cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMASARAN DARING EFEKTIF, STRATEGI BANGKITKAN KEMBALI PEREKONOMIAN PAGUYUBAN UMKM BATIK JETIS SIDOARJO Yanuar Nugroho; Maurisia Putri Permatasari; Izmi Dwira Eriani
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.442-449

Abstract

AbstractKampoeng Batik Jetis Sidoarjo has existed since 1,675 with the character of Sidoarjo's traditional hand-drawn batik which until now has been well preserved. It is named Kampoeng Batik Tulis because the majority of residents of Jetis sub-district, Sidoarjo sub-district are batik makers. During the economic crisis of the COVID-19, the efforts of SMEs in the Jetis Batik Community in developing business are not easy. Limited capital and uncertain market share are difficult problems for SMEs to deal with. The ability to manage the finances of SMEs business is very necessary for business performance and business continuity to anticipate the impact of the economic crisis. In addition, the SMEs of the Jetis Batik Community have always relied on outlet stores to market their products, resulting in a drastic drop in turnover due to social restrictions. This program is prepared to meet the need for increasing scientific knowledge and expertise that can support business continuity, especially SMEs, as well as increasing productivity and business profits that are run in the long term. This activity program will present professional speakers in related fields using knowledge sharing methods through lecture techniques, discussions, and mentoring practices in making management systems for operating business accounting records, business financial management, and marketing techniques for SMEs products. The target participants for this training are members of the UMKM of Batik Jetis, Sidoarjo Regency, who need special handling so that they can immediately rise from adversity, especially due to the impact of the Covid-19 pandemic economic crisis. This program is carried out in the form of training and mentoring activities for a total period of 6 months. There are several outcomes result from this activity, including increasing knowledge and insight in the field of operational management of business accounting records; increasing knowledge and insight in the field of business financial management; increasing ability and insight in the field of creative ideas in marketing SMEs products; increasing knowledge and insight in the field of online marketing techniques for SME products; increasing knowledge in the field of entrepreneurship; and improving the skills of members of the UMKM  Batik Jetis.Keywords: Crisis, Economic, financial, MarketingAbstrakKampoeng Batik Jetis Sidoarjo telah eksis sejak tahun 1.675 dengan karakter batik tulis tradisional Sidoarjo yang hingga kini terpelihara dengan baik. Dinamakan Kampoeng Batik Tulis karena mayoritas warga kelurahan Jetis Kecamatan Sidoarjo adalah pembatik. Di masa krisis ekonomi pandemi covid-19 seperti sekarang ini upaya UMKM di Paguyuban Batik Jetis dalam pengembangan usaha tidaklah mudah. Keterbatasan modal dan pangsa pasar yang tidak menentu menjadi masalah yang sulit dihadapi oleh UMKM. Kemampuan mengelola keuangan pelaku usaha UMKM sangat diperlukan untuk kinerja usaha dan keberlangsungan usaha untuk mengantisipasi dampak krisis ekonomi. Ditambah lagi para pelaku UMKM Paguyuban Batik Jetis selama ini selalu mengandalkan toko outlet untuk memasarkan produk menjadikan omzet menjadi turun drastis akibat pembatasan sosial. Program ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan akan peningkatan wawasan keilmuan dan keahlian yang dapat mendukung keberlangsungan usaha, terutama UMKM, serta peningkatan produktivitas dan keuntungan usaha yang dijalankan dalam jangka panjang. Program kegiatan ini akan menghadirkan pembicara-pembicara yang profesional di bidang terkait dengan menggunakan metode sharing knowledge melalui teknik ceramah, diskusi, dan praktik pendampingan pembuatan sistem manajemen pengelolaan operasional pencatatan akuntansi usaha, pengelolaan keuangan usaha, dan teknik pemasaran produk UMKM. Target peserta pelatihan ini adalah anggota UMKM Paguyuban Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo, yang membutuhkan penanganan khusus agar dapat segera bangkit dari keterpurukan khususnya akibat dampak krisis ekonomi pandemi Covid-19. Program ini dilakukan dalam bentuk kegiatan pelatihan dan pendampingan selama kurun waktu total 6 bulan. Adapun beberapa luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini, antara lain peningkatan pengetahuan dan wawasan di bidang pengelolaan operasional pencatatan akuntansi usaha; peningkatan pengetahuan dan wawasan di bidang pengelolaan keuangan usaha; peningkatan kemampuan dan wawasan di bidang ide kreatif dalam memasarkan produk UMKM; peningkatan pengetahuan dan wawasan di bidang teknik pemasaran produk UMKM secara daring; peningkatan pengetahuan dan wawasan di bidang kewirausahaan; dan peningkatan keterampilan anggota UMKM Paguyuban Batik Jetis.Kata Kunci: Krisis, Ekonomi, Keuangan, Pemasaran
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN UNTUK ANAK DENGAN BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA RUNGU DAN WICARA DI SLB B DI ERA PANDEMI Puguh Setyo Nugroho; Nyilo Purnami; Rosa Falerina; Rizka Fathoni Perdana; Yoga Rahmadiyanto; Chriscelia Valery So
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.364-371

