Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
39 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 1 (2024)"
:
39 Documents
clear
PENGARUH ACTIVE STRETCHING DAN HAND EXERCISE TERHADAP PENURUNAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEMETIK TEH PTPN VIII MALABAR
SUHERDIN, SUHERDIN;
HADIANSYAH, WALDI ISRA;
KURNIAWATI, RATNA DIAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6339
Angka Penyakit Akibat Kerja (PAK) dari tahun ke tahun terus meningkat, salah satu PAK yang sering terjadi yaitu Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Pekerja pemetik teh berisiko tinggi mengalami keluhan CTS akibat gerakan berulang pada bagian pergelangan tangan. Pengendalian CTS diketahui dapat dilakukan praktik konservatif untuk menurunkan keluhan subjektif diantaranya dengan active stretching dan hand exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh intervensi active stretching dan hand exercise terhadap penurunan keluhan CTS. Jenis penelitian ekperimen dengan desain penelitian quasi eksperiment, rancang bangun penelitian two group design pre and post test. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh pekerja pemetik teh PTPN VIII Malabar unit Kertamanah berjumlah 87 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 pekerja untuk kelompok A (intervensi active stretching) dan 18 pekerja untuk kelompok B (intervensi hand exercise), teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengukuran keluhan subjektif CTS menggunakan Boston Carpal Tunnel Syndrome (BCTQ). Analisi data menggunakan uji non-parametrik wilcoxon dan mann-whitney. Hasil penelitian menunjukan pada kelompok intervensi dengan active stretching, p-value 0,002 (p>0,05), dan hand exercise p-value 0,000 (p>0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan keluhan CTS sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Uji efektivitas menunjukkan nilai p-value 0,001 (p>0,05), artinya terdapat perbedaan yang signifikan penurunan keluhan CTS pada masing-masing kelompok intervensi, dengan intervensi hand exercise lebih efektif. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan pada skor rata-rata keluhan CTS sebelum dan sesudah diberikan masing-masing perlakuan, dengan hand exercise diketahui lebih efektif untuk menurunkan keluhan CTS.
IMPLEMENTASI AROMA TERAPI LEMON PADA EMISIS GRAVIDARUM
YORITA, EPTI;
EKANUGRAHENI, DIAH;
AFELA, INTAN;
BURHAN, RIALIKE;
SAVITRI, WEWET
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6340
Mual muntah adalah gejala yang sering dialami pada wanita hamil akibat faktor hormonal, genetik, infeksi dan psikologi. Ini merupakan kondisi ringan, dapat sembuh dengan sendirinya, dapat dikontrol dengan tindakan konservatif serta tidak menimbulkan gejala sisa yang merugikan pada janin, namun mual muntah yang kepanjangan berdampak buruk terhadap ibu dan janin. Oleh karena diperlukan terapi non farmakologi yang mudah, murah dan tidak menimbulkan efek samping seperti aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan dengan menerapkan aroma terapi lemon pada ibu hamil dengan emisis gravidarum. Desain penelitian studi kasus, Subjek penelitian Ibu hamil normal trimester I primigravida, usia kehamilan 7-8 minggu yang mengalami mual muntah >3-4 kali sehari. Tempat penelitian di PMB “F” Kota Bengkulu, dengan waktu pengambilan data pada bulan Mei 2023. Pengumpulan data menggunakan data primer menggunakan instrument format pengkajian metode Varney dan catatan perkembangan menggunakan metode SOAP. Bahan penelitian berupa minyak aromaterapi lemon pure essential oil yang dibeli di toko online dan telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diberikan 2x1 hari selama 7 hari. Skala mual muntah pada ibu hamil diobservasi menggunakan 24 hours pregnancy unique quantification of emesis (PUQE -24). Hasil penelitian mendapatkan bahwa terjadi penurunan skor mual muntah dari skor 7 menjadi 3 setelah pemberian aroma terapi lemon. Ini berarti aroma terapi leon dapat mengurang mual munta pada ibu hamil. Disarankan kepada bidan atau pemberi pelayanan Kesehatan tingkat pertama agar memberikan aroma terapi lemon untuk menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KELUHAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI
HILINTI, YATRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6342
Pendahuluan: SMK Negeri 3 memiliki 9 kelas dengan jumlah siswa yang memiliki keluhan dismenore sebanyak 228 orang. Remaja termasuk siswi yang masih sekolah memiliki aktivitas fisik dalam kategori ringan, aktivitas mereka lebih cenderung belajar disekolah yang mungkin ada pelajaran tambahan serta berbagai aktivitas harian lainnya, setelah pulang sekolah memungkinkan aktivitas fisik para siswi di SMK N 3 Lubuk Linggau tergolong dalam aktivitas fisik berat. Didapatkan dari 10 siswi sebanyak 4 siswi (40,0%) sering tidak hadir kesekolah karena dismenore yang dialaminya tepat saat hari pertama dan hari kedua menstruasi sedang berlangsung, Tujuan penelitian ini yaitu Diketahuinya hubungan aktivitas fisik dengan keluhan dismenore pada remaja putri di SMK Negeri 3 Lubuk Linggau. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Penelitian analitik merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan dismenore pada remaja putri di SMKN 3 Lubuk Linggau. Populasi dalam penelitian ini yaitu 228 orang remaja putri dan sampel sebanyak 70 siswi. Hasil dan Pembahasan: Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik ringan dengan menggunakan uji chi-square ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan keluhan dismenore. Kesimpulan : aktivitas fisik adalah hal yang penting diperhatikan saat masa remaja. Peneliti menyarankan kepada pihak SMKN 3 Lubuklinggau dapat meningkatkan pemberian KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) pada remaja putri terutama tentang dismenore untuk mengurangi keluhan nyeri dismenore.
