cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
SKRINING FAKTOR RISIKO PENYAKIT HIPERTENSI Novendy Novendy; Sannya Christy; Vania Devina; Devin Alexander
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18212

Abstract

According to Tangerang District Health Office (2018) data, hypertension is the second most common disease in health centers. Puskesmas Legok, which is located in Tangerang Regency, also saw a 21% increase in hypertension cases from 2020 to 2021. Hypertension is a disease that can be avoided if the risk factors are identified early on. As a result, in order to prevent the onset of this disease, it is necessary to conduct a screening activity for hypertension risk factors. This health service activity employs risk factor screening via a questionnaire that includes questions about modifiable and non-modifiable risk factors. This activity drew a total of 30 participants who did not have hypertension. The screening results revealed that the risk factors with the highest proportion value were age (90%), overweight (60%), non-routine consumption of fruit (50%), and non-routine consumption of vegetables (80%). The outcomes of risk factor screening activities were able to filter out some of the risks that exist in a person that can cause hypertension. As a result, those who have these risk factors require extra care. Additional activities are required to educate the public about the importance of screening risk factors for hypertension as early as possible in order to prevent hypertension from developing in the future.ABSTRAK:Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (2018), hipertensi menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas. Puskesmas Legok yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus penyakit hipertensi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 21%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan skrining faktor risiko dengan menggunakan kuesioner yang terdiri pertanyan mengenai faktor risiko yang dapat maupun yang tidak dapat dimodifikasi. Sebanyak 30 peserta tidak memiliki penyakit hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining didapatkan faktor risiko yang nilai proporsinya  tinggi adalah usia (90%), berat badan lebih (60%), tidak rutin konsumsi buah (50%) dan tidak rutin konsumsi sayur (80%). Hasil kegiatan skrining faktor risiko yang telah didapatkan telah dapat menyaring beberapa risiko yang ada pada seseorang yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Maka dengan itu perlu perhatian khusus pada mereka yang memiliki faktor risiko tersebut. Kegiatan selanjutnya berupa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining faktor risiko penyakit hipertensi sedini mungkin perlu dilakukan, sehingga jangan sampai timbul penyakit hipertensi di kemudian hari
SKRINING OSTEOPOROSIS DI MASA PANDEMI COVID–19: DENGAN PROTOKOL KESEHATAN, PENGUKURAN DENSITAS TULANG DAN IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO basuki supartono
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18219

