cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
AKTIVASI PENGETAHUAN GAYA HIDUP SEHAT MELALUI EDUKASI PILAR GIZI SEIMBANG KEPADA MAHASISWA NON-KESEHATAN Dian Luthfiana Sufyan; Abu Sufyan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.15231

Abstract

Undergraduate students are mostly neglected in term of nutrition intervention, especially those who pursue non-health major. In fact, this age group have the same risk related to malnutrition. The present nutrition education was delivered to students majoring Islam Education in Universitas Islam Malang (UNISMA), with aimed to activate their basic knowledge and understanding related to balance diet and clean and healthy lifestyle. This event was held online via Google Meet. The topic was delivered using PowerPoint presentation and to engage participant, the host delivered question using Slido.com and Kahoot!. Evaluation of knowledge was conducted using pre-test and post-test through Google Form. The score result indicated the increasing knowledge score by 67.5+12.5, moreover, a significant different was observed between the tests (p 0.05; CI 95%). In overall, the test result still denoted a low nutrition knowledge, despite its increasing score. Therefore, continuous nutrition education is urgently needed to in-depth the understanding to contribute to the actual day-to-day healthy lifestyle. This nutrition education is targeting the activation of nutrition knowledge among undergraduate students and the adoption of healthier lifestyle. The introduction of balanced nutrition guidelines can be done by placing posters related to balanced nutrition in campus hallways that are often passed by students and in the campus canteen area. Suggestions for exercise can be started with a special schedule for joint exercise once a week as well as support for choosing to take stairs instead of taking the elevator. Starting with small things but getting used to it can build student preferences for a healthier life.ABSTRAKMahasiswa adalah kelompok masyarakat yang seringkali terabaikan dalam program intervensi gizi, terlebih lagi bagi mereka yang tidak menempuh pedidikan bidang kesehatan. Pada faktanya, kelompok usia tersebut memiliki resiko yang sama terhadap resiko masalah gizi. Sharing Online edukasi gizi adalah suatu kegiatan pemberian pengetahuan gizi kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) dengan tujuan mengaktivasi pengetahuan dan pemahaman terkait pedoman gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan edukasi dilaksanakan secara online menggunakan Google Meet. Materi disampaikan menggunakan media presentasi PowerPoint dan untuk meningkatkan engagement digunakan aplikasi Slido.com dan Kahoot!. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan dengan menilai skor pre-test dan post-test. Hasil analisis skor didapatkan peningkatan pengetahuan menjadi 67.5+12.5, serta perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p 0.05; CI 95%). Dapat disimpulkan bahwa skor akhir pengetahuan peserta masih rendah meski terjadi peningkatan dan ditemukan beda signifikan antar kedua tes. Diperlukan edukasi berkelanjutan untuk dapat memperdalam pemahaman hingga berkontribusi pada wujud nyata dalam perilaku sehari-hari. Target dari edukasi gizi ini adalah untuk mengaktivasi pengetahuan gizi pada kelompok mahasiswa serta adopsi gaya hidup sehat. Pengenalan pedoman gizi seimbang dapat dilakukan dengan pemasangan poster terkait gizi seimbang pada lorong-lorong kampus yang sering dilewati oleh mahasiswa maupun di area kantin kampus. Anjuran berolahraga dapat dimulai dengan adanya jadwal khusus untuk senam bersama sekali dalam seminggu maupun dukungan untuk lebih memilih naik tangga dibandingkan naik lift. Dimulai dengan hal yang kecil namun dibiasakan dapat membangun preferensi mahasiswa untuk hidup lebih sehat.
MENUJU KAMPUS AMAN DARI KEKERASAN SEKSUAL: SEBUAH GERAKAN SOSIALISASI DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA Mohammad Ilhamsyah Akbar
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.15234

