cover
Contact Name
Melly Siska Suryani
Contact Email
idebahasa@gmail.com
Phone
+6282268098822
Journal Mail Official
idebahasa@gmail.com
Editorial Address
Ruko Mega Legenda Blok E2 No.15 Rt.7/5 Kel. Baloi Permai, Batam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ide Bahasa
ISSN : 2684673X     EISSN : 26850559     DOI : 10.37296
Jurnal of Ide Bahasa (e-ISSN 2685-0559 and p-ISSN 2684-673X) is published twice a year, June and December. Each issue will be published at least 5 articles. Jurnal of Ide Bahasa focuses on language, literature, and language learning with various dimensions of languages all over the world. The journal serves as a medium of ideas exchange and research findings from various traditions of learning that have interacted in a scholarly manner. The journal follows peer review policy. The paper is sent to many reviewers (the experts in the respective field) to review the paper in the light of journal guidelines and features of a quality research paper. For papers which require changes, the same reviewers will ensure that the quality of the revised paper is acceptable. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 126 Documents
EKSPLORASI PERAN GANDA PEREMPUAN PERSPEKTIF FEMININE MYSTIQUE TERHADAP KARAKTER MAK GABE PADA CERPEN KONSER BORU NARITIK Panjaitan, Ridho Sastro; Ameria, Cristin; Pakpahan, Wijar; Kusmariati, Kusmariati; Sitohang, Gabriel Ferdiansah; Bate’e, Hisar Andika Syah Putra
IdeBahasa Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Idebahasa Vol 6 No 2 December 2024
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v6i2.219

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran ganda dan identitas gender wanita dari perspektif feminine mystique, dengan perhatian khusus pada tokoh Mak Gabe dalam cerpen Konser Boru Naritik karya dari Yessy Sinubulan. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan metodologi analisis teks sastra, penelitian ini mengungkap kompleksitas peran gender wanita dalam sistem patriarki. Pada dasarnya, banyak orang sepakat bahwa terdapat perbedaan antara wanita dan pria. Namun, gender bukan hanya soal jenis kelamin pria dan wanita yang diberikan oleh Tuhan. Gender lebih menekankan pada perbedaan peran dan fungsi yang ada serta yang dibentuk oleh masyarakat. Dalam realitas sehari-hari, telah muncul perbedaan dalam peran sosial antara pria dan wanita yang mengakibatkan perbedaan status sosial dalam masyarakat, di mana pria lebih diutamakan dibanding wanita melalui konstruksi sosial.
NEGOSIASI IDEOLOGI DALAM ANTOLOGI PUISI “LEPAS MUASAL” KARYA SEISKA HANDAYANI: KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI TERHADAP WACANA PEREMPUAN Harahap, Muharrina; Anggreini, Heny; Jakaria, Jakaria
IdeBahasa Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Idebahasa Vol 6 No 2 December 2024
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v6i2.231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan ideologi yang ingin dinegosiasikan oleh Seiska Handayani melalui kumpulan puisi Lepas Muasal terkait wacana perempuan. Dalam puisi-puisinya, Handayani mencoba mengkritisi ideologi dominan, yaitu sistem patriarki. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah empat puisi yang termaktub di dalam kumpulan puisi Lepas Muasal, yaitu “Sebatang Cinta”, “Perihal Rindu yang Kukirimkan Kemarin Itu”, “Ketika Sepi”, dan “Rindu”. Keempat puisi dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode simak. Selanjutnya, data dianalisis dengan konsep hegemoni Gramsci, yaitu ideologi, hegemoni, dan intelektual organik. Hasil penelitian ini adalah Handayani sebagai penyair perempuan Sumatera Utara menegosiasikan ideologi romantisisme. Ideologi romantisisme yang dinegosiasikannya adalah romantisisme-religius dan romantisisme-feminis. Ideologi tersebut untuk melawan ideologi dominan, yaitu sistem patriarki. Ideologi ini dinegosiasikan karena ia menginginkan keidealan di balik realitas yang selalu ‘kurang dan tidak utuh’.
PEMEROLEHAN BAHASA PADA PENGUCAPAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA PAYAMAN Ningrum, Septi Ayu Widia; Astuti, Kustina Puji; Darmasari, Zumroh Kusuma; Fais, Qurrotu A’yunina; Setiawaty, Rani
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta memahami bentuk dan faktor-faktor yang memengaruhi pemerolehan bahasa pada anakekolah dasar di Desa Payaman. Dengan pendekatan kualitatif dan metode naratif, penelitian ini mendalami pengalaman anak dalam proses pembelajaran bahasa yang dilakukan seorang anak di Desa Paryaman. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, pencatatan, dan perekaman, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatis. Hasil penelitian ini adalah terdapat faktor yang memengaruhi yaitu faktor internal mencakup keterbatasan kemampuan artikulasi anak pada tahap perkembangan tertentu, dan faktor eksternal meliputi kurangnya perhatian dan stimulasi verbal dari lingkungan keluarga serta ditemukan fenomena substitusi bunyi (sepuluh, keluar, kerbau, keluarga , suara, rumah, memang, sendok), penghilangan bunyi (kerbau), dan penggantian bunyi (bus, kucing, mobil, duit, dan ramai) pada pada huruf konsonan maupun vokal. Tetapi terdapat kata yang dapat diucapkan dengan benar yaitu gendong, awan, cinta, dan senyum. Interaksi verbal yang intensif, penggunaan metode bermain, dan pemberian contoh pengucapan yang benar dapat membantu memperbaiki kemampuan berbahasa anak.
KRITIK TERHADAP KETIDAKADILAN GENDER DALAM ADAT BATAK PADA NOVEL AZAB DAN SENGSARA: PENDEKATAN FEMINISME Satuwin, Dista Dwi Maharani; Ningsih, Trilia Warta; Afrizal, Mohamad
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.248