PENGARUH EDUKASI SEKS MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI LAGU MENGENAL SENTUHAN TERHADAP PENGETAHUAN SEKSUALITAS ANAK USIA SEKOLAH DASAR
HUSNI, HUSNI;
PARDOSI, SARIMAN;
VELIA, RIZKI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6344
Pendahuluan: Pravalensi kejadian kekerasan seksual anak meningkat kepada usia yang lebih deawasa, hal ini ditunjukkan bahwa korban kekerasan seksual anak pada usia 6-12 tahun meningkat menjadi 33%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh edukasi seks melalui media video animasi lagu mengenal sentuhan terhadap pengetahuan seksualitas pada anak usia sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-post test with control group design. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah responden 60 responden yang terdiri dari 30 responden untuk kelompok intervensi dan 30 responden untuk kelompok kontrol. Pemberian intervensi selama 2 siklus (2 hari) dimana dalam 1 siklus terdapat 2 sesi dan pada kelompok kontrol dilakukan selama 2 siklus (2 hari) dalam 1 siklus terdapat 2 sesi yang dilakukan dalam 4 minggu yang terdiri dari 2 minggu pada kelompok intervensi dan 2 minggu pada kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan video animasi “Mengenal Sentuhan” dan leaflet “AKU MANDIRI”, lembar kuisioner pengetahuan, dan lembar karakteristik responden. Analisis menggunakan paired sample t-test dengan nilai hasil p-value 0.000 < 0.05 yang berarti ada perbedaan rata-rata nilai pengetahuan sesudah dilakukan intervensi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh edukasi seks melalui media video animasi lagu mengenal sentuhan terhadap pengetahuan seksualitas pada anak usia sekolah dasar di Kota Bengkulu.
EFEKTIVITAS MEDIA EDUKASI VIDEO DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI SMA NEGERI 11 KOTA BENGKULU
ANGRAINI, WULAN;
FEBRIAWATI, HENNI;
YANUARTI, RISKA;
FATMAWATI, TRESNA;
RIZAL, ACHMAD FAISAL
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6345
Pendahuluan: Sampah merupakan masalah yang terjadi dilingkungan yang dapat menimbulkan penyakit. Pencegahan penumpukan sampah dilingkungan sekolah bersifat direktif dan edukasional sangat diperlukan bagi anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh sampah Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan sikap tentang pengolahan sampah di sekolah menegah atas negeri Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Desain penelitian adalah quasy eksperimental dengan pre-test and post-test. Jumlah sampel 90 orang terdiri dari 45 kelompok Video media vidio dan 45 kelompok Video leaflet. Teknik sampling adalah simple random sampling. Analisis menggunakan wilxocon α < 5%. Menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan setelah diberikan Video media Video dan leaflet nilai p= 0,000. Rata-rata nilai sikap setelah diberikan Video media Video dan leaflet nilai p = 0,266. Hasil dari tabulasi data menggunakan SPSS didapatkan bahwa media edukasi video dan leaflet memiliki perbedaan efektifitas dalam meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah. Ada perbedaan efektivitas antara media edukasi video dan leaflet, edukasi dengan menggunakan media vidio dan leaftlet sangat efektif untuk menambah pengetahuan sedangkan untuk sikap penggunaan leaftlet sebagai media edukasi tidak efektif.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN CAMPAK DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW
RIANTINA, ANITA;
NAJMAH, NAJMAH;
SITORUS, RICO JANUAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6349
Pendahuluan: Penyakit Campak ialah jenis penyakit demam dan ruam kemerahan yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penyakit ini juga sebagai penyakit yang mudah sekali menyebarkan kepada orang lain melalui droplet atau benda yang terkontaminasi, adapun penyebabnya adalah virus yang dapat mengakibatkan kematian, namun penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Di sebagian besar belahan dunia, terutama di negara miskin dan berkembang, penyakit campak masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas terutama kelompok anak-anak yang tidak mempunyai kekebalan. Metode: Mengacu pada pendekatan studi literatur dalam rentang waktu 6 tahun terakhir (2018-2023) penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor risiko yang berkontribusi pada kejadian campak di Indonesia. Penelitian ini dirancang untuk melakukan review literatur dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Penelitian ini dilakukan melalui pencarian artikel