BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Articles
2,259 Documents
The PELATIHAN DASAR HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK DI MASJID MIFTAHUL HUDA KABUPATEN SUBANG
Vera Purnama;
Lusiana Lusiana;
Hamdan Drian A;
Tita Kartika Dewi;
Nine Wahyuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.534 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.4023
Hidroponik merupakan metode yang tepat untuk mengoptimalkan hasil pada urban farming. Sistem hidroponik terdiri dari beberapa macam sistem, salah satu diantaranya adalah sistem wick. Sistem wick atau sistem sumbu merupakan sistem hidroponik yang sederhana dan memiliki tingkat kesulitan yang rendah untuk pemula. Pelatihan ini dilakukan di Masjid Miftahul Huda, Kabupaten Subang. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan dan kecakapan ataupun keahlian yang berguna bagi masyarakat sekitar masjid miftahul huda sehingga keterampilan tersebut dapat menghasilkan nilai tambah berupa pendapatan dan diharapkan dapat menjadi bekal untuk masyarakat sekitar berwirausaha. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Melakukan sosialisasi kepada warga berkaitan dengan pengertian dan manfaat budidaya hidroponik dengan sistem hidroponik yang diperkenalkan yaitu wick system. (2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan dengan cara melakukan praktek secara langsung bagaimana cara bertanam hidroponik dengan wick system. (3) Memberikan pendampingan yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. (4) Evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan ini jamaah Masjid Miftahul Huda terampil dalam melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan hidroponik sistem wick sehingga kegiatan ini dapat dilanjutkan sebagai kegiatan berwirausaha bagi jamaah Masjid Miftahul Huda.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Program P2L pada KWT Akur di Desa Kawunganten Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang
lusiana priyatna;
Tita Kartika Dewi;
Hamdan Drian;
Nine Wahyuni;
Vera Purnama
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.694 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.4042
Abstract Sustainable Food Courts (P2L) is an activity of utilizing yards as a source of food in a sustainable manner to increase the availability, accessibility, use and income of the community. P2L is a government program in dealing with food insecurity. Optimization of P2L by empowering women in the use of yards as a source of family food by cultivating various types of vegetable and medicinal plants as additional food availability. P2L aims to empower women farmers (KWT) to have knowledge, skills, motivation in utilizing the yard as a source of food and family income and being able to carry out environmentally friendly and economical plant cultivation through conventional and simple hydroponic plant cultivation systems. The method used is group participation involving the community in activities: counseling, training and mentoring. In the cultivation practice, participants were given knowledge about preparing planting media, seeding and planting. The activity begins with the practice of preparing good planting media for vegetable crops. In this activity group members were able to prepare planting media with good media composition. KWT Akur members are generally skilled in plant cultivation practices. KWT Akur is very enthusiastic about P2L activities and is very skilled in good plant cultivation practices. The motivation of KWT Akur members needs to be increased through regular assistance by optimizing activities and support from the Subang District Food Security Service. P2L in KWT Akur, is expected to improve the economy and use of yards as a provider of food sources and household nutrition Keywords: yard land; Food security; Food; sustainable Abstrak Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan masyarakat. P2L adalah program pemerintah dalam penanganan rawan pangan.Optimalisasi P2L dengan memberdayakan wanita dalam pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sayuran dan obat sebagai tambahan ketersediaan pangan.P2L bertujuan untuk memberdayakan wanita Tani (KWT) agar memiliki pengetahuan,ketrampilan,memotivasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga serta dapat melaksanakan budidaya tanaman ramah lingkungan dan ekonomis melalui sistem budidaya tanaman konvensional dan hidroponik sederhana. Metode yang digunakan adalah partisipasi kelompok yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan: penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Pada praktek budidaya peserta diberikan pengetahuan tentang persiapan media tanam,penyemaian dan penanaman. Kegiatan dimulai dengan praktek persiapan media tanam yang baik untuk tanaman sayuran. Pada kegiatan ini anggota kelompok mampu menyiapkan media tanam dengan komposisi media yang baik. Anggota KWT Akur umumnya terampil dalam praktek budidaya tanaman. KWT Akur sangat antusias dalam kegiatan P2L dan sangat terampil dalam praktek budidaya tanaman dengan baik. Motivasi anggota KWT Akur perlu ditingkatkan melalui pendampingan secara berkala dengan mengoptimalkan kegiatan dan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang. P2L di KWT Akur,diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai penyedia sumber pangan dan gizi rumah tangga Kata Kunci: lahan pekarangan; Ketahanan pangan; Pangan; Lestari Accepted: yyyy-mm-dd Published: yyyy-mm-dd
Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Aparatur Desa Dalam Menentukan Prioritas Pembangunan dan Potensi Desa
Yeti Kuswati;
Dody Kusmayadi;
Tati Hartati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.306 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.4093
Kapasitas kemampuan perangkat desa terkait dengan pemahaman penggunaan dana desa pada masa pandemic yang dinamis tentunya harus didukung oleh pemahaman yang baik terhadap aturan yang berlaku dan tentunya harus memperhatikan potensi desa. Metode pelaksanaan kegiatan fokus pada memberikan pengetahuan terkait dengan aturan-aturan pemerintah terkait dengan implementasi dana desa pada masa pandemic. Hasil dari pengabdian memberikan pemahaman aparatur desa terkait dengan pemahaman aturan penggunaan dana desa yang terimplementasi pada perubahan sikap dan keterampilan. Adapun hasil berdasarkan survey dengan rata-rata angka 73% yang menunjukan pada kategori cukup pada tingkat pemahamannya
Budaya Literasi Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di SMPN 3 Leuwimunding
Agus Rofii;
Royan Fakhrurozi;
Dede Salim Nahdi;
Ujiati Cahyaningsih;
Dadang Sudirno
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.817 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.4188
Literasi berhubungan dengan kapsitas siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mata pelajaran kunci dan menganalisa, mempertimbangkan dan mengkomunikasikan secara efektif seperti yang mereka identifikasi, menafsirkan dan menyelesaikan masalah dalam variasi masalah. Adanya budaya literasi menjadi sebuah upaya dalam menjaga peradaban. Sudah selayaknya sekolah mengaplikasikan sebuah program yang berkaitan dengan budaya literasi. Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan budaya literasi pada siswa agar minat baca mereka dapat meningkat. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 3 Leuwimuncing dengan jumlah peserta sebanyak 284 siswa. Kegiatan pengabdian budaya literasi berjalan baik dan antusias. Dalam kegiatan ini para siswa memberikan sebuah gagasan dan konsep lewat literasi yang sarat akan ide dan inovasi yang luar biasa, diantaranya mereka membuat sebuah konsep yang menarik tentang literasi berupa “Pohon Literasi” kemudian dari kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilakukan oleh para siswa setiap hari sabtu semakin meningkatkan minat budaya literasi sebagai upaya meningkatkan minat baca.
PENERAPAN KALKULATOR GIZI DAN STANTING DI POSYANDU LESTARI 10 KELURAHAN BANTARSOKA
Tyas Pratama Puja Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.532 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3401
Posyandu Lestari 10 Bantarsoka sub-district is one of the posyandu that routinely carries out health control activities for children under five. There are 40 toddlers who regularly participate in posyandu activities at Posyandu Lestari 10. With so many toddlers participating in activities, it is not uncommon for posyandu cadres to feel overwhelmed in serving. To make it easier for posyandu cadres to determine the health of toddlers, a solution for making nutritional and stunting calculators emerged that can be used to calculate the growth and development of toddlers. With this calculator, cadres can easily calculate whether toddlers are in good or bad nutrition. The method used in the implementation of this Community Partner Amikom Service activity is to provide socialization and training. From the results of the analysis listed on the nutrition calculator and posyandu cadres, they can immediately find out whether the child is in good nutrition or not. Thus, the time needed for posyandu activities can be shorter and cadres no longer need to look at the graph tables of child growth in the Maternal and Child Health book, which cadres often do not read carefully. With the nutritional calculator and stunting can minimize errors in determining the health of toddlers. Keywords: Posyandu, Toddler, Nutrition, Stunting.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN TOKO PADA UKM SEPATU CARDOLA SRAGEN
Atika Jauharia Hatta;
Doddy Hapsoro;
Y. Yohakim Marwanta;
Efraim Ferdinan Giri;
Shita Lusi Wardani;
Deranika Ratna Kristiana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.905 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3611
Abstract The purpose of the Community Partnership Program for Small and Medium Enterprises is to develop and train a store sales information system to improve the ability of SME partners to manage their shoe store sales. So far, SME partners have never recorded how many shoes they have in stock, so if there is a reduction in inventory due to loss or theft, they cannot identify them. So far, SME partners have only done manual records regarding the number and types of shoes sold. The marketing of shoe sales is mostly done in stores, so the marketing reach is not too broad. The use of online-based marketing networks only uses Instagram, which may not have a not very broad space, and the available applications cannot record the number of shoes owned. Based on the problems mentioned above, the servant feels it is necessary to develop a store sales information system as an effort to record inventory accounting and a website to expand marketing reach. After the development of the information system is complete, it is necessary to have training on the use of the system. The results obtained from this training are increased knowledge and skills of SMEs in recording inventory and marketing their products, which is expected to increase business sales. Keywords: online marketing; community partnership program; Cardola shoes; small and medium enterprises
