cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PROMOSI KELUARGA BERENCANA DAN KONTRASEPSI Ni Ketut Alit Armini; Mira Triharini; Aria Aulia Nastiti
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.109-115

Abstract

One of the efforts to empower the community in the health sector is to develop Posyandu. The role of posyandu cadres in the promotion of family planning and contraception programs in couples of childbearing age is still limited. This activity aims to improve the ability of cadres in promoting family planning and contraception. The activity was carried out for 4 weeks in the Bringkang village area, Menganti District, Gresik Regency, namely on 3-28 July 2018. The method of activities was in the form of socialization, posyandu cadre training with lectures, questions and answers, discussions (CTJD), and assistance in the implementation of posyandu. Average knowledge (x = 9.2) in the good category and cadre attitude (x = 13.1) in the positive category in the promotion of family planning and contraception. It is important to empower Posyandu cadres in health promotion, especially family planning and contraception in the community.AbstrakSalah satu upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah menumbuhkembangkan posyandu. Peran kader posyandu dalam promosi program keluarga berencana dan kontrasepsi pada pasangan usia subur masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam mempromosikan keluarga berencana dan kontrasepsi. Kegiatan dilaksanakan selama 4 minggu di wilayah desa Bringkang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik yaitu pada tanggal 3-28 Juli 2018. Metode kegiatan berupa sosialisasi, pelatihan kader posyandu dengan ceramah, tanya jawab, diskusi (CTJD), dan pendampingan pada pelaksanaan posyandu. Rerata pengetahuan (x=9,2 ) dalam kategori baik dan sikap kader (x=13,1 ) kategori positif dalam promosi KB dan kontrasepsi. Penting memberdayakan kader posyandu dalam promosi kesehatan khususnya KB dan kontrasepsi di masyarakat.
INTEGRATED PROGRAMS (IP) PADA ROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) DI UKM BUNDA SUKOLILO BARU, KECAMATAN BULAK, SURABAYA Theresia Widihartanti; Aniek Sulestiani; Titiek Indira Agustin; Nirmalasari Idha Wijaya; Urip Prayogi
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.208-218

Abstract

Sukolilo Baru is one of the tourist destination centers focused on selling dried and semi-finished fish products so that it is much sought after by tourists. However, the arrangement of processing rooms is far from adequate standards. Integrated Programs (IP) in the community service include (a) Tutorial on the cultivation of eggplant and sea cucumbers; (b) Tutorial on GMP; (c) Making crackers drying tools as appropriate technology. Drying crackers made from seafood still relies on sunlight and still uses space on the edges of the road. One of the tools needed is a weatherproof, eggplant and sea cucumber drying tool. This has become the foundation of the Faculty of Engineering and Marine Sciences of UHT to implement knowledge in its engineering field to make an effective drying tool by utilizing the limited land, which is above the storeroom of dried eggplant and sea cucumbers. By using the glass drying device, the drying time will be 3 days from 7-10 days, so that the effectiveness of the drying tool has been proven; (d) Arrangement of PIRT as the legality of the product for consumption. Thus, the Integrated Programs (IP) implemented by the FTIK community service team succeeded in improving the welfare of Sukolilo Baru, Surabaya.abstrakKelurahan Sukolilo Baru merupakan salah satu pusat tujuan wisata fokus pada penjualan produk ikan  kering dan setengah jadi sehingga banyak diminati oleh wisatawan. Namun, penataan ruang pengolahan jauh dari standar memadai. Integrated Programs (IP) pada pengabdian kepada masyarakat tersebut meliputi (a) Tutorial tentang budidaya terung dan teripang; (b) Tutorial tentang GMP; (c) Pembuatan alat penjemur kerupuk sebagai teknologi tepat guna. Penjemuran bahan kerupuk berbahan baku hasil laut masih mengandalkan sinar matahari dan masih memakai ruang di pinggir-pinggir jalan. Salah satu alat yang dibutuhkan adalah alat penjemuran terung dan teripang basah yang tahan cuaca. Hal inilah yang menjadi landasan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan UHT untuk mengimplementasikan pengetahuan dalam bidang tekniknya untuk membuat alat penjemur yang tepat guna dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, yaitu di atas gudang penyimpanan terung dan teripang kering. Dengan menggunakan alat penjemur kaca tersebut, lama penjemuran menjadi 3 hari dari sebelumnya 7-10 hari, sehingga efektifitas alat penjemur tersebut telah terbukti; (d) Pengurusan PIRT sebagai legalitas produk untuk dikonsumsi. Dengan demikian, Integrated Programs (IP) yang dilaksanakan oleh tim Penmas FTIK berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kelurahan Sukolilo Baru, Surabaya.
PENERAPAN SISTEM SANITASI KEKERANGAN PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) NELAYAN KERANG DI DESA BANJAR KEMUNING, KECAMATAN SEDATI, KABUPATEN SIDOARJO Eka Saputra; Pulung Siswantara
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.31-35

