cover
Contact Name
Isma Masrofah
Contact Email
isma.masrofah@unsur.ac.id
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
jmtsi@unsur.ac.id
Editorial Address
Universitas Suryakancana, Gd. Fakultas Teknik Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216 Tel / fax : (0263) 283 578
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri
ISSN : 25810561     EISSN : 25810529     DOI : https://doi.org/10.35194/jmtsi.v4i1.844
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri (JMTSI) is a publication media for papers with the scope of industrial-engineering field and other relevant fields such as and not limited to: Industrial systems Manufacturing systems Systems Engineering & Ergonomics Industrial Management Supply Chain and Logistics
Articles 132 Documents
Implementasi Value Stream Mapping dalam Optimalisasi Proses Bisnis: Tinjauan Pustaka Herlianti, Rosi; Hasbullah, Hasbullah
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i2.4615

Abstract

Lean is a problem-solving approach that focuses on eliminating waste. One of the tools used in Lean is Value Stream Mapping (VSM). VSM is an effective tool in improving operational efficiency and quality in various sectors, both manufacturing and services. However, the application of VSM has not been widely implemented in testing laboratories. Therefore, this paper aims to explore the application of VSM in testing laboratories. The analysis was carried out based on the definition, objectives, benefits, and application of VSM, especially in the context of testing laboratories. Through the screening stage using the PRISMA method, there were 30 articles that were closely related to the application of VSM. The paper found that VSM helps identify and eliminate waste in the testing process, reduces cycle time, and improves the quality of results. In addition, VSM also supports sustainability by reducing resource use and environmental impacts. In conclusion, VSM is a very useful tool for testing laboratories to achieve increased efficiency, quality, and sustainability. Future developments include integrating the VSM-based Lean approach with digitalization. Lean merupakan salah satu pendekatan pemecahan masalah yang berfokus pada eliminasi pemborosan. Salah satu alat yang digunakan dalam Lean adalah Value Stream Mapping (VSM). VSM merupakan alat yang efektif dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas operasional di berbagai sektor, baik manufaktur maupun jasa. Namun, penerapan VSM sampai saat ini belum banyak dilakukan di laboratorium pengujian. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan VSM di laboratorium pengujian. Analisis dilakukan berdasarkan definisi, tujuan, manfaat, dan penerapan VSM khususnya dalam konteks laboratorium pengujian. Melalui tahapan penyaringan dengan metode PRISMA, terdapatlah 30 artikel yang sangat berkaitan dengan penerapan VSM. Makalah menemukan bahwa VSM membantu mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses pengujian, mengurangi waktu siklus, dan meningkatkan kualitas hasil. Selain itu, VSM juga mendukung keberlanjutan dengan mengurangi penggunaan sumber daya dan dampak lingkungan. Kesimpulannya, VSM adalah alat yang sangat bermanfaat bagi laboratorium pengujian untuk mencapai peningkatan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan. Pengembangan ke depannya melakukan integrasi pendekatan Lean berbasis VSM dengan digitalisasi.
Usulan Peningkatan Kualitas Produk Obat Non-betalaktam dengan Metode Six Sigma di PT XYZ Timang, Gita Aprilia; Maulluddy, Rachmipoetri; Darmawan, Muchtar
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.3634

