cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
REBOISASI JALUR LINGKAR WILIS: SEBUAH USAHA MEMPERTAHANKAN DAERAH RESAPAN AIR DI KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR Wahyu Perdana; Muhammad Sururi; Fansurina Erdayanti; Vida Brilian; Amalia Ristanti; Devi Listiani; Gandul Atik Yuliani; Wiwin Retnowati
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.385-389

Abstract

Jalur Lingkar Wilis is a road which is connecting six cities in East Java Province, throughout Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Tulungagung, Trenggalek, and Kediri. This road was placed along the foothill of Wilis Mountain which is this location was part of a protected forest and located in Geger Village, Sendang Sub – District. Therefore, some parts of protected forests face deforestation as the consequence of the Jalur Lingkar Wilis construction. This deforestation made the total of trees in Wilis Mountain decrease to worried conditions and cause the water absorption area in Tulungagung also fall on decreation. According to this condition, it takes awareness from all of the stakeholders to maintain the water absorption area through reforestation. This activity is in collaboration between Universitas Airlangga students with Perhutani, KPHLS Sendang, and Tulungagung Society to prepare and execute this reforestation. By the reforestation 220 trees were planted along the Jalur Lingkar Wilis. The reforestation is expected to prevent the protected forest area in Wilis Mountain from environmental damage as the consequence of Jalur Lingkar Wilis construction and also protect the water availability in Tulungagung.abstrakJalur Lingkar Wilis adalah jalur yang menghubungkan enam kabupaten di Jawa Timur, mulai dari Kabupaten Nganjuk, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri. Jalur ini melewati daerah kaki Gunung Wilis yang merupakan daerah hutan lindung yang terletak di Desa Geger, Kecamatan Sendang. Hal ini membuat sebagian wilayah dari hutan lindung harus mengalami penggundulan sebagai konsekuensi dari pembangunan Jalur Lingkar Wilis. Sehingga pohon-pohon di sekitar Jalur Lingkar Wilis mengalami penurunan jumlah yang mengkhawatirkan. Permasalahan tersebut menyebabkan daerah resapan air di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan, sehingga diperlukan kesadaran semua pihak untuk mengembalikan dan mempertahankan daerah resapan air dengan cara reboisasi. Kegiatan ini merupakan kerjasama mahasiswa Universitas Airlangga dengan Perhutani, KPHLS Tulungagung, dan Tulungagung Society. Hasil dari kegiatan reboisasi ini tertanam sejumlah 220 bibit pohon pule, petai, nangka, dan alpukat di sepanjang Jalur Lingkar Wilis. Adanya kegiatan ini diharapkan wilayah hutan lindung kaki Gunung Wilis terhindar dari kerusakan akibat pembangunan Jalur Lingkar Wilis dan ketersediaan air di Kabupaten Tulungagung terus terjaga.
PELATIHAN PENYUSUNAN KONTEN PEMBELAJARAN DARING BAGI PETUGAS TAMAN BACA MASYARAKAT SURABAYA DI MASA PANDEMI COVID-19 Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.75-83

Abstract

Surabaya dideklarasikan sebagai kota literasi sejak 2014. Hal tersebut diwujudkan dengan didirikannya 1428 Taman Baca Masyarakat (TBM) di Surabaya mencapai 1428 TBM, dengan tenaga pendamping TBM mencapai 595 orang. Namun di masa pandemi Covid19 ini aktivitas pendidikan literasi di Surabaya berjalan tidak maksimal, untuk tidak dikatakan berhenti sama sekali. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, belum adanya sistem media pembelajaran daring serta belum terampilanya petugas Taman Baca Masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai ide penyusunan pembelajaran daring merupakan akar permasalahan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk, pertama, menginisiasi penyusunan konten pendidikan literasi berbasis pembelajaran daring (elearning). Kedua, menyelenggarakan program pelatihan penggunaan media pembelajaran daring untuk tenaga petugas Taman Baca Masyarakat di Surabaya.
PENINGKATAN SUMBER DAYA PANGAN ASAL HEWAN DI KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN KEDIRI Adiana Mutamsari Witaningrum; Dhandy Koesoemo Wardhana; Dian Ayu Permatasari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.243-250