Abstract

AbstractA child with a hearing and speech impairment has the same right to education as all children. An equal access to education as an investment to their future. The Acceleration of Digitization and restrictions on activities that occurred during the pandemic and the fourth industrial revolution have led to a challenge of education process, especially for hearing and speech impairments students. This cross-sectional study aims to discover the quality of education and evaluate the knowledge gained from participating in an educational course by giving pre-test and post-test questionnaire. A polling method was conducted to assess the participants' attitudes and psychomotor. This study was attended by 627 respondents including SLB B teachers 267 respondents (43%), parents of students 191 respondents (30%) and the public 169 respondents (27%).  The average pre-test score was 47,67 (+15,69) and the post-test average was 80,67 (+22,73). A mean difference between pretest and post-test score was significant at p < 0.0001. The principles of the education for a child with a hearing and speech impairment is to building children's independence by 293 respondents (23%), using innovative methods of teaching 143 respondents (20%) and increase the utilization of educational facilities and infrastructure 64 respondents (10%).  The strategies to teach a child with a hearing and speech impairment is using innovative methods, starting with understand the children’s character and needs. One of the keys to a successful academic experience for children with disabilities is a productive and supportive relationship between parents and teachers.Keywords : Hearing impairment, speech impairment, educational, independence AbstrakAnak dengan tuna rungu dan wicara memiliki hak dasar. Salah satu hak dasar adalah mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas untuk  memberikan bekal untuk kehidupan masa depan.  Pandemi, revolusi industri 4.0 terjadi percepatan digitalisasi informasi yang terjadi dan pembatasan fisik menjadi tantangan terhadap proses pendidikan untuk anak tuna rungu dan wicara. Studi cross sectional untuk menilai kualitas dan upaya peningkatan kualitas pendidikan dilaksanakan dengan seminar pendidikan dan dilakukan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah kegiatan untuk menilai peningkatan pengetahuan. Survei jajak pendapat dilakukan untuk menilai sikap dan psikomotor peserta. Studi ini diikuti oleh 627 responden meliputi guru SLB B 267 orang (43 %), orang tua anak didik191 orang (30 %) dan masyarakat umum 169 orang (27 %). Aspek pengetahuan didapatkan hasil pre test 47,67 (+15,69). Hasil rata rata post test 80,67 (+22,73). Perbandingan hasil pre test dan post test  didapatkan hasil yang berbeda signifikan (p<0,0001) sehingga didapatkan peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan. Sedangkan fokus pendidikan untuk anak tuna rungu dan wicara adalah menumbuhkan kemandirian anak di masa depan 293 orang (47 %), inovasi metode pembelajaran 143 orang (23 %), 127 orang (20 %) dan Penguatan sarana dan prasarana pembelajaran 64 orang (10 %). Perlu inovasi dalam metode pendidikan untuk anak tuna rungu dan tuna wicara. Inovasi dimulai dengan memahami karakter dan kebutuhan anak tuna rungu dan wicara. Kolaborasi antara segenap elemen orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan untuk anak tuna rungu dan tuna wicara yang bertujuan untuk kemandirian dan bekal di masa depanKata kunci : Tuna rungu dan tuna wicara, pendidikan, kemandirian 
PELATIHAN DAN PENYULUHAN MANFAAT CIPLUKAN BAGI KESEHATAN DAN BUDIDAYANYA DI KECAMATAN SUMBERWRINGIN DAN KECAMATAN MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO Tuti Kusumaningsih; Rini Devijanti Ridwan; Sidarningsih Sidarningsih
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.292-301