Abstract

Isu kekerasan seksual di kampus merupakan isu yang sedang menjadi sorotan, apalagi sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2021. Untuk itu tim pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi di dalam lingkup Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang definisi, dampak, pencegahan dan penanganan Kekerasan seksual di lingkungan kampus. Acara utama dari sosilasiasi ini adalah webinar yang mendatangkan ahli dari pihak psikolog maupun organisasi pendamping korban. Sosialisasi ini ditutup dengan publikasi hasil melalui media digital dan fisik di lingkungan kampus Universitas Pancasila. Secara umum angka kepuasan terhadap sosialisasi ini adalah di angka 4,5. Pada akhir evaluasi diadakan evaluasi dan seluruh aspek memenuhi angka standard yang ditentukan. Langkah-langkah lanjutan diperlukan untuk proses yang kontinu dalam menciptakan kampus aman dari kekerasan seksual.
PENELITIAN TINDAKAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT: STUDI KASUS PANGGUNG GEMBIRA Anita Novianty
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.15263

Abstract

Community programs are sometimes lacking in implementing sustainable framework. The community is merely used as a place for issues to arise and the program to take place. Community programs at university need a sustainable framework and the design based on responsible assessments. The purpose of this paper is to explain the outcomes of the authors’ community service from 2017 to 2019 employing a community participation-based action research framework in replicating Panggung Gembira. Participants involved in this long-term community program consist of village’s leader, elders, youth, and facilitator (consisting of academics and practitioners of psychodrama). The implementation of this community program consists of the preparation stage, planning stage, implementation stage, and evaluation stage. The data collection methods used in each stage varied including observation and interviews, focus group discussions, and field notes. This paper suggests a community participation-based action research framework for long-term community programs. The advantages, drawbacks, and implications of applying this framework will be discussed in this paper.ABSTRAKTerkadang program komunitas tidak memiliki kerangka kerja berkelanjutan. Komunitas hanya dijadikan tempat munculnya isu dan lokasi program diimplementasikan. Program komunitas dari universitas perlu kerangka kerja yang berkelanjutan dan dilandasi dengan asesmen yang bertanggung jawab. Tulisan ini menguraikan hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh penulis dari tahun 2017 hingga 2019 dengan kerangka kerja penelitian tindakan berbasis partisipasi masyarakat dengan mereplikasi Panggung Gembira. Partisipan yang terlibat dalam program komunitas jangka panjang ini terdiri dari kepala desa, sesepuh, pemuda dan pemudi dusun, serta fasilitator (terdiri dari akademisi dan praktisi psikodrama). Pelaksanaan program komunitas ini terdiri dari tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Penelitian tindakan berbasis partisipasi masyarakat ini dipilih karena pendekatan ini membangun hubungan yang mutual, pendekatan yang etis bagi pihak yang terlibat, serta berorientasi pada proses di mana dalam tiap tahapan pengembangan program melibatkan dan atas persetujuan masyarakat. Dengan demikian, baik peneliti atau desainer program dan masyarakat sama-sama saling belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan di tiap tahapan beragam meliputi observasi dan wawancara, diskusi kelompok terarah, dan catatan lapangan. Tulisan ini merekomendasikan kerangka kerja penelitian tindakan berbasis partisipasi masyarakat untuk program komunitas yang sifatnya jangka panjang. Adapun keunggulan, keterbatasan, dan implikasi dari penggunaan kerangka kerja ini akan dibahas dalam tulisan ini.
EDUKASI LITERASI KEUANGAN Novia Utami; Siti Saadah; Marsiana Luciana Sitanggang; Teresia Angelia Kusumahadi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.15269

