cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
MODAL AWAL MENGEMBANGKAN WISATA DESA: PENGETAHUAN KESEJARAHAN, PERSEPSI, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA SITUS PETILASAN GADJAH MADA DI DESA LAMBANG KUNING Samidi M Baskoro; Sarkawi B Husain; Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.165-175

Abstract

The past is present today through cultural heritage (historical heritage sites), but some ordinary people do not know the importance of the value of these objects, as evidenced by the trade in fragments of artifacts. This action is driven by economic motives and has no knowledge of historical objects. The main problem is how to build knowledge and awareness of historical heritage objects? The answer to this problem can be the elements used as initial capital to develop village tourism. The main value of the development of village tourism is the creation of public spaces where people can relax and gather at leisure. The development of village tourism should not be driven by economic motives that are often echoed by various parties. The methods used to elaborate are observation, in-depth interviews to find collective memory, and counseling or workshops. The findings obtained from observations, interviews, and literature studies are the use of historical sites as a destination for village tourism must be supported by the prerequisites for development, namely the knowledge of local communities on the site will foster awareness of historical heritage, uniformity of perception about the function of the site not for religious purposes, and participation community in site preservation.abstrakMasa lalu adalah masa kini yang hadir melalui warisan budaya (situs peninggalan sejarah), tetapi sebagian masyarakat awam tidak mengetahui pentingnya nilai benda-benda ini, terbukti dari adanya perdagangan serpihan artefak. Tindakan ini didorong oleh motif ekonomi dan tidak memiliki pengetahuan pada benda-benda sejarah. Pokok permasalahan adalah bagaimana upaya membangun pengetahuan dan kesadaran pada benda-benda peninggalan sejarah? Jawaban persoalan ini dapat menjadi unsur-unsur yang digunakan sebagai modal awal mengembangkan wisata desa. Nilai pokok pengembangan wisata desa adalah penciptaan ruang publik tempat bersantai dan berkumpul bagi anggota masyarakat setempat pada waktu senggang. Pengembangan wisata desa tidak harus didorong oleh motif ekonomi yang seringkali digaungkan oleh berbagai pihak. Metode yang digunakan untuk menguraikan adalah observasi, wawancara mendalam untuk menemukan memori kolektif, dan penyuluhan atau workshop. Temuan yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi literatur adalah pemanfaatan situs sejarah sebagai destiasi wisata desa harus didukung oleh prasyarat pengembangan, yakni pengetahuan masyarakat lokal pada situs akan menumbuhkan kesadaran pada peninggalan sejarah, penyeragaman persepsi mengenai fungsi situs bukan untuk kepentingan religi, dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian situs.
PENGENTASAN SURABAYA BEBAS ODF DENGAN MEMBERIKAN PERCONTOHAN WC ANTI BAU DAN ANTI PENUH DI KELURAHAN JAGIR WONOKROMO Herry Agoes Hermadi; Sunaryo Hadi Warsito
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.53-61

Abstract

The aim of the 2019 KKN BBM Community Service Program is to overcome the problems found in the Surabaya Urban area Jagir Wonokromo, namely the low capacity of the people's economic income, low knowledge and understanding of environmental management, environmental hygiene, especially health, defecation, which deserves to be called ODF. (open defecation free) which only uses public toilets in a small closed channel this seems the same as ODF. The solution is for the residents to be able to overcome ODF problems. Training and mentoring are conducted by KKN students in how the methods and methods carried out in communities that have been developed are used for deodorizing and at the same time destroying human excrement as a biofermentor that will be inserted into septic tanks containing feces so that the process of crushing the stool quickly and immediately eliminating pungent odors and circulating septic tanks into groundwater and not polluting the environment. With the pilot of Anti-Odor and Anti-Fully WC in Jagir Wonokromo Kelurahan, it is expected that there will be a change in the low level of knowledge and understanding of environmental management and environmental cleanliness, especially the health of defecation methods that are worth mentioning as not yet ODF which only uses closed public lavatories. As a solution is the Citizens to be able to overcome the ODF problem by building a toilet independently later and will have a sense of shame and obedience to environmental cleanliness.AbstrakTujuan Program Pengabdian Masyarakat KKN BBM 2019 ini adalah untuk mengatasi masalah yang dijumpai di daerah Perkotaan Surabaya Kelurahan Jagir Wonokromo, yaitu rendahnya kapasitas pendapatan ekonomi warga, rendahnya akan pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan lingkungan kebersihan lingkungan terutama kesehatan cara buang air besar yang layak disebut belum ODF (open defecation free) yang hanya menggunakan wc umum secara tertutup kesaluran kecil hal ini nampaknya sama saja dengan ODF. Sebagai solusinya adalah Warga untuk dapat mengatasi masalah ODF. Dilakukan pelatihan dan pendampingan oleh mahaswiswa KKN bagamana cara dan metoda yang dilakukan di masyarakat yang sudah berkembang digunakkan penghilang bau dan sekaligus penghancur kotoran Manusia sebagai biofermentor yang akan dimasukkan kedalam septic tank yang berisi tinja agar terjadi proses penghancuran tinja secara cepat dan langsung menghilangkan bau yang menyengat dan mengalirkkan septik tank ke dalam air tanah dan tidak mencemari lingkungan. Dengan adanya percontohan WC Anti Bau Dan Anti Penuh Di Kelurahan Jagir Wonokromo di harapkan terjadi perubahan rendahnya akan pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan lingkungan k3ebersihan lingkungan terutama kesehatan cara buang air besar yang layak disebut belum ODF yang hanya menggunakan wc umum secara tertutup. Sebagai solusinya adalah Warga untuk dapat  mengatasi masalah odf dengan melakukan pembangunan wc secra mandiri kelak dan akan mempunyai rasa malu dan patuh terhadap kebersihan lingkungan.
BINA KELUARGA SETARA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA Nurul Hidayati
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.122-127

