cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
IMPROVEMENT OF SCIENCE AND TECHNOLOGY THROUGH INTERNET OF THINGS (IOT) FOR SMART HOME APPLICATION TRAINING FOR STUDENTS OF SMK NURUL JADID PROBOLINGGO Amalia Herlina; Ahmad Daviatu Firdausi; Sulhan Maulana Akmal Habibi; Virgan Dirgantara
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.274-286

Abstract

                                                         AbstractThe advancement of science and technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 is developing rapidly, including the development of the Internet of Things (IoT) which makes the world smarter. An example of its implementation is the smart home system which offers advantages, so that it is currently being widely socialized in Indonesian society. This training aims to provide solutions to partner problems, namely SMK Nurul Jadid, especially Grade 12 students. There are two main problems with partners that have a high level of urgency to be resolved, namely improving science and technology, and developing 21st century competence for students. The series of activities carried out included 1) Making IoT learning media for smart home systems, 2) Learning about IoT and smart home systems, 3) Training on making smart home designs, 4) Training on assembling smart home system tools, 5) Training on the use of the Blynk Application for smart home control system 6) Development of 21st century competence (digital era literacy, effective communication, inventive thinking, and high productivity). Activity achievement is measured using the before after test (pre-test and post-test) method. From the increasing number of correct answers in the post-test, it is known that there is an increase in students' understanding of science and technology about IoT for smart home systems. Meanwhile, the achievement of 21st century competency development is measured by the value of case studies given to students in which the entire group of students achieves the predicate of GOOD. The implementation of all training activities went well. The results of the evaluation questionnaire stated that students felt that this training was very beneficial for improving science and technology and also very beneficial for the development of their competencies. Thus, this series of activities is a solution because it can solve internal problems as well as solutions to external problems of partners.Keywords: BLYNK IoT Platforms, Internet of Thing, Smart Home System, Vocational High School                                                            AbstrakKemajuan IPTEK di era Revolusi Industri 4.0 berkembang pesat dan cepat, termasuk perkembangan Internet of Things (IoT) yang membuat dunia lebih pintar. Contoh implementasinya adalah sistem smart home yang menawarkan keunggulan, sehingga saat ini mulai banyak disosialisasikan di masyarakat Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi permasalahan mitra yaitu SMK Nurul Jadid khususnya siswa Kelas 12. Terdapat dua permasalahan utama mitra yang memiliki tingkat urgensi tinggi untuk diselesaikan, yaitu peningkatan IPTEK dan pengembangan kompetensi abad 21 bagi siswa. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi 1) Pembuatan media pembelajaran IoT untuk sistem smart home, 2) Pembelajaran tentang IoT dan sistem  smart home, 3) Pelatihan pembuatan desain smart home, 4) Pelatihan perakitan  alat sistem  smart home 5) Pelatihan penggunaan Aplikasi Blynk untuk sistem kontrol smart home 6) Pengembangan kompetensi abad 21 (literasi era digital, komunikasi efektif, berpikir inventif dan produktivitas tinggi). Capaian kegiatan diukur menggunakan metode tes before after (pre-test dan post-test). Dari jumlah jawaban benar yang meningkat pada post-test, diketahui adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap IPTEK tentang IoT untuk sistem smart home. Sedangkan pencapaian pengembangan kompetensi abad 21 diukur dari nilai studi kasus yang diberikan pada siswa yang mana seluruh kelompok siswa mencapai predikat BAIK. Pelaksanaan seluruh kegiatan pelatihan berlangsung dengan baik. Hasil kuesioner evaluasi menyebutkan, siswa merasakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan IPTEK dan juga sangat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi mereka. Dengan demikian, rangkaian kegiatan ini merupakan solusi karena dapat menyelesaikan permasalahan internal sekaligus solusi permasalahan eksternal mitra.Kata kunci: Aplikasi BLYNK, Internet of Thing, Sekolah Menengah  Kejuruan, Smart Home System
DIGITALISASI TATA KELOLA KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN BERBASIS STAKEHOLDERS DI PROVINSI JAWA TIMUR Jusuf Irianto; Sulikah Asmorowati; Erna Setijaningrum; Rerica Dhea Shavila
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.463-472

