cover
Contact Name
Kadek Suranata
Contact Email
sura@konselor.org
Phone
+6282284443370
Journal Mail Official
journal@redwhitepress.com
Editorial Address
Jl. Kerja bakti No. 121 Kel. Makasar - Kec Makasar - Jakarta Timur - Indonesia 13620
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Counseling and Educational Technology
Published by Redwhite press
ISSN : 26548194     EISSN : 26549786     DOI : https://doi.org/10.32698/0791
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all counseling fields and applications of technology in the learning process. It includes all the IT tools, resources and systems used in education as well as the study and advancement of technology-assisted learning. The scope of this journal encompasses the applications of schools counseling, mental health, assessment, supervision in counseling, sexual abuse, violence addition counseling, multi-cultural counseling, crisis intervention, trauma counseling, ITC in counseling, counseling career, spiritual counseling, marriage and family counseling, counseling and psychotherapy, counseling in all setting; Education (teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning, assessment). It was first published in 2018.
Articles 68 Documents
Cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai model intervensi konseling untuk stres akademik mahasiswa Nurul Syafikhah Syafikhah; Rahmania Gita Cahyani; Suhartiwi Suhartiwi
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 7, No 2 (2024): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01891

Abstract

Stres akademik menjadi salah satu masalah yang cukup sering dialami oleh mahasiswa, terutama ketika dihadapkan pada tuntutan tugas yang banyak, tekanan untuk berprestasi, serta keterbatasan waktu dalam menyelesaikan kewajiban akademik. Kondisi ini tidak jarang membuat mahasiwa merasa cemas, lelah secara emosional, bahkan kehilangan motivasi belajar. Jika tidak ditangani dengan baik, stres akademik dapat berdampak pada menurunnya kesejahteraan psikologis mahasiwa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan konseling yang tepat untuk membantu mahasiswa mengelola tekanan tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengekplorasi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sebagai model intervensi konseling dalam mengatasi stres akademik pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBT dapat membantu mahasiswa memahami hubungan antara pikiran, perasaan dan perilaku serta melatih mereka untuk mengubah pola pikir negatif menjadi realistis dan adaptif. Selain itu penerapan CBT baik secara individu maupun kelompok juga terbukti mampu menurunkan tingkat stres akademik dan membantu mahasiwa menghadapi tekanan dengan cara yang lebih sehat.
Art therapy sebagai pendekatan kreatif dalam konseling untuk mengurangi kecemasan Gebriella Berlian; Ifdil Ifdil; Hasnah Zaini; Rima Pratiwi Fadli; M. Fahli Zatrahadi
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 8, No 2 (2025): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01801

Abstract

Kecemasan pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks, dipicu oleh faktor akademik, sosial, dan lingkungan, memerlukan intervensi efektif seperti art therapy. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas art therapy dalam mengurangi kecemasan remaja melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis studi terbitan lima tahun terakhir dari database seperti Google Scholar. Hasil menunjukkan bahwa art therapy (melalui lukis, musik, atau tari) signifikan menurunkan kecemasan, terutama pada remaja dengan Generalized Anxiety Disorder (GAD) dan tekanan akademik, serta kelompok rentan seperti pasien kanker dan lansia. Efektivitasnya bervariasi tergantung durasi intervensi, metode, dan dukungan lingkungan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa art therapy merupakan pendekatan terapeutik yang menjanjikan untuk mengelola kecemasan remaja, meski diperlukan adaptasi metode sesuai kebutuhan individu.
Cognitive behavioral therapy dalam mengurangi kecemasan akademik pada mahasiswa Miftahurrahmah Miftahurrahmah; Siti Aisyah; Yuda Syahputra
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 8, No 1 (2025): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01911

Abstract

Kecemasan akademik jadi salah satu masalah yang cukup sering dialami mahasiswa, terutama saat menghadapi tuntutan seperti ujian, tugas, dan tekanan untuk berprestasi. Kondisi ini biasanya muncul karena pola pikir negatif terhadap kemampuan diri, yang akhirnya memicu rasa takut, tegang, dan kurang percaya diri. Kalau dibiarkan, kecemasan ini bisa berdampak pada menurunnya fokus belajar dan hasil akademik. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang menekankan hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas Cognitive Behavioral Therapy dalam mengurangi kecemasan akademik pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan buku yang relevan dengan topik tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBT cukup efektif dalam membantu mahasiswa mengenali dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional, sehingga emosi yang muncul bisa lebih terkendali. Selain itu, CBT juga membantu mahasiswa mengubah perilaku menghindar menjadi lebih berani menghadapi situasi akademik yang menekan. Hal ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri serta kemampuan dalam menghadapi tuntutan akademik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Cognitive Behavioral Therapy merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk mengurangi kecemasan akademik pada mahasiswa.
Implementation of rational emotive behavior therapy (REBT) in handling negative student behavior Nur Khairun Hanifah; Ifdil Ifdil; Sharifah Nurulhuda Tuan Mohd Yasin
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 7, No 2 (2024): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01851