Abstract

Tugu Village, Cimanggis District, Depok has many elderly residents who are at risk of suffering from osteoporosis. One in four women is at risk of suffering from osteoporosis and suffering from disability and death. The pandemic situation has made people reluctant to seek treatment while the problem of osteoporosis continues to develop. This problem can be solved by screening for osteoporosis. However, this activity has never been carried out so far. Therefore we did osteoporosis screening activities to reduce the problem. The implementation method is carried out by screening for osteoporosis, implementing health protocols, measuring bone density, identifying risk factors, education and evaluation. The results of the method implemented were 33 elderly and pre-elderly female participants who participated in the activity. Participants have been vaccinated against covid-19 and no one has been indicated by covid-19 disease. All participants had a decrease in bone density. Seven risk factors of osteoporosis were found in 22 participants (67%), namely old age (? 60), decreased height, broken a bone after the age 50, parents had hip fractures, underweight, diabetes, and medication. The number of participants who had osteoporosis was twice as high in the group of participants with risk factors. The data show how important osteoporosis screening is, and risk factor control. Osteoporosis screening should be done early in the pre-elderly period. After the activity there were no reports from participants, and the community service team was infected with covid-19.Participants feel satisfied and agree if this activity is continued and will recommend others to follow it. The conclusion from this activity is that prevention of osteoporosis in the community during the COVID-19 pandemic was successfully carried out safelyABSTRAK:Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok mempunyai banyak warga lanjut usia (lansia) yang berisiko menderita osteoporosis. Satu dari empat orang perempuan terancam menderita osteoporosis. Penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan dan kematian. Situasi pandemi membuat masyarakat enggan berobat namun masalah osteoporosis terus bertambah. Masalah ini dapat dikurangi dengan skrining osteoporosis. Kegiatan ini belum pernah dilakukan oleh karenanya kami melakukan kegiatan tersebut untuk mengurangi masalahnya. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan caraskrining osteoporosis, penerapan protokol kesehatan, pengukuran densitas tulang, identifikasi faktor risiko, edukasi dan evaluasi. Hasil dari metode yang dilaksanakan adalah33 peserta perempuan lansia dan pra lansia mengikuti kegiatan. Peserta semuanya telah divaksinasi Covid-19 dan tidak ada peserta yang terindikasi penyakit Covid-19. Semua peserta mengalami penurunan densitas tulang. Tujuh jenis faktor risiko osteoporosis ditemukan pada 22 peserta (67 %), yaitu usia lanjut, penurunan tinggi badan, riwayat patah tulang, riwayat patah tulang sendi panggul pada orang tua, kurus, diabetes, dan konsumsi obat. Osteoporosis terjadi dua kali lebih banyak pada peserta yang mempunyai faktor risiko. Data tersebut menunjukkan pentingnya skrining, pengendalian faktor risiko dan edukasi osteoporosis. Sebaiknya skrining dilakukan lebih dini yaitu di masa pra lansia. Pasca kegiatan tidak ada laporan dari peserta, dan tim pengabdian masyarakat yang terinfeksi covid-19. Peserta merasa puas dan setuju kegiatan ini dilanjutkan dan  akan merekomendasikan orang lain untuk mengikutinya. Kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini adalah pencegahan osteoporosis di masyarakat di masa pandemi covid -19 berhasil dilakukan dengan aman
BELAJAR BERPIKIR KRITIS BERSAMA SISWA-SISWI SMA BHINNEKA TUNGGAL IKA JAKARTA Urbanus Ura Weruin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18235

Abstract

Nowadays, it is increasingly realized that critical thinking skills are the basic capital to develop in science and in life.Minister of Education and Culture Nadiem Makarim on various occasions emphasized the importance of educationalinstitutions, especially primary and secondary education, to improve students' critical thinking skills. Improving criticalthinking skills starts with constantly reading whatever they like and learning to understand, analyze, evaluate, andformulate their own ideas. Realizing the importance of critical thinking for its students, SMA Bhinneka Tunggal IkaJakarta collaborated with Urbanus Ura Weruin as the executor. This article is a mandatory outcome of the series ofPKM activities. This PKM activity aims to provide an understanding of the meaning, relevance, and critical thinkingskills. Critical thinking skills can be improved by applying the 6D method (define, discover, dream, design, deliver,debrief) through zoom meetings. This PKM activity is able to stimulate students' awareness to think critically. As manyas 98% of students admit that learning to think critically must start from getting used to reading and understanding thecontent of the text and then analyzing and assessing the accuracy of the content. As many as 80% of Bhinneka TunggalIka High School students agree that our education emphasizes memorization more than understanding and discussing.As many as 96% of respondents agree that the ultimate goal of the educational process is not just to provide so muchinformation to students but to educate students how they should think. This PKM activity at least makes students awarethat in order to be successful in learning and in life, critical thinking is very necessary (96%). The students are alsodetermined to always develop a critical attitude, including always trying to find objective truth when dealing with hoaxnews on social media. ABSTRAK: Dewasa ini, semakin disadari bahwa, kemampuan berpikir kritis merupakan modal dasar untuk berkembang dalam ilmupengetahuan maupun dalam hidup. Mendikbud Nadiem Makarim dalam berbagai kesempatan menekankan kepentinganlembaga pendidikan terutama pendidikan dasar dan menengah meningkatkan kemampuan berpikir kritis para siswa.Peningkatan kemampuan berpikir kritis dimulai dengan terus-menerus membaca apa pun yang mereka sukai sertabelajar memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merumuskan gagasan mereka sendiri. Menyadari pentingnyaberpikir kritis bagi para siswanya, SMA Bhinneka Tunggal Ika Jakarta bekerja sama dengan saya Urbanus Ura Weruinsebagai pelaksana. Artikel ini merupakan luaran wajib dari rangkaian kegiatan PKM tersebut. Kegiatan PKM inibertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna, relevansi, serta keterampilan berpikir kritis. Kemampuanberpikir kritis dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode 6D (define, discover, dream, design, deliver, debrief)melalui zoom meeting. Kegiatan PKM ini mampu menstimulasi kesadaran para siswa untuk berpikir kritis. Sebanyak98% para siswa mengakui bahwa belajar berpikir kritis harus dimulai dari pembiasaan diri untuk membaca danmemahami isi bacaan dan kemudian menganalisis dan menilai keakuratan isinya. Sebanyak 80% siswa-siswi SMABhinneka Tunggal Ika setuju bahwa pendidikan kita lebih banyak menekankan hafalan daripada mengerti danberdiskusi. Sebanyak 96% responden setuju bahwa tujuan akhir proses pendidikan bukan sekadar memberikan begitubanyak informasi kepada siswa melainkan mendidik siswa bagaimana seharusnya mereka berpikir. Kegiatan PKM ini,paling tidak membuat para siswa sadar bahwa agar berhasil dalam belajar dan dalam hidup, berpikir kritis sangatdiperlukan (96%). Para siswa juga bertekad untuk selalu mengembangkan sikap kritis, termasuk selalu berupaya mencarikebenaran yang objektif ketika berhadapan dengan berita hoax di media sosial.
PELATIHAN MEMBUAT DESAIN IKLAN DIGITAL MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA BAGI UMKM BINAAN ASPPUK Linda Wijayanti; Ronald Sukwadi; Wibawa Prasetya; Wilona Angelina Azels
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.18245