Abstract

AbstractThe phenomenon of violence against women is a pandemic. There are many studies on violence but studies focusing on governance are rare. Governance involves various stakeholders with different roles so that they often face problems of coordination, integration, and synchronization. This problem also occurs in East Java. As a leading sector in handling victims of violence against women and children, the Office of Women's Empowerment and Child Protection and Population (DP3AK) of East Java Province faces challenges in the form of effective models in handling victims of violence. Meanwhile, cases of violence against women and children are very high. DP3AK requires a digital governance model in handling victims of violence more effectively on a stakeholder basis. This study offers a solution in the form of a digital platform that is able to connect victims with stakeholders.Keywords: digitalization, governance, violence against women and children, stakeholdersAbstrakFenomena kekerasan terhadap perempuan bersifat pandemik. Kajian terhadap kekerasan sangat banyak namun studi berfokus pada tata kelola jarang dilakukan. Tata kelola melibatkan berbagai stakeholders dengan peran berbeda sehingga sering menghadapi masalah koordinasi, integrasi dan sinkronisasi. Problematika tersebut juga terjadi di Jawa Timur. Sebagai leading sector penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur menghadapi tantangan berupa model efektif dalam penanganan korban kekerasan. Sementara itu, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat tinggi. DP3AK membutuhkan model tata kelola digital dalam penanganan korban kekerasan yang lebih efektif dengan berbasis stakeholder. Kajian ini menawarkan solusi berupa platform digital yang mampu menghubungkan korban dengan para stakeholder.Kata kunci: digitalisasi, tata kelola, kekerasan perempuan dan anak, stakeholders
PENDAMPINGAN PEMBERDAYAAN HASIL LAUT KEPADA ISTRI NELAYAN PANTAI SINE DESA KALIBATUR, KECAMATAN KALIDAWIR, KABUPATEN TULUNGAGUNG Nanik Siti Aminah; Tio Christiawan Bramayudha; Marisa Nur Shahadatin; Khusnul Wardah Mukharomah; Alsya Firdausi Nuzula; Azalea Rahma Septianti; Mochamad Zakki Fahmi; Satya Candra Wibawa Sakti; Nurina Fitriani; Nita Citrasari; Rimuljo Hendradi; Taufik Taufik; Ganden Suprianto
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.390-399

