cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Sediaan Ekstrak Etanolik Gel Ekstrak Kulit Lemon berbasis Karbomer 940 Laili Nailul Muna
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11307

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses biologi yang terjadi pada sel seiring bertambahnya waktu, hal ini dapat disebabkan karena paparan radikal bebas dari sinar UV. Kulit buah lemon mengandung Vitamin C yang mampu mengurangi derajat eritema serta mempunyai aktivitas antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas. Penggunaan secara tradisional membutuhkan persiapan yang lama, sehingga diperlukan sediaan dengan formulasi khusus agar lebih praktis dan awet. Sediaan gel dipilih karena memberikan rasa nyaman di kulit. Tujuan penelitian adalah membuat formulasi dan menguji sediaan terhadap parameter sifat fisik gel ekstrak etanolik kulit buah lemon dengan perbandingan rasio basis Carbomer 940. Formula dalam pembuatan sediaan gel mempengaruhi hasil uji sifat fisik gel. Pada penelitian ini dilakukan 2 formula gel dengan perbandingan rasio basis carbomer 940 pada formula satu sebesar  0,5% dan  formula dua sebesar 1,5%. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik sediaan yakni homogenitas, organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, dan kemampuan proteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil uji sifat fisik sediaan homogenitas dan pH menunjukkan hasil yang baik. Pada pengujian daya sebar dan daya lekat tidak memenuhi kriteria, sedangkan pada pengujian kemampuan proteksi hanya formula dua yang memperlihatkan hasil proteksi.
Uji Aktivitas Antidiabetes Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Putih (Mus Musculus L.) Jantan Yang Diinduksi Glukosa Novia Sinata
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.9399

Abstract

Daun salam mengandung beberapa senyawa aktif seperti flavonoid, saponin dan fenolik. Senyawa flavonoid yang terkandung didalam daun salam merupakan salah satu golongan senyawa yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh infusa daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) terhadap penurunan kadar glukosa mencit putih (Mus musculus L.) jantan yang diinduksi glukosa. Penelitian ini menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Hewan percobaan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol positif diberi glibenklamid dengan dosis 0,013 mg/20gBB, kelompok kontrol negatif hanya diberi suspensi Na CMC 1%, kelompok perlakuan diberi sediaan infusa daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dengan konsentrasi 10%, 20% dan 40%. Pengukuran kadar glukosa darah mencit pada menit ke 30, 60, 90 dan 120. Berdasarkan hasil pengujian infusa daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) menunjukkan bahwa konsentrasi 10%, 20% dan 40% berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Hasil yang diperoleh dari hasil uji ANOVA dua arah dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey juga menunjukkan bahwa lama pemberian dapat mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah mencit (p<0,05).
Formulasi Sediaan Kondisioner Rambut Sebagai Pelembab Rambut dari Minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil) Andri Prasetiyo; Lungguk Hutagaol; Nabila Prihantini Khairunnisa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11484

Abstract

Minyak inti sawit mengandung asam laurat 49,56%, dimana asam tersebut berfungsi sebagai pelembut, pelembab dan pembersih. Tujuan penelitian untuk memformulasikan minyak inti sawit menjadi sediaan kondisioner rambut yang memenuhi persyaratan mutu. Formula dibuat dengan beberapa konsentrasi minyak inti sawit (5%, 10% dan 20%), kemudian dilakukan uji mutu fisik dan kimia serta uji permukaan kutikula rambut dengan Scanning Electron Microscope. Kondisioner dibuat dengan cara pemanasan pada suhu 70-80°C dan pencampuran antara fase minyak dan fase air, dimana fase minyak dicampurkan kedalam air. Evaluasi kondisioner yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas dan sifat alir, pH, ukuran partikel serta uji permukaan kutikula rambut untuk mengetahui efek pelembutan. Pada hasil evaluasi pH, ketiga formula memenuhi syarat yaitu formula I 4,99 formula II 4,39 dan formula III 4,35. Pada evaluasi ukuran partikel semua formula memenuhi syarat dalam range 10-50µm. Pada evaluasi viskositas dan sifat alir didapatkan formula I dan formula II memiliki sifat alir plastis. Formula terbaik kondisioner rambut yang secara keseluruhan memenuhi persyratan mutu fisik yaitu formula I dan II, kemudian dilakukan uji permukaan kutikula terbukti mengalami efek pelembutan. Berdasarkan uji statistik didapatkan perbedaan bermakna pada uji evaluasi mutu fisik dan kimia pada formula kondisioner dengan ditunjukkan dengan nilai Sig. < 0
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Masyarakat Dalam Mengelola Obat Rusak Dan Kedaluwarsa Di RW 009 Desa Sukaragam Fajar Amirulah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11113