Abstract

Food of animal origin is used for human consumption such as meat, milk, eggs and their derivatives. Food safety for food of animal origin is needed to prevent biological, chemical and physical contamination that can interfere of human health. One of the animal-based food businesses that are mostly managed in the Kandangan, Kediri is milk. Activities carried out in this community service program are counselling and demonstrations related to increasing food resources of animal origin in the area. The community was able to understand this extension activity on the importance of increasing food resources of animal origin and was able to participate in demonstrations of making yogurt. The results of the pre-test and post-test on public knowledge and awareness of the evaluation of the delivery that have been given show an increase from an average of 89.1 points to 100 points. This activity is able to increase the knowledge and skills of the local community on how to increase animal-based food resources in order to develop their business.Pangan asal hewan dimanfaatkan untuk konsumsi manusia yang berupa daging, susu, telur dan hasil turunannya. Keamanan pangan pada pangan asal hewan diperlukan untuk mencegah cemaran biologis, kimia dan fisik yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Salah satu usaha pangan asal hewan yang banyak dikelola di daerah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri yaitu susu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan dan demonstrasi terkait peningkatan sumber daya pangan asal hewan di Kecamatan, Kabupaten Kediri. Masyarakat mampu memahami kegiatan penyuluhan ini akan pentingnya peningkatan sumber daya pangan asal hewan dan mampu mengikuti demonstrasi pembuatan yoghurt. Hasil pre-test dan post-test pada pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan evaluasi dari penyampaian yang telah diberikan menunjukkan peningkatan dari rata-rata mendapatkan 89.1 poin menjadi 100 poin. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sekitar bagaimana cara meningkatkan sumber daya pangan asal hewan dalam rangka mengembangkan usahanya.
PREVENTION OF CHILDHOOD STUNTING PROBLEMS WITH THE MAYANG–WATI PROGRAM Linita Caesar Sasmita
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.140-150

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is being faced both nationally and globally. Stunting is a condition when a child being too short for his age or has a z–score of –2 SD (Standard Deviation). The impact of stunting can affect child development, cognitive abilities, and even cause mortality. The incidence of stunting is a priority problem that occurs in Mayangrejo Village, Kalitidu District, Bojonegoro Regency with a case prevalence of 21%. Community service activities carried out aim to provide recommendations for solutions in solving health problems that occur. The community service method is carried out sequentially starting from data collection activities, problem identification, problem priority determination, identification of the root causes of the problem, preparation of a Plan of Action (PoA), and implementation of interventions. Mayangrejo Berdaya Melawan Stunting (Mayang–Wati) Program is a recommended solution to solving stunting problems in Mayangrejo Village. The Mayang–Wati program consists of activities on Motivation of Pregnant Women, Seminars and Training on Making Weaning Food, Education on Reproductive Health, and Production of Health Information Media. Every activity in the Mayang–Wati program has different activity targets and can meet every success indicator set. The main objective of the Mayang–Wati program is to increase the knowledge and awareness of the residents of Mayangrejo Village towards the problem of stunting so that it can help reduce the prevalence of stunting. Suggestions from community service activities are that the Mayang–Wati program can be continued by village officials such as posyandu cadres and can become a proposal for activities for the Ponkesdes Mayangrejo. The sustainability of this program is important because it aims to create changes in the behavior of local villagers that cannot occur in a short time only during the implementation of community service.
TRIP TO BATU SECRET ZOO DAN PENGENDALIAN COVID-19 Adiana Mutamsari Witaningrum
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.1-8

Abstract

The beginning of 2020, a new disease outbreak, namely Covid-19, has attack several countries around the world. The spread of this virus is very fast with a high mortality rate. Prevention efforts have been made by government to urging the public to carry out all activities from home and carry out outside activities by obey the rule with health protocols, such as wearing masks, washing hands and social distancing. Changes in people's behavior are require being able to adapt to new habits. This condition makes people feel bored with less varied routines. The community actually wants a refreshing in the middle of their routine during in pandemic. However, various tourism businesses that provide entertainment to release the boredom of community have also a significant impact with the Covid-19 outbreak. The government has advice for the temporary closure of tourist attractions during the pandemic and prepare adequate infrastructure for implementing health protocols when tourist attractions are reopened. The government has been suggestion to tourism businesses who are ready to receive tourists during the pandemic. This community service hope that the community will be wise in making travel decisions during the pandemic.Keywords: Covid-19, Health Protocol, Prevention, Tourist AttractionabstrakPermulaan tahun 2020 muncul wabah penyakit baru yaitu Covid-19 yang melanda beberapa negara di seluruh dunia. Penyebaran virus ini sangat cepat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Upaya penanggulangan telah dilakukan oleh pemerintah dengan menghimbau masyarakat untuk melakukan segala aktivitas dari rumah dan apabila melakukan aktivitas di luar rumah dengan memenuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Perubahan perilaku masyarakat menuntut untuk dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru. Hal ini membuat masyarakat mengalami kejenuhan akan rutinitas yang kurang bervariasi. Masyarakat pun sebenarnya menginginkan adanya penyegaran di tengah rutinitas saat pandemi. Akan tetapi berbagai usaha wisata yang menyediakan hiburan untuk melepaskan kejenuhan yang dialami oleh masyarakat juga mengalami dampak yang signifikan dengan adanya wabah Covid-19 ini. Pemerintah menghimbau penutupan sementara tempat wisata selama pandemi dan mempersiapkan sarana prasarana yang memadai untuk penerapan protokol kesehatan saat tempat wisata dibuka kembali nantinya. Himbauan pemerintah telah dijalankan oleh pelaku usaha wisata yang siap menerima wisatawan saat pandemi. Dengan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat bijak dalam mengambil keputusan berwisata pada saat pandemi berlangsung.Kata Kunci: Covid-19, Pengendalian, Protokol Kesehatan, Tempat Wisata
IMPLEMENTASI SOSIALISASI COVID-19 DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN DI KOTA JAKARTA Rafi Ramadhani Elgaputra; Evan Yoga Adhi Sakti; Dahayu Bethari Widyandri; Alifia Riza Azhari; Claudia Renatta; Kirania Rainasya; Kiagus Sulthan Madani; Sabhinaya Vanyaska Gitawangi; Faradita Faradita; Shabrina Aulia Pradyanti; Sri Musta’ina
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.423-433

