cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
Formulasi Dan Stabilitas Sediaan Vanishing Cream Ekstrak Etanol 96% Daun KERSEN (Muntingia Calabura L.) Sebagai Sunscreen Pelindung Kulit Aristha Novyra Putri; Putri Maslina; Cast Torizellia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.7347

Abstract

ABSTRAKEkstrak etanol 96% daun kersen (Muntingia calabura L.) dikembangkan manjadi suatu formula sediaan yaitu vanishing cream tabir surya untuk pelindung kulit. Sediaan krim tabir surya minyak dalam air atay vanishing cream dari ekstrak etanol daun kersen yang memiliki kandungan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan dengan nilai IC50 9,01 ppm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan stabilitas formula vanishing cream sebagai sunscreen ekstrak etanol daun kersen, serta mengetahui nilai SPF (Sun Protection Factor) UV-B dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Daun Kersen di ekstraksi menggunakan metode maserasi dan formula sediaan vanishing cream dibuat menggunakan metode peleburan. Hasil karakteristik fisik pada formula 1-4 sediaan krim dengan komposisi ekstrak yaitu 0,5%, 1%, 2%, dan 4% menunjukkan profil organoleptis dan homogenitas sediaan topikal yang stabil, pH yaitu 5,5 – 6,3 yang memenuhi kriteria pada kulit. Daya lekat pada 4,17-5,13 detik, daya sebar 6,06-6,7 cm, viskositas 6393-8822 cPs. Karakteristik seluruh formula sediaan stabil pada uji stabilitas freeze thaw serta pada uji tipe emulsi pada semua formula menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air (m/a). Nilai SPF yang dihasilkan pada konsenstrasi ekstrak 0,5%, 1%, 2%, dan 4% berturut – turut adalah 2,145; 7,793; 14,790; 21,767. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai SPF paling tinggi adalah 21,767 yang termasuk kategori proteksi ultra dengan konsentrasi ekstrak daun kersen sebesar 4%.Kata kunci : Daun Kersen (Muntingia calabura L.); Vanishing Cream; Sunscreen; Sun Protection Factor; SPF.ABSTRACTEthanol extract 96% developed into a preparation formula that vanishing cream sunscreen for skin protection. Preparation of sunscreen cream oil in water or vanishing cream from kersen leaf (Muntingia calabura L.) has flavonoid content that is efficacious as an antioxidant with IC50 value of 9.01 ppm. The purpose of this study is to know the characteristics and stability of the formula vanishing cream sunscreen extract ethanol 96% kersen leaf (Muntingia calabura L.) optimally as a skin protector, as well as know the value of SPF (Sun Protection Factor) UV-B using UV-Vis spectrophotometry. Kersen leaf are extracted using maceration method and vanishing cream is made using smelting method. The results of the physical characteristics in formulas 1-4 of cream preparations with extract compositions of 0.5%, 1%, 2%, and 4% showed a stable organoleptic profile and homogenity of topical preparations, pH 5.5 – 6.3. Adhesion at 4.17-5.13 seconds, spreadability 6.06-6.7 cm, viscosity 6393-8822 cPs. The characteristics of all the formulations were stable in the freeze thaw stability test and the emulsion type test in all formulas showed the type of oil-in-water (w/w) emulsion. The resulting SPF values at extract concentrations of 0.5%, 1%, 2%, and 4% respectively were 2.145; 7,793; 14,790; 21,767. So it can be concluded that the highest SPF value is 21,767 which is included in the ultra protection category with a cherry leaf extract concentration of 4%.Keywords : Kersen Leaf (Muntingia calabura L.); Vanishing Cream; Sunscreen; Sun Protection Factor; SPF.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi Di Puskesmas Batujaya Ita Novianti; Salman Salman; Indah Laily Hilmi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.9398