Abstract

Negative behavior among secondary school students is a problem that is still frequently found in educational environments and has a significant impact on the learning process as well as students’ social-emotional development. These behaviors include rule violations, lack of discipline, low academic responsibility, and aggressive actions toward peers and teachers. This problem is influenced not only by environmental factors but also by internal factors, particularly students’ irrational thinking patterns in interpreting events. This article aims to examine in depth the application of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) in addressing negative behavior among secondary school students. The method used is a literature study by reviewing various relevant books and scientific journals. The results of the study show that negative behavior is often rooted in students’ irrational beliefs about certain events. Through the disputing technique in REBT, students are helped to challenge these beliefs and replace them with more rational, logical, and realistic thinking patterns. This change in thinking patterns leads to more adaptive and constructive behavioral changes in daily life. Thus, REBT can be an effective approach in school guidance and counseling services.
Peran art therapy dalam menangani trauma pasca-bencana Ananta Binnoura Pospos; Nofrializa Nofrializa; Ifdil Ifdil; Rima Pratiwi Fadli
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 7, No 1 (2024): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01961

Abstract

Bencana alam bukan hanya menyebabkan kerusakan fisik dan ekonomi, akan tetapi juga menyebabkan trauma psikologis atau luka pada penyintas. Proses pemulihan secara keseluruhan sering terhambat oleh trauma setelah bencana, terutama jika tidak diikuti dengan penanganan yang tepat. Dalam artikel ini, akan membahas bagaimana terapi seni dapat membantu proses dari pemulihan kesehatan mental bagi para penyintas pasca-bencana. Terapi seni mengajak orang melalui karya visual seperti lukisan atau gambar untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, dan harapan mereka. Ini membedakan terapi seni dari konseling konvensional yang bergantung pada kata-kata. Bagi mereka yang mengalami kesulitan atau ketakutan untuk menceritakan seluruh pengalaman traumatisnya secara langsung, metode ini sangat efektif. Kajian menunjukkan bahwa terapi seni dapat mengurangi kecemasan, gejala stres pascatrauma dan membantu penyintas untuk menemukan ketenangan. Terapi seni dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana mengubah rasa sakit yang dialami menjadi sebuah proses dalam penyembuhan yang kreatif serta bermakna dengan menggunakan pendekatan yang halus dan menyenangkan.
Art therapy sebagai metode penyembuhan psikologis dalam kesehatan mental Zahwa Aulia Putri; Nikmarijal Nikmarijal; Suhartiwi Suhartiwi
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 8, No 2 (2025): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01901

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu global yang kian mendesak, ditandai dengan meningkatnya prevalensi gangguan seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD) di berbagai kelompok usia. Di tengah keterbatasan pendekatan konvensional baik farmakoterapi maupun psikoterapi verbal dalam hal aksesibilitas dan efek samping, art therapy atau terapi seni hadir sebagai modalitas psikoterapi integratif non-farmakologis yang memanfaatkan proses kreatif pembuatan karya seni sebagai medium ekspresi diri dan penyembuhan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep art therapy sebagai metode penyembuhan psikologis dalam kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa art therapy terbukti efektif secara signifikan dalam mereduksi gejala kecemasan, depresi, PTSD, skizofrenia, serta gangguan jiwa lainnya pada populasi anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Keunggulan utamanya terletak pada sifatnya yang non-verbal, inklusif, dan adaptif terhadap konteks budaya lokal, menjadikannya alternatif yang relevan bagi individu yang tidak merespons terapi berbasis verbal secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa art therapy layak diposisikan sebagai intervensi terapeutik terstruktur yang dapat diintegrasikan secara sinergis dalam sistem layanan kesehatan mental secara menyeluruh.
Efektivitas cognitive behavioral therapy (CBT) dalam mengatasi gangguan kecemasan pada remaja Cherly Haura Fitrina Putri; Shannon Nurul Althafunnisa Taufik
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 7, No 1 (2024): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01811

