thoughts of moderate Islamic groups versus fundamentalists by using memes as an instrument. The thinking of moderate Islamic groups is represented through COVID-19 memes that are rational and tolerant, while COVID-19 memes containing radical thinking content and blasphemy against certain religions and countries mark the thinking of fundamentalist Islamic groups.