cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAYU BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Abdul Wahid Suleman; Saparuddin Latu
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11418

Abstract

Tanaman Bajakah merupakan tanaman yang tumbuh di Indonesia terutama di Kalimantan yang memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Tanaman ini memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloidm flavonoid dan fenolik yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya adalah penyakit infeksi. Penyakit infeksi merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang akibatkan oleh bakteri yang paling sering diderita oleh masyarakat Indonesia. Salah satu bakteri penyebab infeksi adalah Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kayu bajakah terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak etanol kayu bajakah, memberikan aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi papper dizk dengan menggunakan konsentrasi 10%b/v, 20%b/v dan 30%b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak Kayu Bajakah mempunyai aktivitas antibakteri pada konsentrasi 10% diperoleh rata-rata zona hambat 7,63±0,15 mm, konsentrasi 20% diperoleh rata-rata zona hambat 8,26±0,28 mm dan konsentrasi 30% diperoleh rata-rata zona hambat 8,83±0,40 mm. kesimpulan dari penillitian ini adalah konsentrasi 10% dengan zona hambat 7,63±0,15 mm yang sudah dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus
Formulasi Lilin Aromaterapi dari Minyak Atsiri Kombinasi Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan Batang Medang (Cinnamomum iners Reinw. Ex Blume) sebagai Antiemetik Risqika Yuliatantri Paramawidhita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.9985

Abstract

Minyak atsiri adalah salah satu metabolit sekunder dari tanaman yang berbentuk minyak dengan karakteristik yaitu mudah menguap (volatile). Minyak atsiri atau minyak esensial dapat diperoleh hampir dari seluruh bagian tanaman, diantaranya adalah bunga, daun, biji, kulit kayu, buah, akar, atau rimpang. Kombinasi minyak atsiri jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan minyak atsiri batang medang (Cinnamomum iners Reinw. ex Blume) berpotensi dapat meningkatkan efek terapi sebagai antiemetik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan lilin aromaterapi dari minyak atsiri kombinasi jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) dan batang medang (Cinnamomum iners Reinw. Ex Blume). Proses pembuatan lilin aromaterapi minyak atsiri jahe merah dan batang medang menggunakan variasi konsentrasi (16% : 2%), (11% : 7%), (4% : 14%). Formula yang digunakan yaitu Paraffin padat dan cera alba, dan dilakukan evaluasi fisik sediaan yang meliputi uji organoleptik, uji waktu bakar, uji homogenitas, uji titik leleh, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Minyak Atsiri jahe merah dan batang medang dapat diformulasikan dalam  sediaan lilin aromaterapi sebagai antiematik. Hasil evaluasi fisik (uji organoleptis, uji waktu bakar, uji homogenitas, uji titik leleh, dan uji hedonik) sediaan lilin aromaterapi formula 1 (16% : 2%) menunjukkan konsentrasi kombinasi minyak atsiri terbaik dibandingkan dengan formula 2 (11% : 7%) dan formula 3 (4% : 14%).
Profil Penggunaan Antikoagulan pada Pasien COVID-19 dengan Komorbid Hipertensi di Rawat Inap RSUD Panembahan, Bantul, Yogyakarta Rahmat A Hi Wahid; Anis Febri Nilansari; Fitri Andriani Fatimah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11554

Abstract

Hypertension is the highest comorbid group in COVID-19 patients, followed by diabetes mellitus and heart disease. The increase in coagulopathy and thromboembolism secondary to COVID-19 has received global attention, with several surveys and reports of increased mortality. The use of anticoagulants in the treatment of COVID-19 patients needs to be done. This study aims to determine the profile of the use of anticoagulants in COVID-19 patients with hypertension who are hospitalized in Panembahan Hospital, Senopati, Bantul, Yogyakarta. The research method is descriptive observational research using secondary data in the form of medical records. Data were taken retrospectively from the medical records of COVID-19 patients with hypertension who were hospitalized at Panembahan Hospital, Bantul, Yogyakarta for the period 2020-2021. A total of 67 medical records met the inclusion criteria, 46 patients (68.7%) were given anticoagulants and 21 patients (31.3%) were not given anticoagulants. The highest use of anticoagulants was in the age group of 55-65 years (n=28) and 30-54 years (n=21). Heparin (11.9%) and Rivaroxaban (9%) were the single anticoagulants most frequently used for hospitalized COVID-19 patients at Panembahan Hospital, Bantul, Yogyakarta. While the most used combinations were Heparin with Rivaroxaban (20.9%), and Enoxaparin with Rivaroxaban (9%).
Uji Aktivitas Antihiperlipidemia Ekstrak Etanol Daun Kalakai (Stenochlaena Palutris (Burm.F.) Bedd Pada Tikus Putih Wistar Secara In vivo Rabiatul Adawiyah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11262

