cover
Contact Name
Haty Latifah Priatni
Contact Email
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Phone
+62232-871279
Journal Mail Official
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Editorial Address
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kuningan| Jl. Pangeran adipati No. D4 Kuningan Jawabarat Telp.(0232) 871279 Fax (0232)871279 | Email: herbapharma@stikesherbapharma@stikesmuhammadiyahku.ac.id STIKes Muhammadiyah Kuningan stikes-muhammadiyahku.ac.id
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological
ISSN : -     EISSN : 2722709X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Herbs and Farmacological HERBAPHARMA is an essential reference filled with recent research and other valuable information associated with herbs, spices, and medicinal plants. The Journal serves as a focus point through which investigators and others may publish material of importance to the production, marketing, and utilization of these plants and associated extracts. The journal covers the following topics: growth, development, horticulture, ecology, physiology, genetic, chemistry, and economics. Original articles, review articles, and book reviews provide information of interest to an international audience of researchers, teachers, technicians, and managers involved with production and/or marketing of herbs, spices, and medicinal plants.
Articles 94 Documents
Formulasi Dan Evaluasi Gel Ekstrak Kulit Nanas Madu (Ananas comosus L. Merr) Dengan Variasi Konsentrasi HPMC Sebagai Gelling Agent Mersita, Meri; Endriyatno, Nur Cholis
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.425

Abstract

Ekstrak kulit nanas madu (Ananas comosus L. Merr) dengan konsentrasi 9% memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococus aureus karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin. Bakteri Staphylococus aureus memiliki peran dalam memperparah jerawat pada kulit. Untuk memanfaatkan ekstrak kulit nanas madu maka perlu dilakukan formulasi berupa sediaan gel. Sediaan tersebut dipilih karena merupakan sediaan stabil, bersifat dingin, memiliki sifat yang lunak, lembut, mudah dioleskan, dan tidak meninggalkan  lapisan berminyak pada permukaan kulit. Dalam sediaan gel, gelling agent memiliki peran dalam mempengaruhi karakteristik gel yang terbentuk. Salah satu gelling agent yang sering digunakan  adalah HPMC. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memformulasi gel ekstrak kulit nanas madu dan untuk mengetahui pengaruh HPMC pada karakteristik gel yang terbentuk. Jenis penelitian berupa eksperimental, dibuat 3 formula gel dengan variasi konsentrasi HPMC masing-masing sebesar 2%, 4%, dan 6%. Gel dievaluasi dengan beberapa parameter seperti organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, iritasi kulit, stabilitas, dan hedonik. Data dianalisis dengan SPSS (trial) One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan HPMC sebagai gelling agent berpengaruh pada pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas namun tidak berpengaruh pada uji fisik lainnya. HPMC dengan konsentrasi 4% menghasilkan sediaan dengan evaluasi gel terbaik.   ABSTRACTThe extract of honey pineapple peel (Ananas comosus L. Merr) at a concentration of 9% has antibacterial activity against Staphylococcus aureus due to its content of flavonoids, tannins, and saponins. Staphylococcus aureus bacteria play a role in exacerbating acne on the skin. To utilize the honey pineapple peel extract, it is necessary to formulate it into a gel preparation. This form was chosen because it is stable, cooling, soft, smooth, easy to apply, and does not leave an oily layer on the skin surface. In a gel formulation, the gelling agent plays a role in influencing the characteristics of the formed gel. One commonly used gelling agent is HPMC. This study aims to formulate a gel with honey pineapple peel extract and to assess the impact of HPMC on the characteristics of the formed gel. The research is experimental, with three gel formulas formulated using varying concentrations of HPMC: 2%, 4%, and 6%. The gels were evaluated based on several parameters including organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, adhesion, viscosity, skin irritation, stability, and hedonic testing. Data were analyzed using SPSS (trial) One Way Anova with a confidence level of 95%. The results showed that the use of HPMC as a gelling agent affected pH, spreadability, adhesion, and viscosity but did not affect other physical tests. HPMC at a concentration of 4% produced the best evaluated gel formulation.
FORMULASI SEDIAAN SPRAY GEL TABIR SURYA DARI EKSTRAK DAUN STROBERI (Fragaria x ananassa( Duchesne ex Weston)Duchesne ex Rozier) DENGAN OPTIMASI BASIS GEL KARBOPOL 940 DAN HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA (HPMC) Herliningsih, Herliningsih; Fauziah, Dini Nurul
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i2.462