Abstract

In everyday life, people using and storage the medicines at home for self-medication. Of the stored drugs, some drugs are unused properly and to much only stored for a long period of time, causing damage to the drugs and the drugs accumulates to the limit of expiration. The aims of this study to analyze the relationship between the level of knowledge and the behavior of the people of RW 009 Sukaragam Village in managing destructive drugs and expired drugs at home. This research type a analytic survey research with a Cross Sectional observational design approach which was carried out in the community of RW 009 Sukaragam Village. The method of sampling used is Cluster Sampling. The sample size of 91 was calculated use the Slovin formula with a precision of 10% (0,1). The instrument used a questionnaire. The research was conducted from March-May 2022. In the results of data analysis, respondents with good knowledge category were 29 (31,9%), enough 44 (48,4%) and 18 (19,8%) less and respondents with positive behavior category 65 (71,4%), negative 26 (28,6%). In the results of bivariate data analysis using the Chi Square test, the results obtained p-value 0.064 (p-value >0.05), then the interpretation used is Ha is rejected and H0 is accepted. Based on this research, it can be concluded that there is no significant relationship between the level of knowledge and community behavior in managing damaged and expired drugs in RW 009 Sukaragam Village.
Kajian Pengobatan Dengue Haemoragic Fever (DHF) di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram Dwi Monika Ningrum; Denih Agus Agus Setia Permana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.8382

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has become a worldwide problem. Dengue Haemoraggic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus through the bite of the Aedes aegypti mosquito. DHF has a high mortality rate, so there is a need for appropriate therapy to reduce morbidity. This study aims to determine how the rationality of treatment in patients with Dangue Haemorraggic Fever (DHF) at the University Hospital of Mataram for the Period January - June 2020. This study is a non-experimental descriptive study, where data was taken retrospectively obtained from records. Medical records of Dengue Haemoraggic Fever (DHF) patients at the Inpatient Installation of Mataram University Hospital Period January - June 2020. The sampling technique used was purposive sampling, and 40 medical records were obtained. This research was conducted by looking at the rationality of treatment based on the right indication, the right patient, the right drug, and the right dose. The data obtained were compared with the basic guidelines for the management of DHF treatment therapy from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2004. The results showed the rationality of DHF treatment seen from several aspects, namely in the use of analgesic-antipyretic drugs and maintenance fluids, appropriate indications in the use of analgesic-antipyretic drugs and maintenance fluid obtained a percentage of 100%. In addition, the exact data on antipyretic analgesic drugs was 82.5%, the exact dose of antipyretic analgesics was 55%
Uji Aktivitas Peningkatan Fibrogenesis Salep Ekstrak Daun Binahong (Anredera Scandens (L.) Moq.) 10% Dalam Penyembuhan Luka Diabetes Pada Tikus Galur Sprague dawley I Putu Riska Ardinata; Bagus Komang Satriyasa; I Wayan Sumardika
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11376