Abstract

AbstractThe seawater fishery in Dusun Sine has the higher potentials, due to its location near the coastal area of Sine Beach. In general, the people in Dusun Sine make a living as sea fishermen. However, the income of the marine fishing community has not maximized because the community still uses the conventional marine product processing production system, so that the marketing of processed marine fish products is also limited. As an effort to increase the selling value of processed marine fish, the International Community Service Group empowers fishermen's wives in Sine Hamlet by conducting several activity programs in the form of socializing the manufacture of modern marine processed products in the form of Sine Foodies, home industry food (PIRT), and the use of e-commerce. This activity was held to use a health protocol and through a presentation method on product marketing licensing in the form of PIRT socialization and marketing of processed marine fish products with e-commerce as well as demonstrations on the process of making processed marine fish products in the form of shredded fish and fish balls using attractive packaging. Participants in the socialization were fishermen's wives, village cadres, and prospective entrepreneurs from Kalibatur Village.Keywords: Assistance, processed marine fish products, Processing, Licensing management, MarketingAbstrakSektor perikanan air laut yang ada di Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, memiliki potensi yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan letaknya yang berada di dekat wilayah pesisir Pantai Sine. Secara umum, masyarakat di Dusun Sine bermata pencaharian sebagai nelayan laut. Namun, pendapatan masyarakat nelayan laut belum maksimal karena masyarakat masih menggunakan sistem produksi pengolahan hasil laut secara konvensional, sehingga pemasaran produk hasil olahan ikan laut juga terbatas dengan seadanya. Sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual hasil olahan ikan laut, Tim Pengabdian masyarakat Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga dengan didukung penuh oleh Kelompok mahasiswa KKN Internasional, FST, UNAIR melakukan upaya pemberdayaan para istri nelayan di Dusun Sine dengan melakukan beberapa program kegiatan berupa sosialisasi pembuatan hasil olahan laut secara modern berupa Sine Foodies, pangan industri rumah tangga (PIRT), serta penggunaan e-commerce. Kegiatan ini diselenggarakan menggunakan protokol kesehatan dan melalui metode presentasi mengenai perijinan pemasaran produk berupa sosialisasi PIRT dan pemasaran produk hasil olahan ikan laut dengan e-commerceserta demonstrasi mengenai proses pembuatan produk hasil olahan ikan laut yang berupa abon ikan dan bakso ikan dengan menggunakan kemasan yang menarik. Peserta sosialisasi adalah para istri nelayan, kader desa, dan calon pengusaha yang berasal dari Dusun Sine, Desa Kalibatur. Kata Kunci: Pendampingan, Produksi makanan olahan hasil laut, Pengurusan perijinan, Pemasaran 
PENGUATAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU DALAM MEMBUAT INOVASI PEMBELAJARAN BLANDED LEARNING DI SMP MUHAMMADIYAH 14 LAMONGAN Endang Sholihatin; Gendut Sukarno; Arista Pratama; Indrawati Yuhertiana; Sukirmiyadi Sukirmiyadi; Nanang Haryono
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.316-324

Abstract

AbstractThe face-to-face school learning process in the midst of the covid pandemic is carried out online. This is based on the policy of the Ministry of Education, Circular Letter Number 4 of 2020 regarding the implementation of education policies in the emergency period of the spread of the corona virus. The pandemic condition with the online learning process requires schools and teachers to innovate in the teaching and learning process. With the aim of strengthening the teaching competence of teachers in making learning innovations, the community partnership program is carried out based on special problems faced by partners of SMP Muhammadiyah 14 Lamongan, namely: (a) not being able to innovate blended learning models for online learning; (b) has not been able to optimally use e-learning based on cloud computing; (c) have not been able to innovate in making ICT-based learning media. The solution to the problem of partner needs is answered by three strategies: (a) training in the preparation and development of blended learning models for teachers; (b) create an open-source e-learning website based on chamilo and train teachers and students to use it; (c) train teachers to make learning media based on information and communication technology.Keywords: learning innovation, blended learning, learning. AbstrakProses belajar sekolah tatap muka di tengah pandemi covid dilakukan secara daring. Hal tersebut didasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus corona. Kondisi pandemi dengan proses pembelajaran daring menuntut sekolah dan guru untuk berinovasi dalam proses belajar mengajar. Dengan tujuan penguatan kompetensi mengajar guru dalam membuat inovasi pembelajaran program kemitraan masyarakat dilaksanakan didasarkan permasalahan khusus yang dihadapi mitra SMP Muhammadiyah 14 Lamongan yaitu: (a) belum mampu inovasi model pembelajaran blanded learning untuk pembelajaran daring; (b) belum mampu secara optimal menggunakan e-learning berbasis cloud computing; (c) belum mampu inovasi membuat media pembelajaran berbasis TIK. Solusi masalah kebutuhan mitra dijawab dengan tiga strategi: (a) pelatihan penyusunan dan pengembangan model pembelajaran blanded learning untuk guru; (b) membuat website e-learning open source berbasis chamilo serta melatih guru dan siswa untuk menggunakannya; (c) melatih guru membuat media pembelajaran berbasis teknologi informasi dana komunikasi.Kata kunci: inovasi pembelajaran, blanded learning, pembelajaran.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT KAMPUNG MASPATI DALAM MENULIS SEJARAH KAMPUNG SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA KOTA SURABAYA Purnawan Basundoro; Laode Rabani
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.432-441