Abstract

The very rapid development of the pharmaceutical industry in Indonesia has also given rise to tight competition, especially in controlling product quality. Quality control is an effort to minimize defective products produced by a company. Products traded must have a quality certificate issued by BPOM. BPOM, as a drug and food quality control agency, is a state-owned company that will supervise the distribution of drugs and food before and during distribution, so companies must guarantee that their products are distributed according to the BPOM standards. This research aims to improve quality of non-betalactam drug products with six sigma method and DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) stage, however in this research the control stage was not carried out. At the define stage, it is known that parameters do not meet specification (out of specification) are dissolution and water content. Measure stage, for the dissolution and water content test parameters the production process is statistically controlled. Production Capability Index or the value of Cpk for the dissolution test was 0.44 (Cpk < 1) and the water content was 0.3499 (Cpk < 1) with the percentage of out of specification products as much as 9.48% for the dissolution test and 14.73% for the water content test. Analyze stage using the Cause Failure Mode Effect (CFME) and Failure Modes Effect Analysis (FMEA) diagram, there are 4 potential failures that need to be repaired, including Analytical Error, Instrument Error, Product Error, and Environtment Error which are from the 4 potentials obtained 8 details of the improvement proposal to improve the quality of non-betalactam drug at PT XYZ based on the rating of the largest RPN value. At the improvement stage, from the six-sigma results, it is known that the most dominant potential factor causing non-betalactam drugs that do not meet the specifications is contamination from previous drug raw materials. Perkembangan industri farmasi di Indonesia sangat pesat sehingga menimbulkan persaingan yang ketat terutama dalam melakukan pengendalian kualitas terhadap produknya. Pengendalian kualitas merupakan upaya untuk meminimalisir produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan, di mana produk yang akan diperjualbelikan harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh BPOM. BPOM sebagai badan pengawas kualitas obat dan makanan merupakan perusahaan badan milik negara yang bertugas memantau peredaran obat dan makanan dari berbagai perusahaan baik pengawasan sebelum maupun selama beredar sehingga perusahaan harus menjamin produk obat yang akan beredar sesuai standar dan syarat keamanan. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di industri farmasi dan telah memproduksi berbagai jenis obat-obatan, salah satunya obat non-betalaktam. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas produk obat non-betalaktam dengan menggunakan metode Six Sigma untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan efektivitas proses pembuatan obat dan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) sebagai siklus improvement untuk meningkatkan dan menstabilkan proses bisnis PT XYZ, namun pada penelitian ini tahapan Control tidak dilakukan. Pada tahap Define diketahui bahwa parameter yang mengalami out of specification adalah disolusi dan water content. Tahap Measure, untuk parameter uji disolusi dan water content proses produksi sudah terkendali secara statistik. Indeks kemampuan proses atau nilai Cpk untuk parameter uji disolusi sebesar 0,44 (Cpk < 1) dan water content sebesar 0,3499 (Cpk <1) dengan persentase  jumlah produk yang out of specification sebanyak 9,48% untuk uji disolusi dan 14,73% untuk uji water content. Tahap analyze menggunakan diagram Cause Failure Mode Effect (CFME) and Failure Modes Effect Analysis (FMEA) terdapat 4 potensi kegagalan yang perlu dilakukan perbaikan, Di antaranya Analytical Error, Instrument Error, Product Error, dan Environtment Error di mana dari 4 potensi tersebut diperoleh 8 rincian usulan perbaikan peningkatan mutu obat non-betalaktam di PT XYZ berdasarkan rating nilai RPN terbesar. Pada tahap Improve, dari konsep six sigma telah diketahui bahwa potensi faktor penyebab adanya out of specification pada obat non-betalaktam yang sangat dominan adalah faktor terkontaminasi dari bahan baku obat sebelumnya.
Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) Terhadap Pencapaian Kinerja Dosen Tetap di Lingkungan Universitas Suryakancana Musrifah, Ai; Syafei, M. Yani; Narimawati, Umi Narimawati
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i2.4045