Abstract

AbstractCiplukan is a wild plant with the Latin name Physalis angulata L which grows a lot in rice fields and community gardens. Ciplukan plants that grow wild everywhere, at first glance it seems that there is no price, even though besides being rich in benefits, the price of ciplukan fruit is quite fantastic Rp. 100.000,-/kg. Bondowoso has 23 sub-districts, including Maesan and Sumberwringin sub-districts. Currently, there are many youth communities emerging in the two sub-districts, including the MPK 8320 and FPS communities. The activities of the two communities include hydroponic training, plant nurseries, economic development, etc. For this reason, the Community Service Team of the Faculty of Dentistry, Universitas Airlangga designed an activity to combine the existing problems in community groups, namely the lack of knowledge or information about the benefits to health, economic value, and cultivation of ciplukan plants. The existence of this problem causes community members not to have the courage to cultivate ciplukan plants, the low level of income from community members makes it difficult to find sources of funds to cultivate ciplukan plants. The purpose of this activity is to increase knowledge and skills about the health benefits and cultivation of ciplukan which will have an impact on improving the economy. The solutions offered are 1. Providing counseling and promoting ciplukan as a toga plant and its health benefits. 2. As an initial stage, distributing ciplukan plants to the community around the community 3. Providing counseling about ciplukan cultivation. This activity received a very good response from the community around the community in particular and the Bondowoso community in general, even community members have hopes and aspirations for ciplukan fruit to become the "Icon" of Bondowoso city.Keywords : tanaman ciplukan, komunitas FPS, komunitas MPK 8320AbstrakCiplukan merupakan tanaman liar yang bernama latin Physalis angulata L yang banyak tumbuh diarea persawahan dan kebun warga. Tanaman ciplukan yang tumbuh liar, sepintas terlihat tidak ada harganya, padahal selain kaya manfaat kini harga buah ciplukan cukup fantastis Rp.100.000,-/kg. Bondowoso mempunyai 23 kecamatan, diantaranya adalah kecamatan Maesan dan Sumberwringin. Saat ini banyak sekali bermunculan komunitas anak muda yang berada di dua kecamatan tersebut, diantaranya adalah komunitas MPK 8320 dan FPS. Kegiatan dari kedua komunitas tersebut  antara lain pelatihan hidroponik, pembibitan tanaman, pengembangan perekonomian dll. Untuk itu Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga merancang kegiatan  menggabungkan adanya permasalahan yang ada pada kelompok komunitas yaitu kurangnya pengetahuan atau informasi tentang manfaat terhadap kesehatan, nilai ekonomis dan budidaya tanaman ciplukan. Adanya permasalahan ini yang menyebabkan anggota komunitas tidak punya keberanian untuk  membudidayakan tanaman ciplukan, rendahnya tingkat penghasilan dari anggota komunitas sehingga kesulitan mencari sumber dana untuk membudidayakan tanaman ciplukan. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang manfaat kesehatan dan budidaya ciplukan yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi. Solusi yang ditawarkan yaitu 1.Memberikan penyuluhan dan mempromosikan ciplukan sebagai tanaman toga dan manfaatnya terhadap kesehatan.2.Sebagai tahap awal membagikan tanaman ciplukan kepada masyarakat di sekitar komunitas 3.Memberikan penyuluhan tentang budidaya ciplukan. Kegiatan ini mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat di sekitar komunitas khususnya dan masyarakat Bondowoso pada umumnya, bahkan anggota komunitas mempunyai harapan dan cita-cita agar buah ciplukan menjadi ICON  kota Bondowoso.Kata kunci : ciplukan, komunitas FPS, komunitas MPK 8320
EDUKASI SAINS TEKNOLOGI “PERAN NANOTEKNOLOGI DALAM KEHIDUPAN” MELALUI BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK ANAK USIA DINI DI INDONESIA Mochamad Lutfi Firmansyah; Intan Nurul Rizki; Arief Cahyo Wibowo; Ilma Amalina; Prastika Krisma Jiwanti; Tahta Amrillah; Dhurriah Zain; Septian Nafiatul Khasanah; Rani Naomi Panjaitan; Fadjar Mulya; Retno Sari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.481-488