Abstract

AbstractSeveral kampong in the Surabaya city are currently used as tourist destinations, by offering the uniqueness of the kampong. One of the kampong that has succeeded in becoming a tourist destination is Kampung Maspati, which is located in the city center. The ancientness of the kampong is offered to tourists so they are interested in visiting it. One of the weaknesses, Kampung Maspati does not have a historical narrative that explains the development of the kampong from the past until now. The Department of History, Faculty of Humanties, Universitas Airlangga organizes community service activities to assist in writing village history, o increase the promotion of kampong tourism. This paper was written in reference to these activities. The methods used to explain are field work, in-depth interviews, the use of library collections, and assitances. The findings obtained from these activities are that the understanding of the people of Kampung Maspati on the history of the kampung is still not good, so that continuous assistance is needed. This kind of activities also needs to be extended to others kampong because currently there are still many historic kampong in the Surabaya city that do not yet have historical narratives. This activity needs to be done so that the promotion of kampong tourism can be improved.Keyword: kampong tourism, promotion, Maspati, SurabayaAbstrakBeberapa kampung di kota Surabaya saat ini dijadikan sebagai tujuan wisata, dengan menawarkan keunikan yang ada di kampung tersebut. Salah satu kampung yang berhasil menjadi tujuan wisata adalah Kampung Maspati yang terletak di pusat kota. Kekunoan kampung ditawarkan kepada wisatawan sehingga mereka tertarik untuk mengunjunginya. Salah satu kelemahan, Kampung Maspati tidak memiliki narasi sejarah yang menjelaskan perkembangan kampung sejak dulu sampai sekarang. Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga menyelengarakan  kegiatan pengabdian masyarakat pendampingan menulis sejarah kampung, untuk meningkatkan promosi wisata kampung. Makalah ini ditulis mengacu kepada  kegiatan tersebut. Metode yang digunakan untuk menjelaskan adalah kerja lapangan, wawancara mendalam,  penggunaan koleksi pustaka, dan pendampingan.Temuan yang diperolah dari kegiatan tersebut bahwa pemahaman masyarakat Kampung Maspati terhadap sejarah kampung masih kurang sehingga perlu dilakukan pendampingan secara berkesinambungan. Kegiatan semacam ini juga perlu diperluas ke kampung lain karena saat ini masih banyak kampung bersejarah di Kota Surabaya yang belum memiliki narasi sejarah. Kegiatan itu perlu dilakukan agar promosi wisata kampung bisa ditingkatkan.Kata kunci: wisata kampung, promosi, Maspati, Surabaya
EDUKASI TENTANG GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING KEPADA WARGA GENTENG KULON BANYUWANGI JAWA TIMUR Puguh Setyo Nugroho; Nyilo Purnami; Rosa Falerina; Rizka Fathoni Perdana; Yoga Rahmadiyanto; Chriscelia Valery So
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.356-363