Abstract

ASBTRAKHipertensi adalah gangguan vascular yang ditandai dengan tekanan darah sistolik di atas 140 MmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 MmHg, hipertensi sering tidak menimbulkan gejala sehingga di sebut sebagai slient killer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Puskesmas Batujaya. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain crossectional. Populasi penelitian ialah penderita hipertensi yang datang dan tercatat di Puskesmas Batujaya. subjek yang digunakan sebanyak 102 subjek penelitian dilakukan secara non probability sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga . variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kepatuhan minum obat  penderita hipertensi. Hasil penelitian didapatkan 1) ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi (p=0,001<0,05). 2) ada hubungan sikap dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi (p=0,003<0,05). 3) ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat  penderita hipertensi (p=0,004<0,05).  Penelitian ini disimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan,sikap, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Puskesmas Batujaya. Kata kunci : Hipertensi; Kepatuhan; Tingkat pengetahuan; Sikap; Dukungan keluarga. ABSTRACTHypertension is a vascular disorder characterized by systolic blood pressure above 140 MmHg and diastolic blood pressure above 90 MmHg, hypertension often does not cause symptoms, so it is called the slient killer. This study aims to identify the relationship between the level of knowledge, attitudes, and family support on medication adherence for hypertension sufferers at Batujaya Health Center. This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The study population was hypertension patients who came and registered at Batujaya Health Center. Subjects used as many as 102 research subjects conducted by non-probability sampling. Collecting data using a questionnaire. Data analysis used chi-square with 95% confidence degree. The independent variables in this study were knowledge, attitudes, and family support. The dependent variable in this study is adherence to medication for hypertension sufferers. The results showed that 1) there was a relationship between knowledge and adherence to medication for hypertension sufferers (p = 0.001 <0.05). 2) there is a relationship between attitude and adherence to taking medication for hypertension sufferers (p=0.003 <0.05). 3) there is a relationship between family support and adherence to medication for hypertension patients (p=0.004<0.05). This study concluded that there is a significant relationship with knowledge, attitudes, and family support on medication adherence for hypertension sufferers at Batujaya Health Center. Keywords : Hypertension; Obedience; Knowledge level; Attitude;Family support.
Studi Adverse Drug Reactions Penggunaan Obat Antiepilepsi Monoterapi Pada Anak di Rumah Sakit - Studi Farmakovigilans Putri Ramdaniah; Dwi Monika Ningrum; Depi Yuliana; Dedent Eka Bimmahariyanto S.; Recta Olivia Umboro
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.8384

Abstract

ABSTRAKPengobatan epilepsi membutuhkan waktu yang lama, penghentian terapi dilakukan secara bertahap apabila dicapai bebas kejang selama dua tahun. Pengobatan yang bersifat jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan efek samping dan membutuhkan monitoring pengobatan. Pasien anak sering mengalami efek samping obat yang sama dengan pasien dewasa, namun reaksi obat yang tidak dikehendaki pada pasien anak lebih sulit karena perbedaan karakteristik antara pasien anak dan pasien dewasa juga mempengaruhi efikasi dan efek samping obat. Tujuan penelitian ini untuk menghitung angka kejadian ADRs dan Klasifikasi Jenis ADRs pada penggunaan obat antiepilepsi Monoterapi. Metode yang digunakan yaitu penelitian cross sectional dengan pengambilan data secara prospektif, penilaian kausalitas ADRs menggunakan algoritma naranjo, selama periode penelitian didapatkan 56 pasien yang mendapatkan terapi monoterapi dari total 86 pasien. jenis-jenis ADRs yang terjadi pada pasien yaitu gangguan gastrointestinal 32,35%, reaksi kulit gatal dan kemerahan terjadi 7,35%, gangguan metabolik sebanyak 10,29%, dan gangguan CNS (Central nervous system) sebanyak 10,29%. Kata kunci : Adverse drug reactions; Antiepilepsi; Anak-anak.ABSTRACTEpilepsy treatment takes a long time, discontinuation of therapy is carried out gradually if achieved without seizures for two years. Treatment is long-term treatment with increased side effects and requires medication monitoring. Pediatric patients often experience the same side effects of drugs as adults, but adverse drug reactions in pediatric patients are more difficult because differences in characteristics between patients and adult patients also affect the efficacy and side effects of drugs. The purpose of this study was to calculate the incidence of ADR and Classification of Types of ADR in the use of monotherapy antiepileptic drugs. The method used is a cross sectional study with prospective data collection, ADR Causality Assessment using the Naranjo Algorithm, during the study period 56 patients received monotherapy therapy from a total of 86 patients. The types of ADR that occur in patients are gastrointestinal disorders 32.35%, itching and skin reactions that occur 7.35%, metabolic disorders as much as 10.29%, and CNS (Central Nervous System) disorders as much as 10.29%.Keywords : Adverse drug reactions; Antiepileptic; Pediatric.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari Teh Hijau Fermentasi Aliyah Fahmi; Sumaryati Syukur; Zulkarnain Chaidir; Sri Melia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.9645