Abstract

Technological developments, especially in the field of information technology, are widely used by organizations to help carry out daily work. Lecturers are one of the human resources who must implement the tridharma of higher education as a form of performance carried out in their work as lecturers. The aim of this research is to analyze the influence of information system (SISTER) on the performance of permanent lecturers at Suryakancana University. The data used in this research is data from questionnaires to lecturers spread across five faculties and one postgraduate with a total of seventeen study programs. Data analysis used used the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) method. The results of this research are that task and technology suitability influences perceived usefulness positively and significantly. The variables of task and technology suitability, information quality, and system quality are able to influence the variance of the perceived usefulness variable and the rest is shown by other variables. The model also explains that the variables of task and technology suitability, information quality, system quality, and employee performance influence the variance of the employee performance variable and the rest is shown by other variables. Perkembangan teknologi, khususnya dibidang teknologi informasi banyak sekali dimanfaatkan oleh organisasi dalam membantu terhadap pelaksanaan pekerjaan sehari – hari. Dosen merupakan salah satu sumber daya manusia yang harus melaksanakan tridarma perguruan tinggi sebagai salah satu bentuk kinerja yang dilakukan dalam pekerjaan sebagai dosen. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis terhadap pengaruh sistem informasi sumber daya terintegrasi (SISTER) terhadap kinerja dosen tetap di lingkungan Universitas Suryakancana. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data hasil kuesioner kepada dosen yang tersebar ke lima fakultas dan satu pasca sarjana dengan jumlah keseluruhan tujuh belas program studi. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Pengujian konformatori model menggunakan PLS-SEM dengan bantuan perangkat lunak SMART PLS. Hasil dari penelitian ini adalah kesesuaian tugas dan teknologi mempengaruhi persepsi kemanfaatan secara positif dan signifikan. Variabel kesesuaian tugas dan teknologi, kualitas informasi, dan kualitas sistem mampu mempengaruhi variansi dari variabel persepsi kemanfaatan dan sisanya ditunjukkan oleh variabel lainnya. Model juga menjelaskan bahwa variabel kesesuaian tugas dan teknologi, kualitas informasi, kualitas sistem, dan kinerja pegawai mempengaruhi variansi dari variabel kinerja pegawai dan sisanya ditunjukkan oleh variabel lainnya.
Penerapan Statistical Quality Control (SQC) dalam Usulan Perbaikan Kualitas Roti Sobek Manis PT. XYZ Moulita, RA Nurul; Suryani, Faizah
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.2901

Abstract

Increasing demand for bread in Indonesia during the epidemic era has motivated bakeries to make high-quality bread that satisfies their own standards in order to keep up with consumer demand. As one of the branch bread makers in Indonesia, PT. XYZ consistently works to ensure that the bread they create satisfies the parent company's criteria in order to retain their profitability. By reducing the quantity of defective bread products produced, the quality of the bread can be managed. With recommendations for company-wide improvements, Statistical Quality Control (SQC) can be used as a way to monitor the quality of bread produced. The results showed that defects of sweet torn bread produced by PT. XYZ was dominated by 1,484 dented loaves. This defects product is caused by depanning process and displacement of bread which is still done manually. Factors that influence the quality of sweet torn bread produced by PT. XYZ is tool, method, and people. Improvement efforts that can be done by PT. XYZ in minimizing quantity defects of sweet torn bread products is like carrying out regular maintenance on packing machines, conducting training for workers before entering the section field, and providing position exchanges at work to mitigate workers feeling tired. Jumlah permintaan roti di Indonesia yang meningkat di era pandemi memacu para produsen roti untuk memenuhi permintaan pasar dengan memproduksi roti yang berkualitas dan sesuai dengan standar perusahaan. PT. XYZ sebagai salah satu cabang produsen roti di Indonesia selalu berusaha untuk dapat menjaga kualitas roti yang mereka produksi agar sesuai dengan standar induk perusahaan sehingga profit yang terima tidak mengalami penurunan. Roti yang berkualitas dapat dikendalikan dengan upaya meminimalkan jumlah produk cacat roti yang diproduksi. Statistical Quality Control (SQC) dapat digunakan sebagai metode dalam mengendalikan kualitas roti yang diproduksi dengan usulan perbaikan yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk cacat roti sobek manis yang diproduksi PT. XYZ didominasi oleh roti yang penyok sebanyak 1.484 buah. Cacat produk ini disebabkan oleh proses depanning dan pemindahan roti yang masih dilakukan secara manual. Faktor-faktor yang berpengaruh pada kualitas roti sobek manis yang diproduksi PT. XYZ berupa faktor alat, metode, dan manusia. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan PT. XYZ dalam meminimalkan jumlah produk cacat roti sobek manis adalah melakukan perawatan secara berkala pada mesin packing, mengadakan pelatihan untuk pekerja sebelum terjun ke lapangan, serta memberikan pertukaran posisi dalam bekerja untuk memitigasi pekerja merasa kelelahan.  
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemesanan Produk Oleh Pelanggan di Internal Perusahaan Manufaktur Sihombing, Rustam; Juliastuti, Ovi Dwi; Ikatrinasari, Zulfa Fitri
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.3970

