cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gmail.com
Phone
+6261- 6615683
Journal Mail Official
jurnaleduriligia@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education
ISSN : 25977377     EISSN : 25810251     DOI : http://dx.doi.org/10.47006
EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education sciences formed in year 2017 with E-ISSN 2581-0251 with DECREE No. 0005.25810251/JI. 3.1/SK. ISSN/2017.07-27 July 2017 and P-ISSN 2597-7377 SK No. 0005.25977377/JI. 3.1/SK. ISSN/2017.09-19 September 2017. The study and judgment done by the experts (peer-reviewed). The journal is affiliated to the UIN graduate of North Sumatera Islamic Education study Program located in Medan. The purpose of this journal is to be a writing platform relating to education, research for students, alumni and other academic civitas related to the scope of this journal.
Articles 334 Documents
Mengulas Hakikat Manusia serta Implikasinya dalam Pendidikan Islam Winata, Fatma Ayu; Aisyah, Nurul; Amalia, Dinda; Aman Dasopang, Akhirul
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 7, No 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v7i3.16235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman yang mendalam tentang hakikat manusia dalam Islam dan menganalisis implikasinya dalam konteks pendidikan. Metode studi pustaka digunakan untuk melakukan pencarian, pemilihan, dan analisis terhadap literatur yang relevan, seperti buku dan jurnal, yang berkaitan dengan pemahaman hakikat manusia dalam pendidikan Islam. Data yang terkumpul dianalisis secara kritis dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman hakikat manusia dalam Islam memiliki dampak signifikan dalam konteks pendidikan. Pendidikan Islam yang berpusat pada hakikat manusia dapat membantu individu mencapai potensi penuh mereka dan menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi secara positif. Implikasi ini memerlukan perhatian yang lebih besar dalam perencanaan kurikulum, metode pengajaran, dan pembinaan pendidik agar pendidikan Islam dapat efektif dalam membentuk individu yang berkualitas, berakhlak mulia, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
PERAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELEGIUS SISWA: STUDI KASUS DI MI 03 KERINCI Sartika, Dewi; Fadhlan, Muhammad; Fikri, Ahmad
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 4 (2022): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i4.21963

Abstract

Karakter religious perlu diperhatikan disekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Rancangan dalam menguatkan karakter relegius melalui kegiatan Ekstrakurikuler, 2) Menjelaskan Evaluasi dan implikasi penerapan kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter relegius. Instrumen penelitian ini terdiri dari dua instrumen, yaitu instrumen utama dan instrumen pendukung. Perangkat utama dalam penelitian ini, sedangkan alat pendukungnya, adalah guru, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tiga cara, yaitu: Observasi, Wawancara, dan dokumentasi. Pada saat yang sama, teknik analisis data penelitian ini meliputi empat metode: Pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian ini menjelaskan: Rancangan dan Evaluasi penanaman nilai Relegius Melalui kegiatan ekstrakurikule di MI O3 Kerinci meliputi 3 kegiatan yaitu kegiatan Pramuka, Drum-band, dan Tahfidz Qur’an. Dalam kegiatan pramuka terdapat nilai-nilai yang dapat ditanamkan oleh siswa yaitu: kepemimpinan, kejujuran, dan kedispilinan. Implikasi kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan nilai karakter siswa di MI O3 Kerinci meliputi beberapa hal. Pada kegiatan pramuka ekstrakurikuler pramuka memberikan nilai-nilai relegius seperti nilai kebersihan, nilai kesadaran, nilai saling menghargai, kerja sama, dan toleransi. Sedang kegiatan Drum-band terdapatnya nilai kerja sama, komunikatif non verbal dan verbal. Adapun kegiatan Tahfidz Qur’an terdapatnya perubahan dan pengembangan pada aspek spiritual dan keagamaan siswa
Multikulturalisme dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam: Menemukan Pondasi Etis untuk Kehidupan Damai di Tengah Perbedaan Rosada, Septia; Khobir, Abdul; Nabilla, Trinindita Nayla; Rahayu, Dwi Septi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.27071