Abstract

The perpetrators of MSMEs assisted by ASPPUK are mostly housewives who have side businesses making food products, beverages, weaving, batik, and other local traditional handicrafts. Some MSME actors do not have adequate education to manage an entrepreneur. Marketing is only done conventionally in the area, so most of the products are only sold in the local area. To develop this business, product promotion is needed to reach buyers to a wider area. The purpose of this training is to provide knowledge and marketing techniques to business actors, by designing digital advertisements for online promotion, so that MSME products can compete in markets throughout Indonesia. The training materials teach you how to design digital ads using the Canva app using a smartphone. Most of the MSME mothers who joined ASPPUK did not master the use of smartphones and were included in the technology-savvy community, so ASPPUK played a role as a companion for mothers in helping develop their businesses by providing training on entrepreneurship. The training is carried out online via the Zoom application. After the training, it was continued by creating a Whatsapp group consisting of mentors and training participants to ask questions for one month. In this training, pre-test and post-test questionnaires were made using google forms to be filled out by participants before and after the training. From the evaluation results, 100% of the training participants stated that the training materials would be useful in the future and 82.6% stated that the resource persons/facilitators brought materials that were easily understood by the participants. ABSTRAK Pelaku UMKM binaan ASPPUK sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha sampingan membuat produk makanan, minuman, tenun, batik, dan kerajinan tangan tradisional lokal lainnya. Sebagian pelaku UMKM tidak memiliki pendidikan yang memadai untuk mengelola sebuah wirausaha. Pemasaran hanya dilakukan secara konvensional di daerahnya, sehingga produknya sebagian besar hanya terjual di wilayah setempat. Untuk mengembangkan usaha tersebut diperlukan promosi produk agar dapat menjangkau pembeli ke wilayah yang lebih luas. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan teknik pemasaran kepada pelaku usaha, dengan merancang iklan digital untuk promosi secara online, agar produk UMKM mampu bersaing menembus pasar di seluruh Indonesia. Materi pelatihan mengajarkan cara mendesain iklan digital menggunakan aplikasi Canva dengan memanfaatkan smartphone. Para ibu pelaku UMKM yang bergabung dengan ASPPUK sebagian besar kurang menguasai penggunaan smartphone dan termasuk dalam kelompok masyarakat yang gagap teknologi, sehingga ASPPUK berperan sebagai pendamping para ibu dalam membantu mengembangkan usaha dengan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Setelah pelatihan dilanjutkan dengan membuat grup Whatsapp yang terdiri dari mentor dan peserta pelatihan untuk tanya jawab selama satu bulan. Pada pelatihan ini dibuat kuesioner pre-test dan post-test menggunakan google form untuk diisi oleh peserta sebelum dan setelah pelatihan. Dari hasil evaluasi, 100% peserta pelatihan menyatakan bahwa materi pelatihan akan berguna di kemudian hari dan 82,6% menyatakan narasumber/fasilitator membawakan materi yang mudah dipahami oleh peserta.  
PELATIHAN SWOT BALANCED SCORECARD UNTUK PENGUKURAN KINERJA INDUSTRI BRIKET ARANG MARGARITA EKADJAJA; Tara Clarissa Djaja
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18289