Abstract

One way to provide a sense of security to consumers related to consumption of lightness is to eliminate or reduce some of the hazardous substances from the biological, chemical or physical hazards sector. A good approach to ensuring food security, especially shellfish products, is in the process where the shellfish grows or where the shells are taken, especially related to the location where the shellfish lives in areas where there are no sources of pollution, but this is very unlikely because of its live shellfish quite minimal. Warfare taken from the waters should be carried out a good handling process related to sanitation, because the shellfish caught in nature there is a risk of bacterial contaminants and some heavy metals that are harmful to human health. According to the Decree of the Minister of Fisheries and Marine Affairs No. 17 of 2004 that commodity commodities must apply sanitation processes to ensure food security for consumers. The target of business actors in the implementation of this depuration method is the Joint Business Group with BATARI and SARI LAUT shellfish fishermen in Banjar Kemuning village, Sedati District, Sidoarjo Regency. These two groups of fishermen are business actors in catching shells in the form of life before going through the processing process. These two groups have some similarities related to the shellfish they get, generally they get blood clams, batik shells, manuk shells and baling shells.AbstrakSalah satu cara untuk memberikan rasa aman kepada konsumen terkait dengan konsumsi kekerangan adalah mengeliminasi atau mengurang beberapa bahan berbahaya baik itu dari sektor biologi, kimia ataupun bahaya fisik. Pendekatan yang baik dalam menjamin keamanan pangan terutama produk kerang adalah pada proses dimana kerang itu tumbuh atau dimana kerang itu diambil, terutama terkait dengan lokasi dimana kerang hidup pada daerah yang tidak ada sumber pencemarnya, namun hal tersebut sangatlah tidak mungkin karena kerang hidupnya pada kondisi yang cukup minim. Kekerangan yang diambil dari perairan sebaiknya dilakukan proses penanganan yang baik terkait sanitasinya, karena kerang yang tertangkap di alam terdapat resiko kontaminan bakteri dan beberapa logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Menurut Keputusan Menteri Perikanan dan Kelautan No. 17 tahun 2004 bahwa komoditas kekerangan wajib menerapkan proses sanitasi guna menjamin keamanan pangan pada konsumen. Target pelaku usaha dalam kegiatan penerapan metode depurasi ini adalah Kelompok Usaha Bersama nelayan kerang BATARI dan SARI LAUT di desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kedua kelompok nelayan ini merupakan pelaku usaha dalam penangkapan kerang dalam bentuk hidup sebelum melalui proses pengolahan. Kedua kelompok ini memiliki beberapa kesamaan terkait dengan hasil kerang yang mereka dapatkan, umumnya mereka mendapatkan kerang darah, kerang batik, kerang manuk dan kerang baling.
PENINGKATAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DUSUN WONOREJO KOTA BATU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK SUSU PROBIOTIK-SARI BUAH SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Nuzul Wahyuning Diyah; Isnaeni Isnaeni; Asri Darmawati; Suko Hardjono
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.128-133

