cover
Contact Name
Nur Istiyan Harun
Contact Email
isty.harunc@gmail.com
Phone
+6285298424297
Journal Mail Official
jurnal.dpkm.ug@gmail.com
Editorial Address
Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Gorontalo. Jalan Abdul Wahab no, 247, Limboto, Gorontalo.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26563584     EISSN : 26564769     DOI : -
1) community service and local food security; 2) training, marketing, appropriate technology and design; 3) community empowerment and social access; 4) student community service; 5) development of underdeveloped areas; and 6) education for sustainable development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 69 Documents
Pelatihan Penataan Dan Pengelolaan Administrasi Organisasi Kepemudaan Di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Harun, Nur Isty; nehrun, irfin
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Februari 2019 - Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.615 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v1i1.494

Abstract

Tujuan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah menambah pengetahuan pemuda Desa Miranti Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango terhadap penataan dan pengelolaan administrasi organisasi kepemudaan. Peran pemuda dalam pembangunan bangsa ke depan tidak lepas dari bagaimana kita mendesain pemuda saat ini agar lahir pemuda yang unggul dan kompetitif dari segi pemikiran, etika, bahkan tindakan. Organisasi memegang peranan penting dalam perkembangan kepribadian pemuda. Untuk menjalankan sebuah organisasi maka proses penataan organisasi merupakan sebuah keniscayaan dan proses administrasi adalah hal yang mutlak. Metode yang di gunakan dalam PPM ini adalah pembelajaran dengan pemberian teori dan simulasi tentang penataan organisasi dan pengelolaan administrasi organisasi kepada peserta kegiatan yang terdiri dari karang taruna desa miranti dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gorontalo. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta. Materi yang diberikan tentang kepemimpinan dalam perspektif manajemen organisasi dan penataan jabatan struktural dalam sebuah organisasi. Selanjutnya, tim pengabdian melaksanakan pelatihan pengelolaan administrasi. Dalam tahapan ini, peserta diminta untuk melakukan simulasi pemilihan ketua karang taruna secara singkat, kemudian melanjutkan pelatihan pelaksanaan up-grading, perumusan program kerja, serta cara membuat perlengkapan administrasi dan kesektariatan. Sebagai tambahan juga diberikan pelatihan tentang tehnik persidangan dan menjelaskan tentang adanya rapat-rapat pleno dalam organisasi.Kata Kunci : Pengelolaan Administrasi; Organisasi; Kepemudaan
Pendampingan Pembuatan Teknologi Lubang Resapan Biopori Rumahan di Kecamatan Sumalata Timur Harun, Nur Istiyan; Biki, Mohamad Arif Novriansyah
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2020): Februari 2020 - Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.11 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v2i1.882

Abstract

Lubang Biopori berfungsi untuk meresapkan air kedalam tanah dan besarnya air yang dapat diresapkan tergantung dari juga dari jenis tanah, kedalaman muka air tanah, dan pertumbuhan mikroorganisme tanah akibat proses pengomposan sampah organik. Dengan program pengabdian pada masyarakat ini diharapkan dapat menerapkan metode lubang resapan biopori sebagai alternatif untuk meminimalisir banjir di Kecamatan Sumalata Timur.Metode pelaksanaan pada program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan cara sosialisasi dan pendampingan pembuangan lubang biopori di 4 (empat) desa yang ada d Kecamatan Sumalata Timur meliputi desa Dulukapa, Buluwatu, Deme I dan Koluwoka.Dari hasil kegiatan pengabdian ini, masyarakat desa Dulukapa, Buluwatu, Deme I dan Koluwoka mendapatkan manfaat seperti adanya pengetahuan tentang pembuatan lubang biopori serta manfaatnya dan masyarakat lebih memahami dan menyadari kegunaan dari sampah organik. Selain itu juga berkurangnya genangan air pada titik-titik yang telah dibuatkan lubang biopori.Kata Kunci : Biopori, Banjir, Pengomposan
Peningkatan Peran Dan Partisipasi Pemuda Dalam Pemberdayaan Masyarakat Dan Pembangunan Daerah Di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango Junus, Dikson; Marzaman, Atika; Napir, Suaib
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Februari 2019 - Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.47 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v1i1.495