Abstract

AbstractScientific literacy is the main key to face challenges in the 21st century to solve problems in everyday life such as water and food, energy, disease, and climate change. Lack of understanding of 'what is nano', the foundation of various disciplines, widely used jargons, and various scientific terms that are difficult to understand, make nanotechnology difficult to be accepted by the wider community. However, this can be overcome by simplifying these complex concepts and presenting them in an interesting way. Media such as story books, infographic posters, interactive videos can be used to explain complex concepts in a simple form. Abroad, there are many story books that raise the concept of nanotechnology and present it in a simple and interesting way. Therefore, the form of picture story books for early childhood and elementary schools can be an effective delivery medium for the concept of nanotechnology.Keywords: education, early children, role of nanotechnology, story books AbstrakLiterasi sains merupakan kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan pada abad 21 untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari seperti air dan makanan, energi, penyakit, dan perubahan iklim. Hal ini juga berdampak terhadap kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap teknologi yang berkembang saat ini, salah satunya nanoteknologi. Kurangnya pemahaman tentang ‘apa itu nano’, fondasi dari macam-macam disiplin ilmu, jargon-jargon yang banyak dipergunakan, dan berbagai istilah ilmiah yang sulit dipahami, menyebabkan nanoteknologi sulit diterima oleh masyarakat luas. Namun, hal ini bisa diatasi dengan penyederhanaan konsep-konsep rumit ini dan menyajikannya dengan cara yang menarik. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh bidang ilmu lain. Media seperti, buku cerita, poster infografis, video interaktif dapat digunakan untuk menjelaskan konsep rumit dalam bentuk yang sederhana. Di luar negeri sudah banyak buku cerita yang mengangkat konsep nanoteknologi dan menyajikannya secara sederhana dan menarik. Oleh karena itu, bentuk buku cerita bergambar untuk anak usia dini dan sekolah dasar dapat menjadi media penyampaian yang efektif untuk konsep nanoteknologi.Kata kunci: anak usia dini, buku cerita, peran nanoteknologi, pendidikan
OPTIMALISASI PERAN GURU DAN SANTRI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP SEHAT TERKAIT COVID-19 Lucky Prasetiowati; Maftuchah Rochmanti; Dewi Ratna Sari; Dimas Bathoro Bagus Pamungkas; Maya Rahmayanti
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.409-417