Abstract

The program literacy education program aims to increase the knowledge, understanding, and access of the Indonesian people to financial institutions, products, and services. Based on the results of a survey conducted by the Financial Services Authority in 2019, the financial literacy index in Indonesia is still low and only reached 38,03%. The educational program that we organized online through the Zoom platform is intended to support the improvement of public financial literacy, especially the students of SMA Santo Yakobus. They are part of the millennial generation of potential investors who must be given knowledge and understanding about the characteristics, benefit, and risks of various investment instruments that continue to develop from time to time. Attention to the millennial generation is important because data shows that currently the millennial generation is starting to dominate investment activities in several important financial assets. Based on the results of of a descriptive analysis of the respondent’s data on training participants, although they are not yet financially independent, more than 95% of them stated that the training has opened their horizons regarding I have nvestment activity in financial assets. The average score of 3 in the post-test for aspects of financial knowledge, financial behavior, and financial attitude, confirms their statement. The more people who have good financial knowledge, the greater the role of the financial sector in financing the investment in the real sector.ABSTRAKProgram Edukasi Literasi Keuangan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan akses masyarakat Indonesia terhadap lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2019, indeks literasi keuangan di Indonesia masih rendah dan baru mencapai angka 38,03%. Program edukasi yang kami selenggarakan secara online melalui platform Zoom, dimaksudkan untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya siswa-siswi SMA Santo Yakobus. Mereka adalah bagian dari generasi milenial calon investor potensial yang harus diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang karakteristik, manfaat, dan risiko dari berbagai instrumen investasi yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Perhatian terhadap generasi milenial menjadi penting karena data yang ada menunjukkan bahwa saat ini generasi milenial mulai mendominasi aktivitas investasi pada beberapa aset keuangan penting.  Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap data responden peserta pelatihan, walaupun mereka belum mandiri secara finansial namun ternyata lebih dari 95% dari mereka menyatakan bahwa pelatihan telah membuka wawasan mereka terkait seluk beluk berinvestasi pada financial asset. Rerata skor 3 pada saat post-test untuk aspek financial knowledge, financial behaviour, dan financial attitude menguatkan pernyataan mereka tersebut. Semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan keuangan yang baik, maka semakin besar peran sektor keuangan dalam pembiayaan aktivitas investasi di sektor rii
PELATIHAN METODE PENELITIAN BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENELITIAN STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG Keni Keni; Burmansah Burmansah; Fidelius Marlfel; Jacky Sona Putra; Valentino Wijaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.15995

Abstract

Science and Technology Index (Sinta) implied that STIAB Jinarakkhita Lampung is ranked 1,857 on producing researches from a total of 5,150 affiliates with a total publication of 40 documents, which are not optimal and can be categorized as not productive and undeveloped. This condition can be caused by several factors, such as lack of research’s insight and scarce of continuous improvement of research capabilities and access to international journals. This PKM in the form of continuous training on research methods aims to improve the research performance of STIAB Jinarakkhita Lampung and implement it into direct field practice. This training is carried out in the form of classes and workshops on a continuous basis which are divided into five sessions, whereas in each session, the process for research will be discussed in a coherent and continuous manner starting from determining the problems to the methods for examining the problems. At the end of each session, participants will progressively develop research proposals, starting from observing problems in the campus environment, compiling problem statements, developing theoretical frameworks and hypotheses, and determining the research methods. Based on the produced proposals and questions from the participants, it can be concluded that the participants are starting to be motivated to conduct research, so it is expected that they begin to do research to improve the research performance of STIAB Jinarakkhita Lampung. The expected output from this activity is a nationally accredited journal.Data Science and Technology Index (Sinta) menunjukkan bahwa STIAB Jinarakkhita Lampung berada pada peringkat 1.857 dari total afiliasi sebanyak 5.150 dengan total publikasi sebanyak 40 dokumen. Hasil tersebut belum mencerminkan capaian yang optimal dalam menghasilkan luaran-luaran penelitian yang dipublikasi dan dapat dikategorikan sebagai kurang produktif serta tidak berkembang. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya wawasan dan pemahaman mengenai penelitian, jarang dilakukan peningkatan kemampuan penelitian yang berkelanjutan oleh lembaga, dan jarang mengakses jurnal bereputasi internasional. Pelaksanaan PKM yang berupa pelatihan metode penelitian berkelanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja penelitian STIAB Jinarakkhita Lampung dan mengimplementasikan capaian dari kegiatan pelatihan ke dalam praktik lapangan secara langsung. Pelatihan ini dilakukan dalam bentuk kelas dan workshop secara berkelanjutan yang dibagi menjadi lima sesi, dimana pada setiap sesi, dibahas secara runtut dan berkelanjutan mengenai proses penyusunan penelitian yang dimulai dari penentuan masalah yang akan diteliti sampai dengan metode yang dapat digunakan untuk mengkaji permasalahan tersebut. Pada akhir setiap sesi, peserta diminta untuk secara berkelanjutan menyusun proposal penelitian yang dimulai dari mengamati permasalahan di lingkungan kampus, menyusun problem statement, mengembangkan kerangka teoritis dan hipotesis, serta menetapkan metode penelitian. Berdasarkan hasil penyusunan proposal dan pertanyaan dari peserta, dapat disimpulkan bahwa peserta mulai termotivasi untuk melakukan penelitian, sehingga diharapkan peserta mulai menyusun penelitian untuk memperbaiki kinerja penelitian STIAB Jinarakkhita Lampung. Target luaran dari kegiatan ini adalah jurnal nasional terakreditasi.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR KABUPATEN BELITUNG DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN STEM (SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING AND MATHEMATICS) MENGGUNAKAN IOT (INTERNET OF THINGS) Jap Tji Beng; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Claudia Fiscarina; Desella Chandra; Felicita Mauli; Layla Adila Ramadhani; Sri Tiatri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.16075