Abstract

The PKM team collaborated with Trinity Charcoal Indonesia which is a producer of charcoal briquettes in measuringperformance using the SWOT balanced scorecard method. The background of implementation of PKM activities is thepartner's expectation to increase profits to grow the company, because the increase in sales achieved by partner is notfollowed by the expected increase in profits. PKM activities help partners take advantage of their strengths, weaknesses,opportunities, and threats in determining business strategies so as to create a balance between various perspectives andthus partners can focus more on the target market to be served. The initial stage of implementing PKM was the teamconducted a webinar using the Zoom application with the topic of using the balanced scorecard for performancemeasurement. The success of the webinar implementation is evaluated through the partner's ability to create a balancedscorecard related to its business activities. The next step is the PKM team helps partners create a SWOT matrix.Information and data collection such as financial plans, marketing plans, operation plans, quality improvementprograms, and customer analysis related to partners is carried out by interviewing techniques through the WhatsAppapplication. Meanwhile, data collection of information related to partner industries is carried out through aquestionnaire technique distributed online through the google form. Based on the results of the measurement of the totalscore of the SWOT matrix, partners are in quadrant 1 position, which means partners can take advantage of the strengthsand opportunities of the products they produce. The results of the SWOT analysis prioritize partners' work plans in orderto improve their performance. The mandatory outputs for the implementation of PKM are published through the SERINAand Tarumanagara University online mass media. ABSTRAK Tim PKM bekerjasama dengan Trinity Charcoal Indonesia yang merupakan produsen briket arang dalam mengukurkinerja menggunakan metode SWOT balanced scorecard. Hal yang mendasari pelaksanaan kegiatan PKM adalah mitraberkeinginan meningkatkan keuntungan sehingga perusahaannya dapat berkembang, namun peningkatan penjualanproduk mitra tidak diikuti dengan peningkatan keuntungan yang diharapkan. Kegiatan PKM membantu mitramemanfaatkan strengths, weaknesses, opportunities, dan threats yang dimiliki dalam penentuan strategi bisnis sehinggatercipta keseimbangan antar berbagai perspektif dan mitra dapat lebih memfokuskan target market yang akan dilayani.Tahap awal pelaksanaan PKM adalah tim melaksanakan webinar menggunakan aplikasi Zoom dengan topik pemanfaatanbalanced scorecard untuk pengukuran kinerja. Keberhasilan pelaksanaan webinar dievaluasi melalui kemampuan mitradalam membuat balanced scorecard terkait dengan kegiatan usahanya. Tahap selanjutnya, tim PKM membantu mitramembuat matriks SWOT. Pengumpulan data informasi seperti mengenai rencana keuangan, rencana pemasaran, rencanapengoperasian, program peningkatan kualitas, dan analisa pelanggan terkait dengan mitra dilakukan dengan teknikwawancara melalui aplikasi WhatsApp. Sedangkan pengumpulan data informasi terkait dengan industri mitra dilakukanmelalui teknik kuesioner yang disebar secara online melalui google form. Berdasarkan hasil pengukuran total skormatriks SWOT, mitra berada pada posisi kuadran 1 yang berarti mitra dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang dariproduk yang dihasilkannya. Hasil analisa SWOT tersebut memprioritaskan rencana kerja mitra agar dapat meningkatkankinerjanya. Luaran wajib pelaksanaan PKM dipublikasikan melalui SERINA sebagai luaran wajib dan media massaonline Universitas Tarumanagara sebagai luaran tambahan.
MENINGKATKAN LITERASI DASAR SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN PENDEKATAN UMPAN BALIK DAN BACAAN BERBASIS BUDAYA Murniati Agustian; Akhila Maureen Marantika
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18302