bersumber dari Google scholar dan Pubmed. Artikel penelitian asli yang dipublikasikan selama enam tahun terakhir mulai tahun 2018-2023 adalah kriteria yang dimasukkan dalam penulisan ini. Hasil dan Pembahasan: Dari hasil telaah yang dilakukan secara keseluruhan diperoleh 11 faktor yang berpengaruh terhadap kejadian campak dengan 3 faktor utama yaitu status imunisasi, pengetahuan ibu serta adanya kontak penderita dalam keluarga. Walaupun tidak mengabaikan beberapa faktor lainnya seperti usia yang paling dominan terserang virus campak, pendidikan ibu, riwayat campak ibu, sikap ibu, tindakan ibu, serta status gizi dari kasus campak. Kesimpulan: Dari anlisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian campak di Indonesia dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berdampak terhadap kejadian campak terdapat pada 8 artikel yang ditelaah, dimana status vaksinasi pada anak balita dan usia sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian campak di beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu tingkat pengetahuan ibu yang kurang memadai juga mempengaruhi kejadian campak, karena ibu yang pengetahuannya kurang memadai akan mengakibatkan seorang ibu tidak memahami pentingnya imunisasi campak bagi anaknya. Selain kedua faktor tersebut, status gizi yang buruk serta adanya kontak dengan penderita dalam keluarga juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kejadian campak dalam suatu keluarga yang ditunjang dengan kondisi rumah yang tidak memadai dengan tingkat hunian yang banyak.
ANALISIS TINGKAT RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEKERJA ADMINISTRATIF DI PT. X DENGAN METODE ROSA
KEUMALA MUDA, CUT ALIA;
MAHARANI, PREYSITA PUAN;
HERYANA, ADE;
HANDAYANI, RINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6350
Pendahuluan: Pekerja administratif PT. X bekerja dengan komputer 5 jam/hari dengan posisi duduk 8 jam atau lebih dapat menyebabkan musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat risiko musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja administratif PT. X. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 30 pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan pengukuran postur kerja dengan kuisioner Rapid Office Strain Assessment (ROSA) terhadap pekerja administratif PT. X. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil Rapid Office Strain Assessment (ROSA) proporsi tertinggi yang memiliki postur kerja yang berisiko sebanyak 22 pekerja (73,3%) sedangkan proporsi terendah pekerja yang memiliki postur kerja tidak berisiko sebanyak 8 pekerja (26,7%). Kesimpulan: Peralatan kerja dapat diperbaiki karena masih terdapat peralatan kerja yang kurang mendukung ergonomi, pekerja dapat melakukan peregangan otot selama 10 hingga 15 menit setiap dua jam, perusahaan harus menyediakan tempat penyimpanan dokumen dan pihak perusahaan melakukan pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya penerapan ergonomi dalam bekerja agar dapat meminimalisir tingkat resiko pada karyawan.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI PUSKESMAS PEKIK NYARING BENGKULU TENGAH
KUSNIATI, ETTI;
PAULINDA, DELLA;
WIDIAWATI, ROSI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6351
Pendahuluan: Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan factor risiko PTM yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodic Sasaran utama program Pos bindu PTM adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun keatas. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan Implementasi Program Pelaksanaan Pos PembinaanTerpadu Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Pekik Nyaring Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam menganalisis implementasi program Posbindu PTM menggunakan model implementasi George C. Edward III. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil dan Pembahasan: hasil penelitian Implementasi Pelaksanaan Posbindu PTM menunjukkan 1) Komunikasi yang dilakukan oleh pihak pelaksana kepada kelompok sasaran sudah baik dimulai dengan sosialisasi secara tatap muka langsung sehingga diharapkan kelompok sasaran jelas memahami program Posbindu PTM 2) Sumberdaya manusia,informasi, dan fasilitas untuk implementasi program Posbindu PTM masih kurang memadai 3) Disposisi dari pihak yang terlibat sudah baik dan ramah, namun untuk insentif perlu adanya penambahan uang pengganti transportasi untuk semua kader pendamping 4) Struktur birokrasi pelaksana program sudah berjalan baik dan sesuai SOP begitu juga tanggung jawabnya.