Abstract

The influence of technological development brought about a sophisticated concept called IoT or the Internet of Things. In order to keep up with the progress of industrial era 4.0, preparation is needed to improve student competence. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) education can improve IoT-related competencies. Collaboration between the use of IoT and STEM learning is expected to help students prepare for the future. Therefore, research on STEM Learning through IoT has been conducted for the last two years. Based on the results of this research, this PKM (Community Service) aims to provide assistance to elementary school teachers in Belitung Regency in the introduction of STEM learning through the implementation of IoT media. The methods in implementing the community service are: (a) data collection through questionnaires, prior to the implementation of Teacher Mentoring, (b) implementation of Teacher Mentoring in the form of lectures on IoT, STEM, and the benefits of STEM learning through IoT, (c) discussions and reflections on the material, (d) QnA session, and (e) data collection after Teacher Mentoring session. Furthermore, the data from the questionnaire was processed using quantitative methods. 75 teachers were assigned to attend this PKM, however, only 72 questionnaire data was collected. The result of the PKM recorded through QnA and questionnaires filled out by the teacher is that this PKM was able to help teachers understand more about the meaning of STEM by IoT. The STEM learning model through IoT is considered by the teachers to be able to provide positive benefits for students. Teachers expect similar materials related to technological advances to be given to students in the future.ABSTRAK:Pengaruh perkembangan teknologi di dunia menghasilkan suatu konsep canggih dengan sebutan IoT atau Internet of Things. Untuk menghadapi kemajuan zaman di era industri 4.0 diperlukan persiapan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Pendidikan STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics dapat menjadi wadah dalam meningkatkan kompetensi terkait IoT tersebut. Kolaborasi antara pemanfaatan IoT dengan pembelajaran  STEM diharapkan dapat mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. Oleh sebab itu, penelitian mengenai Pembelajaran STEM melalui IoT telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir. Berbasis hasil penelitian tersebut, PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan guru Sekolah Dasar di Kabupaten Belitung dalam pengenalan pembelajaran STEM melalui implementasi media IoT. Metode dalam pelaksanaan PKM adalah: (a) pengumpulan data melalui kuesioner, sebelum pelaksanaan Pendampingan Guru, (b) pelaksanaan Pendampingan Guru berupa ceramah mengenai IoT, STEM, dan manfaat pembelajaran STEM melalui IoT, (c ) diskusi dan refleksi mengenai materi yang diperoleh, (d) tanya jawab, (e) pengumpulan data sesudah Pendampingan Guru. Selanjutnya data dari kuesioner diolah dengan menggunakan metode kuantitatif.  Guru yang ditugaskan hadir dalam PKM ini adalah 75 orang, namun data kuesioner yang terkumpul adalah 72.  Hasil dari PKM yang terekam melalui tanya jawab dan kuesioner yang diisi oleh guru antara lain, bahwa PKM ini telah dapat membuat para guru menjadi lebih paham arti STEM dengan IoT.  Model pembelajaran STEM melalui IoT ini dinilai guru dapat memberikan manfaat positif bagi pada siswa.  Para guru mengharapkan materi-materi sejenis yang terkait dengan kemajuan teknologi dapat diberikan di kemudian hari.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI VIRTUAL LEARNING DI TPA ZIYAADATUL HASANAH Nazmia Kurniawati; Henry Candra; Yuli Kurnia Ningsih; Alfred Pakpahan; Tri Swasono Adi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.17390