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketidakadilan gender dalam adat Batak melalui novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar. Novel ini menyoroti perjuangan Mariamin, seorang perempuan Batak yang terbelenggu oleh norma adat yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Dengan menggunakan pendekatan feminisme, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam masyarakat Batak, khususnya dalam sistem pewarisan, pernikahan, dan pengambilan keputusan yang didominasi oleh laki-laki. Data diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini secara kritis mengungkap struktur sosial adat Batak yang membatasi kebebasan perempuan. Tiga isu utama yang disoroti adalah ketidakadilan dalam hak waris yang mengesampingkan perempuan, keterbatasan peran perempuan dalam pernikahan yang ditentukan oleh pihak laki-laki, serta dominasi laki-laki dalam proses pengambilan keputusan. Melalui tokoh Mariamin, Merari Siregar menggambarkan ketegangan antara ketaatan terhadap adat dan keinginan individu untuk memperoleh kebahagiaan serta kebebasan. Novel ini tidak hanya merefleksikan realitas sosial perempuan Batak pada masanya tetapi juga berperan sebagai kritik terhadap sistem patriarki yang masih bertahan. Dengan demikian, Azab dan Sengsara menjadi bukti bagaimana sastra dapat berfungsi sebagai medium advokasi dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan menggugah kesadaran terhadap ketidakadilan yang masih terjadi dalam masyarakat.
REPRESENTASI PEREMPUAN DAN ISU SOSIAL DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA: ANALISIS PERSPEKTIF WARGANET Istikomah, Anisa Maulidiya; Ardike, Happy Dwi; Aini, Nabila Nur; Afrizal, Mohamad
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.249

Abstract

This study aims to analyze the themes in the comments of netizens on the Youtube platform about the movie Ayat Ayat Cinta. Adapted by Habiburrahman El Shirazy. The main focus is love, religion, culture, and feminism, related to the movie Ayat-Ayat Cinta. Using a qualitative method, this study adopted a discourse analysis approach to examine user-generated comments from YouTube videos, including trailers and reviews. Data collection was done by systematically selecting comments based on popularity, relevance, and interaction metrics. The analysis used thematic coding to identify recurring patterns in public discourse. The theoretical framework used includes mass communication theory to understand digital public engagement, feminist theory to explore gender portrayals, and literary theory to contextualize the societal narratives in the film. The results showed diverse opinions, ranging from praise of the Islamic values and moral ideals portrayed in the film to criticism of the passive portrayal of certain female characters. The research highlights YouTube as an interactive public space, reflecting broader cultural dynamics such as religious tolerance and gender roles. YouTube proved to be an interactive public space that reflects cultural dynamics such as tolerance and gender roles. This study recommends the exploration of other platforms, such as TikTok or Instagram, to expand the understanding of audience engagement with literary adaptations.
TURN-TAKING STRATEGIES IN THE SECOND AMERICA’S PRESIDENTIAL DEBATE 2020: DISCOURSE ANALYSIS Ramdhany, Nadha Jelang; Ambalegin, Ambalegin
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.292

Abstract

Turn-taking is a way that can be referred to as the change of position when the speaker becomes the listener and vice versa in the conversation. This research aims to identify the turn-taking strategies utilized by the debate participants in the second America’s presidential debate 2020. The researchers adhered to the theory of Stenström regarding turn-taking strategies. The research design was qualitative. The observational method and note-taking technique were employed to collect the research data. The analytical technique of discourse analysis and coding were performed to analyze the data. The results of this research were displayed descriptively in the form of words to sentences. The turn-taking strategies were taking the turn, holding the turn, and yielding the turn. The results revealed that the taking the turn strategy was frequently utilized by all of the participants in the debate. The interrupting strategy was commonly used by Donald Trump. Joe Biden with starting up strategy. Kristen Welker tended to perform a prompting strategy. Moreover, the silent pauses as the sub-strategy of holding the turn, appealing, and giving up as part of yielding the turn strategy were not found in the data source. The participants tended to avoid silent pauses and tried to take the floor to speak in order to show their dominance. The nature of the turn-taking system is in line with the existence of power between participants’ relationships.
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRLOUGH PADA BERITA GEGARA BANDEL STUDY TOUR SMAN 6 DEPOK BERUJUNG DIAUDIT PEMPROV Padilah, Ai Fitri; Hamdani, Agus
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebijakan pelarangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pemberitaan di media massa, yakni Tempo.co, Kompas.com, CNN Indonesia, dan Detik.com. Menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dengan model Norman Fairclough, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media membingkai kebijakan tersebut dan dampaknya terhadap publik. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing media memberikan penekanan yang berbeda terhadap kebijakan ini. Tempo.co cenderung fokus pada sisi kebijakan dan posisi pemerintah, sementara Kompas.com dan CNN Indonesia memberikan ruang lebih untuk kritik dan reaksi dari pihak sekolah dan masyarakat. Detik.com lebih menekankan latar belakang dan dampak keputusan pencopotan kepala sekolah yang terkait dengan kebijakan tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa media massa memiliki peran yang signifikan dalam membentuk opini publik dengan cara membingkai informasi secara selektif, sehingga mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebijakan publik. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran media dalam penyampaian informasi yang objektif dan berimbang guna membantu publik memahami isu-isu kebijakan dengan lebih mendalam.
PADLET SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF Azizah, Nurul; Karisma, Bella; Chandra, Muhammad Rizky
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.301