Abstract

ABSTRAKTeh hijau adalah jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi akan tetapi mengalami proses pengeringan dan penguapan daun. Teh hijau memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi karena kandungan katekin di dalamnya. Namun bioavaibilitas katekin teh hijau berkurang pada saluran cerna karena kurang stabil. Kehadiran probiotik pada teh hijau diharapkan mampu meningkatkan bioavaibilitasnya. Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri baik yang merupakan probiotik yang berperan dalam menyehatkan saluran cerna. Peneltian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji karakterisasi BAL dari Teh Hijau Fermentasi. Teh hijau yang berasal dari Distributor Teh Juma, Kecamatan Sidamanik difermentasi dengan gula aren dan madu hutan dengan variasi waktu 24, 48 dan 72 jam pada suhu rendah. Teh hijau fermentasi kemudian diisolasi kemudian diencerkan dengan pengenceran 10-5 dan 10-6. Hasil inkubasi selama 48 jam diperoleh kemudian dimurnikan dengan metode streak dan diinkubasi kembali selama 24 jam kemudian diuji karakterisasinya secara morfologi, pewarnaan gram, uji katalase dan uji fermentasi. Hasil yang diperoleh adalah pada uji morfologi positif BAL dengan ciri-ciri terlihat koloni tunggal dengan bentuk bulat, licin, warna putih kekuningan.dan terbentuk zona bening di sekitar koloni. Hasil pewarnaan positif BAL dengan ciri-ciri bakteri gram positif ditunjukkkan oleh warna biru ke ungu. Hasil uji katalase ditunjukkan dengan ciri-ciri  tidak menghasilkan gelembung udara yang menandakan adanya BAL karena BAL tidak mengandung oksigen serta uji fermentasi yang ditunjukkan dengan tidak terbentuknya gelembung udara pada tabung Durham yang menandakan tipe fermentasi BAL adalah homofermentatif. Kata kunci : Isolasi; Karakterisasi; Bakteri asam laktat; Teh hijau; Fermentasi.ABSTRACTGreen tea is a type of tea that does not undergo a fermentation process but undergoes a process of drying and evaporation of the leaves. Green tea has high antioxidant activity due to the catechin content in it. However, the bioavailability of green tea catechins is reduced in the gastrointestinal tract because it is less stable. The presence of probiotics in green tea is expected to increase its bioavailability. Lactic Acid Bacteria (LAB) is a group of good bacteria which are probiotics that play a role in healthy gastrointestinal tract. This study aims to isolate and test the characterization of LAB from Fermented Green Tea. Green tea from Juma Tea Distributor, Sidamanik District was fermented with palm sugar and forest honey with variations of 24, 48 and 72 hours at low temperature. The fermented green tea was isolated and then diluted with 10-5 and 10-6 dilutions. The results of incubation for 48 hours were obtained and then purified by streak method and incubated again for 24 hours and then tested for morphological characterization, gram staining, catalase test and fermentation test. The results obtained were a positive morphological test of LAB with the characteristics of a single colony being seen with a round, smooth, yellowish white color, and a clear zone was formed around the colony. The results of positive LAB staining with gram-positive bacteria are indicated by a blue to purple color. The results of the catalase test are indicated by the characteristics of not producing air bubbles which indicate the presence of LAB because LAB does not contain oxygen and the fermentation test is indicated by the absence of air bubbles in the Durham tube which indicates the type of LAB fermentation is homofermentative. Keywords : Isolation; Characterization; Lactic acid bacteria; Green tea; Fermentation;
Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Tablet Kunyah Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus macrocarpa Bunge) Dengan Variasi Pemanis Laktosa Aina Fatkhil Haque; Densi Selpia Sopianti; Tri Mayuri Brutu
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11620