Abstract

Budaya membaca dan literasi siswa di Indonesia masih rendah, ini terlihat dari hasil beberapa penelitian tentang membaca.  Kecepatan membaca dan pemahaman membaca yang rendah, sangat terkait dengan metode yang diterapkan guru, dan ketersediaan buku-buku yang menarik.  Guru disarankan harus lebih meningkatkan minat membaca dengan  menggunakan metode yang variasi.  Pemanfaatan buku – buku yang menarik seperti buku dongeng, cerita rakyat dapat membantu merangsang pembiasaan siswa dalam membaca. Tahun 2016 terobosan besar untuk mendorong tumbuhnya minat baca dan pembentukan karakter siswa telah dilakukan melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS).  Kegiatan wajib siswa adalah melakukan 15 menit membaca sebelum jam pembelajaran dimulai. Sayangnya, masih ada sekolah yang belum melaksanakan GLS yang sesuai dengan semestinya, ada kendala dan kesulitan seperti memperoleh buku dengan gambar yang menarik.  Salah satu sekolah yang belum sempurna kegiatan literasinya adalah SDN PULAU KELAPA 01 PAGI Kelurahan Pulau Kelapa. Kepala sekolah mengatakan bahwa litetasi masih terseok-seok. Pengabdi  tertantang untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan memberikan   pelatihan agar guru mampu: melaksanakan program GLS dengan memberikan umpan balik kepada siswa dan pemilihan buku yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasilnya guru melaksanakan GLS dengan waktu lebih dari 15 menit karena siswa diminta menulis, memberikan umpan balik, meminta siswa melanjutkan di rumah dan keesokan hari dibahas kembali. Siswa termotivasi menulis karena ada umpan balik dari guru. Ada  peningkatan hasil membaca siswa dilihat dari perkembangan menulisnya. Minat baca siswa belum terukur karena membutuhkan proses panjang, tetapi terlihat bahwa siswa mau membaca bila ditugaskan guru dan memilih buku yang menarik yaitu buku yang terkait dengan budaya
PASSION DAN PERENCANAAN KARIR Monika Monika; Virgie Nathania
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.18317

Abstract

Passion is a strong desire in a person to do activities that he likes. Knowledge of passion in every person, needs to be understood seriously, so that person can find meaning in his life. When a person carries out his work or activity according to his passion, that person will feel a great urge to keep trying and work better. Thus, it is important for everyone to understand this, especially for students who are planning their future careers. This seminar on “Understanding the Importance of Passion in Life” was given to students and parents of SMP and SMA X in Jakarta. The aim of this event is to recognize students’ passion, as a provision in planning their future careers. By attending this seminar, it is hoped that students and parents will gain knowledge and understanding about the importance of knowing oneself, especially the passion in each child, so that parents can support their children to know themselves and achieve their potential optimally. This seminar received good appreciation from students, parents, and teachers. After this seminar took place, there were students and parents who did career counseling to help students planning their career.ABSTRAK:Passion merupakan gairah atau hasrat yang kuat ada dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan atau aktivitas yang disukainya. Pengetahuan mengenai passion di dalam diri setiap orang, perlu dipahami dengan sungguh-sungguh, agar orang tersebut dapat menemukan kebermaknaan di dalam hidupnya. Ketika seseorang menjalankan pekerjaannya atau aktivitas yang ditekuninya sesuai dengan passion-nya, maka orang tersebut akan merasakan dorongan yang besar untuk terus berusaha dan berkarya dengan lebih baik lagi. Dengan demikian, hal ini penting dipahami oleh setiap orang, khususnya peserta didik yang sedang merencanakan karir ke depan. Seminar tentang “Memahami Pentingnya Passion dalam Hidup” ini diberikan kepada siswa dan orang tua siswa SMP dan SMA X di Jakarta, dengan tujuan agar mereka dapat mengenal passion mereka, sebagai bekal dalam perencanaan karir mereka pada masa yang akan datang. Dengan mengikuti seminar, diharapkan siswa dan orang tua siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya mengenal diri, terutama passion dalam diri setiap anak, sehingga akhirnya orang tua dapat mendukung anak mengenal dirinya dan mencapai potensi dirinya secara optimal. Seminar ini mendapatkan apresiasi yang baik dari siswa, orang tua, maupun guru-guru dari sekolah X, bahkan terdapat siswa dan orang tua yang melakukan konseling jurusan setelah acara seminar berlangsung, untuk membantu siswa lebih memantapkan dalam perencanaan karirnya.
PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN DAN PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK LEMON SEREH PADA UMKM AJR Elsa Imelda
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18334