Abstract

Surabaya is one of the cities with the highest divorce rates in East Java. One of the efforts made is to conduct interventions to improve family resilience in Surabaya. Activities to improve family resilience are carried out through understanding eight family functions and the implementation of the eight family functions. The goal of the equal family development activity is to increase the role of family members in realizing a quality and equal family. Other goals in the long term can reduce divorce rates and increase family resilience, increase gender equality in the family, improve the role and function of husband and wife in the family, increase the roles of men and women in educating children, and implement children's rights in the family. Socially, family resilience must be built through increasing the capacity of family members. Family resilience is also closely related to the gender construction that develops in society. This article aims to understand how an equal family building program is an effort to improve family resilience in Surabaya families. abstrakKota Surabaya termasuk kota yang memiliki tingkat perceraian yang tertinggi di Jawa Timur. Salah satu upaya yang perlu dilakukan yakni mengadakan intervensi untuk meningkatkan ketahanan keluarga pada keluarga-keluarga di Surabaya. Kegiatan peningkatan ketahanan keluarga yang dilakukan yakni melalui pemahaman delapan fungsi keluarga, dan praktek implementasi kedelapan fungsi keluarga tersebut. Tujuan Kegiatan Bina Keluarga Setara adalah meningkatkan peran anggota keluarga dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan setara dalam relasi. Tujuan lain dalam jangka panjang dapat menurunkan angka perceraian dan meningkatkan ketahanan keluarga. Tujuan khusus yakni meningkatkan kesetaraan gender dalam keluarga, meningkatkan peran dan fungsi suami istri dalam keluarga, meningkatkan peran laki-laki dan perempuan dalam mendidik anak, dan menerapkan hak anak dalam keluarga. Secara sosial budaya ketahanan keluarga harus dibangun melalui peningkatan kapasistas anggota keluarga agar mampu melaksanakan peran dalam keluarga secara optimal. Ketahanan keluarga juga berkaitan erat dengan konstruksi gender yang berkembang dalam masyarakat. Secara ringkas, artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana program bina keluarga setara sebagai upaya meningkatkan ketahanan keluarga pada keluarga Surabaya.
PENDIDIKAN USIA DINI BERBASIS KESEHATAN UNTUK MENURUNKAN ANGKA KESAKITAN PADA BALITA DAN ANAK DI SURABAYA Ratih Damayanti; Neffrety Nilamsari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.152-159