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada aspek emosional, sosial, serta akademik. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam mengatasi kecemasan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas CBT dalam mengatasi gangguan kecemasan pada remaja melalui pendekatan literature review. Sumber data diperoleh dari 25 jurnal ilmiah yang terdiri dari 10 jurnal nasional dan 15 jurnal internasional yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur dari berbagai database ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, klasifikasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBT efektif dalam menurunkan berbagai jenis kecemasan pada remaja, terutama kecemasan sosial dan kecemasan umum. CBT bekerja melalui perubahan pola pikir negatif dan perilaku maladaptif menjadi lebih adaptif melalui teknik seperti cognitive restructuring, exposure, dan relaksasi. Selain itu, CBT terbukti fleksibel karena dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti terapi individu, kelompok, berbasis sekolah, maupun berbasis internet. Dengan demikian, CBT dapat direkomendasikan sebagai intervensi psikologis berbasis bukti (evidence-based treatment) dalam mengatasi gangguan kecemasan pada remaja.
Art therapy sebagai media ekspresi diri siswa dengan masalah kecemasan akademik Nayla Eka Syahfitri; Nur Hidayati; Nining Maizura
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 7, No 1 (2024): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01951

Abstract

Kecemasan akademik merupakan salah satu masalah psikologis yang banyak dialami siswa akibat tuntutan belajar, ekspektasi orang tua, persaingan, dan beban ujian. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial siswa, serta berpotensi berkembang menjadi gangguan mental serius bila tidak ditangani. Pendekatan konseling verbal konvensional sering kali kurang efektif bagi siswa yang kesulitan mengekspresikan perasaan secara lisan. Oleh karena itu, art therapy hadir sebagai alternatif intervensi yang memanfaatkan proses kreatif seni untuk menyalurkan emosi dan pikiran secara non-verbal. Art therapy memungkinkan siswa mengekspresikan kecemasan melalui simbol, warna, dan bentuk visual, sekaligus menurunkan stres fisiologis dan membantu restrukturisasi kognitif. Bentuk kegiatan art therapy di sekolah meliputi menggambar, melukis, menari, drama, musik, dan puisi, yang semuanya bertujuan mendukung ekspresi diri, regulasi emosi, serta peningkatan kepercayaan diri. Artikel ini mengkaji konsep art therapy, ekspresi diri, dan kecemasan akademik, serta menekankan relevansi art therapy sebagai media efektif dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa menghadapi tekanan akademik.
Play therapy sebagai teknik konseling pada mahasiswa Fuza Deska Putri; Monica Septania; Reva Anisya; Alief Laili Budiyono
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 8, No 2 (2025): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01861

Abstract

Play therapy merupakan salah satu teknik konseling yang menggunakan aktivitas bermain sebagai media untuk membantu individu mengekspresikan perasaan, mengurangi tekanan emosional, serta meningkatkan kemampuan penyesuaian diri. Selama ini play therapy lebih banyak diterapkan pada anak, namun perkembangan kajian konseling menunjukkan bahwa teknik ini juga dapat diterapkan pada mahasiswa. Mahasiswa sering menghadapi berbagai tekanan seperti stres akademik, kecemasan, burnout, masalah relasi sosial, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Melalui aktivitas permainan, mahasiswa dapat lebih mudah mengungkapkan perasaan dan membangun komunikasi yang lebih terbuka dalam proses konseling. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan play therapy sebagai teknik konseling pada mahasiswa serta manfaatnya dalam membantu kesehatan psikologis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan play therapy dan konseling mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa play therapy mampu membantu mahasiswa mengurangi stres, meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki interaksi sosial, serta menciptakan suasana konseling yang lebih nyaman dan efektif dalam mendukung kesejahteraan mental mahasiswa.
Penggunaan cognitive behavioral therapy (CBT) dalam mengatasi kecanduan media sosial pada siswa Zahra Adelia; Linda Fitria; Alfina Sari
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 7, No 1 (2024): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01971

Abstract

Kecanduan media sosial merupakan salah satu bentuk perilaku adiktif non- substance yang semakin meningkat pada kalangan remaja dan berdampak pada aspek akademik, sosial, serta psikologis. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam mengatasi kecanduan media sosial pada siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian nasional dan internasional terkait CBT dan kecanduan media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBT efektif dalam membantu individu mengidentifikasi pola pikir maladaptif, mengubah perilaku adiktif, serta meningkatkan control diri. Teknik CBT seperti cognitive restructuring, self-monitoring, dan behavioral activation terbukti mampu mengurangi intensitas penggunaan media sosial. Dengan demikian, CBT dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan utama dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.