Abstract

AbstractCorona Virus Disease (COVID-19) is a global health problem because it has spread in more than 200 countries in the world, including Indonesia. COVID-19 is caused by the SARS-CoV-2 virus which is transmitted via droplets from infected people. The implementation of optimal health protocols is considered as one of the effective way to break the chain of COVID-19 transmission in Indonesia. Currently, Islamic boarding schools are starting to return their activities by implementing health protocols in the midst of the COVID-19 pandemic. In addition, healthy lifestyle behaviors such as physical activity and balanced nutritional intake related to body immunity are also important in preventing COVID 19. Information on this is still limited, including for boarding school residents as an effort to prevent COVID 19. Teachers and students as an active components in Islamic boarding schools have a big role in preventing the risk of COVID-19 transmission. The purpose of this community service activity is optimize the role of teachers and students in increasing knowledge of healthy lifestyles and immunity related to COVID-19. The method used is online health education and training on making e-posters to teachers. Then there is a transfer of knowledge from teachers to students regarding the material provided is followed by offline discussions. Students were asked to make health promotion media or e-posters for the public and competed. The results of the e-posters competition were disseminated to the pesantren environment. Pre-test and post-test activities were carried out to assess teacher knowledge before and after receiving health education. As a result, there is an increase in knowledge and changes in teacher behavior related to the material provided, namely health protocols, healthy living behavior, balanced nutritional intake and physical activity.Keywords: COVID-19, Islamic boarding school, healthy lifestyle, public health, teacher training.AbstrakCorona Virus Disease (COVID-19) merupakan salah satu masalah kesehatan global karena telah menyebar di lebih dari 200 negara di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menular via droplet individu yang terinfeksi. Penerapan protokol kesehatan yang optimal dianggap sebagai salah satu cara efektif memutus rantai penularan COVID-19 di Indonesia. Saat ini pondok pesantren mulai beraktivitas kembali dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID 19. Selain itu perilaku hidup sehat seperti aktivitas fisik dan asupan gizi seimbang yang terkait dengan imunitas tubuh juga penting dalam pencegahan COVID 19. Informasi mengenai hal ini masih terbatas termasuk juga untuk warga pesantren sebagai upaya pencegahan COVID 19. Guru dan santri sebagai komponen aktif di pesantren memiliki peranan besar dalam mencegah risiko penularan COVID-19.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan mengoptimalisasi peran guru dan santri dalam meningkatkan pengetahuan pola hidup sehat dan imunitas terkait COVID-19 melalui. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dan pelatihan pembuatan e-poster kepada guru secara daring. Kemudian dilakukan transfer of knowledgedari guru ke santri mengenai materi yang diberikan diikuti diskusi secara luring. Santri diminta untuk membuat media promosi kesehatan berupa e-poster untuk masyarakat awam dan dikompetisikan serta hasil e-poster di diseminasi ke lingkungan pesantren. Dilakukan kegiatan pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan guru sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan. Hasilnya, terdapat peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku guru terkait materi yang diberikan yaitu protokol kesehatan, perilaku hidup sehat, asupan gizi seimbang dan aktivitas fisik.Kata Kunci: COVID-19, pesantren, gaya hidup sehat, kesehatan masyarakat, pelatihan guru.
PELATIHAN SUSU PASTEURISASI, YOGHURT DAN CARA PENGEMASANNYA DALAM PENINGKATKAN PENDAPATAN PANTI ASUHAN HIMATUN AYAT Sri Hidanah; Emy Koestanti Sabdoningrum; Anam Al-Arif
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.382-389

Abstract

AbstractHimmatun Ayat was an orphanage located on Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, East Java which aimed to build public awareness of orphans, poor people, and neglected children in achieving their goals for a better future. The problems faced by the Himmatun Ayat orphanage during the COVID-19 pandemic were the decline in turnover and market saturation for their products. The solution was to evoke entrepreneurship development during the pandemic with innovation and technology by providing training on the manufacture of various flavors pasteurized milk, yogurt, and packaging methods to increase the economic value of the product so it could increase the income of the Himmatun Ayat Orphanage. The implementation of this activity was carried out by three methods: 1. Counseling, 2. Training, and 3. Monitoring and evaluation. The result obtained from this community service was all participants displayed the results of pasteurized milk and yogurt products as well as good packaging according to what was conveyed. The successful application of technology through community service could increase the income and welfare of the Himmatun Ayat Orphanage.Keywords: pasteurized milk, yogurt, packaging, orphanage, community service. AbstrakHimmatun Ayat merupakan lembaga panti asuhan yang di Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur yang bertujuan membangun kepedulian masyarakat kepada anak-anak yatim, kaum dhuafa dan anak terlantar dalam meraih cita-cita menuju masa depan yang lebih baik.  Permasalahan yang dihadapi panti asuhan Himmatun Ayat saat pandemi COVID-19 ini adalah penurunan omset dan kejenuhan pasar terhadap produk mereka. Solusinya membangkitkan pengembangan kewirausahaan di masa pandemi dengan inovasi dan teknologi dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan produk susu pasteurisasi aneka rasa, yoghurt dan cara pengemasannya untuk menambah nilai ekonomis produk sehingga meningkatkan pendapatan Panti Asuhan Himmatun Ayat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga metode: 1) Penyuluhan, 2) Pelatihan, dan 3) Monitoringdan evaluasi. Hasil yang didapat dari pengabdian masyarakat ini semua peserta menampilkan hasil produk susu pasteurisasi dan yoghurt serta kemasan yang bagus sesuai dengan yang disampaikan. Keberhasilan pengaplikasian teknologi melalui pengabdian masyarakat ini  dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Panti Asuhan Himmatun Ayat.Kata kunci: susu pasteurisasi, yoghurt, pengemasan, panti asuhan, pengabdian masyarakat. 
PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENULISAN KARYA ILMIAH PADA SMA NEGERI 3 SEMARANG Setyo Budi; Sri Winarno; Asih Rohmani; Indra Gamayanto; Titien Suhartini Sukamto; Ramadhan Rakhmat Sani; Farrikh Al Zami; Sendi Novianto; Sasono Wibowo
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.309-315

