cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
jurnalkesmas.untika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika, No. 67 Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
ISSN : 20863772     EISSN : 26208245     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya.
Articles 94 Documents
Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Wilayah Kerja Puskesmas Bualemo Kabupaten Banggai: Delivery Planning And Prevention Of Complications Program in The Puskesmas Bualemo Working Area Of Banggai Regncy Sauli, Bani; Lanyumba, Fitrianty Sutadi; Sattu, Marselina; Balebu, Dwi Wahyu; Syahrir, Muhammad; Tongko, Mirawati
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v9i2.11

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pelaksanaan P4K di wilayah kerja Puskesmas Bualemo Kabupaten Banggai Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, pada 13 bidan, 47 ibu hamil, dan 25 responden tokoh masyarakat yang dipilih secara Purposive Sampling. Waktu penelitian pada bulan Juni Tahun 2014. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara langsung terhadap responden berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disediakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P4K pada bidan dengan kriteria baik 4 responden (30,8%), dan kriteria kurang baik 9 responden (69,2%). Pelaksanaan P4K pada ibu hamil dengan kriteria baik sebanyak 6 responden (12,8%), dan kriteria kurang baik 41 responden (87,2%). Pelaksanaan P4K pada tokoh masyarakat dengan kriteria baik 5 responden (20%), dan kriteria kurang baik 20 responden (80%). Secara keseluruan dari 3 variabel yang di teliti pelaksanaan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi di wilayah kerja Puskesmas Bualemo tidak terlaksana dengan baik. Saran dari penelitian ini diharapkan kerja sama semua sektor terkait dalam mendukung terlaksananya program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Kabupaten Banggai secara umum dan di wilayah kerja Puskesmas Bualemo Khususnya. The purpose of this study was to find out the description of the implementation of P4K in the Bualemo Community Health Center in Banggai District in 2014. This type of research is a descriptive study, on 13 midwives, 47 pregnant women, and 25 respondents community leaders who were selected by Purposive Sampling. The time of the study was in June 2014. Data was collected by direct interview with respondents based on a list of questions provided. The results showed that the implementation of P4K on midwives with good criteria 4 respondents (30.8%), and 9 respondents (69.2%) unfavorable criteria. The implementation of P4K in pregnant women with good criteria was 6 respondents (12.8%), and unfavorable criteria were 41 respondents (87.2%). The implementation of P4K on community leaders with good criteria is 5 respondents (20%), and criteria are less good for 20 respondents (80%). Overall, the 3 variables examined in the implementation of the birth planning and complications prevention program in the work area of ​​the Bualemo Community Health Center were not implemented properly. Suggestions from this research are expected to cooperate with all related sectors in supporting the implementation of the birth planning and complications prevention (P4K) program in Banggai Regency in general and in the work area of ​​the Bualemo Community Health Center in particular.
Penilaian Pelaksanaan Trias UKS di SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan UKS: Assessment of Trias UKS Implementation At 1 Smp Negeri 1 Giri Banyuwangi Based on Guidelines UKS Implementation Putri, Fika Ardiana; Rahayu, Intan Putri; Febriawan, Wahyu; Yuliandari, Inriza
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v9i2.10