Penerapan Digital Marketing Dalam Meningkatkan Pendapatan Pedagang Di Lokasi Wisata Panyaweuyan Kabupaten Majalengka
Masduki;
Dudung Abdullah;
Endah Prihartini;
L. Suparto;
Alan Rusdiana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.546 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3649
Secara umum permasalahan yang dihadapi oleh pedagang di lokasi wisata Tarasering Panyaweuyan adalah kurangnya pengetahuan terkait platform-platform pemasaran digital. Oleh karenanya diperlukan pendampingan dan pelatihan bagi pedagang dalam menerapkan digital marketing guna meningkatkan pendapatan pelaku usaha di lokasi wisata Tarasering Panyaweuyan Kabupaten Majalengka. Pengabdian kepada Masyarakat ini berutujuan : Pertama, untuk meningkatkan kemampuan Pelaku Usaha Wisata Tarasering Panyaweuyan dalam menerapkan pemasaran digital; kedua, untuk meningkatkan branding produk-produk lokal yang diproduksi oleh UMK objek wisata Tarasering Panyaweuyan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri atas tiga tahap, yaitu : Identifikasi Masalah, Pelatihan dan Pendampingan, dan Monitoring dan Evaluasi, yang dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2022. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian, diperoleh hasil sebagai berikut : Pertama, secara umum pedagang di lokasi wisata Terasering Panyaweuyan belum menggunakan pemasaran digital dalam memasarkan produknya. Sehingga melalui kegiatan pengabdian ini para pedagang diharapkan mempunyai wawasan dan mampu mengoperasikan YUBImini sebagai salah satu platform digital markrting untuk sebagai alat pemasaran yang efektif; kedua, Dari hasil evaluasi dan monitoring ditemukan bahwa setelah memasarkan produk digital, rata-rata pendapatan pedagang mengalami peningkatan karena dengan adanya pemasaran digital terutama YUBI mini produk akan dikenal oleh masyarakat luas dengan biaya yang efisien serta adanya kemudahan yang disediakan dapat memberikan daya tarik produk UMK setempat kepada konsumen.
Peningkatan Kapasitas Aktivitas Pemasaran Digital Usaha Kecil Online Ayam Sijagur dan Gow Juice di Kecamatan Ujungberung Kota Bandung: Digital Marketing
Abdul Rosid;
Andry Mochamad Ramdan;
Yayan Mulyana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (873.961 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3651
Abstract Bandung, the capital city of the province of West Java, is very much known for the development of the creative economy (Ekraf), especially in the culinary industry. Many of the culinary products that came originally from Bandung are very well known in Indonesia, or even for some are known worldwide. Therefore, the city of Bandung is known as one of the centers of Indonesian culinary trends. With the online platform and the Covid-19 pandemic, many culinary entrepreneurs have finally adopted the concept of online food delivery with minimal capital and facilities. The activists of the online culinary industry are trying to survive through the rigors of market battles in the city of Bandung. Most of the problems that occured are the lack of information technology infrastructure facilities and the lack of understanding of online marketing strategies in order to maximize the business potential of online culinary entrepreneurs. The method of implementing activities is carried out through the provision of digital marketing technical guidance, mentoring and business facilitation. The results of the implementation show that there are significant changes after being given training, guidance and assistance regarding digital marketing, as well as facilitating the provision of Devices provided by the Team to Partners. Keywords: Capacity; Improvement; SME; Small Business. Abstrak Kota Bandung, Ibukota provinsi Jawa Barat ini sangat dikenal dengan perkembangan ekonomi kreatif (Ekraf) terutama di industri kuliner. Begitu banyak produk kuliner asal Kota Bandung yang dikenal di Indonesia atau bahkan beberapa ada yang dikenal mendunia. Oleh sebab itu Kota Bandung dikenal sebagai salah satu pusat trend kuliner Indonesia. Dengan adanya platform online serta adanya pandemic covid-19 tidak sedikit pada akhirnya pengusaha kuliner yang mengusung konsep online food delivery dengan modal dan fasilitas yang minim seadanya. Para pegiat industri kuliner online mencoba bertahan mengarungi kerasnya pertarungan market di Kota Bandung. Permasalahan yang terjadi kebanyakan adalah minimnya fasilitas infrastuktur teknologi informasi dan kurangnya pemahaman strategi pemasaran online agar bisa memaksimalkan potensi bisnis para pengusaha kuliner online. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemberian bimbingan teknis pemasaran digital, pendampingan dan fasilitasi usaha. Hasil pelaksanaan menunjukkan terdapat perubahan signifikan setelah diberikan pelatihan, bimbingan dan pendampingan mengenai pemasaran digital, serta fasilitasi pemberian device yang diberikan tim kepada mitra, nantinya diharapkan jika bisnis skala kecil berhasil terdigitalisasi maka akan terjadi akselerasi percepatan skala usaha bisnis kuliner online. Kata Kunci: Kapasitas; Peningkatan; UKM; Usaha Kecil.
Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru IPA Di Kelas Tinggi
Muktar Bahruddin Panjaitan;
Andriono Manalu;
Ady Frenly Simanullang
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (742.934 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3801
Pada pengabdian yang dilakukan Kepada masyarakat Kegiatan sosialisasi dan pelatihan di SD Negeri 091488 Pematangsiantar bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru terkait aplikasi yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran sebagai implementasi kurikulum merdeka belajar sehingga kegiatan pembelajaran termasuk saat evaluasi menjadi lebih praktis, efektif dan menarik. Kagiatan sosialisasi dan pendampingan ini juga diharapkan agar guru mampu Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka bagi guru IPA di kelas Tinggi dan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di SD Negeri 091488 Pematang Siantar berjalan dengan baik, guru — guru terlihat antusias dan responsif selama mengikuti kegiatan. Para peserta pelatihan menunjukkan Antusias dan keseriusan selama kegiatan pelatihan berlangsung. Dalam kegiatan pelatihan juga diadakan sesi tanya jawab sehingga membuat suasana pelatihan menjadi semakin interaktif. Hasil pengabdian masyarakat kepada 20 Guru SD diperoleh dari umpan balik peserta pelatihan yang menunjukkan bahwa dengan adanya sosialisasi tersebut maka 85% Guru Sangat Paham dan 5% Kurang Paham karena guru tersebut sudah diambang batas pensiun dan kurangnya pelatihan implementasi kurikulum yang diadakan sekolah bagi guru IPA di kelas Tinggi.
Pemanfatan Lilin Dalam Pembelajaran Matematika Bangun Ruang Bagi Siswa Sekolah Dasar
Sri Indra Maiyanti;
Anita Desiani;
Bambang Suprihatin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.683 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3881
Matematika merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh kebanyakan siswa sekolah dasar. Berbagai inovasi dalam pembelajaran Matematika dilakukan supaya materi pelajaran yang abstrak dapat dipahami dengan mudah dan melekat dalam ingatan siswa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan alternatif pembelajaran Matematika yang mudah dipahami, menarik dan menyenangkan dengan memanfaatkan media pembelajaran dalam bentuk lilin bangun ruang. Metode kegiatan dengan ceramah dan praktek pembuatan lilin berbentuk bangun ruang (kubus, balok, kerucut, prisma, limas, tabung dan bola). Hasil dari pengabdian ini adalah siswa dapat memahami materi bangun ruang melalui benda konkrit, selanjutnya dapat ditingkatkan ke pemahaman yang lebih abstrak. Siswa mengikuti kegiatan dengan antusias, bersemangat dan gembira. Sebelum kegiatan 80% siswa menganggap pelajaran bangun ruang “sulit” namun setelahnya hanya tinggal 33,3% siswa yang menganggap pelajaran bangun ruang sulit. Hampir semua siswa (93,3%) menganggap pembelajaran bangun ruang dengan media lilin bangun ruang “menyenangkan” dan mudah dilakukan. Nilai siswa setelah pembelajaran (Nilai rata-rata 67,5 post-test) lebih baik dibandingkan sebelumnya (rata-rata pre-test 50,7). Kata Kunci: Bangun Ruang; Lilin Bangun Ruang; Media Pembelajaran Matematika