Abstract

Berbagai patologi sosial yang akhir-akhir ini kemudian berkembang terkait masalah pengangguran yang umumnya menjangkiti para pemuda, Hal ini tentu saja mengakibatkan pekerjaan besar baru bagi bangsa ini. Mengingat pada saat bersamaan. Isu pemberantasan korupsi yang belum tuntas, dekandensi moral, ilegal logging serta permasalahan bangsa yang lain hampir menyebabkan bangsa kehabisan cara untuk mengatasinya. Kedepan jika permasalahan ini tidak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan bangsa ini akan mengalami lost generation (kehilangan tongkat estafet kepemimpinan bangsa).Ancaman ini sudah sepatutnya diperhatikan oleh seluruh elemen bangsa yang dikenal besar dengan sejarahnya, serta kekayaan alam yang melimpah ruah. Agar nantinya bangsa ini dapat menjadi bangsa yang disegani dalam percaturan politik global. Salah satunya ialah dengan merapatkan diri pada Pemuda sebagai aset strategis bangsa, melalui pengambilan kebijakan dan tindakan nyata oleh para stakeholder. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat. Pendidikan masyarakat dalam hal ini penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap masalah yang di hadapi. Kegiatan ini di laksanakan selama 2 (dua) hari di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango. Dari hasil kegiatan pengabdian ini, di ketahui bahwa peserta mampu menganalisa masalah yang di hadapi dengan metode-metode pemecahan masalah yang di sampaikan oleh pemateri. Kata kunci : Partisipasi pemuda, pemberdayaan masyarakat, pembangunan daerah
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN JAGUNG MENJADI KERIPIK JAGUNG SARAGA KECAMATAN ASPARAGA KABUPATEN GORONTALO UTARA Ngabito, Meriyanti; Moonti, Roy Marthen; Ernikawati, Ernikawati; Wijaya, Hendra; Katili, Yusril; Ramadhan, Moh. Fauzan; Thaib, Abdul Shamad; Kiwo, Diminus; Putri, Anastasia Aurelia; Susanti, Aprillia Nanda; Rahayu, Leni; Panigoro, Nurmaya; Moito, Febrianti
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2022): Februari 2022 - Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.16 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v4i1.1710

Abstract

Salah satu cara dalam pembangunan ekonomi ini dengan mengoptimalkan produk unggulan atau komoditas unggulan.  Produk  unggulan  ini  akan memberikan  manfaat dalam pengoptimalan  sumber daya  yang  ada  dan mampu  memberikan  suatu  pengetahuan tentang suatu  bahan  yang  memiliki nilai ekonomis lebih. Selain itu, dengan adanya produk unggulan mampu menimbulkan potensi peningkatan ekonomi masyarakat suatu wilayah tersebut. Kegiatan unggulan desa ini dilakukan pada kegiatan Kuliah Kerja Pengabdian (KKP) yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat, sosialisasi pengolahan jagung menjadi keripik jagung SARAGA (Sumber Asli Asparaga). Lokasi pelaksanaan yaitu di desa Karya Indah Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Hasil dari kegiatan produk unggulan desa yaitu menemukan potensi yang ada di wilayah tersebut dan dijadikan sebuah produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Produk unggulan yang diciptakan merupakan potensi yang ada di wilayah tersebut yaitu jagung diolah menjadi keripik jagung SARAGA. Desa Karya Indah memiliki potensi pertanian jagung yang cukup tinggi, dengan produksi/produktivitas 4-6 Ton/Ha, namun belum ada upaya untuk mengolahnya menjadi produk olahan yang memiliki nilai lebih untuk peningkatan sektor perekonomian Desa Karya Indah.
PENERAPAN 3 M (MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN DAN MENJAGA JARAK) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) DI DESA MOHIYOLO KEC. ASPARAGA KABUPATEN GORONTALO Pakaya, Ririn; Ramadhani, Firdausi; Hanapi, Sunarti; Badu, Franning Deisi; Iyou, Ismelda
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021): Februari 2021- Insan Cita: JurnaL Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.529 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i1.1415