Abstract

Kalakai plants or ferns are plants whose habitat is in swamps, including plants that have been consumed for generations as food, sothat kalakai has great potential as a traditional medicine typical of Kalimantan. Hyperlipidemia is a disorder characterized by increased levels of lipids (fats) in the blood, especially cholesterol and triglycerides. The purpose of the study was to determine the antihyperlipidemic effect and to find out at what dose of kalakai leaf extract could reduce lipid levelss in wistar white rats in vivo. The method used is to test the antihyperlipidemic activity method by giving treatment to experimental animals with normal control test groups, positive control, negative control, testing dose of 100 mg/KgBB, testing dose 200 mg/KgBB and testing dose 400mg/KgBB using a UV-VIS spectrophotometer. The result obtained for the positive control that the total cholesterol level was 36,4 ± 1,85 and for triglycerides of 33± 3,03 at a total cholesterol dose of 100 mg/KgBB of 69,4 ± 3,00; a dose of 200 mg/KgBB of 56,6 ± 2,24; the dose of 400 mg/KgBB 40± 1,89 while for triglyceride levels the dose of 100 mg/KgBB was 63,4 ± 2,57; a dose of 200 mg/KgBB of 51,8 ± 1,32; and a dose of 400 mg/KgBB of 38 ± 2,00. So the conclusion is that the kalakai leaf extract at a dose of 400mg/KgBB has an antihyperlipidemic effect and is able to reduce lipid levels in wistar white rats in vivo.
Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Terhadap Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) Iif Hanifa Nurrosyidah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.9356

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di negara tropis seperti Indonesia. Penggunaan antibiotic yang tidak rasional dapat menimbulkan resistensi bakteri. Bakteri resisten yang paling sering dijumpai adalah Escherichia coli Extended Spectrum Beta Lactamase (E.coli ESBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aktivitas antibakteri dan pengaruh perbedaan konsentrasi pada ekstrak daun cincau terhadap E. coli ESBL. Penelitian ini menggunakan simplisia daun cincau yang di ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol yang diperoleh ekstrak pekat kemudian diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan yang berpotensi sebagai zat antibakteri. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi kertas cakram dengan varian konsentrasi 50%, 75% dan 100%. Berdasarkan hasil yang diperoleh ekstrak daun cincau memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata 11 mm pada konsentrasi 50%, 16 mm pada konsentrasi 75% dan 21 mm pada konsentrasi 100%. Serta memiliki pengaruh dengan nilai koefesien determinasi R Square sebesar 0,999 atau 99,9%.
Autentikasi Batang Combertum Indicum varr. B terhadap Batang varr. M dengan Metode Spektrofotometri UV VIS-kemometrik. Samsul Hadi; Amalia khairunnisa; Salma Salma; Suci Kamelia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.10697

Abstract

Batang Melati belanda (Combretum indicum) mempunyai kandungan kimia seperti tanin, dimana tanaman ini memiliki dua varietas yang memungkinkan menghasilkan aktivitas yang berbeda yaitu varietas batang membulat dan varietas batang memanjang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spektra khas dari kedua varietas batang Melati belanda dengan pendekatan autentikasi dan adulterasi. Analisis dilakukan dengan metode sidik jari spektroskopi UV-VIS yang dikombinasikan dengan kemometrika PLSR serta analisis diskriminan. Hasil model prediksi terbaik ditunjukkan pada model normal rentang panjang gelombang 249.32-221.72 nm dengan nilai akurasi 100%, R2 kalibrasi 0.9987, R2 prediksi 0.998, RMSEC 1.71, dan REMSEP 0.786. Berdasarkan hasil tersebut kombinasi spektroskopi UV-VIS dan kemometrik dapat digunakan untuk identifikasi, diskriminasi, dan autentikasi dari varietas batang Combertum Indicum Varr. B terhadap batang Combertum Indicum Varr. M yaitu pada model normal panjang gelombang 249.32-221.72 nm
Tingkat Kepuasan Responden Terhadap Pemberian Informasi Obat di Apotek Mandiri Smart Kota Pekanbaru Septi Muharni; Mifta Zur Rahma; Fina Aryani; Husnawati Husnawati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.8693

Abstract

Kepuasan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan responden tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian tentang Tingkat Kepuasan Responden Terhadap Pemberian Informasi Obat Di Apotek Mandiri Smart Kota Pekanbaru bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan responden terhadap Pemberian informasi obat di apotek Mandiri Smart Kota Pekanbaru berdasarkan lima (5) dimensi kualitas pelayanan yakni reability, responsiveness, emphaty, assurance dan tangible. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian observasional/survei dengan rancangan penelitian secara deskriptif dengan menggunakan analisis kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling terhadap 100 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan kepuasan responden yakni puas (74,56%) pada aspek reability, puas (76,79%) pada responsiveness, sangat puas (74,56%) pada emphaty, puas (77,41%) pada assurance dan puas (79,31%) pada tangible. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang membeli obat atau menebus obat di apotek Mandiri Smart Kota Pekanbaru merasa puas (77,97%) terhadap pelayanan yang diberikan.
Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Terhadap Tikus Jantan Putih Galur Wistar Yang di Indukasi Aloksan Dyah Anggraeni Budhi Pratiwi; Rizky Safitri Yusanti; Putri Rizky Arneta
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11848

