Articles
24 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784"
:
24 Documents
clear
Pendampingan Mitigasi dan Simulasi dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Desa Rambu-rambu Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara
Hasria Hasria;
Erzam S Hasan;
Irawati Irawati;
Syamsul Razak Haraty;
Ali Okto
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.609
Desa Rambu-Rambu Kecamatan Kolono Timur merupakan salah satu Desa yang berada di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sebagian besar penduduknya adalah petani dan nelayan dengan mata pencaharian utama berkebun dan menangkap ikan. Permasalahan yang dihadapi adalah Desa ini merupakan wilayah yang berpotensi terjadinya gempabumi karena berada pada kelompok sesar Kolono, sementara pengetahuan masyarakat tentang gempabumi masih kurang. Hal ini didukung oleh keberadaan rumah penduduk yang berada di pesisir pantai yang juga sangat berpotensi terhadap tsunami jika gempabumi terjadi. Melihat masalah yang dihadapi tersebut, maka dapat dilakukan upaya untuk memitigasi bencana gempabumi tersebut dengan memberikan pemahaman masyarakat tentang hal-hal yang mesti dilakukan dalam mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh gempabumi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan dan bimbingan teknis dalam simulasi bencana gempabumi. Hasil yang diperoleh setelah melakukan pengabdian kepada masyarakat memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat setempat. Masyarakat setempat dapat memahami tentang kegempaan dan bagaiman cara pengggulangan bencana gempabumi baik sebelum terjadi gempabumi, saat terjadi gempabumi, dan setelah terjadi gempabumi sehingga terciptanya masyarakat yang tanggap dan tangguh terhadap bencana.
Edukasi Bahaya Merokok dalam Perspektif Kristen
Yosefo Gule
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.635
Merokok dimasukkan sebagai penyakit sosial karena mempunyai dampak besar di lingkungan keluarga dan kesehatan masyarakat. Merasuk ke kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin. Sangat memperlemah tingkat kesejahteraan keluarga (masa depan, pendidikan, ekonomi, agama) dan resmi dibatasi oleh Undang-undang. Merokok adalah menghisap bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh. Hasil dari beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perilaku merokok banyak dilakukan pada masa remaja. Pada tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16 –19 tahun yang merokok 20,5 %. Usia merokok pada remaja di Indonesia sekarang adalah usia mulai merokok semakin muda (dini). Perokok pemula usia 10 –14 tahun meningkat lebih dari 100 % dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun. Merokok mempunyai banyak efek negatif yang merugikan perokok itu sendiri, tetapi juga mengancam masyarakat di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rokok dan merokok merupakan hal yang tidak diperlukan oleh tubuh manusia. Apabila tetap digunakan maka akan merusak dan berdampak negatif terhadap tubuh manusia. Karena rokok banyak mengandung zat kimia berbahaya. Berdasarkan perspektif medis, etis, hukum, hingga Alkitab, maka ditemukan tidak ada yang positif atau bermanfaat dari rokok atau merokok. Edukasi ini diharapkan memberikan wawasan baru kepada remaja dan pemuda/i di GMI Parsambilan bahwa merokok tidak mendatangkan manfaat sedikitpun untuk diri sendiri dan kesehatan manusia serta tidak membawa kemuliaan bagi Allah.
Sosialisasi Pembinaan Anak dalam Rangka Mencegah Perkawinan di Bawah Umur Berbasis Masyarakat
Sri Nanang Meiske Kamba;
Nur Moh Kasim
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.637
Fenomena perkawinan di bawah umur masih banyak kita jumpai di berbagai daerah. Usia perkawinan muda berbanding lurus dengan tinggi angka perceraian dikarenakan pasangan muda dianggap belum matang dalam membina rumah tangga. Perkawinan di bawah umur terjadi karena beberapa alasan diantaranya masalah ekonomi, atas kehendak anak itu sendiri, pemahaman budaya dan nilai-nilai tertentu dari masyarakat itu sendiri dan pergaulan bebas. Olehnya itu, diperlukan peran aktif dari negara, pemerintah, masyarakat bahkan orang tua/wali dalam mencegah perkawinan di bawah umur. Sasaran kegiatan pengabdian adalah ansak/remaja Desa Tabongo Timur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran hukum masyarakat khususnya anak/remaja dan orang tua/wali. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui diskusi tanya jawab antara pemateri dengan peserta. Hasil pengabdian menujukkan bahwa melalui kegiatan sosialisi di Desa Tabongo Timur kesadaran hukum masyarakat meningkat. Hal tersebut terlihat dari hasil survei beberapa pernyataan masyarakat begitu antusias mengikuti kegiatan sosialisasi.