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui penerapan media pembelajaran digital. Padlet, sebagai salah satu platform digital yang menawarkan kemudahan dalam kolaborasi dan berbagi informasi, telah banyak digunakan untuk meningkatkan interaktivitas dalam pembelajaran. Padlet memudahkan peserta didik dan guru berkolaborasi melalui tulisan, video, gambar, dan tautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Padlet sebagai media pembelajaran interaktif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka yang mencakup buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik. Kajian ini didasarkan pada teori konstruktivisme dan pembelajaran kolaboratif, yang menekankan pentingnya peserta didik terlibat aktif dalam membangun pengetahuan melalui interaksi dan kolaborasi. Penelitian ini menggunakan desain kajian pustaka dengan metode dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif, dengan cara mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mensintesis temuan-temuan yang berkaitan dengan penggunaan Padlet dalam proses pembelajaran. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa Padlet bukan hanya mempermudah dalam penyampaian materi, tetapi dapat menjadi inovasi yang signifikan dalam pendidikan, dengan kemampuan untuk mendukung kolaborasi, meningkatkan motivasi, meningkatkan hasil belajar dan memfasilitasi pembelajaran yang lebih dinamis dan kreatif. Media Padlet juga mendukung pembelajaran jarak jauh yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi. Artikel ini menegaskan bahwa media digital Padlet berperan penting dalam mengembangkan strategi belajar mengajar yang adaptif dan inovatif untuk menjawab tantangan pendidikan di masa sekarang.
UNDERSTANDING THE CONCEPT OF EXORCISM: AN ANALYSIS OF THE HORROR FILM KUASA GELAP (2024) Rudy, Rudy
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.303

Abstract

The practice of exorcism, which is often popularly used as a theme in horror films, is interesting and essential to study so that the concept can be understood properly. This study is expected to be useful as an additional reference for research purposes in the field of humanities and to increase knowledge about the concept of exorcism from different perspectives. The discussion focuses on constructing the meaning of exorcism through the Indonesian horror film Kuasa Gelap (2024). Scenes, plots, and dialogs gathered from the film are used as primary data to be analyzed and discussed. This study, which is categorized as library research, utilizes Stuart Hall's representation theory in analyzing and interpreting the representation of exorcism in the film. The meaning of exorcism is generally discussed from a religious perspective and the exploration of its meaning in this study is related to human life, not the supernatural or magical powers. The results of the data analysis reveal that the concept of exorcism in the film represents the unwillingness to accept the loss of a family member, strong determination for good intentions, and sincerity in praying.
NATIONALISM IN THE SONG LA MARSEILLAISE: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Saputri, Nia Liska; Hadi, Irfan
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.307

Abstract

Discourse of nationalism found in the French national anthem La Marseillaise was examined. The French Republic is recognized as a country in Western Europe and also characterized by several overseas islands and territories located across other continents. A critical discourse analysis framework developed by Norman Fairclough was applied in this study. Fairclough’s model was also selected due to its emphasis on linguistic analysis to assess sentence coherence. Additionally, coherence and cohesiveness were considered in terms of how words and sentences are combined to construct meaning and understanding through macro and micro structures. The central issue addressed in this research was how the theme of nationalism portrayed in the lyrics of La Marseillaise. In addition, it has a purpose to present the theme of nationalism as embedded in the lyrics of the anthem. To analyze it, qualitative content and descriptive analysis techniques had been employed. For data collection, content analysis procedures were utilized, including note-taking, translation, and consultation of relevant sources. The song La Marseillaise conveys themes of nationalism and patriotism through the interpretation of its lyrics. At the macro level, the lyrics clearly reflect patriotic sentiment by invoking a spirit of resistance and unity among the French people. Meanwhile, the micro-level analysis identified two prominent underlying motives: the motive of struggle and the motive of nationalism. However, based on the qualitative dominance of the microstructural elements, the nationalism motive emerges as the more salient of the two.

Page 12 of 13 | Total Record : 126