cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
MANAJEMEN PELAYANAN GIZI BURUK BERBASIS TEKNOLOGI DI KECAMATAN SUGIH WARAS KABUPATEN BOJONEGORO Falih Suaedi; Putu Aditya Ferdian Ariawantara
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.42-48

Abstract

Half of all child deaths worldwide result from malnutrition (malnutrition). East Java Province provides the largest contribution from malnutrition in Indonesia and Sugih Waras District, Bojonegoro Regency, is one of the biggest contributors to malnutrition cases. Problems at the lower level often occur because there are still many posyandu that record data manually by writing it in the posyandu administration book or Kartu Menuju Sehat (KMS), which results in speed of decision making. This community service is about technology-based malnutrition service management including the creation of software (application), counseling, and demonstrations of how to use applications. The purpose of this community service activity is to provide practical knowledge to posyandu health cadres by means of counseling and villages in Sugih Waras Subdistrict, Bojonegoro Regency regarding the importance of posyandu management based on prevention technology that can reduce the number of malnutrition in Sugih Waras District, Bojonegoro Regency. The results of the pre-test and post-test on the capacity of the cadres showed an average increase of 65 percent. With this activity it helps posyandu cadres in providing fast and responsive health services and produces real time data.abstrakSetengah dari kematian anak-anak di seluruh dunia akibat dari adanya kekurangan nutrisi (malnutrition). Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar malnutrition di Indonesia dan Kecamatan Sugih Waras Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu daerah terbesar penyumbang kasus malnutrition. Problematika pada level bawah sering terjadi karena masih banyak posyandu yang melakukan pencatatan data secara manual dengan ditulis di buku administrasi posyandu atau Kartu Menuju Sehat (KMS), yang berakibat pada kecepatan pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tentang manajemen pelayanan kesehatan berbasis teknologi meliputi pembuatan software (aplikasi), penyuluhan, dan demonstrasi penggunaan aplikasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan praktis kepada para kader-kader kesehatan posyandu dengan cara penyuluhan dan demonstrasi di Kecamatan Sugih Waras Kabupaten Bojonegoro mengenai pentingnya manajemen posyandu berbasis teknologi sebagai upaya preventif yang dapat menekan angka malnutrition di Kecamatan Sugih Waras Kabupaten Bojonegoro. Hasil pre-test dan post-test terhadap kapasitas para kader menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 65 persen. Dengan kegiatan ini dapat membantu para kader posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan responsif serta menghasilkan data bersifat real time. 
JAMU TRADISIONAL INDONESIA: TINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SECARA ALAMI SELAMA PANDEMI Adristy Ratna Kusumo; Farrel Yumna Wiyoga; Haekal Putra Perdana; Izzatidiva Khairunnisa; Raihan Ibadurrohman Suhandi; Shinta Sunja Prastika
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.465-471

Abstract

In the midst of a health crisis due to the COVID-19 pandemic that has not ended yet, traditional medicine is one of the alternative that can be used to break the chain of transmission and to maintain immunity. Jamu is a traditional herbal medicine that has been practiced for centuries in Indonesia to maintain our health. Jamu can be used for maintaining immunity to avoid virus from our body. Especially at this time, where a cure for a disease has not been found yet, people will return to use plants as an alternative treatment with various benefits. Plants that can be consumed and made into herbs for immune booster is curcuma, turmeric, and ginger. This project is educating people to understand the benefits of jamu and by sharing the tutorial video about steps to make jamu, hopefully people can try it at home to avoiding the spread of this virus.abstrakDitengah krisis kesehatan akibat adanya pandemi COVID-19 yang belum juga usai, pengobatan tradisional menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan masyarakat untuk memutus rantai penularan serta menjaga imunitas tubuh. Jamu merupakan obat herbal tradisional yang telah dipraktekkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan. Jamu dapat berfungsi untuk menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari virus yang sedang merebak. Terutama disaat saat seperti ini, dimana belum ditemukannya obat untuk suatu penyakit, masyarakat akan kembali menggunakan tumbuhan sebagai alternatif pengobatan dengan manfaatnya yang beragam. Tanaman yang dapat dikonsumsi dan dibuat menjadi jamu untuk immune booster antara lain adalah temulawak, kunyit, dan jahe. Penyuluhan ini dilakukan agar  masyarakat umum lebih memahami manfaat jamu dan  dengan membuat serta menyebarluaskan video tutorial pembuatan jamu diharapkan masyarakat dapat mempraktekkannya dirumah untuk mencegah penularan virus ini.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN BAWANG PUTIH FERMENTASI DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KELOMPOK LANSIA Annis Catur Adi; Wizara Salisa; Diah Patria Nuringtyas; Iga Ema Dini; Ali Iqbal Tawakal; Fariani Syahrul; Santi Martini
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.249-258