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa(Duchesne ex Weston)Duchesne ex Rozier) mengandung Senyawa fenolik seperti flavonoid merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat mengikat ion logam yang mampu mencegah efek bahaya dari sinar UV. Sediaan spray dipilih karena sifat spray memiliki daya serap yang cepat menjadi kering. Tujuan penelitian ini untuk mengoptimasi basis gel dan memformulasikan sediaan gel dari ekstrak daun stroberi. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilakukan di laboratorium dan dilakukan optimasi basis gel dengan konsentrasi karbopol dan HPMC yang berbeda yaitu F1 0,5:0,5, F2 1,0:0,5, dan F3 0,5:1,0. Formula basis gel yang baik dibuat formulasi sediaan spray gel yang mengandung ekstrak daun stroberi dengan konsentrasi F0 0%, F1 1,0 %. Serta dilakukan evaluasi fisik sediaan spray gel meliputi Uji organoleptis, Uji homogenitas, Uji bobot jenis, Uji pH, dan Uji viskositas. Hasil semua formula sediaan spray gel menunjukan warna hijau tua, konsistensi kental agak cair, berbau khas daun stroberi, dan homogen. Nilai pH yaitu 6,10. Nilai bobot jenis 0,98 gram/mL. Nilai viskositas 2180 cPs. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun stroberi dapat diformulasikan menjadi sediaan spray gel dan hasil penelitian formula yang terbaik yaitu formula F1 1,0%.
Uji Kualitatif Dan Kuantitatif Kadar Flavonoid Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) Dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Latifah Priatni, Haty; Mukhlis, Dayana Shofiah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.500

Abstract

Tanaman rimpang kecombrang mempunyai bunga yang menyerupai bunga pisang berwarna merah muda. Tanaman yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae ini mungkin memiliki aktivitas antioksidan. Bunga kecombrang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin sebagai bahan aktifnya. Melalui analisis kualitatif dan kuantitatif, jumlah flavonoid yang ada dalam bunga kecombrang dapat dipastikan dalam penelitian ini. Serbuk magnesium 0,05 mg dan 4 tetes HCI pekat merupakan reagen yang digunakan dalam reaksi warna untuk melakukan uji kualitatif terhadap ekstrak etanol bunga kecombrang. Instrumen spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk analisis uji kuantitatif. Hasil uji kualitatif pada sampel menunjukkan adanya flavonoid yang terkandung dalam bunga kecombrang dengan terjadinya perubahan warna yang semula berwarna coklat berubah menjadi warna merah. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada bunga kecombrang dapat dilakukan pada panjang gelombang 431 dengan menggunakan senyawa standar kuersetin dan diperoleh persamaan regresi linear yaitu y = 0,03295x + 0,0605 dengan nilai koefisien kolerasi (r2) = 0,9989 dan kadar flavonoid pada bunga kecombrang sebesar 0,47086%.   ABSTRACTThe Kecombrang plant has flowers that resemble banana flowers that with pink colour. The plants belonging to the Zingiberaceae family that possiblity has antioxidant activity. Kecombrang flowers contain flavonoids, saponins, and tannins as their active ingredients. Through qualitative and quantitative analysis, the amount of flavonoids present in Kecombrang can be determined in this study. Magnesium powder 0.05 mg and 4 drops of concentrated HCl are reagents used in the color reaction for qualitative analysis of ethanol extract from Kecombrang flowers. UV-Vis spectrophotometry can be used for quantitative analysis. Qualitative analysis results on the samples indicate the presence of flavonoids in Kecombrang flowers, with a color change from brown to red. Quantitative testing results show that the flavonoid content in Kecombrang flowers can be measured at a wavelength of 431 nm using quercetin as the standard compound, with a linear regression equation of y = 0.03295x + 0.0605 and a correlation coefficient (r2) = 0.9989, yielding a flavonoid content in Kecombrang flowers of 0.47086%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Penyebab Jerawat Propioniibacterium acnes Rahman, Ganjar Taufik Patur; Fitriyana, Mega
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i2.514