Abstract

Clean and Healthy Life Behavior is important to be included in the material taught in kindergarten / KB schools which are elements of early childhood education (PAUD).  Because lessons that are implanted early on will make an impression and will always be done by children to adulthood. In addition, clean and healthy living behavior, as a preventive measure, can help reduce infant mortality due to infectious diseases, both water borne disease and food born disease. TK-KB and TPA Lasiyam and TK-KB Masyithah are representatives of two districts, namely Tambaksari District and Mulyorejo District for this community service program. The program aims to increase the knowledge of teachers and caregivers in these two schools in the hope that teachers and caregivers can teach clean and healthy living behavior to their students. The increase of knowledge for teachers and caregivers in PAUD will be important to help reduce the number of morbidity and the establishment of knowledge of health knowledge for students in kindergarten, family planning, TPA Lasiyam and TK & KB Masyithah.abstrakPerilaku Hidup Bersih dan Sehat penting untuk dimasukkan dalam materi yang diajarkan di sekolah TK / KB yang merupakan elemen pendidikan anak usia dini (PAUD). Karena pelajaran yang ditanamkan sejak dini akan membuat kesan dan akan selalu dilakukan oleh anak hingga dewasa. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat, sebagai tindakan pencegahan, dapat membantu mengurangi kematian bayi karena penyakit menular, baik penyakit yang terbawa air dan penyakit bawaan makanan. TK-KB dan TPA Lasiyam dan TK-KB Masyithah adalah perwakilan dari dua kabupaten, yaitu Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Mulyorejo untuk program layanan masyarakat ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para guru dan pengasuh di kedua sekolah ini dengan harapan bahwa para guru dan pengasuh dapat mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa mereka. Peningkatan pengetahuan untuk guru dan pengasuh di PAUD akan penting untuk membantu mengurangi angka morbiditas dan pembentukan pengetahuan kesehatan bagi siswa di taman kanak-kanak, keluarga berencana, TPA Lasiyam dan TK & KB Masyithah.
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PEMASARAN BAGI UMKM DI KECAMATAN KEDUNGPRING, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Maurisia Putri Permatasari1; Annysa Endriastuti
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.91-99

Abstract

This community service aims to give some solutions for marketing problems of UMKM in Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Partners face issues related to promotions, especially promotions through social media. Therefore, training about online marketing is given to partners. Partners are able to practice online marketing well, also improve online marketing techniques knowledge indicated by pre-test and post-test given by team.AbstrakPengabdian masyarakat melalui program PKM ini bertujuan untuk membantu memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi mitra, dalam hal ini persoalan pemasaran untuk menambah omzet UMKM di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Solusi yang ditawarkan dalam bentuk pelatihan pemasaran online melalui media sosial. Indikator keberhasilan dalam program ini adalah mitra yang dilatih mampu menjelaskan pemasaran online melalui media sosial dengan baik. Pelatihan terkait teknik-teknik berpromosi melalui media sosial juga akan dilakukan agar pengetahuan mitra semakin bertambah. Selain itu disediakan lembar kerja untuk memonitor aktivitas mitra dan mengukur efektivitas penyampaian materi dari tim kepada mitra. Luaran dari program ini adalah artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional atau prosiding.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SAYUR MELALUI PENERAPAN PERTANIAN SEHAT DI SENTRA PETANI SAYUR DESA BOKOR KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Aini, Nurul; Yamika, Wiwin Sumiya Dwi; Yurlisa, Kartika; Cholid, Fery Abdul; Amalia, Faizatul; Prasetyo, Joko
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.116-121

Abstract

The empowerment activity was motivated by excessive use of inorganic fertilizers, chemical pesticides and herbicides in the process of vegetable cultivation and other agricultural commodities in the vegetable center of Bokor Village. The high cost of labor for weed control causes farmers to overuse herbicides. On the long period, chemical residues can endanger consumer?s health. The objectives of this service are: 1) Increasing awareness of farmers to cultivate vegetables that are safe for consumption with the principles of healthy farming; 2) Reducing damage to agricultural ecosystems due to unhealthy agricultural practices. Mentoring activities are carried out during May-September 2018, with a target of 20 participants. The methods of activities that carried out was a survey and discussion of the implementation of healthy farming with the Bokor Village farmer group; comparative study on the Brenjonk Organic Community, Trawas, Mojokerto; then followed by mentoring vegetable cultivation using biological agents in the study plot. From the results of the mentoring activity, it can be concluded: 1. It has provided knowledge and skills to farmers to implement healthy farming, 2. It has been running quite effectively by looking at the results of evaluations that are in line with the achievement targets.abstrakKegiatan pemberdayaan dimotivasi oleh penggunaan berlebihan pupuk anorganik, pestisida kimia dan herbisida dalam proses budidaya sayuran dan komoditas pertanian lainnya di pusat sayur di Desa Bokor. Tingginya biaya tenaga kerja untuk pengendalian gulma menyebabkan petani terlalu sering menggunakan herbisida. Dalam jangka panjang, residu kimia dapat membahayakan kesehatan konsumen. Tujuan dari layanan ini adalah: 1) Meningkatkan kesadaran petani untuk menanam sayuran yang aman dikonsumsi dengan prinsip pertanian sehat; 2) Mengurangi kerusakan ekosistem pertanian karena praktik pertanian yang tidak sehat. Kegiatan pendampingan dilakukan selama Mei-September 2018, dengan target 20 peserta. Metode kegiatan yang dilakukan adalah survei dan diskusi pelaksanaan pertanian sehat dengan kelompok tani Desa Bokor; studi banding pada Komunitas Organik Brenjonk, Trawas, Mojokerto; kemudian dilanjutkan dengan pendampingan budidaya sayuran menggunakan agen biologi di plot studi. Dari hasil kegiatan pendampingan, dapat disimpulkan: 1) Telah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani untuk menerapkan pertanian sehat, 2) Telah berjalan cukup efektif dengan melihat hasil evaluasi yang sejalan dengan pencapaian target.
PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM MERESPON PERGESERAN KARATERISTIK KONSUMEN DI ERA DIGITAL Sutinah Sutinah; Bagong Suyanto; Ratna Aziz Prasetyo
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.202-207

