cover
Contact Name
Anton Widodo
Contact Email
antonwidodo@metrouniv.ac.id
Phone
+6282281367136
Journal Mail Official
antonwidodo@metrouniv.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Metro Jl. Ki Hajar Dewantara No.15A, Iringmulyo, Kec. Metro Tim., Kota Metro, Lampung 34112
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
ISSN : 26851636     EISSN : 26854481     DOI : https://doi.org/10.32332/jbpi
Core Subject : Religion,
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, International Standard Serial Number (ISSN) Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam adalah 2685-1636 dan Electronic International Standard Serial Number (E-ISSN) 2685-4481. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan jurnal akademik yang menekankan pada isu-isu aktual yang berkaitan dengan bimbingan, penyuluhan, dan konseling Islam. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam yang diterbitkan dua kali dalam setahun (setiap enam bulan sekali, terbit bulan Juni dan Desember) oleh Program Jurusan Bimbingan penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin,Adab dan Dakwah . SK ISSN terbit sejak tanggal 18 Juni 2019 dan berlaku sejak terbit Jurnal pertama Vol.1, N.o. 1, Juni 2019. Redaktur menerima kontribusi dari para ahli untuk mengirimkan hasil pemikirannya yang berkaitan dengan dakwah, bimbingan, penyuluhan, dan konseling Islam.
Articles 113 Documents
STRATEGI DAKWAH RUMAH TAHFIDZ AL-QUR'AN DALAM INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERATISME ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0 Miftahur Rohman; Sutri Ramah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 5 No 01 (2023): Jurnal Bimbingan penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the steps that can be taken in facing the era of society 5.0 is to intensify the internalization of religious moderation values, including in non-formal educational institutions, Rumah Tahfidz Al-Qur'an (RTQ). This study aims to find out and analyze the strategies applied in implementing the values of Islamic moderatism at the Al-Qur'an Tahfidz Al-Qur'an House (RTQ) Al-Qur'aniy, Gajah City, Central Lampung. By using a qualitative research approach, this study found the fact that the internalization of Islamic moderatism values was carried out using a strategic management approach that includes planning, implementation, and evaluation. At the planning stage it is carried out by compiling and planning educational activities by adhering to moderate Islamic wasathiyah values. The internalization of the values of religious moderation is implemented in learning activities and public relations programs at RTQ Al-Qur'aniy. At the evaluation stage it is not only limited to looking at the results, but refers to the CIPP model evaluation theory which consists of context evaluation (evaluation context assessment), input evaluation (assessment of input), process evaluation (evaluation of process), and product evaluation.
PERAN ORANG TUA SINGLE PARENT DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN IBADAH SHOLAT FARDHU PADA ANAK USIA REMAJA Suryadi Suryadi Suryadi; Sukarno Sukarno
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Bimbingan penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every single parent has duties, functions, and methods that are applied to teenage children so that they can be more independent and disciplined in carrying out fardhu prayers. The purpose of this study was to determine the role of single parent parents in growing the independence of praying fardhu prayers in adolescent children. The method used in this research is using descriptive qualitative research methods. The data collection technique in this research is using observation, interview and documentation techniques. Based on the results of the study, it is known that there is good communication and cooperation between parents and children, as well as carrying out the duties and functions of parents correctly. So, the role of single parent parents in growing the independence of praying fardhu prayers in teenagers is that parents must be able to carry out their duties and functions well, and be able to establish good communication and cooperation between parents and children so that children can socialize well and Teenagers are able to carry out fardhu prayers properly without coercion from others (based on their own desires.
NILAI-NILAI FILOSOFIS EMOSI SEBAGAI DASAR BIMBINGAN MENTAL ANAK DI SMK PONDOK PESANTREN AL FALLAH LAMPUNG TENGAH Wahyudin Wahyudin; Dedi Wahyudi
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jbpi.v5i2.7389