Abstract

Jerawat terjadi karena adanya gangguan keratinisasi folikel disertai produksi sebum yang meningkat dan kemudian terjadi penyumbatan aliran sebum,bakteri Propionibacterium acnes ikut berperan dalam terjadinya jerawat. Daun srikaya (Annona squamosa L) memiliki kandungan flavonoid,saponin,tannin dan terpenoid yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas daun srikaya sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri jerawat. Pada penelitian ini dibuat ekstrak kental Daun Srikaya (Annona squamosa L) dengan konsentrasi 10%,15% dan 20%,Klindamisin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif kemudian dilakukan uji efektivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menghasilkan diameter zona hambat ekstrak daun srikaya konsentrasi 10% adalah 3 mm dengan daya menghambat lemah,pada konsentrasi 15% adalah 4,1 mm dengan daya menghambat lemah dan 20% adalah 14,1 mm dengan daya menghambat kuat. Kesimpulan penelitian menyatakan ekstrak daun srikaya pada konsentrasi 10%,15% dan 20% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Sedangkan pada konsentrasi 20% ekstrak daun srikaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan efektif. Kata Kunci: Antijerawat,Daun srikaya (Annona squamosa L), Propionibacterium acnes
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA RIMPANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga (L.) Willd) Nurhayatina, Rina; Maulana, Teguh Iman
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i2.519

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) merupakan salah satu spesies yang masuk dalam famili Zingiberaceae dan mudah ditemukan di Indonesia. Masyarakat lokal Indonesia umumnya memanfaatkan lengkuas sebagai bumbu masak dan bahan obat. lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) memiliki berbagai khasiat diantaranya sebagai antijamur dan antibakteri, untuk pemakaian jangka waktu yang lama biasanya dilakukan pengurangan kadar air agar terhindar dari serangan mikroba, salah satu tahap penting pasca panen yang mempengaruhi kandungan senyawa berkhasiat adalah proses pengeringan. Pengeringan lengkuas adalah antara 40-60°C, dengan suhu paling baik pada 50°C untuk mencapai kadar kekeringan sesuai SNI 01-7084-2005 yaitu dengan kadar air pada lengkuas < 10%. Tujuan penelitian untuk mendapatkan metode pengeringan terbaik terhadap kandungan senyawa metabolit sekunder simplisia lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) yang menggunakan 2 metode yaitu metode dengan pengeringan sinar matahari langsung (Open Sun Direct Drying) dan oven (open drying). Pengamatan yang dilakukan yakni parameter spesifik. Hasil yang diperoleh yaitu metode pengeringan dapat mempengaruhi kandungan senyawa metabolit sekunder, Dan metode terbaik dalam proses pengeringan rimpang lengkuas yaitu metode pengeringan menggunakan oven dengan lama waktu pengeringan yaitu 24 jam dengan suhu 50˚ C.
Formulasi Sediaan Scented Candle Kombinasi Minyak Daun Mint (Mentha piperita L.) dan Minyak Cacao (Theobroma cacao L.) Sebagai Aromatherapy Untuk Relaksasi Marini, Marini; Darotulmutmainnah, Azmi; Roselita Dewi, Lita
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.529