Abstract

The elderly population has a rapid development. The elderly is often labeled as unproductive, even as a burden on the family. Simple but effective skills activities can be an alternative solution. One of them is by making fermented single onion-based functional food products. This community service aims to extend the productive activities of the elderly population. Fermented garlic products can be consumed alone to improve health. In addition, products can be sold so that they can become additional income for the family. There were three methods, namely counseling, training and mentoring. Counseling related to the health of the elderly, training in making fermented single garlic directly to the target and assisting in implementing the flow of fermented garlic making until the product is successful. The community service program was carried out in the Elderly Group of Mulyosari Village, Surabaya with 50 participants. Counseling and training were carried out with visual power point materials, demonstrations on how to process fermented garlic, and direct practice with mentoring for 10 days until the product was finished. Conclusion: Community service in the form of counseling has an impact on increasing the knowledge of the elderly in Mulyosari Village. Training and assistance in making fermented garlic can also be practiced independently by the elderly as proven by the success of the finished product. This activity can increase the productivity of the elderly, benefit health by consuming it, and become a business opportunity. abstrakPenduduk lanjut usia memiliki jumlah perkembangan yang cukup pesat. Lansia seringkali diberi label tidak produktif, bahkan dicap beban keluarga. Kegiatan keterampilan yang sederhana namun tepat guna dapat menjadi alternatif solusinya. Salah satunya dengan membuat produk makanan fungsional berbasis bawang tunggal yang difermentasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperpanjang aktivitas produktif penduduk lansia. Produk bawang putih fermentasi dapat dikonsumsi sendiri untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu produk dapat dijual sehingga dapat menjadi pendapatan tambahan keluarga. Terdapat tiga metode, yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan terkait kesehatan lansia, pelatihan pembuatan bawang putih tunggal terfermentasi secara langsung kepada sasaran, dan pendampingan penerapan alur pembuatan bawang putih terfermentasi hingga produk berhasil. Program pengabdian masyarakat terlaksana di Kelompok Lansia Kelurahan Mulyosari, Surabaya dengan peserta sebanyak 50 orang. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan dengan materi visual power poin, demo cara pengolahan bawang putih fermentasi, dan praktik langsung dengan pendampingan selama 10 hari hingga produk jadi. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat berupa penyuluhan berdampak pada peningkatan pengetahuan lansia Kelurahan Mulyosari. Pelatihan dan pendampingan pembuatan fermented garlic juga mampu dipraktikkan secara mandiri dengan baik oleh lansia yang dibuktikan dengan keberhasilan produk jadi. Kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas lansia, bermanfaat bagi kesehatan dengan mengonsumsinya, dan menjadi peluang usaha.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN DESA WISATA DI DESA BEJIJONG KABUPATEN MOJOKERTO M Nilzam Aly; Bambang Suharto; Sri Endah Nurhidayati; Nuruddin Nuruddin; Ria Triwastuti
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.390-399

Abstract

Ideally, community empowerment programs in rural areas should not be implemented once in a while. This is very important to maintain the aspect of sustainability and achieve the goals maximally. People in rural areas are the target of empowerment programs considering the many problems that exist there. Statistical data shows that the distribution of the majority of the national poor is in rural areas. One method of reducing poverty is through the development of tourist villages. The purpose of this community service program is to increase the understanding and skills of the community in Bejijong Tourism Village, especially in the field of homestay management and online marketing of citizen handicraft products. The stages in this empowerment program through three methods, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation method was carried out with focus group discussions with residents and field observations. The method of implementation is carried out by the methods of socialization, training and mentoring. Meanwhile, the evaluation method is carried out through discussions with partners. The results of this activity indicate that the understanding and competence of citizens has increased for the better. The results of this activity were measured using a questionnaire (pre-test and post-test) and calculated using a Likert scale.abstrakProgram pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan idealnya dilaksanakan tidak dengan sekali waktu. Hal ini menjadi sangat penting untuk menjaga aspek keberlanjutan dan mencapai tujuan secara maksimal. Masyarakat di perdesaan menjadi sasaran program pemberdayaan mengingat banyak sekali permasalahan yang ada di sana. Data statistik menunjukkan sebaran penduduk miskin nasional mayoritas berada di wilayah perdesaan. Salah satu metode untuk mengurangi angka kemiskinan adalah melalui pengembangan desa wisata. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat di Desa Wisata Bejijong khususnya dalam bidang pengelolaan homestay dan pemasaran daring produk kerajinan warga. Tahapan dalam program pemberdayaan ini melalui tiga metode yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.  Metode persiapan dilakukan dengan metode focus group discussion bersama  warga dan observasi lapangan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Sedangkan metode evaluasi dilaksanakan dengan metode diskusi dengan mitra. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman dan kompetensi warga  mengalami peningkatan kea rah yang lebih baik. Hasil kegiatan ini diukur dilakukan dengan menggunakan kuesioner (pre tes dan pos tes) dan dihitung dengan skala likert.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA “BIMANTARA” DAN IBU-IBU PKK KALIKEPITING JAYA VI KELURAHAN PACAR KEMBANG, KECAMATAN TAMBAKSARI, SURABAYA DALAM MENCEGAH PENULARAN COVID-19 Heny Arwati; Sri Wijayanti Sulistyawati; Lynda Rossyanti
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.49-57