Abstract

AbstractNoise can have an impact on hearing loss. Changes in hearing thresholds due to noise are some temporary but others potentially permanent. The impact of hearing loss must be controlled so the quality of life will not decrease. A cross-sectional study to assess the quality and increasing knowledge about noise-induced hearing loss was implemented with lectures, discussions and a pre-test before the activity and a post-test after the activity to assess the knowledge development. The polling was conducted to assess the participants' attitudes and psychomotor skills. The study was followed by 77 participants, most of whom were aged 20-30 years, namely 23 (30%). It was found that 16 people (20%) had complaints of hearing loss, 18 people (24%) often used headsets and earphones, 18 (23%) people worked in noisy places. The average pre-test result was 35.06 (+13.72) and the post-test was 77.9 (+20.81). Comparison of pre-test and post-test results of hearing health education obtained different results (p < 0.0001) significantly. Noise-induced hearing loss is permanent deafness and cannot be treated with medicine or surgery. Prevention is the most important thing from noise-induced hearing loss. The counseling education about noise-induced hearing loss on community must always be performed as an prevention and early detection.Keywords: deafness, noise induce hearing loss, prevention, education AbstrakBising dapat berdampak terhadap gangguan pendengaran. Perubahan batas pendengaran akibat bising yang bersifat sementara, dan perubahan batas pendengaran akibat bising yang bersifat menetap. Dampak gangguan pendengaran harus dikendalikan agar tidak menimbulkan penuruna kualitas kehidupan. Studi cross sectional untuk menilai kualitas dan upaya peningkatan pengetahuan tentang gangguan pednegaran akibat bising dilaksanakan dengan ceramah, diskusi dan dilakukan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah kegiatan untuk menilai peningkatan pengetahuan. Survei jajak pendapat dilakukan untuk menilai sikap dan psikomotor peserta. Studi diikuti 77 peserta, usia terbanyak di usia 20 – 30 tahun yaitu 23 orang (30%). Didapatkan 16 orang (20%) mengalami keluhan gangguan pendengaran, 18 orang (24%) sering menggunakan headset dan earphone,18 (23%) orang bekerja di tempat bising.  Hasil rata-rata pre test 35,06  (+13,72) dan rata-rata post test 77,9 (+20,81). Perbandingan hasil pre test dan  post  test  penyuluhan  kesehatan  pendengaran  didapatkan  hasil  yang  berbeda signifikan (p < 0,0001). Tuli akibat bising merupakan tuli yang bersifat menetap dan tidak dapat diobati dengan obat maupun pembedahan, pencegahan merupakan hal yang terpenting dari tuli akibat bising atau noise induced hearing loss.Kegiatan edukasi penyuluhan gangguan pendengaran akibat bising harus senantiasa dilakukan di masyarakat sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini.Kata kunci: Tuli, gangguan pendengaran karena bising, pencegahan, edukasi 
INOVASI PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT BAGI KOMUNITAS DI BONDOWOSO Rini Devijanti Ridwan; Tuti Kusumaningsih; Indeswati Diyatri; Sidarningsih Sidarningsih
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.287-291