Abstract

During the Covid-19 pandemic, many SMEs were af ected. The impact is generally in the form of a decrease insales, causing MSMEs to be unable to survive. AJR is one of the MSMEs that has also been af ected by Covid-19.Usually AJR sells fried chicken and other food for lunch for the employees who work in of ice buildings at AJR'sfront of ice. However, since WFH (Work From Home), almost no sales per day except from online orders. The ownerof AJR then tried to make other products that could be sold during the pandemic. Currently, frozen pop chickenproducts, chili sauce and beverage products have been developed. One of the beverage products developed isLemonade and Lemongrass drink. The Lemonade and Lemongrass drink product from AJR is one of the packagingproduct developments during the Covid-19 pandemic. The benefits of Lemonade and Lemongrass can increaseendurance and many other benefits so that it is one of the mainstay products to be promoted which is very useful forpreventing Covid-19. However, there is a problem with this MSME owner, namely determining the selling price inorder to compete with other competitors. The determination of the selling price cannot be separated from how muchthe cost of goods sold is issued. The PKM Untar team helped find the best alternative among various alternativeproduction cost calculations to calculate the cost of goods sold. In addition, the PKM Untar team also helps choosethe right markup price method to determine the selling price so that it can still compete with similar products. ThePKM team also provided a template in the form of Microsoft Excel to enter costs so as to facilitate the calculation ofproduction costs. Finally, the PKM team also provides knowledge about the types of non-production costs if in thefuture there are more and more products produced by AJR so it is necessary to divide the non-production costs. ABSTRAK: Saat pandemi Covid-19, banyak UMKM yang terkena dampak. Dampak umumnya berupa penurunan penjualansehingga menyebabkan UMKM tidak mampu bertahan. AJR merupakan salah satu UMKM yang juga terkenadampak Covid-19. Biasanya AJR menjual ayam goreng dan makanan lainnya untuk makan siang para karyawanyang bekerja di gedung perkantoran di dpn AJR. Namun sejak WFH (Work From Home), nyaris penjualan perharinya hampir tidak ada kecuali dari pesanan online. Pemilik AJR kemudian berusaha membuat produk lainnyayang dapat dijual saat pandemi. Saat ini telah dikembangkan produk ayam pop frozen, sambal dan produk minuman.Salah satu produk minuman yang dikembangkan adalah minuman Lemon Sereh. Produk minuman Lemon Serehdari AJR merupakan salah satu pengembangan produk kemasan di kala pandemi Covid-19 merebak. ManfaatLemon Sereh dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan banyak manfaat lainnya sehingga merupakan salah satuproduk andalan untuk dipromosikan sangat bermanfaat untuk mencegah Covid-19. Namun terdapat permasalahanpemilik UMKM ini, yaitu penentuan harga jual agar dapat bersaing dengan pesaing lainnya. Penentuan harga jualtidak terlepas dari berapa harga pokok penjualan yang dikeluarkan. Tim PKM Untar membantu mencarikanalternatif terbaik di antara berbagai alternatif perhitungan biaya produksi untuk menghitung harga pokok penjualan.Selain itu tim PKM Untar juga membantu memilihkan metode harga markup yang tepat untuk menentukan hargajual sehingga masih dapat bersaing dengan produk sejenis. Tim PKM juga memberikan template dalam bentukMicrosoft Excel untuk memasukkan biaya sehingga memudahkan perhitungan biaya produksi. Terakhir tim PKMjuga memberikan pengetahuan mengenai jenis biaya non produksi jika kelak sudah makin banyak produk yangdihasilkan oleh AJR sehingga perlu membagi biaya non produksi tersebut.
PELATIHAN AKUNTANSI PT. ARTHA TRIMITRA EXPOTAMA Henryanto Wijaya; Christopher Elihu Billy Morgan; William Romel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18346