Abstract

Wonorejo village in Batu city is known as a vegetable and fruit producing area. Another popular product of Batu mostly is fresh dairy milk and only a small amount of processed products while the cow milk collected in KUD Batu has reached 16-17 tons per day. The problem was that the target community had no experiences in processing cow milk using probiotic microbes. The purpose was transfering of science and technology about the production of probiotic milk combined with fruit juice. This program was specifically directed to increase the empowerment of Kelompok Wanita Tani "Wonoasri" in Wonorejo, in developing of fruity- probiotic dairy products to increase the diversification of products with higher economic value. The method included workshop and technical assistance, which were carried out in a serie of steps: 1) exploring the knowledge of target by surveys and pre test, 2) lecturing and discussion, 3) demonstrating how to prepare and characterize the probiotic milk products, 4) training the preparation of product, 5) product characterization and packaging assistance, 6) evaluation. The results of this program were the target community gained increase in knowledge and experience, and they could produce fruity probiotic milk. In addition, we expected that they would increase their understanding and enthusiasm to appreciate the potency of their territory in order to improve the nation's competitiveness. abstrakDesa Wonorejo di kota Batu dikenal sebagai daerah penghasil sayur dan buah. Produk populer lain dari Batu adalah susu segar dan sejumlah kecil produk olahan.  Susu sapi dikumpulkan di KUD Batu. Masalahnya adalah bahwa komunitas target tidak memiliki pengalaman dalam memproses susu sapi menggunakan mikroba probiotik. Tujuannya adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi tentang produksi susu probiotik yang dikombinasikan dengan jus buah. Program ini diarahkan untuk pemberdayaan Kelompok Tani Wanita "Wonoasri" di Wonorejo, dalam mengembangkan produk susu buah-probiotik untuk diversifikasi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Metode tersebut termasuk lokakarya dan bantuan teknis, dalam serangkaian langkah: 1) mengeksplorasi pengetahuan target dengan survei dan pra-tes, 2) ceramah dan diskusi, 3) menunjukkan bagaimana mempersiapkan dan mengkarakterisasi produk susu probiotik, 4) pelatihan persiapan produk, 5) karakterisasi produk dan bantuan pengemasan, 6) evaluasi. Hasil program ini adalah komunitas sasaran memperoleh peningkatan dalam pengetahuan dan pengalaman, dan mereka dapat menghasilkan susu probiotik buah. Selain itu, kami berharap bahwa mereka akan meningkatkan pemahaman dan antusiasme mereka untuk menghargai potensi wilayah mereka untuk meningkatkan daya saing bangsa.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT SEBAGAI UPAYA SWAMEDIKASI DI KELURAHAN TANGKILING KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA Maryani Maryani; Ida Ratnasari; Tutwuri Handayani
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.84-90

Abstract

Training on the utilization of medicinal plants for residents in Tangkiling Sub-District, Bukit Batu Subdistrict, Palangka Raya is expected to be able to increase knowledge in an effort to self-medication with medicinal plants. The activity is carried out by organizing two types of training related to self-medication using medicinal plants and monitoring the activities carried out. The results of monitoring and evaluation have shown that there has been an increase in consumption of red ginger and turmeric in the family and in activities in the community. The transfer of knowledge about the benefits of the types of family medicinal plants in the surrounding environment and the making of herbal medicine has also taken place from trainees to residents who did not attend the training informally. Medicinal plants that were distributed to the training participants during the service activities were also maintained well in the yard of the house. Overall empowerment activities for residents of Kelurahan Tangkiling, Bukit Batu Subdistrict, Palangka Raya City, Central Kalimantan have been going well.AbstrakPelatihan pemanfaatan tanaman obat terhadap warga di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dalam upaya melakukan swamedikasi dengan tanaman obat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menyelenggarakan dua jenis pelatihan yang berkaitan dengan swamedikasi menggunakan tanaman obat dan melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan konsumsi wedang jahe merah dan kunyit asam dalam keluarga dan dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan warga. Transfer ilmu tentang manfaat jenis-jenis tanaman obat keluarga yang ada di lingkungan sekitar dan pembuatan jamu juga telah terjadi dari peserta pelatihan kepada warga yang tidak mengikuti pelatihan secara informal. Tanaman obat yang dibagikan kepada peserta pelatihan saat kegiatan pengabdian dilakukan juga masih terpelihara dengan baik di pekarangan rumah. Secara keseluruhan kegiatan pemberdayaan pada warga Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah telah berjalan dengan baik.
PENANGANAN GANGGUAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI REPRODUKSI PADA SAPI PERAH MENUJU SWASEMBADA SUSU DI KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Hermin Ratnani; Dewa Ketut Meles; Imam Mustofa
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.43-52