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh realitas keberagaman budaya, etnis, dan agama di Indonesia, serta pentingnya pendidikan multikultural sebagai upaya membangun kehidupan sosial yang inklusif dan harmonis. Kajian ini berfokus pada bagaimana filsafat pendidikan Islam dapat menjadi pijakan etis dalam memperkuat pendidikan multikultural, sekaligus menelusuri tantangan serta alternatif solusi yang muncul dalam implementasinya di lembaga pendidikan Islam. Melalui metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur terkait multikulturalisme, etika pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan praktik pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan, toleransi, ihsan, ukhuwah, dan kesetaraan dalam filsafat pendidikan Islam selaras dengan prinsip-prinsip multikultural modern. Pendidikan karakter turut berperan penting dalam menumbuhkan empati, wawasan kebangsaan, serta sikap terbuka terhadap perbedaan. Penerapan nilai multikultural dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum, pembentukan budaya sekolah, pendekatan pedagogis, dan pembiasaan perilaku dalam keseharian siswa. Namun demikian, implementasinya masih terhambat oleh perbedaan penafsiran keagamaan, bias budaya, ketimpangan sosial-ekonomi, serta kurangnya fasilitas pendidikan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum terpadu, peningkatan kompetensi pendidik, penggunaan pendekatan dialogis, dukungan kebijakan yang memadai, serta inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural yang berpijak pada filsafat pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk membentuk masyarakat yang adil, inklusif, dan hidup dalam harmoni apabila diaplikasikan secara konsisten.Kata kunci: Multikulturalisme, Filsafat Pendidikan Islam, Pendidikan karakter, Dasar etis kehidupan damai.
Etika Berbicara di Era Media Digital: Studi Maudhu'i terhadap Hadis-Hadis Tentang Bahaya Lisan Muflihah, Nisa; Hudaya, Hairul
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26948

Abstract

In the digital era, the widespread use of social media has amplified both the opportunities and risks associated with verbal communication. Despite the convenience of instant messaging and online discourse, unethical speech and harmful expressions have become increasingly prevalent, raising concerns about moral conduct in virtual spaces. This study identifies a gap in existing literature, as previous research primarily focuses on general ethical guidelines without systematically linking Islamic teachings on speech to contemporary digital communication challenges. Employing a maudhu'i (thematic) approach to hadith analysis, the research examines prophetic traditions concerning the dangers of speech and the ethical boundaries of verbal expression. Through thematic synthesis, key hadiths were classified and interpreted to extract principles relevant to digital communication ethics. The findings reveal that prophetic guidance emphasizes restraint, accountability, and mindfulness in speech, which are directly applicable to online interactions. The study concludes that integrating these ethical principles into digital behavior can mitigate the risks of misinformation, slander, and verbal harm, providing a structured framework for responsible communication in the modern media landscape.
Analisis Komparatif Hasil Belajar Fikih Siswa Tamatan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Ghani, Farhan Abdul; Azmi, Muhammad Fadhli; Agung, Sandi Swasta; Tanjung, Muaz
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif hasil belajar Fikih antara siswa tamatan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di MTs Azki Al Azhar Tandam Hilir II. Fokus kajian diarahkan pada sejauh mana perbedaan latar belakang pendidikan dasar memengaruhi capaian belajar materi salat jamak, serta faktor-faktor internal dan eksternal yang berperan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Fikih, dan enam siswa kelas VII yang dipilih secara purposif, serta dilengkapi observasi pembelajaran dan dokumentasi nilai ujian tengah semester. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar Fikih antara siswa lulusan MI dan SD, meskipun terdapat disparitas pada kesiapan awal. Siswa MI cenderung lebih siap secara konseptual, sedangkan siswa SD menunjukkan motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mampu menutup kesenjangan pengetahuan. Faktor penentu keberhasilan belajar lebih banyak dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran diferensiatif, lingkungan belajar yang inklusif, serta dukungan keluarga dan madrasah. Penilaian yang bersifat holistik mampu menumbuhkan keseimbangan pemahaman dan praktik keagamaan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa latar belakang pendidikan dasar bukan determinan utama hasil belajar Fikih; keberhasilan lebih ditentukan oleh sistem pembelajaran yang adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan fiqh al-qalb atau pemahaman yang menyatu dengan hati.
Penerapan Media Digital Wordwall Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Dalam Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di TPA Al-Amanah Ningtyas, Risma Ayu; Hidayati, Heny Narendrany
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.24722

Abstract

Many students have not followed the Islamic Cultural History (SKI) learning optimally. This is due to their negative views on history subjects that only review the past, are boring and contain repetitive stories. Therefore, interactive digital media are needed that can attract students' attention and can form students' enthusiasm in the SKI learning process. One of the digital media used is wordwall. This article is compiled based on the author's experience as a teacher at TPA Al-Amanah who found that the lecture method was less effective in delivering SKI material. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques can be done through interviews, class observations and documentation. The results of the observation showed that there was an increase in student participation and interest in SKI learning at TPA AL-Amanah after using digital wordwall media. Students are more active, ask questions and show interest in the material because the nature of the wordwall itself is interactive and encourages fun learning.
Peran Guru PAI dalam Menanamkan Pendidikan Multikultural dan Moderasi Beragama pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Galang Ma'arif, Muhammad Ghozali
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26977

