cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PKM PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN BAGI UMKM BELITUNG SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG SUSTAINABLE TOURISM Mei Ie; Hetty Karunia Tunjungsari; Ariawan Gunadi; Anny Valentina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.16067

Abstract

This community engagement activity was held to give entrepreneurial assistance for SMEs in Belitung as an effort to enhance sustainable tourism. Partners in this activity are the Belitung Regency Government or more precisely 100 SMEs assisted by the Center for Integrated Service of Small Medium Enterprises and Cooperatives in Belitung. This mentoring activity is part of the Funding Assistance for the Independent Learning Policy Research Program on the Independent Campus, and Community Service Based on Research Results for Private Higher Education in 2021, organized by the Directorate General of Higher Education Research and Technology, Indonesian Ministry of Education, Culture, Research and Technology. In this community engagement activity, the Tarumanagara University team consisting of lecturers and students from the Faculty of Economics and Business, the Faculty of Law and the Faculty of Fine Arts and Design provides assistance that results in improving the marketing quality of SMEs products. Methods of implementation of activities include the analysis stage, the mentoring stage, and the reporting stage. Mentoring activities are divided into four sessions with each session followed by twenty-five SMEs. In each session, activities are also carried out in parallel in three small groups. During the assistance, the PKM team conducted an interview to find out the strengths, weaknesses and potentials possessed by each SMEs. The output of this activity is in the form of works in the form of logos, banners (physical and digital), packaging labels, packaging and digital advertising for SMEs. Broadly speaking, the results of this activities are able to provide direct benefits for partners to promote their products and expand market share.ABSTRAK:Kegiatan PKM ini diselenggarakan untuk memberikan pendampingan kewirausahaan bagi UMKM di Belitung sebagai upaya mendukung sustainable tourism. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM binaan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Belitung. Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari kegiatan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2021, yang diselenggarakan Ditjen Dikti Ristek, Kemdikbud Ristek. Dalam PKM ini, tim Universitas Tarumanagara yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum dan Fakultas Seni Rupa dan Desain memberikan pendampingan yang menghasilkan peningkatan kualitas pemasaran produk UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap analisis, tahap pendampingan, dan tahap pelaporan. Kegiatan pendampingan terbagi ke dalam empat sesi dengan masing-masing sesi diikuti oleh dua puluh lima UMKM. Dalam setiap sesinya, kegiatan juga dilakukan secara paralel dalam tiga kelompok kecil. Selama pendampingan, tim PKM melakukan wawancara untuk mengetahui kekuatan, kelemahan serta potensi yang dimiliki dari masing-masing UMKM. Luaran dari kegiatan ini adalah berupa karya dalam bentuk logo, banner (fisik dan digital), label kemasan, kemasan serta iklan digital bagi UMKM. Secara garis besar, hasil kegiatan PKM mampu memberikan manfaat langsung bagi mitra untuk mempromosikan produknya dan memperluas pangsa pasar.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI VIRTUAL LEARNING DI TPA ZIYAADATUL HASANAH Nazmia Kurniawati; Henry Candra; Yuli Kurnia Ningsih; Alfred Pakpahan; Tri Swasono Adi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.17390