Abstract

The aims of local public community partnership program (PKM) with Sumber Makmur Group 3 conducted in Sendang was to :1). Improve the capability of each farmer on treating the cattle 2). Reduce the risk of reproductive disorders which has impact on the insemination 3). Increase the calf-born and milk yield 4). Efficiency in dairy cattle management and 5). Efficiency in feed cost followed by the improved production and reproduction rate in the dairy cattle management. The method used in this partnership program was through training which offer a guidance to farmer the basic information about reproductive disorder also their prevention necessity, and Treatments to the target cattle and also a supplementation of multivitamin to reduce the risk of any reproductive disorders. The program was conduted by 3 veterinary medicine staff from Airlangga university assisted by 2 local people and PPDH-PKL students. The 3 staff of veterinary medicine picked were an expert in reproduction, artificial insemination, and health department as well as an expert in housing and sanitary in dairy cattle management. The program was evaluated by the effectiveness of the training program by using a pre and post test for each individual farmer that was participated. The administered treatments and the reproductive efficiency were also recorded as a comparison before and after the program to show whether it has significant positive or negative result. The evaluation shown a result of each farmer with average pre-test score 58,24% to 77,06% on post-test (32,31%). The reproductive disorders case was reported to have been reduced from 95 to 18 (81,05%). The reproductive efficiency also shown a positive result whereas the Service per conception (S/C) before the program was reduced from > 2-3 times to less than 2 times after the program followed with the service period from 2-3 month into 2 months. The Calving Rate (CR) was also reported to have increased from <50% to >50% after the program.AbstrakTujuan dari program kemitraan masyarakat publik lokal (PKM) dengan Sumber Makmur Group 3 yang dilakukan di Sendang adalah untuk: 1). Tingkatkan kemampuan masing-masing petani dalam merawat ternak 2). Mengurangi risiko gangguan reproduksi yang berdampak pada inseminasi 3). Meningkatkan kelahiran anak sapi dan produksi susu 4). Efisiensi dalam pengelolaan sapi perah dan 5). Efisiensi biaya pakan diikuti oleh peningkatan produksi dan tingkat reproduksi dalam manajemen sapi perah. Metode yang digunakan dalam program kemitraan ini adalah melalui pelatihan yang menawarkan panduan kepada petani informasi dasar tentang gangguan reproduksi serta kebutuhan pencegahan mereka, dan Perawatan untuk ternak target dan juga suplemen multivitamin untuk mengurangi risiko gangguan reproduksi. Program ini disetujui oleh 3 staf kedokteran hewan dari universitas Airlangga dibantu oleh 2 orang lokal dan mahasiswa PPDH-PKL. Tiga staf kedokteran hewan yang dipilih adalah seorang ahli dalam bidang reproduksi, inseminasi buatan, dan departemen kesehatan serta seorang ahli dalam bidang perumahan dan sanitasi dalam manajemen sapi perah. Program ini dievaluasi dengan efektivitas program pelatihan dengan menggunakan tes sebelum dan sesudah untuk masing-masing petani yang berpartisipasi. Perawatan yang diberikan dan efisiensi reproduksi juga dicatat sebagai perbandingan sebelum dan sesudah program untuk menunjukkan apakah itu memiliki hasil positif atau negatif yang signifikan. Evaluasi menunjukkan hasil dari masing-masing petani dengan skor pre-test rata-rata 58,24% sampai 77,06% pada post-test (32,31%). Kasus gangguan reproduksi dilaporkan telah berkurang dari 95 menjadi 18 (81,05%). Efisiensi reproduksi juga menunjukkan hasil positif dimana Layanan per konsepsi (S / C) sebelum program berkurang dari> 2-3 kali menjadi kurang dari 2 kali setelah program diikuti dengan periode layanan dari 2-3 bulan menjadi 2 bulan. Tingkat Calving (CR) juga dilaporkan telah meningkat dari <50% menjadi> 50% setelah program.
PEMASYARAKATAN DAN PELATIHAN OLAHRAGA ADAPTIF PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Purwo Sri Rejeki; Irfiansyah Irwadi; Misbakhul Munir; Hayuris Kinandita; Eka Arum Cahyaning Putri; Soffil Yudha Mulyadi; Septyaningrum Putri Purwoto
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.134-140