Abstract

Since the outbreak of the Corona Virus Disease (Covid-19) case in March 2020, the government issued a policy to conduct distance learning. Conditions that require learning activities to be carried out online caused the children to to use applications to carry out learning activities. One of the obstacles in implementing distance learning activities is the lack of technology mastery by parents and children. This causes children to have difficulty in learning the material provided by the school. In this activity, training was conducted to use virtual learning applications as learning media with the target of active parents and students in TPA Ziyaadatul Hasanah, Duren Sawit. With this training, it is hoped that parents and students can use virtual learning applications. So that parents can guide their sons and daughters in conducting distance learning activity and students are not left behind due to internet connection problems. From the results of the questionnaire given to participants to measure understanding of the training, participants gained increased knowledge about virtual learning applications as proofed by the increase in scores obtained from the pre-test and post-test results. In the pre-test the average score obtained by the participants was 8.3 while in the post-test the average score was 9.45 out of a scale of 10. In terms of satisfaction, the average score given by the participants was in the range of 4.1 to 4.75 and belongs to the very good range. Based on the results of discussions with participants, participants expected that there would be further activities related to their problems to be provided by the community service team.ABSTRAKSejak merebaknya kasus Corona Virus Disease (Covid-19) pada bulan Maret 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pembelajaran secara jarak jauh (PJJ). Kondisi yang mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring menyebabkan anak-anak harus menggunakan aplikasi untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan PJJ adalah kurangnya penguasaan teknologi oleh orang tua dan anak. Hal tersebut menyebabkan anak-anak kesulitan dalam mempelajari materi yang diberikan. Pada kegiatan ini dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi virtual learning sebagai media pembelajaran dengan sasaran orang tua dan siswa yang aktif di TPA Ziyaadatul Hasanah, Duren Sawit. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan orang tua dan siswa dapat menggunakan aplikasi virtual learning. Sehingga orang tua  dapat membimbing putra putrinya dalam PJJ dan siswa tidak tertinggal materi karena masalah koneksi internet. Dari hasil kuesioner yang diberikan kepada peserta untuk mengukur pemahaman terhadap pelatihan yang diberikan, peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan mengenai aplikasi virtual learning yang dibuktikan dengan peningkatan nilai yang didapatkan dari hasil pre-test dan post-test. Pada pre-test nilai rata-rata yang didapatkan peserta adalah 8.3 sedangkan pada post-test rata-rata nilainya adalah 9.45 dari skala 10. Sementara dari sisi kepuasan, rata-rata skor yang diberikan oleh peserta berada pada rentang 4.1 hingga 4.75 dan termasuk ke dalam rentang sangat baik. Berdasarkan hasil diskusi dengan peserta, warga mengharapkan adanya kegiatan lanjutan dari pelatihan virtual learning yang dilakukan pada periode PkM ini.
PELATIHAN IMPLEMENTASI PUJASERA MAYA BERBASIS CLOUD KITCHEN BAGI PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN Kiki Prawiroredjo; Engelin Shintadewi Julian; Gunawan Tjahjadi; Iwan Purwanto; Faishal Erlangga
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.17532