Abstract

                                                          AbstractUnderstanding research methodology and information literacy are two important things in writing scientific papers systematically and structured manner and producing perfect work. In this community service, we focus on how to provide basic level training on the application of research methods and information literacy; this is useful not only for writing scientific papers but also for providing a solid basis for processing data and sorting information more accurately measurably and correctly. Furthermore, this community service will continue to be developed so that SMA Negeri 3 Semarang gets the best things in terms of technological knowledge and research. To face global competition, research methodology and information literacy become a guide for producing works that can positively contribute to society. Therefore, this training is very useful to develop the things that have been mentioned above. The method used is to conduct needs analysis, research, interviews to find out the problem, then the implementation of training activities for students at SMA Negeri 3 Semarang. The result of this community service is that students will understand the basics of research methodology as the basic concept of writing scientific papers and the basic concepts of information literacy to be able to sort or select information and/or data more accurately so that the scientific work produced can be of high quality and provide a positive impact on society. Furthermore, this service will continue to be held to improve competence, general (visible) and specific knowledge (invisible) for students and teachers at SMA Negeri 3 SemarangKeywords: Information literacy, Knowledge, Research methodology, Scientific work                                                            AbstrakMemahami metodologi penelitian dan literasi informasi merupakan dua hal penting dalam penulisan karya ilmiah secara sistematis dan terstruktur serta menghasilkan sebuah karya yang sempurna. Pada pengabdian masyarakat ini, kami berfokus bagaimana memberikan pelatihan tingkat dasar mengenai penerapan metode penelitian dan literasi informasi, hal ini berguna tidak hanya untuk penulisan karya ilmiah tetapi memberikan dasar yang kuat dalam mengolah data dan memilah informasi secara lebih akurat, terukur dan benar. Lebih jauh lagi, pengabdian masyarakat ini akan terus dikembangkan agar SMA Negeri 3 Semarang mendapatkan hal-hal yang terbaik dari sisi pengetahuan teknologi dan riset. Dalam rangka menghadapi persaingan global, maka metodologi penelitian dan literasi informasi menjadi sebuah panduan untuk menghasilkan karya-karya yang dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Oleh sebab itu, pelatihan ini sangat berguna untuk mengembangkan hal-hal yang sudah disebutkan di atas. Adapun metode yang digunakan adalah melakukan analisis kebutuhan, riset, wawancara untuk mengetahui masalah, kemudian pelaksanaan kegiatan pelatihan terhadap siswa di SMA Negeri 3 Semarang. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah siswa memahami dasar-dasar metodologi penelitian sebagai konsep dasar penulisan karya ilmiah dan konsep dasar literasi informasi, sehingga siswa dapat memilih informasi dan/atau data secara lebih akurat sehingga karya ilmiah yang dihasilkan dapat berkualitas tinggi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Lebih lanjut, pengabdian ini akan terus diadakan guna meningkatkan kompetensi, pengetahuan umum dan khusus bagi siswa dan guru di SMA Negeri 3 Semarang.Kata kunci: Karya ilmiah, Literasi informasi, Metodologi penelitian, Pengetahuan
PROGRAM PEMBENTUKAN DAN PEMBEKALAN TIM TANGGAP BENCANA BERBASIS ONLINE Bambang Pujo Semedi; Herdiani Sulistyo Putri; Soni Sunarso Sulistiawan; Lila Tri Harjana; Prihatma Kriswidyatomo; Robby Dwestu Nugroho; Airi Mutiar; Alivery Raihanada Armando; Wahyu Mananda; Marsha Zahrani; Verio Damar Erlantara Putra
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.496-511