Abstract

The community service activity was carried out with the partner of Karang Taruna Bimantara, as a youth organization located in kampung Kalikepiting Jaya VI, RT 5, RW 5, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya City. This activity was aimed at reviving this organization which has been inactive for a long time and empowering the youths in preventing the transmission of Covid-19. The activities offered were providing enlightenment about Covid-19, assistance in producing liquid soap, hand sanitizers and non-medical cloth masks which could be developed into productive economic businesses. The implementation of these activities also involved the organization of Family Welfare Education (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga or PKK) which was an organization of mothers in this kampung.  The enlightenment were included Covid-19 and diseases transmitted by mosquitoes, their prevention and transmission. By producing the items than can be used to prevent transmission of Covid-19 followed by obedience to the health protocols, they could participate in preventing the transmission of Covid-19. In order to increase their knowledge on productive economy, the enlightenment on productive economy, marketing of goods and financial management of business, the enlightenment was also given. Hopefully the activities which can be developed into a productive economy business can increase the income of this kampung. The enlightenment provided pre-test and post-test. Comparison of both tests resulted in an insignificant increased in knowledge on both topics. More participants and more questions are recommended to improve the more significant scores of tests. The sales of liquid soap and hand sanitizer resulted in profit can be used to reproduce. Furthermore, more assistance is needed to develop a business into a productive economy.abstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bersama mitra Karang Taruna Bimantara yang berada di kampung Kalikepiting Jaya VI, RT 5, RW 5, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali organisasi yang sudah lama tidak aktif ini dan memberdayakan para pemuda dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Kegiatan yang ditawarkan antara lain adalah penyuluhan tentang Covid-19, bantuan pembuatan sabun cair, hand sanitizer dan masker kain non medis yang dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi produktif. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga) yang merupakan wadah ibu-ibu di kampung ini. Penyuluhan yang diberikan adalah mengenai Covid-19 dan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, pencegahan dan penularannya. Dengan memproduksi barang-barang yang dapat digunakan untuk mencegah penularan Covid-19 diikuti dengan ketaatan terhadap protokol kesehatan, mereka dapat berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19. Untuk menambah pengetahuan mengenai ekonomi produktif juga diberikan penyuluhan mengenai ekonomi produktif, pemasaran barang dan cara pengelolaan keuangan hasil usaha. Diharapkan dengan adanya kegiatan yang dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi produktif ini dapat meningkatkan pendapatan RT setempat. Dalam penyuluhan diberikan pre-test dan post-test. Perbandingan kedua tes menghasilkan peningkatan pengetahuan yang tidak signifikan pada kedua topik tersebut. Untuk meningkatkan nilai tes yang lebih signifikan, maka diperlukan jumlah peserta dan pertanyaan yang lebih banyak. Penjualan sabun cair dan hand sanitizer menghasilkan keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi lagi. Pendampingan dibutuhkan untuk mengembangkan usaha ini menjadi ekonomi produktif. 
DEVELOPMENT OF ONLINE MENTAL HEALTH SUPPORTING GROUP TO REDUCE MENTAL BURDEN DURING COVID-19 PANDEMIC Annette d’Arqom; Brihastami Sawitri; Zamal Nasution; Dimas Setyanto; Safira Nur Izzah; Ludy Diana Wiradhika; Rakha Achmad Maulana
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.251-258