Abstract

Since the outbreak of the Corona Virus Disease (Covid-19) case in March 2020, the government issued a policy to conduct distance learning. Conditions that require learning activities to be carried out online caused the children to to use applications to carry out learning activities. One of the obstacles in implementing distance learning activities is the lack of technology mastery by parents and children. This causes children to have difficulty in learning the material provided by the school. In this activity, training was conducted to use virtual learning applications as learning media with the target of active parents and students in TPA Ziyaadatul Hasanah, Duren Sawit. With this training, it is hoped that parents and students can use virtual learning applications. So that parents can guide their sons and daughters in conducting distance learning activity and students are not left behind due to internet connection problems. From the results of the questionnaire given to participants to measure understanding of the training, participants gained increased knowledge about virtual learning applications as proofed by the increase in scores obtained from the pre-test and post-test results. In the pre-test the average score obtained by the participants was 8.3 while in the post-test the average score was 9.45 out of a scale of 10. In terms of satisfaction, the average score given by the participants was in the range of 4.1 to 4.75 and belongs to the very good range. Based on the results of discussions with participants, participants expected that there would be further activities related to their problems to be provided by the community service team.ABSTRAKSejak merebaknya kasus Corona Virus Disease (Covid-19) pada bulan Maret 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pembelajaran secara jarak jauh (PJJ). Kondisi yang mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring menyebabkan anak-anak harus menggunakan aplikasi untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan PJJ adalah kurangnya penguasaan teknologi oleh orang tua dan anak. Hal tersebut menyebabkan anak-anak kesulitan dalam mempelajari materi yang diberikan. Pada kegiatan ini dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi virtual learning sebagai media pembelajaran dengan sasaran orang tua dan siswa yang aktif di TPA Ziyaadatul Hasanah, Duren Sawit. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan orang tua dan siswa dapat menggunakan aplikasi virtual learning. Sehingga orang tua  dapat membimbing putra putrinya dalam PJJ dan siswa tidak tertinggal materi karena masalah koneksi internet. Dari hasil kuesioner yang diberikan kepada peserta untuk mengukur pemahaman terhadap pelatihan yang diberikan, peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan mengenai aplikasi virtual learning yang dibuktikan dengan peningkatan nilai yang didapatkan dari hasil pre-test dan post-test. Pada pre-test nilai rata-rata yang didapatkan peserta adalah 8.3 sedangkan pada post-test rata-rata nilainya adalah 9.45 dari skala 10. Sementara dari sisi kepuasan, rata-rata skor yang diberikan oleh peserta berada pada rentang 4.1 hingga 4.75 dan termasuk ke dalam rentang sangat baik. Berdasarkan hasil diskusi dengan peserta, warga mengharapkan adanya kegiatan lanjutan dari pelatihan virtual learning yang dilakukan pada periode PkM ini.
PELATIHAN AKUNTANSI PT. ARTHA TRIMITRA EXPOTAMA Henryanto Wijaya; Christopher Elihu Billy Morgan; William Romel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18346

Abstract

The specific objectives and targets to be achieved from this community service activity (PKM) are accounting training for updating the application of accounting principles and policies at PT.Artha Trimitra Expotama (Mitra). Accounting principles and policies are always changing along with the times. The COVID-19 pandemic has changed business processes and models from doing business conventionally to being forced to drastically change business processes. This has influenced changes in accounting principles and policies applied. For this, the PKM Implementation Team offers Mitra to conduct accounting training to update accounting principles and policies to updating existing accounting developments. The method is to conduct a preliminary survey first, especially to find out the business model, type of business and problems that occur in order to develop an appropriate accounting training module that is suitable for Mitra. This is done by the Team by conducting a group discussion forum (FGD). After that, we conducted accounting training for Mitra with modules that we compiled to provide the latest accounting training. Accounting training materials consist of (1) Journaling; (2) Preparation of External Financial Statements; (3) Introduction to cost behavior; (4) Types of production costs; and (5) Preparation of production cost reports. The module provides examples of real transactions in accordance with the conditions that occur in business. After training, we assess that Mitra can understand the material provided and have the latest accounting principles and policies. We plan to carry out a series of activities from February 2022 to May 2022.ABSTRAK:Tujuan dan target khusus yang akan dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah pelatihan akuntansi untuk pembaruan penerapan prinsip dan kebijakan akuntansi di PT.Artha Trimitra Expotama (Mitra). Prinsip dan kebijakan akuntansi selalu berubah seiring dengan perkembangan jaman. Pandemi COVID-19 telah merubah proses dan model bisnis dari yang semula melakukan bisnis secara konvensional menjadi terpaksa merubah proses bisnis secara drastis. Hal ini banyak mempengaruhi terjadinya perubahan prinsip dan kebijakan akuntansi yang diterapkan perusahaan. Untuk ini,Tim Pelaksana PKM, menawarkan kepada Mitra untuk melaksanakan pelatihan akuntansi untuk melakukan pembaruan terhadap prinsip dan kebijakan akuntansi yang terjadi dengan tujuan untuk mengikuti perkembangan akuntansi yang ada.  Metode pelaksanaan adalah melakukan survey pendahuluan terlebih dahulu terutama untuk mengetahui model bisnis, jenis usaha dan permasalahan yang terjadi untuk menyusun modul pelatihan akuntansi yang sesuai dan cocok diterapkan di Mitra. Hal ini dilakukan Tim Pelaksana PKM dengan melakukan forum group discussion (FGD). Setelah itu maka kami melakukan pelatihan akuntansi kepada Mitra dengan modul yang kami susun untuk memberikan pelatihan akuntansi yang terbaru. Materi pelatihan akuntansi terdiri dari (1) Penjurnalan; (2) Penyusunan Laporan Keuangan Eksternal; (3) Pengenalan perilaku biaya; (4) Jenis biaya produksi; dan (5) Penyusunan laporan biaya produksi. Modul yang disusun disediakan contoh-contoh transaksi yang riil sesuai dengan kondisi yang terjadi dalam praktik bisnis yang terjadi. Setelah melakukan pelatihan akuntansi, kami menilai bahwa Mitra dapat memahami materi yang diberikan dan memiliki pengetahuan prinsip dan kebijakan akuntansi yang terbaru. Serangkaian kegiatan ini kami rencanakan akan dilakukan mulai bulan Februari 2022 sampai dengan bulan Mei 2022.
PENERAPAN DIGITAL MARKETING MELALUI TEKNIK COPYWRITING DAN SEO BAGI UMKM Dicky Supriatna; Julisar Surjadi; Deasy Ariyanti Rahayuningsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18400