Abstract

Tanaman yang berpotensi sebagai obat salah satunya adalah jeruk kalamansi yang mengandung minyak atsiri dan limonen yang paling banyak. Seiring dengan perkembangan teknologi dalam pemanfaatan minyak atasiri jeruk kalamansi yang masih tradisional, maka dikembangkan sediaan tablet dengan zat aktif minyak atsiri jeruk kalamansi. Tablet kunyah lebih disukai pasien yang mempunyai kesulitan menelan. Selain itu, tablet kunyah dapat meningkatkan kepatuhan anak-anak yang sering kali memberikan perlawanan dalam menelan obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu memformulasi tablet kunyah dengan zat aktif minyak atsiri jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) dengan variasi pemanis laktosa.Formulasi tablet kunyah dari minyak atsiri jeruk kalamansi dengan memvariasikan pemanis laktosa F1: 50% ; F2: 60% ; F3: 70%, dibuat dengan metode cetak langsung.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri dapat diformulasi menjadi sediaan tablet kunyah. Perbedaan konsentrasi pemanis laktosa dalam formulasi tablet kunyah dari minyak atsiri dapat mempengaruhi evaluasi kerapuhan tablet yaitu semakin tinggi konsentrasi laktosa (F3: 70%), maka semakin besar nilai kerapuhan tablet dan kekerasan tablet semakin kecil.
Perbandingan Kelengkapan Resep Konvensional Dengan Resep Berbasis Online Di Apotek X Wilayah Denpasar Selatan Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Nyoman Titin Brimantari; I Ketut Tunas
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.10727

Abstract

One of the pharmaceutical services is to serve the completeness of prescriptions served in health services such as pharmacies. The completeness of prescription services at online-based pharmacies is still carried out by pharmacists but is limited in nature. As a result of incomplete prescription writing, medication errors can occur which are detrimental to the patient (Isro et al., 2018). This study aims to determine the difference in the completeness of conventional recipes with online-based recipes. This study used an analytical observational design, with a cross-sectional study design, and the sampling method was carried out using purposive sampling technique, so that 50 conventional recipes and 50 online recipes were obtained. Based on the results of research conducted at the south Denpasar pharmacy. The results of the study in the form of administrative, pharmaceutical, clinical studies of conventional prescriptions and online prescriptions can be seen in terms of indicators of patient age, doctor's name, No. Doctor's SIP, doctor's initials, R/ sign, dosage form, dosage strength, drug dose, and drug allergy P Value 0.05. Then in terms of indicators of weight px, address px, date of prescription, and drug rules, the value of P Value is 0.05. So, it can be concluded that there is a significant difference between the completeness of conventional prescriptions and online prescriptions in terms of age px, doctor's name, SIP No. , doctor's initial, R/ sign, dosage form, dosage strength, drug dose, and allergy.
Profil Penyimpanan Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Terdampak Gempa Bumi Lombok Baiq Lenysia Puspita Anjani; Cyntiya Rahmawati; Baiq Nurbaety; Nurul Qiyaam; Dzun Haryadi Ittiqo
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.9396

Abstract

Bencana alam gempa bumi yang melanda Pulau Lombok pada Agustus 2018 mengakibatkan kerusakan berat dan kerusakan sedang pada puskesmas Se-Kabupaten Lombok Utara dan beberapa puskesmas di Kabupaten Lombok Timur. Kerusakan sarana dan prasarana di puskesmas dapat berpengaruh pada penyimpanan vaksin Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan vaksin Imunisasi Dasar Lengkap di puskesmas yang terdampak gempa bumi Lombok. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan secara cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Se-Kabupaten Lombok Utara dan beberapa Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur yang terdampak gempa pada bulan Mei-Juli 2019 dengan total sebanyak 22 puskesmas. Penelitian ini menggunakan lembar observasi yang telah divalidasi dengan 3 indikator, yaitu sarana prasarana, keadaan lemari es dan pengelolaan vaksin. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan vaksin Imunisasi Dasar Lengkap pada 8 puskesmas di Kabupaten Lombok Utara menunjukan rata-rata kategori baik (87,87%), dan 14 Puskemas di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan rata-rata kategori baik (79%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah penyimpanan vaksin Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas terdampak gempa bumi Lombok termasuk dalam kategori baik.
Pemanfaatan Ekstrak Jagung (Zea Mays) di Kabupaten Grobogan dalam Bentuk Sediaan Gel sebagai Pelindung dari Sinar UVB Gigih Kenanga Sari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11436