Abstract

AbstractClean and Healthy Living Behaviors as known as PHBS are all health behaviors that are carried out with awareness, so that family members or families can help themselves in the health sector and play an active role in health activities in the community. One of the activities that can be carried out to achieve PHBS is washing hands using soap (hand rub / hand wash) or cleaning fluid (hand sanitizer). About 98% of the spread of microorganisms in the body comes from our own hands. Maintaining hand hygiene is an effort to avoid various diseases. The benefits of washing hands are very large, washing hands using soap / hand rub or using a hand sanitizer only takes 20 seconds but is very useful for killing microorganisms, namely bacteria, fungi, and viruses. One way to combat the new corona virus or COVID-19, which has become a pandemic at this time, is to always maintain hand hygiene. With the pandemic, the price of hand sanitizers has skyrocketed because the need has increased sharply. When used too often, alcohol as the main ingredient of hand sanitizers, besides being able to irritate the skin, it can also lift natural oils on the hands and tend to be drier, so herbal ingredients are needed as natural ingredients to reduce the side effects of these hand sanitizers. This community service activity was carried out in collaboration with communities in the Bondowoso district, namely the KAPAS Community in Sumbergading Village, Sumberwringin District and the TSS Community in Sukosari Lor Village, Sukosari District. In the Bondowoso area, there are many youth communities with various activities aimed at advancing people's lives and improving the socio-economy in the region. Various plants can be found in the area, including aloe vera and betel leaf.Keywords : Health, hand wash, hand sanitizer, aloe vera, betel leafAbstrakPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan  semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan di masyarakat. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan guna tercapainya PHBS adalah  mencuci tangan menggunakan sabun (hand rub/hand wash) atau cairan pembersih (hand sanitaizer). Sekitar 98% penyebaran mikroorganisme di tubuh bersumber dari tangan kita sendiri. Menjaga kebersihan tangan salah satu upaya terhindar dari berbagai penyakit. Manfaat mencuci tangan sangat besar, mencuci tangan memakai sabun/hand rub atau menggunakan hand sanitizer  hanya membutuhkan waktu 20 detik namun sangat berguna untuk membunuh mikroorganisme, yaitu bakteri, jamur dan virus. Salah satu cara untuk memerangi virus korona baru atau COVID-19 yang telah menjadi pandemi saat ini adalah dengan selalu menjaga kebersihan tangan. Masa pandemi ini mengakibatkan harga hand sanitizer melambung tinggi karena kebutuhan meningkat tajam. Alkohol sebagai bahan utama dari hand sanitizer bila terlalu sering digunakan, selain dapat membuat kulit iritasi juga dapat mengangkat minyak alami pada tangan dan cenderung jadi lebih kering, sehingga diperlukan bahan herbal sebagai bahan alami untuk mengurangi efek samping dari hand sanitizer tersebut. Pada kegiatan pengmas ini dilakukan kerjasama dengan komunitas di wilayah kabupaten Bondowoso yaitu Komunitas KAPAS di Desa Sumbergading  Kecamatan Sumberwringin dan komunitas TSS Desa Sukosari Lor Kecamatan Sukosari. Di wilayah Bondowoso banyak didapatkan komunitas anak muda dengan beragam kegiatan yang bertujuan memajukan kehidupan masyarakat dan meningkatkan sosial ekonomi di wilayah tersebut. Beragam tanaman dapat dijumpai di wilayah tersebut, diantaranya aloe vera dan sirih.Kata kunci: Kesehatan, cuci tangan, hand sanitizer, aloe vera, daun sirih
MANAJEMEN KEUANGAN DAN ALTERNATIF STRATEGI PEMASARAN BISNIS DI MASA PPKM PADA UMKM PAGUYUBAN GENTENG KREATIF Phima Ruthia Dwikesumasari; Yanuar Nugroho; Anisa Fitri Sya’bania
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.473-480