Abstract

Daun alpukat mengandung flavonoid  yang tinggi. Flavonoid bersifat sebagai antioksidan  yang bermanfaat dalam menurunkan kadar glukosa darah melalui perbaikan fungsi pankreas. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi mana yang efektif sebagai antidiabetes terhadap tikus jantan putih galur wistar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan pretest posttest randomized control group design. Metode Ekstraksi yang digunakan perkolasi dan sokletasi. Tikus putih yang sudah diadaptasikan di cek kadar gula darah sebelum diinduksi dengan aloksan. Setelah 3 hari tikus di cek gula darah kembali untuk memastikan tikus kadar gulanya > 135 mg/dl. Tikus diberi perlakuan selama 10 hari dengan kontrol (-) : NaCl 0,9%; kontrol (+) : glibenklamid serta ekstrak perkolasi dan sokletasi daun alpukat. Kadar Gula darah tikus dihitung pada hari 4, 7 dan 10. Data yang didapatkan adalah selisih kadar glukosa darah  dengan menggunakan analisis statistik menggunakan SPSS dengan uji Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi daun alpukat berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah tikus dan tidak ada perbedaan signifikan antara metode ekstraksi perkolasi dan sokletasi dalam menurunkan kadar gula darah tikus jantan galur wistar
Analisis Profil Fungsi Hati dan Kejadian Efek Samping Antidiabetik Pada Pasien DM Tipe 2 Dengan Sirosis Hepatik Emy Oktaviani; Ratih Purnamasari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.12030

Abstract

Penderita diabetes tidak peka terhadap sinyal yang dihantarkan insulin dan akibatnya jumlah glukosa yang ada dihati menjadi meningkat. Sehingga pasien dengan gangguan metabolik seperti diabetes mellitus tipe 2 (DMT2)  mudah terganggu fungsi hatinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian efek samping, menganalisis presentase antidiabetik yang menyebabkan efek samping dan melihat hubungan faktor-faktor lain terhadap kejadian efek samping antidiabetik pada pasien DMT2 dengan sirosis hepatik. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental cohort retrospektif dengan melihat data rekam medik pasien. Terdapat sebanyak 82 rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil uji Chi-square tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian efek samping dengan jenis antidiabetik (p-value=0,922), polifarmasi (p-value=0,826), dan ketepatan dosis (p-value=0,412).
Formulasi dan Uji Karakteristik Fisik Sediaan Granul Effervescent Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum ruiz & pav.) Sebagai Antidiabetes Sarah Zulfa Saila; Fauzia Ningrum Syaputri; Titian Daru Asmara Tugon; Anis Puji R; Dwinta Lestari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.12215

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan simplisia tanaman obat yang biasa digunakan masyarakat sebagai antidiabetes dalam bentuk air rebusan. Formulasi daun sirih merah dalam bentuk granul effervescent merupakan salah satu bentuk inovasi minuman fungsional untuk memudahkan dan meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi daun sirih merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asam (asam sitrat, asam tartrat) dan basa (natrium bikarbonat) terhadap karakteristik fisik formula. Granul effervescent daun sirih merah dibuat dengan rasio asam sitrat, asam tartrat dan natrium bikarbonat yang terdiri dari formula 1 (2:1:2.5); formula 2 (1:2:2,5); formula 3 (2:1:3,52). Pembuatan granul dibuat dengan metode granulasi basah. Karakteristik fisik yang diamati meliputi organoleptik, kadar air, kecepatan alir dan sudut diam, distribusi ukuran partikel, faktor hausner, indeks kompresibilitas, pH dan waktu larut. Berdasarkan hasil evaluasi formula 1, formula 2 dan formula 3, ketiga formula granul effervescent daun sirih merah memenuhi persyaratan standar dengan hasil organoleptis larutan berwarna kuning, aroma lemon, rasa jamu dan berbusa,  kadar air 0.762%-1.537%, kecepatan alir 7.42–8.18 g/detik, sudut diam 39.30°-40.79°, distribusi ukuran partikel dengan fines 6.204%-6.555%, faktor hausner 1.02-1.03, indeks kompresibilitas 1.56%- 2.66%, pH 6.97-7.02, dan waktu larut 3.06-3.46 menit. Variasi asam sitrat, asam tartrat dan natrium bikarbonat mempengaruhi karakteristik fisik granul effervescent. Fomula 2 merupakan formula terbaik karena memenuhi semua persyaratan dalam uji evaluasi.