Abstract

In carrying out the 62nd Kuliah Kerja Nyata (KKN) of Universitas Airlangga, group 270 raised the theme 'Socialization of COVID-19 in an Effort to Increase Public Awareness of Health Protocols' with a target of 500 active users of Instagram social media and the people of Cempaka Putih Barat Village, Cempaka Putih District. , Central Jakarta. The 270 group chose Instagram because it is a trend in a society where the majority use Instagram as a media to search and find all information. Meanwhile, Cempaka Putih Subdistrict was chosen as the target because the sub-district ranks fifth in the red zone in Jakarta.There are 4 activities that we do online and one activity offline. Online activities include group discussions recorded through online meeting platforms and short videos related to things that need to be done and prepared for activities outside the home in the New Normal era. Then, we also recorded online discussions in collaboration with the Team of Medical Doctors, Faculty of Medicine, Airlangga University, Surabaya.abstrakDalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ke-62 Universitas Airlangga, kelompok 270 mengangkat tema ‘Sosialisasi COVID-19 dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan’ dengan sasaran 500 pengguna aktif media sosial Instagram dan masyarakat Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kelompok 270 memilih  Instagram  karena menjadi trend dalam masyarakat yang mayoritas menggunakan Instagram sebagai media untuk mencari dan menemukan segala informasi. Sedangkan pemilihan Kecamatan Cempaka Putih sebagai sasaran karena seperti yang disebutkan sebelumnya, kecamatan tersebut menempati urutan kelima zona merah di Jakarta. Terdapat 4 kegiatan  yang kami lakukan secara daring dan satu kegiatan secara luring. Kegiatan daring berupa diskusi kelompok yang direkam melalui platform meeting online dan video singkat terkait hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan untuk beraktivitas di luar rumah pada era New Normal. Kemudian, kami juga melakukan rekaman diskusi daring berkolaborasi dengan Tim Dokter  Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
IMPLEMENTASI PROGRAM SOSIALISASI PENGOLAHAN DAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN IKAN AIR TAWAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TERHADAP PEREKONOMIAN DI DESA TAPEN KECAMATAN TAPEN KABUPATEN BONDOWOSO Ratna Ayu Ningrum; Kurnia Nisa Kinasih; Daiva Ilyaning Asrin; Andini Avita Ayu; Erina Devi Yuniara Sari; Nur Mariam Kusuma; Jasmina Vidi Quamilla; M. Gandul Atik Yuliani
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.158-166