Abstract

In today's technological era, digital marketing is one of the keys to business success. The implementation of digital marketing includes copywriting and Search Engine Optimization (SEO) techniques. The implementation of this service activity provides training for MSME actors to know, understand, and be able to practice information technology for digital marketing activities. Starting from preliminary interviews with MSME managing partners, several main problems were identified in their business marketing, namely first, insight into digital marketing, second, techniques to increase online sales, third, increasing product reputation, and fourth, improving product packaging and presentation quality. According to the needs of the participants, this training explains digital marketing, as well as conveys two techniques in digital marketing, namely copywriting and Search Engine Optimization (SEO). The stages of implementing Community Service are first, knowledge of digital marketing, second, understanding of copywriting, and third, the practice of implementing SEO in the participants' online business. In the main activity of implementing SEO techniques, participants were trained to use the Google Keyword Planner analysis tool. This training uses lectures, tutorials, discussion, and practice methods. This service implementation activity was carried out during the pandemic so the delivery of training activity material was carried out using Zoom media. Evaluation of the results of the activities was carried out through question and answer with the participants. As a result of this activity, it is hoped that MSME participants have started to apply Search Engine Optimization techniques to run their businessesABSTRAK:Di era teknologi saat ini, pemasaran digital menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis. Penerapan pemasaran digital diantaranya melalui teknik copywriting dan Search Engine Optimization (SEO). Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar mengetahui, memahami, dan mampu mempraktekkan teknologi informasi untuk kegiatan pemasaran secara digital. Berawal dari wawancara pendahuluan terhadap mitra pengelola UMKM, teridentifikasi beberapa masalah utama dalam pemasaran bisnis mereka yakni pertama, wawasan tentang pemasaran digital, kedua, teknik menaikkan penjualan secara online, ketiga, menaikkan reputasi produk, dan keempat, meningkatkan kualitas kemasan dan penyajian produk. Sesuai kebutuhan peserta tersebut, pelatihan ini membekali penjelasan tentang digital marketing, serta menyampaikan dua teknik didalam digital marketing yaitu copywriting dan SEO. Tahapan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu pertama, pengetahuan tentang digital marketing, kedua, pemahaman copywriting, dan ketiga, praktik menerapkan SEO dalam bisnis online para peserta. Pada kegiatan utama penerapan teknik SEO, peserta dilatih untuk memanfaatkan alat bantu analisis Google Keyword Planner. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, tutorial, diskusi, dan praktik. Kegiatan pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam masa pandemik sehingga penyampaian materi kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan media Zoom. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan melalui tanya-jawab dengan peserta. Hasil dari kegiatan ini diharapkan para peserta UMKM sudah mulai menerapkan teknik Search Engine Optimization untuk menjalankan usaha mereka.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR KABUPATEN BELITUNG DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN STEM (SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING AND MATHEMATICS) MENGGUNAKAN IOT (INTERNET OF THINGS) Jap Tji Beng; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Claudia Fiscarina; Desella Chandra; Felicita Mauli; Layla Adila Ramadhani; Sri Tiatri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.16075