PENGARUH HUBUNGAN INTERPERSONAL TERHADAP STRESS KERJA PADA GURU DI SD NEGERI X SELAMA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS
MILLAH, IZZATU;
PRILIANA, ALVIANI PUTRI;
HANDAYANI, PUTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6353
Pendahuluan: Dampak covid-19 terhadap dunia pendidikan sangat besar dan dirasakan oleh berbagai pihak terutama guru, kepala sekolah, peserta didik dan orang tua. Salah satu keputusan pemerintah yaitu proses pembelajaran tetap berlangsung tapi tidak dengan tatap muka melainkan dengan online. Berbagai masalah muncul akibat pembelajaran online seperti situasi rumah yang tidak mendukung, masalah koneksi, dan sulitnya komunikasi juga dapat menyebabkan stress. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan antara hubungan interpersonal dengan stress kerja yang dialami oleh Guru SDN X Jakarta Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif desain studi crossectional. Sebanyak 31 Guru di SDN X terlibat dalam penelitian ini. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Hasil dan Pembahasan: hubungan interpersonal yang dialami guru sebagian besar termasuk dalam kategori hubungan yang tidak baik. Sebagian besar guru di SDN X mengalami stress kerja.. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara hubungan interpersonal dengan stress kerja yang dialami oleh Guru (P Value 0,006) dengan koefisien korelasi sebesar 0,438. Kesimpulan: Hubungan interpersonal yang tidak baik menyebabkan stress kerja oleh karena itu upaya yang perlu dilakukan oleh sekolah seperti berkumpul bersama secara rutin, dan perlu dilakukan gathering/ rekreasi bersama untuk menciptkan hubungan dan komunikasi yang lebih baik dan bisa lebih mengenal karakter dari masing-masing Guru.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA MODUL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM MEMBERIKAN STIMULASI MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 1-2 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL
APRIANTI, DELTA;
SUSANTI, MERI EPRIANA;
SARI, LEZI YOVITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6355
Pendahuluan: Stimulasi perkembangan anak bertujuan untuk membantu anak agar dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal sesuai dengan usia anak. Stimulasi perkembangan yang diberikan pada anak dapat dilakukan oleh orangtua, tenaga kesehatan dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ibu sebagai pengasuh terdekat seorang anak harus mengetahui lebih banyak proses pertumbuhan dan perkembangan anak serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media modul terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan pada anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Metode: Desain pada penelitian ini menggunakan quasy-experimental dengan metode Pretest-posttest Control Group Design. Pengambilan sampel dengan metode nonprobability sampling dengan teknik total sampling, sampel yang berjumlah 34 responden adalah ibu yang memiliki anak usia 1-2 tahun bulan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pendidikan kesehatan sedangkan variabel dependentnya adalah pengetahuan ibu. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan Analisa univariat dan bivariat uji paired t test. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian yang diperoleh terdapat setengah responden memiliki pengtehuan cukup sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan seluruh responden memiliki pengetahuan baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dari hasil Analisa bivariat diketahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan dengan media modul terhadap peningkatan pengetahuan tentang stimulasi perkembangan dengan nilai p 0,003 ≤ 0,005.Kesimpulan: Diharapkan kedepannya perlu memberikan pendidikan kesehatan secara rutin kepada ibu yang mempunyai balita usia 1-2 tahun mengenai perlunya pemantauan perkembangan anak saat usia balita, perlunya merangsang perkembangan motorik kasar anak yang bisa ibu lakukan dirumah, perlunya ibu menyediakan fasilitas yang bisa menunjang pemberian stimulasi perkembangan pada anak.