Abstract

Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta didik (usia sekolah), hal ini penting untuk meningkatkan kualitas fisik mereka. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber informasi penelitian ini adalah data primer berupa observasi lapangan, wawancara kepada informan atau narasumber yaitu guru pembina UKS, siswa anggota PMR dan siswa bukan anggota PMR serta warga sekolah, sedangkan untuk data sekunder berupa dokumen pedoman pelaksanaan UKS di sekolah. Penelitian ini berfokus pada TRIAS UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Hasil pelaksanaan promosi kesehatan di institusi pendidikan “SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi Tahun 2018” pada aspek organisasi tim pembina dan tim pelaksana UKS didapatkan skor 50%, aspek pendidikan kesehatan didapatkan skor 56,8%, aspek pelayanan kesehatan didapatkan skor 38,6% sehingga ketiganya dalam kategori cukup, dan aspek pembinaan lingkungan sekolah sehat didapatkan skor 65% sehingga dalam kategori baik. Secara kumulatif pelaksanaan promosi kesehatan di institusi pendidikan “SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi Tahun 2018” berada pada skor 54 %. Skor tersebut berada pada tingkatan kategori cukup. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan Trias UKS di SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi belum sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan UKS di Sekolah Tahun 2014. School Health Unit (UKS) is one of the efforts to maintain and improve the health goals of students (school age), this is important to improve their physical quality. This research method is a descriptive study using a qualitative approach. The source of information for this research is primary data in the form of field observations, interviews with informants or interviewees, which is the UKS’ supervisor teacher, students of PMR members and students who don't belong members of the PMR and school citizens, while for secondary data is the guidelines for implementing UKS in schools. This research focuses on TRIAS UKS which includes health education, health services and fostering a healthy school environment. The educational institution "1 Giri Junior High School, Banyuwangi in 2018" on the organizational aspects of the UKS training team obtained by a score of 50%, the aspects of health services obtained a score of 38.6% so that the three categories were insufficient category, and the aspect of fostering a healthy school environment got a score of 65% so that it was in the good category. The implementation of health promotion at the educational institution "1 Giri Junior High School, Banyuwangi in 2018" was at a score of 54%. The score is at the sufficient category level. This research report is the implementation of the Trias UKS in 1 Giri Junior High School, Banyuwangi not in accordance with the UKS Implementation Guidelines in 2014.
Penggunaan Zat Pewarna Sintetis pada Sirup Yang Dijual di Pasar Modern Kota Makassar: Use of Synthetic Syrup Dyes On The Sell at Makassar Modern Market Sunu, Baharuddin
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v9i2.9

Abstract

Salah satu masalah keamanan pangan yang masih memerlukan pemecahan masalahnya yaitu penggunaan bahan tambahan pada bahan makanan untuk berbagai keperluan. Diantara beberapa Bahan Tambahan Makanan yang sangat sering digunakan salah satunya adalah pewarna makanan.Penelitian zat pewarna pada sirup dilakukan karena mengingat banyaknya zat pewarna yang digunakan sebagai bahan tambahan pangan baik yang diizinkan maupun yang tidak diizinkan. Menurut Permenkes RI No.722/Mennkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan bahwa tidak semua zat pewarna yang digunakan merupakan zat pewarna yang diizinkan. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu untuk melihat gambaran jenis zat pewarna dan kadar zat pewarna pada minuman sirup yang dijual di pasar modern kota makassar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 yang diuji kualitatif positi mengandung bahan tambahan pangan yang diizinkan Permenkes RI. No.722/Menkes/Per/IX/1988. Dan Hasil uji secara kuantitatif dari 3 sampel yang diuji kadar zat pewarnanya 2 diantaranya tidak memenuhi syarat yaitu Sirup Kian Jaya 509 mg/L dan Sirup Oranges Marjan 389 mg/L. Dari hasil penelitian yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa 5 sampel sirup telah memenuhi syarat pada uji kualitatif. Sedangkan dalam uji kuantitatif 3 sampel sirup yang telah diuji kadarnya 2 diantaranya tidak memenuhi syarat. Bagi konsumen sebaiknya tidak terlalu sering mengkomsumsi makanan dan minuman yang mengandung pewarna sintetis karena dapat berbahaya bagi kesehatan. One of the food safety problems that still requires solving the problem is the use of additional ingredients in food ingredients for various purposes. Among some of the Additional Materials Food that is very often used, one of which is food coloring. The research on coloring substances in syrup is done because considering the number of coloring agents used as food additives both permitted and not permitted. According to RI Minister of Health Regulation No. 722 / Mennkes / Per / IX / 1988 concerning Food Additives that not all coloring agents used are permissible coloring agents. This research is research that isnature descriptive , i.e. for look picture type subst ance dye and grade substance dye on drinks syrup sold in the modern market town makassar. The results of the study showed that from 5 tested qualitative positives containing food additives which were allowed by Permenkes RI. No. 722 / Menkes / Per / IX / 1988. And the quantitative test results from 3 samples tested for the coloring agent 2 of them did not meet the requirements, namely Syrup Kian Jaya 509 mg / L and Oranges Syrup Marjan 389 mg/l. From the results research obtained then could concluded that 5 samples syrup has been meet terms on testqualitative. While in test quantitative 3 samples syrup that has been tested the levels are 2 of them not meet terms. For consumer should not too often consume food and beverages containing dye syntheticbecause could dangerous for healt.
KELOR (Kelas Entrepreneurship Pemanfaatan Daun Kelor) Sebagai Upaya Pemberdayaan untuk Meningkatkan Produktivitas Ibu Rumah Tangga: KELOR (Moringa Leaf Utilization Entrepreneurship Class) as an Empowerment to Improve Productivity of Housewifes Lestari, Ayu Fitri; Sari, Intan Puspita
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v9i2.8