Abstract

AbstractNatural disasters are one of the natural phenomena that can threaten human lives which could cause material and immaterial losses. According to Antara. News, the National Disaster Management Authority or Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) has registered 372 natural disasters in Indonesia since the beginning of 2021. Airlangga University School of Medicine has a Natural Disaster Assistance Unit that provides volunteers and a variety of facilities as needed, but the competence of human resources is still lacking. The lack of specific roles and skills of volunteers to support disaster victims can be a problem. Faced with these issues, FK Unair's Anesthesiology and Resuscitation Community Services Team has formed a disaster response team consisting of people of different life and educational backgrounds from different locations to conduct a disaster management training program to update the latest knowledge.Keywords: Disaster Response Team, Training, Online, Disaster Risk ReductionAbstrakBencana alam merupakan salah satu fenomena alam yang dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia dan dapat menimbulkan kerugian materi maupun non materi. Berdasarkan Antara. News, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 372 kejadian bencana alam di wilayah Indonesia sejak awal tahun 2021. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga memiliki Unit Bantuan Bencana Alam yang memiliki relawan dan berbagai sarana yang siap berangkat kapanpun dibutuhkan namun kesiapan sumber daya manusia dinilai masih kurang. Masih kurangnya spesifik tugas dan kompetensi relawan yang berangkat membantu korban bencana dapat menjadi permasalahan. Dengan adanya permasalahan tersebut, Tim Pengabdian masyarakat Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Unair bermaksud untuk membentuk tim tanggap bencana yang direkrut dari berbagai tempat dan dari berbagai kalangan serta berbagai latar belakang pendidikan yang akan dilakukan pelatihan tanggap bencana untuk update ilmu dan materi baru yang terkini.Kata Kunci: Tim Tanggap Bencana, Pembekalan, Online, Disaster Risk Reduction
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI POTONG MENGGUNAKAN PROBIOTIK UNTUK RUMINANSIA DI DESA WONGSOREJO DAN GOMBENGSARI KECAMATAN WONGSOREJO, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Iwan Sahrial Hamid; Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.426-431