Abstract

Abstrak___ Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan manufaktur otomotif dimana di perusahaan tersebut terdapat satu Departemen Supporting Machinery  yang bertugas untuk membuat produk-produk mesin produksi dan perlengkapan lainnya khusus untuk kebutuhan internal perusahaan. Disadari bahwa loyalitas pelanggan adalah hal yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu usaha maka Departemen Suporting Machinery tersebut melakukan survey untuk memetakan faktor-faktor yang mengakibatkan pelanggan melakukan pemesanan produk tersebut dan bahkan menjadi pelanggan yang loyal. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey terhadap para pelanggan atau responden terkait di lingkungan internal perusahaan. Hasil penelitian terhadap 40 responden dengan metode analisa faktor menunjukkan bahwa dari 16 variabel pernyataan terkait produk dan pelayanan menghasilkan empat faktor utama sebagai umpan balik untuk melakukan pelayanan terbaik kepada pelanggan tersebut. Keempat faktor tersebut adalah Kualitas Produk dan Pelayanan, Harga dan Nilai Tambah, Kemudahan Akses serta Respon dan Empati. Kata Kunci : Analisa Faktor; Produk dan Layanan; Pelanggan Loyal.
Asesmen Augmented Reality dengan SEM terhadap Furindo Apps melalui TAM guna Pemanfaatan Interkonektivitas Teknologi Pasca-Pandemi Nugraha, Billy; Hasbullah, Hasbullah; Pauji, Ipan
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4463

Abstract

Today's technology and information are very significant in its development, one of which is e-commerce which is available in several applications. In addition, there is one e-commerce application that has just emerged and is available to its users, namely Furnitur Indonesia Applications (Furindo Apps). Since Furindo Apps is a new application used by users, it is not yet certain about its suitability for users. So the purpose of this study will be to assess several variables that are adjusted to the results of previous research. In this study, one of the methods for assessing augmented reality with the Structural Equation Model (SEM) on Indonesian Furniture Applications through the Technology Acceptance Model (TAM) will be used. Apart from that, in supporting the use of post-pandemic technology interconnectivity. The results in the study focused on several variables used in the hypothesis such as: Quality of Information (X1), Interactive (X2), Perceived Usefulness (X3), Perceived Ease of Use (X4), Enjoyment (X5), Behavioral Intention (X6), Attitude (X7), and Satisfaction (X8). So each variable will be known whether or not there is an influence given by simple statistical testing, namely through a correlation test. The conclusion in this study is that it is necessary to add other variables to support the results of a more optimal TAM method.  Teknologi dan informasi masa kini sangat signifikan dalam perkembangannya, salah satunya adalah e-commerce yang tersedia di beberapa aplikasi. Selain itu terdapat salah satu aplikasi e-commerce yang baru muncul dan tersedia oleh penggunanya, yaitu Furnitur Indonesia Applications (Furindo Apps). Berhubung Furindo Apps merupakan aplikasi baru yang digunakan oleh pengguna, maka belum dapat dipastikan perihal kesesuaian dengan penggunanya. Sehingga tujuan dalam penelitian kali ini akan melakukan penilaian terhadap beberapa variabel yang disesuaikan dengan hasil penelitian terdahulu. Pada penelitian kali ini akan menggunakan salah satu metode guna asesmen augmented reality dengan Structural Equation Model (SEM) terhadap Furnitur Indonesia Applications melalui Technology Acceptance Model (TAM). Selain dari itu dalam menunjang pemanfaatan interkonektivitas teknologi pasca-pandemi. Hasil dalam penelitian berfokus pada beberapa variabel yang dijadikan dalam hipotesis seperti: Quality of Information (X1), Interactive (X2), Perceived Usefulness (X3), Perceived Ease of Use (X4), Enjoyment (X5), Behavioral Intention (X6), Attitude (X7), dan Satisfaction (X8). Maka masing-masing variabel akan diketahui ada tidaknya pengaruh yang diberikan dengan pengujian statistik sederhana, yaitu melalui uji korelasi. Kesimpulan dalam penelitian ini perlu dilakukan penambahan variabel lainnya guna mendukung hasil dari metode TAM yang lebih optimal.
Penerapan Pendekatan SMED untuk Mengurangi Waktu Pergantian dalam Proses Pengujian di Perusahaan Listrik Multinasional Haris, Siti Puang Rania; Sofianti, Tanika Dewi; Pratama, Aditya Tirta
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4346