Abstract

The specific objectives and targets to be achieved from this community service activity (PKM) are accounting training for updating the application of accounting principles and policies at PT.Artha Trimitra Expotama (Mitra). Accounting principles and policies are always changing along with the times. The COVID-19 pandemic has changed business processes and models from doing business conventionally to being forced to drastically change business processes. This has influenced changes in accounting principles and policies applied. For this, the PKM Implementation Team offers Mitra to conduct accounting training to update accounting principles and policies to updating existing accounting developments. The method is to conduct a preliminary survey first, especially to find out the business model, type of business and problems that occur in order to develop an appropriate accounting training module that is suitable for Mitra. This is done by the Team by conducting a group discussion forum (FGD). After that, we conducted accounting training for Mitra with modules that we compiled to provide the latest accounting training. Accounting training materials consist of (1) Journaling; (2) Preparation of External Financial Statements; (3) Introduction to cost behavior; (4) Types of production costs; and (5) Preparation of production cost reports. The module provides examples of real transactions in accordance with the conditions that occur in business. After training, we assess that Mitra can understand the material provided and have the latest accounting principles and policies. We plan to carry out a series of activities from February 2022 to May 2022.ABSTRAK:Tujuan dan target khusus yang akan dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah pelatihan akuntansi untuk pembaruan penerapan prinsip dan kebijakan akuntansi di PT.Artha Trimitra Expotama (Mitra). Prinsip dan kebijakan akuntansi selalu berubah seiring dengan perkembangan jaman. Pandemi COVID-19 telah merubah proses dan model bisnis dari yang semula melakukan bisnis secara konvensional menjadi terpaksa merubah proses bisnis secara drastis. Hal ini banyak mempengaruhi terjadinya perubahan prinsip dan kebijakan akuntansi yang diterapkan perusahaan. Untuk ini,Tim Pelaksana PKM, menawarkan kepada Mitra untuk melaksanakan pelatihan akuntansi untuk melakukan pembaruan terhadap prinsip dan kebijakan akuntansi yang terjadi dengan tujuan untuk mengikuti perkembangan akuntansi yang ada.  Metode pelaksanaan adalah melakukan survey pendahuluan terlebih dahulu terutama untuk mengetahui model bisnis, jenis usaha dan permasalahan yang terjadi untuk menyusun modul pelatihan akuntansi yang sesuai dan cocok diterapkan di Mitra. Hal ini dilakukan Tim Pelaksana PKM dengan melakukan forum group discussion (FGD). Setelah itu maka kami melakukan pelatihan akuntansi kepada Mitra dengan modul yang kami susun untuk memberikan pelatihan akuntansi yang terbaru. Materi pelatihan akuntansi terdiri dari (1) Penjurnalan; (2) Penyusunan Laporan Keuangan Eksternal; (3) Pengenalan perilaku biaya; (4) Jenis biaya produksi; dan (5) Penyusunan laporan biaya produksi. Modul yang disusun disediakan contoh-contoh transaksi yang riil sesuai dengan kondisi yang terjadi dalam praktik bisnis yang terjadi. Setelah melakukan pelatihan akuntansi, kami menilai bahwa Mitra dapat memahami materi yang diberikan dan memiliki pengetahuan prinsip dan kebijakan akuntansi yang terbaru. Serangkaian kegiatan ini kami rencanakan akan dilakukan mulai bulan Februari 2022 sampai dengan bulan Mei 2022.
PRAKTISI NOTARIS SEBAGAI PENGAJAR UNTUK MELAHIRKAN LULUSAN YANG MUMPUNI KAITANNYA DENGAN PROGRAM MBKM Benny Djaja
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18353