Abstract

The influence of technological development brought about a sophisticated concept called IoT or the Internet of Things. In order to keep up with the progress of industrial era 4.0, preparation is needed to improve student competence. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) education can improve IoT-related competencies. Collaboration between the use of IoT and STEM learning is expected to help students prepare for the future. Therefore, research on STEM Learning through IoT has been conducted for the last two years. Based on the results of this research, this PKM (Community Service) aims to provide assistance to elementary school teachers in Belitung Regency in the introduction of STEM learning through the implementation of IoT media. The methods in implementing the community service are: (a) data collection through questionnaires, prior to the implementation of Teacher Mentoring, (b) implementation of Teacher Mentoring in the form of lectures on IoT, STEM, and the benefits of STEM learning through IoT, (c) discussions and reflections on the material, (d) QnA session, and (e) data collection after Teacher Mentoring session. Furthermore, the data from the questionnaire was processed using quantitative methods. 75 teachers were assigned to attend this PKM, however, only 72 questionnaire data was collected. The result of the PKM recorded through QnA and questionnaires filled out by the teacher is that this PKM was able to help teachers understand more about the meaning of STEM by IoT. The STEM learning model through IoT is considered by the teachers to be able to provide positive benefits for students. Teachers expect similar materials related to technological advances to be given to students in the future.ABSTRAK:Pengaruh perkembangan teknologi di dunia menghasilkan suatu konsep canggih dengan sebutan IoT atau Internet of Things. Untuk menghadapi kemajuan zaman di era industri 4.0 diperlukan persiapan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Pendidikan STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics dapat menjadi wadah dalam meningkatkan kompetensi terkait IoT tersebut. Kolaborasi antara pemanfaatan IoT dengan pembelajaran  STEM diharapkan dapat mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. Oleh sebab itu, penelitian mengenai Pembelajaran STEM melalui IoT telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir. Berbasis hasil penelitian tersebut, PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan guru Sekolah Dasar di Kabupaten Belitung dalam pengenalan pembelajaran STEM melalui implementasi media IoT. Metode dalam pelaksanaan PKM adalah: (a) pengumpulan data melalui kuesioner, sebelum pelaksanaan Pendampingan Guru, (b) pelaksanaan Pendampingan Guru berupa ceramah mengenai IoT, STEM, dan manfaat pembelajaran STEM melalui IoT, (c ) diskusi dan refleksi mengenai materi yang diperoleh, (d) tanya jawab, (e) pengumpulan data sesudah Pendampingan Guru. Selanjutnya data dari kuesioner diolah dengan menggunakan metode kuantitatif.  Guru yang ditugaskan hadir dalam PKM ini adalah 75 orang, namun data kuesioner yang terkumpul adalah 72.  Hasil dari PKM yang terekam melalui tanya jawab dan kuesioner yang diisi oleh guru antara lain, bahwa PKM ini telah dapat membuat para guru menjadi lebih paham arti STEM dengan IoT.  Model pembelajaran STEM melalui IoT ini dinilai guru dapat memberikan manfaat positif bagi pada siswa.  Para guru mengharapkan materi-materi sejenis yang terkait dengan kemajuan teknologi dapat diberikan di kemudian hari.
RESILIENSI PELAKU UMKM DI JAMBI HADAPI PANDEMI COVID-19 Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Raja Oloan Tumanggor; Gracio O.E.H. Sidabutar
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.17590

Abstract

The global pandemic is having an influence on several economic sectors in Indonesia. This industry was among the first to be affected and has been severely impacted thus far. In various locations in Indonesia, several major, medium, and small business players have ceased operations. They, particularly UMKM, require support in order to survive and grow their operations. They must be able to remain resilient in the face of adversity. Stress must be controlled because if it is not, it can lead to long-term stress. Stress management is part of education. The lack of understanding regarding resilience is a concern that UMKM players in the Jambi region face. As a result, the solution proposed is to provide resilience education, with the expectation that partners will learn what resilience is and how it may be utilized to overcome stress, sadness, and anxiety. Everyone is born with the ability to be resilient, but it must be fostered and polished. This PKM activity is carried out in order for UMKM players to survive and recover in the face of present difficulties.ABSTRAK:Pandemi yang telah melanda dunia berdampak ke berbagai sektor usaha perekonomian di Indonesia. Sektor ini termasuk yang pertama terdampak dan terpukul berat hingga kini. Para pelaku usaha besar, menengah, dan kecil di berbagai wilayah Indonesia banyak yang berhenti usahanya. Para pelaku usaha membutuhkan  pendampingan agar dapat bertahan dan meneruskan usahanya, terutama pelaku UMKM. Para pelaku usaha harus dapat bersikap resilien berhadapan dengan tekanan atau stres. Stres harus dikelola sebab jika terus dibiarkan maka dapat berujung stres yang berlarut-larut. Edukasi meliputi manajemen stres. Permasalahan yang dialami oleh para pelaku UMKM di daerah Jambi adalah minimnya pengetahuan tentang resiliensi. Dengan demikian solusi yang ditawarkan adalah memberikan edukasi tentang resiliensi yang nantinya diharapkan mitra dapat memahami apa dan bagaimana resiliensi yang dapat digunakan untuk mengatasi stres depresi, dan kecemasan. Setiap individu mempunyai kemampuan untuk tangguh (resilien) secara alami, tetapi hal tersebut harus dipelihara dan diasah. Kegiatan PKM ini dilakukan agar pelaku UMKM dapat bertahan di tengah kondisi saat ini dan kembali bergerak
Cover Vol.5 No.1 MEI 2022 Cover Vol.5 No.1 MEI 2022
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vol.5 No.1 MEI 2022
SKRINING FAKTOR RISIKO PENYAKIT HIPERTENSI Novendy Novendy; Sannya Christy; Vania Devina; Devin Alexander
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18212