Abstract

PT. XYZ is a company that produces electrical components, they make a product based on an engineer to order (ETO). PT. XYZ find the changeover time in the testing process is very high and still follow the time in the old factory. The focus of this research is to reduce changeover time and standardize the process. In this research, Single Minute Exchange of Dies (SMED) is a method that used in order to reduce the changeover time. Started by observing the entire changeover process from the process after the panel is tested on Post F to loading a new panel for testing on Post F. Suggested improvement proposals that can be made immediately will be implemented directly in the process. For the internal process, the improvement activities carried out are to make the activities run parallel. Then, for external activities, the improvement activities carried out are to make the activities run in parallel and change the work procedures at Post F. Through 5S implementation will improve the speed changeover process. Through this improvement it can reduce the change over time by 54% and increase the number of panels that can be tested to 6 panels per work shift.  PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi komponen listrik, mereka membuat produk berdasarkan Engineer-To-Order (ETO). PT. XYZ menemukan waktu pergantian pada proses pengujian sangat tinggi dan masih mengikuti waktu di pabrik lama. Fokus penelitian ini adalah untuk mengurangi waktu pergantian dan menstandardisasi proses. Dalam penelitian ini, Single Minute Exchange of Dies (SMED) merupakan metode yang digunakan untuk mengurangi waktu pergantian. Dimulai dengan mengamati seluruh proses pergantian dari proses setelah panel diuji pada Post F hingga mencari panel baru untuk pengujian pada Pos F. Usulan perbaikan yang dapat segera dibuat akan diimplementasikan langsung dalam proses. Untuk proses internal, kegiatan perbaikan yang dilakukan adalah membuat kegiatan berjalan sejajar. Kemudian , untuk kegiatan eksternal, kegiatan perbaikan yang dilakukan adalah membuat kegiatan berjalan paralel dan berputar prosedur kerja di Pos F. Melalui penerapan 5S akan meningkatkan kecepatan proses pergantian . Melalui perbaikan ini dapat mengurangi waktu pergantian sebesar 54% dan meningkat jumlah panel yang dapat diuji menjadi 6 panel per shift kerja .
Optimalisasi Rantai Pasok Sekolah: Studi Kasus tentang Arsitektur Informasi e-SCM di SMA Istambul, Muhammad Rozahi; Parlindungan, Parlindungan; Rijayana, Iwan
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4613