Abstract

AbstractThe Banyuwangi Regency Government, through the Livestock Service Office, is very active in improving the community's economic level through the livestock sector. It is proven through a variety of dynamic population numbers in 2014 namely, 108,139 beef cattle. For this reason, it is necessary to get broad attention in terms of increasing the productivity of livestock. The success of increasing livestock productivity is determined by the factors of seed, feed, and management, while the largest component, which is 70%, comes from the feed factor. So far, it is rarely known that forage feed or additional feed in the form of tofu dregs or concentrate, is not completely digested in the small intestine but only about 60-70%, while the rest is excreted through feces and urine. For this reason, it is necessary to provide feed supplementation in the form of probiotics for ruminants containing several non-pathogenic microorganisms (bacteria) that can help increase feed digestibility. Probiotics can be defined as food supplements containing live microbes that have a beneficial effect on animals as their host through improving the balance of microflora in the digestive tract. Community service activities that have been carried out include the provision of probiotics for ruminants which are given directly to farmers by visiting the location of the beef cattle pen. The community service program is carried out for 5 months including counseling, training, evaluation, and cadre development. It can be concluded that there is an increase in cognitive, affective, psychomotor and substance aspects in the partner community.Keywords: beef cattle; Wongsorejo; Gombengsari; Banyuwangi AbstrakPemerintah Kabupaten Banyuwangi, melalui Dinas Peternakan sangat gencar dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat melalui sektor peternakan. Terbukti melalui beragam jumlah populasi dinamis pada tahun 2014 yakni, sapi potong 108.139 ekor. Untuk itu perlu mendapat perhatian yang luas dalam hal peningkatan  produktivitas hewan ternak. Keberhasilan peningkatan  produktivitas peternakan ditentukan oleh faktor bibit, pakan dan pengelolaan, sedangkan komponen terbesar yaitu sebesar 70 % berasal dari faktor pakan. Selama ini jarang diketahui  bahwa pakan hijauan maupun pakan tambahan berupa ampas tahu atau konsentrat, tidak seluruhnya dicerna dalam usus halus melainkan hanya sekitar 60-70 %,sedangkan yang sisanya dibuang lewat feses dan urine. Untuk itu  perlu dilakukan pemberian suplementasi pakan berupa pro biotik untuk Ruminan yang mengandung beberapa mikroorganisme (bakteri) non patogen yang mampu membantu peningkatan kecernaan pakan. Probiotik dapat didefinisikan sebagai suplemen makanan yang mengandung mikrobial hidup menimbulkan efek menguntungkan hewan sebagai induk semangnya melalui peningkatan  keseimbangan mikroflora di dalam saluran pencernaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan meliputi pemberian probiotik untuk ruminan yang diberikan secara langsung kepada peternak dengan mendatangi lokasi kandang sapi pedaging. Program pengabdian masyarakat dilakukan selama 5 bulan meliputi penyuluhan, pelatihan, evaluasi, dan pembinaan kader. Dapat disimpulkan terdapat peningkatan aspek kognitif, afektif, psikomotor dan substansi pada masyarakat mitra.Kata kunci: sapi potong; Wongsorejo; Gombengsari; Banyuwangi
STRENGTHENING CADRES CAPABILITIES IN THE DEVELOPMENT OF TODDLERS HEALTHY SNACK ON HIGH PROTEIN LOCAL MIXED FLOUR PRODUCTS IN ACCELERATION OF STUNTING MANAGEMENT IN TULUNGAGUNG Annis Catur Adi; Fathrizqita Aghnia Raudhany; Wizara Salisa; Fariani Syahrul; Mahmud Aditya Rifqi
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i1.2022.1-8

Abstract

ABSTRACTStunting in Tulungagung Regency is still a serious threat to the health of infants and toddlers. The Covid-19 pandemic has hampered posyandu activities as health service facilities in the community. Strengthening the knowledge and skills of posyandu cadres is very important, because posyandu cadres are educational agents who are directly related to mothers of toddlers. This community service aims to increase the role of posyandu cadres in an effort to reduce stunting through the development of healthy snack innovations from high-protein flour products. There were three methods, namely counseling, training and mentoring. Counseling on stunting and the use of local food, training on making healthy snacks based on high-protein mixed flour, as well as mentoring participants in the development and innovation of healthy snacks based on high-protein mixed flour. The community service program was carried out in a hybrid manner, namely online and offline in the work area of the Pakel Health Center, with a total of 50 participants. The counseling was carried out using visual power point media, training with demonstrations of making healthy snacks, and mentoring which contained direct practice of making healthy snacks independently for two weeks after the counseling and training activities were carried out. The result shows that community service in the form of counseling has an impact on increasing the knowledge of Posyandu cadres at Pakel Health Center, by 4,5%. Training and assistance in making healthy snacks can also be practiced independently by cadres and mothers of toddlers as evidenced by the success and emergence of various menus. In conclusion, the counseling, training, and assistance provided were able to increase the creativity of posyandu cadres and mothers of toddlers in creating healthy snacks based on high-protein mixed flour as an acceleration of stunting prevention.