Optimalisasi Pemahaman Masyarakat Pesisir Desa Botuboluo Terhadap Kearifan Lokal Melalui Penyuluhan Hukum Adat
Nuvazria Achir;
Nurul Fazri Elfikri
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.638
Program dalam kegiatan ini berupa Penyuluhan Hukum Adat dengan topik “Optimalisasi Pemahaman Hukum Adat Masyarakat Pesisir Guna Membangun Kesadaran Hukum Adat di Daerah Gorontalo”. Tujuan lain kegiatan pengabdian adalah agar masyarakat mengetahui dan memahami regulasi berkaitan dengan keberadaan hukum adat serta potensi di Desa Botubolu’o. Pengetahuan diberikan khususnya bagi masyarakat dan generasi muda dalam memahami kedudukan serta pentingnya hukum adat ditengah masyarakat. Selain memberikan manfaat dalam pengembangan kehidupan sosial budaya masyarakat, program yang dilaksanakan juga untuk meningkatkan partisipasi desa dalam menjaga adat serta budaya Gorontalo sebagai bagian dari usaha mendukung Gorontalo sebagai salah satu daerah adat di Indonesia. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah pelatihan tarian adat bagi siswa-siswi baik SD, SMP maupun SMA, serta Pembentukan Kelompok Pemuda Pencinta Budaya Desa Botubolu’o. Kegiatan ini dilakukan sebagai bekal untuk menguasai tarian adat bagi generasi mendatang di desa Botu Bolu’o. Selain kesadaran hokum masyarakat, tujuan lain pelaksanaan kegiatan pengabdian ialah membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola potensi khususnya kawasan pesisir laut guna pengembangan desa ke depan, serta terjalinya kemitraan Desa dengan Perguruan Tinggi khususnya Fakultas Hukum UNG.
Penguatan Kapasitas Tata Kelola Lembaga Adat Desa Bongo Melalui Penyuluhan Terkait Pelestarian Kearifan Lokal Dan Hukum Adat Masyarakat
Erman I Rahim
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.639
Kegiatan yang dilaksanakan dalam pengabdian ini yaitu; Sosialisasi Hukum Adat terkait penguatan peran dan fungsi lembaga adat desa yang bertujuan agar masyarakat mengetahui regulasi berkaitan dengan hukum adat yang berlaku di negara ini. Melaksanakan pelatihan tarian adat bagi siswa-siswi SMP maupun SMA, serta pembentukan kelompok Sadar Budaya Desa Bongo. Tujuanya adalah memberikan ilmu khususnya bagi masyarakat dan generasi muda dalam memahami kedudukan dan pentingnya hukum adat di tengah masyarakat, baik dalam penyelesaian masalah adat maupun bekal dalam penyelenggaraan atau perayaan seni, bidang pendidikan dan aspek lain. Selain itu, memberikan manfaat dalam pengembangan kehidupan baik sosial maupun budaya masyarakat dalam penguatan dan pelestarian kearifan lokal yang ada di desa Bongo. Selanjutnya, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal menjaga adat dan budaya Gorontalo guna menunjang pembangunan di desa, serta penguasaan tarian adat oleh anak sekolah di desa Bongo. Selain itu, mengembangkan potensi desa sebagai bagian dari usaha mendukung Gorontalo sebagai salah satu daerah adat di Indonesia, serta terjalinya kemitraan Desa dengan Perguruan Tinggi khususnya Fakultas Hukum UNG.
Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Universal Technology Computer
Riri Safitri;
Novita Br Ginting Munthe
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.644
Saat sekarang ini banyak pengaruh negatif yang dapat diterima para remaja baik dari teman maupun dari sosial media. Mudahnya para remaja terkontaminasi pengaruh buruk dikarenakan pada masa tersebut merupakan masa dimana seorang anak berusaha untuk mencari jati dirinya dan aktif untuk mencoba banyak hal. Sehingga masa remaja diperlukan suatu bimbingan dan pengawasan baik dari orang tua dan seluruh lapisan masyarakat. Lembaga kursus Universal Technology Computer merupakan salah satu lembaga kursus dan pelatihan yang berada di kecamatan Beringin Kabupaten Deli Sedang. Mayoritas Peserta didik yang mengikuti kursus merupakan para remaja yang membutuhkan bimbingan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Oleh karena itu kami memberikan penyuluhan tentang kesehatan remaja di Universal Technology Computer yang tujuannya untuk mengetahui persentase pencapaian pengetahuan peserta didik Universal Technology Computer tentang kesehatan reproduksi remaja sebelum di berikan penyuluhan dan setelah diberikan penyuluhan. Sehingga diketahui keefektifan dari kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah metode ceramah. Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan persentase pencapaian pengetahuan peserta kegiatan tentang kesehatan reproduksi remaja setelah diberikan penyuluhan. Sehingga diketahui bahwa dengan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta.