Abstract

According to Tangerang District Health Office (2018) data, hypertension is the second most common disease in health centers. Puskesmas Legok, which is located in Tangerang Regency, also saw a 21% increase in hypertension cases from 2020 to 2021. Hypertension is a disease that can be avoided if the risk factors are identified early on. As a result, in order to prevent the onset of this disease, it is necessary to conduct a screening activity for hypertension risk factors. This health service activity employs risk factor screening via a questionnaire that includes questions about modifiable and non-modifiable risk factors. This activity drew a total of 30 participants who did not have hypertension. The screening results revealed that the risk factors with the highest proportion value were age (90%), overweight (60%), non-routine consumption of fruit (50%), and non-routine consumption of vegetables (80%). The outcomes of risk factor screening activities were able to filter out some of the risks that exist in a person that can cause hypertension. As a result, those who have these risk factors require extra care. Additional activities are required to educate the public about the importance of screening risk factors for hypertension as early as possible in order to prevent hypertension from developing in the future.ABSTRAK:Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (2018), hipertensi menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas. Puskesmas Legok yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus penyakit hipertensi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 21%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan skrining faktor risiko dengan menggunakan kuesioner yang terdiri pertanyan mengenai faktor risiko yang dapat maupun yang tidak dapat dimodifikasi. Sebanyak 30 peserta tidak memiliki penyakit hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining didapatkan faktor risiko yang nilai proporsinya  tinggi adalah usia (90%), berat badan lebih (60%), tidak rutin konsumsi buah (50%) dan tidak rutin konsumsi sayur (80%). Hasil kegiatan skrining faktor risiko yang telah didapatkan telah dapat menyaring beberapa risiko yang ada pada seseorang yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Maka dengan itu perlu perhatian khusus pada mereka yang memiliki faktor risiko tersebut. Kegiatan selanjutnya berupa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining faktor risiko penyakit hipertensi sedini mungkin perlu dilakukan, sehingga jangan sampai timbul penyakit hipertensi di kemudian hari
OPTIMALISASI POTENSI KEWIRAUSAHAAN DAN PEMASARAN PRODUK UNGGULAN DESA TAMIYANG Henky Lisan Suwarno; Yolla Margaretha; Asni Harianti; Nur Nur; Maya Malinda; Chandra Kuswoyo; Rully Arlan Tjahjadi; Allen Kristiawan8; Olivia Vania Olius; Meryana Meryana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9347