Abstract

The growth of Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) is able to reduce unemployment and poverty in Indonesia MSMEs can create new jobs and create new work units that use new personnel, so as to support household income. Therefore, UMKM Managers and actors must keep up with technology, so that the marketing and product promotion concepts that are implemented are widespread and attractive among buyers both at the domestic, regional and international levels. strategic. Especially with the enactment of the ASEAN Economic Community (MEA), Indonesian UMKM increasingly have greater market access. This activity is intended to empower local UMKM actors in Tuban Regency. The participants in this empowerment activity were as many as 50 people and were carried out by lecturing, discussion, training and mentoring in product marketing using digital technology. As a result of the community service activities, participants were enthusiastic about the activities carried out and proposed concrete follow-up actions such as training and mentoring in marketing digital-based products.abstrakPertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. UMKM dapat menciptakan lapangan kerja baru dan unit-unit kerja baru menggunakan tenaga-tenaga baru, sehingga dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Karena itu, Para pengelola dan pelaku UMKM harus mengikuti perkembangan teknologi, sehingga konsep pemasaran dan promosi produk yang dilaksanakan tersebar luas dan menarik dikalangan pembeli baik domestik, regional maupun internasional. UMKM di era digital sebagai motor penggerak perekonomian Indonesia, maka menjadi sangat strategis. Apalagi dengan telah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), UMKM Indonesia semakin memiliki akses pasar yang lebih besar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberdayakan para pelaku UMKM lokal di Kabupaten Tuban. Peserta dalam kegiatan pemberdayaan ini sebanyak 50 orang dan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan dalam pemasaran produk menggunakan teknologi digital. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini peserta antusias dengan kegiatan yang dilakukan dan mengusulkan adanya tindak lanjut yang konkrit seperti pelatihan dan pendampingan dalam memasarkan produk berbasis digital.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN DENGUE PADA IBU SERTA DETEKSI DINI INFEKSI DENGUE PADA PASIEN DENGAN SUSPEK INFEKSI DENGUE DI TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Juniastuti Juniastuti; Lynda Rossyanti; Manik R Wahyunitisari; Achmad Ardianto; Rebekah J Setiabudi; Suhintam Pusarawati; Dewi Setyowati; Putri S Wulandari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.230-236

Abstract

Tulungagung Regency in East Java, is a Dengue endemic area, but the movement of 1 house 1 jumantik / larva monitor (Government program for controlling Dengue vectors), which involves every family in the inspection, monitoring and eradication of mosquito larvae, has not yet been implemented. The objectives of this community service activity are 1) increasing maternal knowledge about Dengue, 2) increasing maternal efforts in eradicating Aedes mosquito larvae (Dengue vectors) and 3) improving mother's skills in monitoring mosquito larvae in Karangrejo District; and 4) determine the proportion of early dengue infection at the Karangrejo Health Center. The method used is counseling, training and laboratory examinations (rapid test with the NS1 Dengue kit). This community service obtained the conclusion of counseling can increase the knowledge of dengue in mothers, counseling can increase maternal efforts in eradicating mosquito larvae, training to improve the skills of mothers in monitoring mosquito larvae, there are 10.8% of patients with symptoms of dengue infection who show positive NS1.abstrakKabupaten Tulungagung di Jawa Timur, merupakan daerah endemis Dengue, namun gerakan 1 rumah 1 jumantik/juru pemantau jentik (program Pemerintah untuk pengendalian vektor Dengue) yaitu yang melibatkan setiap keluarga dalam pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk, masih belum banyak diterapkan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 1) meningkatkan pengetahuan ibu tentang Dengue, 2) meningkatkan upaya ibu dalam memberantas tempat perindukan jentik nyamuk Aedes (vektor Dengue) dan 3) meningkatkan ketrampilan ibu dalam memantau jentik nyamuk di Kecamatan Karangrejo; serta 4) menentukan proporsi kejadian infeksi Dengue secara dini di Puskesmas Karangrejo. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pemeriksaan laboratorium (uji cepat dengan kit NS1 Dengue). Pengmas ini memperoleh simpulan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dengue pada ibu, penyuluhan dapat meningkatkan upaya ibu dalam memberantas tempat perindukan jentik nyamuk, pelatihan meningkatkan ketrampilan ibu dalam memantau jentik nyamuk, ada 10,8% pasien dengan gejala infeksi Dengue yang menunjukkan NS1 positif.
MEMACU SEMANGAT LANSIA MELALUI KEGIATAN BUDAYA SENI Sri Wiryanti Budi Utami; Tubiyono Tubiyono; Puji Karyanto
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.176-188