Abstract

AbstractThe business management of SMEs in the Genteng Kreatif Community that has been carried out so far can no longer be continued, because according to economic principles, business should experience escalation up or increase in business economics because human needs will increase in addition to the inflation rate that has not been controlled due to the impact of the economic crisis. Covid-19 pandemic will always cause the price of raw materials to be unaffordable. SMEs in the Genteng Kreatif Community have not been able to see how much net profit they actually get from their business. This is because they almost always mix business finances with household finances. In addition, the marketing methods used are still very conventional, namely depositing them in shops selling souvenirs or food, participating in government expo exhibitions, and selling their products to agencies and companies. This is indeed practical, but the brand that can stick in the hearts of consumers is a brand that has good independence coupled with a policy of reducing face-to-face and crowd activities, requiring SMEs marketing to be done online. The number of SMEs members who are members of the Genteng Kreatif Community has reached 75 members, but for this activity program the chairman of the association selects members who are categorized as critical enough to really need assistance in training and financial assistance as well as effective online marketing. There are several outcomes that will result from this activity, including creating SMEs that are competitive and skilled in financial management and product marketing; Creating accounting recording training methods, so that SMEs know how to carry out correct accounting recording procedures in accordance with applicable standards so that there is no misstatement of information so that the financial statements are also useful for external parties; Producing SMEs that are able to manage their business well so that they have the opportunity to create new jobs for the surrounding community; Assist in assisting in making innovative product designs that are in accordance with consumer desires; Provide a variety of online product marketing alternatives that can be applied in addition to conventional marketing.Keywords: Covid-19, Economic, Financial, MarketingAbstrakManajemen usaha UMKM di Paguyuban Genteng Kreatif yang selama ini dilakukan tidak bisa lagi dilanjutkan, karena sesuai prinsip ekonomi seharusnya dalam berbisnis harus mengalami eskalasi naik atau peningkatan secara ekonomi bisnisnya karena kebutuhan manusia akan semakin meningkat selain itu tingkat inflasi yang belum terkendali akibat dampak krisis ekonomi implikasi dari pandemi Covid-19 akan selalu menyebabkan harga bahan baku tidak dapat terjangkau. UMKM di Paguyuban Genteng Kreatif belum dapat melihat seberapa laba bersih yang benar-benar diperoleh dalam usahanya. Hal ini karena mereka hampir selalu mencampurkan keuangan usaha dengan rumah tangga. Selain itu, metode pemasaran yang digunakan juga masih sangat konvensional yaitu dititipkan ke toko penjual oleh-oleh atau makanan, mengikuti pameran expo pemerintah, hingga menjajakan produknya ke instansi dan perusahaan. Hal ini memang praktis namun brand (merk) yang dapat lekat di hati konsumen adalah merk yang memiliki independensi yang baik di tambah lagi dengan kebijakan pengurangan aktivitas tatap muka dan kerumunan, mengharuskan pemasaran UMKM dilakukan secara daring. Jumlah anggota UMKM yang tergabung dalam Paguyuban Genteng Kreatif telah mencapai 75 anggota, namun untuk program kegiatan ini akan dipilah oleh ketua paguyuban untuk memilih anggotanya yang berkategori cukup kritis sangat membutuhkan bantuan dalam pelatihan dan pendampingan keuangan serta pemasaran daring yang efektif. Program ini dilakukan dalam bentuk kegiatan pelatihan dan pendampingan selama kurun waktu total 6 bulan.  Adapun beberapa luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini, antara lain Menciptakan UMKM yang berdaya saing dan terampil dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran produk; Menciptakan metode pelatihan pencatatan akuntansi, sehingga para pelaku UMKM mengetahui cara melakukan prosedur pencatatan akuntansi yang benar sesuai dengan standar yang berlaku agar tidak ada salah saji informasi sehingga laporan keuangan tersebut juga berguna untuk pihak eksternal; Menghasilkan UMKM yang mampu mengelola bisnisnya dengan baik sehingga berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi lingkungan masyarakat sekitar; Membantu mendampingi dalam membuat desain produk yang inovatif yang sesuai dengan keinginan konsumen; Memberikan berbagai alternatif pemasaran produk daring yang dapat diterapkan selain pemasaran yang konvensional.Kata Kunci: Covid-19, Ekonomi, Keuangan, Pemasaran
PENINGKATAN PERAN TENAGA KESEHATAN DAN MASYARAKAT DALAM MENCEGAH KESALAHAN PENGOBATAN Inge Dhamanti; Diansanto Prayoga; Syifa’ul Lailiyah; Elida Zairina
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.400-408