Abstract

Scented Candle (lilin aromaterapi) dapat dimanfaatkan sebagai relaksasi. Lilin aromaterapi merupakan produk alternatif yang kekuatannya dapat dirasakan melalui indera penciuman (dengan pernafasan). Bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi yaitu minyak daun mint (Mentha piperita L.) dan minyak kakao (Teobroma cacao L.). Kandungan minyak atsiri dan menthol pada minyak daun mint dapat berinteraksi dengan system syaraf pusat dan kandungan minyak kakao berupa teobromine menstimulasi kerja otak dan merileksasikan suasana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi minyak daun mint dan minyak kakao dapat diformulasikan menjadi lilin aromaterapi untuk relaksasi. Metode penelitian yang digunakan jenis penelitian eksperimental dengan membuat formulasi sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi perbandingan minyak daun mint dan minyak cacao yaitu, F0 (0%:0%) F1 (2%:4%), F2 (3%:3%), F3 (4%:2%) selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik sediaan lilin aromaterapi meliputi uji organoleptik, uji waktu bakar, uji titik leleh, uji kesukaan dan uji efektivitas terhadap 27 responden. Hasil uji waktu bakar paling lama 6 jam 41 menit, uji titik leleh kisaran 50°C- 55°C, uji hedonik scented candle yang paling disukai oleh responden dengan presentasi tertinggi yaitu 44,44% (sangat suka sekali) ditunjukan pada F2 dengan konsentrasi (3%:3%) dan untuk uji efek terapi dapat disimpulkan scented candle kombinasi minyak daun mint dan minyak cokelat memberikan rangsangan positif bagi responden sehingga dapat menstimulasi kerja otak dan merileksasikan suasana. Minyak daunt mint dan minyak cokelat dapat diformulasikan menjadi sediaan scanted candle sebagai aromaterapi untuk relaksasi dan sudah sesuai dengan SNI : 0386-1989-A/SII.
Formulasi dan Uji Antioksidan Gel Facial Wash Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dengan Gelling Agent Carbopol 940 Saputra, Sony Andika; Lailiyah, Munifatul; Dia, Cynthia Ayu
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.548

Abstract

Pada sediaan topikal, antioksidan adalah sebagai pemangsa radikal bebas sekaligus pelindung kulit. Antioksidan alami dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diduga mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan yang tergolong sangat kuat. Selain itu ekstrak daun pegagan juga mengandung senyawa triterpenoid dan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan carbopol 940 pada karakteristik dan kandungan antioksidan pada gel facial wash ekstrak daun pegagan. Daun pegagan diekstraksi dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan fitokimia pada ekstrak daun pegagan. Gel facial wash merupakan sediaan topikal yang berguna untuk membersihkan kotoran. Formulasi gel facial wash menggunakan ekstrak daun pegagan 8% dengan variasi konsentrasi gelling agent carbopol 940 1%, 1,5%, dan 2%. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas dan uji iritasi.  Pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl). Hasil penelitian tersebut menunjukkan carbopol 940 berpengaruh pada karakteristik sediaan dan masih memenuhi persyaratan mutu fisik. Nilai IC50 pada gel facial wash formulasi I 92,37 ppm, formulasi II 86,52 ppm, dan formulasi III 78,05 ppm. Dari Nilai IC50 yang didapat diketahui bahwa gel facial wash ekstrak daun pegagan formulasi III yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat untuk melawan radikal bebas.
Formulasi Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pestisida Nabati Kameliani, Desti; Sukmawati, Sukmawati; Ameliawati, Ameliawati
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.580