Abstract

Pandemi Corona virus 2019 (Covid-19) yang disebabkan oleh virus SARSCoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) saat ini menjadiperhatian dunia dan merupakan peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum. COVID-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini tanggal 13 Desember 2020 berjumlah 6.189 kasus sedangkan untuk Provinsi Gorontalo sendiri saat ini berjumlah 3321 kasus. Saat ini jumlah kasus covid-19 terkonfirmasi di Kecamatan Asparaga berjumlah 13 kasus. Penularan virus corona yang sangat cepat menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Status pandemi atau epidemi global menandakan bahwa penyebaran COVID-19 berlangsung sangat cepat hingga hampir tak ada negara di dunia yang dapat memastikan diri terhindar dari virus corona. Penarapan 3 M (mencuci tangan, Memakai masker dan menjaga jaraka) pada masyarakat di Desa Mohiyolo Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo menggunakan metode pendekatan pelatihan, pendampingan dan penyediaan alat dan bahan seperti sabun untuk cuci tangan, Wadah air sebagai tempai air bersih yang digunakan untuk mencuci tangan, masker yang dibagikan kepada masyarakat, serta mengatur tempat duduk dengan jarak 1 meter setiap peserta dan tidak lebih dari 20 orang sesuai dengan anjuran protocol kesehatan. Kata kunci : Pandemi Covid-19, Memakai Masker, mencuci tangan, menjaga jarak
Pengaruh Edukasi Bahaya Merokok Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Dusun Kandangan 02/03, Margodadi, Seyegan, Sleman Mufida, Nada; Isni, Khoiriyah
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Agustus 2022 - Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.024 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v4i2.1966

Abstract

Perilaku merokok adalah suatu kegiatan atau aktivitas merokok yang dimulai dari membakar, menghisap sampai menghembuskannnya keluar sehingga menimbulkan asap rokok yang diukur melalui persepsi dan aktivitas terhadap merokok. Dalam asap rokok terkandung tiga zat kimia yang paling berbahaya, yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akan bahaya merokok didalam rumah dan bahaya merokok bagi kesehatan dan perekonomian. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi atau penyuluhan mengenai bahaya merokok didalam rumah dan bahaya merokok bagi kesehatan dan perekonomian, sehingga terjadi peningkatan pengetahuan pada masyarakat Dusun Kandangan RT 02 RW 03 Margodadi, Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah penyuluhan dengan melalui tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi (menov). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 November 2021 yang melibatkan sebanyak 21 masyarakat. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan materi edukasi atau penyuluhan dengan nilai p=0,000. Kata kunci : merokok, asap rokok, perokok pasif
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BANANA GABIN DI DESA PILOLAHUNGA, KECAMATAN POSIGADAN, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Junus, Dikson; Mohammad, Rizky A.C; Mantali, Taufik F.I; Wahab, Azhar A.; Mamonto, Rani; Mangalo, Febrinawati; Pangalima, Firjai; Mooduto, Sri Hian; Komendangi, Aldian; Mobilingo, Farija; Moonti, Roy Marthen; Ernikawati, Ernikawati
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Agustus 2021 - Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.486 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i2.1720