Abstract

One of the requirements for Public Notary appointment according to UUJN is the completion of a graduate studyprogram in notary education. The growing number of universities of ering the Notary Masters Study Program(MKn) gives rise to some problems: the absence of curriculum standards, the lack of competence of the teachingstaf s to produce professional Notaries, and the increasing number of graduates not in proportion to the availablequota for new appointments. Making available adequate legal instruments and professionals in accordance with thewritten regulations to respond to the needs of the community requires good cooperation between legal institutionsand education institutions, in this case particularly the MKn program. The elaborations in this writing aims tounderstand the responsibilities of notary as public of icer especially in light of the Professional OrganizationRegulation, as well as the necessity to incorporate practitioners as part of the lecturers board in the MKn StudyProgram, in line with the Government program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM). MKn Program aimsto produce professional and competent Notary candidates pursuant to the Notary Association Regulation. Followingtheir graduation, ef orts to achieve said aims are resumed through the obligations of prospective notaries toparticipate in individual internship, communal internship, as well as seminars/ conferences and socializations.Hereunder, the authors describe a community service activity carried out in the form of empowerment andsocialization, targeted to improve the understanding of candidate notaries in an event called Special MembersSelection Briefing organized by the West Jakarta Regional Management of the Indonesian Notary Association.Following the dissemination of materials concerning Notaries as part of the legal profession and a public of icerpursuant to UUJN, Notaries as professional educator within Prodi MKn, and their responsibilities, these activitiesare wrapped up with a Q&A session and evaluation. The intended outcome of these activities are scientificpublications in an ISSN-registered journal and a selected mass media outlet.   ABSTRAK: Persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Notaris sesuai dengan UUJN salah satunya yaitu telah menyelesaikanpendidikan spesialis Kenotariatan. Banyaknya Perguruan Tinggi penyelenggara program studi MagisterKenotariatan (Prodi MKn) menimbulkan permasalahan, antara lain tidak adanya standar kurikulum, kurangnyakompetensi pengajar untuk melahirkan Notaris yang profesional, dan meningkatnya jumlah lulusan pendidikanNotaris yang tidak seimbang dengan jumlah formasi pengangkatan Notaris. Untuk mendukung terciptanya perangkatatau profesi hukum yang sesuai dengan aturan tertulis dan menjawab kebutuhan masyarakat, diperlukan kerjasamayang harmonis antara institusi hukum dengan lembaga pendidikan hukum, yaitu Prodi MKn. Penelitian ini bertujuanuntuk memahami pertanggungjawaban Notaris sebagai pejabat publik, khususnya terkait Peraturan PerkumpulanNotaris, dan pentingnya kehadiran praktisi Notaris sebagai bagian dari tim pengajar di Prodi MKn sesuai dengantujuan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Pemerintah untuk perguruan tinggi.Prodi MKn bertujuan untuk membentuk calon Notaris yang profesional dan mempunyai kompetensi mumpunisesuai dengan Peraturan Perkumpulan organisasi Notaris, yaitu Ikatan Notaris Indonesia (INI). Pasca kelulusan,tujuan tersebut dilanjutkan melalui kewajiban magang (perorangan), magang bersama, serta mengikutiseminar/penyuluhan hukum. Dalam tulisan ini, Penulis menguraikan pelaksanaan pengabdian masyarakat dalambentuk penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman para calon Notaris dalam Pembekalan SeleksiAnggota Luar Biasa Wilayah Jakarta Barat. Setelah pemberian materi mengenai Notaris sebagai bagian dari profesihukum dan pejabat publik sesuai dengan UUJN, Notaris sebagai pendidik profesional dalam Prodi MKn, dantanggung jawab Notaris, kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab dan evaluasi. Rencana luaran yang dihasilkan darikegiatan ini berupa publikasi ilmiah pada jurnal ber-ISSN dan media massa.