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic that has hit Indonesia, especially the DKI Jakarta Province in Gambir sub-district for almost 2 years, has greatly affected all sectors of people's lives such as education, health, economy, and other sectors. Economic sectors such as Micro, Small and Medium Enterprises (TP PKK) are the most affected by the Covid-19 pandemic. For this reason, an effort is needed to provide technological and motivational improvements that can provide solutions to the problems faced by TP PKK to survive and continue to be creative during this Covid-19 pandemic. To empower the community's economic activities during this pandemic, the Department of Electronics in collaboration with the Department of Informatics Trisakti University has carried out a training on the Implementation of the Virtual Pujasera based on the Cloud Kitchen platform for PKK women in Gambir District. This training explains about Virtual Pujasera based on the Cloud Kitchen with a target audience of the PKK Mobilization Team (TP PKK) in Gambir District. The training goals is to provide knowledge and practice in promoting and marketing of culinary products online. The training method used is to provide seminars and practice. From the answers to the questionnaire by the participants, it is known that the usefulness of the activities and materials provided gets a score of 100%. It is hoped that the benefits of this training can be implemented by women who run culinary businesses to promote and market their culinary products online at the Virtual Pujasera based on the Cloud Kitchen platform, especially during this pandemic.Keywords: Covid-19, UMKM, Virtual Pujasera, Cloud Kitchen, TP PKKABSTRAKDampak dari pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Provinsi DKI Jakarta di kecamatan Gambir selama hampir 2 tahun ini sangat berpengaruh terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan sektor lainnya. Sektor Perekonomian seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang paling sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19 ini. Untuk itu diperlukan suatu usaha bagaimana memberikan peningkatan teknologi dan motivasi yang dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi UMKM sehingga dapat tetap bertahan dan terus berkreativitas dimasa pandemi Covid-19 ini. Untuk memberdayakan kegiatan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini, Jurusan Teknik Elektro bekerja sama dengan Jurusan Teknik Informatika Universitas Trisakti, telah melaksanakan pelatihan Implementasi Pujasera Maya berbasis Cloud Kitchen untuk Kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejateraan Keluarga (TP PKK) di Kecamatan Gambir. Pada pelatihan ini dijelaskan apa yang dimaksud dengan Pujasera Maya berbasis Cloud Kitchen untuk memberikan pengetahuan dan praktek dalam mempromosikan dan memasarkan produk kuliner secara online. Metode pelatihan yang digunakan adalah dengan memberikan seminar dan praktek untuk dapat mengimplementasikan dalam pemasaran produk mereka. Dari jawaban kuesioner pelaksanaan kegiatan oleh peserta pelatihan diketahui bahwa kebermanfaatan kegiatan dan materi yang diberikan mendapat nilai 100%. Diharapkan manfaat dari pelatihan ini dapat diimplementasikan oleh ibu-ibu yang menjalankan  usaha kuliner untuk mempromosikan dan memasarkan produk kuliner mereka secara online pada Pujasera Maya berbasis Cloud Kitchen khususnya pada masa pandemi ini.Kata kunci: Covid-19, UMKM, Pujasera Maya, Cloud Kitchen, TP PKK
PELATIHAN PENGGUNAAN POSTURE RATING SCALE UNTUK PEMERIKSAAN POSTUR ATLET BULUTANGKIS REMAJA Ignatio Rika Haryono; Nawanto Agung Prastowo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.18019

Abstract

Badminton is the most popular sport in Indonesia. Many children and adolescents engage in badminton at an early age. Sports injury in badminton is quite high. One of the risk factors of injury is posture abnormality. Posture abnormality is common in children and adolescent athletes. It can disturb musculoskeletal function, children's activities, and performance in sports. Early detection of posture abnormality is important to minimize the consequences and to give appropriate treatment. Early detection can be performed by a coach or assistant, sports teacher, or even parents. This activity was to train a coach and assistant in using a posture rating scale (PRS). Four participants attended the PRS usage training. Sixty-seven children and adolescent athletes were examined for their posture. Height and weight were measured according to the standard procedure. Body mass indexes were calculated with a standard formula. Posture was assessed using PRS with a maximal score of sixty-five. All activities were performed in a badminton club in Depok, West Java. The results showed all trainees passed the PRS usage training. The mean age of athletes was 10.1 years. The mean score of PRS was 59.7. Also, posture abnormality was quite a lot among adolescent badminton players. Scoliosis (34.3%), flat foot (34.3%), and lordosis (14.9%) were the most abnormalities found. PRS is quite an easy, beneficial, and convenient tool for posture examination in adolescent athletes   ABSTRAK: Bulutangkis adalah olahraga terpopuler di Indonesia. Banyak pemain mulai berlatih bulutangkis pada usia yang sangat muda. Prevalensi cedera olahraga pada bulutangkis cukup tinggi. Salah satu faktor risiko cedera adalah postur abnormal. Abnormalitas postur cukup banyak ditemukan pada atlet anak dan remaja. Abnormalitas postur dapat menimbulkan gangguan sistem muskuloskeletal sehingga dapat mengganggu aktivitas fisik dan kinerja olahraga. Deteksi dini merupakan tindakan penting untuk meminimalisir efek yang merugikan dan untuk memberikan terapi yang adekuat. Deteksi dini dapat dilakukan oleh pelatih/asisten, guru olahraga, bahkan orangtua. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pelatihan singkat penggunaan posture rating scale (PRS) dan mengevaluasi postur atlet bulutangkis anak dan remaja. Empat orang mengikuti pelatihan penggunaan PRS. Enam puluh tujuh atlet remaja diperiksa postur nya menggunakan PRS. Tinggi dan berat badan diukur menggunakan metode standar. Indeks massa tubuh dihitung menggunakan rumus baku. postur dievaluasi menggunakan PRS dengan skor maksimal 65. Kegiatan dilakukan di sebuah klub bulutangkis di Depok, Jawa Barat. Sebanyak empat peserta pelatihan dinyatakan lulus. Hasil menunjukkan rerata usia atlet adalah 10.1 tahun, dan rerata skor PRS adalah 59.7. Kelainan postur cukup banyak ditemukan pada atlet bulutangkis anak dan remaja. Kelainan postur paling banyak ditemukan adalah skoliosis (34.3%), flat foot (34.3%), dan lordosis (14.9%). PRS adalah alat pemeriksaan yang cukup mudah, bermanfaat, dan nyaman bagi anak-anak dan remaja
PERWALIAN DAN PERMASALAHANNYA Ida Kurnia; Alexander Sutomo; Cliff Geraldio
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.18108