Abstract

The role of school institutions in the mental formation of children has long been played by formal institutions. Essentially, every school has forms of local wisdom that are inherent and serve as a resilience system in dealing with a variety of problems. What drove this study was the existence of problems that occur in the SMK Ponpes Al Falah: first, the emotional temperament of children that sometimes leads to fatalism. Second, the child conflict that always reappears occurs between fellow friends and between good classmates sons and daughters who always justify the right. Third, the internal conflict in the classroom that sometimes does not end is caused by the individual's emotions being less able to control themselves.Philosophical values become the form of local norms used by the head of school and teachers in school institutions. Using interpretative analysis of data from observations and interviews, the study found that the philosophical values adhered to by the school's institution formed the foundation for addressing a variety of problems. The study found that the philosophical values adhered to by the school institutions form the foundation for addressing a variety of problems. The principal, who also serves as a dynamic force in this study, has important roles to play in terms of socialisation, integration, normative influence, and social control. The use of philosophical values in this article successfully demonstrates that philosophical values as a form of mechanism in mental formation can address social problems in the school environment.
PENDEKATAN KONSELOR ADIKSI DALAM REHABILITASI REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI LOKA REHABILITASI NARKOTIKA NASIONAL KALIANDA Halik, Al; Apriyanti, Eva; Aini, Zamratul; Sari, Meylia; Siagian, Khairunnajah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jbpi.v6i1.8959

Abstract

Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah yang mendesak dan kompleks, yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk remaja, yang mengarah pada kecanduan dan ketergantungan. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diperlukan upaya rehabilitasi untuk meningkatkan motivasi pemulihan dan penghentian penyalahgunaan narkoba. Institusi rehabilitasi berperan penting dalam memberikan intervensi keperawatan dengan berbagai pendekatan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan rehabilitasi yang diterapkan oleh konselor adiksi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Kalianda. Dengan menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif, informasi dikumpulkan dari sumber utama, yaitu konselor adiksi dan remaja yang menjalani rehabilitasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan diverifikasi keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui serangkaian langkah, termasuk penyajian data, reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Proses rehabilitasi dipimpin oleh konselor kecanduan bersertifikat yang menjalani pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan layanan sesuai dengan standar profesional. Terapi yang diberikan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen, diagnosis, dan pendekatan holistik. Pendekatan medis dan sosial meliputi teknik individual seperti Motivational Interviewing (MI) dan Cognitive Behavior Therapy (CBT), serta sesi kelompok. Secara keseluruhan, melalui pendekatan medis, sosial, dan spiritual, Balai Besar Rehabilitasi Narkotika Nasional Kalianda memberikan kontribusi positif dalam membantu remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba untuk pulih.
PERAN PENYULUH AGAMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MARGINAL Najwa Ainun Nabilah; Khaerunnisa Tri Darmaningrum
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jbpi.v5i2.7914

Abstract

Artikel ini membahas peran penting penyuluh agama dalam membantu masyarakat marginal. Masyarakat marginal seringkali menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan psikologis. Penyuluh agama memiliki peran kunci dalam memberikan dukungan moral, spiritual, dan praktis kepada mereka. Dalam artikel ini, kami mengeksplorasi berbagai peran penyuluh agama, termasuk memberikan panduan moral, mendukung pemahaman agama, dan memberikan bantuan sosial. Penyuluh agama juga berperan dalam memfasilitasi integrasi masyarakat marginal ke dalam jaringan sosial yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran mereka akan hak-hak dan sumber daya yang tersedia. Dalam lingkupnya yang lebih luas, artikel ini juga membahas dampak positif dari peran penyuluh agama dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, dan koeksistensi antaragama dalam masyarakat. Melalui pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat marginal dan pengetahuan agama yang kuat, penyuluh agama mampu memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan dan mendorong perubahan positif dalam kehidupan mereka. Artikel ini merangkum kontribusi berharga penyuluh agama dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua anggotanya
PERANAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS 7 DI MTs N 01 PONOROGO 2023 Muhamad Fatkhul Muin
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Bimbingan penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan belajar siswa merupakan permasalahan yang perlu diatasi. MTs N 1 Ponorogo menerapkan bimbingan dan konseling dalam pelajaran di kelas, yang berfungsi untuk memberikan materi bimbingan belajar. Peranan bimbingan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di MTsN 1 Ponorogo merupakan hal yang menarik untutk diteliti karena bimbingan belajar juga mencakup upaya mengatasi kesulitan belajar. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Mengetahui kondisi kesulitan belajar peserta didik Kelas 7 di MTs N 01 kabupaten Ponorogo. 2) Untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan dan konseling Kelas 7 di MTs N 01 kabupaten Ponorogo. 3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik Kelas 7 di MTs N 01 kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian study lapangan dengan pembahasan deskriptif analisis kualitatif. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, penulis menggunakan metode wawancara, observasi serta dokumentasi sehingga mendapatkan keterangan yang jelas mengenai pelaksanaan dan problematika dan solusinya bagi kelas tujuh di di MTs N 01 kabupaten Ponorogo, Sedangkan untuk mengelola data–data tersebut sehingga mencapai pada kesimpulan yang sempurna, penulis menggunakan metode Ian Dey analisis deskriptif yang melalui 4 tahap proses analisis yaitu Mengklarifikasikan, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi.Dari analisis data penelitian penelitian, peneliti mendapatkan bahwa: 1) Bentuk kesulitan belajar siswa di MTs N 01 Ponorogo berasal dari diri siswa itu sendiri, daya pemikiran rendah, dan tidak mengikuti materi pelajaran dengan baik. Kesulitan belajar dalam menangkap pelajaran yang diajarkan oleh para guru, disebabkan karena mempunyai rasa malas dalam belajar, pengaruh lingkungan, dan materi pelajaran yang dianggap susah seperti matematika dan berhitung. 2) Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar siswa meliputi: minat belajar siswa yang lemah, lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. 3) Upaya bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di MTs N 01 Ponorogo meliputi: memberikan materi-materi bimbingan belajar secara konsentrasi, menggunakan papan bimbingan, dan instagram sebagai pusat informasi, konseling individu dan konseling kelompok,
METODE PENYULUHAN ISLAM UNTUK MEREDUKSI BUDAYA PERNIKAHAN DINI DI INDONESIA Rahmadani, Amanda Putri; subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jbpi.v6i1.8197