Abstract

The freshwater fishery sector is one of the potentials possessed by the village of Tapen due to its location near the river and the Sampean Baru dam, which is the largest river in Bondowoso Regency. However, the income of the people with the livelihood of freshwater fish fishermen in Tapen Village is not optimal because the community does not understand how to process and market processed freshwater fish products in order to increase the selling value of fish. Efforts to increase community income through the fisheries sector carried out by the 60 KKN BBM Uniar period eke-63 are socialization of processing and marketing of processed freshwater fish products. The activity was carried out with a presentation method regarding the processing and marketing of processed freshwater fish products as well as a demonstration on the process of making processed freshwater fish products in the form of catfish dumplings and tilapia nuggets. The socialization participants were PKK women, village cadres, fishermen's wives, and prospective entrepreneurs from the village of Tapen. In addition, the socialization regarding the marketing of processed freshwater fish products was also carried out using the online method using the Whatsapp group media.AbstrakSektor perikanan air tawar merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh desa Tapen disebabkan letaknya yang berada di dekat sungai dan bendungan Sampean Baru yang merupakan sungai terbesar yang berada di Kabupaten Bondowoso. Namun, pendapatan masyarakat dengan mata pencaharian nelayan ikan air tawar di Desa Tapen belum maksimal karena masyarakat kurang memahami cara mengolah dan memasarkan produk olahan ikan air tawar guna meningkatkan nilai jual ikan. Upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor perikanan yang dilakukan oleh kelompok 60 KKN BBM Uniar periode ke-63 adalah dengan Sosialisasi Pengolahan dan  Pemasaran Produk Olahan Ikan  Air  Tawar.  Kegiatan yang dilakukan dengan metode presentasi mengenai pengolahan dan pemasaran produk olahan ikan air tawar serta demonstrasi mengenai proses pembuatan produk olahan ikan air tawar yang berupa siomay ikan lele dan nugget ikan nila. Peserta sosialisasi adalah ibu-ibu PKK, kader desa, istri nelayan, serta calon pengusaha yang berasal dari desa Tapen. Selain itu sosialisasi mengenai pemasaran produk olahan ikan air tawar juga dilakukan dengan metode daring menggunakan media grup Whatsapp.
Penyuluhan Memanfaatkan Kombinasi Probiotik dan Empon-Empon sebagai Imunostimulan Selama Pandemi Covid-19 Iwan Sahrial Hamid; Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.282-290

Abstract

Penyebaran pandemi virus corona dari penyakit COVID-19 kian masif. Hingga kini, kasus terkonfirmasi di Indonesia sudah melebihi angka 100.000, dengan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 8.9%. Selain itu, terdapat 50 dari 100 kabupaten/kota yang memiliki risiko penyebaran tertinggi dengan 49 persen. Beberapa di antara 50 kabupaten/kota itu berada di Pulau Jawa. Empon-empon bukan hanya berfungsi untuk mengobati penyakit. Namun empon-empon juga berfungsi untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Di tengah maraknya wabah corona, kita perlu untuk menjaga daya tahan tubuh. Empon-empon biasa terdapat kunyit, jahe, lengkuas, temulawak, kencur, dan lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran civitas akademika Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan penyuluhan, praktik mandiri, dan pembagian probiotik kombinasi empon-empon. Hasil yang didapatkan dari evaluasi pre dan post test terdapat peningkatan afektif dari 20% menjadi 60%, kognitif dari 28% menjadi 75%, dan psikomotor dari 8% menjadi 80%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEAHLIAN DIAGNOSIS MIKROSKOPIS BTA PETUGAS LABORATORIUM DI SORONG PADA ERA PANDEMI COVID-19 Rebekah J Setiabudi; Ni Made Mertaniasih; Manik Retno Wahyunitisari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i1.2021.111-115