Abstract

AbstractProviding safe services is important in the implementation of health services. Medication errors are a failure of the treatment process that has the potential to cause harm to patients. The incidence of treatment errors can be prevented through increased understanding of health workers and the community regarding the safety of treatment. The active role of patients and their families during treatment process can minimize harm that may happened. This program aims to increase the knowledge of health workers and community as an important element of health services in order to prevent the occurrence of medication error. Efforts to increase knowledge are carried out through the holding of webinars for the community related to 5 moments for medication safety and treatment safety training activities for health workers. Knowledge change was measured using a pre and posttest questionnaires. The target of activities amounted to 37 people and 15 health workers. The results of the analysis showed positive changes in average knowledge with an increase in community knowledge (97.3%) and health workers (100%). The results of this activity become the provision of the community or health workers to increase their role in the safety of treatment with knowledge that has been obtained during community service activities.Keywords: Medication safety, health workers, community, medication error AbstrakPenyediaan layanan yang aman penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Kesalahan pengobatan merupakan kegagalan proses pengobatan yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pasien. Insiden kesalahan pengobatan dapat dicegah melalui peningkatan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat terkait keamanan pengobatan. Peran aktif pasien dan keluarganya dalam pelayanan kesehatan dapat meminimalisir bahaya yang mungkin timbul pada proses pengobatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan masyarakat sebagai unsur penting pelayanan kesehatan agar dapat mencegah terjadinya kejadian medication error. Upaya peningkatan pengetahuan dilakukan melalui penyelenggaraan webinar bagi masyarakat umum terkait 5 moments for medication safety dan kegiatan pelatihan keamanan pengobatan bagi tenaga kesehatan. Perubahan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre dan post test. Sasaran kegiatan berjumlah 37 masyarakat dan 15 tenaga kesehatan. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan positif rata-rata pengetahuan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat (97,3%) dan tenaga kesehatan (100%). Hasil kegiatan ini menjadi bekal masyarakat ataupun tenaga kesehatan untuk meningkatkan perannya dalam keamanan pengobatan dengan pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan.Kata kunci: Keamanan pengobatan, tenaga kesehatan, masyarakat, kesalahan pengobatan
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN ARTIKULATE STORYLINE DI SMK PESANTREN TERPADU KABUPATEN MOJOKERTO Sukirmiyadi Sukirmiyadi; Roziana Febrianita; Endang Sholihatin; Arista Pratama
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.325-332

Abstract

AbstractInteractive learning media with articulate storylines is one of the interactive and fun learning breakthroughs for students when studying from home during the covid-19 pandemic. Specific problems faced by partners of SMK Pesantren Terpadu Mojokerto Regency are: (a) Teachers have difficulty in making interactive learning media based on articulate storylines; (b) Teachers need tutors in transferring appropriate technology using articulate storyline software; (c) Teachers need assistants in transferring appropriate technology to the use of articulate storyline software. Solving the problem of partner needs is carried out with three strategies, namely: (a) knowledge improvement lectures to create interactive learning media based on information and communication technology; (b) training to increase the capacity of teachers in creating interactive learning media based on articulate storylines; (c) assistance to teachers in making interactive learning media based on articulate storylines. The method used in this community service program is a participatory method. In this method partners have the main role as planning managers, starting from the stage of identifying problems and needs. Transfer of knowledge and technology in the manufacture of interactive learning media with articulate storylines during the covid-19 pandemic at the Integrated Islamic Boarding School Vocational High School, Mojokerto Regency, encourages teachers to innovate to create innovative online learning media based on articulate storylines.Keywords: articulate storyline, interactive learning media AbstrakMedia pembelajaran interaktif dengan articulate storyline menjadi satu di antara terobosan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa saat belajar dari rumah saat pandemi covid-19. Permasalahan khusus yang dihadapi mitra SMK Pesantren Terpadu Kabupaten Mojokerto yaitu: (a) Guru kesulitan membuat media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline; (b) Guru membutuhkan tutor dalam mentransfer teknologi tepat guna  penggunaan software articulate storyline; (c) Guru membutuhkan pendamping dalam mentransfer teknologi tepat guna  penggunaan software articulate storyline. Penyelesaian masalah kebutuhan mitra dilakukan dengan tiga strategi yaitu: (a) ceramah peningkatan pengetahuan membuat media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi dan komunikasi; (b) pelatihan meningkatkan kapasitas guru dalam membuat media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline; (c) pendampingan kepada guru dalam membuat media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah metode partisipatif. Pada metode ini mitra mempunyai peran utama sebagai pengelola perencanaan, mulai dari tahap identifikasi masalah dan kebutuhan. Transfer pengetahuan dan teknologi dalam pembuatan media pembelajaran interaktif dengan articulate storyline pada masa pandemi covid-19 di Sekolah Menengah Kejuruan Pesantren Terpadu Kabupaten Mojokerto mendorong guru untuk berinovasi membuat media pembelajaran daring inovatif berbasis articulate storyline.Kata kunci: articulate storyline,  media pembelajaran interaktif