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan memiliki potensi yang besar di bidang pertanian. Salah satunya Desa Pilolahunga Kecamatan Posigadan dalam sektor perkebunan Pisang menjadi salah satu komoditi perkebunan yang paling melimpah produksinya.Dengan adanya program Pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam bentuk pelatihan pembuatan Banana Gabin dengan harapan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam yang berupa pisang guna menambah nilai tambah untuk menciptakan perkembangan ekonomi. Kegiatan ini diselenggarakan di desa tangguh yakni Desa Pilolahunga, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan . Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan beberapa tahap yakni survey lokasi, pendampingan pelatihan pembuatan Banana Gabin dan evaluasi kegiatan pengabdian. Pada kegiatan pelatihan dilakukan pengukuran pengetahuan dan diperoleh gambaran pengetahuan masyarakat terkait pembuatan produk-produk pisang untuk dijual dan dipasarkan baik di desa Pilolahunga, Maupun Di sekitarnya yang merupakan produk  daerah penghasil dengan jumlah yang melimpah. Sehingga terbentuknya masyarakat yang terampil dalam mengolah pisang menjadi produk olahan yang memiliki keunikan sehingga memiliki daya jual yang lebih. Juga dapat menjadi produk ole-ole khas Bolaang  Mongondow Selatan. Kata kunci : Produk, Gabin Banana, KKP  ABSTRACTSouth Bolaang Mongondow Regency has great potential in agriculture. One of them is Pilolahunga Village, Posigadan District in the banana plantation sector, which is one of the most abundant plantation commodities in production. With the community empowerment program, it is carried out in the form of training in making Banana Gabin with the hope of increasing community creativity in the utilization of natural resources in the form of bananas in order to add added value to the community. create economic development. This activity was held in a tough village, namely Pilolahunga Village, Posigadan District, South Bolaang Mongondow Regency. This community empowerment activity was carried out in several stages, namely site surveys, training assistance for making Banana Gabin and evaluation of service activities. In the training activities, knowledge measurement was carried out and an overview of community knowledge was obtained regarding the manufacture of banana products to be sold and marketed both in the village of Pilolahunga, as well as in its surroundings, which are products of producing regions in abundance. So that the formation of people who are skilled in processing bananas into processed products that are unique so that they have more selling power. It can also be a typical Ole-ole product of South Bolaang Mongondow. Keywords :  Product, Gabin Banana, KKP
Kajian Penyusunan UKL UPL pada Pekerjaan Revitalisasi Pasar Tolango Kabupaten Gorontalo Utara Olii, Muhammad Ramdhan; Pakaya, Ririn; Olii, Aleks
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Agustus 2020 - Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.793 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v2i2.1125

Abstract

Pasar merupakan komponen terpenting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat di daerah-daerah. Revitalisasi Pasar Tolango merupakan amanat dari Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan salah satu program nasional oleh Presiden dan Kementerian Perdagangan RI dalam merevitalisasi atau membangunan 5.000 pasar di seluruh Indonesia. Sehubungan dengan adanya Rencana Revitalisasi Pasar Tolango, maka diperlukan informasi yang akurat dan mampu menggambarkan kondisi sumber daya alami dan lingkungan hidup sebelum pasar tersebut dibangun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang akan terjadi setelah beroperasinya pasar, baik aspek lingkungan, sosial ekonomi dan budaya, dan aspek kesehatan yang secara keseluruhan dapat mempengaruhi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pasar maupun di Kecamatan Anggrek pada umumnya. Metode yang digunakan berdasarkan metode rapid appraisal berbasis matriks interaksi Leopod dengan format berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Serta Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Dalam Pelaksanaan Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Kajian ini dapat memeberikan gambaran kebijakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di sekitar lokasi pembangunan pasar dan menjadi pedoman stake holder dan masyarakat dalam memelihara lingkungan hidup di sekitar Pasar Tolango.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN DODOL JAGUNG DI DESA TRI RUKUN KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN BOALEMO Hatta, Herman; Moonti, Roy Marthen; Ernikawati, Ernikawati; Maesarah, Maesarah; Moito, Sri Yulanda; Aripin, Nurindah; Bahmid, Huzaima; Olii, Sigit H; Bahu, Angki S; Akuba, Mirta; Igirisa, Nilawati; Febrianto, Febrianto; Ramli, Fadliyanto; Setiawan, Ian
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2022): Februari 2022 - Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.249 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v4i1.1717