Abstract

ABSTRAKPenyakit Tuberkulosis (TB) Paru merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas penting di dunia. Indonesia masih merupakan salah satu negara yang mempunyai beban TB yang terbesar diantara 5 negara yaitu: India, China, Nigeria dan Pakistan. Kota dan Kabupaten Sorong merupakan salah satu daerah di Propinsi Papua Barat dimana TB masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan. Pemeriksaan mikroskopis TB dengan metode Ziehl Neelsen, menurut WHO, masih merupakan sarana diagnostik yang sensitif, spesifik, praktis, dan juga murah. Belum terstandardisasinya kinerja petugas laboratorium TB juga menjadi kendala tersendiri dalam diagnosis TB dengan metode Ziehl Neelsen. Munculnya pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, membuat berbagai kegiatan menjadi tertunda. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini terpaksa dilakukan dalam bentuk “workshop online”. Dalam meningkatkan pengetahuan digunakan aplikasi zoom untuk kuliah penyegaran, memberikan informasi terbaru terkait TB di Indonesia dan pengetahuan tambahan lainnya. Sedangkan dalam meningkatkan keahlian dilakukan praktek pembuatan sediaan mikroskopis TB dan latihan pembacaan sediaan mikroskopis TB yang dilaksanakan secara offline di laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit JP Wanane, yang dimonitor dan dibimbing oleh Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik yang bertugas di sana. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Airlangga ini, diharapkan dapat membangkitkan lagi semangat, melakukan penyegaran serta menambah pengetahuan dan ketrampilan bagi tenaga kesehatan di daerah untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik sehingga Program Pengendalian Infeksi Tuberkulosis dapat kembali berjalan sebagaimana seharusnya. Kata kunci : tuberkulosis, pemeriksaan mikroskopis, sorong, pandemi Covid-19 ABSTRACTPulmonary Tuberculosis (TB) is one of the most important causes of morbidity and mortality in the world. Indonesia is still one of the countries with the largest burden of TB among 5 countries, namely: India, China, Nigeria and Pakistan. Sorong City is one of the areas in Western Papua, Indonesia, where TB is still a health problem. According to WHO, microscopic examination of TB by the Ziehl Neelsen method is still a sensitive, specific, practical, and inexpensive diagnostic tool. The unstandardized performance of TB laboratory personnel has also become an obstacle in itself in diagnosing TB with the Ziehl Neelsen method. The emergence of the Covid-19 pandemic has delayed various activities. Community Service Activities in the midst of the Covid-19 pandemic had to be carried out in the form of an "online workshop". In increasing knowledge, the zoom application is used for refresher lectures, providing the latest information related to TB in Indonesia and other additional knowledge. Meanwhile, in increasing expertise, the practice of making TB microscopic preparations and reading exercises for TB microscopic preparations was carried out offline in the Microbiology laboratory of the JP Wanane Hospital, which was monitored and guided by the Clinical Microbiology Specialist who served there. Through this Community Service activity carried out by Airlangga University, it is hoped that it can revive enthusiasm, refresh and increase knowledge and skills for health workers in the regions to be able to carry out their duties properly so that the Tuberculosis Infection Control Program can resume running as it should.Keyword : tuberculosis, microscopic examination, Sorong, Covid-19 pandemic
OPTIMALISASI PEMANFAATAN MARKETPLACE SEBAGAI SARANA BELANJA DAN BERJUALAN ONLINE PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DI PERDESAAN Shochrul Rohmatul Ajija; Okta Sindhu Hartadinata; Chorry Sulistyowati
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.346-355

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic that is hitting Indonesia nowadays changes people’s habits. Community mobility was limited made people chose to do their activities by virtual meeting. One of the changings is online buying and selling and online transaction. Rural communities also affected by the pandemic, but unfortunately the group of housewives in Kedungsari Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency still didn’t have good knowledge about online shopping and didn’t have the ability to use the marketplace as a media for selling. Whereas Kemlagi District has enormous economic potential. Based in this phenomenon, people of Kedungsari Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency need education about the importance of knowledge about online shopping, and the use of marketplaces as a practical and easy media for online selling to improve their household welfare. The achievement of this community service is that housewives able to create an email account and marketplace account, housewives able to do transaction and how to take products photos, as well as selecting and choosing the Agraprana ambassador as online shopping ambassador. The ambassador has responsibilities to be the consultant for the group of housewives. By participating this training, the housewives can create their own business to increase their household income.Keywords: Marketplace, Housewives, Online Shopping, Online SellingAbstrakPandemik COVID-19 yang melanda Indonesia dewasa ini, menyebabkan berubahnya kebiasaan masyarakat. Terbatasnya ruang gerak masyarakat menyebabkan masyarakat memilih melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan secara tatap muka secara langsung menjadi virtual meeting. Salah satu kebiasaan masyarakat yang berubah adalah kegiatan jual beli dan transaksi yang dilakukan secara online. Masyarakat pedesaan juga turut merasakan dampak tersebut, namun pada kelompok ibu rumah tangga di Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ditemukan bahwa mereka masih belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai belanja secara daring dan belum memiliki kemampuan dalam memanfaatkan marketplace sebagai media penjualan. Padahal Kecamatan kemlagi memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan fenomena tersebut, masyarakat Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto memerlukan edukasi mengenai pentingnya pengetahuan mengenai belanja online, dan pemanfaatan marketplace sebagai media berjualan online yang praktis dan mudah, guna meningkatkan kesejahteraan dalam rumah tangga. Pencapaian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para ibu rumah tangga mampu membuat akun e-mail, akun marketplace, cara bertransaksi, dan cara mengambil foto produk, serta pemilihan duta Agraprana sebagai duta belanja online untuk menjadi wadah bertanya bagi ibu-ibu yang lain. Dengan mengikuti pelatihan ini ibu-ibu rumah tangga dapat menciptakan bisnis mereka sendiri untuk menambah pemasukan rumah tangga.Kata Kunci: Marketplace, Ibu Rumah Tangga, Belanja Online, Berjualan Online.