Abstract

Desain penelitian ini adalah eksperimen labrotatorik post test only. Penelitian menggunakan tikus jantan Galur Sprague dawley yang sudah diiduksi dengan STZ (Streptozotocin) dengan dosis 40mg/kgBB. Tikus dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu normal yang tidak dberikan perlakuan apapun, negatif yang hanya diberikan perlukaan, positif diberikan salep gentamisin, dan kelompok uji ekstrak yang diberikan salep 10%. Dilakukan uji untuk melihat peningkatan aktivitas fibrogenesis berupa pembentukan jaringan ikat dengan melihat sel fibroblast dengan histopatologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok uji yang diberi salep ekstrak 10% daun Anredera scandens (L.) Moq. skoring histopatologi fibrogenesis pada kelompok esktrak 10% daun Anredera scandens (L.) Moq. Menunjukkan rata-rata nilai skor sebesar 3,5 yang signifikan (P=0,032) dibandingkan kelompok negatif dengan nilai rata-rata sebesar 2,75 pada hari ke-14. Namun jika dibandingkan dengan skoring kelompok positif sebesar 3,5 kelompok esktrak daun Anredera scandens (L.) Moq. menunjukkan nilai skor tidak signifikan (P=1,000) atau memiliki kemampuan yang setara dalam pembentukan jaringan ikat.Berdasarkan penelitian didapatkan hasil ekstrak daun Anredera scandens (L.) Moq. memiliki kemampuan dalam meningkatkan aktivitas fibrogenesis secara histopatologi mampu mempercepat pembentukan jaringan ikat pada hari ke-14 yang setara dengan kontrol positif.
PENGARUH REBUSAN DAUN MANGGA MANALAGI (Mangifera indica L. var. Manalagi) TERHADAP KADAR MDA MENCIT PUTIH Elis Susilawati; Agus Sulaeman; Bagus Fauzan Nuur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.9901

Abstract

Kulit mangga pada penelitian sebelumnya menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan yang dapat memperbaiki hiperglikemia pada hewan diabetes, sehingga dalam penelitian tersebut akan dilakukan penelitian pada daun mangga manalagi.  Tujuan penelitian untuk mengetahui efek  rebusan daun Mangga Manalagi dalam mempengaruhi kadar gula darah dan malondialdehid serta dosis efektifnya. Metode penelitian ini dilakukan secara kuratif menggunakan model hewan diabetes defisiensi insulin yang diinduksi Aloksan dosis 200 mg/kgBB. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit jantan galur Swiss Webster yang dibagi enam kelompok yaitu, kontrol negatif, kontrol positif, kontrol pembanding Glibenklamid 0,65 mg/kgBB, rebusan daun Mangga Manalagi dosis 100 mg/kgBB, dosis 200 mg/kgBB, dan dosis 400 mg/kgBB. Pemberian terapi selama 14 hari, kadar glukosa darah diukur pada hari ke-7, dan ke-14. Kemudian dilakukan pengukuran Malondialdehid menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian menunjukan dosis 400 mg/kgBB menghasilkan penurunan terbesar yaitu pada kadar glukosa darah sebesar 56,76 % dan pada Kadar Malondialdehid diperoleh rata-rata terkecil sebesar 0,471 nmol/L. Kesimpulan dari penelitian ini rebusan daun Mangga Manalagi dapat menurunkan kadar glukosa darah sehingga mempengaruhi kadar malondialdehid dengan dosis efektifnya 200 mg/kgBB karena dosis tersebut tidak menyebabkan hipoglikemia.
Uji Antibakteri Fungi Endofit dari Daun Namnam (Cynometra cauliflora L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Hamtini - Hamtini; Nurmeily Rachmawati; Syarah Anliza; Shufiyani Shufiyani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11512