Abstract

This research aims to develop an information architecture design based on electronic Supply Chain Management (e-SCM) to optimise the procurement process and the use of goods in public high schools. The main challenges faced by SMAs are inefficiency in procurement management, limited transparency, and the risk of wasting resources. To address these issues, this research utilises the ArchiMate framework as an information architecture modelling tool that enables visualisation and detailed analysis of existing business processes. The approach used was a case study, where data was collected through interviews and direct observation in the field. Afterwards, the resulting architecture model was validated by stakeholders in high schools involved in the procurement process. The results showed that the implementation of e-SCM significantly improved operational efficiency, increased transparency of the procurement process, and minimised errors in inventory management. In addition, the use of e-SCM also increases stakeholder satisfaction, both among school staff and external parties related to the procurement process. This research makes an important contribution to the literature of information technology-based supply chain management in the context of education, and offers an information architecture model that can be widely applied in other educational institutions. As such, this research is expected to help schools manage their resources better and more efficiently. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain arsitektur informasi berbasis electronic Supply Chain Management (e-SCM) guna mengoptimalkan proses pengadaan dan penggunaan barang di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri. Tantangan utama yang dihadapi oleh SMA adalah inefisiensi dalam manajemen pengadaan, keterbatasan transparansi, serta risiko pemborosan sumber daya. Untuk mengatasi masalah, penelitian ini memanfaatkan Design ArchiMate sebagai alat pemodelan arsitektur informasi yang memungkinkan visualisasi dan analisis mendetail terhadap proses bisnis yang ada. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Setelah itu, model arsitektur yang dihasilkan divalidasi oleh para pemangku kepentingan di SMA yang terlibat dalam proses pengadaan barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-SCM secara optimal mampu meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan transparansi proses pengadaan, dan meminimalkan kesalahan dalam manajemen inventaris. Selain itu, penggunaan e-SCM juga meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan, baik di kalangan staf sekolah maupun pihak eksternal yang terkait dengan proses pengadaan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur manajemen rantai pasok berbasis teknologi informasi dalam konteks pendidikan, serta menawarkan model arsitektur informasi yang dapat diterapkan secara luas di institusi pendidikan lainnya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu membantu sekolah dalam mengelola sumber daya mereka dengan lebih baik dan efisien.
Segmentasi Pelanggan Menggunakan K-Means Clustering: Menganalisis Metrik RFM untuk Strategi Pemasaran YUNITA, IKA; Ali, Puti Retno; Kartawidjaja, Maria Angela; Sukwadi, Ronald
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4452

Abstract

Means clustering algorithm for customer segmentation in the retail sector. The background of the research is based on the need to gain a deeper understanding of customer behavior in order to develop more effective Customer Relationship Management (CRM) strategies tailored to each customer segment. The data used in this study was collected from sales transactions over a period of three years, from April 1, 2021, to August 23, 2023, totaling 62,677 transactions. The primary objective is to enhance CRM strategies by categorizing customers based on their purchasing behavior. The K-Means algorithm was employed to group customers according to their RFM values, while the Elbow Method and Silhouette Analysis were used to determine the optimal number of clusters. As a result, customers were classified into three main segments: General Development, General Maintenance, and Important Maintenance. Each segment is characterized by a unique combination of recency, frequency, and monetary values, providing insights into targeted marketing approaches. Short-term strategies include personalized promotions and targeted campaigns to encourage repeat purchases and increase the average order value. Long-term initiatives focus on developing loyalty programs and VIP services to enhance customer retention and lifetime value. These findings emphasize the effectiveness of data-driven CRM strategies in optimizing customer engagement and profitability in the competitive retail landscape. Penelitian ini mengkaji penerapan analisis RFM (Recency, Frequency, Monetary) dan algoritma clustering K-Means dalam melakukan segmentasi pelanggan di sektor ritel. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami perilaku pelanggan secara lebih mendalam untuk menyusun strategi Customer Relationship Management (CRM) yang lebih efektif dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen pelanggan. Data yang digunakan berasal dari transaksi penjualan selama periode tiga tahun, yakni dari 1 April 2021 hingga 23 Agustus 2023, dengan total sebanyak 62.677 transaksi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan strategi CRM melalui pengelompokan pelanggan berdasarkan perilaku pembelian mereka. Algoritma K-Means digunakan untuk mengklasifikasikan pelanggan berdasarkan nilai RFM, sementara Metode Elbow dan Analisis Silhouette diterapkan untuk menentukan jumlah cluster yang optimal. Berdasarkan hasil analisis, pelanggan terbagi menjadi tiga segmen utama: General Development, General Maintenance, dan Important Maintenance. Masing-masing segmen ditentukan oleh kombinasi unik dari nilai recency, frequency, dan monetary, yang memberikan wawasan dalam menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Strategi jangka pendek mencakup promosi yang dipersonalisasi dan kampanye yang ditargetkan untuk mendorong pembelian berulang dan meningkatkan nilai rata-rata pesanan. Sedangkan inisiatif jangka panjang berfokus pada pengembangan program loyalitas dan layanan VIP untuk meningkatkan retensi pelanggan serta nilai seumur hidup mereka. Hasil penelitian ini menegaskan efektivitas strategi CRM berbasis data dalam mengoptimalkan keterlibatan pelanggan dan profitabilitas perusahaan di lingkungan ritel yang kompetitif.
Model System Dynamics untuk Pengelolaan Sampah Padat Perkotaan di Kota Pekanbaru Meirizha, St. Nova; Mulyadi, Agus; Indra, Nabila Zakia
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4502