Abstract

COVID-19 pandemic affects all aspects of human life, not only health, but also economic, education, and daily activity. The sudden changes caused a mental burden for the majority of people. Moreover, the infodemic might increase the burden. Unfortunately, not all people aware of their mental health and with the negative stigma from the community lead the patient to hesitate for sharing and seeking help. Therefore, an anonymous online supporting group (www.laluibersama.com) is developed to increase awareness of mental health and provided the facility to share and to support users. This site consists of several basic information and articles regarding COVID-19, emphasizes on pharmacotherapy and mental health issues, sharing forum, and mental health calculator based on depression, anxiety, and stress scales (DASS 21). From the evaluation, 53.61% of users choose mental health calculators as the most favorite page, followed by article (29.90%), homepage (12.37%), and sharing page (4.12%). Most of the respondents agree that the mental health calculator is unique and useful, therefore can be used as a screening of mental health problems prior seeking health professional help. Taken together, mental health needs more attention in this pandemic due to the increasing burden, and the screening of mental health problems and sharing to alleviate the burden can be performed at www.lalui bersama.com. Pandemi COVID-19 memengaruhi semua aspek kehidupan manusia, tidak hanya kesehatan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari. Perubahan mendadak tersebut menyebabkan beban mental bagi sebagian besar orang. Apalagi, badai informasi bisa menambah beban. Sayangnya, tidak semua orang menyadari beban mental mereka, dan memiliki orang untuk berbagi dan peduli. Oleh karena itu, kelompok pendukung online anonim (www.laluibersama.com) dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental dan menyediakan fasilitas untuk berbagi dan mendukung antar pengguna. Situs ini terdiri dari beberapa informasi dasar dan artikel mengenai COVID-19 dengan penekanan pada farmakoterapi dan kesehatan mental, forum berbagi, dan kalkulator kesehatan mental berdasarkan skala depresi, kecemasan, dan stres (DASS 21). Dari evaluasi tersebut, 53.61% pengguna memilih kalkulator kesehatan mental sebagai halaman favorit, diikuti oleh artikel (29.90%), homepage (12.37%), dan halaman berbagi (4.12%). Sebagian besar responden setuju bahwa kalkulator kesehatan jiwa itu unik dan valid, oleh karena itu dapat digunakan sebagai skrining masalah kesehatan jiwa. Secara keseluruhan kesehatan jiwa perlu mendapat perhatian lebih dalam menghadapi pandemi ini karena beban yang semakin meningkat, dan pemeriksaan dini masalah kesehatan jiwa dan berbagi kekhawatiran dan pemikiran dapat dilakukan di www.lalui bersama.com.
SOCIALIZATION AND TRAINING OF VERTICAL GARDEN MAKING TO OVERCOME WASTE PROBLEMS IN MOJOSARI VILLAGE, KALITIDU Bella Ayu Nurfitriyani
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.201-211

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik seperti pembakaran dapat menimbulkan masalah lingkungan dan gangguan kesehatan bagi manusia. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun untuk terurai sepenuhnya. Kegiatan intervensi dilakukan di Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan hasil observasi dan kuisioner menunjukkan bahwa 91% warga Desa Mojosari tidak mengelola sampahnya dengan baik seperti kebiasaan membakar sampah, tidak melakukan kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tidak memilah sampah organik dan anorganik. , dan membuang sampah sembarangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan ibu rumah tangga tentang pentingnya mengolah sampah plastik, memilah sampah, dan tata cara membuat kerajinan tangan dari sampah plastik. Tahap pengabdian masyarakat diawali dengan identifikasi masalah melalui hasil FGD, observasi, dan kuisioner. Penetapan masalah prioritas menggunakan metode CARL dan didapatkan pengelolaan sampah sebagai masalah prioritas. Kemudian untuk mengidentifikasi akar masalahnya menggunakan analisis pohon masalah. Penetapan prioritas alternatif solusi dengan menggunakan metode MEER dan solusi terpilih yaitu diadakannya program kerajinan tangan dari sampah plastik sebagai upaya pengelolaan sampah plastik 3R yang dihasilkan oleh masyarakat. Sehingga program intervensi yang dilakukan adalah NGOPLAS (Pengolahan Sampah Plastik) yang terdiri dari sosialisasi pentingnya pengolahan sampah plastik, pengumpulan sampah plastik, dan pelatihan pembuatan kerajinan sampah plastik yaitu kebun vertikal. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga terkait pengolahan sampah plastik, pemilahan sampah, dan tata cara pembuatan kerajinan dari sampah plastik yaitu taman vertikal sebesar 37,5% dan ibu rumah tangga dengan antusias berlatih mendekorasi botol plastik dengan sangat antusias. kreatif, dan menanam tanaman dalam botol plastik yang telah dibuat dengan sangat baik. Kegiatan intervensi ini diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat Desa Mojosari dalam mengolah sampah khususnya sampah plastik menjadi kerajinan tangan. dan menanam tanaman dalam botol plastik yang telah dibuat dengan sangat baik. Kegiatan intervensi ini diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat Desa Mojosari dalam mengolah sampah khususnya sampah plastik menjadi kerajinan tangan. dan menanam tanaman dalam botol plastik yang telah dibuat dengan sangat baik. Kegiatan intervensi ini diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat Desa Mojosari dalam mengolah sampah khususnya sampah plastik menjadi kerajinan tangan.
DEVELOPMENT OF ONLINE MENTAL HEALTH SUPPORTING GROUP TO REDUCE MENTAL BURDEN DURING COVID-19 PANDEMIC Annette d’Arqom; Brihastami Sawitri; Zamal Nasution; Dimas Setyanto; Safira Nur Izzah; Ludy Diana Wiradhika; Rakha Achmad Maulana
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.26-34