Abstract

Fenomena back to nature menunjukkan tanaman yang ada di alam semakin memiliki peranan penting namun untuk mengambil senyawa bioaktif secara langsung dari tanamannya dibutuhkan sangat banyak biomassa, sehingga untuk mengefisiensikan cara mendapatkan senyawa bioaktifnya, maka di gunakan mikroba endofit spesifik yang diperoleh dari bagian dalam tanaman yang diharapkan mampu menghasilkan sejumlah senyawa bioaktif yang di butuhkan. Tujuan penelitian untuk melihat potensi antibakteri yang di hasilkan oleh fungi endofit yang di isolasi dari daun Namnam (Cynometra cauliflora L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode penelitian yaitu isolasi dan pemurnian fungi endofit, penyiapan bakteri uji di lanjutkan  uji antibakteri bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil isolasi di dapatkan 4 isolat fungi endofit yaitu dengan kode P1-1, P3-1, P4-1, P5-1. Secara makroskopis bentuk circular dan irregular, elevasi flat, convec dan umbonate. Tepian rata, bergelombang, undulate, entire dan raised. Permukaan koloni seperti kapas, grainy, cottony tebal dan tipis. Isolat fungi endofit P1-1, P3-1, P4-1, dan P5-1 memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan dari bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan rerata zona hambat berturut-turut 26.25 mm, 27.25 mm, 28.5 mm, 25.76 mm, untuk E.coli berturut-turut adalah 29 mm, 29 mm, 27.5 mm, 27.5 mm. Kontrol positif yaitu 26 mm dan 29 mm.
Identifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak metanol daun dan kulit batang Banten (Lannea coromandelica) menggunakan GC-MS sebagai tanaman obat Atri Sri Ulandari; Sulwiyatul Kamariyah Sani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.11127

Abstract

Tanaman yang sudah banyak digunakan dalam pengobatan alternatif oleh masyarakat dapat dimanfaatkan dan dijadikan inovasi baru dalam membuat produk. Salah satu tumbuhan yang ada di Lombok adalah tumbuhan Banten (Lannea coromandelica) yang memiliki banyak khasiat dari batang hingga daunnya diantaranya sebagai pereda demam, anti inflamasi, anti bakteri, anti kanker. Senyawa yang terdapat pada daun dan kulit batang Banten masih belum diketahui sehingga perlu adanya penelitian mengenai identifikasi senyawa pada tumbuhan Banten (Lannea coromandelica). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi daun dan kulit batang Banten (Lannea coromandelica) dengan pelarut metanol menggunakan metode maserasi, identifikasi senyawa secara kualitatif dan secara kuantitatif menggunakan GC-MS. Senyawa yang teridentifikasi secara kualitatif pada ekstrak metanol daun adalah senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid, fenolik dan glikosida. Ekstrak metanol kulit batang banten mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik dan glikosida. Sedangkan senyawa yang teridentifikasi secara kuantitatif menggunakan GC-MS pada ekstrak metanol daun banten adalah  senyawa Cholest-5-en-3-ol (3.beta.)- (CAS) Lanol, Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid, 2-Hexadecen-1-ol,3,7,11,15-tetramethyl, Heptadecene-(8)-Carbonic acid, Octadecanoic acid (CAS) Stearic acid, sedangkan ekstrak metanol kulit batang banten mengandung senyawa 9,12-Octadecadien-1-ol (CAS) Octadeca-9,12-Dien-1-Ol, 9,12-Octadecadien-1-ol (CAS) Octadeca-9,12-Dien-1-Ol, 9,12-Octadecadienoic acid (Z,Z)-(CAS), Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid, Tricyclo [20.8.0.0E7,16] Triacontan.
Profil Penggunaan Masker Pada Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Di Era New Normal Alfina Martiana; Siti Rahmatul Aini; Imam Arum Lestarini
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.8436

Abstract

Kasus COVID-19 di NTB terus mengalami peningkatan. Guna mengatasi hal ini, pemerintah menerapkan kebijakan new normal. Pada masa new normal, Alat Pelindung Diri penting untuk digunakan. Masker merupakan salah satu alat pelindung diri yang dapat melindungi sistem pernapasan dan dianjurkan untuk selalu digunakan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Penelitian Putri (2020) menyatakan bahwa kurang dari 31,5% mahasiswa yang selalu menggunakan masker. Penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan masker pada Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram di era new normal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsionate stratified random sampling dengan jumlah sampel didapatkan sebanyak 144 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online dalam bentuk google form. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 86,11% mahasiswa selalu menggunakan masker saat berada diluar rumah, 13,19% sering, dan 0,70% jarang. Alasan yang paling dominan adalah takut terkena virus corona. Adapun jenis masker yang dominan digunakan adalah masker medis (75,00%). Kesimpulanya menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa selalu menggunakan masker ketika berada di luar rumah dengan jenis yang paling banyak digunakan adalah masker medis.