Abstract

This study is motivated by the importance of education in instilling values of tolerance and religious moderation amid students' cultural and religious diversity. The purpose of this research is to describe the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in fostering multicultural education and religious moderation among seventh-grade students at SMP Negeri 2 Galang. This research employed a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observation, and documentation. The findings reveal that PAI teachers act as educators, spiritual guides, and moral role models in shaping students' moderate character through the integration of multicultural values in learning, the habituation of tolerant attitudes, and inclusive religious activities. However, challenges remain, including limited instructional time, students' lack of understanding, social media influence, and insufficient systemic support from the school. The implications of this study highlight that PAI teachers play a crucial role in realizing character education based on moderation and multicultural awareness to create a peaceful and harmonious school environment.
Integrasi Ilmu dan Transdisiplinaritas dalam Praktik Wahdatul ‘Ulum di UIN Sumatera Utara Azmi, Muhammad Fadhli; Sumanti, Solihah Titin; Harahap, Muhammad Riduan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26856

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemahaman civitas akademika dan praktik penerapan paradigma wahdatul ‘ulum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sebagai wujud integrasi ilmu dalam kerangka Pendekatan Studi Islam Transdisipliner. Latar belakang penelitian ini merujuk pada transformasi epistemologis pasca-peralihan status dari IAIN menjadi UIN, yang menuntut penyatuan ilmu agama dan ilmu umum dalam satu visi tauhid. Penelitian ini bertujuan untuk menggali realitas sosial-akademik sebagaimana dialami dan dipahami oleh para pelaku di lingkungan UIN Sumatera Utara terkait penerapan paradigma wahdatul ‘ulum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan utama, dosen selaku pengelola paradigma, mahasiswa, dan perwakilan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun wahdatul ‘ulum telah diadopsi secara institusional melalui kebijakan kurikuler seperti integrasi dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan pembentukan Unit Wahdatul ‘ulum, implementasinya masih bersifat prosedural dan tekstual. Pemahaman yang tidak seragam di kalangan dosen, minimnya kompetensi paradigmatik, serta dominasi budaya akademik dikotomis menghambat internalisasi yang transformatif. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa tanpa standarisasi kompetensi, pelatihan berkelanjutan, dan desain kurikulum transdisipliner yang holistik, paradigma ini berisiko menjadi jargon administratif yang justru memperkuat dikotomi yang ingin diatasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komitmen institusional untuk menjadikan wahdatul ‘ulum bukan hanya sebagai kebijakan, tetapi sebagai “poros epistemologis” yang hidup dalam seluruh praktik akademik.
Pendalaman Dan Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam Bidang Al-Quran Di Madrasah Aliyah Latifah, Aprina Noor; Muflihah, Nisa; Laila, Nor; Noor, Hasni
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.27007

Abstract

This study explores the deepening and development of Islamic Religious Education (IRE) materials in the field of Al-Qur'an studies at Madrasah Aliyah. The research aims to identify the effectiveness, relevance, and implementation of Al-Qur'an learning materials in enhancing students' understanding, interpretation skills, and Qur'anic literacy. Using a qualitative approach-including literature review, curriculum analysis, and interviews with teachers-the study examines how instructional strategies, learning resources, and assessment methods are applied in classrooms. The findings reveal that while the existing curriculum provides a solid foundation, further enrichment is needed to accommodate students' diverse learning needs and to integrate contemporary issues within Qur'anic studies. The research recommends curriculum refinement, the development of innovative learning modules, and the incorporation of technology-assisted learning to improve students' engagement and mastery of Al-Qur'an material. This study contributes to efforts in strengthening Islamic education by offering insights into more comprehensive and contextualized Qur'anic learning at the senior secondary level.
Nabi Muhammad SAW Sebagai Komunikator Komunikasi Islam Husni, Muhammad
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.23309

Abstract

Makalah ini mengkaji tentang Nabi Muhammad SAW sebagai komunikator komunikasi islam. Nabi Muhammad SAW sebagai komunikator dalam komunikasi Islam berfokus pada bagaimana kemampuan komunikasi Nabi Muhammad menjadi salah satu aspek penting dalam penyebaran ajaran Islam. Keunggulan ini tidak hanya terletak pada kemampuan verbal beliau, tetapi juga pada pendekatan yang holistik, integratif, dan penuh kebijaksanaan dalam menyampaikan pesan-pesan Ilahi. Metode komunikasi yang efektif Nabi Muhammad SAW menggunakan berbagai metode komunikasi, baik lisan, tulisan, maupun perilaku. Beliau sering menggunakan perumpamaan dan cerita untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan agama yang mendalam.