Abstract

Tamiyang is a village that has abundant agricultural and plantation products, one of which is mango. Besides that, there are also a lot of raw materials available in the village. The two sources of raw materials available in nature, both mango and wood, have not been used optimally to add value, especially to improve the community's economy. The community service activities discuss the optimization of entrepreneurial potential and marketing for Tamiyang's superior products. This activity was carried out by means of a Focus Group Discussion and Training. Through this activity, it is hoped that it will have an impact on improving the economy of the community itself. In particular, at this community service, we are helping Tamiyang people to make a product that is unique, namely Si Mayang. Mayang stands for Mangga Tamiyang, which in Tamiyang Village is indeed very abundant in the yields of mangoes. In addition, we also monitor the continuation of the manufacture and promotion of coffin products that have been made before. Through this community service activity, Tamiyang Village has a product in the form of Manisan Si Mayang which is the hallmark of the area. In addition, the initial stage of optimizing coffin products produced by the community was also achieved, in the form of a design improvement plan and a proper coffin pricing determination. ABSTRAK:merupakan desa yang memiliki hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah, salah satu hasil perkebunan yang dihasilkan adalah mangga. Selain itu juga banyak sekali bahan baku yang tersedia di desa tersebut. Kedua sumber bahan baku yang tersedia di alam, baik itu mangga dan kayu belum dimanfaatkan secara optimal untuk menambah nilai, khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Adapun kegiatan pengabdian masyarakatnya membahas optimalisasi potensi kewirausahaan dan pemasaran bagi produk unggulan Tamiyang. Kegiatan ini dilakukan dengan Focus Group Discussion dan Pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat itu sendiri. Secara khusus, pada pengabdian kepada masyarakat kali ini kami membantu masyarakat Tamiyang membuat produk yang menjadi keunikannya, yaitu Manisan Si Mayang. Mayang ini kepanjangan dari Mangga Tamiyang, yang mana di Desa Tamiyang ini memang sangat berlimpah sekali hasil panen dari buah mangga. Selain itu kami juga melakukan pemantauan mengenai kelanjutan dari pembuatan dan promosi produk peti mati yang sudah pernah dibuat oleh sebelumnya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Desa Tamiyang memiliki produk berupa Manisan Si Mayang yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Selain itu juga dicapai tahap awal dari optimalisasi produk peti mati yang diproduksi oleh masyarakat, berupa rencana perbaikan desain dan penentuan harga peti mati yang layak.
PELATIHAN KETERAMPILAN MASTER OF CEREMONY BAGI WARGA RUSUNAWA MUARA BARU, JAKARTA Syarief Darmoyo; Sri Hapsari Wijayanti; Dara Arum Hartini
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.13456

Abstract

ABSTRACT Public speaking does not just belong to celebrities; it belongs to all of us. Some of us have problems speaking in public, including the Rusunawa Muara Baru, Jakarta residents. The results of our needs analysis found that Rusunawa residents faced several issues related to public speaking. That was feeling anxious, not confident, "blank," stammering, unable to master the audience, etc., and they see the need to acquire speaking skills in front of the audience. For that, we held a community service in a master of ceremony (MC) training as a type of public speaking for the Rusunawa Muara Baru, Jakarta residents. This training applies small group discussion (SGD), role play & simulation, and contextual instruction (CI). The Faculty of Economics and Business lecturers, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, act as facilitators. The results of this community service show that after participating in the training, the skills of MC participants are much better than their MC skills before participating in the activity. This condition implies that the trainees have an adequate understanding of the basic principles of being an MC and are skilled in programming and hosting events. In addition, this community service provides great benefits for training participants, such as broadening their horizons and increasing knowledge, equipping them with useful knowledge for educating children, etc ABSTRAK: Public speaking bukan hanya milik selebriti saja, melainkan milik kita semua. Meski begitu, tidak sedikit dari kita memiliki masalah berbicara di hadapan orang banyak, tidak terkecuali Warga Rusunawa Muara Baru, Jakarta Utara. Hasil analisis kebutuhan kami menemukan sejumlah masalah yang dihadapi Warga Rusunawa terkait public speaking yaitu, merasa cemas, tidak percaya diri, “nge-blank”, terbata-bata, tidak mampu menguasai audiens, dsb., dan mereka memandang perlu memperoleh pelatihan public speaking. Untuk itu, kami mengadakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan master of ceremony (MC) sebagai salah satu jenis public speaking bagi Warga Rusunawa Muara Baru, Jakarta Utara. Pelatihan ini mengaplikasikan metode diskusi kelompok kecil, bermain peran & simulasi, dan pembelajaran kontekstual, serta yang bertindak sebagai fasilitator adalah dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan keterampilan MC peserta jauh lebih baik dibandingkan dengan keterampilan MC mereka sebelum mengikuti pelatihan. Hal ini mengimplikasikan bahwa peserta pelatihan sudah memiliki pemahaman yang memadai tentang prinsip dasar menjadi MC, serta sudah terampil dalam membuat susunan acara dan memandu acara. Selain itu, pengabdian kepada masyarakat ini memberikan manfaat yang besar bagi peserta pelatihan seperti memperluas wawasan dan menambah ilmu mereka, membekali mereka ilmu yang berguna untuk mendidik anak-anaknya, dsb