Abstract

Age does not limit someone to continue working, independent, knowledgeable, capable and creative. With cultural activities can motivate the elderly to continue to develop creative power, so that the elderly life the rest of their lives full of enthusiasm and happiness. Cultural activities through elderly meetings which are held once every 2 weeks are certainly very useful to support their mental-spiritual health and encourage staying active. The Community Partnership Program is focused on singing and creating art. Basically, the synergy between the community and the elderly continues to be active and happy for the rest of their lives, which needs to be supported by universities as a source of expertise in science, technology and art (IPTEKS) that will accelerate the implementation and implementation of activities, because the three are an inseparable part.abstrakUsia tidak membatasi seseorang untuk terus berkarya, mandiri, berilmu, cakap dan kreatif. Dengan kegiatan budaya dapat memotivasi lansia tetap mengembangkan daya kreatif , sehingga  para lansia menjalani sisa hidupnya penuh semangat dan bahagia. Kegiatan budaya melalui temu lansia yang diadakan setiap seminggu 2 sekali tentu sangat bermanfaat menunjang kesehatan mental-spiritual mereka dan menyemangati tetap aktif. Program Kemitraan Masyarakat ini di fokuskan pada kegiatan bernyanyi dan berkarya seni. Pada dasarnya sinergi antara masyarakat dan para lansia tetap beraktivitas dan bahagia dalam sisa hidupnya perlu didukung oleh Perguruan Tinggi sebagai penyedia sumber kepakaran ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) akan mempercepat pelaksanaan dan implementasi kegiatan, karena ketiganya merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI SMA RAPI MANADO Aswin Hermanus Mondolang
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.17-22

Abstract

A very urgent problem in Manado's RAPI High School is the management of school principals specifically covering: setting vision and mission, goals, work programs, and implementing school programs, carrying out supervision and monitoring, and evaluating work programs. The management of learning by teachers includes: the preparation of learning plans, the implementation and assessment of learning, and carrying out classroom action research. Through community service activities with the provision of technical management guidance to school principals and management of learning to teachers, it is expected to increase the ability of school principals and teachers. The Principal is able to compile the vision and mission of the school, compile or formulate school goals, compile school work programs and develop work programs for school principals. The teachers have also demonstrated the ability to carry out learning evaluations and are able to prepare CAR proposals. Through this activity it can be concluded that the activity participants can improve their management abilities, and the ability to manage learning in RAPI Manado High Schools.AbstrakPermasalahan yang sangat urgen pada SMA Rapi Manado adalah manajemen kepala sekolah secara spesifik meliputi: penetapan visi dan misi, tujuan, program kerja, dan pelaksanaan program sekolah, melaksanakan supervisi dan monitoring, dan mengevaluasi program kerja. Pengelolaan pembelajaran oleh guru meliputi: penyusunan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, serta melaksanakan penelitian tindakan kelas. Melalui kegiatan pengabdian dengan metode pemberian bimbingan teknis manajemen kepada kepala sekolah maupun pengelolaan pembelajaran kepada para guru maka diharapkan peningkatan kemampuan Kepala Sekolah dan Guru. Kepala Sekolah mampu menyusun visi dan misi sekolah, menyusun /merumuskan tujuan sekolah, menyusun program kerja sekolah dan menyusun program kerja kepala sekolah. Para guru juga telah memperlihatkan kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran serta mampu menyusun proposal PTK. Melalui Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa para peserta kegiatan (Kepala Sekolah dan guru-guru SMA Rapi Manado) dapat meningkatkan kemampuan manajemennya, dan kemampuan mengelola pembelajaran di SMA Rapi Manado.

Page 8 of 42 | Total Record : 419