Seminar dan Workshop Broadcasting untuk Meningkatkan Softskill Siswa SMA Nasima Semarang
Arni Ernawati;
Erna Zuni Astuti
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.645
Softskill merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Penanaman softskill harus dilakukan sejak dini yaitu sejak seorang anak berada diusia sekolah. Ada banyak aspek dari softskill sendiri, yaitu mulai kedisiplinan, kepatuhan, ketertiban dan lain sebagainya. Pada pengabdian kali ini peneliti melakukan pengabdian di SMA Nasima Semarang dengan memberikan seminar atau workshop tentang broadcasting. Materi yang diberikan adalah materi dokumenter dan materi reporter. Materi dokumenter meilputi bagaimana cara membuat karya dokumenter, menyusun skrip film, menyusun gambar dan narasi. Sedangkan untuk materi reporter meliputi materi syarat menjadi reporter dan tugas serta tanggungjawab menjadi seorang reporter. Dengan memberikan seminar atau workshop tentang broadcasting dapat menumbuhkan softskill maupun hardskill tentang dunia penyiaran meliputi pembuatan film dan menjadi seorang reporter bagi siswa SMA Nasima Semarang untuk menjadi bekal kedepannya. Softskill yang diharapkan dari pengabdian ini adalah agar siswa dapat berlatih bertanggung jawab, menjalankan tugas dengan sepenuh hati, menjadi seorang yang pemberani, menjadi seorang yang jujur, dan dapat melatih kedisiplinan bagi siswa.
Penyuluhan Tentang Pencegahan Kanker Usus Besar dengan Sayuran Hidroponik
Maria Widijanti Sugeng;
Harman Agusaputra;
Inawati Inawati;
Titiek Sunaryati
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.648
Kanker usus besar (kolorektal) menempati urutan keempat kanker terbanyak di Indonesia (The Global Cancer Observatory, 2020). Kejadian kanker kolon dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan terutama faktor makanan. Makanan yang rendah serat dan berlemak memicu kejadian kanker kolon, sebaliknya makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah-buahan bisa mengurangi kejadian kanker kolon. Salah satu cara untuk mendapatkan suplai sayuran dan buah-buahan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup adalah dengan menanam sayur dan buah sendiri yang bisa dengan cara hidroponik. Penyuluhan Pencegahan Kanker Usus Besar dengan Sayuran Hidroponik dilakukan di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya dengan media poster, leaflet dan alat peraga dengan responden sebanyak 50 orang, mayoritas pasien poliklinik puskesmas. Sebelum penyuluhan peserta diberikan pretes untuk mengukur pengetahuan tentang kanker usus besar, nutrisi pencegah kanker usus besar dan cara menanam sayuran secara hidroponik. Setelah penyuluhan pada hasil pos tes, terdapat peningkatan sebanyak 18% pengetahuan peserta tentang kanker usus besar. Ada peningkatan 32% tentang pengetahuan nutrisi pencegah kanker usus besar dan peningkatan 24% pengetahuan tentang cara menanam sayuran secara hidroponik.
Self Efficacy Training dalam Meningkatkan Self Efficacy Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisa
Hidayatul Rahmi;
Asmawati Asmawati;
Febry Handiny
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.649
Self efficacy merupakan keyakinan yang menentukan bagaimana seseorang berfikir, memotivasi dirinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah perilaku untuk mencapai tujuan yang dinginkan. Self efficacy berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien CKD yang menjalani Hemodialisa. Pasien dengan Self efficacy yang rendah mengalami kesulitan dalam mengelola kualitas hidupnya oleh karena itu penting sekali dilakukannya Self efficacy training pada pasien CKD yang menjalani Hemodialisa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Puskesmas dikota Padang pada pasien CKD yang menjalani Hemodialisa hari Sabtu tanggal 22 Januari 2022. Kegiatan ini diawali dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang Chronic Kidney Disease, Hemodialisa dan tentang manajemen diet/nutrisi dan asupan cairan sebanyak 4 kali pertemuan. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh 5 peserta. pasien yang hadir pada kegiatan berperan aktif selama kegiatan berlangsung, pasien mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi setelah penyuluhan.
Penguatan Potensi Bidang Seni melalui Pelatihan Film-Tari Bertema Permainan Anak-anak bagi Siswa Sekolah Dasar
Yesriva Nursyam;
FX Yatno Karyadi;
Hamzaini Hamzaini
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.650
Film-tari merupakan bentuk karya seni yang menggabungkan seni pertunjukan dan seni media rekam. Kegiatan ini bertujuan melatih gerak penari anak-anak untuk berperan sebagai aktor dalam memperagakan adegan bermain. Bentuk pelatihan film-tari secara bertahap mengenalkan gerak, aksi, dan interaksi penari terhadap ruang dan waktu sebagai elemen pertunjukan yang akan difilmkan. Metode yang digunakan berupa ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa antusiasme siswa mampu menguatkan keterampilan dalam memperagakan gerak, mengekspresikan mimik wajah, merespons set, memanfaatkan properti dan menyelaraskan ritme musik sehingga menghasilkan film-tari yang harmoni.