Abstract

Municipal Solid Waste (MSW) is still an issue in urban areas, including Pekanbaru, one of the most densely populated cities in Riau. The increase in the amount of MSW that is left has an impact on the environment and health. This study aims to provide MSW management policies by analyzing various alternative scenarios, including reduction and treatment. The method used is System Dynamics, which consists of designing a CLD (Causal Loop Diagram) model, then continuing by building an SFD (Stock and Flow Diagram) model composed of 3 alternative scenarios that have three levels each scenario. The simulation period was carried out until 2058. The simulation and model validation results showed that increasing recycling capacity and reducing the use of plastic products can significantly reduce the amount of waste entering the TPA (Final Disposal Site). The best scenario in MSW management is the combination scenario with a 30% reduction in MSW and 72.9% treatment. Waste reduction is carried out through education programs and public awareness, reducing the use of disposable materials and increasing recycling. Waste processing is carried out by constructing modern facilities such as incinerators and compost plants. Implementing this scenario can reduce the burden on landfills and maximize the use of waste as a resource. This research will contribute to developing future sustainable and environmentally friendly waste management strategies. Sampah padat perkotaan atau Municipal Solid Waste (MSW) masih menjadi isu di daerah perkotaan termasuk Pekanbaru sebagai salah satu kota terpadat di Provinsi Riau. Peningkatan jumlah MSW yang dibiarkan berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Pengelolaan MSW saat ini berupa daur ulang melalui bank MSW dan sanitary landfill, namun hal tersebut belum optimal. Karena timbulan MSW terus meningkat.  Peningkatan jumlah MSW yang dibiarkan berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan Penelitian ini bertujuan memberikan altrenatif skenario kebijakan pengelolaan MSW dengan menganalisis berbagai alternatif skenario meliputi pengurangan dan pengolahan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan yaitu System Dynamics yang teridiri dari perancangan model CLD (Causal Loop Diagram), kemudian dilanjutkan dengan membangun model SFD (Stock and Flow Diagram). Terdiri dari 3 alternatif skenario yang memiliki 3 tingkat setiap skenarionya. Periode simulasi dilakukan hingga tahun 2058. Hasil simulasi dan validasi model menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas daur ulang dan pengurangan penggunaan produk berbahan plastik dapat secara signifikan mengurangi jumlah MSW yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Skenario kombinasi dengan pengurangan MSW sebesar 30% dan pengolahan 72,9% merupakan skenario terbaik dalam pengelolaan MSW. Pengurangan MSW dilakukan melalui program edukasi dan kesadaran masyarakat, pengurangan penggunaan bahan sekali pakai, serta peningkatan daur ulang. Pengolahan MSW dilakukan melalui pembangunan fasilitas pengolahan MSW modern, seperti insinerator dan pabrik kompos Implementasi dari skenario ini dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir dan memaksimalkan pemanfaatan MSW sebagai sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pengelolaan MSW yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.

Page 11 of 14 | Total Record : 132