Abstract

Inclusive children or children with special needs are those who have abnormalities in the process of growth or development; which can be physical, mental-intellectual, social, or emotional. The World Health Organization predicts that around 7% of the world's total children population is inclusive children. Exercise that are adapted and modified according to their needs, the type of abnormality and the ability of inclusive children are able to improve motor and sensory abilities so that they will improve their quality of life. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of parents with inclusive children in implementing adaptive exercise for their children. The method used was seminar and training. Activity evaluation was carried out using questionnaire to observe the increase of knowledge. This activity was attended by 31 parents and 31 inclusive children, with the highest parents’ age range in 31-40 years, which is mothers 38.7%; 41.9% father. The age of expecting mothers of inclusive children mostly ranges from 31-40 years (35.5%). Increased knowledge about child development was 31% (pretest 68, posttest 91.8) and increased knowledge about adaptive sports was 72.18% (pretest 49.6, posttest 85.4).abstrakAnak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya mengalami kelainan atau penyimpangan; yang bisa berupa fisik, mental-intelektual, sosial, atau emosionalnya. Organisasi kesehatan dunia memprediksi sekitar 7% dari keseluruhan populasi anak dunia merupakan ABK. Olahraga yang diadaptasi dan dimodifikas sesuai dengan kebutuhan, jenis kelainan dan tingkat kemampuan ABK mampu memperbaiki kemampuan motoris dan sensoris sehingga akan meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua ABK dalam melatih olahraga adaptif buat anak-anaknya. Metode yang digunakan adalah seminar dan pelatihan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan kuesioner untuk melihat peningkatan pengetahuan. Kegiatan dihadiri oleh 31 orang tua dan 31 ABK, dengan rentang usia orang tua terbanyak di 31-40 tahun yaitu ibu 38,7%; ayah 41,9%. Usia ibu mengandung ABK terbanyak di rentang 31-40 tahun (35,5%).  Peningkatan pengetahuan pada materi tumbuh kembang anak sebesar 31% (pretest 68, posttest 91,8) dan peningkatan pengetahuan materi olahraga adaptif sebesar 72,18% (pretest 49,6, posttest 85,4).
PENYULUHAN MALARIA DAN DENGUE, PELATIHAN KADER PEMANTAU JENTIK NYAMUK SERTA PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SORONG, PAPUA BARAT Juniastuti Juniastuti; Lynda Rossyanti
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.62-77

Abstract

Sorong Regency in West Papua Province, is an endemic area of malaria and dengue.The aims of this community service were 1) To increase the knowledge level of childrenabout malaria and dengue, 2) To increase the skill of children in monitoring Aedesmosquito larvae, 3) To identify the proportion of anemia in children. The methodsincluded 1) giving information about malaria and dengue, 2) cadre training of Aedesmosquito larvae monitoring, 3) Hb level examination. The targets were students inElementary School Inpres 24 and Public Elementary School 22, in Sorong. The resultsshowed no difference (p>0.05) of knowledge level between before and after givinginformation. During 4 weeks of monitoring mosquito larvae, the mean percentage ofstudents’ house of Elementary School Inpres 24 and Public Elementary School 22 withpositive mosquito larvae were 57% and 60.3%, respectively. Most (60%) of studentssuffered from anemia in Public Elementary School 22, while only 38% of those inElementary School Inpres 24. Conclusion: Giving information was not able to increaseknowledge level on malaria and dengue in elementary school students in Sorong. Theyhad a good capability to monitor mosquito larvae. The proportion of anemia inelementary school students in Sorong was 38-60%.AbstrakKabupaten Sorong, Papua Barat, merupakan daerah endemis malaria dan dengue.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 1) Meningkatkan pengetahuan anaktentang malaria dan dengue, 2) Meningkatkan ketrampilan anak dalam memantau jentiknyamuk Aedes serta 3) Mengidentifikasi proporsi anemia pada anak. Metode kegiatanpengabdian masyarakat meliputi: 1) Penyuluhan tentang malaria dan dengue, 2)Pelatihan kader pemantau jentik nyamuk Aedes, 3) Pemeriksaan kadar Hb, untukmendeteksi anemia. Sasaran kegiatan adalah siswa di SD Inpres 24 dan SD Negeri 22,kabupaten Sorong. Hasil evaluasi menunjukkan tidak ada beda (p>0.05) tingkatpengetahuan antara sebelum dan setelah penyuluhan. Selama 4 minggu pemantauan,rerata persentase rumah siswa SD Inpres 24 dengan jentik nyamuk positif sebesar57.9%; sedangkan rerata persentase rumah siswa SD Negeri 22 dengan jentik nyamukpositif sebesar 60.3%. Sebagian besar (60%) siswa di SD Negeri 22 menderita anemia,sedangkan di SD Inpres 24 sebanyak 38% siswa menderita anemia. Kesimpulan: Penyuluhan belum dapat meningkatkan pengetahuan tentang malaria dan dengue pada siswa SD di Sorong. Siswa mampu melakukan pemantauan jentik nyamuk. Proporsi anemia pada siswa SD di Sorong sebesar 38-60%.
KELURAHAN GUNUNG ANYAR RAMAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Retno Indarwati; Silvia Dwi Wahyuni; Rista Fauziningtyas
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.160-164