Abstract

Data BPS tahun 2016 menyatakan, pada kuartal I-2016, jumlah angkatan kerja Indonesia turun menjadi 127,67 juta orang, dari 128,3 juta orang di kuartal I-2015. Penurunan angkatan kerja ini dikarenakan banyak penduduk perempuan yang beralih menjadi ibu rumah tangga. Penulis membuat program pemberdayaan KELOR (Kelas Entrepreneurship Berbasis Pemanfaatan Daun Kelor) sebagai upaya pemberdayaan untuk meningkatkan produktivitas ibu rumah tangga di Pulo Kelor, Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan pemberdayaan masyarakat dengan model social planning dan locality development model. Sasaran pemberdayaan ini adalah Ibu-Ibu PKK dengan jumlah 17 orang, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Pelaksanaan kegiatan KELOR sebagai sarana untuk membuat sentra usaha daun kelor dilaksanakan selama lima bulan, yaitu Januari sampai dengan Mei 2018. Proses pemberdayaan yang dilakukan dengan menerapkan tujuh langkah pemberdayaan meliputi tahap persiapan, pengkajian, perencanaan alternatif program, pemformulasian rencana aksi, pelaksanaan program, evaluasi, dan terminasi. Pemberdayaan KELOR berhasil mencapai target terbentuknya kader KELOR, dan 3 kelompok unit usaha produk olahan dari daun kelor. Kelompok unit usaha tersebut terdiri dari kelompok produksi brownies kelor, kerupuk kelor, dan pia kelor. Melalui sosialisasi terkait dengan manfaat kelor, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 68,75% pada ibu-ibu. Pelatihan pemasaran produk, manajemen keuangan, dan desain produk juga dapat meningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang materi tersebut sebesar 13,26%. Kegiatan pemberdayaan ini terbukti dapat memberdayakan ibu-ibu PKK Pulo Kelor dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta menambah pendapatan keluarga mereka. Data from BPS in 2016 stated, in the first quarter of 2016, the number of the Indonesian workforce fell to 127.67 million, from 128.3 million in the first quarter of 2015. The decline of workforce is due to the large number of women who become housewives. Therefore, the author created a KELOR empowerment program as an effort to increase the productivity of housewives in Pulo Kelor, Banyuwangi. This activity is a community empowerment based on social planning and locality development model. Targets are 17 people of the PKK members, who were selected by the purposive sampling method. The implementation is about five months, starting from January to May 2018. The empowerment process is done by implementing seven steps of empowerment includes preparation, assessment, alternative program planning, action plan formulation, implementation, evaluation, and termination. Empowerment of KELOR successfully achieved the target of forming KELOR cadres, and 3 business units. The business units consists of groups of Moringa brownies, Moringa crackers, and Moringa pia production groups. This empowerment activity proved to be able to empower Pulo Kelor PKK women in increasing their knowledge, skills, and increasing their family income.

Page 10 of 10 | Total Record : 94