Abstract

Senyawa radikal bebas dalam tubuh dapat terbentuk dari proses metabolisme normal tubuh atau karena pengaruh dari luar tubuh. Untuk itu radikal bebas dapat dicegah oleh suatu antioksidan. Antioksidan dapat ditemukan di Jagung (Zea Mays). Jagung merupakan komoditi pangan unggulan penghasil antioksidan dan flavonoid di Kabupaten Grobogan. Antioksidan isoflavon jagung dapat menghambat sinar UVB. Tujuan penelitian ini menghasilkan sediaan gel ekstrak biji jagung, informasi profil produk dan keamanan efek di kulit. Metode: Ekstrak Jagung diformulasikan kedalam basis HPMC dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20%. Kemudian dilakukan pengujian fisik, efek gel di kelinci dan kulit tangan. Hasil: Penelitian ini menghasilkan sediaan gel dengan bahan baku ekstrak biji jagung. Gel yang dihasilkan dengan peningkatan konsentrasi HPMC dapat meningkatkan viskositas, daya lekat, menurunkan daya sebar, tetapi peningkatan konsentrasi HPMC tidak mempengaruhi pH. Hasil uji efek pada kulit menunjukkan gel ekstrak jagung dapat berfungsi sebagai pelindung kulit dari sinar matahari, tetapi perbedaan konsentrasi HPMC tidak memberikan perbedaan efek perlindungan kulit dari sinar matahari. Simpulan: Penelitian ini menghasilkan sediaan gel dengan bahan baku ekstrak biji jagung, profil produk meningkatnya viskositas, daya lekat gel, dan juga menurunnya daya sebar, akan tetapi peningkatan konsentrasi HPMC tidak mempengaruhi pH sediaan dan gel aman sebagai pelindung kulit dari sinar matahari.
Perbandingan Metode Maserasi Dan Soxhletasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) Terhadap Efektivitas Bakteri Staphylococcus epidermidis Imam Agus Faizal; Alifah Alifah Alifah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.10728

Abstract

Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) secara empiris dalam pemanfaatan sebagai pengobatan dengan proses direbus dalam air. Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) memiliki kandungan metabolit, alkaloid, flavonoid, tanin dan minyak atsiri dengan aktifitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah pengetahuan metode yang paling efektif untuk ekstraksi daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Paiv) terhadap antibakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui aktivitas antibakteri daun sirih merah (Piper corcatum Ruiz & Pav) menggunakan metode maserasi dan soxhletasi. Ektraksi dilakukan dengan dua metode yaitu maserasi dan soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan uji fitokimia yang menghasilkan bahwa esktrak daun sirih merah mengandung saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin. Uji antibakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 30%, 50% dan 70% untuk kedua metode yaitu maserasi dan soxhletasi dihasilkan zona hambat yang masuk dalam kategori sensitif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode yang paling efektif dalam ekstraksi senyawa antibakteri daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) yaitu dengan menggunakan metode soxhletasi. Aktivitas antibakteri yang paling efektif dari daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) yaitu pada metode soxhletasi konsentrasi 70% dengan kategori daya hambat sangat kuat.
Analisis Kandungan Hidrokuinon dalam Krim Wajah yang Beredar di Klinik Kecantikan di Kota Mataram Irmatika Hendriyani; Baiq Nurabety; Yuli Fitriana; Eva Tri Apriani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.10829

Abstract

Facial creams are cosmetics made up of chemicals and other materials that can pale black spots (brown) on the skin. Hydroquinone is an additive in whitening cream, and hydroquinone is an active ingredient that can control the production of uneven pigments, more to reduce or inhibit the formation of melanin.Use of hydroquinone in cosmetics, especially facial creams should not be more than 2% .The excessive use of hydroquinone can cause ocronisis, such as rough blue-gray skin.This study aims to determine whether there are hydroquinone compounds in facial creams circulating at the Beauty Clinic in Mataram City.If hydroquinone is found, further testing is done to uk determines how much content of hydroquinone in the face cream. This study describes the presence or absence of hydroquinone in the face cream and wants to know the amount of hydroquinone in the face cream. The method used in this study was a color reaction test reacted by feCl3, Benedict and AgCo3 reagents, and Serimetric Titration Test used for Titration with Serium (IV) Sulfate 0.01N. From the research with color reaction test showed 4 positive samples containing hydroquinone compounds, and 3 samples that had a high amount of hydroquinone in face cream did not meet the requirements of> 2%. Key word:CosmeticsFacial creamHidroquinonQualitative analysisQuantitative analysis

Page 11 of 24 | Total Record : 232