Abstract

Persons with disabilities in Indonesia still experience negative stigma in society. Children with special needs are seen as burdensome, troublesome, embarrassing and useless. Because parents are embarrassed, the child is hidden sometimes the child is not schooled. The cause of these social problems is because the community does not understand about children with special needs. Efforts made to overcome these problems are education about children with special needs to cadres and motivation to parents. Cadres are social workers who are expected to be able to provide socialization to local residents. The second effort carries out motivation for ABK parents to be able to provide the best care for their children. The family is the first and foremost place in children's education. Care of children with special needs that are difficult is a burden for families. Support for the family aims to keep the family excited, able to go through difficult stages and not lose motivation in raising children with special needs. Purchasing educational toys to stimulate the growth and development of children with special needs.abstrakPenyandang disabilitas di Indonesia masih mengalami stigma negatif di masyarakat. Anak berkebutuhan khusus dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan dan tidak berguna. Karena orang tua malu maka anak disembunyikan kadang anak tidak disekolahkan. Penyebab permasalahan sosial tersebut karena masyarakat tidak paham tentang anak berkebutuhan khusus. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah edukasi tentang anak berkebutuhan khusus kepada kader dan motivasi kepada orang tua. Kader merupakan tenaga sosial yang diharapkan mampu memberi sosialisasi kepada warga sekitar. Upaya yang kedua melaksanakan motivasi kepada orang tua ABK agar mampu memberikan perawatan terbaik untuk anaknya. Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam pendidikan anak. Perawatan anak berkebutuhan khusus yang sulit merupakan beban tersendiri bagi keluarga. Dukungan kepada keluarga bertujuan agar keluarga tetap bersemangat, mampu melewati tahap–tahap sulit dan tidak kehilangan motivasi dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus. Pembelian alat permainan edukatif untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus. 
EFEKTIVITAS SOSIALISASI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN MENUJU ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI KABUPATEN LUMAJANG Dita Fahrun Nisa
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.259-266

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan global dan telah terjadi lebih dari 200 negara dunia termasuk Indonesia. Pada mulanya pemerintah Indonesia memberlakukan adanya kebijakan stay at home  bahkan karantina wilayah, namun kemudian dilakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Adaptasi ini merupakan masa dimana seluruh sektor mulai kembali seperti normal namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kebijakan ini dilakukan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Di Jawa Timur, seluruh pondok pesantren sudah boleh kembali ke pondok masing-masing setelah sebelumnya dipulangkan untuk mencegah penularan COVID-19. Begitupun di Kabupaten Lumajang, meskipun merupakan zona merah tapi seluruh pondok pesantren sudah mulai menerima kembali pelajar yang melakukan aktivitas mondok yang disebut “santri” pada masa adaptasi kebiasaan baru. Oleh karena itu, sosialisasi dan praktik cuci tangan sesuai standar WHO harus dilakukan secara masif di pondok pesantren. Kegiatan ini diikuti oleh 60 santri yang didampingi oleh guru dan pengurus pondok pesantren. Dilakukan kegiatan pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan yang dimiliki. Hasilnya, terdapat peningkatan pengetahuan santri terkait materi yang diberikan yaitu pencegahan COVID-19 serta protokol kesehatan yang harus dilakukan.

Page 9 of 42 | Total Record : 419