Abstract

COVID-19 pandemic affects all aspects of human life, not only health, but also economic, education, and daily activity. The sudden changes caused a mental burden for the majority of people. Moreover, the infodemic might increase the burden. Unfortunately, not all people aware of their mental health, and the negative stigma from the community leads the patient to hesitate for sharing and seeking help. Therefore, an anonymous online supporting group (www.laluibersama.com) is developed to increase awareness of mental health and provided the facility to share and to support users. This site consists of several basic information and articles regarding COVID-19, emphasizes on pharmacotherapy and mental health issues, sharing forum, and mental health calculator based on depression, anxiety, and stress scales (DASS 21). From the evaluation, 53.61% of users choose mental health calculators as the most favorite page, followed by article (29.90%), homepage (12.37%), and sharing page (4.12%). Most of the respondents agree that the mental health calculator is unique and useful, therefore can be used as a screening of mental health problems prior to seeking health professional help. Taken together, mental health needs more attention in this pandemic due to the increasing burden, and the screening of mental health problems and sharing to alleviate the users’ burden can be performed at www.lalui bersama.com.
EDUKASI PERAWATAN BALITA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN GONDRONG, TANGERANG Cintia Maulina; Clariza Vioito; Laras Arsyi Insani; Ria Nuranisa; Ayu Nurjanah; Nadia Nur Amalina; Sri Musta’ina
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.434-440

Abstract

Toddler, grup of children age ranging from 1-3 years old (under 3 years old) and 3-5 years old (preschool), is a vulnerable group to Covid-19 infection. Covid-19 caused by SARS-Cov 2 Virus that became a global pandemic since March 2020. Because of that, toddler care should be adjusted to health protocol given by the government in order to prevent the transmission of Covid 19. Generally, the knowledge and attitude of mothers at RW 1 Gondrong Subdistrict towards toddler care during Covid 19 pandemic are limited. Team 249 in Group 8 KKN BBN 62nd Airlangga University consider the need to educate the mothers to increase knowledge and attitude of toddler health and growth during pandemic. This health education is given to toddler’s mothers who attends routine posyandu. The topic of health education given by the member of Team 249 is about toddler care during Covid 19 pandemic. Pre-test and post-test questionnaires are distributed to measure the knowledge and attitude before and after the education. The result shows that majority of the mothers whose age less than  35 years (60%), have higher school education (70%) and are housewives or unemployed (80%). The ratio of post-test and pre-test score showed that the knowledge and attitude of toddler’s mothers about toddler care during Covid 19 pandemic has increased. It is strongly suggested to be a new habit for the mothers to intensively care for their toddlers, especially during the Covid 19 pandemic.abstrakBalita merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terinfeksi Covid-19, penyakit disebabkan oleh Virus SARS-Cov 2 yang menjadi pandemi global sejak Maret 2020. Batasan usia balita adalah 1-3 tahun (batita) dan 3-5 tahun (pra sekolah). Oleh karena itu, perawatan balita pada masa pandemi covid-19 harus disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk memutus rantai penularannya. Akan tetapi, pada umumnya pengetahuan dan sikap ibu dari balita yang tinggal di RW 1 Kelurahan Gondrong Kota Tangerang kurang memahami hal tersebut. Kelompok 249 Grup 8 Kuliah Kerja Nyata BBM Periode 62 Universitas Airlangga memandang perlunya edukasi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap para ibu terhadap kesehatan dan kecukupan tumbuh kembang untuk balita pada masa pandemi. Edukasi yang diberikan berupa penyuluhan kesehatan kepada para ibu yang menghadiri kegiatan rutin posyandu. Materi penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh anggota Kelompok 249 adalah mengenai perawatan balita pada masa pandemi Covid-19. Setiap ibu diberikan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap ibu terhadap kesehatan balitanya sebelum dan sesudah mendengarkan penyuluhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan karakteristik ibu yang mengikuti kegiatan mayoritas berusia kurang dari 35 tahun (60%) dengan tingkat pendidikan SMA (70%) dan status pekerjaan sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja (80%). Perbandingan skor pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perhatian mengenai kesehatan dalam merawat anak balitanya di masa pandemi Covid 19. Pengetahuan dan mengenaisikap mengenai kesehatan balita diharapkan menjadi kebiasaan baru yang dilaksanakan oleh para ibu dengan konsisten dalam merawat dan membesarkan anak balitanya, khususnya di masa pandemi Covid 19.
English Class Conversation sebagai Upaya Peningkatan Pendidikan dan Kesadaran Berbahasa Inggris pada Anak-Anak Kampung Karangan Kota Surabaya Nabila Izatul Muslimah; Rifka Fitriana Rahmadani; Dwi Lestari; Rama Eka Ferdiansyah; Ranggamas Trisna Aditya; Lia Juneitasari; Muhammad Daffa Aditya; Radhita Aisyah Resti Nariswari; Rize Budi Amalia
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.167-176