Abstract

The high divorce rate means that guardianship is a very important thing to discuss, life after a divorce, it is necessary to immediately determine the position of the child regarding his guardianship rights. A child who is abandoned through a divorce process or the death of both parents must have a guardian as a companion until he is legally mature. A guardian must be an adult and not under guardianship, must be legally competent because the guardian's job is very important in guiding children, managing children's property, and also educating children. If a guardian does not carry out his obligations as stated in Law No. 16 of 2019 concerning amendments to Law No. 1 of 1974 concerning marriage. The marriage law itself regulates the dismissal of guardians who do not carry out their duties properly and are irresponsible. Regulations regarding guardianship have also been regulated in the Civil Code concerning Immaturity and Guardianship. The criteria for someone who can become a guardian are usually from the closest family to the child and are usually determined using the will given, the choice of the child, or the judge's decision. A good guardian must be able to maintain all the rights of the child until the child is an adult as regulated in the Civil Code. In carrying out their duties, the guardian must pay attention to all the things that are the provisions in the guardianship which have been regulated by the marriage law and the Civil Code. ABSTRAK: Peningkatan angka perceraian di Indonesia dari tahun ke tahun disebabkan oleh faktor ekonomi yang merupakan faktor yang mendominasi. Penyebab tertinggi ke dua dikarenakan salah satu pihak meninggalkan pihak yang lainnya di luar masalah ekonomi, dan yang ke tiga dikarenakan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tingginya angka perceraian, maka perwalian merupakah hal yang sangat penting untuk di bahas, kehidupan setelah adanya perceraian, perlu segera ditentukan kedudukan anak terkait hak perwalianya. Anak yang ditinggalkan melalui proses perceraian ataupun meninggalnya kedua orang tua harus memiliki wali sebagai pendampingnya hingga ia dewasa secara hukum. Seorang wali haruslah dewasa dan tidak di bawah pengampuan, harus cakap secara hukum karena tugas wali sangatlah penting dalam membimbing anak, mengelola harta benda milik anak, juga mendidik anak. Apabila seorang wali tidak melaksanakan kewajibannya yang tertera di dalam  Undang-undang No.16 tahun 2019 tentang perubahan Undang-undang No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Undang-undang perkawinan sendiri mengatur tentang pemecatan untuk wali yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak bertanggung jawab. Undang-undang No.16 tahun 2019 tentang perubahan Undang-undang No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan, tetapi juga telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) tentang Kebelumdewasaan dan Perwalian. Kriteria seseorang yang dapat menjadi wali biasanya dari keluarga terdekat dengan anak, dan biasanya ditentukan dengan cara melalui wasiat yang diberikan, pilihan anak, maupun putusan hakim. Seorang wali yang baik harus bisa mempertahankan segala hak milik anak hingga anak tersebut dewasa sesuai yang diatur dalam KUH Perdata. Dalam menjalankan tugasnya wali harus memperhatikan seluruh hal yang menjadi ketentuan dalam perwalian yang telah diatur jelas oleh Undang-undang Perkawinan dan KUH Perdata