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis untuk mengatasi hama pada tanaman dapat menyebabkan dampak negatif baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Penggunaan pestisida yang terbuat dari alam dapat menjadi solusi bagi masyarakat, bukan hanya karena bahan yang mudah di dapat melainkan juga kandungan bahan yang lebih aman. Daun pepaya (Carica Papaya L.) memiliki kandungan senyawa saponin dan juga flavonoid dimana senyawa tersebut dapat mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun pepaya dalam sediaan pestisida dengan berbagai konsentrasi ekstrak kemudian dilakukan evaluasi untuk mengetahui kualitas sediaan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental di Laboratorium dengan membuat 3 formula yang terdiri dari F1 dengan konsentrasi ekstrak daun pepaya 8%, F2 12% dan F3 16%. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas dan pH. Uji organoleptik yang dilakukan terhadap semua formulasi manghasilkan sediaan dengan bau khas daun papaya, bentuk sediaan cair, sedangkan warna pada konsentrasi ekstrak dari yang kecil hingga besar mengalami warna coklat kemerahan - coklat kehijauan. Uji pH mengasilkan nilai pH 5 pada formula F3, yang merupakan nilai pH yang baik untuk sediaan pestisida. Sedangkan uji homogenitas pada ketiga formula menghasilkan sediaan yang tidak homogen.
Formulasi Sediaan Sabun Cair Antiseptik Ekstrak Etanolik Bunga Kenanga (Cananga odorata) Terhadap Bakteri Di Tangan Ulfah, Mariam; Putra, Teguh Adiyas; Permatasari, Nova
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i2.426

Abstract

Bunga kenanga memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berupa flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antibakteri yang positif. Melalui kontak fisik, tangan dapat terpapar oleh berbagai jenis patogen seperti bakteri yang dapat berdampak pada kesehatan. Salah satu cara yang umum dan mudah untuk menjaga kebersihan adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan dan menguji aktivitas antibakteri dalam bentuk sabun cair antiseptik yang mengandung ekstrak etanol dari bunga kenanga. Bunga kenanga diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Ekstrak etanol dari bunga kenanga tersebut kemudian digunakan untuk membuat sabun cair antiseptik dengan variasi konsentrasi yaitu 0%, 2%, 2,5%, dan 3%. Evaluasi terhadap sediaan sabun cair antiseptik meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, dan tingkat kebusaannya. Hasil dari pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode replikasi pada media nutrient agar dengan variasi konsentrasi yang sama seperti sebelumnya, dan sabun merek X digunakan sebagai kontrol positif. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri berturut-turut untuk konsentrasi 0%, 2%, 2,5%, dan 3% adalah 64, 56, 49, 38, dan 33 koloni. Analisis statistik One Way Anova menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p<0,05), mengindikasikan bahwa efek dari penambahan ekstrak etanol bunga kenanga pada sabun cair antiseptik memiliki efektivitas antibakteri yang signifikan.
An Analysis of Total Flavonoid Content in Extracts of Bandotan, Ketul, and Kirinyuh Leaves with Various Solvents Saepudin, Syumillah; Hidayat, Taufik Septiyan; Destiati, Yinyin; Al-Azzahra, Yunita; Kartikawati, Endah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i2.579

Abstract

Bandotan (Ageratum conyzoides (L.) L.), Ketul (Bidens pilosa L.), dan Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.)) merupakan tanaman invasif yang mudah ditemui di pekarangan rumah. Akan tetapi, belum dimanfaatkan secara optimal karena tanaman ini dianggap sebagai gulma, walaupun dianggap sebagai gulma tetapi masyarakat menggunakan tanaman ini sebagai bahan pengobatan untuk penyakit sakit kepala, sakit perut, penyembuh luka, diabetes, dan obat kumur. Salah satu senyawa metabolit sekunder yang terkandung didalam tanaman tersebut yaitu flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak daun bandotan, daun ketul, dan daun kirinyuh yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan akuades. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian analisis kualitatif menunjukkan seluruh sampel mengandung senyawa flavonoid. Hasil penetapan kadar flavonoid total paling rendah diperoleh pada ekstrak etil asetat daun bandotan sebesar 2,678 mg QE/g dan kadar flavonoid total paling tinggi diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun kirinyuh sebanyak 78,229 mg QE/g.

Page 9 of 10 | Total Record : 94