Abstract

 ABSTRAK                Kabupaten Boalemo Kecamatan Wonosari Desa Tri Rukun yang merupakan salah satu produsen jagung yang cukup potensial, karena kondisi tanah dan wilayah yang sangat mendukung. Sebagaimana yang terjadi secara umum problem labu kuning di Boalemo menyangkut fluktuasi harga yang selalu menjadi kekhawatian petani. Strategi mengurangi resiko dan ketidakpastian dalam pengembangan jagung yang dimaksudkan untuk lebih meningkatkan daya simpan dan nilai tambah. Mengingat kandungan gizinya yang cukup lengkap, harganya yang relatif murah, dan pemanfaatannya yang masih minim, maka jagung  ini merupakan sumber gizi yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif dalam pengembangan produk dodol jagung tri rukun. Jagung yaitu komoditas yang mudah rusak, maka perlu adanya penanganan lepas panen termasuk pengawetan dan pengolahan yang lebih stabil, maka dilakukan dalam bentuk pelatihan pembuatan dodol jagung dengan harapan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam terhadap perkembangan ekonomi. Kegiatan ini diselenggarakan di desa tangguh yakni Desa Tri Rukun, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan beberapa tahap yakni survey lokasi, pendampingan pelatihan pembuatan dodol jagung dan evaluasi kegiatan pengabdian. Pada kegiatan pelatihan dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dalam pelatihan pembuatan dodol jagung baik secara teknis maupun non teknis akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan dan peningkatan pendapatan terkait pembuatan produk-produk jagung untuk dijual dan dipasarkan baik di desa Tri Rukun  Di Kabupaten Boalemo.Kata Kunci : Pelatihan, Dodol Jagung, Produksi, KKP ABSTRACT                 Boalemo Regency, Wonosari District, Tri Rukun Village, which is one of the potential corn producers, because of the very supportive soil and area conditions. As is the case in general, the pumpkin problem in Boalemo involves price fluctuations which have always been a concern for farmers. Strategies to reduce risk and uncertainty in maize development are intended to further increase shelf life and added value.Considering the nutritional content is quite complete, the price is relatively cheap, and the utilization is still minimal, this corn is a source of nutrition that has the potential to be developed as an alternative in the development of the tri pillar corn dodol product.Corn is a commodity that is easily damaged, so there is a need for post-harvest handling including preservation and more stable processing, so it is carried out in the form of training in making corn lunkhead with the hope of increasing community creativity in the use of natural resources for economic development. This activity was held in a tough village, namely Tri Rukun Village, Wonosari District, Boalemo Regency.This community empowerment activity was carried out in several stages, namely site surveys, training assistance in making corn dodol and evaluation of service activities. In training activities carried out through community empowerment in training on making corn lunkhead, both technically and non-technically, it will have a positive impact on improving skills and increasing income related to making corn products for sale and market both in Tri Rukun village in Boalemo Regency.Keywords: Training, Corn Dodol, Production, KKP
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKERANGAN DI DESA DILONIYOHU KABUPATEN GORONTALO nuryani, nuryani; Sandalayuk, Marselia; Hatta, Herman
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021): Februari 2021- Insan Cita: JurnaL Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.181 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i1.1391

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan primer manusia, sehingga  sebagai salah satu aspek penting dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian berupa pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan diselenggarakan dengan dengan desa mitra yakni Desa Diloniyohu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan beberapa tahap yakni survey lokasi, kegiatan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan, pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan dan evaluasi kegiatan pengabdian. Pada kegiatan pelatihan dilakukan pengukuran pengetahuan dan diperoleh gambaran pengetahuan masyarakat terkait manfaat pemanfaatan lahan pekarangan 20% untuk peningkatan nilai ekonomi, 50% untuk peningkatan nilai kerjasama, 10% peningkatan nilai konservasi dan 20% peningkatan nilai ketahanan pangan. Kegiatan evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan pada masyarakat yang berdampak pada peningkatan ketersediaan sayuran tingkat rumah tangga serta peningkatan perekonomian masyarakat setempat.  Food is a primary human need, so it is an important aspect in ensuring the welfare of society. Community service activities in the form of community empowerment through optimizing the use of yards were held with partner villages, namely Diloniyohu Village, Boliyohuto District, Gorontalo Regency. This community empowerment activity was carried out in several stages, namely survey location, training about yard land use, mentoring on yard land use and evaluation of community service activities. In the training activities, knowledge measurement was carried out and an overview of the community's knowledge regarding the benefits of using yard land was carried out by 20% for increasing economic value, 50% for increasing the value of cooperation, 10% for increasing the value of conservation and 20% for increasing the value of food security. Evaluation activities show that there has been an increase in the use of yard land in the community which has an impact on increasing the availability of vegetables at the household level and increasing the economy of the local community.Â