Abstract

Indonesia merupakan negara yang menduduki peringkat empat dalam kasus pernikahan dini di dunia, dengan jumlah mencapai 25,52 juta anak yang telah melangsungkan pernikahan di usia dini. Di Bojonegoro, Pengadilan Agama (PA) mencatat ada 448 anak di bawah 19 tahun yang menikah dini pada tahun 2023. Di Karanganyar juga terdapat 40 kasus pada tahun 2024 dan 230 kasus pada tahun 2023, dengan pergaulan bebas sebagai salah satu penyebab utama. Tingginya kasus pernikahan dini di Indonesia membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan penyuluh agama. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi metode penyuluhan yang efektif untuk mengurangi pernikahan dini melalui edukasi bagi anak-anak dan orang tua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Literatur review. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan yang baik antara anak dan orang tua serta pola asuh yang tepat dapat mengurangi pernikahan dini. Selain itu, pemberdayaan remaja juga penting untuk menghindari pergaulan bebas dan menurunkan kasus pernikahan dini di Indonesia.
PENGARUH PERSIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEBAGAI ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Sandra Sari Saputri; Wahidah Fitriani; Arikah Husnah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Bimbingan penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Importance of Guidance and Counseling Assessment in the field of study to optimize student development in the academic field Achieving good learning outcomes requires good learning preparation. The findings in the field were 12 students who had poor learning outcomes and after conducting interviews, it was found that these students were not optimal in preparing for learning. This study aims to describe the learning preparation of UPT SMPN 2 Sitiung students, the learning outcomes of SMPN 2 Sitiung students and to examine the effect of learning preparation on student learning outcomes at UPT SMPN 2 Sitiung. This research is a correlational quantitative descriptive study. The population of this study was students in grades 7, 8, and 9 of UPT SMPN 2 Sitiung who were enrolled in the 2022/2023 academic year with a total of 150 and a sample size of 71 students who were selected using a stratified random sampling technique. Study preparation data was obtained using a questionnaire and learning outcome data obtained from report card scores in July-December for the 2022/2023 school year. The results showed that students' learning preparation was generally good at the level of 65.9% and learning outcomes were in the good category with an average score of 77.1. The results of the simple linear regression test and the significance test obtained from the simple linear regression equation data, the contribution contributed by variable X to variable Y is 49.9% with a value of r = 0.706. The results of the analysis using a significant test T count (20.77) > Ttable (1.996) then Ho is rejected, thus meaning that there is a significant influence between learning preparation on learning outcomes.
HUBUNGAN BIG FIVE PERSONALITY DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Alwi, Fahim; Khairat, Imalatul; Oktara, Tri Windi; Kholid, Kholid; Ramanda, Peni
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jbpi.v6i1.9085