Abstract

The WHO's declaration of COVID-19 as a pandemic has so many effects on global sectors and systems such as the health system, the agricultural sector, manufacturing, and the socio-economic system. The government faces major challenges in dealing with the virus and adopting new policies to achieve maximum results under intense pressure during a pandemic. One of the sectors affected by the COVID-19 pandemic is the education sector. The impact of COVID-19 on the global education system affects all areas of teaching, research and services. Like-wise with Indonesia which has implemented the PSBB so that it houses all its students and replaces learning from offline to online. Elementary and junior high school students in Karangan, Surabaya have a problem, namely the lack of awareness of students regarding the importance of learning English so that the English Class Conversation (ECC) program was initiated face-to-face but still following the COVID-19 protocol system. Community service activities held using interactive learning methods in the form of 30% of  the presenters and 70% of the participants. This activity was carried out for 3 weeks with 29 participants which belonged to a small group. The results obtained were that the participants had high motivation in taking part in learning English as evidenced by field data, namely 16 participants who got a B grade, meaning that the participants had high self-confidence when speaking English and could participate in learning well so that it meant that the ECC program was successful held in Karangan.AbstrakDeklarasi WHO terhadap COVID-19 sebagai pandemi memiliki begitu banyak efek kepada sektor dan sistem global seperti sistem kesehatan, sektor agrikultur, manufaktur, dan sistem socio-economic. Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam menangani virus serta mengadopsi kebijakan baru untuk mencapai hasil yang maksimal dibawah tekanan kuat di masa pandemi. Salah satu sektor yang berimbas akibat pandemi COVID-19 adalah sektor pendidikan. Dampak COVID-19 pada sistem pendidikan global mempengaruhi semua bidang  pengajaran, penelitian, dan  layanan. Begitu  juga  dengan  Indonesia  yang  telah  menerapkan PSBB sehingga merumahkan seluruh siswanya dan mengganti pembelajaran dari luring ke daring. Pelajar SD dan SMP di Kampung Karangan, Surabaya memiliki permasalahan yaitu kurangnya kesadaran pelajar terkait pentingnya mempelajari bahasa inggris sehingga tercetus program English Class Conversation (ECC) yang dilaksanakan dengan tatap muka namun tetap mengikuti sistem protokol COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif berupa 30% dari pemateri dan 70% dari partisipan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 minggu dengan 29 partisipan dimana tergolong pada kelompok kecil. Hasil yang  didapatkan  yaitu  peserta  memiliki  motivasi  tinggi  dalam  mengikuti  pembelajaran  bahasa  inggris dibuktikan dengan data lapangan yaitu 16 peserta yang mendapatkan nilai B dengan arti peserta memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat berbicara bahasa inggris serta dapat mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga dapat diartikan bahwa program ECC telah berhasil dilaksanakan pada Kampung Karangan. 

Page 10 of 42 | Total Record : 419