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi korelasi stres akademik dengan big five personality mahasiswa program studi Bimbingan Konseling Islam angkatan 2017 di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 45 orang yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 28 orang perempuan. Metode penelitian ini melibatkan penggunaan kuesioner dan pengolahan data melalui tabulasi menjadi tabel. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner, yaitu skala stres akademik menggunakan Depression Anxiety and Stress 42 (DASS 42) dari Lovibond & Loavibond, dengan reliabilitas sebesar 0,922, dan skala big five personality menggunakan skala International Personality Item Pool (IPIP) yang dikembangkan oleh Goldberg, dengan reliabilitas sebesar 0,493 Analisis data dilakukan menggunakan product moment-pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, variabel big five personality memengaruhi stres akademik diantaranya pada dimensi oppenes to experience menunjukkan korelasi sebasar 0,293, dimensi conscientiousness menunjukkan korelasi sebasai 0,282, dimensi extraversion menunjukkan korelasi sebesar 0,311, dimensi Agreeablennes menunjukkan korelasi sebesar 0,235, dan dimensi neuroticism memiliki korelasi tertinggi sebesar 0,606. Mahasiswa yang menunjukkan kekuatan kepribadian pada oppenes to experience, conscientiousness, extraversion, dan agreeablennes mampu mengurangi risiko terjadinya stress akademik, Tetapi sebaliknya, mahasiswa yang memiliki kepribadian neuroticim akan menghadapi kesulitan dalam mengendalikan diri dan berpotensi mengalami stress akademik lebih tinggi.
PENGALAMAN GURU DAN ORANGTUA DALAM MENGELOLA SELF STIMULATORY BEHAVIOR (STIMMING) PADA ANAK PENYANDANG AUTIS Ibnu Sastriya; Wiwien Dinar Pratisti
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jbpi.v5i2.7744

Abstract

PENGALAMAN GURU DAN ORANGTUA DALAM MENGELOLA SELF STIMULATORY BEHAVIOR (STIMMING) PADA ANAK PENYANDANG AUTIS Ibnu Sastriya Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia s300200026@student.ums.ac.id Wiwien Dinar Pratisti Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia wiwiendinar@gmail.com Abstrak Self stimulatory behavior (stimming) merupakan perilaku yang dilakukan secara berulang untuk menstimulasi diri dalam bentuk aktifitas fisik, munculnya tanpa maksud tertentu yang dapat dimengerti oleh orang lain. Dimana guru dan orangtua dituntut mampu mengelola stimming pada anak autis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi guru dan orangtua dalam mengelola self stimulatory behavior (stimming) pada anak penyandang autis. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Melibatkan 8 informan, dengan 4 informan utama orangtua yang memiliki anak autis dan 4 informan guru sebagai informan tambahan. Diambil dengan metode purposive sampling. Proses pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian diperoleh 6 tema yaitu, pemahaman guru dan orangtua mengenai stimming, pemahaman guru dan orangtua mengenai jenis-jenis stimming pada anak, pemahaman guru dan orangtua mengenai faktor-faktor penyebab stimming pada anak, metode mengelola stimming pada anak oleh guru dan orangtua, kesulitan orangtua dalam mengendalikan stimming pada anak serta harapan orangtua dalam mengelola stimming pada anak. Kesimpulan, pada informan utama orangtua, pengalaman mengelola stimming berbeda-beda, hal ini disebabkan ada orangtua yang kurang memahami stimming. Temuan baru dalam penelitian ini bahwa pengelolaan stimming pada anak dengan memberikan aktivitas pengganti stimming yang diberikan ketika emosi anak sudah mulai mereda. Kata kunci : autis, self stimulatory behavior (stimming) Abstract Self stimulatory behavior (stimming) is a behavior that is done repeatedly to stimulate oneself in the form of physical activity, appearing without a certain intention that can be understood by others. Where teachers and parents are required to be able to manage stimming in autistic children. This study aims to explore teachers and parents in managing self stimulatory behavior (stimming) in children with autism. Qualitative research design with a phenomenological approach was used in this study. Involving 8 informants, with 4 main informants of parents who have children with autism and 4 teacher informants as additional informants. Taken with purposive sampling method. The data collection process used semi-structured interviews. Data analysis techniques using interpretative phenomenological analysis (IPA). The results obtained 6 themes, namely, teachers' and parents' understanding of stimming, teachers' and parents' understanding of the types of stimming in children, teachers' and parents' understanding of the factors that cause stimming in children, methods of managing stimming in children by teachers and parents, parents' difficulties in controlling stimming in children and parents' expectations in managing stimming in children. In conclusion, the main informant, parents, had different experiences in managing stimming, due to parents' lack of understanding of stimming. The new finding in this study is that the management of stimming in children by providing stimming replacement activities that are given when the child's emotions have begun to subside. Keywords:

Page 8 of 12 | Total Record : 113